| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Eisenberg Val Greet

Posts: 34 Umur: 23
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 28
 | Subject: [AMERICA] Project UBAH 13th December 2009, 10:45 | |
| Event ini diselenggarakan untuk menambah detail markas kita, karena garis besar setiap lokasi sudah ada.
Eisenberg dan Chrys menjadi panitia di awasi Supervisor.
batasan waktu = belum di tentukan
| Spoiler: | | |
Contoh proposal UBAH
Lokasi : Great Hall (hall tengah)
Aksesoris : A lot of Rose, empat buah lukisan.
Deskripsi :
Hall yang bulat ini akan di hiasi 2 buah pot yang berisikan Mawar Merah di setiap sisi pintu masuknya, tidak lupa pot pot tergantung akan menghiasi langit-langit pada hall ini.
Sedangkan pada dindingnya akan dihiasi lukisan seorang wanita yang sedang memeluk karangan bunga mawar, sebuah lukisan batu nisan dengan bunga mawar di atasnya, lukisan setangkai bunga mawar yang sedang layu, serta sebuah lukisan taman bunga mawar. Lukisan ini akan di pasang pada empat penjuru yang berbeda. |
WIDE OPEN
America Branch, 08.00 AM
Pagi itu masih sama saja seperti pagi yang lain nya. Salju yang dingin terkadang turun, dan hari itu putihnya salju masih memenuhi halaman luar Markas besar Black Order yang berlokasi di Amerika itu.
Eisen masih duduk di kursinya, di meja yang di penuhi laporan-laporan yang menumpuk. Bosan, tentu saja. Suasana yang menjemukan, dimana putih salju yang menghiasi halaman luar adalah satu-satunya pemandangan yang terlihat.
Secangkir teh herbal hangat, begitu nikmat menemani hari-hari melelahkan Eisen.
tak
Bunyi cangkir yang diletakan di atas meja. 'Sudah cukup...' pikir Eisen
'Kurasa kini saatnya...
Melakukan perubahan pada markas Amerika ini !'
Dengan segenap tenaga, Eisen mengumandangkan sesuatu melalui pengeras suara yang ada.
“Di beritahukan kepada seluruh warga Markas Amerika ini, setelah beberapa hari saya tinggal disini, saya merasakan adanya sesuatu yang kurang, entah ini anda sadari atau tidak. Kekurangan yang begitu fatal dan berakibat bisa membahayakan kelangsungan markas kita yang tercinta. Karena nya saya akan mengumumkan project --"
| Quote: | Ultra Beautification Around the House
Disingkat UBAH
Project UBAH ini akan berisikan deskripsi keindahan yang anda inginkan untuk markas kita tercinta. Deskripsi minimal memiliki isi sebagai berikut :
- Lokasi yang ini anda berikan detail nya (bisa dilihat berbagai lokasi yang ada di markas disini)
- Benda-benda apa saja yang mendukung keindahan yang ingin di masukkan
- Harus masuk akal (karena Markas pusat tentu tidak mau menyediakan benda-benda yang tidak masuk akal seperti alat pancung, kepala orang, ataupun mummy sebagai hiasan)
|
"Project ini terbuka untuk seluruh warga Markas Amerika.Bila ada yang ini di tanyakan silahkan tanyakan langsung kepada saya"
"Dan, dengan begitu... project ini resmi dijalankan !
....
"Oh, perhatian untuk Madam Chrys, harap menjadi penanggung jawab lapangannya karena di takutkan saya tidak bisa berada langsung di lapangan untuk menerima inspirasi semua warga Markas Amerika ini !-- jadi bagi yang ini berpartisipasi silahkan salurkan aspirasi anda kepada Madam Chrys dimanapun dia berada dan akan disampaikan pada saya nantinya."
Dengan kalimat tersebut,
--dimulailah awal dari project UBAH di markas Amerika. |
|  | | Chrysalis vi Scheziel

Posts: 145 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 13th December 2009, 19:06 | |
| Asap rokok membumbung tinggi, meliuk-liuk memutari wajah masam seorang wanita Belanda berpostur semampai yang berdiri di tengah aula bulat dengan kertas lembaran dan pena di tangan. Mengetuk-ngetuk kertas yang di-klip dengan rapi pada landasan kayu. Mulutnya sibuk, merokok, menggerutu, megumpat, menghela nafas, semuanya.bercampur. Alis mengerut, iris emeraldnya menebarkan sorot yang dapat membuat seekor anjing mendeking ketakutan. Menggigit bagian ujung rokok favoritnya sambil menghisap dalam, hisap-hembuskan, hisap-hembuskan, sekali lagi.
Ok, bisa membuatnya sedikit tenang tapi tidak setenang biasanya.
Apa lagi yang bisa membuatnya seperti ini kalau bukan rekan sebangsanya, Meneer Eisenberg val Greet. Pria yang bahkan wanginya melebihi wangi dirinya—bukan berarti aroma badan Chrysalis tidak sedap—dan tampaknya selalu memiliki ide untuk menganggu ketentraman batinnya. Lihat saja program yang barusan ia canangkan itu.
Project UBAH.
Mencoret huruf U di awal kata yang entah kenapa membuatnya merasa lebih baik.
Melepaskan tembakau dari sela-sela bibirnya—tetap menyala—dan memandangi ruangan yang hendak didekorasi ulang oleh General itu, General kurang kerjaan.
Suara langkah kaki mendekatinya di saat sang wanita dari negeri kincir angin itu masih memandangi kertas lampiran project. Menghisap rokok sekali lagi seraya berujar , “....ada urusan dengan pengumuman barusan eh? Cepat katakan. Lebih cepat ini selesai lebih baik,” _________________ 1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
|
|  | | Violetta Noel

Posts: 41 Pemilik: Agito Poin RP: 100
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 13th December 2009, 19:46 | |
| Sejujurnya, acara minum teh Vio agak terganggu oleh pengumuman yang mendadak dilakukan oleh sang General paling flamboyan seantero Cabang Amerika, Eisenberg. Buktinya Vio langsung tersedak teh panas dan hampir menyemburkannya. Sambil terbatuk-batuk pelan, Vio menggelengkan kepalanya pelan. Proyek 'memperindah' markas? Dananya dari siapa? Dari kas markas Cabang Amerika? Memangnya sang Supervisor yang itu mengizinkan?
"...mana secara sepihak menyuruh Chrys yang menanganinya pula..." gumam Vio. Suaranya terdengar agak lebih serak daripada biasanya, akibat dari tersedak dan terbakar tenggorokannya. Ia menghela nafas pelan, lalu membereskan peralatan tehnya dan berjalan mencari Chrys.
Tidak perlu waktu lama untuk mencari wanita Belanda satu itu, karena ada penanda yang pastinya terlihat sangat jelas oleh siapapun, dari jarak jauh sekalipun. Iya, asap rokok yang membumbung tinggi, seperti sinyal asap di tengah medan perang. Dan khusus hari itu, asapnya tampak jauh lebih tebal daripada biasanya. Tanpa keraguan, ia melangkah mendekati wanita itu.
“....ada urusan dengan pengumuman barusan eh? Cepat katakan. Lebih cepat ini selesai lebih baik,”
Jawaban yang ketus. Pasti Chrys sedang stres berat. Vio berusaha tersenyum ramah meski rasanya ia mau batuk-batuk parah karena asap rokok yang begitu pekat di sekitar Chrys. "Markas ini sudah cukup indah tanpa harus didekorasi ulang," komentarnya pelan.
"Tapi..." Ia mencabut rokok yang terselip di antara bibir Chrys dan memadamkannya dengan menyundutnya ke vas bunga terdekat, "...aku mau komentar tentang kebiasaan merokokmu itu. Sudah kubilang 'kan merokok itu tidak baik untuk kesehatan?"
Apakah Chrys akan senang dengan tindakannya ini? Pastinya tidak. Jadi, paling-paling ia bersiap saja mendapatkan dampratan atau gamparan gratis dari wanita satu itu.
OOT : udah lama ga pake Vio, feel nya rada ilang, jadi maaf kalau aneh |||orz |
|  | | Chrysalis vi Scheziel

Posts: 145 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 20th December 2009, 12:59 | |
| Oh Tuhan, oh Tuhan, indah sekali hari ini.
Menatap ke wajah cantik Violetta yang baru saja menyambar rokoknya. Meremas papan kayu alas kertas yang ia pegang sedari tadi sambil menggeram laiknya kucing yang kehilangan mangsanya seraya iris emerald itu memperhatikan rokok favoritnya dibuang begitu saja ke pot tanaman terdekat. AH! Biarkan. Toh, dia masih punya beberapa—bukan beberapa sih—rokok lagi baik di kantong ataupun yang ia simpan di ruangannya sendiri.
Tapi tentu saja tak bisa ia lakukan sekarang karena kehadiran sang dokter di dekatnya. Yah nanti... untuk sekarang ia harus mencoba menahan hasrat merokoknya. Menghembuskan nafas dengan berat, nafas yang maish beraroma rokok tentu saja.
“Ahh Violetta.... sungguh ini bukan waktu yang tepat,” alisnya mengerut dan sekali lagi melirik ke paras cantik di hadapannya. “Kau tahu apa yang terjadi? Project BAH itu, seharusnya BUKAN aku yang harus mengurus semua ini.”
Hentakan boot setebal 7 cm ke lantai di bawahnya, “ bukannya semua urusan atur mengatur ini tanggung jawab bagian manajemen kan? Eisenberg sialan itu, apa ia lupa aku bekerja di bagian apa?!” nada bicara meninggi beberapa desibel. Kedutan urat di dahinya semakin tebal saja dan tentu saja ia tidak memedulikan fakta bahwa ia sering menyumpahi General satu itu terang-terangan. _________________ 1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
|
|  | | Diavlea S. Goethe

Posts: 52 Umur: 17 Pemilik: Kumohare[n]
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 27 y.o
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 30th December 2009, 10:43 | |
| Kakinya tersilang membuat tubuhnya yang terbaring santai di atas lantai bertambah rileks. Dingin, tapi bagi warga Kanada sepertinya, ‘apaan sih dingin begini doing toh,’ normal. Karena itu ia tidak ragu berguling-guling di lantai yang bersuhu lebih dingin dari tubuhnya. Sementara matanya menangkap hamparan salju di depannya. Tapi saat suara keras menghantam telinganya, kau tahu bagaimana ekspresi General ‘muda’ ini?
Berdecak. Kedua tangan yang menopang kepalanya yang nyaris menyentuh lantai koridor di sebelah taman sekarang diluruskan untuk menopang tubuhnya. Mulutnya sedikit manyun tanda agak terganggu dengan..yah, tidak masalah, proyek perubahan itu memang bagus mengingat markas mereka yang cukup sepi. Meraih secangkir coklat panas yang—ia ambil dari dapur—di sebelahnya dan meneguknya setengah; rasa manis menyelimuti lidah yang mulai memanas dan mengusap bibir dengan lengannya.
Gadis—tidak mengakui sudah wanita—itu melangkahkan kakinya cepat di sepanjang koridor. Tidak mengindahkan orang yang berpapasan dengannya saking herannya dan—
—tidak setuju.
“Eisen!” serunya seraya membanting pintu kantor General flamboyan itu. “Apa-apaan pengumuman barusan?” berkacak pinggang di depan meja pria yang sepertinya baru selesai minum teh. No, no, jangan protes, tadi kau sendiri yang bilang ‘kalau mau bertanya langsung ke saya’, kan? ‘Gadis’ Kanada ini menghela nafas sebelum melompat dan mendudukan dirinya di meja kerja Eisen.
“Bukan artinya aku tidak setuju, sih,” menggelengkan kepala dan kembali menyilangkan kaki, “tapi kenapa harus mawar?” That’s the point, dengan penekanan pada kata ‘mawar’, tentu saja. |
|  | | Eisenberg Val Greet

Posts: 34 Umur: 23
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 28
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 30th December 2009, 11:09 | |
| Eisen sedikit tersentak kaget dengan kedatangan Diavlea yang tiba-tiba menyerbu begitu saja ke dalam ruang kerja nya, namun Eisen masih dapat bersikap tenang.
"ah... miss Goethe..."
*Eisen kembali meminum teh herbalnya yang masih bersisa*
"Bukan kah mawar-mawar itu indah miss ? seperti dirimu yang penuh semangat di pagi hari ini ?"
Eisen tertawa kecil
"Saya hanya memberikan contoh miss Goethe, dan saya pikir Mawar adalah gambaran yang tepat untuk project yang akan merubah markas kita ini menjadi lebih indah."
Eisen kemudian beranjak dari kursi kerjanya,mengambil cangkir teh kosongnya dan berjalan ke arah pojok dimana terdapat sepoci teh yang tampaknya masih hangat. Kemudian dia tuangkan isi poci itu kedalam cangkir kosongnya. kini cangkirnya sudah terisi penuh oleh teh herbal lagi.
"jadi... apakah anda mempunyai usul miss Goethe ?" "ataukah anda hanya ingin melihat wajah tampan saya dengan alasan project ini ?"
Eisen kembali tertawa kecil kemudian dia kembali meminum sedikit teh dari cangkir yang baru saja di isi nya
"teh herbal miss Goethe ?"
|
|  | | Diavlea S. Goethe

Posts: 52 Umur: 17 Pemilik: Kumohare[n]
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 27 y.o
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 30th December 2009, 11:49 | |
| Creepy. Orang ini..eeerrrrgh. Semua orang dapat melihat wajah anak gadis-nya yang tampak cemberut, lebih cemberut dari tadi. Kampret. Hei, Lea bertanya kenapa harus mawar dan jelas-jelas bukan itu jawaban yang ia inginkan. Sebuah rayuan tidak akan menyentuh hatinya semudah itu, kenyataannya ia akan bertambah kesal.
‘Gadis’ ini berusaha tenang; mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya lagi lewat mulut. “Jadi,” tangan di atas meja yang dia duduki untuk menopang tubuh yang ia condongkan ke arah pria itu. “kalau maksudmu melambangkan—atau mendukung—markas kita ini untuk menjadi lebih bersemangat dengan hiasan mawar, aku mengerti. Tapi orang lain akan menangkapnya berbeda, tahu. Dan oke kalau itu cuma contoh”
Manik ambernya mengikuti General yang kini beranjak mengisi cangkir tehnya, berharap general itu mendengarkan. Lea bisa maklum karena kebanyakan dari mereka, para Exorcist, jarang berada di markas untuk menjalankan misi dan dalam misi itu ia juga tidak bisa minum coklat panas sepuasnya. Mungkin begitu juga dengan Eisen.
Tidak mengindahkan perkataan Eisen selanjutnya, ia beralih ke pertanyaan yang sebelumnya dilontarkan. “Usul?” alisnya mengembang sebelum akhirnya kembali lagi, berpikir. Mendekorasi markas, yang pasti harus meriah! Dan ekonomis, tidak menghamburkan uang, tidak merepotkan, tidak menghabiskan banyak waktu.
“Sekalian saja kita menghias markas dengan barang milik kita sendiri,” mulai meracau, “sekalian saja ada barang tertukar—asal jangan memasang barang berharga kalian saja—toh ini tahun baru,” menghitung jari, tersenyum gembira mengingat saat itu Januari yang berarti tahun baru. Hei, dia benar, kan?
“Tidak, coklat saja aku tidak suka teh,” tapi begitulah dia. |
|  | | Eisenberg Val Greet

Posts: 34 Umur: 23
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 28
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 11th January 2010, 20:36 | |
| | Quote: | “Sekalian saja kita menghias markas dengan barang milik kita sendiri,” mulai meracau, “sekalian saja ada barang tertukar—asal jangan memasang barang berharga kalian saja—toh ini tahun baru,” menghitung jari, tersenyum gembira mengingat saat itu Januari yang berarti tahun baru. Hei, dia benar, kan?
|
"usul yang bagus miss..."
Entah apa yang ada dipikiran Eisen saat itu, mungkin pengaruh dari teh herbal hangat yang menyebabkan perasaan rilex sehingga Eisen tidak begitu memperhatikan raut wajah lawan bicaranya.
Kemudian dengan tenang Eisen mengambil mawar ungu nya dan menghirup nya dalam-dalam seolah menghirup oksigen yang sangat langka, dan kemudian melanjutkan perkataannya yang terputus.
"kita akan bisa sedikit menghemat bukan ? tapi saya rasa markas ini masih terlalu besar bila ingin di hias hanya dengan barang-barang pribadi saja miss"
"dan saya rasa miss Goethe tidak akan menyukai koleksi barang pribadi saya..."
Eisen tertawa kecil kemudian meminum kembali teh herbal nya.
"jadi... apakah ada yang ingin anda sampaikan lagi miss Goethe ?"
| Quote: | “Tidak, coklat saja aku tidak suka teh,” tapi begitulah dia.
|
"ah mohon maaf miss, saya hanya memiliki teh saja dan terkadang kopi..."
Last edited by Eisenberg Val Greet on 15th January 2010, 06:00; edited 1 time in total |
|  | | Lupus Corwin Vatican Central

Posts: 286 Umur: 18 Pemilik: Male
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 45
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 13th January 2010, 21:20 | |
| Mengetuk-ketukkan pena berulang kali pada permukaan meja di depannya, Lupus menatap sudut meja yang telah dihiasi noda hitam kering yang bercampur dengan tinta baru yang terus keluar dari ujung penanya dengan tekukan yang tidak menyenangkan pada sudut-sudut mulutnya.
Jubah Supervisor putih yang seharusnya menghangatkannya dari benda berwarna sama yang terus berjatuhan dari langit di luar jendela tergantung di dinding di belakangnya, dan ketika Lupus menghembuskan nafas panjang yang mengepul seperti asap rokok, pria berusia 45 tahun itu melirik mesin pemanas yang terletak di sudut kantor Supervisor. Rusak, demikianlah keadaan mesin malang yang tertimpa seorang staf yang terlempar secara "tidak sengaja" ketika staf itu berusaha mencengkram kerah sang Supervisor. Ya, itu kisah lain dan tidak akan dibahas sekarang, ketika sebuah pengumuman yang disiarkan melalui pengeras suara berkumandang.
"Diberitahukan kepada seluruh warga Markas Amerika ini-"
'Eisenberg,' gumam Lupus yang wajahnya semakin tertekuk ke arah yang tidak menyenangkan.
"setelah beberapa hari saya tinggal di sini, saya merasakan adanya sesuatu yang kurang, entah ini anda sadari atau tidak. Kekurangan yang begitu fatal dan berakibat bisa membahayakan kelangsungan markas kita yang tercinta-"
'Kekurangan? Rasanya belum ada Akuma yang bisa menyerang Markas Cabang ini sejak aku menjabat sebagai Supervisor. Sepertinya ada yang aneh.' Demikianlah komentar sang Supervisor yang ternyata terbukti benar ketika suara dari pengeras suara itu mulai menjelaskan mengenai sebuah proyek yang benar-benar menegangkan urat di kening sang Supervisor yang telah beranjak dari kursinya, meninggalkan penanya di atas meja begitu saja.
Ketika suara itu mulai menyebut nama Kepala Divisi Diplomasi dan Komunikasi, disambarnya jubah Supervisor putih yang tergantung di dinding, dan beranjaklah Lupus menuruni ruang kerjanya, ke ruang pribadinya - ya, dia masih cukup waras untuk tidak menerjang salju tebal di luar ruang kerjanya - dan mendorong salah satu rak buku yang sama sekali tidak mencurigakan, menunjukkan sebuah lorong gelap di belakangnya. Memastikan pisau lipatnya masih tersimpan pada kedua kantong jubah Supervisor-nya, sang Supervisor pun melangkahkan kakinya memasuki lorong gelap yang denahnya telah dihafalkannya di luar kepala. Ke mana? Tentu saja ke ruangan pusat Markas Cabang Amerika Utara-Selatan; Aula Bulat. _________________
Benjie's 5th Character - The Wolf spider |
|  | | Violetta Noel

Posts: 41 Pemilik: Agito Poin RP: 100
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 18th January 2010, 16:27 | |
| Sesuai dugaannya, Chrys mulai mengomel panjang-pendek tentang apa yang dilakukannya... dan proyek buatan Eisen yang sepertinya membuat wanita satu itu semakin naik darah. Vio hanya bisa mengangguk-angguk pelan mendengar semua omelan wanita satu itu. Kalau dirinya yang dibebani tugas seperti itu, mungkin ia pun akan mengomel.
"Mungkin karena Eisen mempercayaimu, makanya kau dimintai tolong untuk mengurus semua ini," kata Vio tenang, mengesampingkan kemungkinan bahwa ia hanya akan membuat Chrys tambah sebal dengan apapun yang dikatakannya.
"Tapi, hei, bagaimana kalau kau coba membicarakan hal ini dengan Supervisor? Menurutku, beliau bukanlah orang yang senang dengan hal seperti ini. Beliau orangnya terlalu kaku sih, ahaha~" tambah Vio sambil terkikik pelan di akhir kalimatnya. Ya, siapa yang tidak kenal Supervisor satu itu, yang sering tampak begitu kaku dan serius? Tidak mungkin pria sepertinya setuju pada proyek ayo-tebar-mawar-ke-semua-sudut-markas.
"Eeeng, kalau kau tidak berani pergi menemui beliau sendirian, aku mau kok menemanimu. Asal jangan lama-lama, aku tidak kuat auranya yang terlalu berat," tambahnya lagi sambil mengulurkan tangannya. |
|  | | Estrella Rovers

Posts: 63 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 22nd January 2010, 16:58 | |
| Bolehkah Estrella berpendapat kalau ini hari yang spesial?
Di mana ia bisa berkreasi di dalam markas Black Order Amerika Utara - Selatan yang suram itu?
Di mana di hari itu, ia bisa menghias dan membuatnya tampak lebih indah, sesuka hati?
Boleh?
Sebelum mendapat persetujuan atau bahkan penolakan, gadis Meksiko ini telah mengambil satu langkah besar untuk turut berpartisipasi dalam event mendadak yang diprakarsai Einsenberg val Greet. Oh ya, ia masih ingat betul dengan ajakan bersemangatnya pada sang kakak kandung, Elias, untuk segera ke kota dan berbelanja berbagai macam benda. Dan satu yang paling utama; bunga. Bukankah bunga itu, selain indah juga bisa menenangkan hati? Bagus kan untuk markas yang sehari-harinya tampak gelap dan suram itu? Ahaha, coba, karena siapa lagi kalau bukan Supervisor Luppi--eh, Lupus yang kaku itu~
Karena ingin semuanya selesai dengan cepat, tidak lama kemudian ia dan kakaknya sudah kembali ke markas. Senyum lebar yang ceria, disertai satu buket besar bunga berwarna-warni yang ditata demikian rapi dan cantik, "Ideku tidak salah kan, Kak?" ujarnya riang pada sang kakak. "Oh, mungkin saja kalau markas jadi terkenal karena keindahan dan kenyamanannya, orang-orang dari cabang lain akan berkunjung ke sini! Termasuk..." pipinya mulai bersemu merah ketika mengingat orang yang disukainya sejak 4 tahun yang lalu. Polos, gadis berusia 19 tahun ini masih melangkah ringan menuju Aula Bulat yang megah.
Nah, sampai.
Ya, aula ini sesungguhnya bisa jadi lebih megah bila dihias dan ditata sedemikian rupa, begitu pula dengan sudut-sudut lain dari markas. Memang itu kan tujuan proyek ini? "Ah! Nona Chrys~!" ia mengangkat sebelah tangannya untuk menarik perhatian wanita yang diyakininya sebagai salah satu panitia tersebut. Berlari-lari kecil, Estrella menghampiri sang Section Leader dengan senyum antusias, "Aku dan kakak sudah beli banyak barang-barang untuk proyek ini! Sebentar lagi akan diantar ke sini~" mulanya, dan mungkin kalimatnya akan membuat Chrysalis sedikit tercengang. Banyak--bukan hanya bunga dan tetek bengeknya, tapi juga benda-benda seni macam lukisan atau patung. Yang sesuai dengan selera nona kecil satu ini, tentunya...
"Eh, Nona Chrys tampak tidak senang?" gadis berambut pirang pucat ini sedikit memiringkan kepalanya, baru menyadari ekspresi wajah Chrysalis yang jelas-jelas tidak bahagia. Kenapa, ya?
Bermaksud menghibur sang wanita Belanda, Estrella kembali berujar ceria, "Oh ya, barusan aku sudah memesan banyak--banyak sekali bunga hias yang jumlahnya pasti cukup untuk memenuhi markas!" dananya? Dari mana lagi kalau bukan dari kas Black Order.
Jangan pingsan dulu ya, Chrysalis. |
|  | | Elías Rovers

Posts: 45 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 22nd January 2010, 17:01 | |
| Oh, Estrella... Adikku satu-satunya yang paling cantik, manis, imut--ahh, segalanya di dunia... Barangkali kau tidak sadar kalau kau sudah membuat kakakmu kewalahan setengah mati dengan permintaanmu yang tidak terduga. Ya, kakakmu ini, yang tak sanggup menolak apapun yang keluar dari bibir manismu. Yang bahkan tidak mengeluh ketika ditarik keluar dari markas, masih memakai jas laboratorium, untuk berbelanja kilat di kota. Juga, yang tidak sanggup menyampaikan pendapat objektif terhadap barang-barang pilihanmu. Kakakmu, Elías Rovers. Dan yang bisa dilakukan oleh kakakmu ini, Estrella sayang, hanya menghela napas panjang. Sungguh, bila sang adik sedang tidak berada di sini, ia akan bersikap masa bodoh dengan pengumuman apapun yang tidak berdasar, yang tidak jelas tujuan dan prioritasnya. Bukan urusannya. Tapi bila darah dagingnya itu melekat di sisinya, sudah lain persoalannya. Walau terkenal sebagai staf yang kaku, berharga diri tinggi dan sedikit angkuh, semua imej itu akan lenyap bila ia sudah dihadapkan oleh adiknya yang memang sangat ia sayangi. Elías Rovers akan menjadi lemah, lembut seperti helaian daun yang terbang diterpa angin sepoi-sepoi. Sister complex. Satu helaan napas lagi menyertai dirinya yang tengah dalam perjalanan menuju Aula Bulat, bersama sang adik, tentunya. " Ideku tidak salah kan, Kak?" dan ia hanya bisa tersenyum kecil sebagai jawaban, sudah tidak punya ide mengenai jawaban macam apa lagi yang bisa ia berikan. Mengiringi langkah semangat sang adik, dirinya sendiri membawa satu buket besar bunga mawar merah segar di dekapannya. "Ah! Nona Chrys~!"Astaga, hampir ia lupa kalau sang nona Belanda merupakan salah satu panitia, selain jenderal flamboyan satu itu. Langkahnya sedikit dipercepat demi menyusul adiknya yang sudah tiba di sebelah Chrysalis. Sementara Estrella asik melapor tentang kegiatan yang baru mereka laporkan, Elías sempat bertukar pandang dengan orang di sebelahnya. Siapa nama orang ini? Otaknya bekerja, mencari berkas memori yang tersimpan di sana. Ingatan Elías Rovers merupakan hal yang bisa dibanggakan, Tuan, karena itulah ia bekerja di bagian intelegensi. Namanya, hmm, Violetta Noel? ... Lelaki? Perempuan? Ragu--lelaki ya? Yah, ia tidak akan kaget kalau seandainya orang berparas cantik ini sesungguhnya adalah makhluk jantan... "Eh, Nona Chrys tampak tidak senang?"Perhatiannya kembali pada wanita Belanda di depannya, mendapati ekspresi wajah Chrysalis tepat seperti apa yang baru disebutkan oleh adiknya; kesal. Atau mungkin, lebih dari itu. Entah karena dorongan dari mana, tangan kanannya yang bebas mengambil satu tangkai mawar merah dari buket besar yang didekap oleh tangannya yang lain. Ia mendehem pelan, sebelum berucap, "Barangkali ini bisa membuat Anda merasa sedikit lebih baik," katanya sambil memberikan bunga itu pada Chrysalis. Dengan ekspresi biasa, datar dan tenang. Benarkah? Setidaknya, itu yang terlihat dari luar. "Oh ya, barusan aku sudah memesan banyak--banyak sekali bunga hias yang jumlahnya pasti cukup untuk memenuhi markas!""... untuk antisipasi reaksi Anda juga. Silakan." bukankah bunga punya efek terapi yang bisa menenangkan? Elías yakin sepenuhnya kalau Chrysalis akan terperanjat, atau minimal, terkejut, jadi alasan ia memberikan bunga bisa diterima oleh nalar yang bersifat objektif. Sekali lagi, benarkah?Elías Rovers, lagi-lagi kau beralasan. |
|  | | Chrysalis vi Scheziel

Posts: 145 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 25
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 23rd January 2010, 00:14 | |
| "Mungkin karena Eisen mempercayaimu, makanya kau dimintai tolong untuk mengurus semua ini," Spontan bola mata Emerald milik Chrysalis berputar, seolah mengatakan 'euh, yang benar saja!' ke pada Violetta. Ahh rasa-rasanya pun mulutnya sudah terasa tak enak. Memang begitulah kalau orang sudah terlalu akrab dengan tembakau, mulut mereka terasa aneh jika tidak menghisap asap kelabu itu.; nikotin dan tar. Tambah kafein maka hal tersebut akan membunuh mu. "Tapi, hei, bagaimana kalau kau coba membicarakan hal ini dengan Supervisor? Menurutku, beliau bukanlah orang yang senang dengan hal seperti ini. Beliau orangnya terlalu kaku sih, ahaha~" Bola mata milik sang gadis kelahiran Belanda ini memang tidak berputar, namun sebelah alisnya terangkat. Memang ia mencurigai akan banyaknya dokumen-dokumen confidential berlabel rahasia yang selalu dikirim secara frekuentatif pada Supervisor tersebut, namun, ia yakin seharusnya jika Eisenberg sudah mengumumkan proyek ini ke seantero markas ia sudah berbicara terlebih dahulu pada Lupus Corwin, kan? Atau belum, mengingat Eisenberg bahkan tidak menanyakan pada dirinya perihal proyek gila ini. Ya mungkin saja pria berwajah keras itu bisa membantunya lepas dari semua ini kan?. Ah, entah kenapa wanita berusia 25 tahun itu merasa kasihan pada Eisenberg jika sang Supervisor benar-benar mengintervensi acaranya satu ini, tapi toh buat apa berbelas kasihan sekarang. Dulunya saja ia hampir membuat leher General berambut pirang itu menjadi sarang timah panasnya. Hha.. sayang sekali meleset. "Eeeng, kalau kau tidak berani pergi menemui beliau sendirian, aku mau kok menemanimu. Asal jangan lama-lama, aku tidak kuat auranya yang terlalu berat," Pria itu--percaya atau tidak ia memang pria--mengulurkan tangannya pada Chrysalis. Ia memandang balik Violetta "mungkin kau benar..." menghembuskan nafas sambil berujar pasrah. Telapak tangan Section Leader itu hampir saja menempel pada telapak Violetta, jika saja... "Ah! Nona Chrys~!"Suara yang familiar. Telapak tangan Nona Chrys mengambang di atas telapak tangan Violetta untuk sejenak sementara Chrysalis melihat ke asal suara. Seorang gadis exorcist yang cukup ia kenal mendekatinya, tampak riang dan ceria. "Aku dan kakak sudah beli banyak barang-barang untuk proyek ini! Sebentar lagi akan diantar ke sini~"Sekali lagi Alis itu mengerut. Efek proyek UBAH ternyata cukup memancing antusiasme warga markas Amerika... melebihi perkiraannya. Dan bagi Chrysalis hal itu berarti kerepotan lainnya. Menyebalkan. "Eh, Nona Chrys tampak tidak senang?"Menyadari gadis itu memanggil namanya--sekaligus menyadari kekesalan di dalam hatinya--Chrys memaksakan senyum yang semoga saja masih terlihat seperti senyum tulus--terimakasih padamu Violetta. Pada saat yang bersamaan ia menangkap sosok Elías --juga sama lesunya. "Tak apa-apa Estrella.. sungguh. Aku hanya... terlalu antusias." Ironisme. Ia bahkan tak merasa senang sama sekali dengan semua hiruk-pikuk ini. Dari tadi sudah ada seorang wanita berambut merah yang merecokinya--ke sekian kalinya--sambil meracaukan hal-hal yang tak ia mengerti. Kali ini akan ada berton-ton (kurang atau lebih?) kelopak bunga yang akan menghiasi markas. Sekali lagi menghembuskan nafas penuh beban, paras Nona Belanda itu pun menyiratkan kalau ia bete. "Barangkali ini bisa membuat Anda merasa sedikit lebih baik," Mendongakkan wajahnya pada suara pria yang barusan memanggil, Elías Rovers, kakak laki-laki Estrella--masih berkicau riang--yang sedikit tak waras, jika frase tak waras bisa diartikan sebagai sister complex tentunya, yang membawa sekuntum bunga di genggamannya. Sekuntum bunga yang akhirnya tertuju pada Chrysalis. "... untuk antisipasi reaksi Anda juga. Silakan." Chrysalis tak salah tangkap kan? Kelopak mata itu sempat terkerjap, belajar dengan cepat bahwa ternyata satu kejutan tak pernah cukup, saat melihat gelagat pria berambut hazel itu. Tanpa sadar urat-urat wajahnya mengendur, sebuah senyuman (yang bercampur dengan kegelian) terulas di paras wanita berambut gelap tersebut. Well.. well... Elias Rovers, kau memang pria tak terduga, bahkan ekspresi tenang--sok tenang--di wajahmu itu tak menceritakan apa pun. Namun, bukan saatnya untuk berspekulasi. Telapak tangan Chrysalis yang mengambang sedari tadi mengambil mawar tersebut dari tangan Elias, memandangnya untuk beberapa saat hingga sebuah lontaran nafas terlepas. "Puff~" penuh kegelian tentunya. Tapi setidaknya atmosfer tegang yang tadi sudah larut. Mungkin benar kabar yang menyebutkan kalau bunga bisa memberi efek menenangkan... Iris Emerald sang Section Leader menatap Elias dengan ramah... plus, sebuah senyuman tipis. "Terimakasih Elias, aku menghargainya." kalimat singkat nan padat kembali meluncur dari sela bibirnya, yang tak lama bertahan karena di detik kemudian Chrysalis kembali menghela nafas lelah. Melirik pada Violetta yang masih berada di sampingnya, bertanya setengah berbisik--masih mengenggam mawar merah. "Kau pikir kita masih perlu menemui Mister Corwin?" pentingkah menghubungi pria itu sekarang? Chrysalis jadi bertanya pada dirinya sendiri. "...dan oh Estrella, selamat bersenang-senang." Terserah deh mau diapakan markas ini ia tak peduli lagi, toh tugasnya memang hanya menerima proposal... bukan menyetujuinya. _________________ 1st char of DPNK: Mademoiselle Monsieur
|
|  | | Eva Montini

Posts: 54 Pemilik: DPNK
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 23rd January 2010, 00:20 | |
| Mini Versailles...
Itulah yang melintas di pikiran wanita muda satu ini,
"Bukan, bukan di situ. Tidak tentunya, vas itu harus diletakkan di sana. Ya, di samping bulu merak."
Eva Celine Montini memberi aba-aba sambil mengibaskan kipas bulunya ke sekelompok section staff yang berhasil ia bujuk untuk membantunya. Atau mungkin lebih tepatnya menjadi pesuruh. Bukan Eva namanya jika tidak bisa meyakinkan pria kan? Sekarang ini pun kau telah melihat bukti nyatanya dari bulir-bulir keringat yang membasahi mereka.. bahkan di musim dingin sekali pun.
Sebuah senyuman yang berkilat merah tersaput di bibir wanita itu setelah ia merasa puas akan letak vas barusan. Eva menyipitkan matanya sekali lagi, memeriksa detil setiap kombinasi warna atau lipatan kain dan membenarkan posisi maupun bentuknya sampai ia merasakan adanya harmoni, yang 'sempurna'. Sedari tadi ia sudah mengumpulkan berbagai dekorasi; mengganti gorden-gorden suram dengan gorden putih yang melambai indah saat tertiup angin, memberikan taplak renda ke setiap meja yang dapat ia temui, memberikan sentuhan Victorian--a la Eva--kelas atas dengan pemilihan warna yang sederhana namun dapat terkesan classy dan lebih elegan tanpa mengurangi kemaskulinan atau nilai reliji (Oh lihat, ornamen salib juga turut meramaikan acara ini) yang harus ada di setiap markas Black Order.
Jujur saja, tak pernah kan markas Black Order terlihat begitu berkilau seperti sekarang.
Tangan kiri berkacak pinggang sementara satunya lagi mengipaskan kipas dengan lembut. Sepintas ia nampak seperti Nyonya besar dalam balutan seragam Exorcistnya yang telah dimodifikasi.
Bisa dibilang Eva sangat menikmati kegiatan dekorasi kecil ini.
Sudah empat tahun ia berada di Black Order cabang Amerika yang suram dan menjemukan. Di mana-mana hanya terlihat beton, beton, dan beton. Ok memang ada taman tapi tak ada yang menarik di taman itu karena isinya hanya rumput dan pohon ek atau maple. Membosankan serta suram. Sungguh merepresentasikan pribadi penguasa tertinggi markas ini. Pria beruban satu itu memang jarang tersenyum--kecuali pada pacarnya--namun tak berarti kan dia harus membuat seisi markas sesuram dia. Tidak, tidak jika markasmu didiami oleh Eva.
Bagusnya lagi kali ini bukan ia yang menjadi pemicu. General Eisenberg lah yang mengusulkan kegiatan macam ini jadi bisa dikatakan dia yang akan bertanggung jawab. Eva hanya ingin bersenang-senang, menikmati waktu seperti biasa dengan mendekorasi ulang seisi markas--minimal aula bulatnya. Jadi, begitu ia mengetahui detil rekreasi kecil ini Eva langsung meminta toko langganannya untuk mengirimkan hal-hal yang ia butuhkan. Hmm... mari kita lihat apa saja; bulu burung merak, vas, taplak renda, renda, gorden, dan sebagainya. Ia bahkan hampir saja memesan kuda poni untuk dipelihara secara bebas--sehingga markas mereka lebih hidup--namun wanita yang menangani ini menolak ide itu mentah-mentah. Berterimakasihlah Lupus pada siapapun itu karena ia masih cukup waras untuk tidak membiarkan mahluk-mahluk mungil tersebut memasuki gerbang.
Ah ya sudahlah, Eva tak akan membiarkan hal-hal kecil menganggu kesenangannya. Tidak, selama ia masih bisa bersenang-senang dengan banyak hal lainnya.
Ngomong-ngomong meja di pojok sana kekurangan hiasan...
Teringat pada teman sekamarnya, si gadis enerjik yang juga langsung meloncat begitu mendengar kabar ini, jika tidak salah ingat ia hendak ke kota membali bunga kan? iris crulean wanita berusia 23 tahun itu berkelebat memutari aula bulat sampai ia menemukan gadis yang dimaksud. "Estrella," melengking pada gadis itu tanpa beranjak dari tempatnya berdiri, "kau sudah memesan bunganya kan, Sayang? Lima ribu tangkai?"
Ya, lima ribu tangkai untuk menghiasi setiap sudut markas tanpa menyisakan satu pun. Langit-langit markas pun telah disulap dengan kain-kain warna-warni yang menggelantung indah serta chandelier baru yang lebih 'wah'. Aroma bunga juga mulai tercium di udara... namun, jika dilihat-lihat bagian tengah pada aula bulat terlalu lengang... dan Eva tak menyukainya.
Sangat.
Dan ia memiliki satu ide brillian... |
|  | | Wilhelm U. Smith

Posts: 72 Umur: 18 Pemilik: Indigo
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 17
 | Subject: Re: [AMERICA] Project UBAH 23rd January 2010, 17:17 | |
| Ikut deh, dipaksa Blood *digampar*
Wilhelm menyusuri koridor Markas BO Cabang Amerika Utara -Selatan pagi itu, seperti biasa. Tapi entah kenapa, Exorcist berambut hitam ini merasa ada sesuatu yang berbeda di sekeliling markas.. but he just can't put his finger on it... apa ya? Ia menyender pada tembok sejenak, dan mengambil salah satu bunga mawar yang tersemat di sampingnya, iseng.
... Mawar?
Seingat pemuda Amerika itu, tak pernah ada hiasan di Markas Black Order Cabang Amerika Selatan. Alasannya satu, Lupus Corwin. Supervisor itu tidak mungkin membolehkan hiasan di Markas miliknya -setidaknya terlihat begitu-, apalagi yang girlish seperti bunga mawar yang ia pegang sekarang.
Ah, akhirnya orang biasa ini teringat akan pengumuman dari General Eisenberg tadi. Jadi ini Project UBAH? -Wil masih tidak mengerti kenapa harus ada embel-embel ultra-nya- Berarti ada anggota yang mengusulkan mawar-mawar ini? Ini sih pasti berakhir kacau.
Ralat, sangat kacau. Wil baru menyadari bahwa yang berubah tidak hanya dekorasi mawar dimana-mana, tapi juga taplak meja -yang sekarang jadi berenda-, gorden baru, bulu merak -entah bagaimana cara mendapatkan bulu burung itu-, dan... kain di langit-langit?
"Ah..." Wilhelm akhirnya menyadari orang dibalik seluruh renda ini. Siapa lagi sih, kalau bukan rekan Exorcist sejawatnya yang biasa menemaninya -dan membuatnya babak belur karena menjadi tameng- dalam misi?
The one and only Ms. Eve Montini.
Sebelum dia terseret dalam masalah ini, Wilhelm kembali menyusuri koridor, sigap akan tanda-tanda gadis bermata cerulean itu. |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|