| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Gray L. Claude

Posts: 56 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 2nd September 2009, 17:26 | |
| OOT : ikutan ya? Hehe
Gray Levantine Claude sedang berjalan-jalan santai di siang hari yang cukup cerah ini. Udaranya dingin tentu, musim dingin memang begitu kan? Yah, tapi kehendak Tuhan memang begitu, ya terjadilah. Mungkin jalan-jalan ini ada suatu hikmah? Yah, siapa tahu~
Sayangnya satu hal, pemuda berambut abu ini kembali tersesat. Tempat tujuan alias finish dari jalan-jalan ini memang tidak ada, tapi masalahnya Gray tidak tahu ini di mana.
'Ga...gawat ini,' gerutunya dalam hati sampai cemas.
Ah, untungnya sedang ada orang berkerumun di dekat sana, entah apa yang dilakukan mereka. Di lantai tampak tumpahan cairan berwarna biru.
"Maaf! Tapi ini di mana ya?" tanyanya santai pada mereka. Tak tahu suasana sebelumnya yang sedang tegang.
OOT : pesan dari saya, manfaatkanlah orang polos ini~ |
|  | | Elías Rovers

Posts: 45 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 2nd September 2009, 17:51 | |
| Nah, keributan baru muncul lagi. Elías menggerutu kesal; kenapa juga ia jadi harus bantu-bantu membereskan kertas-kertas yang berceceran ini? Masalah adiknya saja belum selesai, kini ia harus melakukan hal yang lain.
Sekilas, Elías memperhatikan diskusi--tawar menawar yang tengah berlangsung di antara kedua wanita 'unik' itu. Pada awalnya Chrys memakai sedikit kekerasan, namun Elizabeth berhasil menenangkannya. Elías mengernyitkan alisnya, 'Kok mau-maunya si Scheizel percaya pada wanita nggak normal itu sih...' ia geleng-geleng, merasa sedikit prihatin dengan situasi ini. Dalam hati, ia sudah bersumpah akan menyelesaikan masalah ini dengan wanita Kanada itu, empat mata saja. Entah sudah berapa kali ia terlibat dengan masalah macam ini dengan Elizabeth, tapi yang melibatkan Estrella, tidak begitu banyak.
"Ah Estrella kamu tak seharusnya menari-nari dengan pakaian yang terbuka seperti ini, rapikanlah dirimu dan pergilah ke ruangan kepala bagian research", ucapnya sambil membenarkan baju Estrella. " Kudengar General Halverson sedang mengunjunginya.."
Oke, Elías tahu dengan jelas kalau apa yang baru saja dikatakan Chrysalis hanya bohong belaka, tapi ia yakin kalau adiknya akan percaya 100% berita itu. Ia menghela nafas panjang, sebelum kalimat lanjutan terdengar dari wanita Belanda itu.
"Ah dan terakhir~", Chrys mengetuk-ngetuk bibir bawahnya dengan jarinya. Dia menghampiri Elias sambil tersenyum, senyuman sama seperti yang Elias lihat di tavern seminggu yang lalu. "Elias~ tolong temani adikmu.. kamu tak ingin dia mengacau mencari-cari General di ruangan bosmu kan?"....Atau kau lebih suka pergi ke ruangan section leader diplomasi?", tanyanya sambil berkedip pada pria itu.
Glek, senyuman yang sama dengan waktu itu. Ditambah kedipan mata, pula. Elías dapat merasakan dirinya sedikit merinding dengan kelakuan tidak biasa dari Chrysalis, namun ia membalas dengan senyum tipis, "Ya, niat awal saya juga memang membawa Estrella ke sana, nona Scheziel..." ia mendehem pelan, kemudian melanjutkan, "... Dan sepertinya Anda juga perlu ke sana; Anda tidak berlaku sewajarnya." akhirnya, sambil menyerahkan kertas-kertas yang tadi dikumpulkannya dari lantai kepada Chrys.
"Maaf! Tapi ini di mana ya?"
Terdengar suatu seruan lagi dari ujung pintu; Gray Claude, si Exorcist baru, rupanya. Elias menghela nafas lagi, anak ini benar-benar tidak bisa baca situasi. "Sebaiknya tidak melangkah lebih jauh, atau kau akan menyesal, anak muda..." ucapnya ketus sambil melangkah menuju Estrella, yang tengah histeris ria setelah mendengar kabar omong kosong dari Chrysalis. |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 56 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 2nd September 2009, 18:48 | |
| Elias Rovers melarangnya melangkah lebih jauh, entah kenapa. Hmm, pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan cairan biru itu tadi. Warnanya saja mencurigakan, biru memang misterius *??*
"Apa ada sesuatu yang bisa kubantu? Aku tak akan menyentuh cairan aneh di lantai itu, kok," tawarnya pada Elias.
Ya, memang Gray tak terlalu peka dengan sekelilingnya. Tapi melihat adik perempuan Elias yang...sedang dalam kondisi kurang baik, Gray sadar suatu hal yang penting.
"Apa adikmu itu tidak kedinginan dengan suhu macam ini?"
Sebelum bicara lebih jauh, Elias mengeluarkan aura kesal yang menusuk (walau belum pasti adanya). Gray langsung kaget.
"A..Ah, mungkin aku tak bisa membantumu. Aku harus mencari...toilet! Ya toilet! Hehe, maafkan aku! Hyaa!" ucapnya agak histeris. Kemudian Gray langsung kabur saat itu juga.
[Gray out] |
|  | | Estrella Rovers

Posts: 63 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 2nd September 2009, 19:14 | |
| Estrella, yang semenjak tadi masih tidak mau diam juga akibat pengaruh ramuan Blue Wonder, akhirnya menunjukkan sedikit perubahan setelah mendengar kalimat Chrysalis, yang baginya seperti mantra sihir.
"Kudengar General Halverson sedang mengunjunginya..."
Untuk sesaat, Estrella merasa akal sehatnya kembali pada dirinya, "... Ge, General Shreizag?" katanya tidak percaya, satu detik kemudian, wajahnya berubah menjadi merah padam. "Kyaaaa~ Aih, bagaimana ini? A-aku belum siap mental!" katanya pada dirinya sendiri, memegangi kedua pipinya yang semerah kepiting rebus.
Masih dalam pengaruh Blue Wonder, kalimatnya berlanjut, "Ya ampun, padahal resepsi pernikahannya kan baru bulan depan! Ke-kenapa General Shreizag terburu-buru begitu yaa..." ujarnya, masih dengan wajah merah yang sama. Entah apa yang ada di imajinasinya, yang jelas, ia benar-benar percaya dengan berita yang diberitahukan Chrysalis.
Elías menghampirinya, Estrella yang sadar akan keberadaan kakaknyapun memeluk lengan pria yang 6 tahun lebih tua darinya itu, "Kakak! Temani aku ke sana ya, kakak mau kan~?" katanya, dengan nada merajuk. |
|  | | Chrysalis vi Scheziel

Posts: 145 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 2nd September 2009, 19:55 | |
| "Ya, niat awal saya juga memang membawa Estrella ke sana, nona Scheziel..." Elias mendehem pelan, kemudian melanjutkan, "... Dan sepertinya Anda juga perlu ke sana; Anda tidak berlaku sewajarnya." akhirnya, sambil menyerahkan kertas-kertas yang tadi dikumpulkannya dari lantai kepada Chrys.
"Ah kamu mengarang cerita Elias, aku bertingkah seperti biasa", kata Chrysalis santai, tiba-tiba raut wajahnya terlihat seperti baru menyadari sesuatu. Dia kembali pada Elias, menatap lekat-lekat wajah pria Mexico itu dengan tatapan yang sayu dan wajah memerah. "Entah kenapa setiap kali melihatmu aku merasakan bahwa aku melupakan sesuatu yang penting.. apa kamu tau apa yang kulupakan, Elias?", tanyanya sambil menyentuhkan jarinya di bibir.
"Tapi sudahlah akan kucari tau sendiri saja..", dia kembali melihat kertas-kertas yang sebagian masih berceceran di lantai dan menghampiri Elizabeth, dia mengacungkan jarinya, seolah-olah hendak memperingatkan sambil terhuyung-huyung karena pengaruh tetesan Blue Wonder.
"Dan kau !", Chrysalis menunjuk wajah Elizabeth, " Aku ingin semua laporan ini diperbarui dan ada di mejaku dalam waktu dua jam, cari semua staffku yang menangani dokumen itu dan suruh mereka menyalinnya ulang, jika tidak.... akan kuajari kamu arti DISIPLIN yang sesungguhnya". Wanita berusia 25 tahun ini berkacak pinggang, harus diakui walaupun masih mabuk nada kalimatnya terdengar mengancam. _________________ 1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
|
|  | | Elías Rovers

Posts: 45 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 3rd September 2009, 17:53 | |
| "Ah kamu mengarang cerita Elias, aku bertingkah seperti biasa"
Elías tersenyum kecil, yang mengarang cerita itu justru wanita Belanda itu kan?Kemudian wanita itu menatapnya lekat-lekat, senyuman Elías perlahan-lahan memudar.
"Entah kenapa setiap kali melihatmu aku merasakan bahwa aku melupakan sesuatu yang penting.. apa kamu tau apa yang kulupakan, Elias?"
'Glek, jangan-jangan dia ingat?'
Elías tertawa kecil pada wanita itu, "Mungkin hanya perasaan Anda saja, nona Scheziel..." katanya, mencoba meyakinkan. Walau, kalau diperhatikan lebih dekat, keringat dingin sedikit turun dari dahinya. Dalam hati ia terus berharap agar Chrysalis terdistraksi sesuatu yang lain, agar ia tidak berusaha mengingat kejadian malam itu lebih lanjut... Akh, ternyata punya ingatan yang kuat kadang-kadang merepotkan juga. Atau ini cuma karena nasibnya yang kurang beruntung?
"Tapi sudahlah akan kucari tau sendiri saja.."
Ia mengangguk, kemudian bernafas lega. Ketika akhirnya perhatian Chrysalis kembali teralih pada Elizabeth, Estrella datang menghampirinya.
"Kakak! Temani aku ke sana ya, kakak mau kan~?"
"Ah," ia berujar, mendapati adiknya yang bergelayutan dengan manja pada tangannya. Ia sedikit lega karena pada akhirnya Estrella dapat bertingkah sedikit lebih normal. Barangkali ia harus berterima kasih pada Chrysalis dan General Halverson nanti. "Ya, tentu, Estrella... Makanya, kamu pakai baju yang rapi dulu, ya?" katanya dengan nada penuh kasih sayang, sambil mengelus kepala adik semata wayangnya.
[OOT : Sister complex...] |
|  | | Elizabeth Douglas

Posts: 11 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 32
 | Subject: Re: [AMERICA] Trouble 3rd September 2009, 18:31 | |
| | Quote: | | "Dan kau !", Chrysalis menunjuk wajah Elizabeth, " Aku ingin semua laporan ini diperbarui dan ada di mejaku dalam waktu dua jam, cari semua staffku yang menangani dokumen itu dan suruh mereka menyalinnya ulang, jika tidak.... akan kuajari kamu arti DISIPLIN yang sesungguhnya" |
"Tenang saja, aku pasti akan membereskannya..." kata Elizabeth sambil tersenyum ramah.
Tapi sebelum itu...
Elizabeth dengan sigap mengeluarkan saputangannya, lalu mengelap semua ceceran Blue Wonder yang tersisa di lantai. Lalu dengan sigap, ia mengambil sebuah botol kaca lainnya dari kantong jas lab nya, lalu memeras sisa-sisa Blue Wonder ke dalam botol itu. Ia segera menutup rapat botol tersebut, lalu memasukkannya ke dalam kantong jasnya.
"Kalau begitu, saya permisi dulu untuk mencari staff Anda, Miss Scheziel," pamit Elizabeth sambil tersenyum. Ia lalu melangkah keluar dari ruang tersebut.
Beberapa meter awal, ia masih berjalan dengan tenang seperti biasa. Tapi setelah ia berbelok, Elizabeth mulai berjingkrak-jingkrak riang sambil tertawa "Ufufufufu~" agak keras. Apakah ia juga terkena efek Blue Wonder? Tentu tidak... Ia tertawa karena ia tahu bahwa ia masih bisa membuat ramuan tersebut dalam jumlah yang JAUH lebih banyak.
[Elizabeth OUT]
OOT : Mari nantikan Trouble Part 2 dengan Blue Wonder yang kandungan alkoholnya lebih kuat dan jumlah yang lebih banyak... dan dengan kesengajaan total diberikan kepada orang-orang  |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|