An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AMERICA] Hard Cold Battle

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3  Next
AuthorMessage
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: [AMERICA] Hard Cold Battle   26th September 2009, 12:03

Note : judul ngedit dikit dari theme song Giraile.. *dibekep* Latihan pertarungan habis-habisan, bebas siapa lawan siapa, sistem battle royale (last man stand). Diharapkan semua Exorcist ikut dalam topic ini (tapi kalau General, errr... harap kurangi kekuatan Anda *shot*)

Menggunakan sistem dice seperti di Wanna Play Snow Ball?, dengan sedikit modifikasi; Kalau GENAP artinya serangan kena (tidak harus telak), kalau GANJIL artinya serangan dihindari. Tetapi kalau mendapat angka 6 (ENAM), serangan kena telak.

Time : jam 2 siang, habis makan siang. Beberapa hari setelah A New Beginning




Siang itu, Dai Fong merasa jauh lebih sehat daripada hari-hari sebelumnya. Entah karena cuaca memang lebih cerah hari itu, atau karena mood-nya sedang baik hari itu, ia merasa tidak terlalu kedinginan seperti sebelumnya. Ah, karena ia sudah mendapatkan beberapa teman baru kah? Dai Fong juga tidak mengerti. Ia hanya merasa lebih nyaman sekarang.

Tapi tentu saja, suhu musim dingin tetaplah dingin (namanya juga musim dingin). Ia teringat waktu beberapa hari sebelumnya, ia sempat berjalan-jalan, dan tubuhnya terasa lebih hangat. Jadi khusus hari itu, Dai Fong berpikir untuk melatih dirinya di arena latihan.

Ia menarik nafas dalam, lalu mencabut kipas kertasnya dari ikat pinggangnya. Perlahan, ia mulai bergerak mengikuti irama nafasnya, melakukan gerakan-gerakan bela diri yang sekilas tampak seperti sebuah tarian. Ia tidak begitu merasa malu berlatih gerakan-gerakan 'gemulai' seperti itu, karena toh tidak ada orang lain di tempat itu selain dirinya. Lagipula, siapa sih yang mau berlatih di hari sedingin itu?

Tapi ternyata dugaannya salah. Ia merasakan kehadiran seseorang (atau beberapa orang?) lainnya yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut. Secara refleks, ia mengaktifkan Innocence-nya, membuat kipas kertasnya yang rapuh menjadi sebuah kipas baja raksasa. Ia memposisikan dirinya dalam posisi siap bertarung, dengan tubuh yang agak ditundukkan dan kipas yang digenggamnya erat dengan kedua tangannya di sisi kiri tubuhnya.

Ia tidak bermaksud mengintimidasi siapapun yang masuk. Tapi, siapa tahu orang yang masuk itu mau sparring dengannya. Siapa tahu, 'kan?
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   27th September 2009, 19:20

Tanpa maksud tertentu, Gray Levantine Claude pergi ke tempat berlatih. Tidak, kali ini dia tidak tersesat, tempat ini sudah dihafalnya semenjak pertama pindah ke cabang Amerika. Tak ada ruginya ke tempat ini, siapa tahu ada yang mau berlatih dengannya.

Benar dugaannya, Gray melihat rekan exorcistnya, Tek Dai Fong, sedang melakukan gerakan dasar bela diri. Hmm, bagaimana kalau mereka...berlatih bersama?

"Dai Fong! Gerakan yang bagus~" sapanya ramah. Hmm, kemudian pria itu mengaktifkan innocencenya begitu saja.

"Bagaimana kalau kita sparring sedikit?" tanyanya sambil tersenyum lebar. Pemuda bermata heterochromia itu melepas sepatu botnya, membiarkan kaki yang dililit kain semacam perban itu terbuka.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   9th October 2009, 18:13

Ternyata, orang yang baru datang itu adalah Gray. Dai Fong menghela nafas, yang entah sejak kapan ditahannya. Ia tidak tahu, warisan dari siapa sikap was-wasnya itu. Tapi kalau ia pikir-pikir lagi, sepertinya sifat itu diwariskan oleh ayahnya sendiri, yang memang sangat sering terlihat was-was. Yah, apa mau dikata, setengah darah ayahnya masih mengalir di nadinya.

"Oh, ternyata kamu, Gray..." sapa Dai Fong sambil merilekskan kembali otot-ototnya yang sempat menegang. Tadinya ia juga mau menonaktifkan Innocence-nya, tapi ternyata Gray malah mengajaknya sparring. Dai Fong terdiam sejenak. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia sparring melawan seseorang. Biasanya, ia berlatih melawan boneka-boneka kayu yang tersedia di sana.

"Boleh-boleh saja," jawab Dai Fong sambil mengubah posisi kipas bajanya menjadi posisi bertahan. Hei, ia masih ingat dengan jelas tata cara pertarungan yang benar; kalau kau tidak tahu kekuatan lawanmu, bertahanlah dulu untuk mempelajarinya, baru siapkan taktik untuk membalas.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   3rd November 2009, 16:49

Gray mengalihkan pandangan ke sekelilingnya. Apa masih ada orang yang mau ikut sparring dengannya dan Dai Fong saat ini? Jawabannya, yah mungkin orang sedang malas-malasan menghadapi cuaca dingin. Belum ada seorangpun di arena. Yosh, kalau memang tidak ada ya berarti hanya satu lawan satu saja. Yang penting, Gray bisa melemaskan otot ototnya yang sedikit kaku.

"Aku mulai ya, Dai Fong!" serunya bersemangat seperti biasa.

Gray kemudian mengaktifkan Slepnir, innocence miliknya yang terletak di kaki. Tak lama aliran listrik mulai mengaliri daerah dekat kakinya.

Satu, Lightning Footsteps


Dengan gerakan cepat, Gray melaju mendekati Dai Fong. Kemudian pemuda bermata heterochromia itu melakukan serangan dengan kaki dengan sekuat tenaga. Entah kena atau tidak.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   3rd November 2009, 17:08

Hari itu, Dai Fong mendapatkan 3 pelajaran sekaligus. Pertama, selalu cari tahu dulu tentang kemampuan lawan sebelum menerima ajakan sparring. Kedua, ingat-ingat bahwa kipas baja itu berat sehingga kurang efektif dalam menghadapi serangan kilat dalam jarak dekat. Ketiga, dilarang bengong saat pertarungan sedang dimulai.

Dai Fong belum pernah melawan Gray sebelumnya. Ia juga belum pernah melihat pemuda itu bertarung. Innocence-nya seperti apa pun ia tidak tahu. Tapi dengan entengnya ia menerima ajakan sparring dari pemuda itu. Itulah kesalahan pertamanya.

Dan karena Dai Fong tidak tahu apa-apa tentang kemampuan Gray, ia sama sekali tidak memperhitungkan kecepatan pemuda itu yang--menurut Dai Fong--luar biasa cepat. Ia bahkan tidak sempat menggerakkan kipas bajanya untuk menahan serangan, ataupun menghindari serangan tersebut.

Kesalahan selanjutnya dari pria Cina ini adalah, pikirannya sempat melayang sejenak memikirkan 'kira-kira malam ini mau makan apa ya' saat Gray memulai serangannya. Dan itu adalah kesalahan paling fatal. Buktinya saja, serangan pemuda itu telak mengenai perutnya, meski ia tidak berpindah jauh dari tempatnya berdiri tadi karena ia berpegangan erat pada kipas bajanya. Rasa nyeri dan mual langsung ia rasakan. Bagaimana tidak? Ia baru saja makan siang 10 menit yang lalu, dan sekarang perutnya sudah kena tendangan yang cukup keras.

Ukh... spesialis jarak dekat, rupanya. Aku harus ambil jarak segera...

Sambil menahan rasa sakitnya, Dai Fong menginaktifkan Innocence-nya, lalu melompat mundur untuk menciptakan jarak antara dirinya dengan Gray. Setelah ia mundur sejauh 3 meter, ia langsung mengaktifkan kembali Papillon dan langsung mengayunkannya dengan keras.

Kamaitachi!

Aliran udara di antara dirinya dan Gray langsung berubah. Sayatan-sayatan dangkal muncul di lantai di antara kedua pemuda itu. Sekarang yang ia bisa lakukan adalah bersiap untuk melakukan serangan selanjutnya seandainya serangan pertamanya itu tidak kena.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   3rd November 2009, 17:21

Hup, serangan pemuda heterochromia itu telak mengenai perut pria asal China di depannya. Lucky~ Serangan pertama itu sangat penting hukumnya bagi para petarung jarak dekat. Jika serangan pertama kena, (semoga saja) akan ada keuntungan yang ia dapat dari lawan tandingnya itu.

Tampaknya Dai Fong tak tinggal diam setelah diserang. Pria itu mengeluarkan jurus angin dari kipas bajanya yang cukup besar itu. He, rupanya Dai Fong adalah petarung jarak jauh. Kuncinya ia sudah tahu sekarang, jangan terlalu jauh dari lawan dan tekan serangannya!

"Hup," ucapnya saat menghindari serangan Kamaitachi yang tampaknya akan mengerikan kalau kena itu.

Kali ini ia akan menyerang dengan tangannya saja, biarkan kakinya beristirahat sebentar setelah melakukan swift attack tadi. Toh, ia tidak pilih pilih dalam hal melawan pasangan sparringnya.

Tangan kirinyanya memegang kipas baja Dai Fong, sedikit mendorongnya untuk mendapatkan celah dan tangan kanannya menyikut bagian ulu hati milik pria asal China itu.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   5th November 2009, 21:24

Serangannya itu bisa dihindari dengan luwesnya oleh pemuda heterochromia itu. Sepertinya kecepatannya itu memang menjadi keuntungan terbesarnya... sekaligus kelemahan terbesar pria Cina ini. Dilogika saja, mana bisa ia bergerak cepat dengan kipas baja sebesar dan seberat itu? Bolak-balik mengaktifkan dan menginaktifkan Innocence-nya juga makan tenaga dan waktu, padahal ia tidak punya waktu untuk itu.

Gray kembali menyerangnya, kali ini dengan tangannya. Saat pemuda itu menyentuh kipas bajanya, Dai Fong merasa itulah saat yang tepat untuk menjatuhkan Gray sekaligus menghantamnya dengan kipas tersebut, tapi...

NYUUTT!!

...rasa nyeri di perutnya saat ia hendak membanting kipasnya membuatnya meringis. Perhatiannya teralih oleh rasa sakit yang ia rasakan. Dan sekali lagi, karena perhatiannya teralihkan, ia hampir tidak menyadari serangan yang dilayangkan Gray. Tapi kata 'hampir' itu tidak berarti apa-apa kalau ia tidak bisa menghindarinya juga.

Akhirnya, satu pukulan lagi mengenai... rusuknya. Ia menunduk sedikit untuk mengurangi cedera lanjutan di perutnya, tapi sekarang ia menyesal karena nafasnya jadi terasa berat. Ia hanya bisa berdoa semoga tidak ada rusuknya yang patah.

Kalau pertarungan jarak dekat begini, Papillon dalam bentuk aktif tidak akan berguna... Percuma kuaktifkan kalau benda itu hanya memperlambat gerakanku!

Dengan satu gerakan cepat, ia kembali menginaktifkan Papillon dan menyelipkannya di sabuknya. Ia memasang kuda-kuda menyerang. Ia menunduk sedikit, lalu mengayunkan sikutnya ke arah rahang bawah Gray dengan gerakan yang cepat dan keras.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   6th November 2009, 14:54

Rupanya taktik menyikutnya bersahil mengenai bagian ulu hati mlik rekan exorcistnya itu. Setelah mengembalikan konsentrasinya, tampaknya Dai Fong menon-aktifkan innocencenya yang berbentuk kipas baja. Ngh, apa yang akan ia lakukan ya. Gray tidak tahu menahu tentang kemampuan bertarung milik Dai Fong. Latihan tarung bersama seperti ini saja baru pertama kalinya.

Gray mundur sedikit untuk mengambil jarak dan ancang-ancang untuk kembali menyerang. Namun gerakan Dai Fong yang cepat lolos dari pandangannya, hingga akhirnya pria lawan tandingnya itu berhasil menyerang bagian dagu Gray.

"Ugh. Kau hebat, Dai Fong!" teriaknya bersemangat. Serangan telak di dagu menyebabkannya sempoyongan. Setelah dirinya bisa berdiri seperti biasa lagi, tanpa ragu Gray mulai menyerang kembali.

Dua, Storm Dance


Serangan cepat berupa tendangan itu kemudian dilakukan pria bermata heterochromia itu. Pertama, ia menyerang bagian belkang lutut milik Dai Fong, diikuti dorongan pada badan menggunakan tangannya dan tendangan cukup kuat pada bagian perut.

This dice is not existing.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   6th November 2009, 21:23

Dai Fong tersenyum tipis saat melihat bagaiman serangannya kena telak. Sepertinya ia memang tidak boleh terlalu bergantung pada Innocence-nya... setidaknya untuk pertarungan jarak dekat seperti sekarang ini. Tapi sekali lagi, rasa nyeri di perutnya mengalihkan perhatian pria Cina itu. Dan sekali lagi, pertahanannya terbuka lebar.

Satu tendangan di lututnya membuatnya oleng seketika, disusul dengan satu dorongan keras yang jelas membuatnya terjatuh semakin cepat. Tapi karena posisinya yang oleng akibat dua serangan itu, ia selamat dari serangan ketiga yang kalau kena pastinya akan membuatnya muntah-muntah seketika.

Tetap saja, ia terpeleset ke lantai ruang latihan itu. Punggungnya menghantam lantai dengan suara 'bum' yang agak keras. Ia lalu mengacungkan tangan kanannya tinggi-tinggi, sementara tangan kirinya memegangi perutnya yang masih berdenyut-denyut.

"Ti--time out... Perutku enggak enak..." keluh Dai Fong pelan. Semoga saja Gray menyetujui permintaannya itu. Kalau tidak, bisa-bisa ia harus masuk Infirmary dan baru keluar seminggu setelahnya. Kacau.
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   13th November 2009, 13:45

Nafas pemuda bermata heterochromia itu mulai tersengal-sengal. Baiklah, ia memang punya kecepatan yang cukup tinggi, dan ketahanan tubuhnya pun dalam batas standar. Namun combo yang baru saja ia lakukan tadi cukup menguras tenaga yang ada dalam tubuhnya. Sayang tendangan terakhirnya itu tidak kena, mungkin nanti ia harus melakukan serangan yang lebih efektif.

"Ti--time out... Perutku enggak enak..."

Ah, rupanya lawan sparringnya meminta time out. Cukup tepat juga, kesemutan akibat efek Sleipnir mulai terasa pada kedua kakinya yang diselimuti bola listrik itu. Sambil menon-aktifkan Innocence miliknya, Gray kemudian mendekati tempat Dai Fong berdiri dan mengulurkan tangannya pada pria yang tadi terjerembab karena tendangan yang dilakukan Gray.

"Ah, baiklah. Biar kubantu," ucapnya sambil tersenyum lebar. Fuh, pemuda ini seperti mempunyai energi cadangan. Sepertinya Gray siap kapan saja Dai Fong ingin melanjutkan latihan tempurnya dengan Gray.

"Bagaimana kemampuanku?" tanyanya dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil. Bukannya bermaksud apa-apa, pemuda yang polos ini hanya ingin tahu pendapat Dai Fong mengenai pertarungan tadi.
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   13th November 2009, 16:34

"Adudududududuuuh..." keluh Dai Fong sambil meringis saat ia berdiri, dibantu oleh Gray. Sepertinya pukulan dan tendangan tadi cukup efektif, buktinya perutnya saja jadi agak mulas. Oke, memang tidak sesakit itu, tapi tetap saja perutnya terasa tidak enak... efek yang pasti terasa, karena belum ada 1 jam berlalu sejak suapan terakhir makan siangnya meluncur masuk ke dalam perutnya.

Quote:
"Bagaimana kemampuanku?"


Dai Fong tersenyum tipis, meski masih tampak kesakitan. "Bagus... Gerakanmu cepat, aku sulit melihatnya. Sepertinya memang tidak boleh setengah-setengah kalau bertarung dengan orang sepertimu, Gray," jawab Dai Fong sambil tetap tersenyum. Eh, apa, 'tidak boleh setengah-setengah'? Uh-oh, Dai Fong, hati-hati pada apa yang kau ucapkan. Bisa-bisa lawan bicaramu ini mengira tadi kamu itu tidak serius...

...karena memang dari tadi ia tidak serius. Duh, siapa sih yang bisa serius bertarung saat ia masih kenyang dan pikirannya sedang melayang-layang ke 'apa menu makan malam nanti'?
Back to top Go down
View user profile
Gray L. Claude



Posts: 56
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   24th January 2010, 16:54

Kalau Dai Fong mengeluhkan bagian perutnya yang sakit karena ditendang Gray, Gray sendiri mengernyitkan dahinya karena sekarang efek samping Sleipnir, Innocence berbentuk stigmata miliknya, mulai terasa. Kini kakinya terasa nyut-nyutan ditambah sensasi kesemutan dahsyat. Mungkin karena tubuhnya mematikan bola listrik di sekitar kakinya secara tiba-tiba.

"Dai Fong, aku mau..." Gray mengernyitkan dahinya sekali lagi sambi mendesah pelan. "...duduk, kumohon," pintanya.

Gray memerhatikan sekeliling arena pertarungan tadi, mencari-cari tempat duduk yang biasa. AH! Rupanya tempat duduknya kosong!

"Di sana, Dai Fong," ucapnya sambil menunjuk ke arah kursi di pojok ruangan.

Tunggu, ada satu hal yang belum direspon oleh Gray. Ternyata selama bertarung tadi Dai Fong belum mengeluarkan seluruh kemampuannya! Padahal Gray sudah sangat serius tadi. Gray lalu mengangguk-angkuk perlahan sambil berdeham. Dai Fong memang lawan yang menarik. Hoho, tidak rugi mengajak rekan Exorcist yang satu ini untuk berlatih.

"Woow, aku tak sabar menanti ronde selanjutnya!" ucap pemuda bermata heterochromia itu dengan semangat penug sambil mengepalkan tangannya dan mengangkatnya ke udara. Gray lalu tersenyum lebar pada temannya itu--walau hanya sebentar karena kakinya yang kesemutan itu agak mengganggunya. "Tapi sekarang istirahat dulu saja, hehe," ucapnya sambil terkekeh.
Back to top Go down
View user profile
Allan Amberglass



Posts: 23
Umur: 18
Pemilik: Suppi

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   24th January 2010, 18:07

Kuap.

Allan tengah menguap.

Bukan maksudnya ia menguap seperti air yang dipanaskan akan hilang. Ia tengah membuka mulutnya lebar-lebar dan membiarkan rasa kantuknya keluar. Ia lupa bagaimana bentuk kata itu yang benar, jadi ia biarkan saja. Insomnianya tetap menganggunya hingga saat ini, setelah setahun ia berada di Black Order. Baru saja ia menjadi disciple dari si Puny, Lea. Well, mungkin sekarang saatnya ia membuktikan pada gurunya itu apa yang didapatnya selama setahun ini. Dengan berlatih.

Black Chronicle diam dalam tangannya. Terkadang Allan melempar-lempar benda itu, lalu menangkapnya kembali sebelum ia masuk ke dalam ruang latihan, di mana dua orang yang cukup familiar berada di dalamnya. Exorcist senior. Keduanya nampak sedang beristirahat di pojokan, berdua. Apakah mereka baru saja menyelesaikan latihan mereka? Kalau begitu, Allan telat, dong?

"Selamat siang... Gray, Dai Fong," ujarnya memanggil nama belakang mereka, masih agak kikuk. "Baru selesai latihan? Atau baru mau mulai?" tanyanya sambil berjalan ke arah mereka.



OOC: Um, ini RP perdana. Sekedar pemberitahuan saja, anggap Allan sudah mengenal Gray dan Dai Fong. Allan sudah bergabung selama setahun di Black Order sebelum sekarang menjadi disciple. Kalau keberatan, silahkan PM atau IM saya.
Back to top Go down
View user profile http://joe021093.deviantart.com/
Eva Montini



Posts: 54
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   25th January 2010, 14:26

Cerulean memandang ke tembok-tembok dingin sepanjang koridor sementara bunyi hak sepatu beradu dengan ubin menggema di gendang telinganya. Wanita berusia 23 tahun yang mengaitkan tangkai parasol di lengannya tersebut berjalan perlahan, biru berputar di tengah putih tampak mencari-cari sesuatu... dan ia tak menemukan apa yang ia cari sedari tadi. Alih-alih mendapatkan siluet gadis berambut pirang pucat kedua kaki rampingnya malah membawanya ke koridor ruang latihan, ruangan yang tak pernah menjadi tempat favoritnya. Ruang itu kotor dan hanya membuat siapapun yang masuk ke sana menjadi dekil. Bukan penampilan favorit Eva Montini tentunya.

Berhenti sejenak sambil mendengus pelan, jemari kukunya yang berkilat menyisir helai rambut gingernya yang terurai bebas, berpendar kemerahan. Keraguan terlihat sekilas di paras Italianya. Kemungkinan gadis yang ia cari berada di sini --sesama Exorcist, ingat--namun tentu saja wanita itu enggan melangkahkan kakinya ke dalam, setidaknya sampai ia mendengar sayup suara beberapa orang yang familiar di telinga. Ekspresi kecut mampir sejenak sebelum akhirnya ia benar-benar memasuki ruang latihan itu dan menemukan sosok-sosok yang--lagi-lagi--familiar.

Tiga Exorcist di dalam tampak baru berlatih, kecuali satu yang terlihat masih segar. Apapun yang mereka lakukan Eva tak berminat untuk menanyakan detailnya.

"Buon pomeriggio Dai Fong, Gray, Allan."

Menyapa ketiga pemuda itu dengan bahasa Italia yang dibalut suara khas Eva. Iris cerulean Eva menatap mereka bergantian, sebuah senyuman ala kadarnya terpapar di wajah Eropa-nya. Setidaknya ia menunjukkan gelagat yang bersahabat, kan?

"Kalian melihat Estrella?"

Ya, langsung pada poin. Ia tak ingin berlama-lama disini.


Last edited by Eva Montini on 25th January 2010, 18:30; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Tek Dai Fong



Posts: 78
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Hard Cold Battle   25th January 2010, 18:05

Mau duduk. Sama, Dai Fong juga mau duduk. Siapa yang tidak mau, habis dihajar di sana-sini, pasti mau lah duduk, beristirahat sejenak. Masalahnya, sepertinya lawan tandingnya tadi tampak lebih bersemangat daripada dirinya sendiri untuk ronde berikutnya... yang membuat Dai Fong hanya bisa meringis sebagai balasan.

"Uh... yang penting kita istirahat dulu..." gumam Dai Fong sambil mengusap-usap perutnya sendiri. Rasanya mual. Mungkin kalau latihan selesai nanti, ia mau ke toilet untuk mengeluarkan isi perutnya, lalu mengisinya lagi dengan makanan yang--mudah-mudahan--lebih enak. Belum lama ia duduk, seorang Exorcist masuk ke dalam ruangan itu. Allan kalau tidak salah.

"Selamat siang... Gray, Dai Fong. Baru selesai latihan? Atau baru mau mulai?"

"Uh..." Pertanyaan yang tidak ia ketahui jawabannya. Apakah mereka sudah selesai? Tapi sepertinya baru saja mulai. "Um... Sedang istirahat setelah latihan?" jawabnya tidak yakin. Tak lama, masuk satu orang Exorcist lagi. Yang ini, Dai Fong cukup kenal karena sering terlihat bersama dengan Vio.

"Buon pomeriggio Dai Fong, Gray, Allan. Kalian melihat Estrella?"

Nah lo, yang ini malah mencari Estrella. Dai Fong langsung menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan itu. "Estrella mungkin di kamarnya, atau di ruang staf Research bersama kakaknya," jawabnya singkat. Ia sebenarnya ingin menawarkan wanita itu untuk ikut latih tanding juga, tapi... melihat kebiasaannya, mungkin Eva tidak mau.




OOT: Ryuuna, bukannya jam 2 masih siang ya? Buon pomeriggio (good afternoon) doms, bukan buona sera (good evening) XDDD *ditonjok*


Last edited by Tek Dai Fong on 25th January 2010, 19:17; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

[AMERICA] Hard Cold Battle

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 3Goto page : 1, 2, 3  Next

 Similar topics

-
» America and Russia~
» America or Canada
» Alfred F. Jones// United States of America
» October 2011 Battle
» Skypaw's Battle *Training

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Incomplete Tales-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums