An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [ASIA]Emotionally Unbalanced

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Lim Jeong Hu



Posts: 172
Pemilik: Cairy
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA]Emotionally Unbalanced   11th August 2009, 13:04

Jeong Hu kembali hanya meneguk tehnya. Hm... green tea memang minuman terbaik, khususnya untuk kesehatan general tua ini. Ia hanya sejenak melirik apa yang terjadi antara duo ibu dan anak di samping sana, tidak ingin berkomentar. Toh ia tahu, Xiao Ling bahkan sudah cukup dewasa sebagai general dan ia tahu konsekuensi memiliki Disciple sekecil itu.

Dan rupanya Eun Su bisa bersikap manis. Anak ini juga rupanya sudah bisa bertindak dewasa pada adiknya itu. Memainkan lagu, memberi nasihat, meminjamkan sapu tangan, setidaknya itu adalah hal yang manis yang bisa dilakukan seorang kakak pada adiknya. Baguslah... mereka akur sebagai rekan sesama Disciple.

"Aku rasa aku sudah berbuat baik, bukan?"

"Ah..." sebuah anggukan ringan dan senyum ramahnya. "Bahkan Eun Su sudah bisa menjadi seorang kakak yang baik," lanjutnya lagi berkomentar.

Hm... sepertinya tehnya sudah habis?

Jeong Hu lalu mengangkat badannya dari kursi itu. Sebelum pergi ia kemudian melirik Heidrich yang nampak masih bermasalah. Kemudian berjalan melewatinya sambil menepuk kepala anak itu, "Tidak apa-apa kok, General Xiao Ling pasti menyayangimu kan, makanya ia bersikap seperti itu. Dan tidak perlu sedih, ada Eun Su yang menemanimu di sini," ucapnya pada si bocah.

Lalu menepuk pundah disciplenya, "Jaga dia ya," sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu. Hm... rasanya Jeong Hu masih harus mengurus para kaktusnya dan beristirahat di dalam ruangannya sebelum ada pekerjaan lain yang datang.


[OUTly]

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Heidrich Kohler



Posts: 50
Pemilik: masamune11

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 12 tahun

PostSubject: Re: [ASIA]Emotionally Unbalanced   31st August 2009, 21:08

Heidrich, kau tahu ini gambar apa?


Bukankah itu pelangi, bu?

Pintar! Pelangi selalu muncul setelah hujan.


Eh? Mengapa hanya selalu hujan, ibu?

...Karena setelah kesusahan, barulah kau bisa melihat bahwa itu indah, sayang.


Heee? Heidrich tak mengerti... Jelasin dong ibuuu!

Nanti kamu juga akan tahu.


....

'...Ibu, sampai sekarang pun aku tak mengerti. Sama sekali tak mengerti.'




Bocah ini sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Syukurlah hanya air mata yang tidak diselipkan dengan berbagai macam isakan. Kalau ia sampai terisak di sana, mungkin orang lain hanya akan menganggapnya sebagai anak cengeng dari negeri barat. Suatu hal yang tidak mungkin ia inginkan. Sekarang, dia malah makin teringat akan ibunya.

Belum lagi kata-kata dari Tek Xiao Ling itu sendiri.

"Dan ketahuilah satu hal; selama kamu masih menjadi Disciple ku, kamu adalah murid, sahabat, dan 'anak'-ku. Dan selama aku masih menjadi Master mu, aku adalah guru, sahabat, dan 'ibu'-mu,"

'Yang benar saja nenek tua...' Heidrich mengucek-ngucek matanya yang mulai merah karena air mata. 'Kalau kau jadi ibuku, kau pasti sudah mati. ...bukankah ibu sudah mati?'

'Kalau kau memang menjadi bagian penting dalam hidupku, jangan jadi 'ibu'ku.

Pikiran Heidrich selalu menyangkal keberadaan Masternya sebagai ibu. Bagaimana bisa, seorang wanita keras sepertinya menjadi ibu dari bocah paling bandel di cabang Asia? Bagaimana bisa ia menganggapanya sebagai ibu kalau... ia selalu menyamakan kata 'ibu' dengan kematian? Bila ia menganggap Xiao Ling sebagai 'ibu', maka... ia pun akan pergi juga bukan?

Ya, kan?

"Oh ya, sore ini ada latihan. Kalau kamu berani bolos, aku akan menghajarmu tanpa ampun,"

'Tsk... selalu ancaman bodoh itu... Kesaaaaal!'

"Arghhh! Nenek tua tidak tahu istirahaaaaaat!" Heidrich hanya berteriak keras sebagai bentuk pelampiasan rasa kesalnya. Hei, apa saja bisa keluar dari bocah ini kalau ia tertekan. Maklumkan? Lebih baik demikian, toh kalau berdepat dengan bocah seumuran dia tidak akan pernah selesai kan? Bocah tetaplah masih bocah.

Ketika Xiao Ling sudah hilang dari pandangan, Eun Su menawarkannya sebuah [s]kleenex[/s] sapu tangan... yang dengan senang hati Heidrich ambil tanpa segan. Matanya mulai sembab, dan ia tidak bisa berlatih dengan mata sembab. Ia juga sadar akan Exorcist yang segera bergabung dengan Jendralnya itu. Heidrich... bahkan mendengar kata-kata dari jendral tersebut.

"Tidak apa-apa kok, General Xiao Ling pasti menyayangimu kan, makanya ia bersikap seperti itu. Dan tidak perlu sedih, ada Eun Su yang menemanimu di sini,"

Heidrich mendengus, heran. Bila Xiao Ling memang menyayanginya, maka ia tidak akan membebaninya dengan latihan berhadapan-dengan-dewa-kematian. Atau justru alam ini malah memberlakukan hukum yang sebaliknya? Mungkin saja, semakin sulit ujiannya, semakin indah hasilnya.

...Karena setelah kesusahan, barulah kau bisa melihat bahwa itu indah, sayang.


Heidrich terdiam beberapa saat. Semuanya terasa terbalik; definisi yang ia kenal--bahwa ibu identik dengan kematian, bahwa kesusahan hanya melahirkan kesusahan lainnya--seakan hancur seketika oleh satu ingatan masa kecilnya. Sebuah ingatan, di mana ibunya menjadi titik tengah dalam kehidupan. Sejak saat ini, mungkin saja ibu identik dengan kehidupan setelahnya--jalan yang harus ia tempuh. Lalu, kesusahan... tidak hanya melahirkan kesusahan yang lain. Ada yang lebih.

Cibiran Heidrich pun perlahan berubah menjadi sebuah senyum kecil... Senyum nyaman. Ibunya... memang sudah meninggal. Namun, ia tahu... ada orang yang bisa diandalkan. Ibunya boleh beristirahat dengan tenang di dunia sana, karena Heidrich sadar bahwa ia tidak sendirian. Ia tidak perlu takut akan seseorang yang ia anggap 'ibu' itu hilang... kalau memang itu sudah takdir.

Ah, apa yang ia lakukan di sini? Bukankah ia sendiri seharusnya bersiap-siap untuk latihan selanjutnya?

"...Song." Heidrich berpaling ke arah exorcist yang lebih tuan tersebut dan tersenyum, tulus. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah agak legaan. "Aku duluan. Persiapan latihan. Auf Wiedresehen!"

Bocah tersebut lari meninggalkan kafetaria.

[OUT]



OOC: Sori rada aneh TT____TT
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA]Emotionally Unbalanced   26th September 2009, 06:58

Aneh, sejak kapan pemuda Korea ini jadi begitu perhatian. Bukannya biasanya ia lebih suka menyendiri, menyepi sambil berpikir. Tapi akhir akhir ini ia ingin bergabung dengan semuanya, bekerja, ataupun bermain.

Dan kali ini ia malah dapat semacam adik baru, yang sepertinya hanya ia yang berpikir demikian. Tapi, entahlah...

Akhirnya Song Eun Su menyelesaikan semua makanannya. Setelah membiarkan perutnya beristirahat sebentar, pemuda itu kemudian berdiri dan membereskan gayageumnya, menggendongnya seperti biasa.

Kemudian ia keluar dari kafetaria, dengan muka cerah dan ceria. Semoga kehidupannya di Black Order jadi semakin berwarna, dan ia bisa melupakan dendamnya, dan hal buruk lainnya.

[END]
Back to top Go down
View user profile
 

[ASIA]Emotionally Unbalanced

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» Bloody Asia
» Girls' Generation 1st Asia Tour "Into The New World" Live Album Information
» [ASIA]Check-Up with the Careless-but-Lucky Doctor
» [ASIA]Drag Him Out!
» 110723 Girls' Generation Releases “Girls’ Generation the 1st Asia Tour: Into The New World

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums