Francis tidak bodoh—mungkin dia berpikiran pendek atua bahkan malas untuk berpikir berat-berat. Tapi bukan ini maksudnya, dia tahu benar kalau artinya memotivasi berarti membuat orang lain termotivasi. Apa Izarra sedang bermain dengannya, atau apa? Ia sedikit tidak mengerti, membuat manik obsidiannya menatap langsung kristal hazel yang indah. Namun pemandangan itu langsung hilang karena Izarra tak henti-hentinya menggerakkan kepalanya.
Tampak gugup.
Akan sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Aku ingat semuanya." Jawabnya pelan seiring cerita yang dilontarkan Izarra. Ia terus menggenggam erat tangan Izarra yang lembut. Mendengarkan dengan seksana bagaimana Izarra menceritakan ulang kejadian ketika ia menyelamatkan Izarra. Gereja kecil yang sederhana, ia ke sana bukan untuk beribadah—melainkan hanya berasntai sejenak mengingat tempat itu sangat tenang dan sunyi. Sempat kepikiran untuk tidur di tengah misanya walaupun sialnya saat itu misa belum dimulai.
Kesialan untuknya, namun keberuntungan bagi para penduduk sekitar. Sebab di waktu yang sama ia melihat Akuma yang tiba-tiba menyerang gereja tersebut. Untung saja bukan Akuma tingkat tinggi, ia bahkan tidak memerlukan batnuan disciplenya dan malah berakhir dengan munculnya Izarra.
Bibirnya menyentuh jemari Izarra, lagi.
"Sudah kewajibanku untuk menyelamatkan kalian dari Akuma."
"Kau kenapa?"
_________________
Want my Cigarette?

-Maraschine...a french kiss for you-
Ang || Lint