An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Bring It On

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3  Next
AuthorMessage
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: [CENTRAL] Bring It On   12th December 2009, 11:15

Rules & System:

Pertama sistem yang dipakai adalah sistem gugur jadi setelah salah satu kalah, penantang baru menghadapi pemenang sebelumnya. Twisted Evil

Diperbolehkan berpartisipasi entah melihat-lihat atau menunggu giliran adu panco asal tidak melakukan hal yang mendistraksi para kompetior (kecuali dengan persetujuan tentu saja).

Ok , mohon dicantumkan HP dalam tag spoiler yang dirumuskan melalui:

HP: END*30

yang dikurangi melalui rumusan,

Damage: STR*angka dadu

Kode : [ roll="6-sided Die"]1[ /roll]

Pada turn selanjutnya pemenang mendapatkan regen HP +30

Jangan lupa hilangkan spasinya dan damage tolong dikalkulasikan sendiri oleh poster selanjutnya.

Atau lebih jelasnya biarkan Allegra dan Lioret mencontohkan sistem ini.

credit goes to Ms. Akira Very Happy

Wide open






Central Branch,
Common Room-01.00 PM



Spoiler:
 


Gadis Ceko, usia 20 tahun lebih sedikit, Allegra Mlynarikova berkacak pinggang sambil menatap lawan bicaranya—yang berada di seberang meja sana—dengan iris biru cerahnya. Menyinsingkan lengan kanan seragam exorcistnya, kulit mulus bercetak lekukan murni otot terekspos, lekuk yang biasanya tersembunyi apik di balik kain tebal seragam exorcist yang tentu saja masih kalah dengan lekuk seksi lengan milik General-wanita-barbar-dengan-nama-yang-susah-dieja. Mengelus-elusnya sejenak, perenggangan, sambil kembali ke sisi meja ruang santai—dan tentu saja ada orang lain selain mereka--beberapa baru saja keluar dari kefetaria untuk makan siang atau menuju kesana--mungkin berhenti, ingin tahu apa yang terjadi.

Tersenyum pada Lioret I. Shirogane, murid dari General Kohler, seraya menaruh sikunya di permukaan meja. Menatap anak lelaki yang lebih muda dua tahun darinya dengan telapak tangan yang siap menyambut telapak tangan sang pemuda.

Adu panco lho.

Entah bagaimana dua orang ini bisa berakhir di ruangan santai—di salah satu mejanya—dengan kesepakatan untuk beradu panco. Yang lebih susah dimengerti kenapa Lioret—yang lebih senang berpikir—menyetujui adu fisik di antara mereka. Dengan tujuan tentu saja.

“Ingat Lio~ yang kalah, menuruti permintaan pemenang lho…” berbicara riang dengan senyumnya yang menawan, gemeretak tulang jarinya mengiringi ucapan Allegra barusan.

Ah jangan salah kalau dia punya kepercayaan diri untuk menantang seorang pria dalam adu panco, gadis ini sudah mencetak reputasi destruktif yang menawan, tanyakan pada si Channing—pastor abal-abal yang beralih profesi menjadi mekanis—yang selalu membereskan kekacauan gadis tersebut.

Atau mungkin seharusnya semua orang lebih mengkhawatirkan Lio…

Menyambut telapak tangan Lioret, mengenggamnya erat tanpa berusaha maupun berniat untuk meremukkannya. Hembusan nafas pelan terdengar dari bibir mungil Allegra. Berniat membiarkan pemuda Prancis di hadapannya itu melakukan serangan pertama.


Bring it on, Baby.


Last edited by A. Růžena Mlynarikova on 13th December 2009, 18:13; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane



Posts: 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   12th December 2009, 14:33

Spoiler:
 


—The Hell..

Di depannya berdiri seorang gadis berotot yang lebih tua 2 tahun darinya menatapnya dengan aquamarine-nya. Berkacak pinggang, entah marah atau kesal, atau senang kepada Exorcist muda di seberangnya, yang menyerangnya—mengatai—dengan ratusan kata rakus. Lihatlah hasilnya.

Kau kira Lio mau apa? Membuang nyawa dengan menantang gadis itu? Matilah dia. Semua mahluk juga tahu tenaganya kalah dari Allegra—walaupun otaknya tidak, tampaknya—dan dapat dipastikan kalah dalam sekali banting. Oke, terserah. Obsidiannya memperhatikan figure di depannya meletakan siku di meja, mengucapkan ‘taruhan’ yang mereka—atau ia—buat secara sepihak.

JANGAN BILANG DIA MAU TUNJUK KEJANTANAN. Mati kau semua. Jangan berharap, oke?

“Terserah kau saja, Allegra le Glouton

Meletakan sikunya di atas meja, yang langsung disambut oleh telapak tangan Allegra. “Babon..” batinnya pasrah, menyadari dirinya akan kalah. Tapi ia tidak berpikir untuk langsung menyerah, tentu saja. Dan dilihatnya gadis itu memberi kesempatan kepadanya untuk memulai duluan, entah ia harus berterima kasih atau merasa terhina.

Jadi? Biarlah ia memulai.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   12th December 2009, 20:12

Spoiler:
 


Sebenarnya Allegra mengharapkan kalau Lioret membuktikan bahwa penilaian dirinya terhadap daya tahan fisik pemuda Prancis itu salah. Oleh karena itu sang gadis Ceko menganugerahi Lioret kesempatan pertama untuk menyerangnya kan?

Namun yang dia dapat ternyata hanyalah sebuah dorongan kecil.

Menatap lawannya dengan sebuah senyuman tipis dan sinar mata yang menelisik. Slova mohou zabít, Violet.” berujar dengan bahasa salah satu negara di Eropa dan sengaja memanggil lawannya dengan sebuah nama feminim. Jujur mungkin Lioret benar-benar pantas dipanggil dengan nama itu dan tiba-tiba gadis itu tersenyum geli. Tanpa mengurangi genggaman tangan atau pijakan mantap sikunya di permukaan meja tentu saja.

Melirik ke ubun-ubun Lioret dan teringat cerita yang menyebabkan mahkota pirang teman sekamarnya terpotong. Oh dia punya ide brillian agar membuat Lioret jera, tunggu saja apa yang menantimu di akhir duel.

Kalau kau kalah tentu saja, Lioret.

Nah sekarang Allegra mengayunkan lengannya ke arah yang berkebalikan dengan sang pemuda Prancis. Mencoba untuk melakukannya dengan perlahan. Mencoba. Semoga saja iya.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Shion R. Herleifursdóttir



Posts: 85
Umur: 16

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 16 y/o

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   12th December 2009, 22:11

Duh, ada ribut-ribut apa sih di Common Room?

Menatap tak peduli ada macam apa gerangan kejadian di ruangan tersebut. Sepertinya dari yang dia dengar tadi lewat berbagai macam staff atau exorcist lainnya ada sebuah pertandingan adu panco. Buat apa sih membuang tenaga percuma hanya untuk sebuah permainan otot tak jelas seperti itu. Ia yakin sekali kebanyakan peserta yang ikut pastilah berjenis kelamin lelaki, wanita biasanya tak terlalu ahli dalam bidang tersebut kan? Dan mungkin tak mau ambil repot sepertinya.

Salah ding.

Baru saja teringat ada orang macam teman sekamarnya, Allegra yang mempunyai kemampuan fisik di atas rata-rata pada umumnya. Dan dia sudah cukup menghabiskan waktu menjadi teman sekamarnya untuk dapat mengetahui bahwa ia pasti adalah tipe orang yang akan langsung terjun dalam hal macam ini. Fuh, jelas ia tidak ambil pusing mengenai hal yang bukan haknya dan bermaksud melanjutkan kembali langkah kakinya menuju tempat tujuannya semula ketika sebuah niat entah darimana untuk menonton sekilas pertandingan itu secara tiba-tiba muncul di benaknya.

Kalau hanya sebentar mungkin tidak apa-apa?

Menerobos kerumunan setelah setidaknya melontarkan senyuman manis yang membuatnya tak perlu bersentuhan dengan susah payah dengan berbagai macam bau orang disitu. Mendapati dugaannya barusan ternyata tepat, Allegra dengan seorang Lioret, tengah mempertandingkan kemampuan mereka di atas sebuah alas permukaan meja. Menghela nafas. Ternyata keduanya sama saja. Keinginan untuk kembali melanjutkan langkahnya jadi tertunda, lebih menarik perhatiannya untuk melihat.. kekalahan Lio mungkin mengingat kemampuan Allegra yang seperti babon?

"Fuh, tidak seru kalau kau kalah kan?"

Mendekat dari arah belakang, berbisik di telinga Lio setelah lalu kembali mundur dan memasang senyum sucinya seperti semula. Ia tidak menganggu lho, hanya bermaksud mengingatkan bahwa Allegra sangat menyukai taruhan, dan dapat jelas tergambar nasibnya apabila kalah nanti. Mungkin Shion akan meminta pada Allegra agar dilibatkan sedikit dalam proses pemakaian pinha padanya.

Ia, secara jujur mungkin mendukung Allegra jika mempertimbangkan hal tadi, tapi entah kenapa tidak begitu dengan sanubarinya. Sepertinya ia lebih condong ke arah Lio? Ah lihat saja dulu nanti. Tidak adil jika ia menganggu salah satu pihak lawan kan?




OOT: Jadi pihak penonton saja saya :3
Kalau ada yang salah ato sedikit menggerakkan char misalnya bilang aja yah, thx Very Happy
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane



Posts: 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   12th December 2009, 22:57

Spoiler:
 


Oh shit. Ternyata melawan babon memang percuma. APA? Ia memang tidak mengerahkan seluruh tenaganya—tampaknya ada sesuatu yang menghalanginya—tapi ia dapat merasakan, babon di depannya menganggap dorongannya tadi sangat lemah. Kau tahulah perbedaan kekuatan mereka.

Apaan lagi itu dengan ‘Violet’. Menggigit bibir dengan obsidiannya menatap tajam iris biru di depannya. Kalau kukunya panjang, sudah ia lubangi tangan di depannya agar bisa didorong balik. Artinya Lio tidak sudi dijadikan mainan nantinya—bukankah sudah dibilang taruhan tadi sepihak?

"Fuh, tidak seru kalau kau kalah kan?"

Tidak perlu menengok ke belakang untuk melihat siapa yang berbicara. Seulas senyum tampak di wajahnya, senyum kesal, “ aku tidak percaya kalau kamu yang bilang.” Bohong, seorang Shion justru akan sangat menikmati jika dia kalah—terutama kalau ditambah taruhan—atau gadis itu sudah berubah sekarang?

Mungkin lain kali dia juga akan mencoba rakus untuk mendapat tenaga tambahan.. Sekalilagi ia mencoba mendorong, entah dorongannya akan member efek yang berarti atau tidak.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   13th December 2009, 14:21

OOT: Ikutan menonton~




Singkat kata, Giraile Arevig Asdvadzadour merasa bosan.

Ya, sesi latihan Sparta yang telah diberikannya kepada Exorcist (dan sejumlah Finder) yang kebetulan melintasinya telah selesai, dan, walau tidak sepenuhnya puas, ia membiarkan korban-korbannya beristirahat sejenak. Lagipula, dirinya sudah bosan dengan atmosfer ruang latihan yang sudah terlalu familiar dengan dirinya. Secinta-cintanya dirinya dengan melatih fisik staf Black Order lain secara sukarela, ia tetap butuh pergantian suasana.



Ruang santai, mungkin?

Sepatu botnya menghentak lantai di bawah dengan keras, dan ia tidak sungkan menandakan keberadaannya dengan membuka pintu ruang santai dengan keras. Ia mengangkat alisnya begitu matanya mendarat pada pemandangan di hadapannya. Salah satunya dikenalnya sebagai Disciple seorang jenderal yang biadab alias Francis Karlsen, dan satunya adalah Disciple seorang jenderal biadab lainnya alias Ravel Kohler. Ia menata rambut yang menutupi sisi kanan wajahnya. Adu panco?

Ia bersandar pada dinding ruang santai, menobatkan tempat tersebut sebagai lokasi strategis untuk mengamati pertandingan. Gadis yang turut serta dalam permainan minum-minumnya itu--Allegra, jika dirinya tidak salah ingat--tampaknya cukup tangguh. Suatu senyuman... senang? merekah di wajahnya. Mungkin karena wanita Armenia ini merasa dirinya telah menemukan seorang wanita setipe.

Tampaknya Disciple dari Ravel itu memberikan perlawanan cukup berarti; apa hal yang diucapkan Allegra, apapun itu, memprovokasinya? Terserah, sih; tidak seru jika permainan berakhir terlalu cepat, ya?

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   13th December 2009, 18:02

Spoiler:
 



Bersiul pelan saat merasakan Lioret benar-benar memberinya 'sesuatu' kali ini.Tangan masih saling bertautan dengan erat. Melirik sedikit ke Shion yang berada di dekat Lioret—sempat mengobrol sebentar dengannya—tersenyum ramah tanpa berprasangka buruk sama sekali pada gadis muda itu. Dan sekadar informasi saja

Ok, kembali pada lawan tandingnya.

Mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Lioret—lebih ringkih tentu saja—seraya mencondongkan tubuhnya lebih ke depan. Menatap sejenak disciple seorang duda di depannya dengan iris biru lembut yang ia miliki. Tatapan dengan campuran senang, geli, dan sinisme? Ah, sejak kapan si Allegra memiliki tatapan seperti itu. Kenapa juga rasa-rasanya makin hari dia makin mirip dengan general-wanita-barbar-yang-namanya-susah-dieja itu. Dan tanpa sepengetahuannya sekarang General yang dimaksud telah menyandarkan punggungnya yang kokoh itu pada tembok common room. Menonton. Bersama dengan beberapa orang lain.

Masih dengan tatapan yang sama, “Tampaknya kau akan terlihat lebih tampan tanpa rambut... eh atau mau memakai pakaian wanita saja Lio?” bersamaan dengan tawa geli tersebut Allegra membalas desakan Lioret pada lengannya.

Tentu saja tidak seru kan kalau semua berakhir dengan cepat?

Ya Allegra pun berharap begitu kok diam-diam.

Berharap....

Jadi apakah Tuhan mendengar harapan gadis 'mungil' tersebut?

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane



Posts: 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   13th December 2009, 21:32

Spoiler:
 


Sebuah ekspresi—kaget—tampak di wajahnya. Bagaimana Allegra mendorong tangannya sampai setengah posisi mereka, sedikit lagi menyentuh meja, pasti. Nah, masalahnya Lio—yang tampaknya lebih ahli dalam berpikir—berani sumpah dia sudah mengeluarkan hampir seluruh tenaganya barusan dan kemungkinan kecil atau tidak mungkin ia akan mengeluarkan tenaga lebih dari itu.

“Tampaknya kau akan terlihat lebih tampan tanpa rambut... eh atau mau memakai pakaian wanita saja Lio?”

Lagi-lagi. Iya ya, dia juga kalah waktu itu, beberapa minggu lalu saat bertarung dengan Shion. Entah bisa disebut kalah atau tidak—karena dia pingsan duluan—tapi tetap saja, hukumannya itu, sama dengan yang dikatakan teman sekamar yang bersangkutan. Memangnya anggota Black Order suka membudaki orang ya?

Ayolah Lio, yang mebuat taruhan itu kan kamu—beberapa minggu lalu, iya.

“Bisa yang lain?” ia tahu ia akan kalah. Dan sumpah, Lioret Ifrit Shirogane lebih memilih didandani seperti wanita daripada harus digunduli. Menambah dorongan pada lengannya, berusaha untuk mengangkat, tapi sepertinya tidak akan ada artinya untuk si babon.

This dice is not existing.





ps: Ega, kelebihan 2 angka tuh =))


Last edited by Lioret I. Shirogane on 13th December 2009, 21:32; edited 1 time in total (Reason for editing : salah kode :| *plak*)
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   18th December 2009, 15:00

Spoiler:
 


Alis gadis berusia 20 tahun itu mengerut.

Apa yang tadi barusan di lakukan Lio? Jelas-jelas itu bukanlah suatu tindakan yang dapat dikategorikan sebagai penyerangan terhadap Allegra. Iris biru menatap dengan pelupuk mata yang melebar, heran. Tampaknya juga tenaga pemuda di depannya itu sudah berkurang dan semakin lama raut wajahnya semakin loyo saja.

Yah memang kau harap seorang Lioret bisa mengalahkanmu? Setidaknya jawabannya adalah tidak, dalam hal adu otot tentu saja.

“Eh Lio,”
mengeluarkan nada suara yang cukup pelan walaupun tentu saja genggaman tangannya tidak mengendur. “Kau tidak apa-apa kan?” nada campuran kekhawatiran dan sindiran.

Sebenarnya jika saja anak remaja itu mau mengalah maka semuanya selesai. Semudah Allegra membalikkan telapak tangannya. Tentu saja dengan sedikit pengorbanan harga diri semuanya akan jadi lebih gampang kan?

Tersenyum penuh kemenangan, sekali lagi Allegra mengayunkan lengannya yang kokoh. Entah pemuda Prancis di depannya masih bisa bertahan atau tidak setelah ini. Kalaupun masih, gadis kelahiran Praha tersebut yakin kalau Lioret tak akan bertahan lama.

Cukup yakin.

This dice is not existing.





woot thanks udah ingetin =)) *dodol*
Back to top Go down
View user profile
Lioret I. Shirogane



Posts: 89

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 18 y.o.

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   18th December 2009, 19:26

Spoiler:
 


...Apa aja deh.

Lio tidak mungkin mungkin menang dari gadis berotot di depannya, bahkan tangan mereka nyaris menyentuh meja saat ia berusaha mendorong kembali. Jelas tidak ada rasanya--bagi gadis itu--karena jujur saja tangannya nyaris mati rasa sekarang.

"Tidak apa-apa apanya? Jelas tidak tidak apa-apa," silahkan tentukan tanggal eksekusinya, nona. Dia pasrah sekarang.

Tangannya menyentuh meja dengan sebuah benturan. Selesai. Pemuda Prancis itu tampak tenang menatap posisi terakhir yang menandakan akhir dari permainan dan datangnya taruhan. Bukan tenang, mungkin nyawanya sudah melayang jauh sekarang saking kagetnya.

Terdiam, menghela nafas. Perlahan menarik tangannya dan berdiri membelakangi meja, "ada yang mau melawannya?" menunjuk Allegra di seberang meja. "Si cewek rakus," tertawa geli sebelum berjalan beberapa langkah dan berhenti di sebelah Shion. Jangan harap kau bisa membungkam mulutnya.




OOC: Giraille, monggo =D
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   18th December 2009, 23:20

Jenderal wanita itu tidak mengucapkan apapun sepanjang "duel" antarmurid--satu dari Karlsen, satu dari Kohler--dan hanya mengamati, kedua lengannya bersilangan. Walau demikian, mata amber yang mengikuti alur adu panco tersebut menandakan bahwa dirinya, Giraile Asdvadzadour, mengamati dengan saksama.

'... Oh.' Punggung tangan dari sang disipel pria menyentuh meja, menorehkan kekalahannya pada scoreboard imajiner. Giraile hampir mengeluarkan tawaan pelan, pandangannya menangkap senyuman penuh kemenangan Allegra. Oh? Giraile mengangkat alis; memang, di balik syal bulu yang ia yakin tak berharga murah itu, gadis asal Praha itu memiliki kekuatan otot lengan yang cukup tangguh. Seberapa tangguh--itu yang ditanyakan Giraile pada dirinya sendiri.

Murid dari Ravel tersebut berdiri, membelakangi arena tandingnya, alias meja. "Ada yang mau melawannya?"

Bibirnya menipis, senyuman melebar. Berjalan dengan hentakan bot yang cukup menandakan keberadaannya, Giraile menghampiri meja di mana pemenang pertandingan masih berada, mengetukkan jemarinya. Kemudian, jemari tersebut menyisir helaian rambut hitamnya, dan ia pun menarik kursi yang sebelumnya ditempati Lioret ke belakang. Menempatkan diri di atas kursi tersebut, dan kembali menariknya ke depan, ia mengulurkan tangannya pada gadis yang lebih muda.

"Aku mau," ujarnya--walau nada santai, kilatan matanya menunjukkan dirinya tidak sudi menghadapi kekalahan. Ia mendekatkan tangannya ke Allegra, mendorong gadis Ceko itu untuk memulai ronde kedua.

"Ladies first, ya?"

Biar Allegra yang memulai--tujuannya menyeret diri ke dalam pertandingan juga untuk menguji kekuatan gadis tersebut. Giraile memiringkan kepalanya, menyampaikan dirinya tidak suka menunda eksekusi pertandingan. "Ayo, gadis pirang..." Dahi mengerunyit, seraya ia berusaha mengingat potongan informasi terentu, "... Allegra?"




OOT: Mari kita mulai... Twisted Evil

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Oswald Channing



Posts: 32

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 21

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   19th December 2009, 07:32

Demi kristus apa yang di lakukan oleh para wanita itu?

Oswald Channing terhenyak dari pinggir ruang santai dengan tatapan tidak percaya. Mengucek manik birunya mendekati abu untuk memastikan bahwa jalan cahaya ke iris matanya masih normal. Jadi apa ia tidak salah lihat?

Ok, pria yang sempat mendalami Teologi itu cukup mengerti dengan baik kalo Nona Giraille tidak hanya berotot kawat tulang besi—begitu juga dengan exorcist kelahiran Ceko yang ia kenal, Oswald juga telah mengetahui kalau dua-duanya—ehem—mempunyai kecenderungan berperilaku laiknya pria—jika tidak ingin dibilang bar-bar.

Tapi adu panco??

Apa kedua domba kecil itu sadar kalau mereka telah menyimpang dari jalur yang dikehendaki Tuhan untuk para hawa?

Setidaknya mereka belum memulai, jadi dia bisa memberikan wejangan atau bahkan menyakinkan mereka untuk mengehentikannya. Dan, walaupun si pria Inggris telah beralih menjadi mekanik ia tetap merasakan arus dorongan yang mengalir deras dari dasar hatinya untuk menolong setiap anak Tuhan yang tersesat. Mereka harus disadarkan.

Ya, Oswald dan jalan berpikirnya yang hiperbol.

Oswald meringsek dari kerumunan, mendekati tubuh semampai—bukan yang bongsor—bermahkota pirang yang ia kenal. Bibirnya terbuka dan melontarkan suara tenor yang masih dapat terdengar tenang walaupun jelas-jelas iris matanya melebar.

“Allegra, oh Tuhan! Sebenarnya apa yang kau lakukan?”
Back to top Go down
View user profile
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   19th December 2009, 08:18

Spoiler:
 


Uh waw, tampaknya penampilannya yang gemilang barusan menarik perhatian General berkekuatan wahid seantero markas Black Order—jika ia tidak salah dengar. Ya, Giraile Arevig Asdv-- blah sekarang maju dari kerumunan orang-orang di sekitar mereka. Terang-terangan mengulurkan genggaman tangannya yang kokoh ke Allegra—bukan ajakan untuk berjabat tangan tentunya.

Allegra balas menatap Giraile yang lebih tinggi darinya. Bukan dengan sorot takut atau khawatir, sinar iris biru lembutnya menyiratkan rasa keterkejutan dalam artian positif. Ya seperti mendapatkan hadiah yang tak terduga.

“Saya tersanjung Nona Asdvazadour. Umm.. dengan taruhan?” nama yang tereja dengan sempurna dan senyum terulas di parasnya, bukan senyum seperti yang terpasang di wajah Giraile.

Hendak meraih genggaman tangan sang General saat ia merasakan dorongan kecil pada pundak yang membuatnya menoleh. “Allegra, oh Tuhan! Sebenarnya apa yang kau lakukan?” Alis Allegra mengerut sembari menatap pria itu, Oswald Channing, dengan sebal. Hei, apa ia tidak sadar kalau ia telah menganggu awal dari sesuatu yang sakral? Sesakral jamuan terakhir atau kelahiran sang juru selamat.

“Hhhh Oswald kau menganggu saja,” berbalik ke pria Inggris. Telapak tangannya meraih balutan garmen berbahan dasar bulu hitam yang membalut tubuh bagian atasnya. Melepaskan benda yang selalu menjadi ciri khasnya dan menitipkannya pada Oswald. “Bawa itu dan jangan ganggu!” berkacak pinggang a la Nona besar dan kembali berbalik ke lawannya.

"Ladies first, ya?

Hmm... jadi apakah Lady yang dimaksud Giraile itu Allegra atau dirinya sendiri? Ada dua perempuan kan disini. Atau Giraile sudah lupa kalau-- Ah, lupakan.

"----...Allegra?"

Menginterpretasikan kalimat wanita berambut hitam bak sutra itu sebagai start. Memberinya kesempatan untuk mengawali dengan sangat murah hati. Cukup adil menurut sang gadis pirang, karena lawannya bukan lagi exorcist berjabatan biasa.

Melainkan seorang General yang selalu tersenyum manis.

Genggaman kokoh disambut dengan genggaman kokoh lainnya. “Saya tahu kesempatan menang saya tipis jika berhadapan dengan Anda,” menghela nafas sejenak sebelum tersenyum kembali. “Namun saya harap saya tak mengecewakan Anda, General.”

This dice is not existing.


Bagaimana dengan permainan hukuman itu?

Belakangan saja deh, ada yang lebih penting daripada menggunduli Lioret sekarang.
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   20th December 2009, 01:02

[OOT: Saya bete, nulis balasan ini di Blackberry colongan selalu disita kembali Blackberry-nya sebelum tuntas... grhhh]




Spoiler:
 


"Taruhan? Boleh--ketentuannya samakan saja dengan yang kau gunakan bersama anak itu." Lioret, maksudnya. Giraile sungguh (baiklah, mungkin tidak terlalu) menyesali fakta bahwa dirinya belum mampu mengingat nama staf satu cabang dengan baik. Dan itu mengingatkannya--sudah cukup lama sang wanita Armenia tidak mendapatkan kesempatan melatih Exorcist cabangnya sendiri...

Allegra menyerahkan syal bulunya kepada seorang pria berambut merah yang juga tidak dikenalnya. Giraile tersenyum; ia mengapresiasi orang, terutama sesama wanita, yang menganggap serius pertandingan... melebihi, oh, misalnya, tata cara meminum teh yang benar. Kemenangan jauh lebih berarti daripada etika, minimal untuknya. Hei, mungkin jika gadis pirang itu menunjukkan potensi yang cukup--alasan utama dirinya bergabung dalam permainan trivial ini--tidak ada salahnya ia mendemotasi Orion untuk sesaat---

Mata Giraile sedikit melebar, tersadar dari renungannya oleh dorongan cukup kuat yang diberikan Allegra. Walau ini hanya adu panco, ia tetap harus waspada, terutama karena lawan asal Cekonya telah merendahkan diri sedemikian rupa. "Kamu cukup kuat." Benarkah kata-kata ini berasal dari jenderal yang tak terlalu gemar memuji orang lain itu? Jarang-jarangnya ia menemukan wanita setipe.

Tangannya yang bebas menyisir rambut yang menghalangi pandangannya, sekaligus membuat senyumannya terlihat lebih jelas. "Bagaimana dengan ini?" Untuk pertama kali, sang jenderal memberikan perlawanannya.




This dice is not existing.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
A. Růžena Mlynarikova



Posts: 120
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Bring It On   20th December 2009, 11:59

Spoiler:
 


Terkesiap dengan suara nafas yang dihembuskan berat saat mendapatkan beban telak di lengannya. Sungguh Allegra tak menyangka sang General akan langsung mengeluarkan kekuatan seperti itu pada dorongan pertama. Tapi yang pasti, gadis itu masih bisa menahan lengannya dari permukaan meja. Setidaknya ia tidak langsung tumbang pada serangan awal.

Syukurlah.

“Uh waw, hei Lio, seranganmu yang tadi tak ada apa-apanya dibanding ini!” berkelakar sambil menarik nafas dalam. Melirik pada lawannya yang tampak tenang dan dapat melihat dengan sungguh jelas kalau General kawakan tersebut memiliki power yang lebih dahsyat darinya.

Oh ya kembali ke masalah taruhan tadi,

“Ah uhm General, jadi taruhannya adalah siapapun yang kalah harus menuruti permintaan pemenang...” masih mengalamatkan pandangannya pada Giraile. Sekelebat pikiran atas apa yang akan terjadi pada dirinya nanti terlintas. Penasaran, hukuman macam apa atau permintaan macam apa yang akan dilayangkan wanita di depannya itu. Yang pasti tampaknya ia lebih mudah menurut apapun permintaan Giraile daripada kalau dia kalah dari Generalnya sendiri..... bergidik untuk sepersekian detik saat membayangkan apa yang mungkin dilakukan pria-kulit-badak itu padanya.

Argh fokus Allegra!

Mungkin seranganmu akan lebih baik jika kau membayangkan wanita di depanmu itu adalah Generalmu sendiri. Ya kan? Atau malah membuatmu bertingkah sebaliknya. Karena... yah tahu lah.


This dice is not existing.






groaaaaaaaaaa banyak amat =)) =))
Back to top Go down
View user profile
 

[CENTRAL] Bring It On

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 3Goto page : 1, 2, 3  Next

 Similar topics

-
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» [CENTRAL] Bring It On
» Demographics of the Central African Republic
» Taking the Challenge! Bring it on, Leader!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums