An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Bring It On

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3
AuthorMessage
Lioret I. Shirogane



Posts: 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   24th December 2009, 23:13

Eah astaga, tambah berisik di sini. Entah mereka yang berada di kerumunan bagian sana—di seberang mereka, bagian Allegra—membicarakan apa sampai sebegitu ributnya. Berteriak-teriak. Mereka teologis? Ya ampun sampai mengutip injil dengan..lancar. Entah apa isinya, sudah tidak pernah buka lagi sejak masuk Black Order. Lalu kenapa topiknya jadi berubah drastis begitu? Mencongkel mata? Ergh. Fine, silahkan congkel matamu asal jangan di sini. Mengganggu pertandingan.

Ah ya, pertandingan. Kembali perhatiannya terpusat pada pertandingan. Padahal kalau diperbolehkan ia ingin menjadi pembawa acara—tapi takut dihantam kedua babon di tengah sana. Sedikit kopi-paste, kalau kau sebut suami takut istri, calon-calonnya ada di sini, di Black Order di mana perempuannya—sejauh yang ia lihat—barbar atau kalau bahasa halusnya kuat dan para lelakinya—termasuk dia—ehem—lebih pengalah. Hei, jangan protes dulu, ini baru pendapatnya bisa saja kenyataannya berbeda, kan? Tapi siapapun yang datang ke sini, pada hari pertama mungkin akan mendapat kesan seperti itu. Mungkin...

Sedikit banyak ia penasaran bagaimana dengan cabang-cabang di benua lain. Yah sudahlah. Tampaknya Allegra mulai terpojok—mampus kau—hal yang wajar melihat lawannya sendiri tidak tampak seperti wanita. Melintas di pikirannya, kalau General Asdvadzadour adu panco dengan pria lain di sini, kira-kira siapa yang menang. Menghela nafas, sambil sediki menggelengkan kepala .

Satu orang yang sejak tadi terus memprovokasinya, Shion Herleifursdóttir yang tampak sangat amat sangat ekstra senang menunggu hari penghukumannya. Mengingat Lio sendiri masih punya hutang padanya atas pertarungan mereka beberapa minggu lalu. Sayangnya ia kalah justru saat ia baru kepikiran untuk bertaruh. Bah. Sama saja menggali kubur sendiri. Kau tahu dua wanita itu seperti apa...

Membayangkan dirinya mengenakan gaun gaya bangsawan Inggris.

Sori, muntah dulu. Hoeeek.

“Kau benar-benar keras kepala, Shion sayang,” matilah dia, lepas kendali sajalah sana. Wakakak. Matanya menatap kesal wajah yang saat itu berada tepat di depannya walaupun sebuah senyum juga ikut terukir—senyum menantang, lebih tepatnya. Menantang apaan? Menantang berakting gaya seorang lady? Hahahaha, ga lucu.

’Aku juga tidak sabar menemukan jalan kabur di hari hukumannya, Shion,’ membatin dalam hati. Ahh—baru ingat. Markas sebesar ini, dengan kemungkinan besar Akuma datang menyerang—secara ini markas pusat—masa tidak punya jalan keluar, jalan rahasia, gitu? Paling tidak untuk keadaan darurat in case ada—ehem—Noah yang menerobos masuk dan tidak ada Exorcist yang siap. Instingnya berkata ada, tapi jangan bilang yang mendirikan menara ini justru tidak berpikir sampai situ?

"Lio, kau masih mau disitu?"

Tersentak, saat tiba-tiba dibangunkan dari ‘renungan’nya. Mengalihkan pandangan kea rah dua perempuan berotot yang masih bertanding dan tampaknya memang tidak ada yang bisa ia lakukan di sini selain menunggu dihukum. Tapi masa dihukum di sini. Lucu.

“Tidak, di sini ada gorila,” berekspresi seperti --> (=_=) seraya menarik tangan Shion, membawanya keluar ruangan setelah sebelumnya melambai pada Allegra yang entah melihat atau tidak.

[OUT]

((OOC: Out sambil nyeret Shion :33 situ yang minta kan, btw? *lupa*))
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   26th December 2009, 19:52

Spoiler:
 


Ahh berakhir sudah...

Menundukkan kepala lemas saat menyadari punggung tangannya menghantam permukaan meja dan Allegra berani bersumpah kalau sekarang lengan kanannya lemas buliran keringat pun menetes dari dahinya dan setidaknya sekarang ia bisa mengusap cairan tubuhnya itu dengan tenang tanpa perlu berpikir bahwa tindakannya akan merusak fokus yang ia butuhkan untuk menghadapi wanita sekaliber Giraile Arevig Asdvazadour.

Ya fokusnya, ia bahkan tak mendengar teriakan Oswald yang merangkaikan kata Tuhan dengan nama seorang pria yang tak ia tahu.

Gadis berusia muda itu mengangkat wajahnya dan menatap paras wanita yang lebih tua itu dengan sebuah senyuman. Senyuman kecil yang tak menunjukkan penyesalan ataupun kekecewaan dari kekalahannya barusan. Sebaliknya malah. Apalagi kalau dilihat-lihat Giraille juga mengeluarkan tenaga—yang seharusnya lebih dari sedikit—saat melawannya tadi.

Namun kekalahan itu mengingatkannya pada sesuatu.

Taruhan.

Menghembuskan nafas pelan seraya mengibaskan telapak tangannya. Bibirnya terbuka tipis. “Umm Miss? Jadi taru--”

“CONGKEL MATA AVEDISIAN! CONGKEL MATA ADALAH HUKUMANNYA!!"

asdfghjkk---!

Allegra hampir saja tersedak oleh air liurnya sendiri mendengar teriakan pria Inggris berambut merah itu. Bertanya-tanya dalam hati sambil melemparkan tatapan iris kebiruan itu ke arah suara dan sekaligus menangkap kalau Lio dan Shion sudah pergi entah sejak kapan dan ke mana. AH tunggu saja Lio, Allegra tidak akan melupakan utangmu satu itu jadi bersiaplah mengucapkan selamat tinggal ke helai gelap yang masih menempel di kepalamu yang menyebalkan.

Dan, eh, tampaknya Jendral di depannya itu juga tertarik dengan suara barusan. Lagipula gadis Praha ini juga ingin tahu apa yang terjadi pada Oswald atau lebih tepatnya lagi pada benda yang dititipkannya pada pria itu.

Bergumam kesal sambil melangkahkan kakinya ke sumber suara—masih mengurut tangannya sendiri—dan menemukan kalau tadi pastor gadungan itu memekikkan ayat injil dengan licin dan beberapa orang mulai mengelilinginya. Yang pasti sih Allegra mendengarkan frasa 'congkel mata' disebut beberapa kali.

Memangnya ada apa sih?

“Oi Oswald,”
membuka suara dengan nada menyelidik,”sebenarnya ada apa sih congkel mata melulu dari tadi? Dan eh, mana syalku?” manik biru itu melirik ke genggaman sang pria. Tempat di mana seharusnya salah satu koleksi Allegra bertengger dan memang benda itu memang ada.

Hanya saja... bentuknya tidak sama lagi.

Beberapa helai berjatuhan ke lantai di bawah mereka dan melayang di udara bebas. Dan tidak mungkin bulu hewan asli yang tadinya begitu indah bisa rontok tanpa tindakan destruktif. Kau kira Allegra memakai syal kualitas sembarangan hah?

Pupil melebar—reaksi normal orang yang terkejut—dan bibirnya memekik seraya bunyi gemeretak tangan kirinya yang masih cukup bertenaga terdengar. “OSWAAAAAAAAAAAAALD!!!” berteriak tak kalah lantangnya dengan Oswald barusan sambil merebut punyanya kembali. Dan serius deh, kau bisa melihat urat-nadi berkedut di dahi Allegra.

Saatnya tertawa sarkastis sambil memikirkan mata siapa yang nanti akan tercongkel.
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing



Posts: 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   27th December 2009, 04:33

"T-Tunggu. Kenapa mataku harus--"

"Eeeeeh, JANGAN!! Congkel mata itu 'kan sakit!!" 


Tersentak oleh suara orang lain yang tak ia kenal sang mantan mahasiswa jebolan Sorbonne menoleh dan mendapatkan sesosok exorcist serba putih yang terkadang ia lihat—atau temui—di markas ini. Masih dengan pupil mata yang melebar yang menatap dua hamba Tuhan di depannya secara bergantian.

"Eem, maksudku... Memang Injil berkata demikian, tapi bukan berarti kita harus mengikutinya mentah-mentah. Pikirkan juga kemanusiaan, siapapun juga tidak mau matanya dicongkel. Jika Tuhan berkehendak, maka Tuhan lah yang akan mengambil mata itu."

Sekali lagi melirik pada si pria berambut putih dengan senyum di wajah, bisa terlihat kalau semua ketegangan yang dihasilkan pria bermanik hazel di hadapannya ini telah mengendur... dan begitu pula cengkraman Oswald pada garmen milik Allegra walaupun tindakan itu sudah terlambat sekarang.

Ia bahkan belum menyadari apa yang akan menjemputnya nanti.

“Ahhahaha tentunya Tuan,” terkekeh pelan dengan senyum kepastorannya itu, “yang dimaksud tentunya adalah bahwa perbuatan zina, walaupun dalam hati, itu sama buruknya seperti mencongkel matamu sendiri--” melirik pada Abisak—yang jelas-jelas telah mengakui kalau dirinya melakukan dosa besar itu—sebelum melanjutkan kalimat yang terucap dari bibir Oswald yang kemerahan alami, “--dan biarkan Tuhan membakar tubuh pezina itu di neraka.”

Sedikit tajam, eh?

Alis keturunan Channing itu melekuk turun sambil menghembuskan nafas dengan penuh beban, prihatin dengan semua degradasi moral dan nilai reliji yang terjadi sekarang ini, di tempat yang seharusnya relijius setelah ini pun ia telah membulatkan tekad untuk berbicara empat mata dengan sang gadis Praha yang tak beda jauh pautan usianya dengan dirinya. Ya ia harus memberikan pencerahan sekaligus meyakinkan gadis penuh semangat itu untuk bertobat..... bersama Avedidian tentunya.

“Oi Oswald,” nah baru saja di batin,”sebenarnya ada apa sih congkel mata melulu dari tadi? Dan eh, mana syalku?” 

Mendengus sambil membalikkan badan dan balik menatap gadis itu dengan manik biru keabuannya yang berkilat—setelah sebelumnya menatap sepasang kekasih (asumtif) tersebut. Sekali lagi dengan gaya bicara yang sama ia mulai menceramahi gadis itu... atau mulanya berniat demikian.

“Ohh Allegra!! Sebenarnya apa yang terjadi hah?! Tidak cukup dengan hanya merusak hampir semua pintu namun kau juga--” mengangkat syal milik sang gadis dan berhenti mengucapkan apapun karena menyadari air muka exorcist perempuan itu yang telah berubah tajam, boleh dikatakan pucat pasi.

Apa ia terlalu keras?

Namun Oswald pun menunjukkan reaksi sama saat... ia menyadari keberadaan helai-helai hitam yang melayang di sekitar mereka. Berterbangan ke udara bebas dan saat ia membuka cengkramannya banyak lagi lainnya di dalam telapak tangannya yang tentu saja sontak membuat reaksi Oswald sama dengan reaksi Allegra ketika gadis itu menyadari salah satu koleksinya telah cacat.

Tersenyum gugup pada gadis di depannya—dan lupa pada apa yang tadinya ia kehendakkan—yang merebut kembali garmen tersebut, “E..euh Allegra,”

Glek.

“OSWAAAAAAAAAAAAALD!!!”

Mati aku.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   3rd January 2010, 07:29

Oh? Sayang sekali ia tidak sempat mengikuti pembicaraan antara lelaki yang tampaknya bernama Oswald dan janitor sesama turunan Armenia itu--Giraile rasa dirinya akan menyukai pembicaraan tentang pencungkilan mata, terutama karena mata yang dimaksud adalah milik Abisak, tentunya. Sayang sekali (?) Exorcist berambut putih yang dikenalnya itu telah menengahi. Ia menghela napas, sebelum menghampiri kelompok yang telah lebih dahulu dijamah Allegra itu, tetap memajang senyuman yang tidak mengenakkan.

"Ya... Berat hati aku mengucapkannya, tetapi tidak akan ada pencungkilan mata di sini--" walau ia semakin meragukannya, melihat urat nadi yang muncul di jidat lawan asal Ceko-nya, "--Mana mungkin pengecut ini berani memandangi wanita?"

Usai mengucapkan komentar spontan itu, matanya beralih ke Allegra, yang tampaknya siap membunuh seseorang. Senyuman Giraile berubah menjadi sedikit lebih "tulus", dan ia mengeluarkan tawaan kecil. Allegra Mlynarikova memang memiliki kekuatan yang cukup, nyaris menandinginya, namun ia kekurangan satu hal vital--pengendalian. Bila tidak, mana mungkin gadis pirang itu menjadikan merusak pintu kegiatan sehari-harinya? Jika kekuatan supernya itu diarahkan, mungkin ia bisa melakukan lebih (dengan kerusakan tak dibutuhkan lebih sedikit pula).

Wanita Armenia itu menggemeretakkan buku jarinya, menatap calon anak didiknya. Tampaknya, ia bisa mulai... mengajar lagi, dan kali ini bukan bahasa Armenia.

"Hei, Allegra," sahutnya, tetap dengan wajah yang terhitung "ceria" bagi dirinya, "Kalau urusanmu sudah selesai, aku ingin menagih hadiahku. Nanti, aku akan mengajakmu untuk sedikit... latihan--barangkali jenderal mesummu itu tidak sempat melatihmu sendiri. Bagaimana?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Abisak Avedisian



Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   5th January 2010, 01:08

"--Mana mungkin pengecut ini berani memandangi wanita?"

Jlebbb.


Setelah mengucapkan satu frase yang mengingatkan Abisak bahwa seorang Giraile pun masih memiliki hati nurani, mengapa wanita Armenia itu melanjutkannya dengan frase yang menimbulkan perasaan tak mengenakkan itu dalam dadanya? "... Haha." Abisak menggigit bibir bawahnya, memaksakan kedua ujung mulutnya untuk menarik diri ke atas. Ia menahan diri dari mengucapkan lebih.

Mata hazelnya beralih pandang, mengikuti arah mata Giraile menatap--ke Allegra, dan, sekali lagi, ia melihat kilatan khas pada mata wanita yang lebih senior itu. Sebelah mata Abisak berkedut begitu menangkap senyuman yang dijumpainya saat Giraile beradu panco tadi. Ya, tampaknya ia benar-benar tertarik dengan gadis pirang yang sama-sama kekar itu juga.

... Murid baru, huh?


Abisak menghela napas, senyuman melemah, namun menjadi lebih tulus; Giraile will be Giraile. Ya, dia juga tidak menyukai bahasa Armenia, tidak masalah, kan? Sense and Sensibility diselipkannya ke kantongnya, dan ia mendeham, siap mengizinkan diri dari ruangan yang ramai itu.

"Err... Baiklah, bila tidak ada urusan pencungkilan mata, atau urusan lainnya... Saya permisi dulu." Anggukan kepada Oswald, yang tampaknya akan menghadapi nasib maut, dan Bianca. Agak enggan, ia akhirnya menundukkan kepala pada Giraile, sedikit lebih lama dari yang lain, dan menghindari kontak mata.
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   9th January 2010, 17:01

Hmm…Oswald setidaknya mengembalikan barangnya. Iya barangnya yang telah cacat itu. Tapi tentu saja Allegra tak mau menyentuhnya, ia bahkan melemparkan pandangan jijik—seolah baru saja mengendus bau gembel—ke tumpukan bulu yang tadinya begitu indah… baginya. Dan jangan harapkan deh putri juragan kulit hewan itu mau memakainya, tidak selama ia bisa mendapatkan lainnya yang berkualitas super dengan mudah. Namun bukan berarti ia akan melepaskan mahasiswa murtad itu begitu saja.

Demi Tuhan, Allegra berani bersumpah kalau ia mencintai semua mahluk-mahluk mati—bulu atau kulitnya saja—dengan segenap hati!

“Ambil itu buatmu, Oswald!” tukas sang gadis Ceko geram sambil menggigit bibir bawahnya dan sekarang pun Allegra dapat merasakan tenaga berlebihannya kembali mengalir dan siap untuk mencaplok pria berambut merah itu kapan saja... ya kapan saja.

Sampai,

“Hei, Allegra," sontak menoleh pada Giraile dengan sedikit terkejut "Kalau urusanmu sudah selesai, aku ingin menagih hadiahku. Nanti, aku akan mengajakmu untuk sedikit... latihan--barangkali jenderal mesummu itu tidak sempat melatihmu sendiri. Bagaimana?"

Eh? Mengerjapkan kelopak mata itu dengan rasa tak percaya dan mengucap ‘wow’ dalam batin. Bibir mungil gadis bermahkota sebahu itu terbuka sedikit mempertegas kesan kerjapan dari kelopak matanya barusan sebelum ia menyadari kalau ia harus mengiyakan ajakan sang general.

“Te-tentu saja Nona, Anda tak perlu bertanya. Sungguh~”
tersenyum ceria pada wanita yang kebih tinggi itu, mungkin suaranya terdengar sangat antusias sekarang dan beberapa detik kemudian—saat pria satunya berpamitan pada Giraile—ia kembali teringat pada Oswald dan ekspresinya kembali gusar. “—setelah saya mengurus yang satu ini tentu saja.” Melirik tajam pada Oswald dan berjalan ke arah pintu dengan isyarat jari yang dapat diartikan sebagai ajakan untuk pria itu agar mengikutinya.

Untuk apa?

Permainan hukuman tentu saja, memang apa lagi?
Back to top Go down
View user profile
Oswald Channing



Posts: 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   9th January 2010, 17:56

Sambil menelan ludah Oswald berjalan dengan punggung yang membungkuk, syal mewah milik sang gadis yang masih saja ia peluk ia lemparkan pada rekan sejawatnya, terserah mau diapakan karena jelas kalau sang pemilik sudah tak menginginkannya lagi.

Menggerakkan jemarinya ke empat arah, membentuk salib imajiner sambil bergumam panik dan mengikuti arah hentakan langkah kaki Allegra yang begitu bersemangat dalam artian tertentu. Melangkah gontai ke luar, bersiap untuk menerima apapun yang nanti ia hadapi.

Ingat Oswald, kau harusnya lebih takut pada siksaan akhirat!

Namun tetap saja kan terkadang ada saja yang terasa begitu pahit di dunia ini, mungkin saja tidak seperih apapun yang bakal ia terima nantinya setelah pria berarit dengan jubah hitam menarik nyawanya keluar dari kerongkongan namun tetap saja yang namanya sakit itu sakit.

“….Oh the Lord…” (OTL)


[Oswald- Allegra: Out]





err maaf pendek, webe... hwahahaha~ *disepak* silahkan di close =w=
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   11th January 2010, 20:51

Oh? Tampaknya gadis itu tidak menunjukkan rasa keberatan terhadap permohonannya, sesuatu yang memuaskan wanita Armenia itu. Mata ambernya mengikuti Oswald yang terlihat seperti seseorang yang hendak menghadapi maut; melihat ini, Giraile hanya bisa mengangkat alis. Allegra jauh lebih mirip dengan dirinya ketimbang yang ia kira.

Telat, ia menyadari niat Abisak Avedisian meninggalkan ruangan, tidak terlalu memperhatikan tundukan kepala yang diberikan lelaki berdarah Armenia itu sebagai salam perpisahan. Apa lelaki itu pikir dirinya bisa pergi begitu saja? "Hei--"


Tetapi, janitor itu sudah tidak ada. Juga, orang lain yang berurusan dengannya dalam ruang santai; sudah tidak ada gunanya bagi Giraile Asdvadzadour untuk berdiam diri di ruangan untuk rekreasi tersebut.


Giraile menghela napas, sebelum menggemeretakkan buku-buku jari, dan membiarkan jemari itu menyisir helaian rambut hitamnya. Ya sudahlah--ia juga sudah mendapatkan murid yang baru, kan?



E N D

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
 

[CENTRAL] Bring It On

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 3Goto page : Previous  1, 2, 3

 Similar topics

-
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» [CENTRAL] Bring It On
» Demographics of the Central African Republic
» Taking the Challenge! Bring it on, Leader!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | Roleplay forums | D.Gray-Man RPG | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums