An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AMERICA] Project UBAH

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
AuthorMessage
Estrella Rovers



Posts: 63
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   23rd January 2010, 17:56

Heee, ternyata kakaknya cukup pandai mengambil hati wanita, Estrella baru tahu. Oh, oh~ Apakah ini artinya sang kakak sudah bisa melepaskan mata dari dirinya dan beralih pada wanita lain? Estrella tersenyum geli, beberapa jarinya ditaruh di bibir, menahan tawa kecilnya keluar. Dan nampaknya juga, Chrysalis cukup terhibur dengan mawar merah itu, bagus, Kak!

"...dan oh Estrella, selamat bersenang-senang."

Sang gadis Meksiko tersenyum lebar, kedua mata hijaunya yang bulat tampak berkilat-kilat bersemangat seakan berkata mantap, 'Tentu saja!'. Akhirnya, kegiatan revolusioner (?) akan segera dikerjakan, dan tentu kegiatan ini akan berjalan lancar karena kehadiran partnernya--teman sekamarnya sendiri--yang mempunyai selera tinggi terhadap keindahan.

"Estrella, kau sudah memesan bunganya kan, Sayang? Lima ribu tangkai?"

Aha, panjang umur~

"Ah, Eva~!" gadis berambut pirang pucat ini menolehkan kepalanya menuju sumber suara yang memanggil namanya, air mukanya masih bersemangat. "Tujuh--tujuh ribu tangkai! Bagian luar markas ikut dihias juga kan? Lagipula angka tujuh itu bagus!" ujarnya ceria. Melirik sekali lagi pada Chrysalis, seakan menyemangatinya dalam mengemban tugas sebagai panitia, sebelum melangkah riang kepada Eva.

Tersenyum jenaka, ia sedikit berjinjit untuk berbisik pada teman sekamarnya itu, "Tadi aku sudah ke sana, katanya tidak berapa lama lagi akan dikirim." memakai bahasa yang tidak eksplisit, agar tidak ada yang mencuri dengar rencana rahasia ini. Mengembalikan posisi berdirinya seperti semula, gadis Meksiko ini kembali berucap, "Pasti Supervisor akan terkejut yaa~" katanya santai, tidak tahu reaksi macam apa yang akan dilihatnya bila sang Supervisor tiba dan mengetahui rencana rahasia nan spesial mereka.

Ketika matanya menatap ke salah satu koridor, ia menangkap satu sosok yang cukup familiar, terutama karena memakai seragam Exorcist seperti dirinya. Lelaki dengan rambut hitam acak-acakan, dan topi baret... Namanya, uhmm... William? Wilhelm? Willem? Apa ya? Dia terlalu biasa sih, Estrella yang biasanya hafal nama orang-orang bisa sampai lupa! "Ah, itu Wil!" serunya sambil menunjuk sang Exorcist, ia menolehkan kepalanya pada Eva, meminta pendapat, "Ajak saja ya? Dia pasti mau membantu kan?" yakin namum naif, begitulah tabiat anak satu ini.

"Heeei, Wil~! Bisa ke sini sebentar?" serunya sambil melambaikan satu tangan, mengeraskan suaranya agar bisa terdengar oleh Exorcist berambut hitam yang sedang berjalan itu. Lebih banyak orang yang ikut, lebih seru dan lebih cepat selesainya kan~
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini



Posts: 54
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   23rd January 2010, 18:04

Hmm... tujuh ribu tangkai ya? Fufufu~ ternyata Estrella lebih cerdas daripada yang ia duga.

Sambil--lagi-lagi--memainkan kipas bulu berwarna salem yang ia genggam sambil tersenyum, sudut-sudut mata yang menampung iris cerulean tersebut membentuk sorot tatap yang tak dapat diartikan begitu saja. Bercampur... penuh intrik seorang wanita... semua orang tahu kan kalau wanita itu bisa begitu menakutkan. Ya, wanita yang seharusnya lemah nan lembut, jangan salahkan mereka karena dari awal jari-jari yang tak telihat lah yang menciptakan mereka dengan komposisi sedemikian rupa.

Intinya wanita tidak bisa jadi begitu menakutkan karena dari awal mereka memang sudah menakutkan. Pikirkanlah, kau kira siapa yang berhasil membujuk Adam--bapak umat manusia--untuk memakan buah manis terlarang itu, siapa pula yang membuat manusia harus berjejalan di bumi yang sempit dan tak beradab padahal seharusnya mereka menikmati sungai madu dan bidadari-bidadari seksi. Siapa lagi kalau bukan... Eve.

Atau Eva dalam panggilan Italia.

See, bahkan kitab suci pun mengakui.

Tubuh ramping Eva berputar ringan, lincah seperti anak rusa, saat seorang staff lain memintanya untuk bergeser. Terkadang tawa kecil terlepas dari bibirnya yang bersemu kemerahan sementara jemari lentiknya mengambil gulungan renda sutra victorian dari tumpukan yang tak jauh darinya. Lantunan senandung mengalir dari Eva sementara kuku-kukui lentiknya yang di manikur sempurna melipat renda tersebut sementara ada rombongan kecil--yah, hanya 12 orang--yang baru saja menyeruak dari koridor, berdandan dengan cape yang desainnya terlihat sangat mirip dengan desain... seragam paduan suara gereja. Kedua bola mata Eva yang menangkap kehadiran para staff yang entah sejak kapan beralih profesi menjadi penyanyi tersebut, kemudian jari telunjuknya mengarah ke salah satu sudut aula bulat, sudut yang telah dihiasi dengan undakan berbalut karpet marun, meminta--atau tepatnya menyuruh?--mereka bergerak ke sudut itu dan dalam sekejap saja rombongan tersebut mulai menyanyikan lagu-lagu gereja, meliputi seisi ruangan serta seharusnya memberi esensi serenitas ke suasana yang hiruk pikuk.

Saat itulah Estrella menghampiri Eva, tersenyum jenaka, "Tadi aku sudah ke sana, katanya tidak berapa lama lagi akan dikirim." iris cerulean wanita berambut ginger itu melirik, hampir sama jenakanya dengan senyum sang gadis berusia 19 tahun tersebut.

"Pasti Supervisor akan terkejut yaa~"


Senyuman wanita berumur 23 tahun itu merekah sempurna sembari tekikik pelan. "Tentu saja Nona kecil, tentu saja dia--eh, kita, akan sangat menikmatinya~" jemari lentik itu mulai membentuk simpul dari pita rendanya, ah, tampaknya dia butuh lebih banyak brokat untuk melengkapi simpul-simpul romantis yang ia buat.

"Ah, itu Wil!"

Good timing.


"Heeei, Wil~! Bisa ke sini sebentar?"

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Eva dan Wilhelm cukup mengenal satu sama lain. Sehingga saat anak muda itu melintas sang wanita berambut kemerahan itu tahu kalau Wilhelm juga akan mencoba untuk keluar dari suasana yang tak biasa secepat kilat... pengetahuan itu lah yang membuatnya melangkah licin menuju sang pemuda. Eva Montini berdiri tegap di depan Wilhelm dengan senyumannya yang memikat, berkilat pada bibirnya yang sedikit mencebik. "Kau datang di saat yang tepat, Wilhelm..." renda di tangan kanan dan jarum di tangan kiri "...kau pasti datang untuk memberikan bantuan kan? Karena kebetulan harus ada yang membawa brokat... kami," siapa juga kami "kekurangan brokat untuk ditempelkan pada chandelier baru. Tentu saja kau bersedia kan?" tersenyum sekali lagi pada Wilhelm Smith, senyuman terbaik dan paras terbaik Eva yang seolah mengatakan: 'jika kau menolak maka yang akan menggelantung di chandelier itu adalah dirimu sendiri, Wilhelm'.

Atau kalau tidak... mungkin benda di tangan kirinya--yang masih menisik renda secara trampil (sadis)--lah yang akan berbicara.

"Ah ya Estrella," melangkah mendekati gadis berambut pirang pucat tersebut "aku rasa bunga pesanan itu telah sampai. Jadi, kupasrahkan dekorasi bunga padamu sementara aku berkonsentrasi pada ini." mengerling pada Estrella dengan ramah sebelum kembali menoleh pada Wilhelm, memastikan keberadaan pemuda berkebangsaan Amerika itu. Titah Eva kembali meluncur dari sela bibirnya--diiringi dengan lantunan lagu yang memantul pada beton bangunan.

"Wilhelm sayang, ambilkan aku renda, brokat, taplak dan bulu merak yang masih teronggok di depan pintu utama. Kau punya 10 menit untuk memindahkan semuanya ke sini."









... seharusnya barang-barang yang dimaksud Estrella akan sampai tak lama lagi.


Last edited by Eva Montini on 24th January 2010, 07:11; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
William R. Rheins



Posts: 36
Umur: 18
Pemilik: Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   23rd January 2010, 22:25

OOT: Ikut! *ditendang*


Seorang Disciple albino berjalan menyusuri koridor Black Order Cabang Amerika Utara-Selatan dengan mantap. Sesekali, ia berhenti untuk sesaat. Menatap keadaan lingkungan di sekitarnya sembari membentuk kedua ibu jari dan telunjuk di tangan kanan dan kirinya membentuk layaknya bingkai. Sesaat kemudian, matanya memicing. "Hm... Oke!" Ucapnya singkat sembari kembali melangkah.

Ya, Will (bukan Wil ya!) tengah menelusuri hampir seluruh pelosok Black Order Cabang Amerika Utara-Selatan. Mengecek apakah ada sesuatu yang kurang pada tatanan keindahan Markas Black Order satu ini. Hal ini dilakukannya karena baru saja ia mendengar proyek yang dicanangkan oleh General-nya sendiri, General Eisenberg. Iris rubi-nya tampak bergulir kesana kemari memperhatikan keadaan lingkungan tersebut.

"Hm... ngomong-ngomong General Eisenberg dimana sih? pikir Will dalam hati sambil masih berjalan-jalan. Di kejauhan, ia melihat beberapa orang yang kelihatannya tengah berkumpul. Mungkin tengah membicarakan proyek yang dicanangkan oleh General Eisenberg? Hm... Mungkin saja...

Ternyata di antara mereka ada Wilhelm. Seorang Exorcist yang memiliki nama panggilan yang mirip dengannya.

"Um... Wil?" Sedikit menanyakan namanya. "Bagaimana keadaannya?" Ia menanyakan tentang Proyek UBAH sembari melirik dan sedikit tersenyum pada yang lainnya.


Last edited by William R. Rheins on 25th January 2010, 14:02; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith



Posts: 72
Umur: 18
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   25th January 2010, 06:04

OOC:Oke akhirnya bisa OL, maap lama *disabet*


Sambil sesekali menengok kanan kiri, Wilhelm berjalan menyusuri koridor. Mata hitamnya dengan cermat mengawasi sekitarnya, mencari tanda-tanda keberadaan Eva Montini.

Rencananya adalah menghabiskan sisa waktunya di luar, menunggu sampai keadaan... "tidak biasa" ini selesai. Yah, dia memang ingin jadi "tidak biasa", tapi bukan dalam konteks seperti... ini. Melihat tidak ada siapapun, akhirnya ia sedikit menurunkan penjagaannya, dan melangkahkan kakinya dengan ringan, menuju pintu masuk Markas Black Order Cabang Amerika Utara - Selatan. Oh, andai dia tahu betapa salahnya keputusannya...

"Heeei, Wil~! Bisa ke sini sebentar?"

Langkan Exorcist muda ini mendadak terhenti. Mendengar namanya disebut -dan diiringi... paduan suara?- ia menegokkan lehernya perlahan ke arah suara yang memanggilnya itu. Sambil meneguk ludahnya, ia menengok... dan menemukan Estrella Rovers melambai ke arahnya.

'Hhh, ternyata hanya Estrella,' batinnya. Kalau gadis Meksiko itu sih, Wil bisa memberi alasan untuk kabur. Tapi lain halnya kalau sudah berurusan dengan Eva Celine Montini, gadis italia itu sudah mengenalnya cukup lama untuk mengetahui tindakan yang akan diambilnya.

Memutuskan untuk pura-pura tidak mendengar -toh Estrella yang baik tidak akan berpikir buruk tentangnya-, Wil kembali memfokuskan pandangannya ke depannya. Hanya untuk menemui sepasang mata cerulean, tak lain dan tak bukan milik Eva Celine Montini. Yup. Eva Celine Montini.

'Aw, crap,'

"Kau datang di saat yang tepat, Wilhelm... kau pasti datang untuk memberikan bantuan kan? Karena kebetulan harus ada yang membawa brokat... kami... kekurangan brokat untuk ditempelkan pada chandelier baru. Tentu saja kau bersedia kan?"


Tak melihat jalan keluar dari gadis berambut ginger di depannya, akhirnya pemuda Amerika ini memutuskan untuk menerima nasibnya. Lebih baik tidak membuat Exorcist di depannya itu marah, apabila tak ingin diracun -yang Wil tahu dari pengalamannya, sangat tidak menyenangkan.

"Ah, tentu nona Eva... dengan senang hati," sahut Wilhelm, dengan tidak senang hati.

Sambil melangkahkan kakinya ke arah Estrella -yang masih tersenyum riang-, Wil membayangkan reaksi Supervisor mereka ketika ia melihat semua ini. Lihat saja semua... fasilitas yang ditambahkan oleh gadis Italia itu. Dan darimana datangnya paduan suara itu?

Penasaran, akhirnya Exorcist berambut hitam ini bertanya pada wanita di sebelahnya, "Anu, nona Eva, sudahkan anda memberitahu Supervisor?"

Menunggu jawaban darinya, Wilhelm mendengar suara lain...

"Um... Wil? Bagaimana keadaannya?"

Entah itu perasaan Wil saja, atau pemuda di depannya itu agak ragu saat memanggil namanya? Ah, hal tersebut tidaklah penting, sudah sering orang begitu, melupakan namanya maksudnya. Yang jelas Exorcist muda ini hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika ia melihat pemuda albino di depannya.

Entah dia harus kasihan padanya karena rekannya itu akan ikut di... pekerjakan, atau haruskah ia senang karena pekerjaannya mungkin akan menjadi ringan?

"Ah, Will... aku juga baru tiba, tanyalah Ms. Eva atau Estrella di sana,".
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Raul Santa Cruz



Posts: 50
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th January 2010, 12:41

Sungguh, apa yang tengah terjadi dengan markasnya?

Usai bertukar giliran dengan staf keamanan lain untuk menjaga gerbang masuk, lelaki asal Paraguay itu mulai berpikir keras. Dahinya berkerut, seraya ia mengingat kedatangan pesanan hal-hal aneh yang jelas-jelas tidak sesuai dengan selera supervisornya. Pertama, ribuan tangkai bunga hias, beberapa di antaranya mulai layu karena perjalanan berdesakan yang ditempuhnya. Kedua, dekorasi-dekorasi manis berenda, sesuatu yang sama sekali tidak sesuai dengan imej markasnya. Saat rekannya kebingungan akan pilihan membiarkan barang-barang ini ke dalam markas atau tidak, Raul menawarkan bantuannya untuk meminta pertimbangan orang dalam.

Tepat sekali dengan pergantian pekerjaannya menjadi shift patroli dalam markas. Dengan kemampuan analisis yang terbatasnya pun Raul sudah dapat menyimpulkan bahwa ini bukan pekerjaan atas titah Lupus Corwin--lantas, apa yang akan ia dapatkan sebagai respon dari sang supervisor saat ia meminta konfirmasi izin?

Mendengar komosi di tengah patrolinya, ia menghampiri sumber suara--tidak lain dari Aula Bulat, pusat berbagai macam kegiatan dalam Cabang Amerika Utara - Selatan. Ia menengok ke atas, takjub dengan keberadaan chandelier dan kain-kain yang menghiasi sudut-sudut ruangan--takjub, walau ia tidak yakin mengenai perihal menyukainya atau tidak. Aliran Raul lebih minimalis.

Sorotan matanya menangkap suatu sosok yang mengibaskan kipas, seorang Exorcist wanita yang tampaknya merupakan dalang di balik semua ini, dan banyak sosok lain. Tampaknya Estrella juga terlibat dalam hal ini, mendengar pengakuannya atas pemesanan beberapa ribu tangkai bunga. Memutuskan untuk menanyakan perihal ini kepada orang yang tampaknya paling paham akan hal yang tengah terjadi, ia mendatangi wanita berambut merah itu. Sebelah alisnya terangkat, heran. "Nona, ada apa ini sebenarnya?"
Back to top Go down
View user profile
Violetta Noel



Posts: 41
Pemilik: Agito
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th January 2010, 17:15

Chrys baru saja menerima tawarannya dan baru saja mau menerima uluran tangannya saat mendadak 2 orang datang menghampiri wanita berdarah Belanda itu. Yang satunya adalah Exorcist wanita yang tampaknya SANGAT bersemangat menanggapi proyek ini. Yang satunya lagi adalah seorang pria tampan yang...

...mungkin punya perhatian khusus pada Chrys, mungkin? Menilai dari ekspresi, gerak tubuh, dan cara bicaranya, PLUS bunga yang pria itu berikan pada Chrys, mungkin saja Vio benar. Chrys sendiri juga, setelah menerima bunga itu, tampak jauh lebih senang. Kalau Vio boleh menarik kesimpulan, ia bisa langsung menyimpulkan bahwa Chrys dan pria tampan itu adalah sepasang kekasih. Oh, Chrysalis Vi Scheziel, mengapa kau tidak menceritakannya pada Vio? Vio janji tidak akan menyebarkannya, dan akan membantu Chrys untuk semakin mesra dengan pria tampan itu.

"Kau pikir kita masih perlu menemui Mister Corwin?"

Sebuah senyum mengembang di wajah Vio. "Tidak perlu, laaah!!" jawabnya penuh semangat sambil menepuk punggung Chrys keras-keras. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu, lalu berbisik, "Pacarmu ada di sini, manalah mungkin aku menarikmu pergi! Lagipula, bukankah kalau proyek ini tetap berlangsung, bisa jadi kesempatanmu untuk membuat pojok romantis hanya untuk berdua. Oh, Chrys, aku SANGAT mendukung hal itu!"

Ia lalu mundur selangkah dan berbalik ke arah pria tampan itu. Ya, seorang pria itu seharusnya seperti 'kekasih' Chrys itu, tidak seperti dirinya. "Halo," sapanya ramah pada pria itu, "Namaku Violetta Noel, panggil saja Vio." Ia pun lalu mendekatkan bibirnya ke telinga pria itu, hanya supaya bisa berbisik usil padanya, "Kalau butuh saran kencan dengan Chrys, tanya padaku saja. Homme français connaît le chemin le plus romantique pour conquérir le cœur d'une femme; Pria Perancis tahu cara paling romantis untuk memenangkan hati seorang wanita."

Ia lalu mundur selangkah dan mengedipkan sebelah matanya pada Elias, sambil tersenyum lebar. Dalam keadaannya yang sekarang, kalimat yang diucapkannya pada Elias tadi terdengar seperti... salah bicara. Mana mungkin orang semanis dirinya adalah pria? Sayangnya, itulah kenyataannya.
Back to top Go down
View user profile
Estrella Rovers



Posts: 63
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th January 2010, 18:49

Ketika akhirnya si Exorcist berambut hitam beraura biasa itu bergabung dengan komplotan mereka, Estrella mengikuti di belakang Eva. Di sana, ia dapat melihat kelihaian Eva untuk membujuk Wilhelm yang tampak ogah-ogahan, hebat, barangkali Estrella juga harus belajar membujuk seperti itu ya? Biasanya kan ia membujuk dengan ceria dan penuh bersemangat, tidak ada salahnya mencoba metode baru kan?

Kalau begitu, setelah proyek ini selesai, Estrella akan tanya ke Eva ah~

"Ah ya Estrella, aku rasa bunga pesanan itu telah sampai. Jadi, kupasrahkan dekorasi bunga padamu sementara aku berkonsentrasi pada ini."

Senyum gadis Meksiko itu bertambah lebar, anggukannyapun penuh semangat, "Ya! Serahkan saja padaku~!" serunya lantang dengan mata hijau bulatnya yang berkilat-kilat. Tidak perlu khawatir, Eva, Estrella akan melakukannya dengan sepenuh hati. Kalau tidak bersemangat begitu, bukan Estrella Rovers namanya kan? Ah, walaupun Rovers yang satunya lagi jauh lebih kalem...

Saat ia membalikkan badannya untuk mengecek kedatangan beribu-ribu tangkai bunga itu, seseorang--lelaki yang ia kenal--telah berdiri di dekat sana, memasang ekspresi heran.

"Nona, ada apa ini sebenarnya?"

"Oh, Raul!" sapanya pada pemuda Paraguay itu, "Ya, kamu sudah tahu kan kalau Jenderal Eisen mencanangkan proyek UBAH? Ini baru awal mulanya~" jelasnya singkat dengan senyum yang biasa ditampakkannya, walau suaranya lebih pelan dibanding yang tadi. Estrella teringat kalau Raul adalah staf keamanan yang sering berjaga di gerbang, dia pasti tahu apabila pesanannya sudah datang atau belum kan? "Hei, apa bunga-bunganya sudah sampai? Atau hiasan yang lainnya sudah datang juga?"
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers



Posts: 45
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th January 2010, 18:57

Ada peribahasa, penyesalan baru muncul belakangan.

Atau versi lainnya; bertindak dulu, berpikir kemudian. Dan Elías Rovers baru saja sadar atas apa yang baru dilakukannya. Terlambat sudah. Apa yang sudah dilakukannya sudah tidak bisa ditarik kembali. Dalam hati, Elías mengutuk dirinya sendiri yang baru saja bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Sungguh bukan seperti dirinya yang biasanya terbiasa berpikir panjang. Oh, apa yang akan orang-orang bilang bila melihat seorang Elías Rovers memberi bunga--mawar merah, pula!--pada Chrysalis vi Scheziel?

Gosip akan mulai muncul, pastinya. Ketahuilah, dinding di sini memiliki kuping yang dapat diandalkan. Sialnya, ia tidak membutuhkan hal itu sekarang.

Apapunlah itu--yang sudah terjadi biarlah terjadi. Kembali pada kenyataan di hadapanmu, Rovers, kau tidak mau julukanmu bertambah lagi kan? Sudah sister complex, autis lagi.

"Puff~"

Sebuah lontaran nafas dengan nada geli terdengar dari nona Belanda, ia tidak salah dengar kan? Tidak--karena Chrys tengah memandangnya ramah dan... tersenyum. "Terima kasih Elias, aku menghargainya." senyuman yang jarang tampak itu kini terlihat jelas oleh kedua mata hazelnya. Orang bilang, bila ada seseorang yang tersenyum di hadapanmu, maka kau akan ikut tersenyum juga. Begitu pula dengan pria Meksiko ini, bibirnya terangkat dan membentuk sebuah senyuman hangat, diikuti anggukan pelan.

Oh tidak--Elías Rovers seharusnya tidak menampakkan senyum hangat seperti itu pada seseorang yang bukan adiknya, apalagi di tempat umum. Tidak, tidak. Tadi itu hanya refleks. Hanya refleks... kan?

Terdiam, lagi-lagi bingung karena tingkahnya sendiri.

Menyalahkan bunga karena tingkahnya yang aneh ini? Tidak logis. Lucu sekali, Elías, karena kau tampak begitu canggung dan kebingungan sekarang. Ditambah lagi, perasaan aneh itu--

--tunggu.

Perasaan apa?

"Kau pikir kita masih perlu menemui Mister Corwin?"
"Tidak perlu, laaah!!"


Untunglah seruan penuh semangat itu menyadarkannya untuk kembali ke alam nyata, ia berdehem untuk menarik perhatian keduanya. "Kalian... Mau menemui Supervisor Corwin?" tanyanya sedikit heran, ya, untuk apa memangnya? Namun, daripada mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu, ia malah didekati oleh sang pria berparas cantik yang sedari tadi melihat aksinya. Ya Tuhan.

"Halo,"

Err...

"Namaku Violetta Noel, panggil saja Vio."

Soal nama, ia memang sudah tahu, "Ah, saya Elías... Rovers Salazar." ujarnya membalas perkenalan Vio dengan senyum tipis, sopan santun patut dijaga. Tetapi, dalam satu gerakan cepat pria--iya, Elías tidak lupa kok--itu mendekatkan bibir kemerahannya ke sebelah telinganya, kemudian membisikkan sesuatu yang seumur hidup tidak pernah ia duga.

"Kalau butuh saran kencan dengan Chrys, tanya padaku saja. Homme français connaît le chemin le plus romantique pour conquérir le cœur d'une femme; Pria Perancis tahu cara paling romantis untuk memenangkan hati seorang wanita."

... Hah?

Waktu terasa berjalan sangat lambat bagi Elías yang berusaha mencerna kalimat campur Bahasa Perancis itu di otaknya. Dia bilang apa tadi? Saran kencan... dengan Chrysalis? Yang benar saja, pria ini sudah jelas salah paham! Menatap tak percaya pada Vio, kepalanya mengikuti ke mana pria Perancis itu berada sekarang, sementara dirinya sendiri mematung--jangan-jangan sebentar lagi akan ada petugas yang mengangkutnya untuk dijadikan hiasan proyek UBAH ini. Hahaha, lucu.

Oh, satu lagi--demi Tuhan--apa maksud kedipan mata dan senyum lebar penuh makna itu? Salah paham, ini adalah sebuah salah paham yang besar, saudara-saudara, dan Elías Rovers tentu, akan meluruskannya.

... Tidak kalau ia masih mematung dengan wajah memerah.

Sial, sial, sial.


"Ehhm," deheman keras yang jelas dipaksakan menjadi awal, ia menutup matanya sesaat sebelum menatap kedua lawan bicaranya. Terutama, pria yang salah sangka tadi. "Tuan... Vio," ia mulai angkat bicara, suaranya terdengar berat, ekspresi wajahnya dijaga sedemikian rupa agar terlihat tenang, walau rona kemerahan itu masih belum mau beranjak dari sana, "tampaknya Anda salah paham. Saya dan Nona Scheziel bukan..." ia melirik Chrysalis sebentar, kemudian kembali lagi pada Vio untuk melanjutkan, "... yang seperti Anda pikirkan." tandasnya, mencoba agar kalimatnya terdengar meyakinkan. Air mukanya masih sama; tenang. Elías Rovers dikenal karena kelihaiannya menjaga ekspresi wajah kan? Di luar memang terlihat seperti itu, namun kalau boleh jujur, ia sedang menanti respon yang bersangkutan dengan tegang--lumayan, tidak sampai gemetaran atau bagaimana kok, hanya denyut jantungnya hanya sedikit lebih cepat saja--sekarang.

Soal Vio percaya atau tidak, itu urusan belakangan deh. Yang penting ia sudah melakukan apa yang ia bisa untuk meluruskan salah paham ini, dan mengutarakan fakta yang sebenarnya. Barangkali Chrysalis dan dirinya memang terlibat dalam suatu peristiwa yang sulit dijelaskan--kalau tidak mau dibilang 'sulit ia akui'--namun peristiwa itu tidak membawa mereka ke dalam jenjang hubungan yang lebih kompleks. Ralat; sekarang juga sudah kompleks.

Bingung.

Oh, berhentilah bertindak konyol, Elías.



[OOC: The King of Denial is on the road baby Cool *ditakol*]


Last edited by Elías Rovers on 27th January 2010, 22:56; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Diavlea S. Goethe



Posts: 52
Umur: 17
Pemilik: Kumohare[n]

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 27 y.o

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   27th January 2010, 20:21

For the sake of Dew Laden Moss.

Tipe orang yang sulit diajak berdebat. Iya sih, lagipula sejak kapan dia juga jadi suka berdebat begini? Ide menghias dengan barang pribadi itu mungkin memang agak tidak wajar karena—mengalihkan pandangannya keluar ruangan—seperti kata Eisen, markas ini terlalu-sangat-sangat luas untuk dihiasi dengan barang pribadi. Barang pribadinya juga sedikit sih, ia bukan kolektor, tahu. Paling kolektor coklat—kau kira menghias markas dengan coklat itu ide bagus? Yang ada jadi markas semut, tahu.

Dan ia hanya mendengus, tahu bahwa otaknya tidak dapat menemukan bahan argumen yang tepat. “Barang pribadimu...?” Lea, tersenyum simetris, kurang lebih dapat menebak..maksudnya. Oke.

Sepertinya ia tidak akan memiliki waktu untuk meminum teh, karena tubuh kecilnya melompat dari meja kerja Eisen—yang masih asik dengan mawar ungunya—dengan kedua tangan di pinggang. “Nah, Eisen, kau mau diam di kantormu saja? Aku mau keluar, penasaran yang lainnya sedang apa. Mau ikut?” masih dengan senyum mengembang. Hei, masa otak dari proyek ini diam di balik meja, sih? Ga seru.
Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel



Posts: 145
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th January 2010, 10:58

"Tidak perlu, laaah!!" jawab Vio semangat sambil menepuk punggung Chrys keras-keras. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Chrysalis, lalu berbisik, "Pacarmu ada di sini, manalah mungkin aku menarikmu pergi! Lagipula, bukankah kalau proyek ini tetap berlangsung, bisa jadi kesempatanmu untuk membuat pojok romantis hanya untuk berdua. Oh, Chrys, aku SANGAT mendukung hal itu!"

.....

Pacar?


Sontak pupil yang menampung emerald di tengah putih itu melebar, terkejut dengan kesimpulan brilian pria Prancis di depannya. Kegusaran nampak di wajahnya--dengan sedikit warna merah yang merayapi. Untung genggaman tangannya tak meremas bunga mawar itu sampai hancur. Ia menatap Violetta sambil memekik pelan, spontanitas. "Vi-Vio! Tunggu aku tidak--" sayangnya sebelum Chrysalis berhasil menuntaskan kalimatnya pria itu beranjak mendekati Elias sambil tersenyum lebar.

"Halo, namaku Violetta Noel, panggil saja Vio."

Crap.


Yang jelas wanita Belanda berusia 25 tahun itu hanya bisa 'meringis' dan kenapa pula Vio berbisik-bisik? EH tidak, yang lebih penting; apa yang mereka bisikkan?! Argh, rasanya Section Leader itu ingin melengking saja untuk menghentikan keusilan Violetta. Ya, apa sih yang dibisikkan sehingga... sehingga rona muka Elias jadi berubah...memerah?

"Ehhm"

Menatap pada Elias, tersirat rasa ingin tahu di wajah wanita berambut hitam cepak tersebut. "Tuan... Vio,tampaknya Anda salah paham. Saya dan Nona Scheziel bukan..." Elias melirik Chrysalis sebentar, kemudian kembali lagi pada Vio untuk melanjutkan, "... yang seperti Anda pikirkan."

Oh, tentu saja demikian.

Sejak kapan ia dan Elias memiliki hubungan seperti itu kan? Tak pernah, namun entah kenapa mendengar jawaban pria asal Meksiko tersebut ia merasa.... err absurd. DItangkapnya lirik mata hazel pria itu, mengarah pada batang hidungnya. Rona wajah Chrysalis yang sudah kehilangan nuansa merahnya hanya membalas tatapan itu dengan alis yang terangkat seolah bertanya balik. Anggap saja itu reaksi dari kalimat yang barusan dilontarkan pria berambut coklat itu.

Oh ya satu hal.

"Panggil aku Chrys."

Ya itu saja.

Kenapa juga ia bertingkah begini? Sekali lagi hembusan nafas panjang keluar dari sela bibir Chrysalis vi Scheziel, segala keributan maupun suara paduan suara itu pun hanya menambah pening kepalanya.

"Aku rasa aku akan menemui Eisenebrg sekarang... dia yang bertanggung jawab atas semua ini."

Orang gila itu.







Lokasi: kamar pribadi Eisenberg.

Mengetuk pintu kamar General itu dengan teratur sebelum membukanya, memperdengarrkan suara derik yang tak nyaman di gendang terlinga dan menemukan bahwa 'sahabatnya' satu itu sedang asyik mengobrol dengan General lainnya.

"Eisenberg," ucap wanita itu tanpa menambahkan embel-embel General, "kurasa kau melihat aula bulat sekarang ini." ucapnya singkat jelas padat tanpa basa-basi sama sekali.

"Selamat siang Miss Goethe." tak lupa untuk tersenyum ramah pada wanita General satu-satunya di ruangan itu.

_________________
1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur


Last edited by Chrysalis vi Scheziel on 28th January 2010, 14:20; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini



Posts: 54
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th January 2010, 11:01

"Ah, tentu nona Eva... dengan senang hati,"

Anak baik.. hha~


Eva sih tak peduli Wil mau melakukannya dengan senang hati atau tidak yang jelas dia hanya harus melakukannya dengan benar. Ingat, dengan benar kecuali kau ingin mengalami pengalaman manis bersama Eva untuk kali kedua.

"Anu, nona Eva, sudahkan anda memberitahu Supervisor?"

"Hmm..."

Ia melirik pada Wilhelm, menjawab pertanyaan pemuda itu dengan nada suara yang santai. "Entahlah, yang mengusulkan ini kan General Eisenberg. Coba kau tanyakan sendiri padanya." yang lebih penting lagi "Kenapa kau masih di sini Wil? Cepat gotong semua itu." Desis wanita berusia 23 tahun tersebut sambil melayangkan kipas yang berada di genggamannya itu ke arah pintu utama.

Kembali mengayunkan kipasnya dan memberi petunjuk ke arah staff lain yang sedang memasang hiasan bunga saat ia mendengar suara orang lain bertanya padanya. "Nona, ada apa ini sebenarnya?"

Ya ampun, dari mana saja kau?


"Oh, Raul!" terdengar suara ceria Estrella "Ya, kamu sudah tahu kan kalau Jenderal Eisen mencanangkan proyek UBAH? Ini baru awal mulanya~ Hei, apa bunga-bunganya sudah sampai? Atau hiasan yang lainnya sudah datang juga?"

Ah memang cerdas si Estrella ini, ia menghemat waktu Eva untuk menjelaskan detail proyek General flamboyan satu itu... iya, mereka memang kekurangan hiasan. Ia sudah mendapatkan informasi kalau barang yang mereka pesan sudah tiba. Beberapa waktu yang lalu ia dan Estrella memesan sebuah patung dan wanita bercambut cepak dengan choker bulu merak yang mengatur semua ini menyetujuinya.

Karena mereka tak menyebutkan dengan detail patung 'seperti apa' yang dimaksud.

"Ah Raul~" tersenyum ramah pada pria macho asal Paraguay tersebut "kebetulan kau datang... pesanan kami sudah datang kan? Salah satunya ada patung perunggu setinggi 12 kaki yang masih dibungkus rapi dengan kain." Terkikik pelan sambil menatap wajah pria di depannya tersebut. "Nah, tidak mungkin kan gadis-gadis lemah seperti kami membawanya. Jadi bisakah kau dan beberapa orang temanmu membawanya--eh mereka kesini?"

"Ya?" menampakkan senyumannya yang memikat--terbukti ampuh menarik banyak dollar lho dulunya


Last edited by Eva Montini on 28th January 2010, 13:57; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Raul Santa Cruz



Posts: 50
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th January 2010, 13:30

Sebelum wanita berkipas itu menjawab pertanyaannya, Raul sudah terlebih dahulu mendapatkan jawaban dari Estrella, yan g menjawab pertanyaannya dengan cukup ceria. Ia menggelengkan kepala--tentu, pengumuman itu tidak mencapai telinganya, yang menjaga gerbang dengan segenap perhatiannya. "Ngomong-ngomong, bunga dan lainnya sudah sampai. Memangnya Supervisor mengizinkan?"

"... Pesanan kami sudah datang kan? Salah satunya ada patung perunggu setinggi 12 kaki yang masih dibungkus rapi dengan kain."

Akhirnya, Exorcist wanita selain Estrella itu unjuk bicara. Patung perunggu? Raul mengangkat alis; jadi, itu isi bingkisan raksasa yang berdiam di depan gerbang? Mungkin wanita zaman sekarang memang kesukaannya aneh-aneh. Ia mengangguk pelan. "Ya, kurasa sudah ada. Beserta bunga dan benda-benda lainnya."

Blabla... dan Eva meneruskan dengan permintaan berbelit-belit untuk mengangkut patung. "Ya?" Wanita itu mengakhiri permintaannya dengan senyuman karismatik. Pria simpel itu bertutur dengan jujur, "Saya tidak keberatan, Nona, namun... apakah Supervisor Corwin tidak keberatan?" Setahunya Lupus Corwin bukan tipe atasan yang akan membiarkan acara macam ini terjadi tanpa campur tangannya.
Back to top Go down
View user profile
William R. Rheins



Posts: 36
Umur: 18
Pemilik: Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th January 2010, 15:32

"Ah, Will... aku juga baru tiba, tanyalah Ms. Eva atau Estrella di sana," ucap Exorcist yang memiliki nama yang sangat mirip dengan namanya tersebut.

"Ah... Baiklah!" ucapnya pendek. Sesaat kemudian ia langsung mendekati Nona Eva yang kebetulan juga ada di situ.

"... Pesanan kami sudah datang kan? Salah satunya ada patung perunggu setinggi 12 kaki yang masih dibungkus rapi dengan kain."

Apa? Sontak Will kaget. Ia tidak mengira, bahwa proyek UBAH yang dicanangkan oleh General-nya ini sampai mendatangkan patung berukuran 12 kaki. Hal itu menyebabkan ia lupa apa yang ingin ia tanyakan tadi pada Eva.

Beberapa saat kemudian, ia baru ingat apa yang ingin ia tanyakan. "Bagaimana keadaanya nona?" Tanya Disciple General Eisenberg satu ini dengan suara yang sedikit diberatkan dan agak berwibawa. Terdengar aneh? Hei! Begitulah cara Will memperlakukan seorang ladies yang tidak terlalu dikenalnya. Paling tidak, ia tidak akan separah General-nya, General Eisenberg. Jadi, harap dimaklumi.

"Ngomong-ngomong ada yang bisa saya bantu, nona?" tanyanya, masih dengan logat bicara seperti tadi.

Sesaat kemudian, iris rubi-nya berpaling ke arah Wil yang sejak tadi diperintah oleh Eva sembari tersenyum ke arahnya.
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith



Posts: 72
Umur: 18
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th January 2010, 17:32

"Kenapa kau masih di sini Wil? Cepat gotong semua itu," gadis di depannya mendesis sambil menunjukkan kipasnya ke arah berbagai macam benda.

"Ah... baiklah Nona Eva," sekali lagi Wilhelm menjawab dengan lesu. Siapa sih yang senang disuruh-suruh membawa barang-barang yang sama sekali bukan urusannya? Yang jelas bukan orang biasa seperti Exorcist yang satu ini.

Melangkahkan kakinya menuju tumpukan barang yang ditunjuk Eva tadi, Wil menangkap sesosok pria berbadan kekar. Raul Santa Cruz, ah, staf keamanan itu. Mungkin pekerjaannya akan jadi jauh lebih mudah sekarang, setelah pria itu datang.

Salah. Ketika pemuda berambut hitam ini mendekat ke arah barang-barang yang dibawanya, dia melihat sesuatu. Sesuatu yang lain, yang oleh intelegensinya yang biasa-biasa saja tidak dapat dimengerti. Sebuah benda besar, berukuran kira-kira... 13 kaki? Terbaring di dekat situ. 'Please don't tell me i must bring that too?' harapnya dalam hati.

Setelah dipikir, pasti itu pekerjaannya Raul. Exorcist muda ini menghela nafasnya lega, mana mungkin ia bisa membawa barang seperti itu dengan ketahanan tubuhnya yang tidak terlalu kuat?

Setelah mengambil beberapa brokat -dengan susah payah, ia berjalan kembali ke Eva, "Nona, ini diletakkan di mana ya?" tanyanya, masih merasa sedikit kesal pada Eva, buktinya ia tidak tersenyum padanya.

"Saya tidak keberatan, Nona, namun... apakah Supervisor Corwin tidak keberatan?"
pemuda biasa ini mendengar Raul bertanya pada Eva, mata Raul sendiri melirik ke arah... bongkahan 13 kaki tadi.

'Hhh... thank god,'
mengetahui perkiraannya benar, ia menghela nafas. Ia bisa mati kalau disuruh membawa bongkahan besar itu.

Ia menatap Exorcist albino temannya, dengan tatapan apa-kau-sudah-kurang-waras, mendengarnya menawarkan bantuan secara sukarela ke Eva. Ia hanya bisa tersenyum pasrah pada rekannya itu, semoga badannya tidak hancur, afterall, he's albino.
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Eisenberg Val Greet



Posts: 34
Umur: 23

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 28

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   28th January 2010, 17:49

Quote:

Sepertinya ia tidak akan memiliki waktu untuk meminum teh, karena tubuh kecilnya melompat dari meja kerja Eisen—yang masih asik dengan mawar ungunya—dengan kedua tangan di pinggang. “Nah, Eisen, kau mau diam di kantormu saja? Aku mau keluar, penasaran yang lainnya sedang apa. Mau ikut?” masih dengan senyum mengembang. Hei, masa otak dari proyek ini diam di balik meja, sih? Ga seru.


Sejenak Eisen memperhatikan apa yang dikatakan miss Goethe padanya, memang dia akan terlihat kurang bertanggung jawab apabila hanya duduk diam dan menyerahkan semuanya pada Chrys.

Eisen mengambil cangkir teh nya dan menghabiskan teh yang tersisa, kini Eisen pun beranjak dari kursi tempat kerjanya.

"Ah, apa yang anda katakan benar juga miss Goethe, ada baiknya saya melihat keadaan markas sekarang."

Baru saja Eisen akan melangkah keluar, tidak lama kemudian pintu ruang kerja di ketuk oleh seseorang. Kemudian Chrys pun muncul dari balik pintu yang baru saja di ketuk itu.

Quote:

"Eisenberg," ucap wanita itu tanpa menambahkan embel-embel General, "kurasa kau melihat aula bulat sekarang ini." ucapnya singkat jelas padat tanpa basa-basi sama sekali.

"Selamat siang Miss Goethe." tak lupa untuk tersenyum ramah pada wanita General satu-satunya di ruangan itu.


Ah ! tampaknya sudah ada perubahan di markas ini. Aula bulat ? ya, memang itu adalah salah satu tempat yang di jadikan contoh oleh Eisen, tidak heran apabila tempat itu menjadi target percobaan project UBAH ini.

"Madam Chrys, hal menyenangkan apakah yang ada disana ?"

Eisen beranjak pergi melewati Chrys dan "mengambil alih" pintu yang baru di buka oleh Chrys.

"Silahkan ladies, ladies first, dan kurasa tujuan kita adalah Aula Bulat markas ini."

Eisen mempersilahkan para ladies untuk berjalan terlebih dahulu dengan gaya bak seorang pelayan profesional.

"Sangat di sayangkan madam Chrys, anda tidak bisa menikmati teh yang sudah saya seduh pagi ini."
Back to top Go down
View user profile
 

[AMERICA] Project UBAH

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 5Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next

 Similar topics

-
» America and Russia~
» America or Canada
» Alfred F. Jones// United States of America
» PROJECT 3
» Project Zomboid

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums