OOC: gomen =w= tadi malem modem dipake adek. Yosh karena sama-sama webe, mari kita akhiri RP ini *gegulingan*
Lian Jie mengangkat kepalanya dengan tiba-tiba, bosan dengan rasa sakit yang hampir setiap waktu melandanya setiap kali tulang belikatnya yang kelainan itu tersenggol atau terguncang. Udara langsung mengaliri saluran pernapasannya setelah tadi sempat terblokir bantal.
Dia merangkak bangun dan berjalan meninggalkan tempat tidurnya. Kalau ada tempat yang ingin dia tuju sekarang, tentu saja Ruang Latihan. Malam-malam begini? Memangnya kenapa? Daripada kamarnya sendiri, Lian Jie lebih merasa bahwa Ruang Latihan adalah ruang yang paling betah ditinggalinya. Hampir semua kegiatan yang tidak harus dilakukannya di sana, dia melakukannya di sana.
Lian Jie meraih sebuah kardus yang, lagi-lagi, berisi buku. Yang membuatnya lain kali ini adalah buku-buku itu bukan miliknya, melainkan milik Black Order Asia sendiri yang dia ambil dari Ruang Santai. Kebanyakan adalah buku dongeng yang dia baca sejak beberapa bulan, bahkan ada yang sejak dua tahun lalu, tapi ia malas mengembalikannya karena malas. Lagipula, dia menyukainya dan berpendapat akan lebih mudah membacanya ulang jika dia menyimpannya sendiri. Sebuah keputusan yang diambil berdasarkan ego anak-anak dengan mengambil pertimbangan bahwa tak ada orang lain yang tak akan membacanya.
Diambilnya sebuah dua buah buku kecil yang agak tebal dan berjalan ke arah pintu dengan langkah ringan.
"Aku mau ke ruang latihan," kata Lian Jie, "Kalau kau mau tidur, tidur saja."
Lalu dia keluar dan menutup pintunya perlahan.
Membaca dongeng di Ruang Latihan? Tentunya tidak. Dia juga nantinya mau latihan. Baca bukunya kalau sudah capek saja.
[OUT]