An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AFRICA] D-Day

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Nalbari J. Mrinalini



Posts: 33
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   30th March 2010, 18:13

"Benar sekali Fraulein, ramuan Nambiar memang belum bisa dibuktikan keilmiahannya. Karena itu, tidakkah bijaksana untuk mencari sumber yang lebih aman untuk ramuan yang Anda cari?"

Mendengar komentar Ethan, Mrina langsung tersenyum puas. Rupanya ada yang sependapat dengannya, baguslah. Yah, ia memang kurang bisa mempercayai ucapan sang kepala bangian. Ramuan yang dijualnya itu, selain berlabel aneh-aneh, belum tentu dibuat dengan bahan yang jelas dan tingkat kehigienisan yang tinggi. Rajeev saja jarang mandi, mau higienis dari mana? Bisa-bisa yang mencoba memakai ramuan buatannya malah sakit parah, hii...

"Terima kasih, Jenderal. Saya sudah sangat pasti tidak akan membeli ramuan apapun yang dibuat Kepala Bagian," jawabnya sambil memberikan satu senyuman ramah pada Ethan dan satu tatapan sinis pada Rajeev.

"Lagipula, Nambiar tidak begitu keliru ketika mengatakan bahwa kulit coklat Anda tidak kalah menarik daripada kulit putih wanita-wanita lain di markas kita."

Kali ini, wajah Mrina agak memerah mendengarnya. Kenapa ya, kalau orang Eropa yang mengatakannya, terdengar tidak gombal sama sekali? Ralat, kalau bukan Rajeev yang mengatakannya. Apapun yang dikatakan pria India itu, entah jujur atau tidak, selalu terdengar gombal. Coba saja suruh Rajeev mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan Ethan, mukanya mungkin tidak akan tersipu-sipu seperti ini, tapi langsung marah-marah lagi.

"A... Anda terlalu memuji, Jenderal... Mungkin Anda mengatakan hal itu karena sudah terlalu bosan melihat wanita-wanita kulit putih di negara asal Anda," balasnya agak terbata-bata. Iya, pasti begitu. Kalau nantinya sang Jenderal sudah bosan melihat wanita-wanita kulit cokelat, pasti ia akan kembali mengatakan bahwa wanita kulit putih lebih menarik.
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   31st March 2010, 23:17

Bogomila C. Radoslava & Rajeev V. Nambiar - Racikan Mujarab Madame Mila & Meister Rajeev [RM4R]


Oke, reaksi Mrina yang menyangsikan rayuan--ehm, argumennya sudah diduga oleh Rajeev, toh ia sudah cukup mengenal perangai wanita India satu itu. Tetapi, campur tangan dari orang lain tidak begitu ia perkirakan, terutama bila wanita di hadapannya ini setuju dan makin tidak mempercayai buah karyanya. Gimana nggak keki, coba? "Waduh, Lord Ethan ini bagaimana sih, kok main fitnah saja," ujarnya sambil sedikit cemberut, seperti pedagang yang baru saja kehilangan satu pelanggan berharga.

Rajeev, yang khusus di hari ini tampak jauh lebih rapi, bersih dan segar, melipat kedua tangannya di dada, suatu sikap yang jarang ditampilkannya, apalagi dengan ekspresi serius yang dipajangnya saat ini. "Kalian memang tidak percaya ya, kalau aku benar-benar membuat ramuan-ramuan itu dengan benar dan dengan tujuan yang baik? Juga, kalau ramuan itu benar-benar mujarab?" sedikit memelintirkan kenyataan, tapi Rajeev betul-betul bisa menjabarkan proses pembuatan ramuan-ramuan itu beserta dengan bagaimana setiap organ tubuh bereaksi pada ramuan itu sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Tapi, memang salahnya juga sih kalau orang-orang tidak percaya dengannya, kalau melihat dari prestasinya sehari-hari...

Memilih untuk tidak berorasi lebih lanjut--kecuali bila mereka memintanya berbuat demikian--Rajeev mengibaskan satu tangannya, "Terserah, yang jelas jabatanku juga bukan hiasan." disusul sebuah senyum iseng, seolah mengatakan, 'nyesel lho, kalau nggak percaya'.

Begitu ia menolehkan kepalanya ke arah yang berlawanan, dapat ia temukan sosok pria tegap berambut merah di sana, "Ohh, ada dokter Vladislav, rupanya~" semangatnya timbul kembali, bisa dilihat dari senyumnya yang makin melebar. Tidak, ia sedang tidak enggan dengan pria Rusia itu saat ini, toh ia tidak sedang membuat masalah dengannya. Yah, belum.

Berjalan ke sebelah Vodete, Rajeev kembali berlagak ala pedagang profesional, "Dokter, di sini banyak ramuan yang sekiranya cocok untuk Anda berdua, lho~" katanya, berusaha meyakinkan dengan senyum cemerlang miliknya. Ia hendak memperkenalkan produk-produknya satu persatu, tapi itu nanti saja, Vodete juga bisa melihat-lihat sendiri, kan? "Bagaimana, Nyonya Mila, kita berikan diskon khusus untuk pasangan suami istri yang bahagia ini?" akhirnya sambil terkekeh pelan.



[OOC: Sumpah saya ngakak baca rep Mrina di atas! =)) Rajeev, Rajeev, kasian kamu nak... *digeplak*]

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Sofia Kyprianos



Posts: 43
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] D-Day   3rd April 2010, 00:49

Tsholofelo N. Berkant & Sofia Kyprianos – Makanan Kecil dan Minuman




"Sofi, bantu aku menggoreng piruhi apel yang sudah kita buat semalam." Suara hangat wanita berkulit hitam itu mencapai telinga Sofia, yang menoleh untuk menemukan senyuman dengan kehangatan yang sama. Sang staf logistik pun membalas dengan ekspresi identik, menambahkan anggukan pelan. Lengan panjang atasan putih di balik rompi beludrunya digulung, dan Sofia menguncir kuda rambut pirangnya. "Ah, tentu, Nyonya Felo..."

Melihat Tsholofelo yang sudah mulai aktif memotong makanan yang telah dipersiapkan dirinya dan juru masak bersangkutan sedari kemarin, Sofia pun semakin semangat untuk bekerja. Ia pun mulai membantu partner bazaarnya; mempersiapkan makanan agar dapat disajikan dengan cepat, sebelum menyadari bahwa staf yang tergolong senior itu melirik ke suatu kerumunan yang ramai. Beberapa sosok, seperti Mrinalini dari Bagian Riset, serta sejumlah jenderal, dikenalnya--namun, tidak ada yang lebih ia kenal dari pusat perhatian kerumunan itu: Bogomila Radoslava dan Rajeev Nambiar. Ada sesuatu yang berbeda dari kepala bagian yang satu itu hari ini...

"Kau mau satu, Sofi?"

Walau tersontak dari renungannya oleh tawaran murah hati Tsholofelo, Sofia hanya menunjukkan keterkejutannya dengan lembut, mulut membentuk huruf "o" dengan perlahan. Wanita Siprus itu pun memberikan senyum, mengibaskan tangannya di udara. "Ah, tidak usah, Nyonya Felo... Saya merasa tidak enak... Seharusnya makanan untuk konsumen, kan--" Mata hazelnya membelalak, berbinar dengan ide baru. "Ah! Nona, saya punya ide... Bagaimana bila saya sajikan makanan kita pada kerumunan orang di stand Nyonya Mila? Pasti mereka lapar atau haus..."

Ia pun mengambil nampan yang telah dipinjamnya dari staf lain di dapur. Usai menahan napasnya sesaat, Sofia mengembus udara keluar, mempersiapkan batinnya. Ia sering berinteraksi dengan orang, tentunya, baik saat ia masih melayani Tuhan melalui gereja, maupun kini dalam Markas Afrika-Timur Tengah, namun (tentunya) ia tergolong amatir dalam berjualan. Membawa nampan penuh beragam makanan dengan hati-hati, Sofia berjalan menuju kerumunan yang tampaknya penuh diskusi "hangat", dan berusaha mencari momen yang tepat untuk menyeruduk masuk.

Tampaknya terjadi sesuatu antara Mrinalini dan Ethan... Sofia hanya bisa tertawa anggun, dan matanya tertuju pada pria India yang, seperti biasa, menjadi "bulan-bulanan" karena sifat penggoda wanitanya itu. Ah, dan kembali ke tujuan awalnya.

"Permisi, engg... Tuan dan Nona, tertarik untuk membeli makanan kecil untuk mengganjal perut?" Bila aroma sedap yang dipancarkan timbunan makanan tidak menjerat pembeli, semestinya senyuman penuh pesona Sofia berhasil melakukannya. Dengan ragu, ia mengalihkan pandangan pada Rajeev dan Bogomila, berharap tindakannya tidak membuat mereka merasa terganggu.
Back to top Go down
View user profile
 

[AFRICA] D-Day

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» BBC-Lost Tribes of Africa
» SOUTH AFRICA GENERAL SERVICE MEDAL 1877-79
» Mules for South Africa
» Erased South Africa Medal Wanted
» 1879 South Africa Medal named 1879 BAR

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums