| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: [AFRICA] Library in Tune 3rd July 2009, 13:22 | |
| Lokasi: Perpustakaan Cabang Afrika - Timur TengahLelaki berambut ikal itu membuka pintu antik berwarna merah tua itu dengan perlahan; tentu saja, karena tempat ini mewajibkan pengunjungnya untuk tidak membuat suara keras. Tidak seperti huru-hara yang terdengar di bagian logistik tepat di sebelah, ruangan yang dimasukinya sama sekali hening. Wajar, karena ini memang jam kerja. Waktu istirahat masih beberapa menit lagi. Ia memasuki ruangan, seraya seorang staf internal yang hendak keluar darinya, memberi salam sebelum bergegas menuju ruang kerjanya sendiri. Kini, yang tertinggal di perpustakaan hanyalah dirinya dan staf perpustakaan yang juga sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Berjalan pelan di atas karpet merah yang menutupi lantai perpustakaan, ia mencapai meja petugas perpustakaan untuk mengembalikan buku pinjamannya, dan menanyakan letak sekuelnya. "Ah, tidak apa-apa. Biar saya sendiri yang mencari." Dengan itu, ia menuju rak buku yang ditunjukkan oleh sang petugas, yang beruntungnya tidak terlalu jauh; dengan seorang supervisor cabang yang gemar membaca buku (yakni dirinya sendiri), bisa dipastikan bahwa koleksi bacaan dalam perpustakaan cabang Afrika - Timur Tengah lengkap dengan edisi dalam berbagai bahasa. Setelah penelurusan yang berlangsung beberapa menit, berhasil menemukan apa yang dicarinya. " The History of the Decline and Fall of the Roman Empire, volume lima," ujarnya datar, seraya ia membawa buku itu ke kursi kayu favoritnya. Membalik sampul buku, Hakizi mulai membaca. Beberapa menit berlalu, dan lelaki Mesir itu pun mulai merasakan seberapa heningnya perpustakaan ketimbang yang biasa dihadapinya ketika jam istirahat... ya, memang siapa lagi selain petugas perpustakaan dan dirinya sendiri (yang tidak memiliki jam kerja tetap) yang akan datang pada waktu ini?
Exorcists, yang lagi ada urusan ke perpustakaan, atau siapapun boleh ke sini asal ada alasan. Jangan (terlalu) ribut ya...  _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 4th July 2009, 15:04 | |
| Ethan berjalan perlahan memasuki perpustakaan. Ia sebenarnya tidak berkepintingan unutk membaca atau mengagumi keindahan sastra dair para penyair terkenal. Yang bisa ia nilai hanyalah musik, dan dengan tujuan yang berhubungan dengan musiklah ia datang ke tempat ini. Itu terlihat jelas dari perlengkapan yang dibawanya. Ia menenteng sebuah kotak biola Stradivarius yang sangat disayanginya, dan sebuah partitus musik. Cuma iseng, bisa dibilang, karena Ethan sebenarnya hafal banyak karya orang-orang terkenal dan ia bisa memainkannya tanpa catatan apa pun. Mungkin selain pekerjaannya, hanya musiklah yang ada di kepalanya, atau lebih tepat, di hatinya.
Mata Ethan menangkap sosok seseorang yang dikenalnya -- Hakizi Mana. Hakizi sedang berjalan menyusuri rak buku dan mengambil buku yang diminatinya. Sekilas Ethan melihat judul buku tersebut. Sesuatu tentang..... Roma? Yah, tidak masalah. Mungkin selera orang nomor satu di Cabang Afrika itu memang selalu berhubungan denga hal-hal yag serius. Ethan berjalan mantap mendekati sang supervisor yang kini sudah duduk.
"Guten Morgen, Herr Mana," sapanya sopan.
