An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [ASIA] One Who Waits Before Destiny

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   27th March 2010, 21:05

Maret, 1879
Battle Arena


Suasana awal musim semi kali ini terasa begitu kentara di markas Black Order cabang Asia. Sensasi angin hangat dan langit yang cerah bisa jadi menggugah semangat anggota-anggota Black Order ini : para Exorcist, Finder, ataupun staf lainnya. Seolah-olah markas yang tampak agak suram ini menjadi lebih ”menyenangkan”, setidaknya begitu menurut Exorcist muda yang baru saja diangkat menjadi disciple, Song Eun Su.

Sedikit menoleh ke arah gurunya, Lim Jeong Hu, Eun Su masih belum terlalu nyaman dengan kondisinya ini. Walaupun General Jeong Hu tampaknya tidak terlalu galak –agak terlihat lembek malah– tetap saja butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Apalagi Eun Su belum terlalu lama berada di markas ini sebagai Exorcist. Sepertinya akan memakan cukup banyak waktu untuk beradaptasi.

”Jeong Hu-nim,” ucapnya dengan nada agak ragu pada gurunya itu. Di wajahnya tampak sedikit kecemasan. Grogi, mungkin? ”Bagaimana dengan rekan disciple saya, tuan?” tanyanya perlahan. Ya, sampai saat ini Eun Su bahkan berlum bertatap muka dengan rekannya itu. Namanya saja Eun Su masih belum tahu, apalagi wataknya.

Dengan langkah yang agak lambat karena pengaruh beban yang dipanggulnya di punggung, Eun Su menyadari bahwa mereka sedang menuju ke arah tempat latihan. Entah untuk apa, tapi mungkin untuk bertemu dengan rekan barunya itu. Jujur, Eun Su agak penasaran dengannya. Baru kali ini seorang Eun Su memiliki teman sesama ”murid”. Bahkan di gereja tempatnya tinggal dulu, ialah yang termuda. Hal ini membuat Eun Su agak grogi, ia belum ”berpengalaman” dalam hal ini.

Sesampainya mereka di Battle Arena, Eun Su mengamati sekelilingnya perlahan. Jadi yang mana rekan kerjanya yang satu itu?


oot : closed, hanya untuk Lian Jie dan Jeong Hu
silakan dinikmati...*plak*
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu



Posts: 172
Pemilik: Cairy
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   27th March 2010, 21:32

Memasuki musim semi, suasana hangat dan ini adalah waktu yang tepat untuk memulai segalanya kembali. Setelah bertahun-tahun menghabiskan banyak waktu di Eropa sana, akhirnya keinginan Jeong Hu untuk bisa menetap di cabang Asia dikabulkan juga. Beberapa bulan setelah sampai di sini satu permintaan datang, untuk menerima disciple lagi. Baiklah, setidaknya ini yang bisa ia lakukan di masa senggangnya, memilih untuk rehat dan kembali menjadi seorang guru. Bukan pilihan yang sulit, tapi ini mengingatkannya dengan masa-masa ketika ia menjadi disciple dahulu. Ada banyak hal yang mungkin harus ia pelajari dari semua ini, khususnya bagaimana anak muda mengembangkan mental serta fisik mereka. Apalagi dengan keharusan untuk berbagi...

Jelasnya, sebelum sang disciple ini, Jeong Hu pernah mengangkat Disciple. Di lihat dar luar, keduanya memiliki kepribadian yang cukup berbeda. Mungkin, karena ini hanya penilaian dirinya sendiri. Siapa tahu mereka bisa lebih akur dari yang ia kira, atau... tidak lebih dari itu.

”Jeong Hu-nim,” suara pemuda itu memanggil. [i]”Bagaimana dengan rekan disciple saya, tuan?” [i]

Mengerling sejenak, tersenyum. "Tidak usah khawatir ia anak yang baik. Kurasa... mungkin kalian bisa cocok," berucap tenang. Sebenarnya tidak terlalu tenang juga, tapi ya daripada ia mengernyitkan gurat khawatir yang sama.

Kakinya terus melangkahi koridor menuju ruang latihan. Anak itu pasti ada di sana, pikir Jeong Hu. Ia tahu kebiasaan muridnya karena selain menjadi pengajar dan pendidik, ia juga wajib mengawasi mereka. Ini terlihat mudah, namun kenyataannya sulit. Apalagi untuk orang yang sebenarnya tidak pedulian seperti dirinya.

Kemudian kaki itu menapaki lantai ruangan tersebut, melirik Eun Su, muridnya, untuk mengikutinya masuk. Mencari-cari sosok yang lebih kecil itu, "Hm... di mana dia, biasanya di sini." Yah, Jeong Hu sendiri sebenarnya tidak terlalu bisa berbasa-basi, akan tetapi ia harus terus bisa terlihat ramah. Kecuali di ruang latihan ini, mungkin.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   27th March 2010, 21:57

Dari sekian banyak ruangan di Black Order, hanya ada satu ruang yang pasti akan disarankan oleh siapa saja bagi yang ingin mencari di mana Li Lian Jie. Bocah yang pada musim semi tahun ini masih menginjak usia 12 tahun, tapi dia telah menyandang pakaian serba hitam dengan aksen perak khas para Exorcist. Sebuah salib perak nampak usang dan tergores di beberapa tempat di dada kirinya, menandakan betapa seringnya tubuh kecil dan kurusnya ditempa di Ruang Latihan. Ya, sebuah aula milik Black Order cabang Asia yang telah seenaknya sendiri dianggapnya menjadi rumahnya sendiri.

Kali ini, apa coba yang sedang dilakukan Li Lian Jie kecil di dalam remang-remang, mendekati dinding Ruang Latihan, di bawah jendela favoritnya yang sering ia jadikan tempat tidur.

Titik-titik keringat telah memolesi seluruh tubuhnya. Berdiri diam, menyandarkan kedua tangan ke dinding Ruang Latihan yang dingin seperti bisa jatuh kapan saja. Ada luka lebam membiru di lengan kanannya. Mengembuskan napas dengan desahan panjang sambil mendongak menatap langit-langit, Lian Jie berusaha mempertahankan konsentrasi sementara ada semacam sayap terkembang di punggungnya.

Benda apa yang menyerupai sayap itu?

Itulah Innocence tipe parasit milik Li Lian Jie yang sepenuhnya terbuat dari tulangnya sendiri. Dan ukurannya? Ah, tidak besar-besar amat. Malah, nampaknya Lian Jie masih kesulitan mengeluarkan wujud Dragon's Heir yang seutuhnya.

Jadi, bisa menebak apa yang sedang dia lakukan? Lian Jie hanya melatih sinkronisasi saja. Dan untuk itu, dia tak butuh lawan tanding.

Dan... "Hhh!" akhirnya Lian Jie menyerah, tidak kuat lagi. Dragon's Heir langsung menyurut masuk kembali ke tulang belikatnya dan langsung menghitam.

Oleng kehabisan tenaga, Lian Jie ambruk menelentang. Aia memandang langit-langit sejenak, kemudian memejamkan matanya sambil mengatur napasnya yang amat memburu.

Sama sekali tidak sadar kalau ada orang lain baru datang ke ruang yang sama.
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu



Posts: 172
Pemilik: Cairy
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   28th March 2010, 16:15

"Itu dia,"

Menemukan sosok yang dicarinya sedari tadi. Anak berusia 12 tahun yang tengah bersusah payah mengembangkan kemampuannya sampai seperti itu. Oh, ada juga tipe orang sepert itu, maksudnya yang selalu berusaha bersusah payah bahkan hampir membunuh dirinya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa dirinya bisa. Sungguh dunia ini berat untuk beberapa hal dan ringan untuk hal lainnya. Sayang, Jeong Hu lebih suka memilih jalan yang lebih ringan.

Jadi... setelah menemukan keduanya, apa yang sebaiknya ia lakukan?

"Ehm," berdehem sejenak melirik kedua belah pihak di sana dan di sini. Baiklah, lebih baik bagaimana? Bingung juga karena sebenarnya ia bukan orang yang biasa berbaik hati dan supel hingga bisa terkesan tidak gagu pada acara perkenalan.

"Lebih baik kita ke sana, sepertinya ia terlalu lelah setelah berlatih," berbicara lagi setelah melirik Eun Su agar terus mengikutinya. Ya... ya... lebih baik begitu.

Setelah ini biarkan mereka yang saling mengenalkan diri masing-msaing, itu lebih mudah daripada harus ia yang mengenalkan semuanya. Yah, begitu lebih baik.

Langkah berhenti di sebelah Lian Jie yang tengah berbaring di ruangan itu. Walaupun tiduran begitu yang pasti anak itu tidak akan tidak sadar, kecuali kalau latihannya tadi agak berlebihan.

"Lian Jie," panggilnya pelan. Ia pasti bisa mendengar suara itu. "Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu, bangunlah." Berucap lagi, menunggu.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   28th March 2010, 17:21

"Itu dia."

Eh? Entah mengapa sekejap itu juga hati Eun Su berdegup cukup kencang. Wajahnya hanya menunjukkan ekspresi datar yang khas, namun di dalam hatinya ia merasa gelisah. Apa yang harusnya diucap terlebih dahulu? Ah, semoga sesi perkenalan ini cukup sukses dan Eun Su bisa jadi akrab dengannya.

Barulah Eun Su sadar, seniornya itu tampak...muda. Bahkan ia sepertinya lebih muda dari Eun Su yang berumur baru 15 tahun Desember tahun lalu. Kalau dikira-kira, mungkin usianya sekitar 11-12 tahun. Benar? Entahlah, bagaimanapun juga ia tetap lebih berpengalaman sebagai Exorcist, dan juga merupakan seniornya. Jadi ia harus bersikap sopan, seperti pada gurunya.

Fuuh, Eun Su menarik nafas perlahan dan menghembuskannya ke luar. Ya, ia siap. Apapun respon dari rekannya itu.

"Annyeonghasimnikka*," ucapnya perlahan sambil membungkukkan badannya, membuatnya sedikit sempoyongan karena beban di punggungnya. "Nama saya Song Eun Su, dan saya akan menjadi rekan Disciple dari General Lim Jeong Hu, sama seperti anda, Lian Jie-ssi," tambahnya menggunakan bahasa Mandarin dengan logat Korea yang kental, setelah bisa berdiri tegak lagi seperti semula. Sebenarnya ia baru tahu nama seniornya itu tadi saat Jeong Hu-nim memanggil namanya. Setidaknya lebih baik dari tidak tahu sama sekali.

Diam...

Dan Eun Su bingung mau bicara apa lagi sekarang. "Mohon bantuannya," ujarnya lagi. Sekarang, perkenalan dirinya selesai. Bagaimana dengan responnya, senior?



* Annyeonghasimnikka = ucapan salam yang sangat formal
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   28th March 2010, 20:13

Payah! Sama sekali tidak ada perkembangan dari latihannya yang kemarin. Malah bisa dibilang lebih buruk deh. Soalnya, kemarin dia bisa mempertahankan sinkronisasi sampai sekitar lima belas menit. Hari ini maksimal cuma sepuluh menitan, sepertinya.

Lian Jie mengangkat tangannya untuk mengusap keringat di dahinya... dan terdengarlah suara langkah kaki, yang sekaligus membuka matanya.

Ada yang datang. Siapa?

Ah, paling cuma orang yang mau menumpang latihan. Dan Lian Jie pun memejamkan matanya lagi, tidak peduli pada siapapun itu.

"Lian Jie," sebuah panggilan untuk dirinya datang dari suara yang belum pernah ia dengar sebelumnya, memaksanya untuk sekali lagi membuka matanya. Terlihatlah seorang lelaki sedang berdiri secara terbalik di puncak kepalanya. Yah, Lian Jie kan melihatnya dari arah yang salah.

"Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu, bangunlah."

Lian Jie bangun, berputar, dan duduk sambil menekuk sebelah lututnya. Tangannya yang ada warna biru keunguan cukup besar itu dia topangkan di atas lututnya. Roman wajahnya menyiratkan rasa penuh ingin tahu. Bibirnya agak ditekuk seperti kurva naik. Khas, wajah anak-anak yang menggemaskan, kan?

Memandangi bergantian si lelaki berjubah Exorcist berpangkat Jenderal dan seorang Exorcist lain yang menyertainya, sebuah tanda tanya besar menguasai otak Li Lian Jie.

"Nama saya Song Eun Su, dan saya akan menjadi rekan Disciple dari General Lim Jeong Hu, sama seperti anda, Lian Jie-ssi,"

Heh?! Lian Jie kembali memandangi kedua lelaki bertubuh lebih besar darinya itu bergantian, kali ini lebih cepat dan serta merta ia menegakkan punggunya seolah memahami sesuatu.

"Jenderal?" Lian Jie menunjuk sang Exorcist yang paling tua di depannya, bertanya dengan nada ragu-ragu. Lalu dia mengubah arah telunjuknya ke Exorcist yang baru saja mengajaknya bicara. Ada salam dengan bahasa aneh dan logatnya juga aneh. Tapi kurang lebih, logat kedua orang itu mirip. "Rekan?"

"Mohon bantuannya,"

Lian Jie menelengkan kepalanya ketika mengawasi Exorcist satu itu, kemudian mengangguk singkat dan menggumam, "Mm," seraya berpaling ke arah yang lain sambil kedua tangannya menarik ujung baju Exorcist-nya, agak gugup.

Jujur, sebenarnya Lian Jie juga tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan 'rekan', tapi dia bisa mengira-ngira kalau nanti mereka akan semacam bekerja sama.

Bibirnya agak manyun, iris matanya menelusuri lantai di sebelah kaki sang Jenderal. "Jadi, maksudnya..."

Lian Jie memberanikan diri memandang langsung sang Jenderal, meminta beliau melanjutkan kata-katanya sekalian disertai penjelasan, dengan tatapan matanya.


Last edited by Li Lian Jie on 29th March 2010, 17:52; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu



Posts: 172
Pemilik: Cairy
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   29th March 2010, 15:54

Iyah, baguslah rupanya murid barunya ini lebih dewasa daripada yang ia kira... berarti akan lebih mudah untuk dididik dan disuru-suruh tentunya... ehm. Kembali pada permasalahan utama, Eun Su rasanya bsia dengan mudah menempatkan diri, yah walau terlihat gurat-gurat khawatir pada ekspresi dan geraknya, namun itu wajar karena Jeong Hu pun mengalami hal tersebut. Namanya juga manusia, santailah sedikit.

Akan tetapi, mungkin lain dengan Lian Jie. Ah ya, bisa dibilang kedua orang ini memiliki pribadi dan tingkat kedewasaan yang berbeda cukup jauh. Lihat saja pada tatapan mata Lian Jie yang terus bermain ke sana-ke mari sembari mencari jawaban akan kedatangan rekannya itu.

"Rekan? Jadi, maksudnya..."

"Iya rekan." Jeong Hu hanya membenarkan kata itu, sementara kemudian dirinya membungkuk seraya mengulurkan tanganpada Lian Jie, menyuruhnya untuk berdiri. "Bagaimana jika perkenalkan dirimu juga?" melirik Eun Su yang sudah dengan baik memerkenalkan dirinya terlebih dahulu. Oh itu sangat sopan sekali.

Menyunggingkan senyum bergantian pada keduanya. Tidak tahu maksud apa yang ada di balik senyum tersebut.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   30th March 2010, 07:54

"Iya rekan."

Meski sang Jenderal tampak membenarkan kata-katanya, tapi justru itu makin membuat si kecil Lian Jie bingung. Bukannya tidak tahu apa arti kata 'rekan', tapi justru karena ia tidak tahu 'punya rekan itu untuk apa?'. Selama ini dia selalu berlatih sendiri dan selalu mengira untuk dirinya sendiri agar nantinya menjadi kuat, walau tidak tahu demi tujuan apa. Kalau dia dapat rekan, kan, bukannya malah ia jadi terbantu? Kalau terbantu, bukannya itu akan menghambat perkembangannya untuk menjadi kuat?

Heeh?! Bingung ah! Lian Jie mengeluh dengan wajah amat aneh, menunjukkan isi hatinya jelas-jelas di dalam ekspresinya.

"Bagaimana jika perkenalkan dirimu juga?" Jenderal yang pasti adalah gurunya itu mengulurkan tangan padanya.

Eh, apa? Lian Jie menatap tangan yang terulur itu padanya, sekaligus otaknya bekerja mencerna kalimat dari gurunya itu. Itu... kenapa sang guru mengulurkan tangan untuknya? Selama beberapa detik, tangan Lian Jie sempat terangkat sedikit untuk menyambutnya, tapi langsung ditariknya lagi sebelum sempat menyambut tangan si guru. Wajahnya berpaling ke arah yang lain, mengernyit aneh dan merona memerah.

Jujur saja, itu uluran tangan pertama yang disodorkan padanya setelah bertahun-tahun berlalu semenjak hari itu.

"Ng," akhirnya Lian Jie memberanikan diri menggelayutkan jemarinya, alih-alih ke tangan gurunya, ke lengan baju lelaki itu dan berdiri dengan canggung. Tidak tahu harus bersikap bagaimana, Lian Jie menyimpan kedua tangannya di balik punggungnya dan membungkuk singkat pada Song Eun Su, "Namaku Li Lian Jie."

Begitu kan, caranya berkenalan? Terlalu lama mengurung diri di ruang latihan membuatnya melupakan segala tata krama rupanya.

"Tapi maaf," Lian Jie masih melanjutkan kata-katanya, kali ini dengan suara yang lebih mantap karena tidak melibatkan tata krama berinteraksi. Masih kepada Song Eun Su, Exorcist berlogat aneh itu tadi, Lian Jie menatapnya, "Kalau mau jadi partnerku, jangan membuatku repot, ya? Soalnya aku kan ingin jadi kuat."

Diucapkan dengan amat jujur dengan tekad bulat yang mewarnai wajahnya.
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   5th April 2010, 16:14

Tampaknya “hubungan batin” antara Jendral Jeong Hu dan muridnya Li Lian Jie sudah begitu erat. Entah sudah berapa lama Lian Jie berguru pada pria yang bertanah air sama dengan Eun Su. Tiba-tiba saja Eun Su merasa sedikit tidak enak, menginterupsi hubungan itu. Bahkan mereka berdua (mungkin) harus beradaptasi dulu, dan malah memperenggang ikatan itu. Tuhan, jangan sampai terjadi seperti itu...

“Kalau mau jadi partnerku, jangan membuatku repot, ya? Soalnya aku kan ingin jadi kuat.”

Kalimat yang agak, er, terlalu jujur datang dari mulut anak yang lebih muda. Jujur saja Eun Su sedikit tertegun mendengar ucapannya. Seperti datang dari orang yang lebih berkuasa, eh? Tapi Eun Su tidak merasa rendah diri. Ia bahkan salut dengan tekad Lian Jie untuk memperkuat dirinya. Rasanya Eun Su tak boleh kalah darinya, karena tentu saja ia juga ingin jadi lebih kuat dari sebelumnya...

...untuk mencegah hal yang seperti dulu. Kematian yang tak terelakkan.

Nafas Eun Su jadi sedikit tersengal. Lupakan masa lalu, dan berjalanlah ke depan, Eun Su! Bukankah tekad itu juga sudah ditanamnkan pada diri Eun Su sejak memasuki Black Order cabang Asia ini?

“Baiklah, saya akan berusaha,” ucapnya datar sebagai respon omongan tadi. Mengingat Lian Jie sudah berlatih terlebih dahulu, Eun Su mencoba bertanya padanya, “Kulihat anda begitu tekun berlatih, Lian Jie.”

““Jeong Hu-nim, Lian Jie...” ucapnya datar pada kedua Exorcist di hadapannya, mencoba menanyakan satu hal yang sangat krusial, “Apa tujuan anda untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya?”

Sebuah pertanyaan klasik, namun Eun Su kira tak banyak orang yang mengetahui jawabannya, yang sebenarnya terletak pada dirinya sendiri. Eun Su ingat, gurunya yang dulu Jonathan Stanhope seringkali mengingatkannya pada hal itu agar Eun Su tak salah arah dalam usaha pencarian kekuatan.

“Jadi, bagaimana?” tegasnya sekali lagi dengan sopan pada keduanya, ditambah senyum tipis di wajah Asianya. Ya, jadi bagaimana?
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   5th April 2010, 17:05

Iris cokelat gelap Lian Jie menelusuri perubahan air muka pemuda yang katanya akan menjadi rekannya itu. Yah, memang kalau ingin rekanan dengannya, harus tahu apa yang Lian Jie mau kan? Lian Jie tidak mau gerakkannya dibatasi dan ia juga tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Song Eun Su.

Tapi ketika Eun Su memasang wajah agak menderita, entah apa yang ada di dalam pikirannya waktu itu memang bukan urusan Lian Jie, tapi Lian Jie merasa agak terganggu juga. Meski kelihatan samar sekalipun, tak akan luput dari pengamatan Lian Jie. Soalnya dia sudah menghabiskan waktu sekian lama untuk menutup dirinya rapat-rapat dari semua orang. Juga apapun yang dirasakannya. Selain itu, Lian Jie juga tahu sedikit banyak ilmu pengobatan. Sejak lahir kan ia hidup bersama dokter.

Apa karena kata-katanya? Lian Jie menekuk naik sedikit bibirnya.

“Baiklah, saya akan berusaha,” jawaban dari Eun Su kelihatannya cukup bagi Lian Jie. Anak kecil itu sungguh sama sekali tidak berusaha untuk terlihat sombong. Ia hanya tak bisa mengutarakan apa-apa dengan baik.

Dan Lian Jie mengabaikan pertanyaan yang berikutnya. Sudah bisa mendapatkan jawabannya sendiri tanpa seharusnya melempar pertanyaan itu, kan?

Tapi untuk yang selanjutnya, “Apa tujuan anda untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya?”

Lian Jie kehilangan daya untuk mempertahankan sok kuatnya di depan orang-orang, sekalipun itu guru dan saudara seperguruannya. Melemparkan pandangan ke arah lain, menunduk, Lian Jie lebih memilih untuk menunggu sang guru menjawabnya lebih dulu.

Guru kan tahu banyak hal.

Sedangkan dirinya?
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu



Posts: 172
Pemilik: Cairy
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   5th April 2010, 20:59

Kelihatannya ini tidak akan mudah. Awal dari sebuah perkenalan memang tidak mudah, yah pasti ada banyak perasaan yang harus diadaptasikan, belum lagi jika ada perbedaan pendapat, perbedaan tujuan, perbedaan... segala perbedaan pasti bersatu di sini dan mau tidak mau antara satu dengan yang lain harus saling menyesuaikan. Yah, teorinya memang mudah tapi praktiknya jauh lebih sulit daripada itu. Seperti teori pernikahan saja, menyatukan dua orang asing dalam satu lingkup, sayangnya yang ini bukan hal sedekat itu.

"Ehm," Jeong Hu hanya bisa memerhatikan kedua muridnya yang sudah saling bercengkrama. Tanpa ia duga ternyata Lian Jie bisa lebih mudah, bahkan terkesan bersemangat, dalam menyambut rekan barunya. Sikapnya memang nampak apatis, namun dengan ia berbicara seperti itu -- seperti sedang membangun sebuah komitmen -- sudah menunjukkan seberapa ia menghargai rekannya.

Jeong Hu mengulas sedikit senyum di wajahnya, senyum puas. Yah, ini lebih lancar daripada yang ia duga. Kecuali dengan raut di wajah Eun Su yang terlihat tidak puas, mungkin ia merasa menjadi orang baru yang mengganggu stabilitas? Sejujurnya memang agak mengganggu sih, tapi mau bagaimana lagi. Toh dengan satu orang bertambah dalam tim bisa saja meruntuhkan tim tersebut, namun bisa juga meningkatkan kemampuan dalam tim. Tentu saja sang guru mengharapkan kemungkinan ke dua.

“Jeong Hu-nim, Lian Jie... Apa tujuan anda untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya?”

"Hm?" sebuah gumaman berarti tanya. Sedikit memincingkan alis matanya, terkejut dengan pertanyaan yang memang agak... mengganggu untuknya. Kemudian melirik Lian Jie, rupanya sang senior lebih memilih untuk melemparkan hal tersebut pada gurunya. Oh, bagus sekali, anak muda.

Jeong Hu menarik napas. "Tujuan menjadi kuat tanyamu?" mengucap ulang pertanyaannya. Lantas seakan sedang berpikir, mengerutkan dahi, menggaruk dagi pelan, melipat tangannya di tempat yang sama. "Kupikir aku tidak perlu menjadi orang yang kuat, yang penting aku bisa mewujudkan semua yang kuinginkan." Jawaban yang sepertinya jauh dari dugaan semua orang.

Ya, secara pribadi Jeong Hu mungkin pernah berpikir untuk menjadi kuat suatu hari nanti. Tapi itu dulu, ketika ia masih muda dan masih menumpuk impuan. Sekarang? Sekarang buatnya hal itu tidak penting lagi. Apa yang lebih penting dari sebuah harapan? Karena di dalam harapan itu kata 'kuat' tercantum.

"Kalau kalian? Apa alasan kalian?" membalikan pertanyaan. Silakan dijawab, atau barang kali ada yang mau menginterupsi jawaban dari orang tua yang agak aneh ini?

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   16th April 2010, 16:53

"Kupikir aku tidak perlu menjadi orang yang kuat, yang penting aku bisa mewujudkan semua yang kuinginkan."

Oh, tampaknya gurunya yang lebih dulu menjawab. Mungkin bagi Lian Jie, pertanyaannya agak sulit? Entahlah, Eun Su belum terlalu mengenal seniornya itu, sehingga tak heran kalau tebakannya meleset. Lagipula jawaban gurunya itu cukup mengejtukan;di luar dugaan Eun Su. Biasanya orang hanya menjawab "untuk kepuasan" atau "mengalahkan seseorang", dan lebih banyak yang merasa bingung daripada yang langsung menjawab secara spontan seperti gurunya ini. Eun Su mengangguk-angguk, mencatat ucapan gurunya di dalam hati dan mengingatnya sepenuh hati.

Sekarang pertanyaannya di balik. Apa yang akan kau jawab, Eun Su?

"Aku hanya...tak ingin gagal melindungi seseorang hanya karena lemah secara fisik," ucapnya dengan nada yang cukup tegas. Tak ingin lagi seperti dulu, saat ayah dan ibunya terbunuh karena ia tak punya kekuatan untuk melindungi mereka berdua.

Dada Eun Su langsung terasa sesak; ia sedikit menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan siluet penuh darah dari masa lalunya.

Lalu ia mengalihkan pandangannya pada sang senior. "Anda belum menjawabnya?" tanyanya untuk memastikan jawaban dari sang senior. Jujur saja, ia cukup penasaran mengenai apa motivasi yang membuat Lian Jie begitu bersemangat sampai-sampai ia melewati batas yang bisa dicapai fisiknya yang mungil.



@lianjie : ajakin sparring noh, =))
Back to top Go down
View user profile
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 12:45

OOC: jiah! =))


"Tujuan menjadi kuat tanyamu?" Lian Jie memutar bola matanya ke arah gurunya ketika muncul reaksi dari lelaki yang lebih tinggi dan lebih tua darinya itu. Sedikit banyak, ia ingin tahu juga apa alasan sang guru memiliki kekuatan dan terus mengasahnya hingga dipercaya menjadi Jenderal. "Kupikir aku tidak perlu menjadi orang yang kuat, yang penting aku bisa mewujudkan semua yang kuinginkan."

Uwah, jawaban yang cukup mengejutkan. Membuat Lian Jie terbelalak, lalu menelengkan kepalanya, heran. Namun melihat cerminan dari reaksi yang serupa dengannya pada air muka Song Eun Su, Lian Jie mendapat pelajaran kalau kekagetannya ini normal. Jadi intinya, jawabannya guru yang tidak lazim. Bagi anak kecil ini, gurunya itu malah terkesan lemah. Tapi, mungkin saja ada alasan dibalik jawaban itu yang tidak ingin ditanyakan oleh Lian Jie kecil.

"Aku hanya...tak ingin gagal melindungi seseorang hanya karena lemah secara fisik,"

Sekarang Lian Jie berpaling sepenuhnya pada Eun Su. Dengan mata penuh keingintahuan yang sarat dengan kekosongan ekspresi. Jangan dikira anak kecil ini tidak tahu apa yang tersimpan dibalik tubuh pemuda berlogat aneh, meski secara fisik, nyaris tak ada perbedaan ras di antara mereka.

Lian Jie memahaminya. Soalnya, dia juga pernah merasakan betapa lemahnya dirinya ketika menjadi satu-satunya yang hidup di antara mayat-mayat bersimbah darah yang bergeletakan di sekitarnya.

Namun, ia tak bisa mengucapkan kalimat-kalimat simpati kepada rekannya itu. Tidak, dia bukannya tidak bisa. Dia hanya tidak tahu bagaimana bagusnya cara menyampaikannya. Tolong jangan tersinggung atas pendiamnya Li Lian Jie ini.

"Anda belum menjawabnya?" sebuah teguran dari Eun Su menyadarkan Lian Jie dari pesiar singkatnya melabuhi kenangan masa lalunya. Anak kecil ini mengejap, lalu berpaling seenaknya dari lawan bicaranya dan berjalan menjauhinya.

"Mmh," panik, ia sama sekali tak menemukan apa yang memang menjadi alasannya untuk menjadi kuat. Dia sudah memikirkan banyak objek yang akan menjadi sarana pelampiasan dendamnya. Mulai dari menghabisi akuma yang membunuh kedua orang tuanya, tapi dia sudak melakukannya. Berakhir pada rasa tak ingin melihat dirinya yang hanya bisa meringkuk di bawah meja memandangi orang tuanya tertimpa reruntuhan, tapi dia sendiri tak bisa meyakini bahwa dengan begitu, apakah dia melarikan diri? Tapi lari dari apa? Dan kalau ia memang boleh begitu, dia tak mau.

Lian Jie mengembuskan napas dan akhirnya memilih jawaban yang dianggapnya mampu membungkam banyak pertanyaan baik dari gurunya maupun dari Eun Su, "Aku mau jadi kuat, karena aku ingin jadi kuat. Memangnya kenapa kalau begitu?"

Sudah cukup menjawab, kan?

"Hei, kau mau temani aku pendinginan?" Lian Jie menghentikan langkahnya di tengah-tengah aula latihan. Menoleh memandang Eun Su melalui bahunya, Lian Jie mengundangnya untuk berlatih tanding. "Tangan kosong saja."

Sambil menyelam minum air. Sekalian mengakhiri latihan, Lian Jie juga ingin melihat sejauh mana kemampuan bela diri tangan kosongnya Song Eun Su.

Boleh, kan, Guru?
Back to top Go down
View user profile
Lim Jeong Hu



Posts: 172
Pemilik: Cairy
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 33 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 13:07

"Aku hanya...tak ingin gagal melindungi seseorang hanya karena lemah secara fisik,"

"Aku mau jadi kuat, karena aku ingin jadi kuat. Memangnya kenapa kalau begitu?"


Alasan bocah, pikir Jeong Hu pendek. Tapi apalah yang lebih bagus dari sebuah motivasi, apapun alasanmu untuk menjadi kuat, Jeong Hu pikir itu cukup untuk mendongkrak semangat. Black Order memerlukan seseorang yang tidak hanya kuat tapi juga kompeten, kuat adalah salah satu jalan untuk bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Dan lagi, kata 'kuat' itu bisa dideskripsikan dalam berbagai arti. Jadi, kenapa kalian tidak membangun sebuah motivasi saja untuk menjadi lebih kuat?

Mengangguk-angguk ketika jawaban Eun Su mengalir, penuh tekad. Pasti suatu hari yang lalu ia pernah mengalami sesuatu yang buruk... itu juga terjadi pada dirinya, Jeong Hu juga tahu bagaimana rasanya gagal melindungi seseorang yang berharga untuknya. Belasan tahun lalu ia bertekad untuk menjadi kuat untuk bisa melindungi apa yang harus ia lindungi, namun kini itu hanyalah sebuah tekad. Ya, secara singkat menjadi kuat memang bukan segalanya.

Tidak memberikan komentar. Segera teralih pada jawaban Lian Jie, ini jauh lebih normal daripada jawaban kebanyakan orang. Kau tidak perlu alasan untuk menjadi lebih kuat, kira-kira mungkin diksi klasiknya seperti itu. Ini juga suatu tekad yang bagus, bisa mendongkrakmu untuk meraih apa yang kau mau. Dan lagi, tidak ada batasannya.

"Tapi perlu kalian ingat," berucap setelah jawaban demi jawaban terdengar. "Kekuatan tidak hanya berasal dari fisik yang kuat, tapi dari pikiran, dan tentu saja..." menepuk dadanya, "Hati."

Semua orang pasti tahu itu.

"Hei, kau mau temani aku pendinginan? Tangan kosong saja." Tiba-tiba Lian Jie bergeming, sepertinya ia masih mau bergerak karena itu menawarkan pendinginan pada rekan barunya.

Jeong Hu agak terkejut, namun ia pikir ini ide bagus juga. Toh ia belum mengenal bagaimana cara Eun Su berlatih fisik selama ini, jadi ya... bisa juga ini dijadikan referensi bagi pelajaran demi pelajaran yang mungkin ia berikan.

"Kurasa idemu bagu. Lakukan sesuka kalian," ucapnya setuju. "Dengan tangan kosong, dan jangan berlebihan," melanjutkan dengan sedikit aturan pertarungan alanya. Jeong Hu lantas menepuk bahu kedua muridnya sebelum melenggang ke pinggir arena latihan. Ia lebih baik ada di sana menjadi wasit seperti biasa. Siapapun yang menang toh tidak akan mendapat hadiah.

_________________
Credits : pastelgraffity@LJ



Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] One Who Waits Before Destiny   17th April 2010, 19:08

"Aku mau jadi kuat, karena aku ingin jadi kuat. Memangnya kenapa kalau begitu?"

Eun Su tersenyum kecil mendengar jawaban rekannya itu. Rupanya tak ada motivasi lain selain keinginan tanpa dasar. Tak apa, dengan begitu pun Eun Su sadar Lian Jie bisa jadi sangat kuat, bahkan mungkin melebihi dirinya kelak di masa depan. Kita lihat saja perkembangan dua Disciple Lim Jeong Hu ini. Tentu keduanya ingin jadi lebih kuat, dengan bantuan dan pengawasan dari Jeong Hu.

"Tapi perlu kalian ingat, kekuatan tidak hanya berasal dari fisik yang kuat, tapi dari pikiran, dan tentu saja... Hati."

Ucapan gurunya itu terasa mencelos ke dalam hatinya. Terdapat suatu kebenaran yang berakar kuat dari dalam kalimat sederhana itu. Eun Su camkan dalam hati, ia tak boleh terlalu memerhatikan salah satu saja dari tiga aspek itu. Keseimbangan adalah kekuatan, seperti yin dan yang. Hampir saja Eun Su melupakan dua yang lainnya dan menghancurkan keseimbangan dalam dirinya.

“Tentu saja, Jeong Hu-nim. Akan saya camkan baik-baik,” ucapnya tegas sambil mengangguk perlahan.

Oh, hampir saja Eun Su melupakan ajakan untuk sparring ringan dengan Lian Jie. Boleh juga, sekedar saling menilai kekuatan yang sudah dimiliki masing-masing pihak. Eun Su terlebih dulu mengambil nafas perlahan dan melakukan pemanasan singkat -berbeda dari Lian Jie yang dari tadi sudah ada di Battle Arena, Eun Su baru saja datang dan belum melakukan apapun untuk memanaskan persendiannya yang agak kaku-serta tak lupa melepaskan gayageumnya yang dari tadi digendongnya.

“Saya titip ini, Jeong Hu-nim,” ujarnya datar pada gurunya yang siap mengawasi jalannya sparring. Kemudian berjalan menuju tengah ruangan itu dan melakukan kuda-kuda. “Saya siap kapan saja,” tambahnya sambil memperhatikan gerakan Lian Jie. Jangan remehkan Eun Su! Kemampuan bela diri tangan kosongnya cukup baik, walaupun masih kalah daripada kemampuan berpedang atau kemampuan memainkan gayageum. Faktanya, Eun Su hampir tak pernah bertarung menggunakan tangan kosongnya, kecuali sedang berlatih saja.
Back to top Go down
View user profile
 

[ASIA] One Who Waits Before Destiny

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Goto page : 1, 2  Next

 Similar topics

-
» [ASIA] One Who Waits Before Destiny
» Kingdom Hearts - One Destiny
» Bleach: Destiny's Door
» Bleach: Destiny's Door
» Bleach:Destiny's Door

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Out of Scenario :: Flashback Episodes-
Free forums | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums