Melihat sosok Andrei Morozov yang berlari dengan ceria (benarkah ini kata yang tepat untuk mendeskripsikannya?) dari lokasi, Hakizi makin merasa cabangnya mengandung orang-orang yang bersemangat. Itu bagus. Mata coklat tuanya berpaling ke Ciel, yang tampaknya bertanya-tanya akan isi botol pemberian sang Finder asal Rusia. Mendengar gumamannya, ia membalas dalam suara yang kurang lebih bervolume sama, "Saya rasa itu madu, Tuan Michaelis."
Supervisor itu bersyukur sahabatnya masih mampu mencairkan suasana setelah insiden agak membingungkan tadi, mengajak yang tersisa di lokasi--dirinya, Ciel, dan Kaya--untuk menemaninya menikmati teh siang itu. Memberikan senyuman miniskul, pria Mesir itu mengangguk pelan. "Mari. Kalian turut serta, Nona Berrin, Tuan Michaelis?" Sekadar konfirmasi.
_________________
"Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice.
number02: the L O V E R S - part 2