Tanpa banyak bicara Ethan pun berdiri di seberang meja sang Supervisor dan mengambil biolanya. Perlahan tangannya menggesek dawai biola dan sang Stradivarius pun menyenandungkan alunan musik dari J.S. Bach. Ethan tersenyum. Yah, musik ini kuharap tidak dianggap mengganggu. Sesungguhnya, bukankah menyenangkan untuk bersantai sambil mendengarlan musik yang indah? _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 5th July 2009, 15:13 | |
| [OOT: Kau terlalu terburu-buru ngetiknya, List, jadi banyak typo...]
"Guten Morgen, Herr Mana," sapanya sopan.
"Ah, Ethan Pasha," balasnya, menggunakan ekuivalen Turki Ottoman untuk gelar General bangsawan itu. "Sudah lama saya tidak melihat Anda. Saya harap misi terakhir Anda berjalan lancar. Jarang melihat General di markas ini." Kemudian, ia tidak menunjukkan perubahan emosi ketika Ethan berdiri di seberang mejanya; perpustakaan memang milik umum, bukankah demikian?
"Yah, musik ini kuharap tidak dianggap mengganggu. Sesungguhnya, bukankah menyenangkan untuk bersantai sambil mendengarkan musik yang indah?"
Hakizi mengangguk. "Tidak, justru sebaliknya. Silakan mainkan biola Anda sesuka hati." Itupun sudah dengan pertimbangan bahwa Ethan telah membuktikan dirinya cukup piawai dengan alat musik yang bersangkutan, tentunya. Dengan itu, Hakizi kembali membaca karya sejarawan besar, Edward Gibbon, di genggamannya._________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2
Last edited by Chief Supervisor on 3rd August 2009, 15:35; edited 1 time in total (Reason for editing : Mengubah gelar Derebey ('sir') ke Pasha ('lord')) |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 6th July 2009, 15:35 | |
| Selama beberapa saat Ethan memeinkan lagu ciptaan komponis kenamaan J.S. Bach. Tapi tak lama kemudian Ethan terlihat mulai bosan. Perlahan ia menghentikan musiknya, dengan secara bertahap mengurangi volumenya, hingga musik berhenti.
Ia pun menoleh pada Hakizi.
"Herr Mana, jenis musik klasik apa yang anda suka?" tanyanya.
Bagi Ethan, kebahagiaan terbesar dalam bermain musik bukanlah memuaskan diri sendiri, tetapi menyenangkan orang lain juga. _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 6th July 2009, 16:08 | |
| Selama beberapa menit, Hakizi hanya terus membaca dalam alunan musik yang dimainkan oleh Ethan, tanpa keduanya bertukar kata. Supervisor yang larut dalam bacaannya, terutama karena ia sudah mencapai bagian yang cukup menarik perhatiannya, sedikit terkejut ketika menyadari Ethan berbicara dengannya... walau mungkin tampaknya tidak demikian.
"Herr Mana, jenis musik klasik apa yang anda suka?"
Hakizi tertawa pelan. "Saya kurang mendalami dunia musik klasik, tidak seperti Anda. Saya mengenal komposer pun hanya sebatas namanya, dan itu pun cakupannya tidak demikian luas." Kemudian, ia mendeham.
"Maaf, saya juga tidak sedemikian sering mendengarkan musik; agak sulit bagi saya untuk menentukan musik apa yang saya sukai. Barangkali Anda sendiri yang bisa menentukan musik apa yang sesuai dengan kondisi ruangan di mana kita berada sekarang, Pasha. Dan, jika tidak keberatan, mungkin mengelaborasikan tentangnya sedikit bagi saya." Hakizi mulai menyesali kondisi dirinya yang oblivious terhadap segala bentuk seni... sepertinya, itu yang menyebabkannya sulit menemukan titik temu ketika berbicara dengan orang lain pada umumnya. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 6th July 2009, 16:23 | |
| Aaahh, sungguh hari yang melelahkan. Setelah berjam-jam nonstop berkutat di depan meja kerjanya, sang Section Leader Research Department berhasil mencuri kesempatan--maksudnya, meluangkan waktu luangnya untuk beristirahat di tempat yang tenang, dan jauh dari kantornya, tentu saja. Beristirahat sedikit tidak ada salahnya kan? Tentu saja pria India ini akan segera kembali ke kantornya bila ia rasa istirahatnya telah usai, mungkin, setelah beberapa anak buahnya menyeret--maksudnya, memintanya kembali pada pekerjaan.
'Yang penting sekarang istirahat dulu! Aku juga tak bisa bekerja dengan baik dengan kepala penat... Ahh, rekreasi! Rekreasi!' ujarnya santai dalam hati. Dengan langkah yang ringan ia menuju perpustakaan, yang dianggapnya sebagai tempat yang tenang... cocok untuk beristirahat. Tentu, di sini ia tidak akan mendengar omelan anak buahnya atau suara-suara seperti petasan yang keluar dari zat-zat kimia percobaannya.
Kriett...
Ia membuka pintu perpustakaan dengan perlahan, pemandangan di sana sama seperti dugaannya; sepi, dan tentram. Ia tersenyum puas. Sebelum melangkah lebih jauh, ia merogoh sakunya, dan mengeluarkan secarik kertas kecil dari sana. Setelahnya ia langsung menuju meja petugas, sambil menaruh kertas itu di atasnya. "Hei, manis~ Tahu tidak letak buku-buku semacam ini? Atau malah kau bisa merekomendasikanku buku-buku baru yang bagus? Hm?" tanyanya pada petugas perempuan di sana. Dari nadanya saja sudah ketahuan bahwa Rajeev juga sedang sedikit merayu, entah dengan maksud apa. Sang petugas perempuan itu menghela nafas kecil, melihat isi secarik kertas yang diberikan padanya. Isinya... 'Kiat-kiat membangun keluarga bahagia', 'Wanita dan segala rahasianya', 'Cerita-cerita lucu abad 19'... dan berbagai bacaan ringan lainnya. Namanya juga Rajeev.
Petugas perempuan itu dengan ogah-ogahan menulis kode rak buku di mana buku-buku yang diinginkan Rajeev berada, sementara, yang bersangkutan mulai merayu lagi dengan ajakan makan siang dan sebagainya. "Ini kode rak untuk buku-buku yang Anda inginkan, silakan." ujar petugas perempuan itu sambil mengembalikan kertas pada Rajeev. "Ah, trims~ Omong-omong, bagaimana ajakanku tadi? Pikirkan baik-baik yaa~" katanya sambil mengedipkan sebelah mata, memasang senyum manis, kemudian berlalu menuju rak yang ditujunya. Sang petugas perempuan menghela nafas sekali lagi.
Rajeevpun mulai memilih-milih buku yang akan dibacanya, dan setelah beberapa menit, ia membawa dua buku untuk dibaca di tempat. Ketika ia menuju kursi untuk membaca, ia melihat sosok dua orang yang dikenalnya. "Hei, Hakizi! Dan... Lord Ethan! Apa kau akan memperdengarkan biolamu hari ini?" sapanya dengan suara yang dipelankan. Iapun mengambil tempat duduk di dekat mereka berdua, menaruh kedua buku di atas meja, dan berbicara lagi, "Barangkali kau bisa memainkan komposisi Brahms untukku? Eeeng, yang Hungarian Dance, misalnya?" Rajeev memang bukan penggila musik klasik, tapi untuk beberapa nama komposer terkenal ia lumayan tahu. Selain Mozart atau Beethoven, Brahms juga favoritnya, tak heran ia sering meminta Ethan memainkan lagu-lagu gubahan Brahms bila ada kesempatan.
Whew, kalau pakai Rajeev... Bisa sepanjang ini nulisnya ' 'b
Last edited by Rajeev V. Nambiar on 9th July 2009, 18:04; edited 1 time in total |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 6th July 2009, 18:22 | |
| "Hei, Hakizi! Dan... Lord Ethan! Apa kau akan memperdengarkan biolamu hari ini?"
"Rajeev, kau menyelamatkanku," guyon Hakizi, walau ekspresinya tidak menampakkan bahwa ia tengah bercanda. Tetapi hal itu memang benar, karena permintaan permainan biola Rajeev telah berhasil mengalihkan kewajiban memilih lagu dari dirinya yang memang buta terhadap dunia seni ke sang Section Leader.
"Barangkali kau bisa memainkan komposisi Brahms untukku? Eeeng, yang Hungarian Dance, misalnya?"
"Bagus melihat kau bersemangat, Rajeev... Tetapi, bukankah sekarang jam kerja?" tanya Hakizi datar. Ia harap Rajeev tidak melupakan bahwa dirinya adalah Supervisor cabang ini, yang mengawasi bagaimana jalannya semua proses yang ada dalam cabang. Menunggu respon Rajeev terhadap pertanyaan yang sudah ia ketahui jawabannya, Hakizi kembali membaca bukunya dengan tenang. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 6th July 2009, 18:50 | |
| "Barangkali Anda sendiri yang bisa menentukan musik apa yang sesuai dengan kondisi ruangan di mana kita berada sekarang, Derebey. Dan, jika tidak keberatan, mungkin mengelaborasikan tentangnya sedikit bagi saya."
Ethan hanya tersenyum mendengar komentar sang Supervisor. Yah, tentu saja dia bisa melakukannya. Ia bahkan bisa menceritakan sejarah di balik lagu-lagu tertentu, terutama yang ia suka. Tapi sayang sekali, Ethan termasuk di antara orang-orang yang tidak terlalu berminat menyampaikan gagasan-gagasannya dalam bentuk kata-kata. Musik ada untuk mengekspresikan dirimu ketika kata-kata tak sanggup menjelaskannya, bukan begitu?
"Hei, manis~ Tahu tidak letak buku-buku semacam ini? Atau malah kau bisa merekomendasikanku buku-buku baru yang bagus? Hm?"
Ethan mendengar suara yang familiar. Tanpa menoleh pun ia tahu siapa yang berbicara. Ayolah, Her Nambiar adalah orang yang terkenal di markas tempatnya bekerja. Atau setidaknya, Ethan cukup mengenalnya.
"Hei, Hakizi! Dan... Lord Ethan! Apa kau akan memperdengarkan biolamu hari ini? Barangkali kau bisa memainkan komposisi Brahms untukku? Eeeng, yang Hungarian Dance, misalnya?"
Permintaan Rajeev tidak mengejutkan Ethan. Dia sering meminta Ethan memainkan lagu-lagu kesukaannya. Tentu saja, Ethan tidak keberatan, setidaknya pada saat itu dan sebagian besar waktunya yang lain.
Dengan anggukan pelan Ethan menyatakan kesediaannya, meskipun bibirnya berkata lain.
"Ah, Herr Nambiar. Aku pikir kau akan meminta lagu lain kali ini. Rupanya kau benar-benar menyukai Brahms, bukan begitu? Hungarian Dance.. tentu saja bisa. Tapi tadinya kupikir kau akan meminta hal lain. Lullaby misalnya."
Ethan memang sering merekomdasikan musik selain yang diminta pendengarnya. Bukannya ia keberatan dengan permintaan mereka, ia hanya tidak pintar untuk menyampaikan pendapatnya. Moral: Jangan percaya begitu saya pada kata-kata Ethan. Baginya, bahasa universal adalah musik.
Bertentangan dengan apa yang baru saja dikatakannya, Ethan memainkan not-not gubahan sang komponis Brahms dangan gerakan mantap. Dengan cepat Rajeev mengenali lagu tersebut sebagai Hungarian Dancer. Senyumnya menunjukkan penghayatan terhadap lagu yang dimainkannya. _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 9th July 2009, 17:59 | |
| "Bagus melihat kau bersemangat, Rajeev... Tetapi, bukankah sekarang jam kerja?"
Deg! Ahh, Hakizi memang selalu cermat, hampir saja ia lupa kalau pria Mesir itu adalah sang Supervisor. 12 tahun bekerja di Section yang sama dengan jabatan yang sama dengannya sering membuat Rajeev lupa akan jabatan sahabatnya itu saat ini. Pria India ini tersenyum, "Eeeng~ Kebetulan anak buahku mau berbaik hati menggantikan pekerjaanku selama aku beristirahat di sini. Kau tahulah, Hakizi, nyaris seminggu ini aku tak dapat libur!" alasannya sambil mengedipkan sebelah mata. Kecil kemungkinannya Hakizi dapat memercayai alasan Rajeev yang baru saja dibuatnya, toh selama 16 tahun saling mengenal, Hakizi sudah kenal betul cara Rajeev membolos kerja.
"Ah, Herr Nambiar. Aku pikir kau akan meminta lagu lain kali ini. Rupanya kau benar-benar menyukai Brahms, bukan begitu? Hungarian Dance.. tentu saja bisa. Tapi tadinya kupikir kau akan meminta hal lain. Lullaby misalnya."
"Aah~ Panggil aku Rajeev saja!" pinta Rajeev sambil mengibas-ngibaskan sebelah tangannya, ia memang kurang suka dipanggil dengan nama akhirnya. "Hmm, aku takut jenis lagu seperti Lullaby malah akan membuatku tidur, Lord Ethan, namanya saja sudah Lullaby kan?" katanya sambil tersenyum jenaka, Ethanpun memulai permainan biolanya.
Nada-nada yang menjadi khas lagu Hungarian Dance gubahan komposer Brahms-pun mengalir dengan indah, memperlihatkan kelihaiannya pemain biolanya. Rajeev tersenyum senang, keahlian General satu ini tentang bermusik memang tidak perlu diragukan. Sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja, mengikuti nada lagu, Rajeev mulai membuka buku yang tadi diambilnya. Kapan lagi bisa membaca buku dengan tenang sambil diiringi musik yang indah? |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 9th July 2009, 18:41 | |
| Pria India ini tersenyum, "Eeeng~ Kebetulan anak buahku mau berbaik hati menggantikan pekerjaanku selama aku beristirahat di sini. Kau tahulah, Hakizi, nyaris seminggu ini aku tak dapat libur!" alasannya sambil mengedipkan sebelah mata.Hakizi tidak langsung merespon alasan yang diberikan oleh Rajeev; selama masa lelaki India itu menggantikan jabatannya, sudah berapa kali ia menggunakan alasan semacam itu? Tentu saja dia tidak masih beranggapan bahwa temannya sendiri selama enam-belas tahun bisa dikelabui oleh alasan macam itu? Apa pula maksud kedipan mata itu? (Terutama karena sepanjang minggu ini, ia tidak merasa bahwa Rajeev 'sama sekali tidak mendapatkan libur'... atau apakah lelaki India yang berkeliling di markas itu figmen imajinasinya?) "... Ya, baiklah kalau begitu. Tetapi jangan tinggalkan bawahanmu terlalu lama, Rajeev," ujarnya datar, seraya ia membalikkan halaman bukunya lagi. ... Tentu, ia juga tidak melupakan sudah berapa kali dirinya sendiri membiarkan temannya selama enam-belas tahun itu membolos dengan alasan yang bisa dibilang pasaran itu. Hakizi menghela napas pelan; ternyata ia masih sama fleksibelnya dengan dulu terhadap sahabatnya yang satu ini.
