| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | | [CENTRAL] Medical Check Up | |
| |
| Author | Message |
|---|
Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 07:44 | |
| Yah, sesuai rekuesan (beberapa) orang, saya bikin tret lagi nih
Timeline : sehari setelah RP Winter nap, pukul 10.00 pagi Tempat : Infirmari Keterangan : open, asal teratur ya, dan diharapkan bantuan dari staf medis lain *lirik Alexa*
Pagi ini cukup cerah. Markas Black Order yang suasananya agak sendu (?) itu jadi lebih ceria akibat diterangi cahaya matahari yang hangat. Tampak seorang gadis berambut pendek berjalan dengan semangat. Ya, Gabrielle van Rijn sedang menuju infirmari tempatnya bekerja. Di tangannya, terdapat beberapa kotak mungil berhiaskan pita.
Sesampainya di infirmari, Gaby langsung memakai jas labnya. Kemudian memberi salam sopan pada rekan rekannya.
"Ini, untuk menambah semangat bekerja," ucapnya lembut sambil menyerahkan kotak cokelat. Anak baik, anak baik.
'Hari ini akan ada kejadian apa ya?' batinnya. Kemudian gadis itu tersenyum lembut dan merapikan poninya sedikit. |
|  | | Shion R. Herleifursdóttir

Posts: 85 Umur: 16
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 16 y/o
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 11:02 | |
| Aneh..
Aneh, aneh, aneh, aneh!
Shion kesal! Arrghh! Menghela nafas sambil memijat kepalanya. Pusing. Jangan-jangan ia memang terkena demam? Wajahnya terasa panas. Apa karena kejadian kemarin ketika bertemu dengan partner kerjanya, Lioret Shirogane? Uh, merasa kesal bercampu aduk dengan perasaan bingung. Rasa aneh apa ini?
Sepertinya jika mengulas kembali kejadian dulu entah kenapa detak jantung Shion terasa berdebar lagi dan wajahnya kembali merona merah. Ah, apaan sih! Menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menampar pelan wajahnya sendiri. Tirai pirang yang merupakan mahkota kepalanya itu bergerak dengan halus sesuai pergerakan sang pemilik yang entah kenapa menjadi aneh.
"Mungkin sebaiknya aku pergi ke infirmary..sekadar mengecek"
Gumamnya yang lalu melangkahkan kakinya ringan ke arah ruang kesehatan itu.
.....
Uh, bau obat, Shion memang tidak terlalu suka datang ke tempat seperti ini, tapi apa boleh buat, dia tidak mungkin membiarkan keadaan aneh ini terus berlanjut kan? Jika bertemu lagi dengan Lio entah apa yang harus diperbuatnya. Masa merona merah lagi, memalukan, Shion tidak mau terlihat seperti pecundang. Tapi dia benar-benar bingung, rasa apa ini ya? Apa memang dia demam? Adakah seseorang yang bisa menjelaskan perasaan yang membuat resah sanubarinya saat ini?
"Permisi, nona Gabriella?"
Menyapa dengan tampang lugunya. Hal yang sudah biasa ia lakukan mengingat kepribadiannya seakan-akan terbagi menjadi dua sisi, sisi jahat dan sisi baik. Dan Shion bukan tipe yang suka mencari masalah lebih tepatnya tidak mau repot-repot membuat masalah dengan staff-staff yang lain, walau tidak usah ditanya lagi jika ia ditantang maka kau telah melakukan sesuatu yang salah dengan nyawamu sebagai bayarannya.
"Saya..merasa tidak enak dari kemarin, apa memang..saya terkena demam?"
Bertanya dengan takut-takut. Semoga saja jawabannya iya sehingga ia tidak perlu pusing lagi dengan jawaban yang belum diperolehnya sampai sekarang ini. Kalau jawabannya tidak? Mungkin ia sendiri terpaksa harus bertanya langsung pada Lio apa yang terjadi padanya saat ini. Bah, mustahil, membayangkan akan bertemu dengan orang itu saja tiba-tiba rona merah di wajahnya mulai terlihat kembali.
Menyadari disitu ada staff-staff medis yang lain termasuk Gabriella, Shion tidak ingin dianggap agak bermasalah otaknya sehingga kelakuan anehnya barusan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi ia hapuskan dengan senyum polosnya, setidaknya mengurangi kecurigaan.
OOC: Saya datang sesuai janji Gaby-san XD, maaf YM saya kemarin bermasalah. Oh ya jawab saja Shion tidak sakit supaya dia makin bingung ya? Ntar jadi curhat kali?=)) |
|  | | A. Růžena Mlynarikova

Posts: 120 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 20
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 12:12 | |
| Allegra berjalan dengan tergesa-gesa di sepanjang lorong menuju ke ruangan medis. Terdengar suara gerutuan dan dia mencak-mencak sendiri di sepanjang perjalanan. Dan penyebab moodnya yang buruk itu tak lain dan tak bukan adalah...
"Gyaaah gataaal!!" gadis muda itu menggaruk-garuk totol totol merah yang mulai bermunculan di sekitar lehernya. Totol-totol yang jelek dan gatal terlihat jelas di kulitnya yang pucat seperti layaknya kulit seorang keturunan Eropa.
Dia membenarkan kaitan syal bulu angsa hitam di lehernya, memastikan benda situ akan menghalangi pandangan orang lain dari lehernya. Di dalam hatinya dia misuh-misuh tak karuan, menyalahkan orang-orang dapur yang memasukkan salmon ke dalam adonan makanan dengan begitu rapi sampai-sampai gadis ini tak mendeteksi bahaya yang terkandung di dalamnya.
Gatal-gatal dan ketidaknyamanan yang dia rasakan di daerah lehernya membuat emosinya mendidih, mungkin saja dia menghancurkan benda apapun yang menghambat perjalanannya ke ruang medis karena setiap berada dalam keadaan ini dia tak pernah berpikir panjang.
Akhirnya Allegra sampai di ruangan medis, infirmary tepatnya. Pintu itu dia buka dengan sedikit membanting karena tergesa-gesa, daun pintunya membentur pintu, tampaknya gadis ini tidak sengaja mengeluarkan sedikit kemampuan fisiknya, kenop pintu itu miring, engselnya bergeser dengan sukses. Namun begitu dia melihat pemandangan di depannya dia mendengus sebal. Sudah ada orang yang mendahuluinya untuk mendapatkan perawatan darurat. Ah semoga apapun yang mereka lakukan tidak berlangsung lama karena gatal-gatalnya semakin menjalar sampai ke wajahnya. Erangan penuh penderitaan keluar dari bibir gadis itu. Tolong cepatlah, tak ada yang menjamin bahwa gadis itu akan menjaga perilakunya yang destruktif kan? |
|  | | Alexandra R. Smirnova

Posts: 18 Pemilik: Nikolai Mikhailov
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 35 tahun
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 19:31 | |
| Alexa disummon pake coklat *plak*
Sejenak menyelipkan batangan cacao itu lagi di dalam saku jas putihnya sembari bersenandung riang setelah menghabiskan beberapa batang di luar ruangan. Kini keletakan bunyi sepatu high heels hitamnya kembali menggema di sepanjang koridor menuju infirmari. Kembali bekerja setelah istirahat sejenak.
Baru saja akan membuka pintu ruangan itu, tiba-tiba terdengar bunyi derap langkah lain yang lebih bersemangat, menggebu-gebu dan~ sebuah bantingan di pintu oleh seorang wanita exorcist.
"Waw..." hanya gumaman pelan ketika melihat kenop pintu yang miring dan engsel yang bergeser dari tempatnya. Selain bermasalah dengan fisik, sepertinya nona yang satu ini bermasalah juga dengan psikisnya. "Ehm, ada yang bisa dibantu, Nona?" tanyanya dari belakang Allegra, sempat menyadari kalau gerak-gerik wanita ini menandakan bahwa ia tengah merasa gatal. Mungkin alergi?
Lalu menerawang ke dalam ruangan itu, ada satu pasien lagi dan Gaby serta perawat lain di sana. Ah, ia mungkin bisa membereskan yang itu sementara Alexa membereskan yang satu ini. "Silakan ikut ke sini," lalu menarik Allegra dengan lembut ke sisi kasur yang lainnya, menepuk-nepuk benda empuk itu, menyuruhnya untuk duduk tenang sembari menyiapkan stetoskopnya. |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 20:13 | |
| Tak lama setelah ia masuk infirmari, langsung ada yang meminta dicheck up. Hmm, untunglah ia segera datang ke infirmari tadi.
"Silakan duduk nona. Saya akan periksa suhu tubuh anda dulu," ucapnya ramah pada Shion sambil tersenyum, " Panggil saja saya Gaby, nona."
BRAK!! Setelah memasangkan termometer pada Shion, langsung terdengar suara bantingan pintu yang mengagetkan seisi infirmari. Muncul sesosok exorcist lainnya, nona Allegra, dengan bintik bintik kemerahan seperti gejala alergi. Rekannya, Alexa Smirnova langsung memeriksanya di tempat tidur lainnya.
Hmm, setelah mengambil kembali termometernya, dilihatnya air raksa pengukur suhu tubuh itu.
"Suhunya normal, nona Shion. Anda tidak terkena demam," ucapnya lembut.
Setelah mengukur detak jantung Shion, gadis Belanda itu semakin yakin Shion tidak terkena penyakit lain, walaupun jantung exorcist itu berdebar kencang.
"Apa mungkin ada keluhan lain, nona? Ada sesuatu yang membuatmu kaget, atau merasakan luapan emosi mungkin?" tanyanya perlahan sembari meletakkan kembali perkakas dokternya. Gabrielle hanya tersenyum menanti jawaban Shion. |
|  | | A. Růžena Mlynarikova

Posts: 120 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 20
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 20:25 | |
|
Suara decak kagum terdengar dari baliknya. Ah untunglah, Allegra bernafas lega begitu melihat seorang staff masuk ke dalam infirmary. Dengan reflek dia meloncat ke sosok ibu-ibu keibuan tersebut.
"Po-pomôcť !" satu kata Slovakia yang berarti 'tolong' itu termuntah dari bibirnya dengan spontan.
| Quote: | | "Silakan ikut ke sini," lalu menarik Allegra dengan lembut ke sisi kasur yang lainnya, menepuk-nepuk benda empuk itu, menyuruhnya untuk duduk tenang sembari menyiapkan stetoskopnya. |
Allegra menurut, ya dia akan benar-benar menurut untuk medapatkan seoles salep atau pil apapun itu untuk mengurangi siksaan gatal-gatal ini. Gadis itu melirik sekelilingnya, tatapannya tidak nyaman. Dia menghela nafas dengan berat sambil melepas syal bulu angsa yang tersemat di lehernya dan memperlihatkan kulit yang kemerahan dan radang.
"Aku alergi ikan laut..." ujarnya pelan dan lemah. Matanya yang berwarna biru memandang Alexandra dengan ratapan yang seolah mengatakan 'Selamatkan aku!'. |
|  | | Alexandra R. Smirnova

Posts: 18 Pemilik: Nikolai Mikhailov
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 35 tahun
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 20:44 | |
| "Po-pomôcť !"
Apa? Ah... apapun itu, Alexa tidak menguasai bahasa lain selain Inggris, Perancis dan Rusia. Jadi jangan salahkan kalau ia hanya tersenyum miris berusaha menenangkan sang pasien.
Oke, pasien ini mengalami gangguan dengan kulit atau yah semacam itu sepertinya. Ia bahkan ragu ketika melepaskan syal yang tersemat rapi menutupi lehernya. Alexa berpikir kembali, mungkin pasien ini membutuhkan privasi? Kemudian ia menarik tirai yang kemudian menyelubungi tempat itu menjadi sebuah ruangan kecil.
"Aku alergi ikan laut..."
"Oh, alergi?" berucap sebentar lalu memerhatikan bercak merah di sekitar leher itu. "Maaf permisi," ucapnya lagi sebelum mengarahkan tangan dinginnya ke kulit yang dipenuhi bercak merah tersebut. Mengangguk-angguk lalu melepaskan tangannya.
"Kulit Anda hanya meradang, mungkin terasa gatal benar?" bertanya untuk memastikannya. Kemudian merogoh ke dalam sebuah laci di mana ia biasa meletakan peralatan obat di sana. "Tidak perlu khawatir, kalau alergi ya memang biasanya begitu," berkata-kata lagi untuk menenangkan sang pasien sambil mencari-cari obatnya.
Akhirnya menemukan sebotol kecil kapsul berwarna putih. Memberikannya pada Allegra untuk obat. "Ini kapsul pembersih darah, dimakan rutin 3 kali sehari. Dengan begitu dalam 2 atau 3 hari alergi Anda bisa sembuh. Dan... tetap perhatikan kesehatan Anda." Menyelesaikan kalimatnya. Ternyata hanya alergi makanan biasa, yah yang seperti itu memang bisa membuat orang gila sampai merusak pintu. |
|  | | A. Růžena Mlynarikova

Posts: 120 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 20
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 21:05 | |
| Awh,
Allegra mengerang pelan saat Alexandra menyentuh bagian kulitnya yang gatal, sensasi yang menggelitik sekaligus nyeri dan risih. Gadis itu bergidik sedikit tatapannya masih memperhatikan wanita di depannya. | Quote: | "Kulit Anda hanya meradang, mungkin terasa gatal benar?" bertanya untuk memastikannya. Kemudian merogoh ke dalam sebuah laci di mana ia biasa meletakan peralatan obat di sana. "Tidak perlu khawatir, kalau alergi ya memang biasanya begitu," berkata-kata lagi untuk menenangkan sang pasien sambil mencari-cari obatnya.
Akhirnya menemukan sebotol kecil kapsul berwarna putih. Memberikannya pada Allegra untuk obat. "Ini kapsul pembersih darah, dimakan rutin 3 kali sehari. Dengan begitu dalam 2 atau 3 hari alergi Anda bisa sembuh. Dan... tetap perhatikan kesehatan Anda." Menyelesaikan kalimatnya. Ternyata hanya alergi makanan biasa, yah yang seperti itu memang bisa membuat orang gila sampai merusak pintu. |
Perubahan ekspresi yang begitu kentara terlihat pada Allegra, wajahnya mencerah dan sebuah senyuman terbentuk di sudut-sudut bibirnya yang berwarna peach. "Ahh terimakasih Nona.. benda ini akan sangat membantuku!" dia mengambil toples kecil yang mewadahi kapsul-kapsul itu. Mendekapnya erat seolah-olah itu adalah hartanya yang tak tergantikan.
"Terimakasih sekali lagi" Allegra berdiri sambil merapikan ikatan syalnya. Memang dia belum meminum satupun kapsul anti alergi itu namun efek psikologisnya telah terasa, tingkah lakunya menjadi tenang tak seperti tadi saat dia menerobos masuk ruangan dan... Allegra melirik ke pintu dan kenop yang terkulai lemas di sana. Semburat merah mewarnai wajahnya.
"Ah ma-maaf, sepertinya aku kurang kendali. Aku akan memperbaikinya begitu kembali lagi kesini" Ah tentu saja bukan dia yang akan memperbaikinya, dia hanya akan meminta salah satu staff yang mengurusi hal-hal semacam itu, dan dia selalu berhasil 'mengajak' siapapun itu. Semuanya berkat innocencenya...
Kakinya yang lincah berjalan keluar ruangan dengan cepat, mungkin dia akan kembali secepatnya dengan pertolongan?.
Last edited by A. Růžena Mlynarikova on 27th September 2009, 07:51; edited 1 time in total |
|  | | Shion R. Herleifursdóttir

Posts: 85 Umur: 16
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 16 y/o
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 21:09 | |
| BRAK!
Aduh berisik sekali sih. Shion menoleh, melihat sosok seorang gadis yang tidak lain dan tidak bukan adalah Allegra, perempuan berjabatan disciple sama sepertinya yang Shion dengar mempunyai tenaga agak lebih daripada manusia pada umumnya. Dan seperti biasa, entah kenapa dia terlihat sangat terburu-buru seperti dikejar hantu sampai pintu yang dia buka hancur seperti itu.
Beralih ke gadis di hadapannya yang terlihat baik dan halus, berbeda sekali dengan pemandangan barusan yang ia lihat. Kalau dilihat-lihat kelembutan Gaby sama halnya seperti Alexa yang terasa lebih keibuan, apa memang semua staff infirmary itu orangnya bertipekan seperti itu ya? Kali ini mendengar staff infirmary bermargakan Rij itu untuk menyuruhnya duduk. Shion pun hanya mengangguk pelan dan menurut saja, suatu hal yang patut dibanggakan mengingat sifat Shion yang pemberontak sejati itu.
"Ah kalau begitu Gaby juga panggil saja saya Shion"
Tidak mau kalah Shion juga mematrikan seulas sabit kecil di wajahnya, sabit kecil dengan unsur lugu dan polos, seperti anak kecil, suatu kebiasaan khasnya. Nah, sekarang bukan masalah itu yang perlu diurusi, berikutnya nona staff itu akan melakukan pemeriksaan, dan Shion harap hasilnya adalah sesuai dengan apa yang ia inginkan. Ayolah jangan membuat Shion semakin bingung lagi.
Dan ternyata Dewa Zeus tidak mengabulkan permohonannya.
"Hah? Benarkah? Benar-benar tidak ada masalah pada tubuh saya seperti demam atau sebagainya? Kepala saya terasa agak pusing lho?"
Bersikeras menganggap hasil pemeriksaan barusan hanyalah seperti pemeriksaan yang salah, padahal terang-terang Shion sendiri juga melihat air raksa termometer tersebut menunjukkan bahwa Shion berada dalam kondisi suhu panas manusia pada umumnya. Bahkan detak jantungnya juga sudah diperiksa dan hasilnya benar-benar tidak ada keanehan pada tubuh Shion.
Pertanyaan demi pertanyaan yang membingungkannya kembali muncul di benaknya, masih sibuk dengan alam pikirannya sendiri ketika tiba-tiba saja Gaby bertanya apakah Shion mempunyai keluhan lain seperti sesuatu..yang membuat kaget atau luapan emosi? Itu dia! Sepertinya itu alasan utama mengapa tubuh Shion menjadi terasa aneh. Jadi benar gara-gara Lioret jelek itu! Ah, kalau ketemu biar Shion hajar saja ia sekalian!
"Ah ya, sebenarnya kemarin saya.."
Terdiam. Apa memang dia harus mengatakannya pada Gaby? Tapi siapa tahu Gaby mempunyai jawaban kunci yang membuatnya terus-menerus berpikir sampai otaknya terasa mendidik karenanya.
"Apa memang tubuh orang bisa menjadi aneh setelah mendapat ciuman pertama?"
Tanyanya polos menelengkan kepalanya ke arah kiri. Tidak secara terus terang mengatakan kalau dia telah mendapat sebuah kecelekaan yang berujung pada tercurinya ciuman pertama miliknya, jadi lebih baik ia merancang sebuah kalimat seolah-olah bukan hanya dia sendiri yang mengalami hal tersebut. Semoga tidak ketahuan oleh Gaby, lain halnya jika Gaby adalah seorang yang sensitif dan dapat langsung mengetahui maksud di balik kata-kata Shion barusan.
OOC:@Gaby: langsung tahu maksud Shion juga ndak papa kok XD |
|  | | Alexandra R. Smirnova

Posts: 18 Pemilik: Nikolai Mikhailov
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 35 tahun
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 26th September 2009, 21:46 | |
| "Ah ma-maaf, sepertinya aku kurang kendali. Aku akan memperbaikinya begitu kembali lagi kesini"
Eh~! Terburu-buru juga nampaknya nona exorcist satu itu. Bukannya tadi Alexa bilang untuk menjaga kesehatannya, karena walaupun hanya alergi dan sudah ada obatnya, tetap saja keadaan orang sakit itu labil. Bisa-bisa kalau tidak menjaga kesehatan ia bisa terkena demam. Ah, Alexa lupa mengatakan itu.
"Waah... dia sudah pergi," hanya bergumam pelan sembari melirik sebuah meja di mana sebuah kotak coklat berada. Daripada mengurusi pasiennya Alexa lebih memilih untuk mengurusi kegemarannya memakan coklat.
... "Hm, Gaby boleh kuminta coklatnya?" melirik si pembawa coklat tersebut. Memang akhir-akhir ini orang-orang di infirmari selalu menyediakan coklat untuk menarik Alexa yang lebih suka mangkir di luar ruangan agar kembali ke tempat itu.
Tanpa izin dari pemiliknya ia kemudian mengambil satu dari coklat-coklat tersebut sembari melirik Gaby yang tengah memeriksa pasien satunya. Seorang nona exorcist juga rupanya. Wanita single parents ini hanya berdiri di samping meja sembari membuka bungkusan coklatnya, tidak memindahkan mata dari kedua gadis yang tengah bercengkrama itu.
Sejenak mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan... dan, "Apa memang tubuh orang bisa menjadi aneh setelah mendapat ciuman pertama?"
... "Uhuk... huk..." tersedak sendiri begitu mendengar kata 'ciuman'. Oh ya ampun... anak-anak jaman sekarang bahkan sudah melakukan hal seperti itu di umur semuda ini. Menggeleng pelan, memikirkan hal lain. Jangan... jangan dengan si tuan kelinci itu lagi. |
|  | | Benjamin Baptiste

Posts: 102 Umur: 18 Pemilik: Woof
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Eropa Umur: 17
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 28th September 2009, 21:13 | |
| Distorsi dimensi memang benar-benar berdampak buruk bagi Benjamin. Apalagi di musim yang paling tidak disukai Benjamin ini. Musim dingin. Dia memang selalu membawa Robe de Cérémonie, tapi kain jubah yang cukup tipis itu sama sekali tidak memberikan kehangatan apa-apa meskipun Benjamin sudah meringkuk dan melapisi tubuhnya dengan jubahnya beberapa lapis.
Dan untuk membuat semuanya lebih buruk lagi, Benjamin mengaktifkan Robe de Cérémonie dengan harapan bisa mendapatkan kehangatan tambahan ketika menggunakan S'évanouir. Tentunya itu adalah sebuah ide yang super bodoh melihat keadaannya sekarang. Alih-alih mendapatkan kehangatan ekstra, jubah yang berat karena udara dingin itu malah mengubur Benjamin di hamparan salju yang membuat suhu udara di sekitarnya semakin dingin.
Kulitnya sekarang telah memucat dan keringat dingin membasahi tubuhnya ketika dia telah keluar dari dalam jubah Innocence-nya yang tidak berguna menghadapi udara dingin yang tidak pernah menjadi hal yang biasa bagi Benjamin yang biasa hidup di daerah Prancis yang hangat.
Sambil menyeret kakinya yang terasa berat ke ruang infirmari, mata amber Benjamin tidak berpaling dari pintu berkenop miring yang tergantung seperti orang sakit. Seorang Exorcist berambut pirang berjalan keluar dengan cepat. Sebenarnya Benjamin ingin membiarkan Exorcist yang kelihatannya lebih tua darinya itu untuk berlalu, tetapi dia ingin tahu apa yang terjadi kepada pintu itu. Dihampirinya Exorcist itu, lalu disapanya datar.
"Hei. Ada apa dengan pintu itu?" Benjamin bertanya langsung sambil mengusap keringat dingin yang terus muncul membasahi dahi Benjamin. Tidak perlu embel-embel lainnya karena sepertinya matanya mulai pening sekarang. |
|  | | Alexandra R. Smirnova

Posts: 18 Pemilik: Nikolai Mikhailov
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 35 tahun
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 28th September 2009, 21:51 | |
| Alexa hanya menggeleng pelan berusaha menghalau kalimat dari mulut para gadis itu masuk ke telinganya. Ah sadarlah dear kau bukan anak gadis yang baru kemarin jatuh cinta, ingat anakmu... ah ya, Anna sayang pasti sedang belajar menjadi gadis hebat di Perancis sana.
Cepat-cepat ia menghabiskan coklatnya dan membuang bungkusannya setelah itu mencuci tangan. Kebiasaan para petugas medis untuk tahu yang namanya kebersihan. Kemudian matanya melirik ke arah pintu, oke, rusak... setelah ini ia harus memanggil tukang kayu atau siapapun untuk memperbaikinya.
"Hei. Ada apa dengan pintu itu?"
Seorang, bocah? Tiba-tiba saja menongolkan dirinya dari balik pintu rusak itu. Oh Dear God untunglah ada pasien lagi (mungkin) sehingga dirinya tidak perlu mendengarkan obrolan para gadis muda itu lagi.
Ia lalu berusaha menyibukan diri, mendatangi bocah exorcist ini dan bertanya seperti biasa, "Ada yang bisa dibantu?" lalu melirik pintunya. "Ah sudahlah biarkan pintu itu. Wajahmu terlihat pucat, bisa masuk dan duduk sebentar?" menawarkan diri untuk mengecek keadaan bocah ini.
Sambil menuntunnya masuk kemudian Alexa teringat sesuatu, "Ah! Nona Exorcist yang tadi... aku lupa menanyakan namanya," ucapnya sambil menepuk dahi lalu kembali melihat sang pintu. Tadi dia bilang akan kembali, semoga saja kembali. |
|  | | Gabrielle van Rijn

Posts: 115 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 18
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 29th September 2009, 12:51 | |
| "Apa memang tubuh orang bisa menjadi aneh setelah mendapat ciuman pertama?"
Mendengar exorcist yang lebih muda darinya itu, Gaby menjadi sedikit kaget. Buss, mukanya menjadi merah. Entah apa yang dipikirkan section staf ini, tapi mukanya merah seperti tomat.
"A-a-apa? Ci..ciuman pertama?" tanyanya sekali lagi dengan suara yang bergetar. Bagaimana mau menjawab, berciuman saja Gaby belum pernah. Disentuh sembarangan saja sudah pingsan, apalagi berciuman?
Fuuh, Gaby menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Mukanya yang asalnya merah seperti tomat itu sudah kembali menjadi normal. Raut mukanya pun kembali menjadi biasa. Gadis Belanda ini memang cukup ahli dalam mengendalikan dirinya saat bekerja. Menjadi dokter yang profesional, sepertinya mendengar hal-hal macam tadi adalah hal yang cukup umum.
"Hmm, apa Shion menyukai lelaki itu?" tanyanya setengah bercanda, tanpa maksud apa-apa. Sepertinya saat ini akan menjadi sesi curhat bagi gadis exorcist itu, dan Gaby akan mendengarkannya sepenuh hati. Siapa tahu saja pengalaman Shion bisa jadi pelajaran untuknya. |
|  | | Benjamin Baptiste

Posts: 102 Umur: 18 Pemilik: Woof
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Eropa Umur: 17
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 30th September 2009, 03:46 | |
| "Ada yang bisa dibantu?"
Ternyata ada perawat yang sedang nganggur - atau sigap dalam melayani orang lain - sehingga dia sudah muncul di muka pintu tak lama setelah Benjamin menanyakan keadaan pintu yang terlihat sakit itu.
"Ah, sudahlah, biarkan pintu itu. Wajahmu terlihat pucat, bisa masuk dan duduk sebentar?"
"Err, baiklah," Benjamin menurut dan duduk di tempat yang tersedia. Matanya mengobservasi ruangan itu dan melihat dua orang gadis yang kelihatannya sebaya dengannya sedang berbincang-bincang. Benjamin kembali mengalihkan perhatiannya kepada Alexa dan menjelaskan gejala-gejalanya - yang kembali terasa ketika dia mencoba mendeskripsikannya secara lisan.
"Aku... sepertinya mengalami sedikit delusi. Indera penglihatanku tidak bekerja dengan baik dan keringat dingin... keluar terus menerus. Sejauh ini itu saja." Benjamin menyerah mendeskripsikan lebih lanjut karena kepalanya mulai pening.
"Yea, mungkin aku akan berbaring sebentar di dipan," kata Benjamin lagi yang mulai tidak yakin apakah dia bisa sampai di dipan dengan selamat tanpa menjatuhkan apapun - termasuk dirinya sendiri. |
|  | | Shion R. Herleifursdóttir

Posts: 85 Umur: 16
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Eropa Umur: 16 y/o
 | Subject: Re: [CENTRAL] Medical Check Up 30th September 2009, 15:13 | |
| Seorang exorcist, lagi. Iris aquamarine Shion menangkap sosok tubuh seorang pemuda yang melangkahkan akinya masuk ke dalam setelah sebelumnya sempat mengamati keadaan pintu yang rusak berat akibat perempuan exorcist bertenaga baja itu. Dan dengan sigap Alexa langsung saja melayani pasien selanjutnya setelah Shion mendengar kerongkongannya yang sempat tersedak ketika sedang mengkonsumsi makanan berlemak dan berwarna coklat itu tadi. Entah karena alasan apa.. Jangan-jangan Alexa mendengar kalimat pertanyaan yang baru saja Shion lontarkan barusan? Ah semasa bodoh, lagipula walau tahu pun bukan berarti bisa diartikan Shion sendiri yang mengalaminya kan? Bisa saja orang lain, yang tidak sengaja bercuhat ria pada Shion mengenai hal memusingkan macam percintaan, yang asal kau tahu saja, Shion bukan orang yang tepat untuk dijadikan landasan peristirahatan perasaan seperti itu mengingat dia hanya akan tersenyum tidak mengerti dengan lugunya dan tidak akan bermaksud menolong permasalahan orang yang bercerita tersebut. Urusanmu ya urusanmu, berusahalah memakai otakmu sendiri terlebih dahulu sebelum meminta bantuan orang lain Dan sekarang..kembali lagi pada nona staff infirmary di hadapannya sekarang yang mungkin dapat mengatasi permasalahan yang sedari kemarin membuat Shion merasa aneh. Hu-uh, padahal bukan tipe Shion untuk susah payah memikirkan sesuatu yang tidak berguna seperti itu. Apa boleh buat, kejadian kemarin memang benar-benar yang pertama dan Shion sama sekali belum diberitahu oleh Gelvane Mestre mengenai hal tersebut. "Ya, ciuman pertama, kenapa? Apa Gaby juga pernah mengalaminya?" Tanya Shion polos yang hanya dapat menelengkan kepalanya bingung melihat wajah memerah Gaby. Menduga seperti itu karena ketika pertama kali mendapat 'sesuatu' itu, wajah Shion juga senada dengan wajah Gaby saat ini. Oh, menatap sang sosok wanita yang sepertinya lebih tua beberapa tahun darinya itu mulai dapat mengendalikan kembali emosinya, hmm, lumayan untuk ukuran seorang sepertinya. Dan balik bertanya apakah Shion menyukai lelaki itu, itu? Siapa? Hanya dapat terdiam, berusaha memproses kalimat yang tidak ia mengerti itu di benaknya. "Hah?! Bagaimana bisa aku menyukai orang seperti Li..uph!" Hampir keceplosan. Menutup bibirnya dengan kedua tangan. Posisi Shion kali ini adalah berdiri karena terkejut mendengar kalimat candaan Gaby yang benar-benar tidak sesuai dengan waktu dan tempatnya. Menyadari hampir saja ia membocorkan rahasia memalukan paling terbesarnya Shion kembali menenangkan diri, tenanglah, kau bukan kau yang dulu lagi Shion! Dan kembali mendudukkan tubuhnya di kursi di hadapan Gaby. "Maksud Gaby? Shion tidak mengerti, yang mengalami ini sebenarnya bukan Shion sendiri lho?" Memasang tampang lugu seolah-olah hal yang dikatannya adalah sungguhan. Setidaknya yang pertama harus dilakukannya adalah mengorek informasi sebanyak-banyaknya mengenai perasaan ganjil ini agar kunci jawaban bisa ia dapatkan. |
|  | | | | [CENTRAL] Medical Check Up | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|