An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AU] Empty Time

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   30th August 2010, 14:09

Masih sama persis. Tak berubah.

Angkuh, berlagak seolah ia punya harga diri tinggi, hidung terangkat naik--semuanya seolah sudah dihafal Li Lian Jie di luar kepala. Mengalir begitu saja dari memorinya. Tanpa dirinya butuh memeras otaknya yang sudah terbiasa dengan pengetahuan tentang seni bela diri, taktik berperang, dan juga seni pengobatan tradisional China. Sebuah keanehan. Sebab dirinya tak pernah menyangka akan memiliki cara tersendiri dalam mengingat sosok Fuchsia Scarlet, padahal ia tak memiliki ketertarikan secara khusus pada anak perempuan itu. Yang ia maksudkan di sini ialah Lian Jie tak mengharapkan ia bisa mengingat secara utuh setiap jengkal--bahkan setiap hal--yang melekat pada seorang Fuchsia Scarlet.

Namun entah mengapa, semua itu terekam dengan sendirinya dalam ingatannya.
Menjadi kepingan memori yang mungkin tak akan pernah terkelupas dari kepalanya.

Ajaib. Kenapa bisa, ya?

Tak berarti ia tak pernah memiliki rasa penasaran. Ada. Malah amat besar. Hanya saja tak akan sudi ia tunjukkan secara nyata pada insan bersurai eboni--yang tengah asyik memamerkan punggungnya terhadapnya. Kesempatan bagus untuk melemparkan sedikit kerlingan obsidian cemerlang Lian Jie. Sekadar memenuhi sedikit dari sekian rasa yang membuncah dalam dadanya.

Rasa yang cukup untuk mewarnai wajahnya dengan roman merah.

”Kamu tadi, kenapa nekad masuk lewat jendela?"

Mengejapkan mata. Terkejut--oleh suara Fu yang menyusupi liang telinganya. Membuyarkan kegiatan curi-curi pandangnya. Sontak, bocah kecil ini berpaling--kembali memandang keluar jendela--tak mau ketahuan. Dan suaranya mendadak serak. Hingga ia butuh deheman cukup keras untuk mencairkan dahak yang menyekati tenggorokannya.

"Tidak--" selama sepintas, ia nyaris tak bisa mengendalikan kata yang sepantasnya diucapkannya, "--keluar masuk lewat jendela kan biasa."

--bagi seorang pencuri, Li Lian Jie bodoh.

Ekskusimu tak cukup bagus untuk menutupi kepanikan yang terpancar jelas dari sikap gelisahmu itu.
Back to top Go down
View user profile
Fuchsia Scarlet



Posts: 166
Pemilik: Eri

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 13 tahun

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   10th September 2010, 01:40

Biasa?

Sesaat Fuchsia melupakan perasannya. Ada hal lain yang mendominasi pikiran. Hal yang sangat remeh, namun malah berputar-pitar pada sang dara bersurai eboni. Sejujurnya, dia hanya mengetahui –dan menilai secara sepihak– bahwa Lian Jie adalah sosok arogan yang sedikit memiliki kemiripan dengannya. Pemuda yang bergelut dengan buku, pendiam dan dingin. Tapi pernyataan tadi membuat penilaian Fuchsia sedikit berubah.

Fuchsia memang mengangggap Lian Jie sebagai sosok yang tidak tahu aturan, jauh dari etika, dan segala penilaian buruk lainnya, dibalik sisi lainnya yang sebenarnya jauh lebih baik andaikan Fuchsia lebih mau mengakui perasannya. Tapi seumur-umur, Fuchsia sama sekali tidak tahu kalau ternyata Lian Jie juga bisa menjadi… pecicilan? Sosok yang hyperactive sampai masuk markas saja tidak bisa secara normal. Sebagian gambaran figur bertitel Li Lian Jie sebagian runtuh dalam sekejap.

”Kau ini… seperti kucing saja,” Tanpa sadar Fuchsia berbalik, memandang Lian Jie dengan ekspresi angkuhnya. Senyum tipis dan agak timpang terlihat di parasnya, mengangkat sebelah alis –seolah mencemooh, “Terbiasa keluar masuk lewat jendela,”

Anggaplah Fuchsia bodoh saat ini. Sungguh kesalahan besar menggambarkan Lian Jie sebagai sosok “kucing”. Tidak ada kesalahan yang berarti sebenarnya. Hanya saja, kucing itu termasuk salah satu hewan favorit bagi Fuchsia. Dan mengucapkan hal yang mengaplikasi kesukaan seperti itu, sama saja mengutarakan sebagian perasaan, bagi Fuchsia.

Dengan cepat Fuchsia membalikkan badannya kembali. Meringkuk menahan malu. Ah, sungguh memalukan kalau sampai mengutaran emosi seperti itu. Fuchsia tidak tahu apakah Lian Jie mengerti masalah hewan kesukaannya –dan tidak penting untuk mengetahui hal macam itu sebenarnya. Tapi, kemungkinan-kemungkinan lewat asumsi sepihaknya bisa saja terjadi bukan?


Bodoh, bodoh!

Lian Jie bodoh!

Aku pun… juga bodoh…

Back to top Go down
View user profile http://www.eri-diary93@gmail.com
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [AU] Empty Time   7th October 2010, 13:02

Dia tahu, dia berdalih dengan lucunya. Mengapa pula ia harus mengakui kegiatan keluar-masuk lewat jendela sebagai kebiasannya? Dan sudah terlambat untuk bisa membantahnya. Ia tak mau terlihat makin culun dengan rentetan perbaikan pada kalimat yang sudah meluncur dari bibirnya. Tidak keren!

Jadi, ia harus bisa menerima apa saja bentuk tanggapan dari lawan bicaranya. Tanpa protes. Dan memang itu yang sedang dicoba dilakukannya. Alisnya timpang sembari obsidian legamnya mengawasi 'sang putri' berbalik badan. Seraya Exorcist muda ini membuang dengus pendek, melipat tangan. Sedikit seringai sekilas ditampilkan pada paras kanak-kanaknya.

"Terserah kaulah," celetuknya. Malas membalas.

Melemparkan diri ke kursi yang ada, meraih buku lain yang tergeletak sembarang di meja. Bukan dia yang tadinya memegang buku itu. Sejak awal sepertinya sudah ada di sana. Membalik-balik halamannya dan mulai tenggelam dalam dekor huruf pinyin.

Jadi, apa yang harus dilakukannya di sela waktu luang begini?
Berduaan dengan si keras kepala itu?





Back to top Go down
View user profile
 

[AU] Empty Time

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» World Half Empty: A Dystopian APH AU RP
» Time Setting
» run time error 9
» OH YEAH, MEETING TIME~!
» [TuT] Speed Up Windows Startup Time!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Out of Scenario :: Noncanon Roleplay-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums