Heidrich, kau tahu ini gambar apa?
Bukankah itu pelangi, bu?
Pintar! Pelangi selalu muncul setelah hujan.
Eh? Mengapa hanya selalu hujan, ibu?
...Karena setelah kesusahan, barulah kau bisa melihat bahwa itu indah, sayang.
Heee? Heidrich tak mengerti... Jelasin dong ibuuu!
Nanti kamu juga akan tahu.
....
'...Ibu, sampai sekarang pun aku tak mengerti. Sama sekali tak mengerti.'
Bocah ini sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Syukurlah hanya air mata yang tidak diselipkan dengan berbagai macam isakan. Kalau ia sampai terisak di sana, mungkin orang lain hanya akan menganggapnya sebagai anak cengeng dari negeri barat. Suatu hal yang tidak mungkin ia inginkan. Sekarang, dia malah makin teringat akan ibunya.
Belum lagi kata-kata dari Tek Xiao Ling itu sendiri.
"Dan ketahuilah satu hal; selama kamu masih menjadi Disciple ku, kamu adalah murid, sahabat, dan 'anak'-ku. Dan selama aku masih menjadi Master mu, aku adalah guru, sahabat, dan 'ibu'-mu,"'Yang benar saja nenek tua...' Heidrich mengucek-ngucek matanya yang mulai merah karena air mata.
'Kalau kau jadi ibuku, kau pasti sudah mati. ...bukankah ibu sudah mati?''Kalau kau memang menjadi bagian penting dalam hidupku, jangan jadi 'ibu'ku.Pikiran Heidrich selalu menyangkal keberadaan Masternya sebagai ibu. Bagaimana bisa, seorang wanita keras sepertinya menjadi ibu dari bocah paling bandel di cabang Asia? Bagaimana bisa ia menganggapanya sebagai ibu kalau... ia selalu menyamakan kata 'ibu' dengan kematian? Bila ia menganggap Xiao Ling sebagai 'ibu', maka... ia pun akan pergi juga bukan?
Ya, kan?
"Oh ya, sore ini ada latihan. Kalau kamu berani bolos, aku akan menghajarmu tanpa ampun,"'Tsk... selalu ancaman bodoh itu... Kesaaaaal!'"Arghhh! Nenek tua tidak tahu istirahaaaaaat!" Heidrich hanya berteriak keras sebagai bentuk pelampiasan rasa kesalnya. Hei, apa saja bisa keluar dari bocah ini kalau ia tertekan. Maklumkan? Lebih baik demikian, toh kalau berdepat dengan bocah seumuran dia tidak akan pernah selesai kan? Bocah tetaplah masih bocah.
Ketika Xiao Ling sudah hilang dari pandangan, Eun Su menawarkannya sebuah [s]kleenex[/s] sapu tangan... yang dengan senang hati Heidrich ambil tanpa segan. Matanya mulai sembab, dan ia tidak bisa berlatih dengan mata sembab. Ia juga sadar akan Exorcist yang segera bergabung dengan Jendralnya itu. Heidrich... bahkan mendengar kata-kata dari jendral tersebut.
"Tidak apa-apa kok, General Xiao Ling pasti menyayangimu kan, makanya ia bersikap seperti itu. Dan tidak perlu sedih, ada Eun Su yang menemanimu di sini,"Heidrich mendengus, heran. Bila Xiao Ling memang menyayanginya, maka ia tidak akan membebaninya dengan latihan berhadapan-dengan-dewa-kematian. Atau justru alam ini malah memberlakukan hukum yang sebaliknya? Mungkin saja, semakin sulit ujiannya, semakin indah hasilnya.
...Karena setelah kesusahan, barulah kau bisa melihat bahwa itu indah, sayang.
Heidrich terdiam beberapa saat. Semuanya terasa terbalik; definisi yang ia kenal--bahwa ibu identik dengan kematian, bahwa kesusahan hanya melahirkan kesusahan lainnya--seakan hancur seketika oleh satu ingatan masa kecilnya. Sebuah ingatan, di mana ibunya menjadi titik tengah dalam kehidupan. Sejak saat ini, mungkin saja ibu identik dengan kehidupan setelahnya--jalan yang harus ia tempuh. Lalu, kesusahan... tidak hanya melahirkan kesusahan yang lain. Ada yang lebih.
Cibiran Heidrich pun perlahan berubah menjadi sebuah senyum kecil... Senyum nyaman. Ibunya... memang sudah meninggal. Namun, ia tahu... ada orang yang bisa diandalkan. Ibunya boleh beristirahat dengan tenang di dunia sana, karena Heidrich sadar bahwa ia tidak sendirian. Ia tidak perlu takut akan seseorang yang ia anggap 'ibu' itu hilang... kalau memang itu sudah takdir.
Ah, apa yang ia lakukan di sini? Bukankah ia sendiri seharusnya bersiap-siap untuk latihan selanjutnya?
"...Song." Heidrich berpaling ke arah exorcist yang lebih tuan tersebut dan tersenyum, tulus. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah agak legaan. "Aku duluan. Persiapan latihan.
Auf Wiedresehen!"
Bocah tersebut lari meninggalkan kafetaria.
[OUT]
OOC: Sori rada aneh TT____TT