An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [ASIA] Battle Royale

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3  Next
AuthorMessage
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   3rd December 2009, 20:01

Astaga, astaga, benar-benar para Exorcist itu sepertinya sudah kehilangan akal, ya? begitu pikir Lian Jie. Aaahh, pasti akan berakhir buruk.

Lian Jie menghela nafas, kemudian mengambil posisi sebagai penonton di sisi lain bingkai jendela yang besarnya lebih dari cukup bagi tubuhnya yang mungil. Walaupun kini ia berada dalam posisi yang terlihat oleh semua orang, ia sama sekali tak keberatan karena ia ingin mengamati sembari mempelajari mereka.

Seorang Exorcist sudah mengaktifkan Innocence-nya. Ia sempat berbicara dalam bahasa Inggris yang kasar, Lian Jie bisa mendengar sebagian kata-katanya, terutama bagian umpatan kasarnya. Jenderal Xiao Ling pasti tak akan menyukainya.

Hm, mungkin akan menarik. Lian Jie menekuk lutut kirinya dan menopangkan lengan kirinya di atasnya. Sebelah kaki kanannya ia biarkan menjuntai di sisi dalam Ruang Latihan.

Hari ini dia jadi penonton dulu tidak apa-apa, kan? Imajinasi liar Lian Jie membayangkan sebuah kesempatan akan tercipta di mana dia harus ikut adil dalam pertarungan latihan itu.
Back to top Go down
View user profile
Tek Xiao Ling
Vatican Central


Posts: 329
Umur: 20
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 23

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   3rd December 2009, 20:04

Sepertinya para Exorcist di cabang itu sudah hilang ingatan tentang porsi latihannya... kalau tidak ada dokter yang membocorkan kondisi kesehatannya. Sepertinya ia memang harus pergi ke Infirmary dan menghajar dokter manapun yang berani membocorkan hal tersebut kepada khalayak umum.

Mengacak-acak rambutnya, Xiao Ling menghena nafas panjang sebelum mengambil sebuah botol kaca dari kantong pinggangnya. Dengan satu gerakan cepat, ia membuka dan meneguk habis cairan merah tua mencurigakan yang ada di dalam botol itu. Rasanya menjijikkan, tapi ia membutuhkannya supaya ia tidak kehabisan darah terlalu cepat dalam latihan kali ini. Sekarang ia akan menghajar 4 orang sekaligus, ingat?

"Okelah kalau kalian semua memang siap..." komentar Xiao Ling sambil menjilat bibirnya, menyecap setiap tetes obatnya yang masih tertinggal, "...aku tidak terima protes!"

Tanpa basa-basi, ia langsung mengaktifkan Innocence-nya. Pedang darah tumbuh dari punggung tangannya, dan... langsung menyebar menjadi 100 jarum darah, terbagi 4 sama rata, dan langsung melesat ke arah keempat Exorcist yang mengatakan 'ingin latih-tanding' dengannya.

This dice is not existing.

(Urutan dadu : Glace, Eun Su, Io, Blanka)

_________________

"My battle, my rule. Do not protest."
-Tek Xiao Ling-


Agito's 1st ID - The Poison Butterfly
Back to top Go down
View user profile http://china-rollz.livejournal.com
Gletsjers van Virchow



Posts: 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   3rd December 2009, 20:47

Masih asik dengan alam pikirannya sendiri, Glace hanya terdiam. Akan tetapi, tiba-tiba General Xiao Ling mengatakan sesuatu setelah meminum suatu cairan merah yang kelihatannya sama sekali tidak enak.

"Okelah kalau kalian semua memang siap..." komentar Xiao Ling sambil menjilat bibirnya, menyecap setiap tetes obatnya yang masih tertinggal, "...aku tidak terima protes!" Ucapnya.

Belum ada jeda satu detik pun, general satu ini langsung mengaktifkan innocence-nya. Terlihat bilah pedang tumbuh dan keluar dari punggung tangannya dan langsung menyebar menjadi 100 jarum darah, terbagi 4 sama rata, dan langsung melesat ke arah keempat Exorcist yang dihadapinya.

"Astaga... ternyata anda memang mengerikan General..." Pungkas Glace setengah terkejut. Tentu saja karena frekuensi serangan General Xiao Ling yang mengerikan yang telah mengenai dirinya.

Latihan sudah dimulai. Jadi, lebih baik ia mengaktifkan innocence-nya dengan segera.

Glace pun dengan segera mengaktifkan innocence-nya uap cairan menyeruak seketika dari pori-pori kulitnya. Kemudian, dengan segera berubah menjadi sepasang pisau. Dengan kuda-kuda beladiri yang telah diajarkan padanya, ia maju menyerang.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Blanka Ormondi Demetros



Posts: 116
Umur: 22

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   3rd December 2009, 22:05

Sungguh kenapa ia harus terseret masuk ke dalam kekacauan itu?

Apa semua orang tidak mengetri kalau Blanka, wanita berusia 22 tahun asal Hungaria itu, hanya ingin dianggap tak ada, tidak dihiraukan. Heran, apa susahnya?

Desisan suara terlepas dari bibirnya, jelas-jelas tidak menyukai tindakan si bocah Asia itu. Kali ini setidaknya sebuah ekspresi mampir di wajah yang biasa tenang walaupun jelas ekspresi yang tersemat disana bukanlah hal yang baik. Gurat-gurat kemarahan dan tatapan tajam dari iris amber gelap mengarah pada Io Sobilatoire.

Hati-hati Nak, jangan sampai Blanka melakukan tindakan destruktif lho.

Yang sayangnya harus ia lakukan.

Salahkan kemalangan yang menimpanya tanpa henti, atau kemampuan mobilitasnya yang amat rendah, karena sekarang ini tanpa ia sadari General Asia kelas wahid itu menyerang wanita berambut keperakan tersebut--beserta yang lain--dengan butiran darah padat.

Serangan yang sekali lagi membuatnya tersungkur, beberapa mengenainya di bagian sisi lengan dan paha, yang untungnya tidak terlalu dalam dan masih dalam kategori luka kecil bagi wanita itu.

Hei ingat apa yang sering ia lakukan saat emosinya tertekan?

