An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AMERICA] All About Tea

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Wilhelm U. Smith



Posts: 72
Umur: 18
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] All About Tea   28th January 2010, 17:51

“Terlalu kental?” Yang benar?” General mungil di depannya bertanya dengan wajah anak kecilnya.

'Iya General, for God's sake it's too damn thick' adalah hal yang ingin diucapkan Wilhelm, tapi tidak diucapkannya karena takut diinjak Lea lagi, yang omong-omong, sedang berjalan ke arahnya?

JDUAK!

"HOLY SH!!! Aaaaa..." Exorcist berkebangsaan Amerika itu hampir saja mengumpat ketika ia diinjak gadis di depannya untuk kedua kalinya. Ia mengutuk otaknya, yang melupakan bahwa General itu tidak suka dipanggil General.

“Memang nama ‘Lea’ sebegitu sulitnya disebut, ya?” Wil mendengar suara anak kecil, ketika ia berlutut untuk mengelus kakinya yang kesakitan karena diinjak -secara kejam- 2 kali. Sebagai orang biasa, sudah wajar kalau ia merasa sakit ketika kakinya disiksa seperti itu.

"Ah... maaf Gen- Lea, aku lupa... " pemuda berambut hitam ini langsung meminta maaf, dan bernafas lega saat ia tidak jadi memanggil gadis di depannya itu dengan jabatannya. Twice is enough already.

Ketika ia berdiri, Lea sudah berada di depannya, memegang secangkir lagi teh. Wilhelm meneguk ludahnya ketika ia melihat cairan teh -yang sekarang berwarna sedikit lebih muda?- di dalam cangkir. Entah apa yang ia masukkan ke sana, Exorcist muda ini tidak melihatnya.

"Ah... okay Lea, here goes," tidak kapok mengucap salam perpisahan pada General di depannya itu, Wilhelm akhirnya meminum teh yang ada di cangkir itu dalam jumlah besar sekaligus. Tampaknya dia lupa "teh" itu panas?

OHOK

PRANG

Kaget dengan cairan panas -dan amat manis- yang ia masukkan ke dalam mulutnya, secara refleks, orang Amerika ini memuntahkan kembali cairan di mulutnya. Ah, ditambah lagi, ia menjatuhkan cangkirnya dalam proses muntahnya.

... hening sesaat.

"Eh... anu... maaf Lea, aku terlalu bersemangat meminum tehnya, jadi... aku tersedak?" ia berkata, terdengar tidak yakin.
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Arthem Seravine



Posts: 56
Umur: 27
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 26

PostSubject: Re: [AMERICA] All About Tea   2nd February 2010, 20:48

Ehm yah begitu... pasti begitu sepertinya. Tidak tahulah, entah mengapa nampaknya Arthem hanya melebarkan cengiran begitu melihat rekan sepekerjaannya (sekamarnya malah) dengan susah payah harus menelan ramuan yang mungkin berbahaya itu. Oh... Arthem berjanji kalau sesuatu terjadi padamu ia pasti akan membantu untuk membereskan barang-barang milik Will di kamar. Ehm, bukan mendoakannya mati, hanya kan jika saja. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?

Oops...

Benar kan? Baru saja dipikirkan tiba-tiba karena kesalahan bicara maksudnya mengucapkan kata yang tabu di hadapan general mini ini, Will hampir saja mungkin kehilangan kakinya. Memang, mungkin hanya pikiran Arthem yang agak berlebihan. Namun ia tidak mau mengambil interupsi dan mempersilakan kejadian demi kejadian tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Sebuah tontonan kan...

Sampai kemudian, sebuah atau dua buah suara terdengar...

Oops... lagi. Arthem agak menjauhi tempat kejadian, tidak mau tertimpa masalah... siapa pula yang lari dari masalah sebelumnya?

"Ya ampun Willicchi, seharusnya kau lebih hati-hati eh..." berucap ringan hanya sekedar menasehati. "Anda tidak apa-apa Learicchi?" beralih pada nona general yang berumur setahun lebih tua darinya, bagaimanapun kepentingan Lady adalah yang nomor satu sebagai seorang Gentle Man, menurutnya.

Merasa ada sesuatu yang harus dihentikan di sini, sebelum teman sekamarnya terkapar karena harus menegak obat pencahar? Atau ikut-ikutan tasteless seperti general mungil di hadapannya.

"Yaah... sekarang bagaimana kalau kita sudahi main teh-tehannya?" melirik dua orang yang ada. Kan? Daripada jatuh korban, atau lebih parah dirinya yang menjadi korban? Sesekali Arthem harus bersikap egois untuk kepentingannya.

Tetap tersenyum sambil menawarkan, "Atau kalau mau... bagaimana jika kalian mencicipi teh buatanku saja. Hm..." melirik seisi ruangan. Adakah bahan yang bisa dijadikannya sebagai minuman yang setidaknya sehat dan tidak berbahaya daripada nona general mengungkit ramuan beracunnya lagi.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Diavlea S. Goethe



Posts: 52
Umur: 17
Pemilik: Kumohare[n]

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 27 y.o

PostSubject: Re: [AMERICA] All About Tea   4th February 2010, 20:49

PRANG!

Nah. Loh.

“Astaga, Wil, gelasnya pecah loh,” alih-alih menyodorkan penadah seperti baskom atau ember, untuk Exorcist yang muntah-muntah di depannya, Lea berjongkok mengumpulkan pecahan gelas malang itu dan menampungnya dalam sebuah piring besar. Sayang sekali, padahal gelasnya bagus. Huuuh...pokoknya Wil harus membersihkan semuanya!

“Minumnya pelan-pelan, masih ada banyak kok~” lanjutnya, mempertimbangkan apa ia akan memberikan Wil kesempatan kedua untuk mencicipi gelas teh selanjutnya. Atau ia perlu menambahkan es batu..?

"Anda tidak apa-apa Learicchi?"

“Sangat baik-baik saja, tapi gelasnya tidak ‘baik-baik saja’,” menghela nafas pendek, seakan gelas itu adalah harta berharganya atau apa. “Lain kali akan kutambahkan es batu, saat itu kalian harus mencobanya, ya?” tersenyum cerah, jelas sekali memaksa kedua Exorcist tersebut untuk menjadi kelinci percobaannya nanti.

Ah~! Kali ini Arthem menawarkan teh buatannya sendiri, tentunya General asal Kanada itu tidak mungkin menolak, bukan? “Ayo Arthem buat~!” –kalau bisa ditambahkan coklat, ehem.

_________________
*haggu Zen and Suppi buat ava-siggnya*

"Call me 'Lea'! Not 'General'! [-(" -- Diavlea S. Goethe
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith



Posts: 72
Umur: 18
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] All About Tea   12th February 2010, 18:52

Masih menatap muka gadis berambut hitam di depannya itu tidak yakin, Wilhelm sedikit bersiap, menunggu dampratan –atau lebih parahnya, pembantaian- yang akan diberikan padanya, berhubung dia sudah menjatuhkan “mahakarya” General mungil di depannya itu.

“Astaga, Wil, gelasnya pecah loh,”


‘Well, duh...’ Wil berpikir, agak heran dengan tingkah laku General di depannya ini. Maksudnya... tidak ada pembantaian kah?

Menghela nafas setelah ia memutuskan bahwa stuasi telah menjadi tidak berbahaya, Exorcist berambut hitam ini akhirnya ikut berjongkok, membantu Lea memunguti pecahan-pecahan kaca yang berserakan di lantai dapur itu. Sambil tersenyum kecil –karena dia masih hidup dan bernafas, Wilhelm akhirnya meminta maaf sekali lagi.

“Ah, maaf Lea... tanganku terselip tampaknya.”

“Minumnya pelan-pelan, masih ada banyak kok~”


*deg*

Agaknya terkejut mendengar kemungkinan bahwa ia harus meminum... “teh” itu lagi, remaja 16 tahun ini membeku sesaat. Apa yang orang biasa sepertinya lakukan untuk menghindar dari meminum ramuan aneh itu? Kabur tentunya.

Untungnya sebelum pemuda ini melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, teman sekamarnya sudah menyelamatkannya duluan. "Yaah... sekarang bagaimana kalau kita sudahi main teh-tehannya? Atau kalau mau... bagaimana jika kalian mencicipi teh buatanku saja. Hm..."

God bless you, Arthem!!! Even though i don't really believe in Him...




WEBE orz
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Arthem Seravine



Posts: 56
Umur: 27
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 26

PostSubject: Re: [AMERICA] All About Tea   13th February 2010, 19:48

Oke... satu masalah selesai setidaknya. Oh, mimpi apa Arthem tadi malam hingga sampai harus berhadapan dengan sesuatu seperti ini, haruskah ia terus berpura-pura sembari senyam-senyum seakan tidak resah dengan keadaan itu? Jika bukan karena alkohol mungkin sekarang dirinya sudah tidak selamat seperti rekan sekamarnya... yang nampaknya lebih tegar dari kelihatannya.

Ahahaha

“Lain kali akan kutambahkan es batu, saat itu kalian harus mencobanya, ya?”

Tuh kan~

Memberikan sunggingan senyum tipis yang dibuatnya untuk menyenangkan hati sang lawan bicara. "Tentu saja, mungkin dengan es batu rasanya jadi lebih menarik," berucap menambahkan. Mau dingin atau panas kalau rasanya tidak jelas begitu tetap sama saja beracun.

Soal teh tawarannya, “Ayo Arthem buat~!” Sungguh, reaksi yang bagus. Setidaknya ia punya kemampuan yang cukup handal dengan pekerjaan dapur, dan setidaknya apa yang dibuatnya tidak akan beracun. Dan sungguh, Arthem ingin membuatnya sekarang juga... setidaknya mungkin bisa memberikan gambaran pada sang general bagaimana teh yang sebenarnya. Tapi percuma saja kalau ia tasteless.

Sayangnya... sayangnya...

"Sayangnya Anda sudah menghabiskan semua daun teh di sini Learicchi," berucap sambil melihat ke tumpukan persediaan yang sudah habis, menguap menjadi sebuah ramuan yang tidak jelas. "Hm... seandainya ada bahan lain?" mengerling, menatap seisi ruangan. Adakah benda ajaib yang bisa menyelamatkannya dari ramuan tersebut.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Wilhelm U. Smith



Posts: 72
Umur: 18
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] All About Tea   23rd June 2010, 20:57

Sesuatu yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat.

Kalau tidak salah, Wilhelm pernah mendengar pepatah yang seperti itu. Biasanya, ia akan setuju akan pepatah tersebut, mengingat beberapa pengalamannya sebagai seorang Exorcist lapangan. Akan tetapi, dia sama sekali tidak beranggapan kalau minuman aneh yang tadi diseruputnya itu akan membuatnya lebih kuat sedikitpun. Malahan mungkin 'teh' tadi akan melemahkan indera perasanya, karena sampai sekarang, lidahnya masih terasa... lucu.

'Semoga ini tidak akan menimbulkan penyakit kanker lidah atau semacamnya,' Exorcist muda ini memang tidak mengerti sama sekali soal kedokteran, tapi yang jelas lidahnya terasa sangat aneh. Mungkin ia harus memeriksakannya ke dokter, untuk berjaga-jaga.

Setidaknya, seluruh 'cobaan' ini telah selesai. Setelah ini, pemuda berambut hitam mungkin tidak akan menyentuh teh untuk waktu yang lama. Sangat lama.

Menghela nafas sekali lagi, bocah Amerika ini memandang rekan sekamarnya dengan pandangan yang menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat. Orang biasa sepertinya mungkin tidak akan pernah melihat matahari lagi kalau dipaksa meminum ramuan ajaib itu sekali lagi.

"Sayangnya Anda sudah menghabiskan semua daun teh di sini Learicchi," Wil mendengar rekan sekamarnya itu berkata dengan nada kecewa. "Hm... seandainya ada bahan lain?"

Kata-kata itulah yang dibutuhkan Exorcist muda ini untuk pergi.

"Ah, mungkin masih ada stok di kafetaria," sambil melontarkan kebohongan kecil, perlahan tapi pasti, Wilhelm bergerak ke arah pintu keluar.

'Sedikit lagi,' pikirnya.

Kalau kedua orang yang ada di situ memutar otaknya sedikit, akan terlihat bahwa kata-kata pemuda ini adalah bohong. Toh, alasan pertama Wilhelm datang ke kafetaria, kan, untuk mengambil daun teh yang habis di kafetaria. Tapi sekarang sudah terlambat, Exorcist satu ini sudah sampai di pintu dapur.

"Nah, see ya later!"

Wilhelm tidak kembali lagi.

[Wilhelm OUT]





OOC: Oke, kita sudahi saja. <<- WB
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
 

[AMERICA] All About Tea

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» America Gundam
» The Vikings Discover America, ca. 1000
» The Vikings Discover America, ca. 1000
» [AMERICA] Lokasi dalam Markas
» First day at school in America (open)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Free forums | Roleplay forums | D.Gray-Man RPG | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums