| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | | [ASIA] Just Walking Around | |
| |
| Author | Message |
|---|
Lim Jeong Hu

Posts: 172 Pemilik: Cairy Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 33 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 5th April 2010, 20:40 | |
| OOT: ya ampun kalian manis-manis *digeplak*
Menghela nafas, menyembulkan asap putih tipis dari setiap helaannya. Jeong Hu mungkin akhirnya tahu bagaimana sulitnya tuan Kylan saat mendidik dirinya dulu, bahkan Jeong Hu muda jauh lebih dari perpaduan antara Eun Su dan Lian Jie. Sedikit tertawa pelan dalam hatinya, baiklah sesekali seperti ini tidak masalah. Terkadang dua orang yang tidak terlihat akrab harus bisa mengatasi masalah bersama untuk lebih mengakrabkan hubungan mereka. Dan... uhm, rupanya ada suatu niatan di dalam otak pria ini. Yah, misalkan kalau ia yang membuat sedikit masalah hingga kedua muridnya itu harus bekerja sama dalam menghadapinya.
Menyilangkan tangan di depan dadanya, sedikit mengerutkan dahi. Sebenarnya agak kesal juga, namun ia tetap harus bersabar. Sabar menunggu ketika anak-anak muda itu masuk ke dalam kerumunan. Semoga saja ada yang bisa mereka pelajari di sana.
"Hm..." menyandarkan badannya pada tembok. Agak lelah juga, tapi mau bagaimana lagi. Palingan nanti tabib infirmary berceramah panjang lebar. Yah, bukan masalah yang terlalu besar juga... hanya agak malas.
Beberapa menitnya dihabiskan percuma dengan melirik pemandangan orang yang berlalu-lalang, dan dengan percaya dirinya berdiri di sana menunggu sang murid kembali. Mereka pasti kembali kan? Atau dengan teganya meninggalkan pria tua yang hendak mati ini berdiri di udara sedingin ini.
"Fuh..." sekali lagi meniupkan udara bebas dari helaan napas. Tidak begitu lama, dua sosok itu menyembul dari balik kerumunan. Yah, mereka masih di sana... dan kenapa tidak cepat ke mari karena kaki gurumu ini sudah sangat pegal, nak. |
|  | | Song Eun Su

Posts: 103 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 16
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 25th April 2010, 08:08 | |
| Oh, obat herbal Lian Jie sudah beres rupanya. Jujur, Eun Su merasa sedikit lega karena tak usah berada di jalanan lagi. Dinginnya masuk ke dalam tubuh Eun Su, membuatnya batuk-batuk cukup keras. Padahal ia kira dirinya sudah mulai membaik setelah minum teh tadi. Rasanya tubuh Eun Su jadi lemas, energinya dikeluarkan sia-sia dari batuknya tadi. Tak sadar, seseorang di jalanan yang penuh itu menabrak pundaknya dari belakang. Akibatnya sudah jelas, Eun Su yang sedang lemas itu terjatuh begitu saja ke tanah. Tepat di mukanya.
Eun Su mengernyit perlahan menahan sakit yang ia rasakan. Salju melindungi mukanya, namun seonggok batu besar tepat mengenai lututnya. Bahkan sepertinya seragamnya robek di bagian yang terkena batu itu.
Eun Su coba berdiri setelah memutarbalikkan badannya namun tak bisa. Ia sudah lemas. Batuk-batuknya saja masih belum berhenti. Tubuhnya yang bergetar menunjukkan usahanya untuk bangun. Tapi tetap saja tidak bisa. Malah darah tambah mengalir deras dari lututnya.
Bagaimana ini Lian Jie, padahal Eun Su sudah berjanji untuk tidak merepotkan bocah itu. Tapi hari ini ia jadi semacam batu besar yang menghalangi langkah Lial Jie. Eun Su malu pada dirinya sendiri. Seharusnya ialah yang senantiasa membantu Lian Jie saat seniornya itu sedang susah, menjadi semacam sosok ”kakak” bagi sang bocah.
