| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | | [AMERICA] Hard Cold Battle | |
| |
| Author | Message |
|---|
Eva Montini

Posts: 54 Pemilik: DPNK
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 25th January 2010, 19:00 | |
| "Estrella mungkin di kamarnya, atau di ruang staf Research bersama kakaknya."
Sebelah alis melambung begitu ia mendengar jawaban pemuda Asia itu, "Tentu saja ia tidak di kamarnya, kalau dia di kamar aku tak akan mencarinya dari tadi." ya tentu saja Eva tak akan mencari Estrella jika saja gadis itu diam di kamarnya, atau lebih tepatnya kamar mereka berdua.Apa Dai Fong tak tahu kalau ia berbagi kamar dengan gadis berusia 19 tahun itu?
"...dan ia juga tak ada di ruang research."
Eva menghela nafas sambil menancapkan ujung parasolnya di ubin ruang latihan dengan bunyi 'tuk' pelan. Ahh.. ia sudah menghabiskan waktu yang rasanya seperti sehari penuh--walaupun ini juga masih pagi--untuk mencari rekan sekamarnya itu. Kemana gerangan gadis itu? Apa ia lupa kalau Eva mengajaknya berbelanja dan makan di kota?
Jadi tampaknya tak ada alasan untuk dia berlama-lama di sini.
Pupil yang tadinya menyipit itu melebar ke ukuran normalnya dan sekaligus menangkap ekspresi Dai Fong yang tampaknya hendak mengatakan sesuatu. Ingat, Eva seorang wanita yang sangat teliti dengan detail--kalau tidak begitu ia tak akan menjadi penjahit yang baik kan?--sehingga ia dapat dengan mudah menyadari perubahan mimik pemuda berambut hitam tersebut. Jadi jangan coba-coba menyembunyikan apa pun dari Eva kalau kau bukan seorang penipu atau aktor handal.
"Ada yang ingin kau katakan, Dai Fong?" menatap langsung pada Dai Fong sementara telapak tangannya bertumpu pada gagang parasol hitamnya, satunya lagi memegang pinggangnya sendiri.
@Akira: sudah diperbaiki.. babylon translator autis masukin siang kluar malem = =a *disepak* |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 56 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 26th January 2010, 16:43 | |
| "Baru selesai latihan? Atau baru mau mulai?"
Pandangan Gray teralih pada suara yang memanggilnya. Ah! Rekan Exorcist yang lain! Tapi siapa ya namanya... Gray mengerutkan dahinya seraya berpikir keras untuk mengingat nama salah satu temannya yang berambut merah ini.
"Ungh, yaa..." ujarnya perlahan sambil mengetukkan tangannya ke kepala. Siapa sih sebenarnya??
"Buon pomeriggio Dai Fong, Gray, Allan."
"YA!! Allan!" Tiba-tiba dari mulut pemuda itu keluar suara yang cukup keras.
Seperti kunci yang membuka gembok, suara gadis tadi membuka ingatan Gray tentang Allan yang agak samar. Sekarang, siapa nama gadis yang tadi? Aduh, ingatan Gray akhir-akhir ini lumayan buruk. Apa karena cuaca dingin? Entahlah, dalam otaknya itu hanya berisi jurus-jurus kungfu, keinginan menyiksa diri, dan beberapa teman yang ia ingat seperti Gray dan Estrella. Jadi maaf saja kalau Gray melupakan beberapa nama yang hanya bertemu sesekali dengannya.
Saking konsentrasinya mengingat nama gadis ini, Gray jadi tidak memperhatikan sekeliling, termasuk pertanyaan dan pernyataan Dai Fong dan Eva.
"Hei! kalian mau latihan bersama? Tadi aku dan Dai Fong habis bermain sedikit," ucapnya sambil tersenyum lebar dan mata berbinar-binar. Hoho, semoga saja mereka mau, Gray masih belum puas tadi... |
|  | | William R. Rheins

Posts: 36 Umur: 18 Pemilik: Glace
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 17 tahun
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 26th January 2010, 17:00 | |
| Oot: diajak Gaby, ikut!
| Quote: | "Estrella mungkin ada di kamarnya. Atau di ruang staf research bersama kakaknya."
"Tentu saja ia tidak ada di kamarnya, kalau ia ada di kamar aku tak akan mencarinya dari tadi..."
"...dan ia juga tidak ada di ruang research" |
Will tengah berada di dekat ruang latihan saat terdengar suara percakapan dari balik pintu besi ruang latihan. Tampaknya mereka tengah membicarakan seseorang, entah siapa.
Entah mengapa, tubuh Exorcist albino berumur 17 tahun ini bergerak menuju ke dalam ruang latihan. Tertarik dengan percakapan orang-orang di dalam mungkin? Tubuhnya bergerak ke arah pintu besi ruang latihan. Sesaat kemudian, pintu besi besar tersebut dibuka olehnya.
Dengan segera, iris rubi-nya mengidentifikasi beberapa orang yang berada di dalam ruang latihan. Dua diantaranya tampak sedikit kelelahan, mungkin tengah melepas lelah. Sedangkan dua orang lainnya tampaknya baru saja memasuki ruangan tersebut.
"Um... Sedang berlatih?" tanya Will singkat untuk basa-basi sesaat seraya memasuki ruangan. |
|  | | Wilhelm U. Smith

Posts: 72 Umur: 18 Pemilik: Indigo
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 17
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 26th January 2010, 17:43 | |
| OOC: Ikuuut~ Oke, battle royale atau 3 lawan 3?*disambit*
Sambil memegang wujud inaktif Oplostásio Tou Theoú-nya, Wilhelm U. Smith berjalan santai ke arah tempat latihan, berniat untuk berlatih, tentunya. Sudah beberapa lama ia tidak berlatih, dan toh, hari ini dia tidak ada tugas.
"Innocence, Activate," gumamnya, mengaktifkan Innocence-nya, yang sekarang berbentuk tomahawk ganda. Sambil berjalan ke arah arena latihan, ia mengubah-ubah bentuk Innocence-nya itu.
*Sring*. Berubah jadi claymore. Selang 10 detik, berubah jadi palu besar. Berubah lagi menjadi bola. Dan seterusnya, Exorcist muda ini melatih perubahan Innocence miliknya, berharap bisa mengurangi waktu perubahan, salah satu kelemahan besar yang dimilikinya. Hal ini adalah kebiasaannya ketika waktu senggang -selain membaca buku bela diri.
Akhirnya arena latihan terlihat, begitu juga sosok-sosok yang berdiri di situ. Exorcist dari Amerika ini melihat beberapa -kalau tidak semua- rekan Exorcistnya berdiri di situ. Ehm, ada Eva, Gray, Dai Fong, William, dan Allan.
Menginaktifkan Innocencenya, Wilhelm berjalan ke arah mereka. kalau mereka berniat berlatih ya... orang biasa sepertinya tidak akan terlalu menggangu kan?
"Hey everybody, am i missing something?" sapanya. |
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 78 Pemilik: Agito Poin RP: 20
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 27th January 2010, 16:48 | |
| "Tentu saja ia tidak di kamarnya, kalau dia di kamar aku tak akan mencarinya dari tadi... dan ia juga tak ada di ruang research."
Oh, jadi tidak ada di mana-mana, toh... Sedikit banyak, Dai Fong ikut merasa bingung juga. Tapi ia berusaha menepis pikiran itu. Seharusnya ia tidak perlu khawatir, toh Estrella adalah gadis yang kuat. Kalaupun ia hilang, pasti bisa kembali lagi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Ada yang ingin kau katakan, Dai Fong?"
Ditanyai begitu, Dai Fong semakin merasa tidak usah mengajak wanita itu ikut latih tanding. Sekali lihat juga ketahuan, sebagian besar orang yang berkumpul sekarang adalah lelaki, dan Eva adalah wanita sendiri. Rasanya tidak adil kalau ia mengajak Eva latih-tanding bersama dengan kumpulan lelaki 'kumal' seperti mereka.
"Tidak, tidak apa-apa," jawabnya singkat. Bisa-bisa ia mulai mengoceh yang aneh-aneh kalau menjawab terlalu panjang. Kata ayahnya dulu, wanita cantik itu beracun. Jadi ia tidak ingin membuat masalah dengan wanita cantik.
"Hei! kalian mau latihan bersama? Tadi aku dan Dai Fong habis bermain sedikit."
Ups, teman latih-tandingnya ini malah mengatakan sesuatu yang menurut Dai Fong akan memicu 'sesuatu'... seperti latih-tanding yang berakhir jadi pertarungan hidup-mati massal. Tidak, Dai Fong tidak bisa membayangkan dirinya terlibat hal berbahaya seperti itu. "Gray..." bisiknya sambil menyenggol lengan pemuda itu dengan sikunya, "Tidak usah bilang-bilang. Kan bahaya kalau berujung jadi... uh... pertarungan hidup-mati massal?"
"Um... Sedang berlatih?" "Hey everybody, am I missing something?"
Oke, sekarang Dai Fong mulai frustrasi. Mengapa jumlah orangnya bertambah? Pria semua pula yang datang, astaga... "Tidak, kami tidak sedang melakukan apapun. Dan tidak, kamu tidak ketinggalan apapun," jawabnya cepat, berbohong. Bekas tendangan Gray di perutnya tadi terasa sedikit lebih baik sekarang, meski masih terasa agak sakit. Yang jelas, ia tidak mau mengalami hal semacam itu lagi. Tidak, tidak hari ini.
"Eeh... Eva, bagaimana kalau kutemani mencari Estrella?" tanya Dai Fong cepat. Wajahnya agak tegang. Ia tidak suka kalau ada terlalu banyak orang berkumpul dan membicarakan pertarungan atau semacamnya. Sebisa mungkin, ia ingin kabur dari situasi semacam itu.
Kumohon, katakan 'ya', Eva... kumohon... |
|  | | Eva Montini

Posts: 54 Pemilik: DPNK
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 27th January 2010, 19:54 | |
| Menghela nafas sekali lagi, kali ini ia mengangkat parasolnya yang sedari tadi tertancap di tanah dan menegakkan posisi punggungnya yang dari tadi bertumpu pada parasol tersebut. Ahh.. tampaknya ruangan ini menjadi sangat ramai dan penuh para pemuda dengan testosteron berlebih serta ekstra tenaga yang tak tahu harus diapakan. Melemparkan sorot cerulean itu ke tiap anggota persatuan pemuda Black Order cabang Amerika dengan ekspresi malas. Lebih bagus lagi mereka tampaknya bergitu bersemangat untuk melakukan tindakan agresif pada satu sama lain, yang tentu saja tak diminati oleh wanita kelahiran Italia tersebut. Lagipula siapa pun yang tahu kemampuan innocencenya pasti tak akan mengajaknya bergabung... "Hey everybody, am I missing something?"
"Tidak, kami tidak sedang melakukan apapun. Dan tidak, kamu tidak ketinggalan apapun," Hmm... Eva mengulum bibir bawahnya sembari mengalamatkan sorot biru itu sekali lagi pada Dai Fong yang nampaknya cukup resah. Entah karena apa. "Eeh... Eva, bagaimana kalau kutemani mencari Estrella?" …dan dengan alasan yang tak bisa dimengerti sebuah senyuman merekah di wajahnya. “Sayang sekali Dai Fong, kedua kakiku sudah terlalu lelah--” bohong tentu saja '--aku tak ingin terkena varises. Jadi lebih baik aku berdiam dulu di sini.” Tapi tentu saja dia tak akan bergabung. Eva berjalan ke sisi tembok di luar arena latihan, menyandarkan punggung tegak itu sambil bersedekap. Tersenyum ramah pada mereka semua. “Lebih baik kalian berlatih saja, dan selama itu akan mengawasi jalannya pertandingan.” Well, di tengah pertarungan panas antara hidup dan mati harus ada seseorang yang tetap berkepala dingin kan? Toh, mungkin nantinya pertarungan nanti bakal lebih menarik dari sesi minum teh di kedai favoritnya. Semuanya yang ingin mengikuti pertandingan tolong baca peraturan dalam spoiler (pemanasan sebelum sistem battle yang asli berlaku ).Credit: Tek Xiao Ling, Chief Supervisor.
jika ada yang tak mengerti mohon IM Akira ' 'b *disepak*| Quote: | Ok, siapapun yang hendak berpartisipasi mohon cantumkan HP, OFF, MST dan DEF dalam tag quote (pada awal post) yang dirumuskan melalui:
HP: END*1000 (main keroyokan atau team harus banyak kan HP-nya :p) yang akan dikurangi melalui rumusan ATK :
ATK = (2*OFF + 1*MST)*dice
Serangan tangan kosong ATK: STR*angka dadu
Untuk tiap serangan yang memakai teknik, pengguna terkena knockback -10 HP.
Misal: A melakukan teknik 'pedang bulan membara' maka rumusan damage A adalah ATK : MST*angka dadu dan HP-nya berkurang 10 poin.
Seperti biasa aturan jika angka yang didapatkan ganjil maka serangan meleset, genap berarti serangan kena. Angka enam berarti serangan terkena telak.
Blocking dapat dilakukan oleh pihak yang diserang jika lawan mendapatkan angka dadu 2 atau 4.
Blocking dirumuskan dengan: BLK = (2*DEF + 1*MST) *dice
Untuk blocking, aturan sama, ganjil gagal, genap berhasil.
Contoh:
# HP A 200 poin, ia terkena ATK 50. Di sini seharusnya HP A akan menjadi 150 namun ia melakukan blocking (berhasil) dengan pon BLK 20, HP A menjadi 170.
Keterangan:
# Damage Removed tidak melebihi ATK yang (seharusnya) diterima. Misalnya ATK Allan 100, dan BLK Gray 120, Damage Removed Gray tetap 100. Namun, selisih 120 - 100 = 20 ini akan menjadi Damage Received bagi Allan (HP Allan berkurang 20).
Aksi blocking dapat mengurangi HP penyerang.
Tentang berapa kali aksi yang bisa dilakukan dalam satu post, bisa dilihat dari tinjauan Tactics (TCT) karakter: < 10 : gagal; satu aksi 10 - 19 : sangat rendah; satu aksi 20 - 34 : rendah; satu aksi 35 - 49 : cukup; dua aksi 50 - 64 : tinggi; tiga aksi 65 - 74 : sangat tinggi; tiga aksi > 74 : ahli; tiga aksi
Pertarungan berhenti jika ada yang nilai HP mencapai 0, atau menyerah.
*Kode dadu : [ roll="6-sided Die"]1[ /roll] (hilangkan spasi setelah tanda kurung buka)
*pengimplementasian sistem serupa secara lebih sederhana dapat dilihat di sini. (mohon dilihat dulu ya )
*kalkulasi damage dan sisa HP dilakukan oleh penerima serangan pada post selanjutnya.
|
Contoh format HP:
| Quote: | Eva Montini HP: 4*1000 :4000 OFF: 42 MST: 40 DEF: 24 |
Last edited by Eva Montini on 28th January 2010, 14:25; edited 8 times in total (Reason for editing : Penggantian tag spoiler dengan tag quote.) |
|  | | Diavlea S. Goethe

Posts: 52 Umur: 17 Pemilik: Kumohare[n]
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 27 y.o
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 27th January 2010, 20:48 | |
| ((OOC: ikut :3. Timeline setelah All About Tea kali ya? :3 *ragu*
Tangan kanan merogoh saku rok seragam Black Order-nya. Tidak ada apa-apakah di sana kecuali sebilah pisau pendek sederhana berukuran sangat kecil? Paling tidak ia mengharapkan ada sesuatu yang menyenangkan dalam sakunya. Hari ini ia sudah terlalu banyak makan coklat, jadi mari kita coret ‘coklat’ dari list. Sesekali ia ingin coba makan pizza yang katanya sedang marak di Eropa. Apa sih isi makanan roti-tumpuk-daging itu? Enak atau justru menjijikan?
Sayangnya benua Amerika belum menjangkau Eropa—paling tidak kulinernya—untuk mendapatkan resep Pizza. Kapan sih penduduk Italia datang ke Amerika untuk membocorkan resep Pizza? Lea kan mau coba juga. Eh bukan berarti dia yang masak. Mungkin nanti ia akan meminta staff di dapur untuk mencoba membuatkan. Mungkin..
Bicara soal Pizza dan Italia, bukannya di cabang Amerika ini ada yang berkebangsaan Italia, ya?
Tanpa pemikiran bahwa mungkin saja Eva Montini yang dimaksud tidak mengetahui resep Pizza, ia mencari wanita maniak fashion itu ke seluruh penjuru Black Order. Pemuasan, tentu saja. Apa sih yang lebih menggetarkan selain ambisi?
By the way, ke mana Eva?
Ia kira wanita itu akan berada di kamarnya atau di dapur juga (?) atau malah...sedang keluar? Mengingat kebiasaan si wanita yang suka memanfaatkan lambang Cross Black Order untuk berbelanja itu, mungkin saja ia memang sedang di kota. Atau justru sedang dalam misi? Entahlah. Tapi ada satu tempat yang belum kau lihat, Lea.
“Eva, kau di sini?” menjulurkan kepalanya ke dalam area latihan. Dan tentu saja, ia menemukan Eva lengkap dengan parasolnya di sana—beserta beberapa Exorcist lain. Bola matanya melebar secara drastic, saking senangnya melihat orang begitu ramai di area latihan. “Wah ramai, ya~ Boleh ikutan?”
Tampaknya ia melupakan tujuan awalnya. |
|  | | Allan Amberglass

Posts: 23 Umur: 18 Pemilik: Suppi
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19 tahun
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 27th January 2010, 22:08 | |
| Dalam sekejap, ruangan itu menjadi ramai. Dimulai dengan kedatangan Eva Montini, exorcist fashionista di Black Order cabang Amerika, lalu dengan dua Wil, alias William dan Wilhelm. “Lebih baik kalian berlatih saja, dan selama itu akan mengawasi jalannya pertandingan.” Allan mengangkat sebelah alisnya. Ia memandang satu-satunya wanita yang ada di ruangan itu. Well, tujuan awalnya sih ke sini memang untuk berlatih, tetapi dengan orang sebanyak ini... Dan bukankah Innocence hanya berefek pada akuma saja? Pemuda itu melihat Eva menjauh dari kerumunan itu dan berdiri di tepi ruang latihan. Allan lantas mengangkat bahunya. "Well, aku ke sini memang untuk berlatih. Kalian mau berlatih juga? Sparring," ujarnya kemudian membuka pembicaraan di antara enam lelaki yang ada di sana. Tak lama kemudian, sesosok perempuan bertubuh kecil dengan rambut hitam dan twintail-nya yang khas memasuki ruangan. Allan lantas mengembangkan senyum miring melihatnya. Si Puny, Diavlea Shiva Goethe yang adalah master-nya juga. “Wah ramai, ya~ Boleh ikutan?”Dan Allan pun terdiam. "Oh, hai, Puny," panggilnya kepada master-nya yang tidak mau dipanggil master itu dengan seringai lebar. "Silahkan bergabung kalau denganku, bagaimana dengan yang lain?"
| Spoiler: | | | HP: 13* 1000 : 13.000 OFF: 39 MST: 36 DEF: 78 |
|
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 78 Pemilik: Agito Poin RP: 20
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 28th January 2010, 06:51 | |
| “Sayang sekali Dai Fong, kedua kakiku sudah terlalu lelah. Aku tak ingin terkena varises. Jadi lebih baik aku berdiam dulu di sini. Lebih baik kalian berlatih saja, dan selama itu akan mengawasi jalannya pertandingan.”
Hancur sudah, rupanya satu-satunya wanita yang ada di situ justru mau melihat pertandingan yang menurut Dai Fong akan berakhir brutal. Dai Fong jadi berpikir, jangan-jangan wanita cantik itu 'beracun' karena suka mengadu domba para lelaki? Entahlah. Kalau benar begitu, mengerikan sekali. Dai Fong harus terus ingat untuk menjauhi wanita cantik, apapun alasannya.
“Wah ramai, ya~ Boleh ikutan?”
Menengok ke arah sumber suara, wajah Dai Fong langsung menjadi pucat pasi. Seorang General. Kalau ia disuruh latih-tanding dengan sesama Exorcist, mungkin semuanya akan berakhir sedikit lebih baik. Tapi kalau General juga ikut? Ia berani sumpah di akhir latihan nanti ia akan terbaring di infirmari selama seminggu atau bahkan lebih.
"Oh, hai, Puny. Silahkan bergabung kalau denganku, bagaimana dengan yang lain?"
Jenius, Allan. Dai Fong baru saja mau menolak, tapi sang Disciple sudah memperbolehkan duluan. Tapi kalaupun Dai Fong bilang 'tidak', ia ragu Lea akan pergi begitu saja. Baiklah, latihan bersama General mungkin tidak seburuk itu. Mungkin ia bisa menjadi lebih kuat kalau berlatih dengan General. Masalahnya, Lea itu 'kan... perempuan.
Mengapa bukan General Eisenberg saja yang datang? Kalau disuruh menghajar lelaki, aku tidak akan ragu. Tapi perempuan? Ibunda mengajariku untuk berlaku lembut pada perempuan; mana bisa aku melawan Lea?
"Eva!" panggilnya panik. Wanita itu adalah harapan terakhirnya sekarang. "Eva, bagaimana kalau aku saja yang mencarikan Estrella? Kamu bisa duduk santai menonton pertandingan, dan--mungkin--menemukan Estrella juga," tawarnya dengan agak gugup. Sebisa mungkin, ia ingin lari dari pertandinan itu.
"Ya?" Ia menatap Eva dengan wajah memelas, memohon belas kasihan dari wanita berdarah Italia itu.
OOC: Jangan biarkan Dai Fong kabur! Siapapun, paksa dia ikut pertandingan ini meskipun harus menghajar atau menyeretnya terlebih dulu! *dihajar* |
|  | | William R. Rheins

Posts: 36 Umur: 18 Pemilik: Glace
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 17 tahun
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 28th January 2010, 07:10 | |
| Wah... Wah... Tidak disangka. Setelah kehadirannya di ruangan latihan ini, jumlah orang yang berkumpul di sini semakin banyak. Kebanyakan dari mereka ingin berlatih. Bahkan, kelihatannya sudah ada yang tidak sabar. Sebagian dari mereka masih bercakap-cakap. Tertarik untuk ikut percakapan? Tidak juga... Namun, Will mendengarkan salah satu percakapan mereka. "...Jadi, lebih baik aku berdiam dulu di sini." ucap Eva, wanita berumur 23 tahunan berparasol tadi. Mungkin ditujukan pada pria berparas Tionghoa yang juga telah ada sejak tadi. Kelihatannya, Eva sedang tidak ingin latihan? Mungkin saja... "Hah..." Sedikit menghela nafas, Will dengan segera melangkah menuju tepi arena latihan dan hanya diam berdiri di sana. Mungkin ia tengah menunggu percakapan mereka selesai dan segera latihan? "Wah, ramai ya! Boleh ikutan?" Kelihatannya lagi-lagi ada orang yang ingin bergabung. "Oh, hai Puny!" Allan, Disciple yang telah lebih dulu berada di ruangan ini kelihatannya tengah menyapa balik sumber suara tersebut. Tapi, siapa Puny? pikir Will penasaran. Rasanya, ia tidak pernah mendengar ada orang yang bernama Puny di Black Order Cabang Amerika Utara-Selatan ini. Nama panggilankah? Sesaat, sepasang iris rubi-nya mengarah ke arah pintu ruang latihan, menuju sumber suara yang menyatakan ingin ikut tadi. Terlihatlah sesosok anak kecil yang mungkin berusia sekitar 13 tahun. Ternyata ia adalah General Diavlea, wanita yang berumur mendekati 30 tahunan, namun dengan tubuh mungil dan paras anak-anak. Entah mengapa. Entah mengapa, tiba-tiba wajah Exorcist berparas Tionghoa tersebut menjadi pucat pasi sejak General Diavlea datang. Dai Fong dengan segera mendatangi Eva dan kelihatannya tengah memohon sesuatu. "Ada apa? Kau terlihat pucat!" ucap Will pada Dai Fong setelah ia mendekati Exorcist berparas Tionghoa tersebut. Mungkinkah karena kedatangan seorang General yang ingin berpartisipasi dalam latihan? Tak disangka, sampai seorang General-pun hendak ikut berpartisipasi dalam latihan ini. Mungkin ini akan jadi latihan hidup dan mati yang cukup menyenangkan... pikir Will dalam hati sekaligus menunggu respon dari Dai Fong.
| Spoiler: | | | HP: 3* 1000 : 3.000 OFF: 30 MST: 52 DEF: 18 |
Oot: Hp nya kecil banget... Waaa @Akira: beres! |
|  | | Eva Montini

Posts: 54 Pemilik: DPNK
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 28th January 2010, 10:22 | |
| | Spoiler: | | | Eva Montini: 4*1000 : 4000 OFF: 42 MST: 40 DEF: 24 |
Baru saja menarik nafas santai saat ia mendengar pekikan Dai Fong di telinganya.
"Eva! Eva, bagaimana kalau aku saja yang mencarikan Estrella? Kamu bisa duduk santai menonton pertandingan, dan--mungkin--menemukan Estrella juga."
Cerulean itu menatap wajah Dai Fong, mengerutkan alisnya, heran. Yang benar saja, apa pemuda itu tak mendengar kalau ia sudah tak berminat untuk mencari Estrella? Lagipula ia juga penasaran melihat--jarang kan hampir semua Exorcist berkumpul--pertarungan macam apa yang nanti akan terjadi. Siapa tau adrenalinnya juga ikut terpacu hanya dengan menjadi penonton saja.
“Eva, kau di sini?”
Melirik pada asal suara, sambil tersenyum ramah. "Diavlea," wanita itu menjauhkan punggungnya dari dinding arena latihan tempatnya bersandar tadi, berjalan pelan ke wanita bertubuh kecil tersebut--yang benci dipanggil General atau Master--dan menepuk pundak Diavlea dengan lembut. "Sayangnya, jika Anda bergabung saya takut pertarungan menjadi tidak seimbang..." berbicara pada Diavlea dengan senyuman yang tak kunjung lepas.
"Kita lihat-lihat saja ya," jeda sebentar. Eva memikirkan sesuatu yang mungkin dapat membuat wanita itu menyetujuinya. "sambil makan pizza?" tersenyum lebar. Ya, makanan seharusnya menjadi alat suap yang paling baik kan? Semoga saja Lea menyukai pizza, kalau tidak ia harus memikirkan makanan lainnya untuk menyuap General satu itu.
Kembali pada Dai Fong.
"Tidak, tidak Dai Fong." berkacak pinggang sambil berbicara dengan pria berwajah Asia tersebut, nada bicaranya beralih, kontras dari nada yang ia gunakan saat berdialog dengan sang General. "Aku tak ingin pergi kemana-mana sekarang. Pilihanmu cuma dua, kamu ikut dalam pertarungan atau aku sendiri yang akan memaksamu."
"Lalu kalau kalian bertanya-tanya kenapa aku tidak turut serta,"
Eva melepaskan tangkai parasol dari kaitan lengannya, dan saat ujung parasol tersebut menyentuh tanah parasol hitam berornamen renda dan salib itu berubah menjadi sebuah bunga berwarna carnelian setinggi satu meter lebih yang menggeliat secara mencurigakan. Wanita Italia tersebut melirik pada Dai Fong, hendak memberikan jawaban langsung pada tubuh pemuda Cina tersebut.
Miel Toxique.
Bunga tersembut menyemburkan tetesan nektar yang diarahkan pada sang pemuda. Ya semoga saja Dai Fong cukup cekatan untuk menghindari tetesan beracun tersebut, jika tidak... ya paling-paling kulitnya melepuh. Kalaupun meleset pun semua orang disini bisa melihat efek racun Eva pada dinding arena latihan.
| This dice is not existing. | |
"Cukup jelas?"
....sebuah senyuman miring tercetak di parasnya. Hha, wanita cantik memang beracun kan?
Serangan untuk contoh  |
|  | | Wilhelm U. Smith

Posts: 72 Umur: 18 Pemilik: Indigo
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 17
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 28th January 2010, 18:42 | |
| "Tidak, kami tidak sedang melakukan apapun. Dan tidak, kamu tidak ketinggalan apapun," Exorcist berwajah oriental di depannya menjawab cepat pertanyaannya. "Ah... begitukah? Apa kita akan memulai sesuatu, kalau begitu?" Exorcist berkebangsaan Amerika ini bertanya kembali, pandangannya berpindah-pindah menatap setiap orang yang ada di situ. Hmm, melihat percakapan orang-orang, sepertinya akan ada sparring? Entah WIlhelm yang kemampuannya biasa akan bisa bertahan menghadapi Exorcist-Exorcist hebat di sekelilingnya. Agak ragu, akhirnya pria berambut hitam ini memutuskan untuk ikut. Yah, tidak ada salahnya kan? Ah, ada General Lea datang. Apa dia mau ikut sparring juga? Mata hitam Wil menatap general mungil itu was-was, mengamati gerak-geriknya. Orang biasa sepertinya tak mungkin bisa melawan General. Ah, Wil agak kaget ketika Allan memanggilnya puny, entah kenapa panggilan itu sedikit... insulting?Dia agak meringis ketika Eva mengeluarkan Innocencenya, yang mengeluarkan racun ke arah Dai Fong. Sebaiknya Dai Fong sigap menghindar, karena racun itu tidak terasa menyenangkan di kulit. Wil knows, he's been there.Akhirnya ia memutuskan untuk ikut sparring, tidak peduli bagaimana nasibnya nanti, "Ah, aku ikut, deh. Boleh?".| Quote: |
Wilhelm U. Smith: 3*1000 : 3000 OFF: 51 MST: 48 DEF: 18 |
Anjir defense sama HP gue kecil =_= |
|  | | Diavlea S. Goethe

Posts: 52 Umur: 17 Pemilik: Kumohare[n]
Biodata Posisi: General Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 27 y.o
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 28th January 2010, 21:20 | |
| Hukumnya, jika ada sesuatu yang masuk ke dalam arena latihan itu, pasti perhatian semuanya akan teralih pada sesuatu yang baru itu. Tampaknya 'hukum' ini juga berlaku padanya yang hanya nyengir kuda dan melangkah masuk ke dalam arena--tidak lupa menutup pintu di belakangnya.
"Oke, Chon-chon. Nanti kutraktir coklat," balasnya atas persetujuan anak didiknya, Allan, si Chon-chon. You call me 'Puny', I call you 'Chon-chon'. Ngomong-ngomong, dapat darimana dia kata 'Puny' itu, hm? Pertanyaan yang sama untuk Lea. Dan tampaknya mereka sama-sama tidak tahu artinya.
Tampaknya masing-masing dari mereka memberikan respon yang berbeda. Sayangnya gadis Kanada ini tidak terlalu memperhatikan karena...suatu tawaran surgawi dari Eva yang menghampirinya. Pizza. Kalau kau percaya pada yang namanya 'kontak batin', mungkin ini salah satu praktek nyatanya--halah. Kontan ekspresinya menjadi lebih cerah seakan memancarkan aura positif seorang anak kecil; menatap Eva dan mengangguk cepat, "pizza! Aku memang mencarimu untuk itu, Eva. Ayo kita duduk saja," cepat sekali pikirannya berubah.
Saat wanita Italia itu menyemprotkan racun dari Innocence-nya, gadis ini sudah duduk di salah satu bangku di ujung arena latihan. Tempat istimewa? Untuk sekarang, sebagai penonton. Mungkin nanti ia akan bergabung juga?
((OOC: sesuai janji, masuknya ntaran. Jadi tidak perlu tag HP, OFF tralala itu, kan? :3 *pelototin pizza* )) |
|  | | Tek Dai Fong

Posts: 78 Pemilik: Agito Poin RP: 20
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 29th January 2010, 21:21 | |
| | Quote: | Tek Dai Fong HP: 9*1000 : 9000 OFF: 39 MST: 47 DEF: 54 |
"Tidak, tidak Dai Fong. Aku tak ingin pergi kemana-mana sekarang. Pilihanmu cuma dua, kamu ikut dalam pertarungan atau aku sendiri yang akan memaksamu."
Mendengar itu, Dai Fong merasa semakin putus asa. Mengapa keberuntungan tidak berpihak padanya? Rasanya sejak kecil, ia jarang mendapatkan keberuntungan. Buktinya saja, waktu ia pergi dari rumah untuk mengikuti sang kakak tertua, ia malah dikirim ke Amerika Serikat, jauh dari tanah kelahirannya. Sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai Exorcist pun tak ada yang berniat mengangkatnya menjadi Disciple. Rasanya ia mau menangis saja.
"Lalu kalau kalian bertanya-tanya kenapa aku tidak turut serta..."
Gadis itu menancapkan parasolnya ke tanah, yang langsung berubah menjadi bunga yang indah, dan... menyemburkan sesuatu yang tampak mencurigakan. "Huwaaa!!" jeritnya sambil segera melompat ke samping, membuatnya jatuh terududuk di lantai. Jantungnya berdebar keras. Apa itu tadi?! Bola matanya mengerling ke arah cairan aneh itu mendarat, dan mendapati lantai tempat cairan itu mendarat sudah agak terkikis dengan suara 'cess' pelan. Seketika, ia merasakan bulu kuduknya berdiri.
Ayahanda... Anda tidak mengatakan bahwa wanita cantik itu beracun SECARA HARFIAH!!
"Cukup jelas?"
Keringat dingin bergulir di dahi Dai Fong. Kalimat tadi mungkin tidak ditujukan padanya, tapi ia merasa bahwa Eva bermaksud mengatakan bahwa mungkin ia akan disembur cairan aneh itu lagi kalau ia berniat kabur. Seperti buah simalakama; pilihan yang diberikan padanya sama-sama tidak mengenakkan.
"A... aku mengerti..." jawabnya pasrah sambil berdiri. "Aku ikut latih-tanding ini..." tambahnya, masih dengan nada pasrah yang sama. Ia menepiskan debu yang menempel di bagian bawah-belakang seragamnya, lalu berjalan agak ke tengah. Ia lalu mencabut kipas kertasnya, lalu memegangnya dengan tangan kanannya, dengan kepala kipas menghadap ke bawah.
"Menarilah, Papillon..." gumamnya pelan. Kipas kertas di tangannya itu langsung berubah menjadi kipas baja setinggi 2 meter, dengan kepalanya menancap di lantai ruang latihan, sementara pangkalnya ditahan oleh Dai Fong. Ia siap bertarung sekarang. |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 56 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle 31st January 2010, 09:44 | |
| Wow, wow. Tanpa Gray sangka arena pertarungan yang tadinya sepi ini jadi banyak orang yang bertujuan sama. Bahkan mereka ingin berlatih bersama? Gray mendecakkan lidahnya perlahan. Belum pernah ia sparring beramai-ramai begini. Tiba-tiba saja Gray merasakan senggolan darai sang rekan, Dai Fong. Walau Gray sedikit tak mengerti apa yang dimaksud oleh Dai Fong tadi, Gray hanya menyengir saja dengan ekspresi senang. "Tapi ini menarik!", ucapnya dengan semangat. Lihat saja, bahkan seorang jendral datang ke sini! "WOO! Aku siap kapan saja!!" Gray meneriakkan teriakan perang seketika itu juga. Sekali lagi, pemuda bermata heterochromia itu melepas sepatunya, menyisakan kaki yang berbalut kain perban. Sleipnir aktif untuk kedua kalinya hari ini, membalut kedua kaki Gray dengan bola listrik. Gray kemudian dalam kuda-kuda bersiap, siapa tahu saja ada gerakan kejutan dari para peserta. | Spoiler: | | | Gray Levantine Claude HP : 6*1000 = 6000 OFF : 51 MST : 36 DEF : 36 |
|
|  | | | | [AMERICA] Hard Cold Battle | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|