[OOT: Rajeev, maaf tentang mengarang apa yang terjadi sepanjang minggu: Terutama karena sepanjang minggu ini, ia tidak merasa bahwa Rajeev 'sama sekali tidak mendapatkan libur'... dst. Hanya sedikit tebakan dari sifatnya Rajeev, kalau ternyata tidak cocok akan diubah  ] _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 30th July 2009, 14:14 | |
| OOT @ Hakizi : Nggak apa, pas kok~ 
Hakizi tidak langsung merespon alasan yang baru saja dilontarkannya, yaa, tampaknya pria Mesir satu ini sudah tahu kalau alasannya tidak benar sama sekali. "... Ya, baiklah kalau begitu. Tetapi jangan tinggalkan bawahanmu terlalu lama, Rajeev,"Rajeev tersenyum lebar, ia memang tidak berniat duduk membaca di sini terlalu lama. Mungkin sekitar 1 jam cukup? "Haha, aku tahu itu, Hakizi~ Tenang sajalah..." ujarnya sambil kembali mengarahkan pandangannya ke buku yang sedang dibacanya. Beberapa detik berlalu, Rajeev dapat merasakan kedua kelopak matanya yang semakin berat. Soal ia belum dapat libur satu minggu ini memang bohong, tapi soal ia belum tidur selama beberapa hari ini benar. Kini kepalanya yang bertumpu pada satu tangannya mendukung kerja kelopak matanya untuk menutup. Ditambah suasana perpustakaan yang sepi dan lantunan musik klasik dari sebuah biola... Rasanya ia siap untuk tertidur kapan saja. Pria India ini berkedip, mencoba agar tidak tertidur begitu saja. Apalagi, masih banyak yang belum diselesaikannya, sedangkan deadline tinggal satu minggu lagi. Ia membalikkan halaman buku yang dibacanya, kemudian menguap pelan. Entah sampai kapan ia mampu menahan rasa kantuk yang luar biasa ini... |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 1st August 2009, 12:48 | |
| "Hmm, aku takut jenis lagu seperti Lullaby malah akan membuatku tidur, Lord Ethan, namanya saja sudah Lullaby kan?"
Ethan hanya tersenyum dan mulai menggesek biolanya. Ah, lagu kesukaan Rajeevmemang yang ini sepertinya. Yah, sejujurnya Ethan lebih ingin mendengar Lullaby saat ini, entah kenapa. Tapi, sebagai seorang musisi, yang terpenting adalah memainkan musik yang bisa membahagiakan orang lain bukan?
Obrolan Hakizi dan Rajeev milai mengisi ruangan. Tapi bagi Ethan, obrolan itu serasa tidak terdengar. Ia seperti biasa tenggelam dalam keindahan alunan biolanya. Suara sang Stradivarius pun mengisi ruangan yang baru saja beberapa menit lalu terasa sepi.
Ethan perlahan membuka matanya dan melirik pada Rajeev. Ah, dia sudah mulai mengantuk. Pekerjaannya sebagai Section Leader pasti melelahkan, pikir Ethan. Ia pun perlahan mengubah alunan Hungarian Dance menjadi Lullaby melalui serangkaian improvisasi.
Ayo kita beri Rajeev sedikit istirahat.
------------------------------------------------------------------------------------------------
OOT: Ethan ga ngomong~ Rajeev, tidur sana.. _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | Marcos Trevino
Posts: 11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 16
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 1st August 2009, 19:48 | |
| OOT ikud dunk,,
Diluar perpustakaan Mars sedang kebingunan mencari makanan, kemudian ia mendengar suara ngik ngok dari sebuah ruangan yang penuh dengan buku tua. Lalu ia masuk ke dalam sana dan menemukan Jendralnya sedang bermain biola dan dua orang lainnya yg sedang menikmati waktu santai. Dengan segera Mars menghampiri Lord Ethan dan berkata "Tuan sedang apa kau disini diluar sana ada banyak hal yang sedang menanti kita, ayo kita kesana". |
|  | | Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 27th August 2009, 16:57 | |
| Rasanya Andrei mau berteriak sekeras-kerasnya saja saat para penjaga gerbang tidak mengizinkannya keluar untuk sementara waktu sangking seringnya ia 'kabur' ke Luxor di Mesir, hanya sekedar untuk menelusuri piramid atau Sphynx selama berjam-jam. "Masa' meneliti peradaban kuno yang paling luar biasa aja nggak boleh, aaaaarrrgghh!!!" teriaknya frustasi pada akhirnya, saat ia sudah tiba di depan counter perpustakaan (tanpa ia sadari, tentunya). Wanita petugas perpustakaan yang berjaga di situ menatap Andrei dengan tatapan tajam yang menunjukkan dengan jelas bahwa ia merasa Andrei sudah mengganggu kerjanya. "Tuan Morozov, kalau Anda ingin meminjam buku tentang Mesir, ini nomor raknya," kata si penjaga perpustakaan tanpa banyak basa-basi sambil memberikan secarik kertas pada Andrei. "Aaaah, terima kasih, Nona... Semoga dewa-dewa menerangi jalan Anda," kata Andrei dengan tatapan berterima kasih, yang dibalas dengan ekspresi 'aku tak butuh terima kasihmu' dari si penjaga perpustakaan. Andrei lalu berjalan ke arah rak yang ditunjukkan, tetapi ia terhenti saat ia mendengar suara permainan biola dari salah satu sisi ruangan tersebut. Tertarik, Andrei langsung bebalik arah ke arah sumber suara itu. Saat ia sampai, dilihatnyalah Lord Ethan yang sedang bermain biola, ditemani Hakizi dan Rajeev yang tampaknya sudah setengah tertidur (atau malah sudah tidur? entahlah...). Melihat sang Supervisor, Andrei merasa mendapatkan pencerahan tentang masalah yang dihadapinya. Ia berjalan semakin cepat, sampai akhirnya ia berdiri di dekat kumpulan orang-orang itu. "Supervisor Mana, kebetulan sekali!" sapa Andrei riang, tanpa memedulikan orang-orang lain di sekitarnya. "Langsung saja ke pokok permasalahannya, Supervisor. Bisakah Anda membuatkan surat atau semacamnya untuk meyakinkan para penjaga gerbang supaya aku boleh keluar sebentar? Ya? Bagaimanapun, aku adalah seorang Finder, loh!" cerocos Andrei cepat. Orang ini kan juga orang Mesir, mestinya tahu mengapa aku begitu mencintai Mesir! Semoga aku dapat izinnya~
OOT : anggap saja Hakizi sudah tahu kebiasaan buruk Andrei, ok?  |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Library in Tune 27th August 2009, 23:13 | |
| "Masa' meneliti peradaban kuno yang paling luar biasa aja nggak boleh, aaaaarrrgghh!!!"
Hakizi tersentak mendengar teriakan seseorang di dalam perpustakaan yang seharusnya dalam suasana hening. Sebagai Supervisor, ia mengenal pemilik suara itu; seorang lelaki Rusia yang memiliki ketertarikan sangat besar terhadap peradaban Mesir kuno. Namun, sang penjaga perpustakaan berhasil menangani dengan memberikan secarik kertas pada Andrei.
Lelaki Mesir itu menonton Andrei; sepertinya ia hendak menuju rak buku sejarah, tidak jauh dengan rak di mana ia mendapatkan buku Gibbon yang kini berada di genggamannya. Namun, Andrei justru mendatanginya begitu melihatnya. "Supervisor Mana, kebetulan sekali!"
"Langsung saja ke pokok permasalahannya, Supervisor. Bisakah Anda membuatkan surat atau semacamnya untuk meyakinkan para penjaga gerbang supaya aku boleh keluar sebentar? Ya? Bagaimanapun, aku adalah seorang Finder, loh!"
Hakizi mengangkat salah satu alisnya, walau hanya sedikit. Melihat kebiasaan Andrei, yang dimaksudnya 'keluar sebentar' kemungkinan besar adalah pergi melintasi perbatasan negara ke Mesir untuk melakukan ekspedisi pribadi. Mempertimbangkan apa yang sebaiknya disarankannya, akhirnya Hakizi berujar, setelah mendeham, "Tuan Morozov... Jika Anda memiliki rencana untuk mendatangi Mesir, saya tidak akan melarang, selama Anda memang memiliki kepentingan."
Ia menggoyangkan lembut pundak lelaki India yang kelihatannya terkantuk di sebelahnya. "Rajeev, kau tidak tertidur?"
Berbalik menghadap Andrei, Hakizi meneruskan sarannya, "Barang kali Anda bisa menanyakan langsung sang Section Leader Research yang ada bersama kita sekarang tentang penyelidikan kejadian paranormal yang terjadi di daerah Mesir." Tentu saja, karena bagian Research juga menampung pihak inteligensi yang mengumpulkan informasi tentang ini. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|