An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AFRICA] A Hectic Deadline

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   30th July 2009, 14:12

OOT : Wuah, Sofia manis sekali... Very Happy



Sambil berdendang riang, Rajeev menenteng tiga gelas berisi kopi yang baru dibawanya dari dapur Section Research. Wajahnya terlihat cerah sekali. Dan kalau ditanya atau disapa oleh anak buahnya, ia pasti tertawa dan mengatakan bahwa ia akan bisa tidur nyenyak malam ini. Lantunan lagu tradisional India tidak berhenti keluar dari mulutnya sampai ia tiba di depan pintu kantornya sendiri.

Memakai salah satu kakinya, Rajeev membuka pintu, "Kopi Kolombia nih! Baru datang pagi ini lho~!" ujarnya riang sambil menyodorkan gelas-gelas itu ke hadapan Sofia dan Hakizi. Namun, baru satu langkah ia memasuki kantornya, kakinya terpeleset oleh kertas-kertas yang berceceran di lantai. Oh ya. Dia tidak memakai alas kaki. Pantas saja bisa terpeleset hanya karena kertas. Dan hebatnya, ketiga gelas yang tadi dipegangnya jatuh--melayang ke depan, ke arah mejanya, dan akhirnya menumpahkan isinya ke atas tumpukan kertas yang paling penting malam itu.

Laporan Pengeluaran Section Research yang baru selesai dikerjakannya.

Rajeev berusaha berdiri bersamaan dengan suara dentingan gelas-gelas yang jatuh ke lantai. Saat matanya memandang ke depan, ia sadar akan seluruh situasi ini. Kerja kerasnya menjadi sia-sia dalam beberapa detik. Kini kertas-kertas berharga itu telah tertutupi oleh warna hitam pekat. Siapapun tahu kalau benda itu tidak akan bisa dibaca lagi.Dan sebagian lain dari cairan hitam itu meninggalkan bekas coklat-hitam di beberapa bagian dari jas lab Rajeev.

Hening.

"Oh..."
ia bergumam pelan, dan nampaknya hanya itu yang akan keluar dari mulutnya. Sungguh, ia tidak tahu apalagi yang harus dikatakannya.

Hening lagi.

Mengumpulkan keberaniannya, ia menoleh pada Hakizi. Dengan tatapan memelas dan senyum gugup, ia meminta keputusan dari sang Supervisor.

'Mati aku...'
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Hakizi Mana
Vatican Central


Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   30th July 2009, 14:46

Akhirnya, temannya mendobrak pintu kantor (dengan kaki telanjangya pula) - tampaknya ia antusias sekali, baguslah. Terdengar senandung lagu berbahasa India yang tidak dimengertinya dari mulut temannya ini, yang tersenyum lebar. Ah, seharusnya Rajeev lebih berhati-hati dengan bawaannya, kalau tidak--

Dan, pada akhirnya, the inevitable happens. Tumpahlah kopi Kolombia yang entah mengapa memilih untuk mendarat pada objek yang paling diutamakan untuk tidak ternodai apapun, laporan yang sudah ditunggu-tunggu oleh Sofia Kyprianos. Dewi Fortuna, walaupun dirinya sebagai umat Kristen yang taat tidak mempercayai keberadaannya, benar-benar tidak ada di sisi Rajeev. Lihat saja LCKnya yang cuma 4

"Oh..." ia bergumam pelan, dan nampaknya hanya itu yang akan keluar dari mulutnya. Sungguh, ia tidak tahu apalagi yang harus dikatakannya.

Hening lagi.

Mengumpulkan keberaniannya, ia menoleh pada Hakizi. Dengan tatapan memelas dan senyum gugup, ia meminta keputusan dari sang Supervisor.


Hakizi tidak menunjukkan bahwa dirinya tertegun oleh tatapan memelas Rajeev. Ia terdiam sesaat, merasakan tatapan Sofia tertuju pada dirinya juga. Mendehamlah dia, memberi pertimbangan terakhir pada apa yang akan dikatakannya, yang diharapkannya akan memuaskan segala pihak.

"... Barang kali kau membutuhkan perpanjangan deadline, Rajeev?" tawarnya dengan suara datar.

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   30th July 2009, 15:32

Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya keluar juga kalimat dari mulut sang Supervisor. Rajeev menelan ludah pahit, bersiap menerima segala konsekuensi dari kecerobohannya ini.

"... Barang kali kau membutuhkan perpanjangan deadline, Rajeev?"

Seharusnya senyum lebar kini merekah di wajahnya, namun nyatanya tidak. Ia mengangguk lemas, tampak sudah terlalu capek untuk tersenyum. Perlahan-lahan ekspresinya berubah, nampaknya efek tidak tidur selama 3 hari sudah mencapai puncaknya.

Dengan wajah yang lebih memelas dan lemas dari sebelumnya, Rajeev berjalan ke depan, mendekati sahabatnya, kemudian memegang kedua tangannya, "Huaaaa, Hakiziii..." katanya, persis seperti anak kecil yang mau menangis, "Terima kasih ya... Aku janji akan menyelesaikannya dalam beberapa jam ke depan... Maaf ya Sofia..." lanjutnya sambil menoleh lemas ke Sofia, rasanya tidak akan ada orang yang tega memarahinya sekarang.

.....

Maka, dengan kemurahan hati sang Supervisor dan seksi Logistik, Rajeev Vikramendra Nambiar, Section Leader Research Department, diberi kelonggaran satu hari lagi untuk menyelesaikan Laporan Keuangan.
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
 

[AFRICA] A Hectic Deadline

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» BBC-Lost Tribes of Africa
» SOUTH AFRICA GENERAL SERVICE MEDAL 1877-79
» Mules for South Africa
» Erased South Africa Medal Wanted
» 1879 South Africa Medal named 1879 BAR

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forums | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums