An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AFRICA] A Hectic Deadline

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: [AFRICA] A Hectic Deadline   9th June 2009, 17:53

OOT : Karena 4 post pertama hilang, jadi saya tambahkan di sini Very Happy




Di Cabang Afrika - Timur Tengah, Laboratorium Research Department tampak sibuk dengan banyaknya orang yang berseliweran kesana-kemari, tampak terburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Biasanya tempat ini akan menjadi tempat yang cukup... tenang, kecuali bila si Section Leader keluar dari labnya sendiri dan berulah. Namun, yang menyebabkan laboratorium ini ramai kali ini bukanlah akibat ulah iseng sang Section Leader, melainkan memang karena besok adalah tanggal Deadline untuk menyerahkan laporan; tanggal mematikan untuk beberapa orang.

Tentu saja, semua orang akan berusaha menepati deadline, termasuk si Section Leader yang terkenal dengan kerjanya yang lambat itu.

Rajeev Vikramendra Nambiar menggaruk kepalanya dengan ujung tumpul pensilnya, sambil menyandarkan diri ke kursinya, memerhatikan tumpukan kertas yang tidak teratur di hadapannya. Salah satunya adalah Laporan Pengeluaran Research Department, yang harus diserahkan paling lambat besok. Rajeev melirik ke kalender yang tergantung di dinding, yaa... Memang besok deadlinenya. "Eeeng~~" pria berambut acak-acakan itu mengangkat tangannya ke atas, meregangkan tubuhnya yang memang tidak banyak bergerak akhir-akhir ini. Mau bagaimana lagi, kalau dekat-dekat deadline begini ia memang nyaris tidak pernah meninggalkan meja kerjanya. Ia menghela nafas kecil, kalau tahu pekerjaan Section Leader akan jauh lebih banyak dari sebelumnya, mungkin ia akan menolak kenaikan pangkat 4 tahun yang lalu. Yah, ini bukan pertama kalinya ia berpikir begini, tampaknya setiap hari ia akan mengeluhkan hal yang sama pada sahabatnya, Hakizi, terlepas dari kenyataan kalau Hakizi punya pekerjaan lebih banyak dari dirinya.

Pria India itu mengembalikan posisinya seperti semula, kembali mengerjakan laporan yang hampir selesai. Tinggal sedikit kalkulasi, lalu selesailah sudah. "Ahh, apa perhitunganku sudah benar ya? Jangan-jangan aku lupa menambahkan sesuatu di sana! Eeng, coba lihat lagi..." iapun mengobrak-abrik tumpukan kertas yang ada di sana, mencoba mencari kertas-kertas kotretan yang dibuat oleh anak buahnya menyangkut pengeluaran bulan ini. Inilah salah satu alasan kenapa ia lama dalam menyelesaikan pekerjaannya, ia sering sekali mengecek ulang hasil kerjanya, walaupun mungkin ia sendiri tahu kalau tidak ada yang salah! Dan parahnya, walaupun tahu besok adalah deadline, ia tidak terburu-buru sama sekali. Lihat saja bagaimana ia membuat kertas-kertas berterbangan dengan indahnya ke bawah meja.

Yah, paling tidak pria berkulit gelap itu puas sekarang, setelah menemukan benda yang diinginkannya. Dengan hati-hati ia memerhatikan kedua kertas yang dipegangnya, memastikan tidak ada yang salah di sana. Setelah yakin, ia kembali menuliskan lanjutan laporannya. Tinggal... sedikit lagi.

PRAK!

Ujung pensil yang dipakainya patah. Rajeev terdiam, tampak terlalu malas untuk mengambil pisau kecil untuk menyerut pensil di ujung meja sana. Melihat dari ekspresinya yang berubah menjadi agak jengkel, ia pasti sedang berada di puncak frustrasinya sekarang. [b]"AAHH! AKU INGIN ANAK PEREMPUAN YANG MANIS!!" teriaknya sambil memegangi kepalanya. Teriakan semacam ini memang suatu bentuk pelampiasannya... terhadap segala sesuatu. Sedikit banyak orang di luar labnya pasti akan kaget dengan teriakkannya yang tiba-tiba; dan sebagian besar lainnya sudah terbiasa dengan teriakan Rajeev yang 'khas' itu.




Sofia Kyprianos, bisa dibilang, adalah salah satu orang yang mengantisipasi datangnya deadline itu. Mengapa? Karena ia adalah salah satu orang yang menunggu laporan dari bagian lain cabang Afrika - Timur Tengah. Ia harap Tuan Rajeev tidak akan telat lagi dalam mengumpulkan laporannya kali ini, dan ia sudah memberikannya dua kesempatan. Dengan lembut, ia sudah menyampaikan pesannya saat laporan yang terakhir dikumpulkan: untuk yang kali ini, ia tidak akan memberi toleransi lagi.

Ia melihat jam; sekarang sudah jam 9:50 malam. Hanya beberapa jam sebelum tengah malam, batas pengumpulan laporan (karena besok siangnya, sudah harus masuk ke supervisor. Kerja bagian logistik memang memberatkan...) Mungkin sebaiknya ia mendatangi bagian Research sekarang... untuk memberikan sedikit motivasi. Dan, tentunya, peringatan.

Sofia pun beranjak dari tempat duduknya. Wanita jelita itu mengizinkan dirinya dari rekan bagian Manajemen - spesifiknya, logistik - seraya ia berjalan menuju laboratorium Research. Ia bertanya-tanya, 'Sudah berapa jauh ya, laporan mereka?'




Grrr! Ingin mengamuk rasanya Rajeev ketika pisau yang seharusnya dipakai untuk menyerut pensil bututnya malah beralihfungsi menjadi pengiris kulit! Ia mengibas-ngibaskan jarinya yang terluka itu di depan kepalanya; tanpa sadar kalau yang ia lakukan malah membuat darah berceceran di atas laporan yang sedang dikerjakannya. Frustrasi memang membawa bencana. Baru setelah ia berhasil menghentikan pendarahan kecilnya, ia berniat melanjutkan pekerjaannya. Dan akhirnya ia sadar apa yang baru saja diperbuatnya.

"... Oh, dhikkarana....." ujarnya lemas, kepalanya yang penat karena belum tidur selama 3 hari membuatnya tak bisa berpikir jernih. Dengan penuh sesal, ia meremas kertas berhiaskan warna merah itu, lalu melemparnya ke ujung meja.

Ini berarti pekerjaannya bertambah satu lembar lagi.

Ia menghela nafas dalam-dalam. Ya... Jangan mengamuk dulu, 2 lembar lagi dan setelah itu selesai, Rajeev. Lalu anak perempuanmu yang manis akan menyambutmu di rumah, sambil berkata, "Papa~!" dan kau akan menjawab, "Putriku yang manis! Papa sudah pulang! Kenapa kau belum tidur, sayang?" dan kaupun akan menikmati istirahat yang tenang di rumah, bersama istrimu, dan anak perempuanmu yang manis. Ah, tentunya sambil ditemani secangkir kopi Kolombia! Apa lagi yang lebih baik dari itu?

Lagi, Rajeev malah terhanyut dalam angan-angannya yang sama. Ia memang belum putus asa, toh pernah ada kejadian yang lebih parah dari ini. Waktu itu, ia tak sengaja menyenggol cangkir kopinya sendiri dan cairan coklat-hitam itu langsung membasahi seluruh laporan dan jas labnya, sehingga ia harus mengulang semuanya dari awal (plus menambah cucian). Yah, paling tidak, hanya mengulang satu lembar bukan masalah besar kan? ... Ah, tapi besok deadlinenya. Tampaknya ini memang akan menjadi masalah besar.

Ia menghela nafas lagi, baru tersadar dari angan-angannya. Ia melirik jam yang tergantung di dinding; tepat jam 10 malam. 2 hours remaining... Dalam hati ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia mampu menyelesaikan laporan ini sebelum deadlinenya. Maka, iapun mulai menggerakan tangannya untuk menulis. Untungnya daya ingatnya bagus, sehingga ia masih ingat semua yang tadi ditulisnya. Kecuali; ia membongkar kertas yang tadi diremas untuk memastikan lagi apa yang telah ditulisnya.

'Krit...' Pintu masuk laboratoriumnya terbuka dengan pelan. Rajeev langsung menoleh, sadar bahwa seseorang telah memasuki daerah kekuasaannya. Ah, rupanya itu adalah sang bidadari yang mendatanginya seperti oase di padang pasir; Sofia Kyprianos.

"Sofia sayang! Apakah kau datang karena sudah mempertimbangkan ajakan makan malamku minggu lalu? Atau... Kau datang karena lamaranku sebulan yang lalu, hm?" godanya, dengan senyum lebar kini terpampang jelas di wajahnya. Sepintas ia melihat ceceran kertas di sekitar mejanya, situasi yang berantakan ini pasti akan menjadi sasaran pembicaraan nona jelita itu.

"Ah! Don't mind the mess, setelah laporannya selesai akan langsung kubereskan kok. Kau tahu kan aku sangat peduli dengan kebersihan di lab-ku?" ia tersenyum lagi, menambahkan dengan cepat sebelum Sofia menegurnya duluan. Wanita ini memang... agak mengerikan soal kebersihan dan keteraturan. Bagaimana reaksinya ya kalau Sofia tahu laporan Rajeev belum selesai? Bahkan, sempat-sempatnya bersikap ceroboh dan daydreaming di detik-detik deadline? Oh, tentunya ia tak akan membiarkan Sofia tahu.




Akhirnya, ia mencapai laboratorium itu. Bagaimana ia tahu laboratorium itulah yang tengah dipakai oleh bagian Research? Tentu saja dari teriakan Rajeev yang... berkisar tentang topik yang sama-sama saja. Membuka pintu, ia mengucapkan "Permisi--" namun salamnya terpotong oleh sapaan Rajeev.

Quote:
"Sofia sayang! Apakah kau datang karena sudah mempertimbangkan ajakan makan malamku minggu lalu? Atau... Kau datang karena lamaranku sebulan yang lalu, hm?"


"Engg--" mulanya, seraya melirik tumpukan kertas berantakan yang ada di sekujur ruangan. Namun dirinya diinterupsi lagi oleh orang yang sama dengan:

Quote:
"Ah! Don't mind the mess, setelah laporannya selesai akan langsung kubereskan kok. Kau tahu kan aku sangat peduli dengan kebersihan di lab-ku?"


Sofia tertawa pelan, mengevaluasi jaslab Rajeev yang tetap saja... sangat, sangat lusuh. "Ehm... Tentu, saya... tidak meragukan itu, Ketua Bagian, er... Rajeev," ujar Sofia, agak canggung dengan menggunakan nama pertama lelaki yang sering merayunya itu. Ia memberikan senyum ramah lagi, bermaksud menjelaskan alasan dirinya mendatangi laboratorium itu.

"Tujuan saya datang ke sini hanya untuk mengingatkan Ketua bahwa laporan dari tiap bagian wajib dikumpulkan tengah malam ini. Ya, saya tahu bahwa untuk dua laporan terakhir, bagian logistik sudah memberi section Research sedikit toleransi, namun kali ini kami harap laporan akan datang tepat waktu," jelasnya dengan tutur katanya yang halus, dan tanpa menyentuh sedikitpun isu lamaran Rajeev terhadapnya, yang dinilainya tidak serius. Menata kembali helai-helai rambut yang menghalangi wajahnya, ia meneruskan, "Agar hal itu terwujudkan, maka saya memutuskan untuk mengawasi kerja Anda dan rekan-rekan Anda dua jam sebelumnya. Tidak apa, kan? Saya tidak akan mengganggu... bagaimana progresnya?" tanyanya tulus, tanpa maksud menyindir sedikitpun.

Walau... pemandangan di sekitar sini agak mengganggu. Barangkali nanti ia harus meminta izin Tuan Rajeev agar bisa merapikan laboratorium sedikit.




Quote:
"Tujuan saya datang ke sini hanya untuk mengingatkan Ketua bahwa laporan dari tiap bagian wajib dikumpulkan tengah malam ini. Ya, saya tahu bahwa untuk dua laporan terakhir, bagian logistik sudah memberi section Research sedikit toleransi, namun kali ini kami harap laporan akan datang tepat waktu,"

Rajeev tertawa pelan, lebih ke tertawa basa-basi, "Ya... Aku tahu soal itu, Sofia. Tenang sajalah, deadline-nya dua jam lagi kan?" ia mengibaskan tangannya, seolah ingin membuat Sofia agar tidak khawatir akan kelambatannya dalam bekerja. Kemudian, wanita cantik itu menambahkan lagi;

Quote:
"Agar hal itu terwujudkan, maka saya memutuskan untuk mengawasi kerja Anda dan rekan-rekan Anda dua jam sebelumnya. Tidak apa, kan? Saya tidak akan mengganggu... bagaimana progresnya?"

"Ehh~" Rajeev menggaruk-garuk kepalanya, tidak menyangka kalau Sofia justru akan mengawasinya bekerja. "Ya, tentu, tentu. Kau tak perlu khawatir soal itu. Lagipula, laporannya hanya tersisa dua lembar lagi kok~" ungkapnya jujur. Satu-satunya kekhawatirannya adalah bila ia tidak bisa berkonsentrasi bila ada wanita cantik mengawasinya; siapa yang bisa, coba?

"Eng, jadi..." Rajeev memulai, sambil menyembunyikan jari tangan kirinya yang terluka karena teriris pisau tadi, "Apa kau mau melihat progress laporannya?" tawarnya dengan senyum, sambil mengangkat sebagian laporan yang sudah diselesaikannya. 'Lebih baik benda itu ada di tangan Sofia saja... Bisa gawat kalau terjadi sesuatu lagi!' batinnya dalam hati.


Last edited by Rajeev V. Nambiar on 30th July 2009, 15:35; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   9th June 2009, 18:03

Sofia mengangguk kecil, menerima laporan dari Rajeev. Kemudian, ia mengambil tempat duduk yang hanya berjarak beberapa meter dari sang kepala bagian, menganggap bahwa barangkali tindakannya efektif dalam mempercepat penyelesaian laporan. Ia pun mulai mengamati lembar-lembar laporan yang telah diberikan Rajeev padanya.

Dahi Sofia sedikit mengerut, melihat tulisan Rajeev yang, di mata perfeksionisnya, tidak hanya berantakan namun juga terkesan terburu-buru. Jangan bilang bahwa bagian Research baru menulisnya tepat sebelum dirinya tiba di laboratorium mereka? Ya, tetapi itu semua bisa diakali dengan ditulis ulang olehnya nanti. Tentunya, jika laporan seutuhnya telah dikumpulkan tepat waktu...

Mengamati Rajeev yang terus menyelesaikan laporan, Sofia yang melihat lagak lelaki India itu yang aneh dengan tangan kirinya (menyembunyikan sesuatu, sepertinya?) memiringkan kepalanya untuk bisa melihatnya lebih jelas. Gagal. Dengan suara lembut, ia bertanya, "Kepala Bagian, erm... Bolehkah saya melihat tangan kiri Anda?"
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   10th June 2009, 15:50

Rajeev hanya tersenyum ketika Sofia menerima laporan dari tangannya. Melihat wanita itu antusias untuk langsung memeriksa isinya, pria India inipun berniat kembali melanjutkan kewajibannya. Keadaan mulai hening karena keduanya mulai berkonsentrasi dengan aktivitas masing-masing.

Nyuut...

Auch. Luka di jari kiri Rajeev terbuka lagi. Bukan luka besar, memang, tapi tetap saja menyebabkan rasa nyeri. Tidak berinisiatif mengobatinya, ia hanya mengibas-ngibaskan tangan kirinya perlahan, dengan maksud agar tidak menarik perhatian Sofia. Kemudian, dengan maksud yang sama ia berusaha menyembunyikan luka itu dari wanita cantik di sebelahnya. Sesekali, ia mencoba mencuri pandang. Walau cuma sekilas, yang namanya Sofia Kyprianos memang sangat cantik.

Sambil terus menulis laporannya, pikiran Rajeev melayang ke mana-mana. 'Ahh~ Andaikan aku beristrikan seorang bidadari, tentunya putriku juga akan menjadi bidadari kecil termanis di dunia...' dengan angan-angan itu, ia tersenyum kecil. Ketika baru saja ia akan melanjutkan angan-angannya, Sofia tiba-tiba bertanya;

Quote:
"Kepala Bagian, erm... Bolehkah saya melihat tangan kiri Anda?"

"Ah? Eh?" kontan terkejut, refleks ia menyembunyikan tangan kirinya di belakang punggungnya. "Engg, tangan kiriku tidak apa-apa kok! Sungguh! Aku hanya sedikit ceroboh tadi, hahaha..." ujarnya asal. Namun, ia melihat sorot mata Sofia yang persistent; 'Akh, sial! Kenapa sih paras bidadari itu susah sekali untuk dihindari?' iapun menyerah. "Err--" dengan ragu, Rajeev memperlihatkan tangan kirinya, "Hanya tergores pisau sedikit kok, bukan masalah besar." jawabnya sambil tersenyum, meyakinkan Sofia. "Lembur 3 hari belakangan ini membuatku sedikit ceroboh, haha..."

Dari sudut matanya, ia dapat melihat kertas berhiaskan warna merah darah yang tadi diremasnya. Ia menendang bola kertas itu ke belakang meja, agar Sofia tidak melihatnya. Kemudian, Rajeev kembali memasang senyum khasnya, berharap Sofia tidak menyadari tindakannya tadi.



Entah kenapa... Rasanya saya dapat membayangkan adegan ini dalam bentuk komik dengan jelas =))
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   10th June 2009, 16:47

Ketika dipenuhi permintaannya, Sofia tidak sungkan memegang tangan kiri Rajeev untuk memperhatikan lukanya dengan lebih dekat. "Ah... Walaupun lukanya kecil seperti ini, lebih baik ditangani terlebih dahulu, jika Anda tidak ingin terkena infeksi," komentarnya selayaknya seorang ibu yang mengkhawatirkan kondisi anaknya. Ia tersenyum kecil. "Anda ketua bagian Research, kan? Seharusnya Anda juga tahu..."

Sofia melepas genggamannya pada tangan Rajeev, dan bangkit dari tempat duduknya. Kemudian, ia berjalan menuju pintu keluar laboratorium; tentunya, sebelum ia meninggalkan ruangan, ia menjelaskan maksudnya terlebih dahulu, "Saya akan meminta perban dan obat dari bagian medis... Untuk saat ini, silakan teruskan kerja keras Anda... Tuan Rajeev."

Dengan itu, ia berlari kecil menuju section Medical & Security. Semoga tidak akan menyita waktu terlalu lama...




[OOT: Hoek, hoek, saya nggak tahan memainkan karakter baik hati...]
Back to top Go down
View user profile
Hakizi Mana
Vatican Central


Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   15th June 2009, 08:43

Hakizi Mana, supervisor dari cabang Afrika - Timur Tengah, sedang berjalan menuju laboratorium Research, dengan langkah-langkah yang santai... atau, bisa disebut juga loyo. Mengapa ia tidak berada di belakang mejanya, memeriksa laporan yang diberikan padanya? Karena laporan-laporan yang dibutuhkannya untuk bekerja ini belum dikumpulkan padanya dari bagian logistik. Ia bisa menebak salah satu kendalanya apa... tepatnya, siapa; tidak lain dari temannya, Rajeev.

Sofia Kyprianos sudah beberapa kali mengimplikasikan keterlibatan Rajeev dalam telatnya pengumpulan laporan dua kali terakhir tiap kali Hakizi sempat berbincang dengannya, mungkin sekarang saatnya ia mengambil tindakan. Lagipula, sudah lama sejak ia bertemu dengan temannya ini, apa lagi bermain Tawula dengannya. Hakizi merasa kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk sedikit catching up.

"Rajeev," sapanya, seraya ia memasuki laboratorium. Hakizi tidak menunjukkan perubahan ekspresi ketika melihat kondisi ruangan yang berantakan (walau beberapa staf berusaha merapikan area kerja masing-masing begitu melihatnya), sudah terbiasa. Melirik sana-sini, dan tidak menemukan apa yang dicarinya, ia pun langsung menuju Rajeev yang tengah meneruskan laporannya. "Ah, baguslah, ternyata Sofia tidak datang ke sini. Melihat kepribadiannya, saya menduga ia akan memutuskan untuk mengawasi kerja kalian langsung. Bagaimana kemajuan laporannya, Rajeev?"

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   15th June 2009, 21:23

Rajeev tersenyum melihat sosok Sofia yang berlalu menuju Section Management demi mengobati tangannya. Ahh, tidak hanya cantik, Sofia juga perhatian. Memang sempurna untuk menjadi seorang istri. Pria India itu melihat jarinya yang terluka lebih dekat; ia tersenyum lagi. Pria mana yang tidak senang tangannya dipegang wanita cantik?

"Hmm~" ia menggumam senang, merasa kembali bersemangat setelah mendapat 'transfer energi' dari Sofia. Ia meregangkan kedua tangannya ke atas lagi, kemudian mulai melanjutkan pekerjaannya.

Tangannya mulai menulis, kali ini, lebih bersemangat dan teratur dari sebelumnya. Oh, pasti ini berkat 'genggaman bidadari' tadi. Ia tersenyum lagi. "Oh, suamiku, kau terluka?" tanya istrimu dengan khawatir, lalu kau akan menjawab, "Ah, bukan apa-apa kok istriku, hanya luka kecil." Tapi sebagai istri yang perhatian dan cekatan tentu kau akan mendapat pengobatan penuh kasih sayang dari istrimu tercinta...

Sekali lagi, Rajeev terlarut dalam angan-angannya. Namun sepertinya hal itu berdampak positif baginya, lihat saja bagaimana ia berhasil menyelesaikan satu lembar dengan cepat. "Oke, satu lagi!" ujarnya, menyemangati dirinya sendiri.

Beberapa menit setelahnya, Rajeev telah sampai pada setengah halaman laporan yang ditulisnya, itu berarti tinggal setengah halaman lagi. Yah, tinggal sedikit hitung sana-sini selesai kok. Kemudian ia menghentikan gerak tangannya, mengubah posisinya menjadi penopang dagunya. "Hmm... Kok, Sofia belum datang juga ya..." gumamnya, mengharapkan kedatangan wanita cantik itu untuk membuatnya kembali bersemangat. Paras dan semacam cahaya dan aura yang dikeluarkannya itu lho... Ampuh untuk membuat orang terpesona sekaligus bersemangat!

Pintu laboratoriumnya terbuka, ia berharap bahwa yang datang adalah Sofia. Namun, suara yang didengarnya jauh berbeda, dan iapun sangat mengenali suara itu. "Ahh! Hakiziii~ Bantu aku dong~" ujarnya tidak serius. Ia memerhatikan lagak Hakizi yang tampaknya sedang mencari sesuatu.

Quote:
"Ah, baguslah, ternyata Sofia tidak datang ke sini. Melihat kepribadiannya, saya menduga ia akan memutuskan untuk mengawasi kerja kalian langsung. Bagaimana kemajuan laporannya, Rajeev?"

"Eng, sebenarnya~" Rajeev memutar kursinya agar bisa berhadapan dengan Hakizi, "Tadi Sofia sudah datang ke sini, tapi ia sedang pergi ke Section Medical untuk mengambil obat..." jelasnya sambil menunjukkan jari tangannya yang terluka. "Oh ya, laporan! Nih, tinggal sedikit lagi kok, kau mau lihat?" pria India itu menunjuk laporan yang sedang dikerjakannya, kali ini, benar-benar telah sampai pada halaman yang terakhir.


Last edited by Rajeev V. Nambiar on 30th July 2009, 14:35; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Hakizi Mana
Vatican Central


Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   16th June 2009, 17:36

Quote:
"Eng, sebenarnya~" Rajeev memutar kursinya agar bisa berhadapan dengan Hakizi, "Tadi Sofia sudah datang ke sini, tapi ia sedang pergi ke Section Medical untuk mengambil obat..."

"Oh ya, laporan! Nih, tinggal sedikit lagi kok, kau mau lihat?"


"... Oh." komentarnya dengan singkat mengenai tindakan Sofia yang sesuai dengan prediksinya, tidak menunjukkan maksud apapun. Mengangguk, ia menerima laporan dari uluran tangan Rajeev. Membacanya cepat dalam beberapa menit, ia mengembalikannya kepada sahabatnya itu.

"Ah, kau sudah hampir selesai? Asalnya saya memang berniat membantu, namun sepertinya kau sudah tidak membutuhkannya," ujarnya pelan. Ia tertawa kecil, sebelum meneruskan, "Barangkali, nanti bisa kubantu merapikan tulisan tanganmu... seperti dulu." Ah, akhir-akhir ini Hakizi benar-benar merasa seperti orang tua dengan segala macam nostalgianya; sudah berapa tahun yang lalu sejak ia berhenti menjabat sebagai section leader bagian Research?




[OOT: Bapak-bapak...]

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   6th July 2009, 18:39

"Terima kasih," ujar Sofia dengan sopan kepada staf medis yang membantunya. Ia mulai berlari pelan ke arah laboratorium, berusaha untuk bergegas sekaligus berhati-hati dengan barang bawaannya. Satu gulungan perban dengan satu botol kaca kecil berisi obat berada di tangannya. Ia harap Rajeev belum menunggu terlalu lama...

Gadis jelita itu menghela napas lega ketika ia mencapai pintu laboratorium; lebih cepat dari dugaan. Dengan tangan yang bebas dari barang, ia membuka gagang pintu, sebelum menukarkan letak barang dan menggenggamnya dengan tangan satunya. Selesai melaksanakan kebiasaan anehnya, ia menengok ke dalam ruangan.

"Maaf menunggu, Kepala Ba-- Ahhh, S-Supervisor!" Dalam sekejap, nada bicaranya yang tenang dimasuki kegugupan. Wajar saja, karena ia tidak mengekspektasikan lelaki itu untuk berada di laboratorium ini. Bukankah sekarang seharusnya beliau juga sama sibuknya dengan staf internal lain di cabang Afrika - Timur Tengah ini? Dan... lebih utamanya...

... Bukankah ia akan salah sangka? Sofia merengut; ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Hakizi Mana berpikir-puji tuhan- bahwa ia menjalin hubungan dengan temannya, Rajeev?
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   6th July 2009, 18:58

Quote:
Ah, kau sudah hampir selesai? Asalnya saya memang berniat membantu, namun sepertinya kau sudah tidak membutuhkannya," ujarnya pelan. Ia tertawa kecil, sebelum meneruskan, "Barangkali, nanti bisa kubantu merapikan tulisan tanganmu... seperti dulu."


Rajeev tersenyum, "Yaa, itu boleh juga~ Rasanya jadi seperti nostalgia ya, Hakizi." ujarnya sambil tertawa pelan kemudian. Ia ingat hari-hari di mana mereka masih bekerja di Section yang sama, dengan jabatan yang sama, dan dengan laboratorium yang sama. Hari-hari sibuk di mana biasanya Hakizi membantu Rajeev membetulkan kesalahan-kesalahan yang dibuat pria India itu. Ah, the good old days...

"Maaf menunggu, Kepala Ba-- Ahhh, S-Supervisor!"

Sementara Rajeev terlarut dalam lamunan singkatnya, Sofia telah hadir di tengah-tengah mereka, membawa barang-barang yang Rajeev butuhkan untuk mengobati luka kecilnya. "Ah, Sofia, akhirnya kau datang." Rajeev tersenyum pada wanita jelita itu, namun tampak ekspresi gugup pada Sofia, yang tampaknya sedikit terkejut dengan keberadaan Hakizi. Well, ia tak ingin membuat Hakizi berspekulasi... Apalagi ia tahu kalau sang Supervisor sedang mencoba menjalin suatu hubungan dengan wanita cantik ini.

"Terima kasih, Sofia. Bisa kau berikan perban dan obat itu? Biar kutangani sendiri~" katanya meyakinkan sambil tersenyum, tidak ingin menghambat kemajuan hubungan antara Hakizi dan Sofia.
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   6th July 2009, 19:08

"Ah..." Perlahan, Sofia merasa pipinya memerah. Sedikit menggelengkan kepalanya, ia berusaha melepaskan perasaan groginya dan menunduk, memberi salam pada atasannya. "Permisi, Supervisor... Tujuan saya di sini hanya untuk mengawasi kerja section Research... I-Itu saja." Wanita Siprus itu berharap bahwa kalimat penjelasnya cukup untuk membuat Hakizi tidak salah paham (tanpa menyadari bahwa dari awal pun Hakizi tidak salah paham).

"Terima kasih, Sofia. Bisa kau berikan perban dan obat itu? Biar kutangani sendiri~" katanya meyakinkan sambil tersenyum, tidak ingin menghambat kemajuan hubungan antara Hakizi dan Sofia.

Akhirnya, ia kembali menyadari tujuan ia pergi ke bagian medis dari awal. "Ah, iya! Tidak apa-apa, Kepala Bagian, lebih baik Anda fokus pada pekerjaan Anda, biar saya yang mengobati lukanya. Itu hal kecil..." ujarnya dengan buru-buru, seraya ia berjalan mendekati Rajeev. Ia bertekuk pada lututnya, mengambil tangan Rajeev ke tangannya sendiri lagi.

"Tidak usah pikirkan saya, teruskan saja pekerjaan Anda... Waktu Anda tidak tersisa banyak," ucapnya, dengan senyuman manis. Merasa tidak sopan, ia memberikan senyuman yang sama pada Hakizi, sebelum mulai mengoleskan obat pada luka Rajeev. Ya, paling tidak ia mendapatkan distraksi dari harus menghadap Hakizi...
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   9th July 2009, 17:29

"Ah, iya! Tidak apa-apa, Kepala Bagian, lebih baik Anda fokus pada pekerjaan Anda, biar saya yang mengobati lukanya. Itu hal kecil..."

Rajeev sudah menduga Sofia akan bilang begitu, memang wanita baik. Ia tersenyum, "Terima kasih, Sofia." Wanita Siprus itu mengambil tangan kirinya, lalu meletakkannya di atas tangannya sendiri. Rajeev masih belum menghilangkan senyumnya; ia merasa senang. Walaupun dilihat dari atas, Sofia Kyprianos tetap saja mampu memancarkan aura cantiknya. Seperti pepatah tua bilang, 'wanita cantik tak hanya dilihat dari luarnya, namun juga hatinya'. Ahh-- mungkin sebaiknya ia tidak terlalu menunjukkan rasa senangnya, bagaimanapun, mereka kini tidak hanya berdua saja, ada Supervisor yang mengawasi mereka. Rajeev mendehem pelan.

"Tidak usah pikirkan saya, teruskan saja pekerjaan Anda... Waktu Anda tidak tersisa banyak,"

Kalimat dan senyuman Sofia sukses menyadarkan Rajeev tentang pekerjaannya sekaligus memberinya tambahan semangat. Iapun beralih pada laporannya yang tinggal tersisa setengah halaman. 'Oke! Sedikit lagi, Rajeev! Dan kau bisa tidur lelap!'batinnya, memotivasi dirinya sendiri.

Dengan semangat yang berbeda dari sebelumnya, pria India itu menyelesaikan laporannya dengan cermat. Beberapa menit berlalu, jarinyapun sudah selesai diobati. Setelah mengucapkan terima kasih pada wanita yang telah merawatnya, Section Leader ini kembali berkonsentrasi pada tugasnya.

Tak lama, ia meletakkan pensilnya, kemudian menghembuskan nafas lega. "Selesai...!"

Ia memutar kursinya, kemudian tersenyum lebar pada Sofia dan Hakizi, "Aku sudah menyelesaikannya~! Ah, biar kusatukan dengan lembar yang lain~" ujarnya senang, akhirnya selesai sudah tugasnya kali ini...
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   9th July 2009, 18:31

Sofia tersenyum, dirinya turut bahagia dengan keberhasilan Rajeev, yang berarti keberhasilan section Research dalam mengumpulkan laporan tepat waktu juga. Ia bertepuk tangan pelan, sama sekali tidak ingin meruntuhkan perasaan bahagia lelaki India tersebut. "Selamat, Kepala Bagian Rajeev..."

Ia menatap tumpukan kertas yang telah disatukan Rajeev. Setelah beberapa menit berkutat dengan sifat obsesif-kompulsinya, akhirnya ia meminta izin Rajeev untuk merapikannya. Berasumsi bahwa ia akan diperbolehkan, Sofia dengan sigap dan gesit merapikan berkas-berkas laporan menjadi satu tumpukan yang benar-benar simetris. 'Nah, ini lebih baik... Sementara, mungkin keadaan umum laboratorium lebih baik kuabaikan untuk saat ini...'

Sofia kemudian menatap kembali Rajeev, "Barang kali berkasnya bisa saya bawa sekarang?" Dan itulah ucapan seseorang yang baru saja merapikan tumpukan berkas-berkas bersangkutan dengan sempurna. Ya, tidak biasanya bagi dirinya untuk bergegas-gegas, namun melihat jumlah waktu yang semakin sedikit sebelum deadline terlewat...




OOT: Jangan biarkan! Enter coffee scene! Very Happy
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   17th July 2009, 17:51

Rajeev mengelap keringat di dahinya dengan lengan jasnya, masih tersenyum puas akan hasil kerjanya. Akhirnya, ia akan bisa beristirahat setelah ini... Sungguh malam yang panjang.

"Selamat, Kepala Bagian Rajeev..."

Rajeev membalikkan badannya dan mendekati kedua rekannya itu, "Terima kasih, berkat kau juga, Sofia." ujarnya sambil tersenyum riang. Kemudian ia menepuk pundak Hakizi, "Nah, Pak Supervisor, kerja saya memuaskan kan?" katanya setengah bercanda, senyuman jahil kini menempel di wajahnya sementara Sofia membereskan lembar-lembar laporannya.

"Barang kali berkasnya bisa saya bawa sekarang?"

"Ah, tunggu! Tunggu!"
Rajeev mencegah Sofia berbuat demikian sambil mengangkat satu tangannya ke depan, "Tunggu dulu, keberhasilan ini harus kita rayakan!" ujarnya, "Akan kuambilkan kopi untuk kita bertiga~" sambil bilang begitu, pria India ini melangkah ke luar labnya, hendak mengambil tiga gelas kopi sebagai perayaan kecil mereka.



Segini dulu, atau langsung kutamatkan? ' 'a

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Hakizi Mana
Vatican Central


Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 37

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   22nd July 2009, 19:23

Dengan demikian, Rajeev pun pergi keluar dari laboratoriumnya. Hakizi yang awalnya berwajah deadpan tersenyum kecil; memang seperti itulah watak sahabatnya yang satu ini. Kemudian, ia menatap wajah Sofia, di mana terbersit sedikit rasa kekecewaan karena tidak bisa langsung melanjutkan pekerjaannya. Berusaha menenangkan, Hakizi berujar padanya, "Tidak apa bila telat beberapa menit, nikmati sajalah kemurahan hati Rajeev, Sofia..."

"... Lagipula, pada akhirnya yang menerima laporan itu adalah saya, bukan?" tambahnya, seandainya Sofia masih merasakan kekhawatiran. Ia sudah cukup mengenal... ketelitian Sofia Kyprianos setelah bertahun-tahun bekerja dengannya.

Ia mengetuk jarinya pelan pada meja, menunggu kembalinya Rajeev. 'Bukankah ide buruk untuk meminum kopi di tengah malam tanpa pekerjaan yang harus diselesaikan?' batinnya, namun dirinya bukan pribadi yang akan menolak sesuatu yang telah ditawarkan oleh seseorang... terutama rekan dekatnya sendiri.

_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."
-- Hakizi Mana, on sleep

values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2
Back to top Go down
View user profile
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] A Hectic Deadline   22nd July 2009, 19:42

Sofia, yang sebenarnya kurang setuju dengan penundaan penyerahan laporan oleh Rajeev, tidak sempat mengutarakan pendapatnya sebelum Rajeev pun keluar dari lokasi. Ia menurunkan tangannya, yang sebelumnya direntangkannya ke depan dalam upaya gagalnya menangkap ujung jaslab Rajeev.

Ia menghela napas; dalam hati, tentunya... tidak sopan menunjukkan sifat buruknya yang satu itu di hadapan Supervisor. Ia menatap lelaki yang bersangkutan, dan mulai muncul keinginannya untuk sendirinya tersenyum begitu melihat senyuman kecil yang ada di wajahnya. Namun, tetap saja, pekerjaannya...

Jantungnya berdegup begitu matanya bertemu dengan coklat tua milik Hakizi. Kebetulan sekali mereka saling bertatapan pada saat yang sama, di tengah saat dirinya melamun pula! Sofia tahu bahwa Hakizi bukan tipe orang yang parsial bahkan pada teman terdekatnya, tetapi ia tetap merasa cemas, membayangkan Hakizi yang menatapnya tajam karena tidak sepandangan dengan sahabatnya sang Section Leader. Di luar dugaan...

Berusaha menenangkan, Hakizi berujar padanya, "Tidak apa bila telat beberapa menit, nikmati sajalah kemurahan hati Rajeev, Sofia..."

"Ah... I-Iya, Supervisor..." balasnya, berusaha menghilangkan kegugupan dari suaranya. Ia tidak sepenuhnya berhasil, namun wanita Siprus itu berharap Hakizi tidak menyadarinya. Salah besar, karena pernyataan Hakizi yang berikutnya jelas-jelas ditujukan untuk menghiburnya lagi. Sofia sudah cukup mengenal lelaki yang dikaguminya itu sebagai orang yang cukup ketat tentang deadline.

"... Lagipula, pada akhirnya yang menerima laporan itu adalah saya, bukan?"

Preferensial? Tidak juga, ia rasa Hakizi akan mengucapkan hal yang sama seandainya bukan Rajeev yang bersama mereka berdua tadi... Sofia merasa rona merah mulai merayap ke wajahnya lagi. Merasa panik, wanita pirang itu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya, berusaha menyembunyikan alasannya. "Ah... maaf, Supervisor, di laboratorium ini agak panas, mungkin karena ada banyak... tumpukan barang yang tidak teratur. T-Terima kasih..."

Hati Sofia berkecamuk, dihadapkan pada dua pilihan; apa seharusnya ia memberitahukan Hakizi untuk apa terima kasih itu? Bukankah lelaki itu juga sudah tahu apa tindakan baik yang telah dilakukannya? Atau jangan-jangan ambiguitas ini justru akan membingungkannya? Sejujurnya, Sofia sendiri yang merasa paling bingung pada saat itu.
Back to top Go down
View user profile
 

[AFRICA] A Hectic Deadline

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Goto page : 1, 2  Next

 Similar topics

-
» BBC-Lost Tribes of Africa
» SOUTH AFRICA GENERAL SERVICE MEDAL 1877-79
» Mules for South Africa
» Erased South Africa Medal Wanted
» 1879 South Africa Medal named 1879 BAR

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums