An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
William R. Rheins



Posts: 36
Umur: 18
Pemilik: Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   28th January 2010, 12:45

"Entahlah, yang pasti bukan kucingku~" Seorang Exorcist yang juga telah ada di sana angkat bicara sebagai respon untuk pertanyaan Will.

"Oh..." ucap Will pendek. Masih mengelus rahang bawah kucing hitam tersebut. Kelihatannya kucing hitam itu merasa nyaman diperlakukan begitu.

Namun, beberapa saat kemudian, sebuah suara yang cukup nyaring terdengar. DUAG! Mengalihkan perhatian Will dari kucing yang dielusnya. Ternyata, sumber suara tersebut adalah Gray, Exorcist yang tadi menjawab pertannyaannya dengan santai. Sangat jelas bahwa ia membenturkan kepalanya ke dinding tadi.

Anehnya, wajah pemuda yang satu ini justru tampak sangat lega sesaat setelah membenturkan kepalanya. Padahal, cairan amis berwarna kemerahan mengalir dari luka di kepalanya.

"Hei kau tidak apa-apa?" tanya Will seraya mendekati Gray.

Apa sih yang ada di pikiran pemuda ini? Ada-ada saja... Sudah kaca yang pecah, kucing hitam yang menakut-nakuti orang kedua paling ditakuti di Black Order cabang Amerika Utara-Selatan, ditambah seorang pemuda yang merasa lega setelah mengadu kepalanya dengan tembok. It such a weird day! pikir Will.
Back to top Go down
View user profile
Arthem Seravine



Posts: 56
Umur: 27
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 26

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   2nd February 2010, 21:55

OOT: kucingnya masih dipegang Arthem kan?




Rupanya ada juga penikmat hal-hal duniawi yang tertarik pada keributan seperti dirinya. Maksudnya yang langsung terpancing pada suatu problema yang terjadi di tempat itu. Apalah semua itu, entah darimana asalnya, siapa pelakunya, dan bagaimana dampaknya. Arthem hanya tertarik pada kucing hitam yang ada dalam gendongannya, jarang-jarang ia menemukan kucing liar di tempat seperti itu.

Hingga akhirnya seseorang datang dan bertanya mengenai kepemilikan kucing tersebut. Beberapa di antara mereka sudah menjawab tidak, berarti berikutnya Arthem harus menjawab, atau... mau menunggi Evaricchi-nya menjawab? Sepertinya ia mematung karena ada kucing di situ.

"Ah, kucing ini bukan punyaku juga. Mungkin punya nona di situ?" menunjuk Evangeline yang nampak terpaku (?) mungkin, terlihat seperti itu dalam benaknya.

Namun ucapan itu segera teralih dengan suara jedukan keras ke arah tembok. Wah, Arthem agak sedikit terperangah dengan kejadian yang ada. Luar biasa ini namanya, ternyata di markas sebesar ini ada juga exorcist yang agak masokis suka menyiksa diri dengan menjeduk-jedukan kepala. Ia jadi ingat ketika dulu pernah bertemu dengan anak kecil yang suka melakukan hal sama.

Hanya bisa tercengir, mungkin itu kebiasaannya. Lantas ia harus berbuat apa?
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Louis Eastwood



Posts: 30
Umur: 22
Pemilik: LLJ

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 16

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   8th February 2010, 09:00

OOC: nimbrung ya~ Oya, mukanya Louis nanti kayak gini: [:3]




Dingin!!!

Louis memeluk erat-erat gelasnya yang berisi susu hangat dengan kesepuluh jarinya yang rasanya mulai kaku. Salahnya sendiri karena semalam dia lupa tidak memakai sarung tangannya sebelum tidur. Asap putih mengepul dari permukaan cairan putih kental yang merupakan minuman favoritnya itu, dan membelai wajahnya yang langsung serasa berkeringat. Ingin sekali Louis bisa meneguk kehangatan susu itu, tapi seseruput saja rasanya membakar lidah.

Pemuda yang sebagian besar wajahnya beraksen oriental itu memalingkan wajahnya dengan menderita ketika gagal menikmati seseruput susu yang berikutnya. Puih! Panas!

Setapak demi setapak, Louis menelusuri koridor Black Order cabang Amerika Utara - Selatan ini, sekadar berjalan-jalan mengamati rumah barunya. Yah, dia belum lama sampai di Black Order dan masih berusaha mempelajari bangunan yang masih asing baginya ini.

CTAR!

"SI-SINGKIRKAN MAKHLUK ITU DARI SINI!!"

Hah? Didengarnya pekikan suara seorang wanita dari koridor di depannya. Louis mempercepat langkahnya sambil tetap berusaha menjaga susunya agar tidak tumpah dan sampailah ia di tempat kejadian perkara. Tepatnya, dia ada di belakang sang wanita berpecut.

Glek. Selain wanita itu, semuanya berseragam Exorcist hitam dengan aksen perak. Pemandangan itu mengajarkannya bahwa sang wanita itu pastilah staf internal entah bagian apa. Tapi... dia memegang cambuk? Kelihatannya agak menakutkan walau sah-sah saja di mata Louis.

Percakapan demi percakapan terjadi, bahkan ada seorang Exorcist yang membenturkan kepalanya ke dinding. Wuah, itu tadi cukup mengagetkan Louis. Baru sedetik dia berpikir bahwa dia telah melangkah ke arah yang salah, menuju sarang makhluk-makhluk aneh, mata Louis menangkap sesosok makhluk berbulu hitam legam di pelukan salah satu Exorcist.

"WAH, KUCING!" suaranya mungkin mengalahkan pekikan si nona berpecut itu, tapi kali ini bukan nada ketakutan, melainkan nada kebahagiaan bagaikan anak-anak yang menemukan mainannya. "Di sini ada kucing juga, ya?!"

Louis bergerak mendekati si kucing dan membungkuk di atasnya, tak peduli dengan salib raksasa yang terbungkus dan terikat erat di punggungnya itu mungkin akan menghantam atau menyodok kepala Exorcist yang sedang memeluk si kucing. Padahal salibnya itu terbuat dari logam.

Ya, Louis yang sudah melihat kucing, tak akan memperhatikan itu. Ekspresinya lucu sekali seperti sedang mengamati makhluk yang benar-benar imut. Rona merah memancar terang di kedua pipinya ketika melihat si kucing balas memandangnya.

Kalau Louis memang menyukai kucing, bagaimana?
Back to top Go down
View user profile http://inyourheart.playblogger.com/index.htm?mod=profile
Lupus Corwin
Vatican Central


Posts: 286
Umur: 18
Pemilik: Male

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 45

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   28th March 2010, 19:05

Tidak ada hari tanpa masalah di Markas Cabang Amerika Utara-Selatan, apalagi dengan banyaknya personil yang berdomisili di sini; baik yang asli warga negara Amerika Serikat hingga ke "staf impor" yang sampai melintasi satu samudera untuk sampai ke sini; dari Cina. Karena itu, seharusnya Lupus Corwin tidak terus melihat ke atas - atau sekelilingnya sekarang, ketika dia sudah menjabat sebagai Supervisor Markas Cabang Amerika Utara-Selatan - ketika dia sedang meniti karirnya di Black Order. Seharusnya dia lebih "merakyat" seperti seorang Supervisor yang kabarnya berdomisili di Markas Afrika-Timur Tengah. Sayangnya Lupus telah menekankan kepada dirinya sendiri kalau itu sudah terlambat, dan mungkin dia akan memerintahkan staf riset untuk mengembangkan alat pengawasan yang bisa mengawasi seluruh markas dari satu ruangan saja. Dengan eksploitasi atau modifikasi Golem, mungkin? Kita lihat saja nanti, karena sang Supervisor sedang tidak berada di sekitar komplek staf Riset, melainkan sedang berjalan-jalan di salah satu koridor atas tanah markas cabangnya yang uniknya dibangun ke bawah - alih-alih ke atas oleh Supervisor-supervisor sebelumnya.

Dan kalimat pertama dari paragraf sebelumnya bisa dilihat dengan jelas pada kejadian yang satu ini, melalui pemandangan cermin besar yang sudah tidak tergantung lagi di dinding koridor melainkan berserakan menjadi kepingan-kepingan tak beraturan di lantai. Herannya, tidak - atau belum - ada staf kebersihan yang membersihkan pecahan cermin itu.

Yang membuatnya lebih menarik lagi, sang Supervisor juga melihat empat orang staf operasional dan seorang staf internal di kejauhan; dan alih-alih membereskan dan membersihkan pecahan cermin itu, mereka malah berkerumun dan - mungkin - terlihat bercakap-cakap dengan ria. Para staf operasional kelihatannya terfokus pada sebuah obyek yang dimiliki oleh seorang staf operasional lainnya, sedangkan staf internal - yang dengan mudah dikenali Lupus sebagai Evangeline Reginald, dari cambuknya - itu malah terlihat menjauh. Entah apa masalahnya, yang jelas bermalas-malasan - meskipun mungkin staf-staf operasional itu memang sedang tidak menjalankan misi - bukanlah hal yang disukai Lupus yang melangkahkan kakinya tanpa ragu menuju kelompok kecil itu, tentu saja dengan sedikit berhati-hati agar tidak menginjak pecahan cermin yang besar.

"Ada masalah apa di sini?" tanya sang Supervisor tanpa repot-repot menyapa. Mata hitamnya dengan cepat mengenali staf-staf operasional tersebut; Eastwood, Claude, Seravine, Rheins, dan Smith. Jujur saja, sebenarnya sang Supervisor ingin tersenyum ketika menyadari personil-personil unik yang tengah berkumpul itu. Bayangkan saja, si serba bisa pencari masalah dan si Exorcist biasa yang memang... biasa, kemudian si albino yang matanya terluka oleh pecahan benda dari kaca (berarti cermin yang merupakan modifikasi kaca juga termasuk), lalu Exorcist urakan yang murah senyum dan terakhir si Exorcist heterochromia. Untungnya mereka bisa akur - atau terlihat demikian.

_________________



Benjie's 5th Character - The Wolf spider
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
William R. Rheins



Posts: 36
Umur: 18
Pemilik: Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   28th March 2010, 21:17

'It such a weird day!' Lima kata itulah yang entah mengapa bergaung di dalam otaknya. Ia merasa bingung karena ia tidak melihat suatu kejadian yang mungkin cukup abnormal beberapa saat yang lalu. Namun, entah mengapa kondisi normal tersebut berganti dengan suatu kondisi yang mungkin bisa dikatakan sebaliknya bagi otak Will.


"Ah, kucing ini bukan punyaku
juga. Mungkin punya nona di
situ?"
suara Arthem tiba-tiba membuyarkan lamunan (?) Will. "Ah... Oh..." gumam Will pendek sembari menatap arah telunjuk Arthem yang mengarah pada Nona Evangeline yang sejak tadi kelihatannya hanya membatu, diam di tempatnya berdiri. Entah karena kehadiran orang-orang yang sedari tadi bertambah, karena kucing tersebut, atau...

Belum sempat ia melanjutkan berpikir, bertambah lagi orang yang berkumpul di sini. Kali ini seorang Exorcist yang kalau tidak salah bernama... Ehm... Louis. "WAH, KUCING! Di sini
ada kucing juga, ya?!"
ucap Louis. Entah mengapa suaranya terdengar cukup bersemangat di telinga Will.

"Ngomong-ngomong orang yang berkumpul di sini semakin banyak saja ya..." ucap Will pelan. Entah ditujukan kepada dirinya sendiri atau seseorang di dekatnya. "Ada masalah apa di sini?" sebuah suara yang terdengar sedikit berat dan rendah (paling tidak pendapat Will) meluncur dari mulut seseorang. Ya, seseorang yang paling terkenal kekejamannya di Black Order cabang Amerika Utara-Selatan, terutama saat ia sedang marah dan tak bisa menahan diri. Dialah supervisor Lupus Corwin.




Oot: @Benjie: maaf kalau kalimat pengandaiannya agak berlebihan... Masih wb...
Back to top Go down
View user profile
Evangeline Reginald



Posts: 15
Pemilik: masamune11

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 20 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   29th March 2010, 04:42

Banyak hal yang sudah terjadi, tapi yang jelas...

"Ah, kucing ini bukan punyaku juga. Mungkin punya nona di situ?"

...makhluk berkaki empat berbulu hitam tersebut bukan miliknya, hukum dia bila perlu tapi ia tidak akan pernah mengaku punya kucing; ti-dak-a-kan. Karena itu, sebuah pernyataan memang terdengar terlalu mudah dan sangat beralasan baginya untuk mengayunkan cambuknya sekali lagi, tepat ke wajah Arthem Seravine. Hanya saja, cambukannya meleset beberapa senti dari target.

"Ngawur kamu!" Evangeline hendak mengayunkan cambuknya lagi, terarah pada kucing tersebut--yang membuatnya takut setengah mati--namun...

"WAH, KUCING!"

...berhenti hanya karena satu orang--ya, SATU ORANG--tiba-tiba muncul dari belakangnya, kemudian membungkuk untuk mengambil alih makhluk dengan mata bulat dan pupil garis tersebut. Hal yang memperburuk keadaan? Dirinya hampir tersodok oleh senjata yang dibawa oleh pemuda baru ini.

Evangeline percaya takdir, dan takdirnya memang sedang buruk--bersamaan dengan mood-nya yang perlahan menjadi lebih buruk; perlahan, tapi pasti.

"Ada masalah apa di sini?"

Oh, perlukah ia tambahkan bahwa atasannya kini datang untuk menengok mereka semua? Bah, mungkin tak apa bagi para Exorcist yang tugasnya memang di lapangan, namun bagi dirinya? Kaca pecah yang tadi saja belum dibersihkan. Ia harus meminta tolong rekan staf manajemennya dalam hal tersebut.

Ya, rekannya. Hei, Evangeline tidak bekerja di departemen kebersihan!

"Sir." Cambuknya ia kesampingkan, namun bukan karena ia takut hingga akhirnya menyembunyikannya. Cambuk tersebut sudah bagian dari harga dirinya, jadi maaf saja--mau siapapun menyuruhnya untuk menyimpan cambuk tersebut, ia takkan menurut. Ada beberapa hal yang memang pantas dipertahankan, dan salah satunya adalah harga dirinya.

Bahkan di depan atasannya sekalipun.

"Ehm." Wanita ini memulai dengan dehaman, sebelum akhirnya menunjuk ke arah Wilhelm. "Pria ini menjadi tersangka utama yang memecahkan cermin di koridor."

Gadis tersebut mendelik, kemudian beralih lagi pada sang Supervisor. Kontak mata itu penting dalam berkomunikasi, bukan? "Biaya penggantian bisa ditarik dari gajinya, bukan?"

Evangeline tersenyum kecil, sedikit merasakan kalau kemenangan (kecil) berada di depan mata.




OOC: sori kalau kurang in-char. Megang Tsundere susah sih (ninja)
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   29th March 2010, 05:29

"Hei kau tidak apa-apa?"

Gray mengalihkan perhatiannya pada William, teman sekamarnya. Merasa cemas? Tidak, sebenarnya bukan itu yang Gray cari, bukan ekspresi cemas orang-orang yang melihatnya sekedar membenturkan kepala atau menggoreskan benda tajam di tangannya. Gray bukan seorang pencari perhatian karena dirinya merasa kesepian.

Hanya saja...

Sesaat ketika darah mengalir ke luar dari dalam tubuhnya, ia merasakan ketenangan, semacam euforia kecil yang berlangsung dalam hitungan menit, atau kadang detik. Hanya kenikmatan sesaatlah yang membuat manusia seperti Gray menjadi pendosa, bukankah begitu?

"Oh, tentu. Santai saja~" ucapnya tenang sambil tersenyum pada rekan Exorcistnya yang albino itu.

Sekarang apa? Hmm...

"Ngomong-ngomong orang yang berkumpul di sini semakin banyak saja ya..."

He, memangnya ada siapa lagi yang ikutan? Oh, rupanya ada 2 orang lagi, dan salah satunya adalah sang Supervisor yang terhormat, Lupus Corwin. Wah, wah, lama-lama Gray bisa berikan Wilhelm tepuk tangan karena bisa menyedot perhatian isi markas dengan pecahan kaca, kucing, dan baret.

Sepertinya nona Evangeline sedang berkelit bahwa dia tak bersalah dalam kejadian ini pada Supervisor. Yah, sebenarnya memang tepat sih. Nona itu baru datang setelah kaca pecah, kan?

Melirik serpihan kaca yang tampak menarik itu, Gray langsung mendatanginya. "Biar aku yang bersihkan! Biar bagaimana aku juga terlibat, Tuan. Kumohon jangan marahi Nona Evangeline, dia tak terlibat, kok~" ucapnya santai sambil memberikan senyum yang selebar-lebarnya pada Lupus Corwin, mengabaikan rumor (yang sepertinya memang benar) bahwa Lupus Corwin itu galak dan fakta bahwa bisa jadi gajinya juga ikut dipotong.

Hati Gray berdebar-debar, bongkahan tajam itu terlihat sangat menarik. Gray bisa membayangkan bagaimana tangannya berdarah saat mengambil satu bongkah besar kaca. Sungguh menyenangkan~

Hmm, selintas pemuda bermata heterochromia itu memikirkan tentang ruang medis. Benar juga sih, nanti Gray harus ke sana. Kalau infeksi kan tidak enak juga. Yah, tapi nanti saja, setelah semua ini selesai...
Back to top Go down
View user profile
Arthem Seravine



Posts: 56
Umur: 27
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 26

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   29th March 2010, 17:59

Nyengir, menggendong kucingnya sebelum diterkam para monster di sini. Oh itu hanya gurauan singkat yang digambarkan Arthem dalam pikirannya yang seperti negeri dongeng. Ada nenek sihir dengan cambuk, tukang pel yang psikopat, orang polos... orang polos... ya ampun semua ada di sini. Persis, persis kalau ia buat ceria dongeng untuk anaknya nanti, mereka pasti jadi tokoh penting dalam dongengnya. Bagaimana mungkin semua hal di sini begitu menarik perhatian seperti kembang api sampai semua berkumpul bagai semut yang mengerubungi gula.

Euh...

Dan ya ampun nona, singkirkan cambukmu itu. Berbahaya rupanya.

"Ngawur kamu!" berucap dengan nada tinggi sambil mengayun-ayunkan cambuk pada si kucing. Owalah, baru saja ia mengayunkan cambuk ke arahnya, bagaimana kalau wajah tampan dan mulus (tentu ini gambaran versi Arthem sendiri) jadi robek terkena cambukan tersebut. Si nona pasti berharap demikian. Sayang beribu sayang ia bisa menghindar dengan manisnya.

"Wa... wah, sebaiknya Anda simpan cambuk itu sebelum melukai makhluk manis ini nona," berucap dengan nada memohon (kedengarannya) sambil mengelus-ngelus kucing hitam tersebut. "Atau ia bisa balas dendam dengan loncat ke wajahmu," memberikan cengir ala-nya. Tentu hanya bercanda.

Dan... "WAH, KUCING!" ada satu lagi yang nampak menyukai kucing. Di sisi lain ada yang membencinya dan di sisi lainnya ada yang menyukainya. Dunia memang sangat wajar sekali.

"Ya tentulah di sini ada kucing," ucap Arthem sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

Padahal sebenarnya Arthem ingin banyak bermain-main, dengan kucingnya, dan dengan tuan-nona yang ada di sini. Namun tanpa ia sadar ada derap langkah lain yang mendekat, maju kemudian menyapa dengan tampang tegas... tampang seperti ehm, maaf seperti monster atau badut? (silakan hentikan pikiran liarnya), ya... yah... orang yang katanya terkenal. Tapi ah, Arthem baru melihatnya beberapa kali, ia lebih terlihat seperti aktor komedi (?).

"Ada masalah apa di sini?"

"Waaah! Super Ultra Lord tuan Supervisor Crownin," melambaikan satu tangan sementara tangan lain menggendong si kucing yang ingin melompat sepertinya. "Bahkan urusan kaca pecah sampai kucing bisa memanggil Anda ke sini ya. Sungguh cabang ini memiliki Supervisor super yang sigap dua puluh empat jam seperti sistem keamanan markas," berkomentar lagi. Sejujurnya ia tidak sedang mencari masalah.

"Pria ini menjadi tersangka utama yang memecahkan cermin di koridor." Dan kemudian nona Evangeline memberikan penjelasan yang memberatkan tersangka utama, yah teman sekamarnya it memang jadi tersangka kan.

"Waduh nona Reginald dengan cambuk saktinya, jangan melaporkan hal yang memberatkan rekanku begitu dong... ini kan hanya kecelakaan ya kan?" berkomentar lagi, kemudian di akhir kalimat melirik Gray yang mulai memunguti pecahan kaca dengan begitu nikmatnya.

Guratan penuh rasa aneh dan tanya terbesit, oh ada juga orang semasokis ini di dunia. Baru lihat dia... sesukamu lah.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Lupus Corwin
Vatican Central


Posts: 286
Umur: 18
Pemilik: Male

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 45

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   29th March 2010, 18:42

Ketika Lupus mendekat, kalimat William menyusup ke dalam telinganya, yang tidak membuat sudut mulut sang Supervisor berkedut atau membengkok baik ke arah yang menyenangkan atau sebaliknya. Ya, Lupus mengesampingkan masalah itu karena ada hal lain yang perlu diperhatikan, yang membuat Nona Reginald mengayunkan cambuknya dengan ganas - meskipun Evangeline terbiasa mengayunkan cambuknya tanpa main-main, namun Lupus mengenali kelebihan energi dalam udara yang bergetar tersabet seutas cambuk, yang pemiliknya tengah menyapa sang Supervisor.

"Ya, Nona Reginald," Lupus membalas sapaan Evangeline sambil melirik wanita itu. Memang wajah Lupus yang sedikit terarah kepada Evangeline membuatnya tidak perlu menoleh dan menatap staf manajemen itu secara langsung, lain halnya ketika tiba-tiba Evangeline berdeham dan menunjuk Wilhelm, si Exorcist biasa - yang karena sifatnya yang terlalu biasa membuatnya mudah dikenali karena kebanyakan staf operasional di Markas Cabang Amerika Utara-Selatan memang cukup tidak biasa... sebut saja seorang gadis Meksiko yang luar biasa lincah, yang Lupus percaya bukanlah efek samping dari Innocence-nya - dan menuduh Exorcist berambut hitam itu sebagai tersangka utama pemecah cermin di koridor.

Oke, bagian pertama, kasus sudah diklarifikasi, demikian juga dengan bagian kedua, yaitu peran terdakwa - dan mungkin juga peran pendakwa - yang muncul dalam satu argumen singkat. Namun, mungkin Nona Reginald terlalu terburu-buru membuat proposal sanksi sehingga melupakan hal penting dalam membuat keputusan; bukti.

Sela sebentar dari pemikiran berbasis rasionalitas tadi, kedua mata hitam Lupus mengamati Claude yang dengan "giat" mendatangi tempat kejadian perkara dari kasus ini, dan setelah "memohon" untuk tidak "memarahi" Nona Evangeline, mulai membereskan pecahan-pecahan kaca itu.

Baiklah, cukup dengan staf operasional yang mungkin ingin dipindahkan ke divisi Manajemen setelah Innocence-nya sudah tidak kompatibel lagi dengannya - yang mungkin cukup langka mengingat Sleipnir adalah Innocence bertipe Parasit - dan mari perhatikan Exorcist serba bisa, Arthem Seravine yang menyapa seseorang bernama "Crownin" namun menyebutkan jabatannya sebagai seorang Supervisor ketika melanjutkan kalimatnya dengan komentar mengenai Supervisor Markas Cabang Amerika Utara-Selatan.

Dilanjutkan dengan pembelaan kepada Wilhelm, Lupus Corwin juga tidak berkomentar atas tingkah Seravine; namun melihat sepertinya semua orang sudah cukup berbicara, akhirnya Lupus membuka mulutnya dan melayangkan kedua matanya kepada Seravine.

"Terima kasih, Sevarine," respon Lupus sambil menukar beberapa huruf. Terima kasih karena Lupus mengambilnya sebagai pujian dan penukaran huruf sebagai balasan ringan dari tingkahyna barusan. Meskipun begitu sebenarnya komentar Seravine tadi telah mengusik hal lainnya dalam benak Lupus yang membuat kakinya gatal untuk segera melangkah ke Kantor Keamanan. Namun meninggalkan sesuatu sebelum hal itu selesai juga bukanlah kebiasaan Lupus. Itu tidak efisien.

"Dan Nona Reginald, apakah Anda memiliki bukti bahwa pelakunya adalah Smith? Daripada menuduh, akan lebih efisien apabila Anda mengerjakan tugas Anda sebagai staf manajemen. Sedikit pembersihan, mungkin?" lanjut Lupus dengan sebuah sunggingan kecil pada salah satu sudut mulutnya, memamerkan senyum yang cukup tidak enak dipandang lama-lama disertai dengan sebuah lirikan ke arah Claude yang masih "dengan senang hati" membersihkan pecahan kaca, sebelum kembali kepada kelompok kecil itu. "Lalu, sebenarnya siapa pemilik kucing hitam ini?" tanyanya sambil menatap Eastwood, Rheins, Smith, Seravine, dan terakhir, Evangeline. Mungkin apabila tidak ada yang tahu, maka Lupus Corwin benar-benar harus pergi ke Kantor Keamanan.

_________________



Benjie's 5th Character - The Wolf spider
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Louis Eastwood



Posts: 30
Umur: 22
Pemilik: LLJ

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 16

PostSubject: Re: [AMERICA] A Perfectly Abnormal Day   30th March 2010, 08:32

Kucingnya imut, ya? Walaupun seluruh bulunya berwarna hitam legam, yang menurut mitos menjadi simbol pembawa sial. Namun asalkan wujudnya kucing, tak akan ada hal-hal yang mampu menghalanginya 'terbang' menyongsong makhluk berbulu lembut ini.

Seakan terhipnotis oleh kecantikan si kucing, Louis mengangkat salah satu tangan (kaki depan) si kucing dan memijit-mijit buku-buku kakinya dengan gemas, "Aaah~ mungil sekali dirimu ini~ Cantiknyaaa!"

Segala perdebatan antara berbagai macam orang di sekitarnya sama sekali tidak dihiraukannya. Kalau ada ungkapan berbunyi "dunia hanya milik berdua saja", maka hal itu memang benar. Di dalam dunia yang dinikmati oleh pikiran Exorcist pemilik ukuran tinggi badan paling pendek di antara semua orang di sini, hanya ada dirinya dan si kucing. Dia menyorongkan segelas penuh berisi susu yang tadi dibawanya kepada makhluk pujaannya itu, "Ayo, minum susunya, cing."

"Cing" itu adalah sapaanya yang diambil dari suku kata terakhir pada kata "kucing".

"Ada masalah apa di sini?"

Hm? Akhirnya ada juga yang berhasil menarik perhatian Louis, yang sedang asyik mengamati si kucing yang sedang mengendus-endus susu di gelasnya, di dalam pelukan Exorcist di depannya. Louis menoleh tak rela (karena cuma ingin mengamati si kucing tercinta), dan menemukan ada sosok pria besar bertampang seram berdiri di belakangnya. Setidaknya bagi Louis, Supervisor Black Order cabang tempatnya mengadu nasib ini tampak besar lho~

"Waaah! Super Ultra Lord tuan Supervisor Crownin," didengarnya si Exorcist mendadak menyapa riang sang Supervisor "Crownin". Wah, tingkah riangnya ini sempat mengagetkan Louis dan membuatnya mengernyitkan dahi. Memangnya nama Supervisor-nya itu "Crownin", ya?

Tapi dengan adanya yang bersikap sehangat itu, kontras dengan kebanyakan orang di sekitarnya yang sempat membuat nyali Louis mengerut juga, Louis jadi berani ikut-ikutan nyengir lebar dan menjabat lagi tangan (kaki depan) si kucing hitam demi menjawab pertanyaan terakhir sang Supervisor "Crownin", "Lalu, sebenarnya siapa pemilik kucing hitam ini?"

"Aku! Aku! Aku boleh merawatnya, tidak?!" sembur lelaki mungil satu ini sambil mengacungkan tangannya tinggi-tinggi. "Boleh, ya? Boleh, ya?"


OOC: Ah, lama gag nulis paragraf RP, sori kalau jadi aneh bahasanya =="
Back to top Go down
View user profile http://inyourheart.playblogger.com/index.htm?mod=profile
 

[AMERICA] A Perfectly Abnormal Day

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» America and Russia~
» America or Canada
» Alfred F. Jones// United States of America
» The Vikings Discover America, ca. 1000
» [AMERICA] Lokasi dalam Markas

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
How to make a forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums