| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | | [AFRICA] Interpreter of Maladies | |
| |
| Author | Message |
|---|
Bogomila C. Radoslava

Posts: 22 Pemilik: Chief
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 49
 | Subject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies 30th June 2010, 22:52 | |
| Untuk seseorang dengan wajah sedatar lempengan besi, kali ini Hakizi Mana benar-benar mudah ditebak--minimal, bagi wanita empat puluh sembilan tahun ini. Ia harus menahan dirinya dari mengumbar senyuman penuh rasa tahu, sembari mengangguk-angguk mendengarkan pengandaian dari lelaki Mesir itu. "Oh ya, hmm hmm, ya..."
Usai kalimat tanya terakhir dari 'pasien'-nya, Bogomila menghentikan anggukan kecilnya, dan mulai merenungkan jawabannya. Menengadah ke atas, wanita berbandana itu akhirnya memutuskan untuk menanya kembali. Tentu, pertama-tama, "Ah, ya... Baguslah dirimu memutuskan untuk bercerita tentang keresahanmu, Nak..." Walau sama sekali tidak terlihat. Ah, anak ini, memikirkan anak manis bernama Sofia itu saja pusing tujuh keliling begini! Sudah berapa tahun berlalu? "... Begini, bila kamu merasa... kerja sama ini tidak akan membuahkan hasil yang baik, mengapa engkau menginginkannya? Bukankah itu berarti kerja sama ini... memiliki potensi yang amat besar? Terutama jika passion-mu terhadapnya besar pula... benar?"
Menginterpretasikan 'terima kasih' dari Hakizi sebagai pertanda menerima tawarannya, ia memasukkan daun teh ke dalam saringannya, menuangkan air panas yang tersisa, mencampur kamomil... Mungkin, agar lelaki itu tidak kebingungan, "Bilamana ada yang perlu diperbaiki... Mengapa tidak menyampaikannya pada pihak itu langsung? Barang kali ia sudi berkompromi; atau mungkin, engkau yang perlu berkompromi.... Menurutmu?
... Menurutku, jangan terlalu lama dalam memberikan keputusan; mungkin pihak satunya itu tidak akan berminat lagi untuk... bekerja sama, hm?" Dan, menyuguhkan secangkir minuman hangat itu. "Teh kamomilmu, Nak." |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies 13th July 2010, 21:13 | |
| Dari kata-katanya... apakah Nyonya Bogomila ini mengetahui persis apa (tepatnya, siapa) yang dibicarakannya? Dagu bertumpu pada tangannya, yang bersandar di atas meja, Hakizi yang telah mengambil posisi duduk di kursi sebelah ranjang infirmari mengangguk pelan. Menyimak kata-kata wanita Bulgaria tersebut, ia mencoba menarik hikmah yang bisa didapatkannya.
"... Menurutku, jangan terlalu lama dalam memberikan keputusan; mungkin pihak satunya itu tidak akan berminat lagi untuk... bekerja sama, hm?"
"... Oh." Ya, kemungkinan besar wanita ini mengetahui topik pembicaraan di balik alegori berbelit-belitnya, dan tepat mengenai sasaran. Walau demikian, Hakizi Mana bukan orang yang ingin melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Bukankah bila keduanya, dia dan wanita itu, telah menunggu selama ini, sedikit penungguan tambahan tidak berarti lagi? Walau demikian, pemikiran-pemikiran baru yang bermunculan di dalam kepalanya tidak diutarakannya ke Bogomila. Ketimbang efek yang didambakan wanita tua itu, justru perkataannya semakin mengukuhkan keputusan Hakizi untuk mengulur waktu hingga saat yang tepat.
Tlekk. "Teh kamomilmu, Nak."
Tampaknya Bogomila salah menangkap maksudnya dengan frasa yang satu itu. Tidak ingin mempersulit masalah, Hakizi mengangguk pelan. "Terima kasih." Mengangkat cangkir berisi minuman hangat dari atas pisinnya, ia menyeruput sebagian. Walau ia tidak memintanya, teh tersebut ternyata cukup ampuh untuk menenangkannya, walau kegundahannya tidak pernah terpampang pada wajahnya yang bagai air tenang. Untuk beberapa detik seterusnya, ia menenggak minumannya dengan teratur, hingga akhirnya hanya tersisa genangan kecil di dasar cangkir.
Wadah tersebut diletakkannya kembali di tempatnya, di atas meja. "Terima kasih banyak, Nyonya," ujarnya pelan, sebagai permulaan permohonan dirinya untuk meninggalkan ward. Ia memberikan senyuman yang kecil, namun tulus, sebagaimana biasanya. "... Untuk tehnya. Dan... untuk sedikit-lebih memperjelas beberapa hal bagi saya.
"Saya permisi dulu. Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. Dan, Konstantina baik-baik saja, ia tetap melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Saya rasa ia juga merindukan Krikor sebagaimana Anda merindukannya, barangkali hal tersebut bisa menjadi... kesempatan. Salam, Nyonya."
[Hakizi OUT] _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Bogomila C. Radoslava

Posts: 22 Pemilik: Chief
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 49
 | Subject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies 13th July 2010, 22:10 | |
| Bogomila tersenyum lebar mendengar ucapan terima kasih penuh sopan-santun dari supervisor cabangnya, dan mengangguk; caranya menyampaikan 'Sama-sama' tanpa kata-kata. Sungguh, kapan lelaki itu akan mengambil tindakan riil? Hakizi Mana; lelaki itu memang dinilainya baik hati, berwibawa, bijaksana... namun, kapankah lelaki itu akan berani berbuat sesuatu yang berisiko?
Beginilah pekerjaannya; menangani masalah yang diidap oleh staf Black Order yang menghadapinya, dari penyakit riil (macam Lord Ethan), penyakit jejadian (macam Kepala Bagian Nambiar yang tidak tahu diri itu, hmph!), maupun penyakit batin. Merebahkan dirinya pada kursi, Bogomila menengadah ke atas. Menghadap langit-langit, ia menghela napas. Terbayang dalam pikirannya kedua anaknya, Krikor yang melancong ke benua Eropa sana, dan... Konstantina, yang perlakuannya sedikit demi sedikit melunak terhadapnya.
Karena harga dirinyalah ia mendapat hukuman seperti itu dari anak keduanya... dan, karena harga dirinya juga ia memasuki organisasi Black Order ini. Namun, pada akhirnya, inilah yang ia lakukan tiap harinya. Ia meracik obat tradisional sesuai prinsipnya, itu pun demi harga dirinya.
'Hanya itu?'
Tidak... Bukankah ada alasan lain baginya untuk mengambil pekerjaan sebagai staf medis ini, sebagai perantara; penghubung antara seseorang dan problemanya? Perantara yang menerjemahkan 'penyakit' itu, sehingga tercapai suatu titik temu, suatu solusi. Obat, bila mau dipanggil demikian. Demikianlah pekerjaannya sebagai seorang interpreter of maladies; terkesan seperti pekerjaan yang egois, baginya, sekaligus mulia.
Inilah yang dilakukan Bogomila Christova Radoslava tiap harinya semenjak di Black Order. Dan, dari pengalamannya hari ini, serta segala hari-hari sebelumnya, ia tidak menyesalinya, sama sekali. |
|  | | | | [AFRICA] Interpreter of Maladies | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|