"Ling, nggak usah--"
Belum sempat Sei meminta supaya Xiao Ling tidak usah memikirkan dirinya, ataupun menghajar anak-anak yang tadi melemparnya dengan yakisoba karena toh mereka masih anak-anak; Xiao Ling sudah pergi untuk... err... 'membunuh' kedua orang tersebut.
Dan begitu Sei berbalik untuk melihat apa yang terjadi (masih dengan kepala berlumur yakisoba), ia langsung berubah pucat. Bagaimana tidak pucat? Melihat counter yang dibelah dua sampai mulus... BENER, MULUS. Salah satu kemampuan Xiao Ling pastinya...
Tapi yang membuat Sei pucat pasi nggak cuma itu. Meski memang bukan dia targetnya, tapi jarum-jarum darah yang dipesiapkan Xiao Ling untuk 'bocah-bocah terkutuk' itu juga membuatnya merinding seketika. Dan sepertinya tidak hanya ia yang merasa begitu, karena ia bisa mendengar ribut-ribut orang-orang di kantin tersebut yang mulai bergegas keluar karena tidak mau terlibat dalam pertarungan sepihak tersebut.
Mendadak, seorang anak menghampirinya dan meminta maaf sambil membersihkan tumpahan yakisoba di kepalanya. Sepertinya anak itu ketakutan luar biasa. Sei menyentuh tangan anak itu, lalu menurunkan tangannya dari kepalanya.
"Tidak apa-apa, kok. Semua orang pasti pernah melakukan ketidaksengajaan. Justru aku yang harus minta maaf, karena sudah membuatmu ketakutan seperti itu," kata Sei sambil tersenyum ramah. Ia lalu menatap ke arah Heidrich, yang sepertinya masih berlindung di balik counter yang sudah hancur.
"Kamu juga, Heidrich. Tidak apa-apa kok melakukan satu-dua kenakalan. Toh kamu masih kecil, masih membutuhkan waktu untuk bermain. Kapan-kapan, kalau Ling sudah capek menemanimu bermain, datang saja ke sini. Biar aku yang menggantikan Ling untuk menemanimu bermain. Biar begini juga dulunya aku ini Finder profesional loh," kata Sei dengan senyum ramah yang sama.
"Nah, Ling. Sekarang aku mau kamu minta maaf pada mereka. Kasihan nih, mereka berdua ketakutan," kata Sei.