| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Glaucio Marino

Posts: 88 Pemilik: *nbla Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 20
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 4th December 2009, 13:24 | |
| "Aku... Juga tinggal di sini saja sepertinya, malas--untuk pulang."
Hari sudah semakin larut, menenggelamkannya kembali dalam ruang lingkup nyaris beku yang suhunya sendiri sudah semakin turun sejak tadi sore. Salju masih terhampar tipis-tipis di permukaan jalan, membuat semua orang lebih ekstra hati-hati untuk melangkahkan kaki ke atasnya. Licin. Dan tak pernah sekalipun ia merasa patut untuk menikmati keadaan semacam ini. Tidak pernah, sungguhan, Karena selayaknya ia patut merasa membenci musim dingin yang telah merenggut musim gugurnya pergi jauh.
Tidak... Pernah?
Entah saat yang sekarang harus dimasukkan... Atau tidak. Tidak pernah merasa langkahnya seringan ini, meskipun jalan-jalan bukanlah tipikal pekerjaan yang paling disukainya. Seolah acara jalan-jalan kali ini berlangsung 'ikhlas' jika dibandingkan biasanya. Dan berulang kali memastikan isi kantung celananya, apakah yang ada di dalamnya benar-benar kelincingan emas logam dan bukan rongsokan sampah belaka yang tidak bisa dianggap sebagai alat sah pembayaran.
"A-ah, biru muda...mungkin?"
"Loh, mungkin?"
Ada yang perhatikan kalau barusan sudut bibir kanan Glaucio lebih tinggi 1 sentimeter daripada sisi kirinya?
Kembali diam, bertekur dalam benak sunyinya sendiri. Suasana toko lebih nyaman karena dilengkapi penggangat, tapi bukan hanya itu salah satu alasannya untuk berlama-lama di sini. Matanya tertuju kembali ke arah salah satu syal tergulung di tempat pajangan. "Minta yang ini, tuan." Dan selanjutnya berkomunikasi dengan sang pelayan toko. Mengeceknya sekali lagi untuk memastikan semuanya dalam keadaan bagus--dan sempurna. Cukup sempurna.
Lalu tak perlu berpikir lebih lama untuk mengambil syal tersebut, melingkarkannya sedemikian rupa di leher sang gadis.
"Aku--tak suka berhutang pemberian."
Dan selanjutnya berjalan menjauh--tak begitu jauh sebenarnya, beberapa langkah dari pintu masuk--melakukan transaksi pembelian pada ruang meja kasir. Membiarkan Gabriella waktu sendiri untuk bisa memikirkan reaksi macam apa yang harus ditunjukkannya setelah itu. |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 23rd December 2009, 16:50 | |
| "Aku... Juga tinggal di sini saja sepertinya, malas--untuk pulang."
Ah, rupanya Glaucio juga akan tinggal di markas selama natal ini. Namun Gaby tidak terlalu mengerti dengan alasan yang diungkapkannya. Malas untuk pulang? Tidakkah pemuda itu merindukan keluarganya di rumah? E-entahlah, Gabrielle hanya menerka saja.
"A-ah, begitu ya..." responnya singkat. Ia tak perlu menanyakan alasan yang lebih jauh. Mungkin saja hal itu cukup sensitif bagi Glaucio.
Jujur, Gabrielle sendiri merasa rindu akan kehangatan keluarganya sendiri. Sudah cukup lama juga sejak kepindahannya ke Westminster, dan mereka tidak pernah berkumpul bersama lagi. Untung saja ada neneknya yang selalu menemaninya (setidaknya sampai sebelum masuk Black Order). Walaupun itu belum cukup. 'Semoga ayah dan ibu sehat di sana,' batinnya.
"Aku--tak suka berhutang pemberian."
Lamunan gadis itu dihentikan oleh ucapan dan tindakan Glaucio yang...terlalu tiba-tiba. Kehangatan merambat di daerah leher Gabrielle, berasal dari syal berwarna biru muda. Tiba-tiba saja mukanya menjadi merah padam. Hatinya juga berdebar tak tentu.
"G-Glau!" ucapnya dengan suara yang sedikit lebih keras dari biasanya. Glaucio sudah terlebih dahulu menuju kasir dan membayar syal itu. Tidak membiarkan Gabrielle menolak pemberiannya...?
"Te-terima kasih banyak," ucapnya dengan senyuman lembut terpampang jelas di wajahnya. Senyuman yang juga lebih lembut dari biasanya. Badan Gabrielle sendiri masih terpaku di tempat Glau memakaikannya syal tadi, belum beranjak sedikit pun. Alasannya, Gabrielle hanya merasa sedikit bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya. |
|  | | Glaucio Marino

Posts: 88 Pemilik: *nbla Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 20
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 18th January 2010, 16:54 | |
| I'm Santa Claus, I've got a thousand presents for you Though every one of them is a knock-off Santa Claus, it's only once a year Santa Claus, I'll give you everything Dan memberi sesuatu pada orang lain... Baginya hanya sesuatu yang seolah-olah hanya boleh dilakukan sekali setahun. Glaucio memang bukan orang loyal, yang memberikan hartanya dengan cuma-cuma dan penuh kemurahan pada orang lain--tidak jika orang itu tidak lebih dulu memintanya untuk melakukan. Juga bukan orang yang berpikir bahwa memberi harta atau pemberian dalam wujud benda lainnya sebagai wujud penghormatan maupun perhatian; orang-orang tua malah bilang bahwa cinta bukan bukan dilihat dari mahal atau tidaknya sesuatu--karena pada nyatanya toh justru cinta tidak akan pernah bisa dihitung... Saking mahal dan berharganya--ok, berhenti sebentar, dan izinkan pemuda itu meludah dalam hati. Cuih. Belum selesai, tapi cukuplah untuk saat ini. Glaucio Marino, bilang bahwa ia lebih mempertimbangkan sesuatu berdasarkan kerasionalan atau tidaknya hal itu. Dunia tidak akan berputar jika dijalankan sesuatu yang bahkan tidak pasti. Lalu cinta itu--tidak rasional, kan? Tak ada istilah gravitasi bagi mereka yang sedang melayang di awang batas cinta. Makanan sepahit apapun akan jadi manis jika dimakan ditambah bumbu cinta, dan sebaliknya, yang seenak apapun tak akan cukup berharga jika dimakan tanpa cinta. Semua ilmu-ilmu pasti itu juga jadinya kosong. ( ok, dia muntah dulu sekarang) Maka di sisi lain, Glaucio bersyukur bahwa ia tidak pernah merasakan ketidak rasionalan itu dalam hidupnya. -- belum? Denting uang logam bertumbukan dengan permukaan meja kasir, uangnya masih cukup banyak rupanya. Seharusnya ia bisa membelikan seorang Gabriella syal yang lebih mahal lagi daripada yang ia berikan sebelumnya, orang itu belum punya syal dengan kualitas wol tertinggi yang ada di sini kan? Atau syal bulu hewan, seperti punya Allegra-- ah. Namun pada akhirnya ia memilih untuk berpuas hati dengan apa yang ia lakukan sebelumnya, Gaby tentunya tidak biasa juga untuk menerima segala sesuatu yang berlebihan seperti itu--dan Glaucio juga tak pernah melakukan yang seperti itu. Tidak pantas, toh orang itu... Bahkan bukan siapa-siapanya. Tangan milik pemuda itu menyentuh kembali ujung syal yang ada di leher sang gadis, mengikatkannya kembali dengan lebih rapi--seolah-olah tak puas dengan hasil kerja yang telah dia lakukan beberapa saat yang lalu. Setelah berpikir ulang bahwa itu mungkin saja malah membuat gadis karyawan Infarmari itu merasa tercekik, barulah Glaucio menghentikan gerakannya kembali. "Bukan masalah."You're everyone surrounds me You're all that matters to me
Bahkan jari-jarinya masih memegang ujung syal biru muda itu. Matanya tertuju lurus ke arah benda yang sama--diam, semuanya? Hei, paling tidak lakukan sesuatu.
"Semoga kamu memang orang yang biasa menjaga pemberian orang baik-baik."
Ujung syal itu menjuntai, sedikit kepanjangan. Lalu ditariknya dan dikecup dalam satu detik gerakan refleks. Satu hembusan napas agak berat terlontar kembali ke udara, lalu menyadari bahwa tugasnya hari sudah selesai; seharusnya. Dan kalau ia memang memilih melakukan semuanya sesuai urutan pekerjaan yang dianggap profesional, yang harus dilakukannya sekarang jelas pamit lebih dahulu.
"Buon Natale."*
Dan pulang menikmati hari libur yang tersisa.
Lalu punggung separo terbungkuk itu kembali membelakangi, mengambil jalur yang terdekat dari jalan utama untuk segera sampai ke dormitori--mungkin sekedar untuk menghangatkan kembali tangannya yang membeku sejak tadi. meneruskan langkahnya yang tergagu sambil mengenggam kepalan tangannya dalam-dalam di dalam saku baju. Kepulan uap air dan sisa pernapasan itu mengairi pandangannya sendiri.
Santa Claus, I've got to go back to the place i'm living. --I'm living in the cold place
Pengecut yang bahkan tidak berani untuk memilih mencium orangnya saja, kan kau? Ngaku.
...Hei, natalnya saja masih dua hari lagi padahal.
...Belum apa-apa sudah salah lagi. _______________________ *Merry Christmas [OUT] *ditimpuk* |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 26th March 2010, 12:47 | |
| Masih terdiam di tempat, bahkan otak Gabrielle yang lumayan encer itu mendadak seperti penuh dan tak bisa melanjutkan proses berpikir yang singkat. Ada beberapa alasan yang cukup masuk akal, sebenarnya, untuk menjelaskan semuanya.
Satu. Seingat Gabrielle, dirinya belum pernah mendapat hadiah apapun selain dari nenek, ayah, atau ibunya, atau keluarga lainnya yang tidak begitu dekat. Teman baiknya pun bisa dihitung menggunakan jari, dan kebanyakan bukannya mereka yang memberi kado, malah Gabrielle yang dengan rutin memberi mereka hadiah. Entah itu cokelat ataupun syal buatan sendiri. Semuanya karena sifat Gabrielle yang agak tertutup, terutama setelah insiden yang menyebabkannya menderita androfobia.
Kedua. Seorang teman lelaki memberinya sebuah syal dan mengecupnya singkat. Oh, betapa wajah Gabrielle menjadi merah padam seperti tomat setelah Glaucio melakukan hal itu barusan. Seorang Glaucio Amadeus Marino yang sejak beberapa waktu yang lalu mulai membuat Gabrielle merasakan perasaan janggal setiap kali memikirkannya. Memberi hadiah. Bukankah itu kemajuan yang sangat pesat mengingat semua hal yang ada pada diri gadis itu?
”Buon Natale.”
Ucapan singkat itu mengakhiri semua euforia di malam menjelang natal ini. Sampai-sampai Gabrielle tak bisa membalas salam pemuda itu. Bukankah Glaucio mengakhiri perjumpaan kali ini dengan sangat manis? Baiklah, mungkin ia sedikit lupa tentang pergi ke rumah nenek Gabrielle. Gabrielle-nya sendiri saja baru ingat barusan saat sosok pemuda itu sudah membelakanginya dan pergi kembali menuju markas. Ya sudahlah, nanti ia bisa pergi sendiri setelah meninggalkan toko ini. Benar, kan?
Hmm, sebelum pergi rasanya ada sesuatu yang kurang. Ada beberapa orang yang ingin dilakukan Gabrielle sebelum pergi.
”Selamat malam, Tuan Roman,” ucapnya sopan pada pria asal Rusia yang beberapa saat yang lalu baru disadari Gabrielle bahwa dia dan, em seorang nona yang tampaknya tidak asing di mata Gabrielle. ”Selamat malam, nona.” Senyum singkat menghias wajah Gabrielle yang masih agak merah. Kalau saja Gabrielle tahu bahwa ”gadis” di samping Roman adalah Bianca Corda, pasti Gabrielle tak akan memikirkan betapa cantiknya ia saat rambutnya digerai. Putih seperti salju. Dan tetap saja Gabrielle, yang sudah sangat sering mengecek dokumen kesehatan anggota Black Order cabang Eropa, tidak sadar mengenai Bianca. Mungkin pikirannya sudah enggan untuk berpikir sampai penghujung hari ini.
Lagipula tumben Gabrielle van Rijn bisa menyapa seorang pria dengan lancar, tanpa gugup begitu...
oot : interaksi dengan Roman dan Bianca~ |
|  | | Roman Sintsov

Posts: 40 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Finder Cabang: Eropa Umur: 24
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 31st March 2010, 21:46 | |
| Kok rasanya aneh ya?
Ada sesuatu yang mengganjal di dalam dirinya, tapi ia tidak tahu apa. Ia meletakkan tangannya di dagu, memasang pose berpikir--dan ya, ia benar-benar berpikir keras saat ini. Ia bertanya-tanya tentang sikapnya tadi, tentang wajah Bianca yang memerah, dan tentang perasaan yang mengganjal yang baru saja muncul tadi. Mau dipikir bagaimana pun, ia tidak menemukan jawabannya karena bingung. Aneh.
Aaaah, sudahlah. Kebanyakan berpikir bisa-bisa ia cepat tua!
"Eng, apa aku beli juga ya?" karena kebetulan stok syalnya di Inggris sedikit, sekalian saja? Berpikir sejenak, sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah syal juga. "Maaf nona, bisa tolong ambilkan syal yang kualitasnya sama dengan ini?" pintanya sambil menunjuk syal merah yang dikenakan Bianca. Dan segera ia mendapatkan benda yang dimintanya, serupa, hanya berwarna putih.
Pria Rusia itu tersenyum simpul, "Bagus," ujarnya sambil melingkarkan syal itu di lehernya, selain hangat, syal itu juga cocok dengan mantel kremnya. "Jadi sepaket deh, Bianca," celetuknya disusul tawa kecil, wajah kekanakkannya sedikit memerah karena senang.
Kemudian ia melihat Bianca mengeluarkan dompetnya, bersiap untuk membayar. "Eh, eh, jangan! Ini biar aku saja yang bayar." Roman mendorong tangan Bianca pelan, menjauh dari meja kasir, kemudian mengeluarkan dompetnya sendiri. "Berapa jadinya?" lalu mengeluarkan beberapa lembar uang sejumlah yang disebutkan nona penjaga kasir. Ah, Bianca pasti merasa keberatan dengan sikapnya ini, "Anggap saja sebagai tanda terima kasihku selama ini, dan bonus kado Natal dariku," ujarnya sambil menepuk pundak Bianca dan tersenyum lebar. Ia sudah terlalu banyak berhutang pada Bianca, itu semua karena hatinya yang bagaikan emas itu. Sudah tidak terhitung berapa kali ia dibantu dan diselamatkan oleh pria Italia itu, dan ini hanya perwujudan kecil rasa terima kasih darinya.
Semoga saja suatu hari ia bisa membalas semua kebaikan sahabat terbaiknya itu...
Seorang lelaki berambut abu juga bertransaksi di kasir, namun yang menarik perhatian Roman adalah ke mana dan dengan siapa lelaki itu pergi. Gadis berperawakan kecil itu, rasanya Roman pernah lihat... Gabriella ya? "Oh," celetuknya pelan, menyadari kedua sosok itu sepenuhnya. Lalu, gerak-gerik si lelaki abu agaknya mencurigakan...
... Hoooohohohoho. Sudah jelaslah itu, dari adegan romantis nan mesra yang baru saja disaksikan oleh kedua matanya sendiri. Tak bisa menahan rasa antusias, sifat iseng pria Rusia ini membuatnya cekikikan pelan. Tak lama berselang, sang nona pemalu menyadari kehadirannya.
”Selamat malam, Tuan Roman,”
"Roman saja," jawabnya cepat, "Tadi pacarmu, Gabriella?" senyum iseng khas Roman Pavlovich melebar, seraya memandang Gabrielle dengan penuh selidik. Ternyata, nona Gabrielle yang pemalu itu tidak sepemalu yang dikabarkan, eh? |
|  | | Bianca Corda

Posts: 121 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Eropa Umur: 25
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 3rd April 2010, 21:59 | |
| [OOC: oi, oi, balik ke jalur yang benar... ini BO, bukan Allo =))]
Baru saja Bianca bersiap mengeluarkan uang pembayarannya saat Roman mencegahnya untuk membayar apapun. Mau protes pun tidak sempat, karena dari pembicaraan singkat dan suara-suara yang ditimbulkan setelahnya sudah ketahuan bahwa Roman sudah terlanjur membayar syalnya sendiri dan syal yang ia beli. Padahal Bianca yakin benar pasti harga barang yang dibelinya itu tidak murah. Bianca jadi merasa bersalah.
"Anggap saja sebagai tanda terima kasihku selama ini, dan bonus kado Natal dariku."
Mendengar kalimat itu, Bianca bisa merasakan jantungnya berhenti sepersekian detik. Tanda terima kasih, katanya? Bianca merasa dirinyalah yang harusnya lebih berterima kasih pada pria Rusia itu. Roman adalah sahabat terbaiknya, orang yang mau menjadi 'mata' baginya. "Kamu ini..." Ia tidak menyelesaikan kalimatnya. Tapi sebuah senyum yang adalah campuran dari rasa terima kasih dan heran terlukis jelas di wajahnya. Yang harusnya berterima kasih banyak itu aku!
"Selamat malam, Tuan Roman. Selamat malam, Nona."
Bianca mengerutkan keningnya. Ya, ia mendengar ada seorang gadis yang menyapa Roman dan... mungkin dirinya? Tapi kenapa 'nona'? Atau ada wanita lain yang sedang bersama mereka yang berdiri di dekat Roman? Tidak, Bianca tidak merasakan aura ataupun suara kehadiran orang lain lagi selain dirinya, Roman, gadis yang baru datang, dan nona penjaga toko--yang ia yakin tidak berada di dekatnya sekarang. Yah, biarkan saja orang-orang yang bisa melihat menjelaskan keadaan. Ia cukup berdiri manis dan menyimak pembicaraan, mungkin menjawab kalau ditanyai sesuatu. |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 5th April 2010, 16:12 | |
| Wajah Gabrielle mulai memerah lagi melihat pasangan di hadapannya. Boleh dibilang, rasanya Gabrielle merasa mereka sangat, um, romantis? Yah, intinya Gabrielle sendiri merasa agak...kurang percaya diri di hadapan mereka.
Sambil memegang erat syal barunya, Gabrielle mulai mengingat lagi kejadian tadi. OH! Mukanya langsung memasuki mode tomat seperti tadi, saat kejadian itu berlangsung. Dirinya sudah berjanji tidak akan melupakan malam ini. Semuanya begitu manis, seperti rasa kue natal yang dihias krim, atau gula-gula yang biasa disuguhkan neneknya di rumah saat natal.
“Tadi pacarmu, Gabriella?”
“A-apa? G-Glaucio? P-p-pacar?” Jika saja muka Gaby bisa lebih merah dari saat Roman mengucapkan 3 patah kata itu, maka mungkin semua darahnya mengalir menuju wajahnya. Pacar? Yang benar saja, Gabrielle belum lama ini berkenalan dengan Glaucio, masa sudah disebut pacar? Sedikit terhuyung, Gabrielle menarik nafas perlahan untuk menenangkan hatinya yang sedang panas. Tenang...tenang...
“B-bagaimana dengan, ung, Roman? Di se-sebelahmu itu pa-pa-pacarmu?” Sedikit mengalihkan perhatian, dengan suara gagap yang khas saat gadis itu sedang grogi. Kalau tidak mengalhikan pembicaraan saat ini juga, mungkin saja Roman akan berkata aneh-aneh lagi, yang bisa saja membuat Gabrielle pingsan di tempat walaupun tidak disentuh.
Aduh, kalau sebuah kata “pacar” saja bisa membuat staf medis itu kelabakan, bagaimana kalau nanti dia punya pacar sungguhan? Gabrielle van Rijn, harusnya kau berguru pada teman sekamarmu, Liadan. Walaupun (sedikit) sesat, rasanya gadis berambut pirang itu jauh lebih berpengalaman. Bukahkah begitu? |
|  | | Roman Sintsov

Posts: 40 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Finder Cabang: Eropa Umur: 24
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 29th April 2010, 21:55 | |
| [@ Akira: Sori, kebawa feeling nih :-" Btw, habis ini kalian rep, terus tamatin aja ya~]
“A-apa? G-Glaucio? P-p-pacar?”
Tuh kan, tuh kan.
Senyum usil Roman kian melebar ketika mendapati reaksi Gabrielle yang menurutnya lucu. Tergagap, malu-malu dengan muka merah begitu, sudah jelas tebakannya tadi benar, kan? Aih, gadis pemalu dan lugu macam Gabrielle ini mudah sekali diusili ya, tapi Roman tidak sejahat itu kok untuk mengusilinya lebih lanjut. Buktinya, ia hanya senyam-senyum saja sekarang.
“B-bagaimana dengan, ung, Roman? Di se-sebelahmu itu pa-pa-pacarmu?”
Gabrielle berbicara lagi, mencoba mengalihkan perhatian walau masih tergagap, rupanya. Eh, di sebelahmu? "Hah? Pacar?" Pria Rusia ini menoleh ke sebelahnya, dan menemukan sosok Bianca yang dikira 'pacar'nya. "Hmph!" Kontan, tawa renyah pria berambut dirty blonde ini tidak dapat dibendung lagi. Merasa tertawa terbahak-bahak seperti itu tidak sopan, Roman segera menenangkan diri dan berdeham keras. "Gabriella, Gabriella, kamu ini..." mulanya sambil masih tersenyum usil pada Gabrielle. Roman menepuk pundak Bianca, "Kenalkan, ini Bianca Corda, sahabatku. Lelaki asli, lho," ujarnya ringan disusul sebuah cekikikan pelan, masih geli atas tebakan Gabrielle yang salah.
Yah, rasanya ini bukan pertama kalinya mereka dianggap begitu... Kalau tidak salah Nona Giraile juga pernah menyebut mereka apa, duet mesra? Wah, lucu rasanya kalau mengingat-ngingat kejadian macam begitu.
"Karena sudah kenalannya, apa kau mau bergabung dengan kami, Gabriella? Rencananya kami akan berbelanja barang-barang keperluan Natal nanti. Mau ikut?" sebuah tawaran ramah dilontarkannya pada gadis pemalu di hadapannya. Bukankah semakin ramai, akan semakin menyenangkan waktu yang dihabiskan? |
|  | | Bianca Corda

Posts: 121 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Eropa Umur: 25
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 29th April 2010, 23:25 | |
| “B-bagaimana dengan, ung, Roman? Di se-sebelahmu itu pa-pa-pacarmu?”
Tadi wanita itu mengatakan 'nona', sekarang ia mengatakan 'pacar'. Bianca jadi heran sendiri, apakah ada wanita lain yang sedang bersama ia dan Roman? Rasa-rasanya ia tidak menyadari kehadiran orang lain lagi di sana. Ia terdiam, berpikir sejenak. Mana mungkin ia salah mengiraku sebagai perempuan... Aku tidak begitu mengerti, sih, tapi bukannya bentuk tubuh laki-laki dan perempuan itu berbeda, ya?
"Hah? Pacar?"
Kali ini suara Roman. Ia tertawa cukup keras, seperti ada lawakan yang luar biasa lucu dilontarkan padanya. Sekali lagi, Bianca hanya bisa terdiam sambil bertanya-tanya dalam hatinya, ada apakah gerangan? "Gabriella, Gabriella, kamu ini..." Ia merasakan satu tepukan di bahunya.
"Kenalkan, ini Bianca Corda, sahabatku. Lelaki asli, lho."
Kalau ada satu frasa yang bisa menggambarkan kondisi Bianca saat itu, itu adalah brain freeze. "E...eh? Jadi dari tadi itu, 'nona' dan 'pacar' yang disebut-sebut itu... aku?" tanya Bianca bingung. "Apakah aku terlihat seperti wanita? Maksudku, kata orang-orang, pria dan wanita itu 'kan bisa dibedakan dengan sekali lihat dari penampilannya... 'kan?" tambahnya lagi.
"Ah, iya... Kenalkan, namaku Bianca Corda. Seperti yang Roman katakan, aku lelaki asli. Salam kenal," sapanya sambil tersenyum seramah mungkin.
"Karena sudah kenalannya, apa kau mau bergabung dengan kami, Gabriella? Rencananya kami akan berbelanja barang-barang keperluan Natal nanti. Mau ikut?"
Satu tawaran ramah dari Roman. Merasa bahwa ia tidak boleh terus-terusan diam seperti tadi, Bianca menambahkan, "Kami akan sangat senang kalau kamu ikut. Bagaimanapun juga, suasana Natal tanpa ada sentuhan wanita pasti terasa kurang lengkap." Ia pun tersenyum ramah sekali lagi, berharap nona yang disebut 'Gabriella' itu mau bergabung dengan mereka. |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Santa Claus 30th April 2010, 12:47 | |
| "Kenalkan, ini Bianca Corda, sahabatku. Lelaki asli, lho."
"Ah, iya... Kenalkan, namaku Bianca Corda. Seperti yang Roman katakan, aku lelaki asli. Salam kenal,"
Rasanya Gabrielle ingin meledak mendengar dua pernyataan (dan beberapa lainnya) yang menjelaskan keberadaan "pacar" Roman. Darahnya mengalir cepat ke kepala, membuatnya merah seperti tomat lagi. Bisa jadi gadis Belanda itu pingsan, kalau ia tak sekuat tenaga menahan kesadarannya supaya tidak lepas.
Fuh, Gabrielle baru saja ingat dokumen kesehatan yang pernah ia periksa, tentang pria bernama Bianca Corda, seorang Exorcist. Bagaimana dirinya bisa melupakan rekan kerjanya? Astaga, malam ini cukup...mengejutkan, kalau tak mau dibilang kacau.
"Ma-maaf," ujarnya lemah pada pria berambut putih sambil menundukkan, "Tu-Tuan Corda..."
Saat mendengar tawaran kedua sahabat itu untuk jalan-jalan, Gabrielle mengangkat kepalanya perlahan. Jalan-jalan di malam hari bersama dua orang pria? Wah, rupanya hari ini Gabrielle benar-benar banyak' kemajuan' dalam mengatasi androfobianya. Siapa sih yang mau cepat-cepat pulang ke kantor saat sedang cuti? Mencoba mengatasi rasa takutnya pada lawan jenis, Gabrielle mengiyakan tawaran mereka. "B-baiklah, aku ikut..." ujarnya sambil tersenyum malu-malu.
Gabrielle memegang syal yang baru diberikan Glaucio Marino tadi. Hangat dan lembut.
Walau natal masih belum, terima kasih Santa Claus atas hadiahnya yang indah di malam ini. Waktu yang menyenangkan bersama teman adalah bingkisan terindah, bukan?
[FIN] |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|