Tapi sekarang? Eun Su tertidur di jalanan. Tak berdaya. |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 25th April 2010, 20:51 | |
| Inginnya sih Lian Jie bisa menunjukkan keakraban kecil-kecilan kepada gurunya yang kelihatannya sedang kesal di sana. Hitunglah sebagai pengobat sakit hati (kalau memang) karena pertentangan kecil yang menghambat acara jalan-jalan mereka barusan.
Tapi, kalau melihat apa yang terjadi sekarang ini... acara bukannya malah semakin tertunda, ya? Atau malah batal? Yang manapun itu, tolong singkirkan dulu, dan taruhlah perhatian lebih pada rekan seperguruannya, Song Eun Su. Pemuda penyandang alat musik gayangeum itu ambruk persis di belakangnya, tepat setelah langkah pertama atau kedua yang dibuat oleh kaki kecil Lian Jie. Teriakan panik kekagetan segera membahana di sekitarnya, dibuat oleh orang-orang yang berlalu lalang. Sedangkan Lian Jie sendiri hanya menoleh dan... diam. Tapi tentunya bukan diam tanpa keterkejutan. Dia terkejut, tapi bisa kemudian mengendalikan diri setelah bernapas pendek beberapa kali.
Satu helaan napas panjang dia embuskan seraya berjongkok untuk mengamankan gayangeum terlebih dahulu, ia menggendong alat musik sejenis kecapi itu di punggungnya. Kemudian berdiam diri sebentar, bingung bagaimana mau memindahkan tubuh lelaki yang lebih besar dan lebih berat darinya itu.
"Maaf, tolong bantu saya," ujar Lian Jie sekenanya pada orang yang berdiri paling dekat dengannya.
Gurunya mana, ya?
OOC: Maap, lupa cara nulis gayangeum ato gayageum >A< *jdug* |
|  | | Lim Jeong Hu

Posts: 172 Pemilik: Cairy Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 33 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 25th April 2010, 21:59 | |
| Sebenarnya Jeong Hu mencuri pandang dari sebrerang sini, ia tidak lantas mendekati kedua muridnya karena sutu hal. Yang jelas bukan karena gengsi dan egoismenya sebagai guru yang sok, melainkan lebih kepada karena ia ingin melihat kedua murid yang berbeda watak itu bisa bekerja sama walau dalam hal kecil seperti aksi jemput-menjemput.
Namun beberapa menit ditunggu dari dua bayangan yang menyembul dari sosok orang-orang yang ada, tidak Lian Jie dan tidak juga Eun Su yang datang mendekat. Sosok itu seakan hilang, membuat sebuah guratan khawatir tercermin dalam wajah guru tua ini.
Sejenak, bersabar menunggu... namun ketika waktu berselang, rasanya keterlaluan juga. Ia tidak berpikir bahwa anak-anak itu sedang mengerjainya, rasanya tidak mungkin, walau bisa saja.
Akhirnya, memutuskan untuk masuk ke kerumunan. Menyingkirkan orang yang mengerubungi tempat itu, bertanya-tanya ada apakah ini? Dan akhirnya menemukan mereka di sana, satu tertelungkup di atas tanah dan yang satu berusaha membantu.
"Ya ampun, apa yang kalian lakukan?" bertanya, memerhatikan kelakuan kedua muridnya itu. Menggeleng pelan, benar-benar... hari ini keduanya nampak seperti sedang mencari perhatian.
Mau tidak mau akhirnya Jeong Hu sendiri yang turun tangan memapah Eun Su yang tengah terkapar. Bilang saja kalau ia kedinginan, memang itu kan penyakitnya sejak tadi. "Lian Jie, bawakan gayageumnya," memberikan perintah sementara ia sibuk membopong anak muridnya itu ke pinggiran jalan dan mendudukannya di atas balok kayu di sana. Suasana di sini memang ramai hingga memang mungkin bisa saja kalau kau hanyut di dalam lautan manusia.
"Kau tidak apa?" bertanya pada Eun Su seraya melingkarkan syal putihnya pada leher sang murid. Bertanya dan berkelakuan seperti itu bukan karena ingin mendiskriminasi salah satu, namun lebih pada perlakuan yang sepertinya memang harus ia lakukan.
Sayang, nak, syalnya hanya ada satu. Kalau ini cukup panjang pasti sudah dibagi dua.
buat LJ cemburu ah~ *digeplak* |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 25th April 2010, 22:30 | |
| OOC: Nggak cemburu kok ;A; *plak*
"Ya ampun, apa yang kalian lakukan?"
Gurunya muncul di saat yang tepat, setelah pertanyaan tentang keberadaan Jenderal berkepala tiga itu melintasi kepalanya tadi. Lian Jie sontak mengangkat kepalanya dan meluncurkan kata yang tidak direncanakannya, "Oh, Guru." Lalu, nyaris tanpa perasaan, dia menunjuk Eun Su yang terkapar di hadapannya itu seperti menunjuk benda mati, "Orang ini tiba-tiba pingsan."
Kayaknya Jenderal Jeoung Hu sadar situasi kalau Lian Jie tidak mungkin bisa memapah Eun Su. Mentok-mentoknya paling cuma menyeret tubuh lemah itu. Yang pasti tak akan ada yang menjamin kalau Eun Su tak akan mendapat luka tambahan sewaktu ia tak sadar. Sementara Eun Su dibawa gurunya, tanpa disuruh pun, Lian Jie sudah membopong alat musik kesayangan si Eun Su. Meski dalam hati dia mendongkol juga, 'kenapa Innocence-nya harus benda macam begini yang merepotkan kalau dibawa?'
Dasar, padahal sejak awal pertemuan mereka, Lian Jie sudah menegaskan kalau ia tak ingin direpotkan.
Sementara sang guru sibuk melingkarkan syal putih beliau ke leher Eun Su, Lian Jie berjongkok di sisi gurunya. Menyisihkan gayangeum ke pelukan longgar lengan kanannya, Lian Jie mengangkat tangan kirinya dan menempelkan telapaknya pada dahi Eun Su.
Raut mukanya mendadak berubah kesal.
"Dasar!" desisnya, "Kalau sakit, tadi kan bisa titip belikan obat sama aku. Daripada beli obat, mengusungmu ke sini itu jauh lebih merepotkan tahu. Kau tidak lihat ukuran badanku? Heh, jangan tidur!" Bocah kecil ini menambahkan tamparan ke pipi Eun Su yang terasa panas.
Melihat ada luka lain di lutut Eun Su yang kainnya robek, Lian Jie melepas syalnya dan menjadikannya pembalut. Memang cuma luka kecil. Tapi kalau infeksi, mungkin Eun Su harus mau kehilangan kakinya. |
|  | | Song Eun Su

Posts: 103 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 16
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 26th April 2010, 08:26 | |
| Song Eun Su tak sadar beban berat di punggungnya sudah dilepas oleh rekannya. Ia tak sadar gayegeum warisan ibunya sudah tak ada lagi di belakang tubuhnya. Pemuda Korea itu tak bisa konsentrasi;matanya kunang-kunang, keringat dingin mulai mengalir di daerah lehernya, sensasi panas di seluruh tubuhnya membuat Eun Su tak bisa berpikir secara jelas. Masuk angin? Radang dingin? Yang manapun sama saja.
Satu kenyataan yang membuat Eun Su tambah menyesal. Faktanya semua acara hari ini hancur karenanya. Sebuah acara jalan-jalan bersama yang seharusnya menyenangkan dan meringankan hati malah berakhir tragis seperti ini. Apakah toko syal dan toko herbal bermetamorfosis menjadi surga atau neraka yang membuat mereka kebingungan untuk melangkah dari bumi—Toko Teh? Baiklah, itu adalah sebuah analogi yang buruk, Eun Su tahu hal itu. Namun tetap saja dada Eun Su terasa sesak karena rasa menyesal yang merasuk entah dari mana.
”Kau tidak apa?”[i]
Suara khas dari gurunya itu dapat terdengar jelas di telinganya, diikuti rasa hangat di sekitar lehernya. Eun Su tak menjawab. Lebih tepatnya ia tak tahu harus menjawab apa pada gurunya, yang sengaja mengajaknya jalan-jalan hari ini. Mungkin gurunya itu akan marah padanya karena kecewa?
Sebenarnya pemuda itu mendengar beberapa ucapan Lian Jie yang tampaknya cukup pedas. Ya, Lian Jie pun marah padanya. ”[i]Mianhae–Maaf,” bisiknya lemah pada keduanya, sebelum akhirnya pandangannya menjadi hitam, seluruh energinya habis dan ia jatuh pingsan lagi. |
|  | | Lim Jeong Hu

Posts: 172 Pemilik: Cairy Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 33 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 26th April 2010, 14:38 | |
| OOT: Ah nggak asik ah *dilempar*
Oh, baiklah... mungkin kalau Lian Jie punya cara yang lebih normal daripada menampar rekannya untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja, Jeong Hu tidak perlu menurunkan alis seperti itu dan menyunggingkan senyum penuh tanyanya. Mungkin Eun Su masuk angin karena ia pergi ke luar ruangan dengan baju tipis dan tanpa syal. Jadi di sini siapa yang lebih ceroboh sehingga mengakibatkan orang lain repot? Uhm, tolong pikirkan diri kalian terlebih dahulu, nak.
Melirik Lian Jie yang ternyata memiliki perhatian lebih terhadap rekannya, tidak disangka, anak ini memang selalu menyembunyikan hal-hal seperti itu. Mengertilah ia sekarang.
Jeong Hu tahu maksud baik itu, ia kemudian menepuk kepala Lian Jie lagi sembari menyunggingkan senyum ala-nya. "Kau sudah banyak membantu," berucap pelan setelah itu menepuk kepala Eun Su yang tengah tak sadar, tidak peduli soal itu, "Tidak apa, beruntung kau punya rekan yang baik," berkata pelan.
Apa boleh buat, sepertinya acara jalan-jalan hari itu harus dihentikan. Tidak mau ada korban yang lebih banyak kan? Untuk sementara seperti itu sampai nanti Jeong Hu menghubungi staf bagian menejemen untuk menjemput mereka.
"Hm... sekarang kita ke sana dulu saja," menunjuk sebuah penginapan di sebelah toko teh. "Tolong bawakan gayageumnya," meminta pada Lian Jie. Seperti biasa, tugasnya adalah membawa sang murid. Oh, untung saja sepertinya Jeong Hu terbiasa dengan hal semacam ini.
...
Memesan kamar satu, menyuruh kedua muridnya tetap di sana sementara dirinya sibuk ke lobi penginapan untuk mencari cara menghubungi markas. Sok sibuk, atau benar sibuk.
Ditinggal berdua dulu di kamar ya -w- |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 26th April 2010, 16:00 | |
| OOC: Mari kita buat jadi asyik *w* evil mode on
Selesai membalut luka di kaki Eun Su, ada sebuah tepukan lembut mendarat di kepala Lian Jie. Membuat kepalanya agak terbenam di antara keraj jaket Exorcist-nya, dia mungkin harus bersyukur karena tak perlu ada orang yang melihat rona merah yang mewarnai wajahnya. Bukan kalimat pertama yang memunculkan gelora perasaan aneh yang membuncah di dalam hati kecil bocah Exorcist ini, tapi kalimat berikutnya yang malah tidak dimaksudkan untuk dikatakan padanya, "Tidak apa, beruntung kau punya rekan yang baik."
'Baik'?! Oh, terserahlah. Lian Jie menyapu bersih perasaan ringan yang aneh di kepalanya itu, memutuskan untuk kembali melanjutkan kejengkelannya melihat Eun Su malah pingsan lagi setelah menggumamkan kata dalam bahasa Korea, pastinya. Masalahnya, Lian Jie itu sembilan puluh sembilan persen buta bahasa itu.
"Jangan ngomong hal yang aku tidak bisa pahami dong!" secara spontan mulutnya melancarkan protes tak terbantahkan.
Bersama sang guru, Lian Jie membawa gayegeum milik Eun Su, mengikuti tumpukan lelaki besar itu ke sebuah penginapan. Sementara sang guru mencari kamar, Lian Jie menyempatkan diri meminta sebaskom air dan beberapa kain basah pada seorang pelayan.
Tak butuh waktu lama untuknya bisa menemukan Eun Su yang sudah ditinggal sendiri oleh gurunya, terbaring lemah di atas sebuah tempat tidur. Lian Jie menutup pintu kamar dengan tendangan pelan, lalu meletakkan baskom di atas meja, beserta gayageum milik Eun Su di atas kursi.
"Huff," bocah lelaki ini berkacak pinggang, memandang tubuh Eun Su yang sama sekali tanpa pertahanan. Kesal, Lian Jie menyingsingkan lengan jaket Exorcist-nya dan menggumam, "Kubunuh kau kalau bangun."
Beringsut maju, Lian Jie mulai membuka pakaian Eun Su. Bagian atas dulu. Agak susah waktu menariknya lepas dari tubuh Eun Su, sampai Lian Jie terjengkang di lantai. Tapi dia berhasil.
Masih duduk di lantai, dicincingnya baju Eun Su yang basah sekali oleh keringat. "Nck, bakal repot nih." |
|  | | Lim Jeong Hu

Posts: 172 Pemilik: Cairy Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 33 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 26th April 2010, 18:20 | |
| OOT: Eun Su, tidurlan dengan daman sementara saya kerjai *plak*
Akhirnya bisa menghubungi staf menejemen Black Order yang kebetulan sedang berada di pasar (untuk apa? sebaiknya jangan ditanya), meminta untuk mengantarkan seorang dokter dan membantu akomodasi kembali ke markas karena muridnya mendadak sakit. Staf itu nampak heran, ya karena biasanya justru Jeong Hu lah yang diseret ke markas dengan akomodasi darurat. Setelah pembicaraan singkat dan obrolan ini-itu, Jeong Hu menyempatkan diri ke toko obat herbal, membeli beberapa obat. Lagi-lagi sang penjual terkejut karena biasanya dirinya yang dibelikan obat.
Ah ya, hari ini kesehatannya agak bagus. Walau sebenarnya tidak juga, hanya karena sedikit lupa soal itu jadinya tidak terasa apa-apa. Beginilah kalau seorang Lim Jeong Hu yang seperti itu sedang khawatir. Ia nampak terlalu memanjakan murid-muridnya benar? Bahkan membeli perlengkapan lain, mungkin ia perlu syal atau penghangat badan, atau apapun. Tahu rasanya sakit jadi tidak ingin orang lain mengalaminya.
Dengan kecepatan yang ada, bergegas kembali menuju penginapan. Rupanya staf infirmari yang diminta belum datang, begitu juga dengan akomodasinya. Berbicara sebentar dengan pengelola penginapan, kemudian menuju kamar yang ia pesan tadi.
Agak lelah rupanya, namun harus membereskan semua ini secepat mungkin. Dengan lunglai membuka pintu kamar dan agaknya terkejut melihat apa yang dilakukan murid-muridnya. Wow, Lian Jie kenapa? Tampak bersemangat ketika akan memreteli baju rekannya.
"Oh... tak kusangka kalian seakrab itu," memasang pandangan begitu, maklum lah... terlalu banyak hal yang dipikirkan hingga tidak tahu harus berpikir apa lagi.
Untuk sementara terdiam di depan pintu. Menunggu jawaban. Ada yang bisa menjelaskan? |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 27th April 2010, 11:55 | |
| Lian Jie berdiri dari tempatnya terjatuh tadi dan melemparkan baju atassan Eun Su ke kursi begitu saja, lalu naik ke tempat tidur untuk melonggarkan ikat pinggang dan melipat naik celana Eun Su sampai ke lutut. Sepatunya tak lupa dilepaskan. Sambil melakukan semua itu, bocah ini berkali-kali melirik ke arah Eun Su, memastikan kalau kedua kelopak mata itu tetap terpejam.
Pokoknya tidur! Kalau bangun, Lian Jie tak akan segan-segan untuk menggunakan Dragon's Heir untuk memukulnya pingsan lagi. Tentu saja ditambah dengan aura iblis yang amat mencekam.
Namun ternyata hal yang dicemaskan olehnya bukan berasal dari Eun Su, yang memang tidak bereaksi. Datangnya malah dari pintu yang dibuka dan gurunya yang berkata, "Oh... tak kusangka kalian seakrab itu."
Dhueng! Kepala Lian Jie serasa dihantam penggorengan.
Secepat kilat, dia menolah dan melompat turun dari tempat tidur Eun Su sambil melambai-lambaikan sepatu Eun Su di udara. Wajahnya merah padam ketika mulutnya sibuk berteriak, "BUKAN BEGITU! AKU CUMA--Makanya," Lian Jie menarik napas panjang untuk menenangkan diri, tapi gagal, "Supaya panasnya cepat turun!"
Sialan kau pak tua! Lian Jie mengumpat dalam hati. |
|  | | Lim Jeong Hu

Posts: 172 Pemilik: Cairy Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 33 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 27th April 2010, 20:04 | |
| Sebenarnya juga Jeong Hu tahu apa yang terjadi, namun ia tidak menyangka saja kalau muridnya, Lian Jie, yang seperti itu bisa bersikap demikian. Anak yang polos, masih bocah ternyata. Mengukir senyum di wajah malasnya, kemudian masuk dan menutup pintu, mendengarkan kilahan dari apa yang tadi ia tanyakan dengan sepatu melambai-lambai. Jeong Hu kemudian duduk di satu kursi dan mengeluarkan belanjaannya dari kantung kertas cokelat.
"Ah aku tahu kok," bergumam. Ia tidak sebodoh itu sampai salah paham kan. "Tapi sebenarnya apa yang mau kau lakukan hingga harus mempreteli pakaian rekanmu seperti itu?" bertanya kemudian. Beranjak berdiri dari tempat duduk dan berpindah ke tepian kasur, memeriksa panas tubuh Eun Su, memang panas rupanya.
Pandangan mata masih mendarat pada sosok Lian Jie kecil di tengah ruangan, mencari tahu apa yang sebenarnya mau ia lakukan. Sejujurnya, Jeong Hu tidak mengerti pada cara Lian Jie mengobati seorang pasien, atau ia yang tidak terbiasa dengan cara itu.
"Sebentar lagi, mungkin staf menejemen Black Order datang untuk menangani ini, tidak perlu sekhawatir itu," berucap kemudian tersenyum lagi. Ia juga tahu kok, bahwa yang saat ini sedang khawatir bukan hanya dirinya, tapi juga rekan kecil di sana. Kalau tidak, untuk apa ia berbuat sampai sejauh ini, ya kan? |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 27th April 2010, 21:15 | |
| Gurunya ini... sudah datang dan bikin suasa hatinya heboh, masih dilanjutkan pula! Sewot, Lian Jie beralih dari Eun Su ke baskom di atas meja dan menenggelamkan handuk-handuk ke dalamnya. Semuanya sekaligus karena ia memang membutuhkan semuanya.
"Orang demam kalau diselimuti dengan pakaian atau selimut tebal, malah bisa tambah parah," celetuk Lian Jie, berusaha keras terdengar kalem seperti biasanya. Ia sudah cukup kesal dengan kata 'mempreteli pakaian'. Memang dia 'mempreteli pakaian rekannya', tapi cuma untuk maksud memberikan penanganan dini terhadap demam masuk angin. Lagipula, tampaknya hanya dia yang mengerti bagaimana cara menangani demam, setelah tempaan kedokteran yang dilaluinya sejak kecil berkat tuntutan keluarga.
Bersyukurlah karena ayahnya dokter dan ibunya perawat, jadi Lian Jie bisa mendapatkan pengetahuan macam ini. Hal-hal yang biasa dilakukan orang seperti menghangatkan tubuh orang yang terserang demam masuk angin adalah hal yang keliru. Dan siapa yang bisa membetulkan? Tentu saja mereka yang sudah mempelajarinya.
Lian Jie memindahkan baskom ke sisi kepala Eun Su sambil menjaga agar airnya tidak tumpah. Lalu dia peras handuk-handuk di dalamnya satu per satu setelah dientaskan, lalu dia tempelkan ke dahi, bahu, lengan, dan dada Eun Su.
"Sebentar lagi, mungkin staf menejemen Black Order datang untuk menangani ini, tidak perlu sekhawatir itu," kabar bagus disampaikan oleh sang guru. Tapi hal belakangan yang terucap membuat Lian Jie menghentikan kegiatannya mengompres Eun Su dan beralih mengerling Jenderal Lim Jeong Hu.
Diam, pandangan matanya penuh aura membunuh.
"Siapa yang khawatir?" gumamnya, dingin menusuk.
Bocah kecil ini bangkit dari tempat tidur Eun Su dan berjalan menuju pintu keluar. Kesal? Buat apa? Dia cuma mau cari teh. |
|  | | Song Eun Su

Posts: 103 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 16
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 29th June 2010, 18:38 | |
| Eun Su bermimpi selagi ia pingsan.
Awalnya ia bisa melihat sebuah padang es yang dingin, dikelilingi lautan tanpa batas. Di tengah daratan es itu ia bisa melihat gayageumnya yang dalam kondisi teraktivasi patah. Walaupun ia tak bisa merasa basah, entah kenapa ia tahu air matanya mengalir. Tentu saja, itu adalah satu-satunya warisan dari ibunya yang menyimpan kenangan yang tak ternilai.
Kemudian ia melihat sosok bertudung yang misterius di sekitar serpihan gayageum, berlarian di atas es dengan langkah terseok-seok. Jejak kakinya tertutupi oleh darah dari tubuhnya sendiri. Lalu sosok itu memuntahkan darah ke atas daratan berwarna putih. Melihat sosok itu, Eun Su mengejarnya dan menarik pundaknya. Ia bisa melihat wajah yang usianya tak jauh beda darinya. Raut ketakutan jelas terlihat di wajahnya. Darah menutupi bajunya yang entah kenapa terasa familiar.
"Lian Jie!"
Perlahan kesadarannya mulai kembali. Tangan mengucek-ngucek bagian mata yang berkunang-kunang. Song Eun Su mendapati dirinya berada di atas tempat tidur di sebuah kamar tak dikenal, bukan lagi di daratan es dan laut tanpa batas yang mengerikan tadi. Pemuda itu bersyukur dengan sepenuh hati bahwa penglihatannya tadi bukanlah hal yang nyata.
Karena gerakannya yang terbangun tiba-tiba, sebuah benda basah yang bisa dilihatnya sebagai handuk terjatuh dari kepala dan dadanya. Ia baru sadar tak ada selembar pakaian pun yang menutupi bagian atas tubuhnya. Sontak ia kaget, ia tak bisa merasakan apapun selama pingsan.
"Jeong Hu-nim, sebenarnya ada apa?" tanyanya dengan sedikit ekspresi bingung di wajah yang bisa dibilang seperti perempuan miliknya. Ya, sebenarnya ada apa? |
|  | | Lim Jeong Hu

Posts: 172 Pemilik: Cairy Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 33 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 29th June 2010, 19:48 | |
| Iya iya... Jeong Hu sedikit-sedikit bisa mengenal pribadi para murid kesayangannya, ia yang tidak bisa bergaul dengan orang-orang yang dinaunginya diam-diam mulai terbiasa soal itu. Tidak banyak berkomentar, biarlah mereka masih muda terserah apa yang mau mereka lakukan. Yang bisa lakukannya sebagai orang tua justru hanya tersenyum sembari memerhatikan dari jauh.
Melemparkan seringainya pada Lian Jie ketika ia bertanya 'siapa' yang khawatir di sini. Tidak perlu dijawab bukan, semua juga tahu kalau mereka sama-sama khawatir. Mengembalikan pandangan pada Eun Su yang masih belum sadar, kalau demamnya tidak turun juga maka mereka benar-benar harus mengirim anak ini ke infirmari, jangan sampai deh.
Pikirannya tidak di tempat sesaat, berjalan ke mana-mana. Oh sungguh, asal kalian tahu, semakin dewasa maka semakin banyak pikiran dan tanggung jawab. Jeong Hu malas menjadi orang dewasa yang seperti itu namun ia tetap harus melakukannya. Menghela napas panjang, musim dingin akan berakhir cepat, tenang saja... melamun. Sampai kemudian suara Eun Su turut membangunkannya dari lamunan itu. Eh, ia memanggil nama rekannya?
Melirik sang pasien, melihatnya bangun dengan gelagapan seraya bertanya padanya. Orang yang baru sadar memang biasanya begitu kan?
"Tidak apa-apa, tidurlah lagi." Mendorong tubuh sang murid kembali untuk tiduran, tidak baik kalau ia bergerak begitu kan. Kemudian menaruh kain handuk kembali di dahinya.
Jeong Hu berdiri, melirik Lian Jie. "Tolong jaga Eun Su sebentar. Aku akan mengecek siapa tahu ada staf yang datang ke sini," berucap sejenak kemudian pergi lagi meninggalkan kedua anak itu di kamar. Urusannya masih menggunung di luar sana, asal kau percaya. |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Just Walking Around 3rd July 2010, 21:05 | |
| Ia seharusnya sudah ada di luar ruangan, berjalan mengambil teh hangat seperti yang tadi menjadi kalimat permisinya. Waktu sebenarnya belum berlalu terlalu lama semenjak ia mengatakannya. Apa semua orang sudah lupa? Gurunya bangkit dari kursi duduknya dan menginstruksikannya untuk menjaga Song Eun Su--si sakit yang teriakannya barusan sukses membuat Lian Jie tersandung ambang pintu. Dengan ibu jari nyut-nyutan di balik sepatunya, remaja berdarah China tulen ini mau tak mau kembali melangkah masuk ke dalam kamar. Menghadapi saudara seperguruannya di atas ranjang peristirahatannya. Lian Jie berdiri, menurunkan lengan bajunya. Pandangannya dingin menelusuri tiap tetes peluh yang terperas keluar dari tubuh Eun Su karena demamnya. Sejenak ia membiarkan keheningan menghinggapi suasana. Ia tak akan mengizinkan selirih apapun suara gangguan datang. Tak ada orang sakit yang suka mendengarkan kebisingan--ia tahu bagaimana rasanya dan itulah yang sejujurnya sedang dilakukannya sekarang. Li Lian Jie, di balik penampilannya yang seolah tak pedulian pada segalanya--bocah itu masih bersedia tetap berdiri dalam jarak yang cukup di sisi ranjang untuk memberikan bantuan kalau-kalau nanti Eun Su memintanya maupun tidak. Sejak kecil ia terbiasa diperlihatkan betapa tangkasnya almarhum kedua orang tuanya ketika menangani orang-orang sakit. Darah keduanya mengalir dalam nadinya, memberinya sebuah nurani di balik hatinya yang sekeras batu. Hening. Seolah semua komunikasi hanya terjadi melalui pandangan. Dilakukan dengan baik oleh sepasang manik cokelat Asia yang dimiliki oleh seorang bocah berusia empat belas tahun. Meski wajahnya keras dan sarat oleh kejengkelan. Ia tak mau direpotkan.Ia sudah bilang, kan? [FIN] |
|  | | | | [ASIA] Just Walking Around | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|