Dalam hitungan detik ia bangkit dari tanah, menatap tajam pada General yang berada di tengah ruangan. Tangan kiri menggenggam gagang belati dengan miniatur yang tampak seperti boneka aneh… yang mulai membesar dengan seketika hingga mencapai ukuran 2 meter. Memperlihatkan bentuk alat penyiksaan bernama Iron Maiden, berpahat wajah yang tersenyum manis, kontras dengan fungsinya.

Desisan lemah sekali lagi, membuat pintu Blood Countess terbuka lebar, memperlihatkan gerakan-gerakan spike tajam yang siap mengunyah daging-daging di ruangan ini.

Untungnya Blanka masih ingat kalau yang ia hadapi bukanlah akuma… dengan kata lain ia hanya diperbolehkan memakai satu teknik saja—dengan alasan kemanusiaan. Lebih menguntungkan memang untuk pihak sana, dan ia sendiripun masih tetap mengurangi ukuran spike yang mulai menghiasi langit-langit battle arena. Lima puluh buah spike dengan panjang 10 cm, membuat mendung kecil, menghalangi cahaya menyirami keberadaan wanita Hungaria tersebut. Jujur saja sebenarnya Blanka tidak memerlukan aksesoris macam itu untuk membuat impresi gelap memancar darinya. Namun, setidaknya kali ini tubuhnya memang benar-benar terbayangi oleh sesuatu, bukannya tirai gelap imajiner yang seolah-olah menyelubungi wajahnya selama ini.

Dan selagi beberapa orang disana memperhatikan perubahan innocencenya Blanka—mengalamatkan sorot mata tanpa ekspresi itu pada wanita satunya lagi—menghujani Xiao Ling dengan 20 buah spike dalam tiga gelombang serangan beruntun. Membiarkan sisanya membentuk semacam selubung sambil menunggu waktu untuk memproduksi 50 lagi.


This dice is not existing.





pemanasan kan? =p
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 12:41

Oh, akhirnya semuanya jadi ikut latihan bersama ini. Sudah dapat diduga, pasti akan timbul kekacauan, eh? Ya sudahlah, daripada berpikir terlalu keras dan malah dikalahkan rekan-rekan exorcist ini, lebih baik Eun Su langsung mulai saja. Hwanggeum Sori kayu yang dari tadi digendong di punggungnya langsung ia taruh di atas tanah dan menyebutkan kunci penggerak Innocence berbentuk mirip kecapi miliknya itu.

"상승과 노래를!!", ucap pemuda Korea itu tegas. Alhasil gayageum warisan ibunya itu terangkat ke udara dan berubah warna menjadi keemasan. Ya, Song Eun Su sudah siap bertarung...

SYUUT!

Tiba-tiba saja pipinya berdarah, tergores serangan jarum darah dari General asal Cina itu. Bahaya kalau kena, apalagi ia tergores di dekat mukanya. Euh, yang namanya General Black Order pastilah harus tangguh.

Fuh, sekarang saatnya membalas. Dengan kecepatan tangan yang tinggi, Eun Su memainkan lagu pertamanya di latihan akbar ini. Bunyinya memang indah, murni, dan halus. Namun sayang pendengarnya tidak merasakan hal yang sama.

첫 번째 노래, 황혼


Lagu indah yang mengumandangkan suasana senja yang teduh. Efeknya cukup berbeda dengan keindahan suaranya itu, pendengar akan menjadi lemas. Hm, mungkin mereka ingin merasakan ketenangan saat senja hari yang indah (???).

This dice is not existing.





첫 번째 노래, 황혼 = Cheos Beonjjae Nolae, Hwanghon (First, Twilight)
Urutan dadu : Xiao Ling, Glace, Io, Blanka
Back to top Go down
View user profile
Io Sobillatore



Posts: 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 17 y.o.

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 13:09

Tangannya menggenggam erat sambungan rantai besar diantara kedua mata kapaknya. Tubuhnya mungkin tidak bisa menyaingi ukuran Innocence-nya sendiri yang sebesar jangkar kapal, tapi bukan berarti ia tidak akan mampu mengangkat benda raksasa itu. Karena bobotnya dapat terbilang ringan hanya untuknya.

Pandangan tajam tertuju ke arahnya, yang sayangnya terlalu tumpul untuk dapat merasakan aura gelap macam itu. Tapi akhirnya wanita itu ikut juga, kan? Pertama menyerang, malah. Marah atau memang sudah niat pertama?

Sebuah gertakan cepat, jarum-jarum darah meluncur ke arah mereka yang di sana. Ia memang bodoh, tapi bukan berarti idiot. Spontan tangannya tersilang di depan tubuhnya yang merunduk, melindungi tubuhnya dari serangan jarum-jarum tersebut. Tidak terlalu dalam sehingga dengan cepat ia mencabutnya tanpa meninggalkan rasa sakit yang berarti.

Kalau semuanya memulai, kenapa dia harus paling akhir? Seorang Exorcist berwajah Korea memainkan Gayageum, sebuah lagu indah yang tampaknya membuat orang lain lemas, tapi tidak berpengaruh padanya. Keberuntungan pertama, kapan keberuntungan kedua?

Tangannya mengangkat sambungan kedua kapaknya, tanpa banyak pikir panjang, dua mata kapak itu mulai berputar, perlahan, lama kelamaan semakin cepat dan cepat. Sebuah tornado seukuran rumah tampak tercipta di sekelilingnya, siap untuk menyayat semua yang menyentuhnya, terutama yang nekat masuk ke pusat poros perputarannya.

This dice is not existing.





Urutan dadu: Xiao Ling, Blanka, Glace, Eun Su
Back to top Go down
View user profile
Tek Xiao Ling
Vatican Central


Posts: 329
Umur: 20
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 23

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 13:47

OOC : kampret, ini namanya gw mokad di awal latihan =)) btw mulai besok saya hiatus total, tolong jangan terlalu nepsong rep nya yaa =w=/


Sepertinya, memprovokasi Exorcist itu bukan keputusan yang bagus. Apalagi kalau memprovokasi 4 orang sekaligus, duh. Mau bukti? Lihat saja, keempat orang yang baru diserangnya langsung menyerang balik, meski tidak semuanya hanya menyerang dirinya saja, sih. Tapi intinya sama saja, ia kena serangan balasan.

Pertama, dari Exorcist yang ia temui saat ribut-ribut di koridor. Ia belum pernah melihat ataupun membaca Innocence macam apa yang ia miliki, makanya ia tidak menyangka akan ada sebilah pisau yang muncul dari... kulit? Tidak begitu menyangka akan ada senjata yang muncul tiba-tiba, dua tusukan yang cukup dalam mendarat di bahu kirinya, membuat darah segera merembes keluar dari luka itu.

"...!!" Ingin rasanya ia memaki keras-keras, tapi tidak akan ada artinya kalau ia buang-buang tenaga percuma. Jadi, daripada memaki pria Belanda itu, ia malah menendangnya di ulu hatinya sekuat tenaga. Hei, siapa suruh bertarung dengan jarak dekat dengannya?

Terlalu konsentrasi pada satu orang, ia hampir tidak melihat serangan kedua. Ia berusaha menghindar, tapi setidaknya 15 jarum besi yang melayang ke arahnya menancap dengan sukses di tangan kirinya yang memang ia pakai sebagai perisai. Sudah kepalang terluka karena serangan pertama, sekalian saja dijadikan tumbal. Kalau nantinya luka terlalu parah sampai tangan kirinya tidak bisa dipakai lagi, tinggal diamputasi, susah-susah amat... Sebentar, itu agak terlalu ekstrim. Tapi untungnya 40 jarum berikutnya berhasil ia hindari dengan mulus.

Sayangnya, tidak semulus itu untuk menghindari serangan yang dilancarkan oleh muridnya Jeong Hu. Entah posisinya yang sekarang terlalu dekat dengan Eun Su, atau indra pendengarannya yang terlalu tajam, efek paralisa dari alunan kecapinya membuatnya langsung merasa seperti ditiban beban yang berat; lemas dan tidak bisa bergerak. Dan seolah melengkapi serangan itu, seorang bocah Exorcist ikut melancarkan serangannya, meninggalkan luka di punggung atas-kirinya, mencabik sebagian kain seragamnya.

Sialan, baru minggu lalu aku minta dibuatkan seragam baru ini!

Untungnya, serangan tadi (dan amarah yang meningkat karena seragam barunya rusak) menyadarkan Xiao Ling dari efek paralisa yang disebabkan oleh Eun Su. Dengan menggunakan darah yang mengalir dari luka-lukanya, Xiao Ling memebentuk lagi 100 jarum darah, dan kembali dihujamkan ke... 2 orang saja. Ya, hanya ke Glace dan Blanka. Io? Sepertinya pertahanan anak itu sulit ditembus, lagipula ia bisa tewas sendiri kalau terus-terusan berada di pusat tornado. Eun Su? Ia malah memilih untuk berlindung di belakang Exorcist itu, setidaknya untuk sementara.

"Back up aku sebentar," perintahnya pelan pada Eun Su. Ia lalu berlutut di belakang pemuda itu, memunggunginya. Ia lalu kembali menarik sebotol obat penambah darah yang diteguknya dengan cepat, lalu mengambil segulung perban yang ia lilitkan asal saja di lengannya yang terluka. Bercak merah langsung merembes ke perban putih itu, menandakan bahwa lukanya masih cukup dalam dan pendarahan tidak akan segera berhenti. Ia lalu kembali memeriksa kantong pinggangnya, memeriksa persediaan obatnya.

Tinggal sebotol lagi, eh? Nasib. Kasusnya sekarang tinggal apakah ia cukup keras kepala untuk melanjutkan latih-tanding itu sampai ia pingsan, atau mundur demi keselamatannya sendiri.

Andai ada Heidrich di sini, akan kusuruh dia untuk segera memanggil staf medis ke sini...



This dice is not existing.

Urutan dadu : Glace (tendangan di ulu hati), Glace (jarum darah), Blanka

_________________

"My battle, my rule. Do not protest."
-Tek Xiao Ling-


Agito's 1st ID - The Poison Butterfly
Back to top Go down
View user profile http://china-rollz.livejournal.com
Blanka Ormondi Demetros



Posts: 116
Umur: 22

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 14:01

Sudah lebih dari tiga menit berlalu sejak gelombang hujan spike yang berbayang gelap itu menghujani Xiao Ling. Apa kau tahu arti detik sejumlah itu untuk Blanka? Pasak tajam keperakan mengelilingi wanita itu, 180 buah—minus yang ia gunakan untuk Xiao Ling. Separuh membentuk mendung kecil di atas sang wanita—menimbulkan zona gelap di sekelilingnya—dan sisanya membentenginya, bergerak bebas membentuk formasi dinding pertahanan dinamis, dan kokoh .

Tatapan lurus amber gelapnya melirik alat musik magis yang dimainkan Eun Su. Nadanya indah memang, dan ia tak merasakan apapun. Entah karena pemuda Korea itu tidak menargetnya atau memang efek alunan itu luput darinya.

Alira udara menderu, dari arah samping pemuda lainnya dengan dua kapak raksasa bersiap-siap menghantamnya. Terlalu lambat sayangnya karena serangan itu diblok oleh tirai besi. Wanita berambut gelombang itu mundur sedikit, tanpa suara spike—berjumlah 10 buah—yang berterbangan di langit-langit melesat langsung ke Io, disusul dengan lima lainnya yang sekali lagi membelah udara, melesat seolah tak sabar untuk membenamkan diri di daging dan otot sang pemuda.

This dice is not existing.


Konsentrasi yang berlebihan, meninggalkan celah.


Celah yang digunakan General Xiao Ling untuk menyerangnya dengan lontaran peluru darah, dan sialnya kena—walaupun tidak kesemuanya. Blanka berdecak, mendesis, gabungan semuanya tampaknya. Alisnya berjengit, namun ia tidak menunjukkan ekspresi kesakitan yang seharusnya—bukan berarti ia tidak merasa sakit tentunya—dari luka di abnomen yang mulai mengucurkan tetesan kemerahan.

Saat ini seragamnya sudah robek di beberapa bagian—lengan atas, abnomen dan sobekan kecil lain, memperlihatkan kulit pucat, terlalu putih tanpa semburat merah... yang digantikan oleh gurat urat-nadi kebiruan dari kulitnya yang sedikit tipis. Sungguh, ia tak menyukai keadaannya yang sekarang, ditambah dengan fakta;

Semua cipratan merah itu membuat adrenalinnya berpacu lebih pecat.


Dan oh apa itu, Eun Su berpindah faksi. Blanka tidak mempermasalahkannya sih, kesemua itu hanya berarti bahwa sasarannya bertambah satu dan tentu saja ia harus pandai-pandai memanfaatkan pasaknya—maksimal 200 sekali pengaktifan dan hanya bisa memproduksi kembali jika ke semuanya telah habis.

Keuntungannya, ia hanya butuh waktu 45 detik untuk menyemburkannya lagi dari dalam Blood Countess, yang sekarang tersenyum teduh pada semua Exorcist disana. Jadi lebih baik ia menghujani semuanya saja sekarang kan? Termasuk yang ia gunakan untuk menyelubungi dirinya sekarang.

Dan sebuah senyuman janggal terlihat di wajah redup dengan sorot mata lurus yang belum berubah sedari tadi.

Tirai gelap itu melesat bak peluru ke semua exorcist disana—tiga sebenarnya namun ia tak menjamin kemungkinan salah sasaran pada Glace yang berada di dekat Xiao Ling. Selagi mereka sibuk menghadapi hujan duri itu—atau terpana oleh kegelapan yang sekilas menyelimuti battle arena—Blanka berpindah ke belakang Blood Countess dengan licin. Berdiri di balik lapisan besi Iron Maidennya sambil menghitung waktu.

Jujur saja sekarang pertahanannya cukup kosong...

This dice is not existing.


[Eun Su, Io, Xiao Ling, Glace]


Last edited by Blanka Ormondi Demetros on 4th December 2009, 19:14; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Gletsjers van Virchow



Posts: 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 17:27

NYUT... nyeri dari luka awal akibat dari jarum-jarum darah sang General wanita, Xiao Ling di perutnya kembali terasa. Bagian-bagian tubuhnya yang lain juga dengan memancarkan cairan berwarna merah tersebut dengan deras. Tentu saja, serangan tersebut betul- betul terkonsentrasi ke arah perut kanan bagian bawahnya dan mungkin juga karena ia terlalu banyak bergerak saat menyerang balik sang general tadi.

"Berhasil!!!" pikir Glace setelah ia menyerang General Xiao Ling dengan suksesnya tadi.

"...!!" terlihat dari paras General satu ini bahwa ia sangat kesal. Namun, kelihatannya ia memendamnya dalam hatinya sendiri. Tiba-tiba General Xiao Ling langsung meluncurkan sbuah tendangan ke arah ulu hati Glace. Untunglah ia menyadari dan sedikit menghindarinya tepat sebelum tendangan tersebut mendarat di ulu hatinya.

"Hampir saja..." ucap Glace. tentu perutnya akan penuh luka dan lebam jika terkena tendangan general Xiao Ling tadi setelah ia terkena serangan jarum-jarum darah.

Akan tetapi, baru saja Glace merasa sedikit lega, ia kembali diserang oleh Eun Su dengan menggunakan gayageum miliknya, sejenis alat musik kecapi dari Korea. Tak sengaja mendengar lagu yang menenangkan tersebut, tiba-tiba tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakkan.

"Cih..." ia berdecak dalam hati. belum ada sekitar 5 detik, kini Io yang menyerang. Untunglah ia bisa menghindarinya, walaupun ia masih tidak bisa bergerak ditambah luka dalam di perutnya.

Kelihatannya General Xiao Ling sangat ingin membalas serangan dirinya. terbukti dengan segera general yang satu ini kembali menyerang glace dengan jarum-jarum darahnya. Jarum, jarum ini mengenai dirinya dengan suksesnya. Untungnya, akibat jarum-jarum ini ia kembali bisa menggerakkan tubuhnya.

"Terima kasih General!" ia berucap setengah becanda. Akan tetapi, baru saja ia bisa bergerak, lagi-lagi ia kembali diserang. Kali ini dari Blanka dengan spike-spike nya yang menyerang siapa saja di situ kecuali Blanka sendiri.

"Ukh..." Glace agak kesulitan menghindari spike-spike tersebut, sebagian spike tersebut malah menggores kulitnya. Yah... apa boleh buat, luka di perutnya cukup dalam sehingga mobilitasnya berkurang.

"Oke! Giliranku!" Ia berkata pada dirinya sendiri sembari mengubah sepesang bilah pisaunya tadi menjadi sebuah bola kecil padat dan melemparkannya tepat ke tengah arena.

BOFF... bola tersebut meledak dan menyebarkan butiran-butiran embun yang membentuk kabut tebal dan menyebar di seluruh arena.

"Ini belum selesai lho!" sambungnya di balik kabut sembari menyerang mereka semua yang berada di balik tirai kabut dengan kecepatan tinggi dan dua bilah pisau yang baru dibentuknya lagi.

BWETZ... BWETZZ... BETS... CRASH...

terdengar empat kali suara sabetan dua bilah pisau di balik tirai kabut. Entah kena atau tidak.

This dice is not existing.


urutan: [Xiao Ling, Io, Blanka, Eun Su]


Last edited by Gletsjers van Virchow on 4th December 2009, 20:18; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
Li Lian Jie



Posts: 346
Pemilik: LLJ
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 14

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 17:42

Mata Lian Jie menangkap gerak-gerik tak wajah ketika ia melihat dari kejauhan bahwa Jenderal Xiao Ling sedang meneguk sebuah cairan. Lian Jie menelengkan kepalanya, bertanya-tanya dalam hati, minuman apa kiranya yang selalu diminum setiap sebelum latihan?

Lian Jie tak bisa menjawab pertanyaan yang dibuatnya sendiri. Ia tak pernah minum minuman aneh setiap kali latihan. Barangkali karena dipaksa Nai Ye Xia saja sebagai penyokong kesehatan tubuhnya yang terkadang rapuh.

Hmm... Pikiran Lian Jie segera teralih ketika pertarungan akhirnya dimulai. Semua Exorcist mengaktifkan Innocence-nya secara hampir bersamaan. Kemudian serangan demi serangan dilancarkan seperti pertarungan sungguhan. Ternyata, mengamati pertarungan sebagai penonton dan sebagai petarung yang terlibat langsung itu rasanya berbeda. Di tempat duduknya yang tinggi ini, Lian Jie mampu melihat gerakan semua orang.

Dari semua Exorcist di sana, dua di antaranya adalah pemilik Innocence tipe parasit. Innocence milik Jenderal Xiao Ling lumayan menyenangkan. Sekali serang, bisa mengenai banyak orang sekaligus. Sedangkan milik Virchow, hmmm...

Namun begitu Nona Blanka melancarkan serangan dengan Innocence-nya, Lian Jie mendadak diserang hawa dingin. Bulu kuduknya meremang. Seram nian. Kuat!

Lalu giliran Song Eun Su, si cowok cantik. Masih beruntung wajahnya hanya tergores luka yang pasti masih bisa sembuh. Ternyata kalau tidak sedang terlibat pertarungan, dia cuma terlihat seperti main kecapi biasa.

Lalu, siapa Exorcist terakhir itu? Innocence-nya sepertinya merepotkan.

Empat lawan satu, pertarungan yang jelas tidak adil bagi seorang Jenderal sekalipun. Ditambah lagi, dia seorang wanita. Lian Jie bisa melihat dia terkejut beberapa kali ketika melawan keempat Exorcist sekaligus. Pada akhirnya dia memilih untuk berlindung di belakang Eun Su. Lian Jie hampir saja tersenyum masam dan membatin, Nah...---tapi ia segera membungkam batinnya.

Tertangkap gerakan kecil Jenderal Xiao Ling dari balik punggung Eun Su. Sepertinya dia meminum sesuatu yang aneh lagi. Apa sih yang dia minum? Agak aneh... Lian Jie mengerutkan kening.

Tapi tak ada waktu untuk berpikir. Serangan berikutnya datang dan Lian Jie punya firasat tak enak (bukan berarti buruk). Dia spontan berdiri dan melompat turun, keluar dari persembunyiannya.

Sambil melompat di udara, dia mengaktifkan Dragon's Heir dengan panggilan di dalam pikirannya. Pada saat yang bersamaan, dia melihat Blanka, Exorcist berambut keperakan, meluncurkan duri-duri dari Innocence-nya.

Lian Jie membaca gerakan duri-duri itu, mendarat di lantai, kemudian dengan cepat memutar haluan ke arah Jenderal Xiao Ling. Entah apa yang ada di pikirannya kala itu, ia tak tahu kenapa Jenderal Xiao Ling yang diraihnya.

Tapi terlambat. Serangan itu sudah lebih dulu mengenai sasaran.

Kesempatan untuk istirahat sama sekali tidak ada. Kabut tebal menghadang, membutakan indera penglihatannya. Tapi bukan berarti indera penciuman dan pendengarannya terblokir, kan? Dengan satu gerakan yang kali ini lebih sigap, Lian Jie mencabut salah satu tulang pedang dari Dragon's Heir. Telinganya menangkap suara desingan pisau mendekat dan...

TANG!

Lian Jie telah mengayunkan Thorn of the Dragon dan menangkis jauh-jauh benda apapun yang menyerangnya tadi. Entah siapa yang akan terkena. Yang ada di dekatnya hanya Virchow.

This dice is not existing.


Kemudian, malas dengan serangan beruntun dari banyak orang sekaligus, Lian Jie membuat keputusan dengan cepat. Dia melanjutkan niatnya berputar haluan ke arah sang Jenderal, berdiri semeter di hadapannya, membelakanginya.

Lian Jie mencabut duri kecil milik Blanka yang menancap di lengan kirinya, kemudian bergumam pada Jenderal Xiao Ling dengan nada bicaranya yang dingin, "Butuh back up?"


Last edited by Li Lian Jie on 5th December 2009, 11:49; edited 3 times in total (Reason for editing : belajar battle, sori.)
Back to top Go down
View user profile
Io Sobillatore



Posts: 23

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 17 y.o.

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   4th December 2009, 20:29

Ngebet duluan kau mentang-mentang sekali tidak kena serangan, eh?

Kedua tangannya masih merasakan putaran Petit Ouragan, samar tapi saraf di balik kulitnya yakin bahwa ia mengenai seorang atau dua orang. Yang akan ia lakukan, mempertahankan putaran kapaknya agar tidak ada serangan yang datang ke arahnya. Sekali dayung, dua pulau terlampaui, ia bertahan, orang lain terkena serangannya. Kecuali ada yang nekat.

Iya, si tante.

‘TRANG!’

Bunyi logam beradu. Kepalanya terangkat ke atas, di mana 10 spike terlontar—terlempar—ke tanah di sekitarnya akibat beradu dengan tornadonya. Lega, secara tidak sadar putarannya melambat, melenyapkan tornado kecilnya tadi. Dan sekarang tidak ada yang melindunginya, sama sekali kecuali jika Io cukup cepat untuk mengangkat Innocence-nya yang memang cukup besar sebagai pelindungnya.

‘Jleb!’

Suara kecil jernih itu terulang sampai 5 kali, disusul dengan tetesan cairan merah dari paha dan bahu bagian atasnya. Ekspresi kaget melandanya, mendapati dua buah spike di bahu kanan dan kiri tertancap dengan posisi vertikal, serta dua pada paha kiri dan satu pada paha kanan. Hanya sekitar 15 senti, kecil tapi mengerikan. Kau kira lebih nyeri mana, tertusuk jarum atau pisau? Pilih saja yang permukaannya lebih kecil.

Perlahan, mencabut semua pike itu, sangat perlahan. Tangannya gemetar karena dua alasan; sakit dan marah. Gigi bergeretak, bola mata hitamnya memandang marah wanita itu—Blanka—yang sepertinya siap melancarkan serangannya kembali. Kembali mendongak ke atas dan menemukan awan kehitaman di atas mereka. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi mengingat cuaca masih cerah saat mereka memulai latihan mematikan ini.

Dan benarlah itu bukan awan normal. Tubuhnya tidak dapat bergerak bebas karena luka di kedua kaki yang mengurangi mobilitasnya secara drastis, tapi paling tidak dapat menghindari serangan pada titik yang fatal. Menggores dahi kirinya, sedikit, memperlihatkan darah yang mengucur dari kepalanya. This is the worst.

Belum sempat ia bergerak--maju satu sentipun tidak—kabut tebal menyelimuti area latihan, menghalangi pandangannya. Tangan kanan menggenggam erat rantai Innocence-nya, siapa tahu ada serangan mendadak dalam jumlah besar dan ia akan punya waktu untuk mempersiapkan diri.

Sayangnya yang datang tidak berjumlah besar. Tubuh kecil dengan cepat tampak ‘berputar’ dalam kabut. Io tidak menangkap apa yang dilakukan si kepala rumput laut—yang ia kenali sebagai sumber suara—ketika ia merasakan seragam Exorcist-nya kembali basah. Rasa perih perlahan muncul di sepanjang abdomennya, sebuah luka goresan melintang dari perut kanan hingga kiri. Tidak terlalu dalam—kalau dalam ia pasti mati sekarang—tapi cukup untuk membuatnya jatuh di atas lutut. Gemetar, menahan sakit yang menjalar.

Melihat bercak darah pada telapak tangan yang baru menahan darah pada perutnya. Perlahan, megumpulkan tenaga untuk berdiri, kembali mata hitamnya mendelik marah. “Dasar brengsek!” Diangkatnya Albatross yang ringan—untuknya—dan menghantamkannya ke tanah, keras. Otomatis menciptakan retakan pada lantai ruang latihan, tanah terbelah dalam kedalaman 5 meter. Ia bahkan tidak yakin apa ada orang yang terkena serangannya tadi. Sekalilagi Albatross terangkat—dengan sekuat tenaga yang tersisa—menghantamkannya lagi ke tanah, menutup lubang yang tadinya menganga. Mengubur orang yang terperangkap di dalamnya.

Masalahnya, ia tidak tahu serangannya kena atau tidak.

(Ayunan pertama)
This dice is not existing.

(Ayunan kedua –terkubur-)
This dice is not existing.





Urutan dadu: Blanka, Xiao Ling, Li Jian Jie, Glace, Eun Su


Last edited by Io Sobillatore on 5th December 2009, 15:50; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Song Eun Su



Posts: 103
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Asia
Umur: 16

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   5th December 2009, 09:13

Eun Su mendapati bagian lengan kanannya tersayat oleh serangan dari exorcist pria satunya lagi--Io Sobillatore, kalau tidak salah? Serangan menggunakan kapak itu cukup dahsyat, mangakibatkan luka pada Song Eun Su dan Tek Xiao Ling. Kemudian entah kenapa, Xiao Ling malah memintanya untuk melindunginya sebentar. Wajah tanpa ekspresi milik pemuda asal Korea itu merespon, alisnya terangkat sedikit. Sejak tadi General itu diserang terus-menerus oleh exorcist-exorcist lainnya, seperti tak kenal ampun.

Tak terasa seonggok duri-duri yang berasal dari Innocence milik si wanita melesat ke arahnya dan Xiao Ling yang berada di belakangnya. Dengan sedikit gerakan, Eun Su menghindari serangan memeatikan itu. Tidak-tidak, ia tidak boleh terkena serangan lagi, kalau tidak bisa-bisa ia tumbang di tengah-tengah latihan.

Nasib yang tak sama rupanya mengenai wanita lainnya yang berlindung di belakang punggungnya itu. Duri-duri itu kena telak. Sial! Eun Su tidak bisa melindunginya, bahkan ia berada tepat di belakang tubuhnya.

"Xiao Ling-nim!" serunya cemas melihat General wanita itu dengan luka-luka di tubuhnya.

Tunggu, semua ini belum selesai. Virchow seolah tak mau melewatkan kesempatan emas ini, ia langsung membuat kabut. Kekuatan Innocencenya, eh? hal ini gawat, Eun Su jadi tak bisa melihat serangan apa yang akan dilancarkannya, atau Io, atau wanita satunya itu. Seolah-oleh dejavu, pisau dengan cepat menyerampet pipi kana pemuda berambut hitam itu. Beruntung sekali dirinya, serangan-serangan rekan-rekannya itu tidak berhasil mengenai dirinya. Padahal ia tak punya kemampuan menghindar yang terlalu bagus. Mungkin Tuhan sedang berada di pihaknya hari ini.

DUAR!!

Masih belum selesai juga? Aigo... Mereka ini hebat sekali, tak kenal rasa lelah. Serangan kali ini dilancarkan Io, menghantam tanah di arena pertarungan yang biadab itu. Untung jarak Io dan Eun Su saat itu tak terlalu dekat, sehingga serangan dahsyat itu meleset...begitu juga dengan serangan selanjutnya.

"Jeojuhada!" umpatnya perlahan.

Sekarang saatnya ia membalas. Tentu saja pemuda itu tak boleh diam saja saat di serang, atau dia bisa mati.

두 번째 노래, 달빛의 비극


Lagu mengalun indah dari kecapi tradisional Korea itu, kali ini mempresentasikan tragedi pada saat bulan memancarkan sinarnya dengan lembut. Lagu dengan tempo cepat itu dapat menyiksa batin seseorang dengan cara menghipnotis mereka dan menyiksa mereka di dalam bayangan mereka sendiri. Luka-luka lahiriah memang tidak muncul, namun rasa sakitnya tetap terasa di pikiran mereka. Tunggu, lagu ini tidak ia arahkan kepada Xiao Ling, yang entah bagaimana keadaannya saat ini. Eun Su tidak tega melukainya sekali lagi...

This dice is not existing.




Urutan : Io, Glace, Lian Jie, Blanka
두 번째 노래, 달빛의 비극 = du beonjjae nolae, dalbiche bigeuk (Second Song, Moonlit Tragedy)
Back to top Go down
View user profile
Blanka Ormondi Demetros



Posts: 116
Umur: 22

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   5th December 2009, 18:10

Menghitung detik demi detik di tengah keributan itu terasa begitu lama, Blanka hanya memperhatikan polah para Exorcist yang gelagapan karena serangannya barusan dengan wajah lurus tanpa ekspresi.

Tampaknya juga target wanita Hungaria itu bertambah satu. Seorang Exorcist muda dengan innocence tipe parasit berwarna gelap yang mencuat dari punggung bocah itu. Keberadaan Blanka di tanah Asia ini pun belum begitu lama sehingga ia tidak familiar dengan kekuatan masing-masing exorcist tersebut. Dan mungkin ini kesempatan yang baik untuk merekam semua kemampuan itu dalam otaknya.

Sampai kabut tebal menyeruak, membatasi jarak pandang Blanka.

Terkejut dan reflek ia maju ke depan Iron Maidennya, mencari tahu apa yang terjadi. Dan jawaban yang ia dapatkan adalah; sabetan pisau yang menembus kabut dan teralamatkan—cukup parah—di tubuhnya. Wanita berusia 22 tahun itu terpelanting ke belakang, menabrak innocencenya sendiri, cairan merah kental mengucur ke udara sebelum mendarat di tanah, mengaliri tubuh empunya.

Merah amis.

Blanka menggeliat untuk berdiri, erangan kesakitan terlepas dari bibir pucat itu. Telapak tangan pada abdomen, satunya lagi berpegangan—mencari keseimbangan—pada lapisan besi Blood Countess. Ia menggigit bibirnya sendiri, menunjukkan ekspresi geram yang berpadu dengan nuansa gelap alamiah milik wanita berambut gelombang keperakan tersebut—yang sekarang tergerai berantakan menutupi sebagian wajah. Alisnya berjengit, ia membuang wajahnya, meludah darah yang tercekat di kerongkongannya sebelum kembali berdiri kokoh.

Sudah tiga menit lebih berlalu dari masa pengaktifan, dan semua orang di sana dapat menyaksikan dua ratus buah duri-duri gelap menari di atas wanita itu. Siap dihujamkan ke siapa saja, dibenamkan ke daging-daging segar—hidup—di ruangan tersebut.

Sayangnya, hujan kemerahan yang akan datang itu dihentikan oleh serangan lain pada Blanka. Serangan yang dialamatkan saat ia sedang membentuk formasi duri-durinya yang bertebaran di langit-langit. Gerakan pertama berhasil ia hindari, namun dalam hitungan detik serangan ke dua muncul, membuatnya terdorong ke retakan tanah yang diciptakan kapak sang Exorcist muda.

Pekikan pelan terlepas dari exorcist wanita itu, pekikan yang langsung hilang beberapa saat kemudian. Saat tubuh ringkih itu ditelan kegelapan bumi. Hening, hanya retakan tanah yang bergeseran dan menumpuk di tempat dimana tubuh Blanka tadi berdiri—sekarang hanya berupa gundukan tanah dimana Blood Countess yang tersenyum teduh adalah nisannya.

Saat alunan merdu Gayageum Eun Su berbunyi sudah tak ada lagi pergerakan dari gundukan tanah itu. Apakah Blanka mendengarnya? Entahlah, tumpukan tanah tersebut tak memberi informasi apapun. Begitu pula dengan spike yang hanya diam mengambang di atas mereka. Melayang, laiknya awan gelap pekat, membayangi tanah berciprat merah di bawahnya.

Tak ada suara, maupun sinyal kehidupan lainnya.

Tak ada yang tau pasti nasib wanita yang terkubur hidup-hidup di dalamnya...





Note: Boleh berusaha melakukan usaha pertolongan, namun dimohon jangan meraih Blanka sebelum saya menginjinkan. Yummy
Back to top Go down
View user profile
Tek Xiao Ling
Vatican Central


Posts: 329
Umur: 20
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: General
Cabang: Asia
Umur: 23

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   5th December 2009, 20:34

Meski sudah minum obat penambah darah, pandangannya masih agak berputar. Jelas, obat itu tidak mungkin bekerja secara instan. Seharusnya ia istirahat lagi minimal 3 jam penuh untuk mendapatkan efek maksimal dari obat itu. Belum lagi luka di lengan kirinya harus segera diobati karena ada juga darah yang mengalir percuma dari lengan itu.

Dan karena konsentrasinya belum sepenuhnya pulih, ia tidak memperhatikan bahwa Eun Su sudah berpindah tempat untuk menghindari serangan, meninggalkan dirinya menjadi sasaran empuk bagi Exorcist manapun yang mau menyerangnya. Benar saja, tanpa perlu menunggu lama, serangan bertubi-tubi langsung dilayangkan padanya.

Pertama, jarum-jarum besi dari si wanita hantu itu. Aliran udara yang berubah membuatnya sadar akan kedatangan jarum-jarum berbahaya itu. Ia langsung melompat untuk menghindar, tapi sekali lagi lengan kirinya terserempet jarum. Tiga di antaranya bahkan menancap di bahunya, meski tidak dalam. Dengan satu gerakan cepat, ia mencabut ketiganya.

"Xiao Ling-nim!"

Seruan kekhawatiran. Sepertinya Eun Su mengkhawatirkan keadaannya, eh? Mungkin kapan-kapan ia akan diskusi dengan Jeong Hu, bolehkah ia 'menculik' Eun Su untuk dijadikan muridnya. Tapi sepertinya Jeong Hu tidak akan sudi, ya sudahlah.

Kemudian, mendadak kabut menghalangi pandangannya. Pasti si Virchow sialan itu... brengsek, harusnya kupukul pingsan dia dari awal! Dengan pandangan yang terhalang, ia tidak begitu menyadari datangnya serangan dari Glace. Untung saja refleksnya cukup cepat kali ini, membuatnya hanya tergores sedikit di lengan kirinya lagi. Kemudian, dilihatnya murid Jeong Hu yang satunya lagi datang, menawarkan back up padanya. Wajah Xiao Ling langsung berubah luar biasa masam.

"Kalau memang berniat membantu, dari tadi dong, bocah!" balasnya ketus. Ia mengambil lagi segulung perban dari kantong pinggangnya dan menggulungnya asal di lengannya, sekedar untuk menghentikan pendarahan. Ia mencibir sedikit, memikirkan berapa banyak bekas luka yang akan muncul di lengan kirinya itu.

Lalu, serangan lagi. Kali ini datang dari Exorcist bertubuh mungil yang tadi sempat membuat tornado mini. Melihat retakan yang menjalar, Xiao Ling langsung menghindar. Bukan hal yang sulit baginya, karena membuat retakan semacam itu juga adalah salah satu jurusnya. Dan untunglah ia menghindar, karena retakan itu kemudian menutup, mengubur siapapun yang terjerumus dalam perangkapnya tadi. Halleluya, puji Tuhan, ia lolos dari serangan maut itu.

Kemudian Eun Su pun membuka serangannya. Xiao Ling sudah siap-siap menghajarnya supaya ia tidak kena, sampai akhirnya ia sadar bahwa serangan Eun Su tidak ditujukan padanya. Rupanya pemuda Korea itu menganggap serius ucapannya tadi, eh? Tapi rasanya ia tega juga, karena rekan sesama Disciple-nya pun ikut ia serang. Survival of the fittest, eh?

Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Eun Su, Xiao Ling langsung mengeluarkan mata pedang dari tangan kanannya, tapi pendek saja. Dan tanpa banyak memilih, ia langsung menerjang ke arah Glace. Dendam? Bisa dibilang begitu. Yang jelas, Innocence milik pemuda itu termasuk yang paling merepotkan karena bisa menghalangi pandangan lawannya. Dan tenang saja, Xiao Ling tidak curang. Ia tahu Glace itu tipe petarung jarak dekat, maka ia pun akan melayaninya dari jarak dekat, tapi...

RUSH!!

...tidak dengan kecepatan normal, tentunya. Dengan gerakan-gerakan cepat, ia menebas pria itu di paha kanan, paha kiri, bahu kanan, dan bahu kiri. Tidak cukup dengan itu, Xiao Ling menundukkan badannya sedikit, lalu menendang leher pria itu dari arah bawah ke atas... yang kalau kena pastinya tidak hanya akan membuatnya terpental beberapa meter, tapi juga dijamin membuatnya sesak nafas seketika dan sulit menelan untuk beberapa hari. Kejam? Tidak juga. Itu 'kan kalau kena.

This dice is not existing.

_________________

"My battle, my rule. Do not protest."
-Tek Xiao Ling-


Agito's 1st ID - The Poison Butterfly
Back to top Go down
View user profile http://china-rollz.livejournal.com
Gletsjers van Virchow



Posts: 215

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Asia
Umur: 20

PostSubject: Re: [ASIA] Battle Royale   7th December 2009, 20:51

JRASH...

Satu tebasan bilah pisaunya lumayan mengenai General liar satu ini. Serangan itu akan mengenai General Xiao Ling secara telak jika saja tebasan bilah pisau kedua tidak ditangkis seseorang dengan menggunakan pedang berbentuk seperti tulang dari balik kabu. Yang pasti itu bukan General Xiao Ling.

"Hoo... Lian Jie..." gumamnya. Ia menyadari siapa pemilik pedang tulang tersebut. Siapa lagi kalau bukan Lian Jie, teman sekamarnya. Pedang tulang tadi sedikit mengejutkan Glace dan sedikit menyebabkan tangannya tergores.

"Dasar brengsek!" tiba-tiba terdengar geram Io dari balik kabut. Ya, Glace sudah cukup hafal dengan gaya bicaranya yang cukup kasar. Walaupun ia baru kenal Io secara langsung hari ini.

Tiba-tiba, terasa getaran pada tanah tempat Glace berpijak. Retakan lebar tiba-tiba menganga, seolah ingin menelan siapa saja. Untunglah ia sempat melompat untuk menghindar.

Akan tetapi, ia tidak menyadari bahwa dengan segera retakan itu menyambar dirinya. Ia pun tenggelam dalam retakan tersebut.

Beberapa saat kemudian, kabut tiba-tiba menipis. Terserap oleh pori-pori dan retakan tanah tadi.

KRAK... KRAK... DHAR...

Tiba-tiba retakan yang telah tertutup tadi telah terbuka kembali. Terlihat berbagai pilar-pilar duri es besar di sekitarnya.

Tak lama kemudian, terlihat Glace yang susah payah naik dari retakan tersebut dengan bantuan pilar es tadi. Rupanya, ia mengubah kabut yang meresap dalam tanah tadi menjadi beku, sehingga menjadikan luas permukaannya bertambah dan memaksa retakan yang menelannya dan Blanka tadi untuk membuka.

"Cih... Hh... Hh... Tak kusangka ada yang beginian!" ucapnya. Air mukannya berubah menjadi lebih serius dari pada tadi. Walaupun ia mulai terengah-engah.

Ia pun segera merogoh sesuatu dari balik jaketnya yang compang-camping dan lusuh.

"Hh.. Untung tidak apa-apa... Tak kusangka harus meminum pengganti cairan tubuh di saat seperti ini" ia berujar sambil memperhatikan botol dengan larutan putih kekuningan yang diambilnya tadi. Ia pun segera meminum larutan tadi.

Akan tetapi, baru saja ia selesai meminum larutan tersebut, serangan bertubi-tubi kembali diarahkan padanya. Kali ini dari General Xiao Ling yang kelihatannya dendam padannya.

"Ukh..." untuk sementara ia hanya bisa bertahan. Namun, dua tebasan dan satu serangan telak mengenai dirinya.

"Kalau begini... Hh... Harus membalas..." katanya, walaupun ia belum pulih.

Ia segera mendekati 1 pilar es dan mengubahnya menjadi senjata. Kali ini dua bilah golok yang ia tebaskan balik pada general Xiao Ling.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile http://rosmana.blogspot.com
 

[ASIA] Battle Royale

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 3Goto page : Previous  1, 2, 3  Next

 Similar topics

-
» Belwyn Lake [Battle Royale]
» Bloody Asia
» Battle Of Blenheim
» Battle outside of the Mines
» Battle Coder For IMacros!!!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Forums free | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums