Lalu?
Apalah kata-kata itu—tidak berguna untuk yang sekarang hm, Lio?
Kenapa? Tak ada lagi kalimat lain selain—kau gadis yang kusayangi sebagai adik sendiri. Memangnya apa yang kau harapkan selain hal macam itu Shion? Dirinya masih tidak ingin menatap wajah sang murid didik dengan predikat master yang sama. Karena ia sendiri yang mengusirnya pergi. Dan kenyataannya? Ia pergi tuh. Beristirahat. Tersenyum. Bagaimana caranya ia melakukan hal seperti itu dalam kondisi seperti ini, bodoh? Tak mempedulikan tatapan yang melayang ke dalam dirinya di ruangan itu.
Dua kali.
Ketika pertempuran waktu itu, dan sekarang. Ah sudahlah, ia sudah mulai muak dengan semua ini. Berdiri dari peraduannya. Kompres es ia letakkan di salah satu meja yang kiranya paling dekat dengan koordinat tempatnya berdiri sekarang ini. Terima kasih? Tidak, ia hanya ingin berbaring di tempat tidur kamarnya dan melupakan segala yang telah terjadi kali ini. Dan mungkin—akan lebih bagus kalau ia hilang ingatan sekalian.
Amin.
[OUT too]