An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AMERICA] Project UBAH

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
AuthorMessage
Estrella Rovers



Posts: 63
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   2nd April 2010, 21:01

"Ayo Luppi, foto yang banyak dengan Luppi Junior!"

Seruan ceria itu muncul ketika Estrella melihat sebuah senyum terpampang di wajah Supervisor Corwin. Sang bintang utama telah dijemput--dengan tarikan tangan ceria dari Estrella, tentunya--dan semuanya telah siap berpose di depan mahakarya abad ini... masih ingat? Iya, itu, patung setinggi 12 kaki yang kini berjuluk Lupus Corwin Jr.!

Jangan heran kalau Estrella memanggil Lupus dengan panggilan yang agak... terlalu akrab, karena begitulah tabiat anak satu ini. SKSD atau malah kurang ajar--harap dimaklumi.

"Semua sudah siap? Lea dan Raul juga? Ehh, kakak dan lainnya mana, ya?" kepalanya bergerak kesana kemari untuk memastikan peserta sesi foto saat itu, ia dapat menemukan Eva, Lupus, Lea dan Raul di sebelahnya, namun Elías maupun Chrysalis sama sekali tak nampak. Bahkan, sang pelopor proyek ini, Eisen, tidak kelihatan batang hidungnya. Hee, ya, sudahlah~ Sesi foto kedua bisa dilaksanakan setelah ini, kan?

Memeluk lengan kedua orang di sampingnya--Lupus dan Eva--gadis polos ini memasang senyuman lebar. Ah, ia punya keberanian untuk memeluk lengan orang itu, ternyata... "Juru kamera, tolong ya! Ayo semuanya, senyum yang lebar~!"

JPRET! JPRET!

Dan sesi foto itu pun terus berlanjut. Entah sampai kapan ini akan berlangsung, kalau saja tidak ada orang yang mencoba menghentikan atau mengubah alur aktivitasnya...

Ada yang mau taruhan berapa lama sang Supervisor dapat meredam kemarahannya?
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini



Posts: 54
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   26th June 2010, 08:30

Eva masih terkekeh pelan di balik kipas warna salemnya. Belum ada satu menit berlalu sejak Estrella memberi aba-aba agar juru-juru kamera dadakan mengabadikan momen paling berharga di abad 19 tersebut. Telapak tangannya yang lain memegang pinggangnya sendiri yang ramping saat wajahnya menoleh perlahan pada sang Supervisor.

“Aah Supervisor Corwin,” suara itu terdengar lebih seperti desisan. Memang siapapun tak dapat melihat senyum Eva yang mengembang dari balik kipas tersebut. Namun, sorot matanya yang sering didiskripsikan mirip seperti rubah mampu menyampaikan senyum manisnya. “Jika Anda ingin berterimakasih, berterimakasihlah pada General Eisenberg.” Telapak tangan wanita berambut kemerahan tersebut bergerak, warna salem tersebut berganti dengan sapuan nuansa merah muda di bibirnya yang tersenyum, picik.

“...beliau yang mengusulkan ide fantastis ini, Tuan Corwin.” Eva Montini berkacak pinggang. Ia tahu sang Supervisor juga pria yang cerdas. Pasti ia bisa menginterpretasikan kalimat-kalimat wanita dengan kulit terang tersebut sebagai; 'jika ingin marah, menghukum, atau membunuh seseorang. Lakukanlah pada Eisenberg saja dan bukan diriku.' Tepat sekali, memang itu yang ia maksud.

Dan, ia juga cukup pintar agar tidak berada terlalu dekat dengan pria itu, apalagi saat ia membawa benda tajam seperti sekarang. Exorcist wanita tersebut mendekati Estrella, menepuk bahu sang gadis Meksiko dengan lembut sambil berbisik pelan: “Selanjutnya, yang di sini kuserahkan padamu, Estrella...”

Sang wanita berbalut busana merah-hitam itu melangkah menjauhi pusat keramaian dengan licin. Roknya yang dihiasi detail feminim bergoyang pelan mengikuti tubuh sang empunya yang mulai memasuki salah satu lorong yang terhubung ke aula bundar. Ia masih memiliki rahasia lagi, rahasia terbaik yang mungkin bisa menambah gegap-gempita markas Amerika Utara-Selatan jika semuanya berjalan lancar.

...garder le meilleur pour la dernière.


Back to top Go down
View user profile
Lupus Corwin
Vatican Central


Posts: 286
Umur: 18
Pemilik: Male

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 45

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   26th June 2010, 13:33

Dengan ceria Estrella mengajak Lupus untuk berfoto [lagi] dengan patung David yang dimodifikasi itu, dan Lupus yang sedari tadi masih tersenyum sinting itu hanya melebarkan senyumnya. Jarang-jarang memang ada foto lengkap personil Markas Cabang Amerika Utara-Selatan karena mereka tidak pernah lengkap; pergi ke sana-ke mari menjalankan misi-misi dengan tingkatan yang beragam. Dan sampai sekarang pun Lupus tidak pernah berinisiatif untuk mengambil foto, karena selalu saja ada yang datang dan meninggalkan markas cabang asuhannya. Meskipun begitu, Supervisor Markas Cabang Amerika Utara-Selatan itu tidak mengindahkan pikiran itu. Bagaimanapun juga, dibandingkan kebersamaan, dia masih memilih efisiensi... terutama masalah fiskal. Sepertinya dia perlu memanggil Kepala Divisi Manajemen untuk menghitung pengeluaran Markas Cabang Amerika Utara-Selatan bulan ini. Patung setinggi itu jelas tidak dibuat dalam waktu semalam, kan?

Kembali ke patung dan gadis berambut pirang itu yang hanya didesisi Lupus, "next time watch your manner, Rovers-Salazar," karena pria berusia 45 tahun itu sudah tahu tabiat Estrella seperti apa, dan sudah terbiasa untuk memanggil kakaknya yang entah ada di mana orangnya sekarang. Tapi itu urusan belakangan, sekarang Lupus perlu memasang senyum karena gadis itu telah memeluk lengan Lupus sambil menunggu campuran magnesium atau zat-zat kimia apapun muncul dari kamera yang tepat menghadap patung 12 meter tadi; tentunya, senyum yang sama dengan senyum barusan, meskipun kali ini otot-otot di sekitar kantong matanya sudah mengendur...

...hanya untuk mengencang lagi ketika wanita ja**ang dari Italia itu berbicara dengan nada yang licik seperti ular. Diliriknya wanita Italia itu sambil perlahan mengangkat dagunya, sebelum senyum sinting sang Supervisor mengembang lebih lebar ketika dia mendengar argumen - atau permainan kata-kata - wanita Italia itu. Sungguh tangan kirinya yang masih menggenggam pisau lipat di saku jubah Supervisor-nya sudah gatal untuk meluncur dan menyambar wajah wanita Italia itu, apalagi melihat tingkahnya sekarang. Untung saja dia tidak mengibaskan rambut merahnya dengan pongah, atau mungkin setidaknya tangan kanan Lupus sudah menyambar seragam wanita itu, menariknya melewati Estrella sehingga bisikan sinis Lupus bisa terdengar jelas. Ya, untung saja, bukan?

'You're not getting away from this, Montini. You are not,' kecam Lupus di dalam benaknya yang diekspresikan dalam geraman pelan dan bergetarnya kepala sang Supervisor untuk sesaat selagi kedua arang hitam itu terpancang pada si wanita Italia yang kemudian melenggang pergi dengan goyangan yang memuakkan Lupus, dan ketika melihat wanita itu masih tetap melenggang penuh kemenangan, tangan kiri Lupus bergerak cepat mengeluarkan belati pisau lipatnya dan menariknya keluar dari saku jubahnya. Tidak peduli berapa banyak orang yang ada di sana, Lupus pun mengangkat pisau lipatnya hingga setinggi mata dan melemparnya ke arah wanita Italia itu. Tentu saja Lupus sudah mengarahkan pisau yang melesat setinggi kepala wanita Italia itu untuk tidak mengenai bagian tubuh siapapun, tak terkecuali si wanita berambut merah. Bagaimanapun juga, selain tanggung jawabnya sebagai Supervisor, jabatan wanita Italia sebagai Apostle itu telah melindunginya dengan baik.

"Santa Cruz, I want everyone involved's names on a piece of paper at once!" perintah Lupus sambil menatap staf Keamanan berdarah mestizo itu, "including yours at the top of the list.

"Yes, everyone involved will have a special appointment in my office," tambah Lupus lagi, kali ini kepada semua orang yang berada di Aula Bulat, sebelum matanya menangkap sosok Exorcist berbaret yang bergerak mundur beberapa langkah. "Perhaps we can start with you, Mr. Smith?"

Dan sekali lagi, senyum sinting tadi kembali muncul, meskipun menegangnya otot-otot di sekitar kantong mata dan sudut kemiringan alis sang Supervisor telah berkurang.

_________________



Benjie's 5th Character - The Wolf spider
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Raul Santa Cruz



Posts: 50
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th June 2010, 08:37

"... including yours at the top of the list." Supervisor Lupus Corwin, haruskah beliau melibatkan dirinya dalam masalah yang ia tidak tahu tepatnya bersumber dari apa (dan berujung pada penistaan mahakarya Michelangelo sekaligus supervisornya sendiri)? Ia menggertakkan giginya, namun tidak memberikan lebih dari anggukan patuh. Dalam kasus ini, lebih baik menurut ketimbang mencari masalah.

Ia menatap Estrella, kemudian Eva Montini yang tampaknya 'menerjang' langsung Lupus Corwin tanpa rasa takut. Untuk kedua wanita itu, tampaknya memang tidak perlu dikhawatirkan; apalagi Jenderal Eisenberg. Tentu, Exorcist adalah komoditi terbatas yang perlu dijaga, dan apapun yang mereka lakukan tidak akan berujung pada pemecatan mereka, berbeda dengan staf macam dirinya, dan... oh, ya, Elias. Itu baru seseorang yang patut dikhawatirkan.

"Perhaps we can start with you, Mr. Smith?"

Ia tidak tahu apakah senyumannya yang berusaha meyakinkan Will bahwa semua akan (kurang lebih) baik-baik saja bagi dirinya tersampaikan, namun Raul tidak terlalu memikirkannya. Untuk menunaikan tugasnya, tentu ia perlu mengetahui nama-nama dari pihak yang terlibat; baik yang sukarela seperti Estrella, maupun yang numpang lewat dan entah bagaimana terciprat masalah juga, seperti dirinya, mungkin. Tangannya menuju dahinya, sembari ia bergumam sendiri, "Ay... dios mio..."

Raul mengenal Jenderal Diavlea, Estrella, Elias, Will, William (mengapa harus ada dua nama yang begitu mirip?)... apakah dia terlewat seseorang? Perlukah ia menuliskan nama Jenderal Eisenberg? Dan terakhir, nona itu, yang belum diketahui pasti namanya, yang bisa hampir dipastikan salah satu dalang utama dalam plot ini--Eva Montini. "Maaf, Nona..." Jangan pikir kaubisa lari setelah terlibat begitu jauh. Raul mengejarnya, menggenggam pergelangan tangan sang wanita. "Aku belum mengetahui namamu."
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith



Posts: 72
Umur: 18
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th June 2010, 11:20

Lari. Lari. Lari.

Bahkan insting Wil yang tidak begitu kuat saat ini juga bisa merasakan kalau 'makhluk' di depannya yang sedang mengeluarkan aura yang luarbiasa dingin dan sinting itu benar-benar berbahaya. Buktinya, bahkan Exorcist muda satu ini bisa merasakannya.

Estrella. Entah kenapa, ketika Wil berkeringat dingin dan pelan-pelan menjauh dari Supervisor Corwin, gadis satu itu masih saja bisa tersenyum dan berfoto-foto dengan riangnya. Tapi ini adalah kesempatan untuk kabur.

'Sekarang tinggal melangkah perlahan-lahan tanpa suara...' sambil melirik ke belakangnya, pemuda berbaret ini bersiap untuk mengambil langkah seribu, ketika...

"Perhaps we can start with you, Mr. Smith?"

'I'm dead.'

"E... eh?" iris hitamnya spontan melirik ke arah serigala yang berdiri di depannya itu. Dengan muka seperti kelinci ketakutan, sambil menggigil, Wil hanya bisa mencicit pelan.

"N... no thanks, Mr. Corwin."

Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Eva Montini



Posts: 54
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th June 2010, 12:35

Langkah Eva sempat terhenti saat ia merasakan sesuatu dengan bunyi menderu di udara melayang tepat di atas kepalanya. Dengan reflek ia menoleh, dan menemukan arang membara sang Supervisor Amerika yang mengarah padanya serta bunyi nyaring yang dihasilkan oleh besi yang beradu dengan benda lainnya yang sama-sama keras. Berdenging di telinga.

Eva tersenyum sebelum melanjutkan langkahnya kembali, ya tersenyum. Ia mengerti bahwa selama dirinya masih menjadi pemilik sebuah innocence pria itu tak dapat berbuat melampaui batas. Boleh dibilang, Eva senang mengerjai supervisornya yang satu itu hanya karena pria itu tak membiarkan sang wanita beriris cerulean tersebut melakukan apa yang ia mau--dalam batas kewajaran Eva tentunya. Dan lama-lama hal itu menjadi kebiasaannya.

Ya, setidaknya ia harus beterimakasih pada Eisenberg atas kesempatan emas yang jarang terjadi di markas ini.

Ia memang mendengar suara parau nan lantang milik Lupus Corwin yang memerintahkan sesuatu secara beruntun. Tapi toh ia tidak begitu tertarik. Ia tahu tentu saja ia tak akan lolos dari hukuman potong gaji, tapi ia tahu ia tak akan dipecat, atau disiksa sampai mati. Dan, kalaupun upah bulanannya dipotongpun dia masih bisa hidup, dengan sangat berkecukupan.

Jangan kau lupakan wanita seperti apa Eva Montini ini.

Belum sempat ia berjalan jauh ia dihentikan oleh sebuah suara, "Maaf, Nona..." dan sebuah genggaman di pergelangan tangannya yang bebas. Sekali lagi ia berbalik, kali ini dengan alis gingernya yang terangkat di parasnya yang masih terlihat tenang, dan menemukan bahwa pemilik tangan kekar itu adalah Raul.

"Aku belum mengetahui namamu."

Kalimat yang ia dengar barusan membuatnya terkikik pelan. Eva mengangkat dagunya sementara ujung jemari-jemari telapak tangannya--yang mengenggam kipas--menyentuh genggaman Raul pada tangannya, dengan sangat lembut. Secara sadar ia menggerakkan tubuhnya mendekati Raul sehingga mungkin sekarang pria berkebangsaan Paraguay tersebut bisa mencium wangi parfumnya yang memikat, dan bagi Eva, ia dapat berbisik tepat di daun telinga sang pria.

Siapa yang menangkap siapa sekarang? Ha ha ha.

"Kau tahu, aku tak suka seorang pria yang tak kukenal dengan baik menyentuhku..." jeda beberapa detik, Eva menarik nafas perlahan sebelum melanjutkan bisikannya sementara jemarinya berusaha mengendurkan genggaman Raul--bukan dengan kekuatan tentunya. "..dan kau tak mengetahui namaku Bell'uomo? Aku Eve... Eva..."

Dua kata terakhir dari Eva lolos dengan bercampur desahan lembut yang meninggalkan kesan berdesir, mungkin karena suaranya yang terdengar langsung di indera pendengarannya, atau juga karena bibirnya hampir menyentuh daun telinga Raul. Sehingga waktu akhirnya ia dapat melepaskan diri dari pria berusia 23 tahun itu Eva tersenyum padanya, senyuman manis dan (terlihat) tulus yang begitu berbeda dari senyuman yang biasa ia persembahkan pada Corwin.

Eva memutar tubuhnya sembari mulai melangkah pelan menjauhi Raul, "Tolong biarkan aku ke belakang. Kau bisa mencariku di kamarku nanti." ucapnya perlahan dengan nada yang sedikit banyak cukup seduktif. "Aku akan menunggumu, Bell'uomo~" Eva mengibaskan rambut gingernya yang berkilau sembari tak lupa untuk memberikan sebuah kerlingan mesra pada Raul sebelum sosoknya menghilang di persimpangan lorong.


[Eva Montini - OUT from Round Hall]
Back to top Go down
View user profile
Lupus Corwin
Vatican Central


Posts: 286
Umur: 18
Pemilik: Male

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 45

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th June 2010, 17:18

"N... no thanks, Mr. Corwin."

Maaf, tetapi Lupus tidak menerima kata "tidak", bahkan apabila dibarengi dengan 'terima kasih"; mungkin Smith perlu belajar dari Santa Cruz yang tidak berkomentar apa-apa dan langsung memindai ruangan dan mendata orang-orang yang ada di sana di dalam benaknya. Namun nampaknya ada yang lebih menarik perhatian daripada Exorcist biasa yang nampaknya tidak begitu nyaman dengan ekspresi sinting Lupus; siapa lagi kalau bukan Eva Montini - yang semakin lama semakin mirip jelmaan Lilith - maksudku, lihat saja tingkahnya sekarang! Bergelayutan secara seduktif pada Santa Cruz. Ingin mengecoh si staf Keamanan, eh? Namun Lupus tidak akan terkecoh.

"Ehm!" Lupus berdeham sambil berjalan mendekati Santa Cruz dengan matanya masih terpancang pada Eva yang nampaknya menyadari mendekatnya sang Supervisor dan segera berjalan menjauh meskipun mulutnya masih melancarkan kalimat-kalimat memikat, yang menurut Lupus hanyalah trik. Sudah 3 tahun dia meladeni wanita Italia itu, dan dapat dikatakan dia sudah tahu tabiat wanita yang sekarang mengibaskan rambutnya sebelum mengerling kepada Santa Cruz; dan dengan adanya Lupus di sana, mungkin wanita itu juga berniat untuk menghina sang Supervisor.

"Don't bother. Eva Celine Montini," desis Lupus sambil mengawasi Eva yang menghilang dari pandangan tak lama kemudian. Berusaha menahan lengannya yang gatal untuk tidak menjambak rambut merah tadi, Lupus pun melipat kedua tangannya di depan dada sejenak sebelum menatap Santa Cruz lalu staf yang mengambil foto tadi sebelum kembali kepada Santa Cruz.

"You know, Santa Cruz? Perhaps you can take the photograph and turn it to the archivists. I believe they know these people's names better than you do; no offense," ujar Lupus dengan nada yang lebih tenang, menandakan emosinya yang sudah mulai reda dan nalarnya kembali bekerja optimal. Meskipun Lupus tidak tahu apa yang telah dilakukan si staf Keamanan selama 7 tahun baktinya di Markas Cabang Amerika Utara-Selatan, tetapi berdasarkan pengalaman Lupus sendiri, dapat dikatakan dia cukup mengenal semua personil di markas cabangnya karena dia sendiri pernah bekerja sebagai pengarsip, dan mungkin yang terfanatik di dalam bidangnya. "I want the list on my desk this afternoon," tambahnya sambil bergerak untuk mengambil pisau lipatnya di lantai karpet merah Aula Bulat setelah gagal menancap pada dinding beton. Setelah mengelus-elus bilah dan memasukkan pisau lipatnya, Lupus pun berbalik menghadap semua orang yang ada di Aula Bulat dan melempar pandangan datar yang biasa ditampilkannya kepada semua personil markas. "Cleanliness Staffs! I want the Round Hall clean and 'rose-less' by sunset! I don't want to smell death and decay in this hall," perintahnya sebelum berbalik dan mendorong sebuah pintu terbuka lalu menoleh kembali ke Aula Bulat.

"As for you, Smith, I'll have you in my office this afternoon - perhaps after cleaning this mess," kata Lupus sebelum berbalik dan menghilang seiring menutupnya pintu tadi.

[OUT]




Beberapa langkah sebelum mencapai kantornya, tanpa sadar Lupus menginjak sesuatu. Sementara berkomentar di dalam hati mengenai kinerja staf Kebersihan Markas Cabang Amerika Utara-Selatan, Lupus pun mengambil kumpulan kertas itu dan memasukkannya yang pada bagian depannya bertuliskan "UBAH Project Proposal" ke saku jubah Supervisor-nya. Sepertinya ada yang malas mengantarkan proposal itu ke kantornya, juga ada orang-orang yang cukup picik untuk memanfaatkan keadaan itu. Padahal harus diakui, ide Jenderal Eisenberg melukis dinding Aula Bulat cukup menarik perhatian Lupus, meskipun sekarang, setelah dia memberitahu sang Jenderal kalau sang Supervisor menunggunya besok pagi di kantornya, Lupus malah berpendapat untuk mengembangkan ide itu hingga ke langit-langit. Kau tahu Sistine Chapel? Nah, melihat bentuk Aula Bulat yang... bulat dan berlangit-langit kubah, mungkin akan lebih bagus kalau lukisan itu dimulai di tempat yang tinggi dan meluas sampai memenuhi langit-langit. Mungkin itulah yang akan dibicarakan sang Supervisor nanti.

Tapi itu masalah nanti, karena sekarang dahi Lupus kembali berkerut ketika melihat setumpuk laporan di atas meja kerjanya, dan salah satu di antaranya pasti berjudul, "[font=courier]Pengeluaran Bulan Ini[font]".

_________________



Benjie's 5th Character - The Wolf spider
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Estrella Rovers



Posts: 63
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th June 2010, 19:14

Wow! Semuanya berjalan lancar, melebihi perkiraannya! Hebat, hebat. Bahkan Luppi yang terkenal dingin bak musim dingin di kutub utara itu bisa sampai tersenyum--lebih lebar dari biasanya (yang biasanya juga sangat jarang itu). Oooh, apa karena senang melihat mahakarya setinggi 12 kaki ini, yang begitu menyerupainya ya? Ehehe, pasti begitu! Siapa sih yang tidak senang dibuatkan patung maha indah? Bukankah itu sebuah bentuk apresiasi yang luar biasa?

Gadis enerjik ini asik memerhatikan kerja para fotografer, tidak memerhatikan sang tokoh utama yang justru berada tepat di sebelahnya. Ya, euforia suksesnya event kali ini mematikan segala niat-niat negatif yang telah mulai bermunculan dari sang tuan Supervisor yang terhormat, dan Estrella yang memang tidak begitu peka... sama sekali tidak menyadarinya.

Bahkan ketika sang Supervisor memanggil nama-nama dan memerintahkan sesuatu, Estrella melepaskan dirinya sendiri dan berdiskusi dengan para fotografer tentang bagaimana foto-foto tadi harus disimpan baik-baik agar bisa menjadi bahan berita yang sempurna untuk Dark Courier minggu depan. Oh ya, tentu saja itu sangat penting! Seluruh anggota Black Order di seluruh penjuru dunia HARUS tahu!

"Nah, begitu, mengerti kan?" ujarnya pada salah satu fotografer dadakan di sana, tersenyum puas setelah memberinya beberapa arahan berguna. "Huuum," namun ia tampak mulai gusar, mengedarkan pandangan ke sekitarnya. Eva... eh, berjalan entah mau ke mana. Luppi masih di sana, yang lainnya juga... "Kakak kok belum kelihatan juga?" mendengus, kesal. Bisa-bisanya sang kakak melewatkan serangkaian peristiwa historikal ini! Keterlaluan!

Menghentakkan satu kakinya ke lantai, langsung memutuskan kalau ia akan segera mencari sang kakak yang kini entah berada di mana. Tidak tanggung-tanggung, Innocence-nya, Liberación de la Gravedad, langsung diaktifkan, membuat kakinya diselimuti cahaya dari gelang kakinya. Bagaimanapun, kekuatan Innocence-nya ini akan menghemat banyak sekali waktu. "Luppi, semuanya, aku mau cari kakak dulu yaa!" serunya sambil mengambil ancang-ancang untuk berlari--ralat, melompat.

"Event hari ini pasti akan jadi headline news Dark Courier bulan depan lho, Luppi! Daah!" dan seruan yang tak kalah nyaringnya itu menjadi kalimat terakhirnya sebelum melesat pergi dan menghilang dari Aula Bulat. Apa ia akan benar-benar mencari Elias? Atau justru melakukan hal yang lain...? Jangan lupa, event ini belum sepenuhnya selesai!


[OUT from Round Hall]




[OOC: anggap aja Estrella keluar tepat sebelum Luppi keluar u__u]
Back to top Go down
View user profile
Violetta Noel



Posts: 41
Pemilik: Agito
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th June 2010, 19:19

Kacau.

Kacau, kacau, kacau.

Dilihat sekilas saja, sudah ketahuan kalau sang Supervisor sedang mengamuk. SANGAT mengamuk. Oh, ya, ia sudah bertemu dengan banyak orang selama ini, dan ia sudah bekerja di Cabang Amerika Utara - Selatan selama 3 tahun, jadi sedikit banyak ia sudah tahu sifat sang Supervisor.

Terdengar olehnya Lupus Corwin memerintahkan seorang pria tinggi besar untuk menulis nama orang-orang yang terlibat hari itu. Uh-oh, jelas itu bukan pertanda baik. Kalau pria itu sampai tahu namanya, atau menganggap ia ikut ambil bagian dalam kekacauan hari itu, habislah sudah. Mungkin akan tiba saatnya di mana ia akan datang ke Dai Fong sambil menangis, seperti pemuda itu biasa mendatanginya.

Jadi, sebelum ia dilanda masalah, sebaiknya ia... kabur. Tidak mau susah-susah mengajak orang lain ataupun memperingatkan orang di sekitarnya untuk segera kabur, ia langsung melangkah pergi sendirian. Toh ia sudah menasehati Elias untuk segera membawa kabur Chrys. Intuisinya memang bagus, mungkin itu yang namanya 'intuisi seorang wanita', meski ia bukan wanita sungguhan.

Langsung berjalan dengan cepat menuju tempat kerjanya.

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers



Posts: 45
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   10th July 2010, 23:07

Barangkali ia sudah benar-benar gila, atau malah sedikit bertambah waras. Yang mana yang benar, ia juga tidak tahu. Yang jelas, ketika nona--err, Tuan Noel memerintahkannya untuk 'mengamankan' Chrysalis, Elías langsung menurut tanpa berpikir dua kali. Kenapa? Mungkin... mungkin karena ia tahu apa yang dikatakan Violetta benar, Chrys-lah yang harus dikhawatirkan dari situasi yang makin lama makin gawat ini. Adiknya? Estrella adalah Exorcist yang jumlahnya terbatas, tentu sang Supervisor tidak akan menyia-nyiakan sumber daya berharga sepertinya... Tetapi, staf biasa--dengan berbagai bakat dan keahlian--bisa banyak ditemukan di belahan dunia ini. Dengan kata lain, bisa digantikan. Yang kompatibel dengan Innocence? Bisa dihitung dengan jari.

Lantas, kenapa harus ia yang repot-repot melakukan ini demi Chrys?

Itu... yang membuatnya bingung.

Pria Meksiko ini tidak berusaha memikirkan apapun ketika membawa Chrys dengan menarik pergelangan tangannya dan berjalan cepat hingga menemukan ruangan kosong yang berada cukup jauh dari aula bulat. Masuk ke sana dan menutup pintunya rapat-rapat.

BLAM! Suara hembusan napas yang berat menyusul kemudian. Menatap pintu coklat tua di hadapannya, tak bergeming. Baiklah... jadi, Elías Rovers lagi-lagi melakukan sesuatu tanpa dipikirkan dulu. Dua kali, di hari yang sama. Di hari yang gila ini, di mana ia harus menerima segala konsekuensi atas segala tindakan bodohnya. Hadapi itu, Rovers-Salazar.

Menelan ludah pahit, dalam hati mengutuki dirinya yang dengan hebatnya berbuat nekat sampai sejauh ini. Membalikkan badannya sedikit, "Untuk sementara, kita aman di sini, mungkin." menekankan kata 'mungkin' itu, berbicara tanpa menatap wajah yang diajak bicara. Lucu sekali, mereka sampai harus bersembunyi seperti ini... dan hebatnya lagi, ia tanpa sengaja--tanpa tahu juga--memilih ruangan yang tidak begitu... nyaman. Yang benar saja, apalagi ia tidak bisa segera keluar dari sini sebelum keriuhan di sana selesai...

'Oh, Elías Rovers... sebenarnya apa yang sudah kau lakukan?'
Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel



Posts: 145
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   11th July 2010, 01:13

.....

Tak ada kata-kata yang cukup tepat untuk menggambarkan betapa besarnya rasa terkejut sang Kepala Bagian saat... uh well.. saat semuanya terjadi. Mungkin saja jika Chrysalis bukanlah wanita tangguh dia sudah pingsan di tempat mengingat betapa 'traumatisnya' kejadian barusan, apalagi dia juga (sialnya) turut terlibat dalam perbuatan penistaan sosok Supervisornya. Jadi saat ia merasakan seseorang menarik tubuhnya apakah ia punya daya untuk melawan? Tentu saja tidak. Apa yang mau kamu lawan jika pandanganmu saja terserang rabun temporer.

Satu bunyi 'blam' yang keras lah yang menyentakkan kesadaran wanita tersebut. Ia berkedip beberapa kali sebelum akhirnya mendapatkan pencitraannnya kembali. Ia tahu ruangan ini, hanya satu dari sekian ruangan kosong lainnya di Black Order, dan ia juga mengenal pria yang sekarang bersamanya berdua di kamar tersebut.Tunggu.... berdua?

"Untuk sementara, kita aman di sini, mungkin."

Chrys berdecak cukup keras, ia berjalan ke depan pintu dimana Elias berada. "Tunggu, kenapa juga kau menyeretku kesini?" seingat noni Eropa tersebut ia tak pernah pergi ke sana dengan suka rela. Ia tahu kalau keadaan di luar itu buruk, parah. Namun bagaimanapun juga ia seharusnya turut bertanggung jawab--sedikit saja--untuk hal bodoh tersebut. Andaikan ia lebih teliti mengecek barang-barang dan bukannya menghisap cerutu pasti semuanya akan aman dan terkendali. Ralat, lebih aman dan terkendali.

"Buka pintunya, Rovers!" sedikit menyentak pada Elias dengan sebuah kalimat yang lebih terdengar seperti perintah. Ah, bagaimanapun juga semua kejadian ini telah membuat moodnya naik-turun tak karuan.

_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers



Posts: 45
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   11th July 2010, 03:12

Benar kan, dugaannya, kalau ia memang akan menyesali keputusan ini. Seharusnya ia tahu. Ralat, ia sudah tahu.

"Buka pintunya, Rovers!"

Sedikit terkesiap menerima bentakan dari sang Section Leader, tetapi pria Meksiko itu tetap tidak bergeming, atau membuat perubahan ekspresi wajah yang berarti. Justru, hal itu makin membuatnya tidak ingin beranjak dari sana. "Tidak." singkat dan tegas.

Mengeraskan ekspresi, menampilkan poker face-nya yang seperti biasa. "Anda tidak bisa keluar saat ini, Nona Scheziel. Keadaan di luar sana tidak cukup aman untuk Anda berkeliaran, kemungkinan besar akan ada suatu hal buruk yang menimpa Anda bila Anda keluar dari sini sekarang." lugas dan mantap. Elías Rovers telah menetapkan kalau tidak ada satupun dari mereka yang diizinkan keluar dari situ. Kenapa? Well, tentu saja karena nyawa mereka berdua bisa betulan terancam kalau sampai ditemukan tuan Supervisor yang terhormat!

Menatap lurus pada mata emerald di depannya, "Saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi." yang jelas, ia tidak mau tindakannya tambah terlihat bodoh dengan menyeret Chrys lalu melepaskannya lagi begitu saja. Selain tidak konsisten, tentu akan terdengar... aneh dan konyol kan?

Lebih baik ia bertahan di sini, walaupun sebenarnya itu bukanlah ide yang tidak bisa dibilang bagus juga. Ia ingin semuanya cepat selesai... agar bisa keluar dari sini sesegera mungkin.
Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel



Posts: 145
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   11th July 2010, 13:28

Sebuah reaksi yang tak diduga ia dapatkan dari section staff bagian riset tersebut. Kali ini Chrys-lah yang tersentak. Ia menggeram pelan sambil balas menatap bola mata hazel milik sang pria Meksiko. Memang apa yang dikatakan Elias sunuuh masuk di akal. Chrysalis memang belum lama berkerja di cabang Amerika Utara - Selatan tapi ia cukup mengetahui watak pria satu itu, atasannya.

Lalu bagaimana?

Entahlah rasanya saat ini pikirannya sudah penuh dengan berbagai macam hal, telapak tangannya mencengkram salah satu sisi kepalanya karena jujur saja ia cukup galau. Cukup wajar mengingat biasanya wanita berusia 25 tahun ini adalah seorang yang perfeksionis dalam berkerja... biasanya. Namun tidak kali ini, dia telah lalai karena subjektivitasnya sendiri. Mengingat fakta ini pun dia makin uring-uringan saja.

"Elias, tolong bukakan pintunya," ia menatap lurus pada wajah pria tersebut. "Berdiam di sini tak akan mempengaruhi detensi yang diberikan Supervisor nantinya." suara decakan terdengar dari wanita berambut hitam tersebut. Mereka tak bisa selamanya bersembunyi kan?

"Kecuali kalau kau punya alasan lain untuk menahanku di sini."

Alasan yang kuat.

_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers



Posts: 45
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   11th July 2010, 16:40

Tenang.

Situasi bisa terkendali kalau dirimu tenang, Rovers. Bersikaplah dengan kepala dingin seperti biasa, dengan wajah datar seperti biasa, seperti Elías Rovers yang biasanya. "Tidak bisa." menjawab sama singkat dan sama tegasnya seperti terakhir kali ia mengucapkan kata 'tidak' yang sama pada nona Belanda itu, yang kini kembali memintanya untuk menyingkir dan membukakan pintu.

Tetapi, ia tetap tidak akan bergeming.

"Kecuali kalau kau punya alasan lain untuk menahanku di sini."

Matanya berkedip, agak terperangah dengan apa yang dikatakan Chrys barusan. Alasan, eh? Benar, apakah Elías punya alasan khusus untuk menahan Chrys di sini? Suatu alasan yang lebih dari sekedar 'menuruti perintah Violetta', suatu alasan yang lebih dari sekedar 'menjaga agar Chrys aman dari amukan Supervisor'. Adakah?

Sekali lagi konflik batin berlangsung dalam dirinya, entah sudah yang keberapa kali untuk hari ini. Rovers, Elías Rovers, tampaknya sudah tiba saatnya di mana kau tidak terus beralasan, tidak terus menyangkal... setelah serangkaian peristiwa ajaib di hari yang gila ini.

Menghela napas panjang, tampaknya yang harus ditenangkan bukanlah Chrysalis saja. Kembali mengarahkan tatapan lurus pada wanita di hadapannya, emerald bertemu hazel. "Ya, ada."
Alasan itu...

Dalam satu gerakan cepat, ia menarik tangan Chrysalis dan membiarkan wanita itu tenggelam dalam dekapannya. Memeluk erat.
... karena ia menginginkannya.


Terkejut dan berontak hebat, tentu saja itu reaksi sang nona Belanda. "Nona Scheziel--" Elías mencoba menahannya, bukan hanya secara fisik, namun juga secara verbal, walau yang kedua belum berhasil karena yang bersangkutan tidak mau mendengarkan. Chrys terus memberontak dan berusaha melepaskan diri, keadaan malah tidak bertambah baik. "Chrysalis, dengarkan!!" kini gilirannya menyentak, meminta atensi penuh dari wanita yang sedang berada di kedua tangannya itu.

Butuh usaha keras untuk melakukan sentakan tadi, terbukti dengan suara napas berat keluar dari pria Meksiko tersebut. Tenang, mereka berdua harus tenang. "Anda... Anda tidak bisa keluar saat ini. Selain karena situasi yang begitu buruk, pikiran Anda yang sedang kalut tidak siap untuk menghadapi apapun di luar sana." kali ini berbicara dengan nada yang meminta pengertian, bukan dengan nada datar seperti yang biasa ia keluarkan. Ia ingin Chrysalis mendengarkannya.

Satu tangannya bergerak ke atas, membelai permukaan atas rambut hitam Chrysalis perlahan. "... Tenanglah." membisikkan kata itu pada telinga Chrys, berharap menuruti permintaannya, sekali ini saja.



[OOC: Sudah minta izin untuk menggerakan Chrys =w=b]
Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel



Posts: 145
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   11th July 2010, 17:32

....

Oh Tuhan sebenarnya hari ini hari apa?

Tentu saja jawaban yang diharapkan wanita berpotongan pendek itu bukanlah nama-nama hari dalam seminggu yang biasa. Kalau itu saja juga dia sudah tahu. Jawaban yang dia inginkan sebenarnya adalah apa hari ini memang hari tersial dalam hidupnya? Atau hari yang sama sekali tak ia sangka. Karena.... sekarang ini pun ia melakukan hal yang tak biasa.

Di pelukan Elias Rovers.

Lebih jauh lagi, pelukan pertamanya dari seorang pria.

Sebut saja dia frigid, keras kepala, atau terlalu tak peduli tapi dia memang tak pernah menjalin hubungan yang berpotensi berakhir dengan sebuah pelukan seperti saat ini. Tentu saja ia terkejut, ia berontak saat mengetahui tindakan satu ini. Namun sebuah bisikan di telinganya--dan pelukan erat itu--entah kenapa mengunci gerakannya.

"...Elias..?" suara itu lolos dengan tercekat, dan untuk kali ini... dia menyerah. Menyerah pada seorang pria bernama Elias Rovers.

_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
 

[AMERICA] Project UBAH

View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 5Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next

 Similar topics

-
» America and Russia~
» America or Canada
» Alfred F. Jones// United States of America
» PROJECT 3
» Project Zomboid

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Make a forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums