| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Tsholofelo N. Berkant

Posts: 14 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 45
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 7th October 2009, 18:14 | |
| Felo berjalan jalan sekeliling markas Black Order di Turki itu. Apa sebabnya? Ya, hanya memberitahu mereka yang sulit makan bahwa makan siang sudah siap. Terutama untuk anak angkatnya Ciel Michaelis. Tapi ke mana kah gerangan pemuda berparas cantik itu? Yap, sekarang tujuan utama Felo adalah untuk mencari anak itu. Kadang dia suka lupa makan.
Hei, ada apa dengan kerumunan orang di lorong itu? Seperti segerombolan semut mengerubungi gula. Bahkan tampak para petinggi seperti Tuan Rajeev, Tuan Hakizi, dan para General. Ada apa sih sebenarnya?
...yah, daripada bertanya-tanya dalam hati begini, kenapa tidak mendatangi mereka saja?
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Makanan sudah siap di kafetaria. Jangan lupa makan!" ucapnya ramah dengan senyum keibuan.
Ah! Rupanya anak itu ada di tengah tengah kumpulan ini, apa jangan jangan Ciel yang menjadi pusat masalah?
"Ciel, ada apa?" tanyanya cemas.
OOT : susah juga pake Felo.. Haha..*plak* |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 7th October 2009, 18:28 | |
| "DEMI JANGGUT FIRAUN!! Si manis ini pria?!"
"Iya," jawabnya dengan singkat, padat dan jelas. Memang itu kenyataannya. Tampaknya, bukan hanya Andrei yang sulit mencerna kenyataan, karena Rajeev justru memiliki respon yang bisa dibilang lebih ekstrem: penyangkalan. Lelaki India itu tertawa geli, mengibaskan tangannya di hadapan Hakizi yang hanya mengedipkan mata.
"Kau ini aneh ya, Hakizi. Masa' Nona Michaelis kau panggil 'Tuan'? 'Nona', kali?"
Kali ini, Hakizi mengangkat alis. "Tidak," jawabnya dengan sama singkat, padat dan jelas. "Kau tidak membaca biodata bawahan baru section pimpinanmu sendiri, Rajeev?" Ya, jika lelaki asal Kerala itu belum siap menerima fakta, Hakizi cukup meminta Ciel untuk menjawab pertanyaan itu sendiri.
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Makanan sudah siap di kafetaria. Jangan lupa makan!" Muncullah seorang staf dari dapur. Ah, ya memang ia hendak makan siang seusai pekerjaan, sebelum menemukan kerumunan ini. Ia mencoba memberikan senyuman ramah pada Tsholofelo. "Terima kasih atas pemberitahuannya, Nyonya Berkant."
Wanita keibuan itu mendatangi Ciel dengan tatapan penuh kecemasan. Ah, Hakizi harap tidak terjadi apa-apa terhadap staf baru itu selama dirinya tidak ada tadi. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | M. Kaya Berrin Vatican Central

Posts: 74 Umur: 18 Pemilik: Male
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 8th October 2009, 01:05 | |
| "Ohh, Nona Kaya, baru pulang dari misi? Tidak, saya tidak merasa berat sama sekali... Toh, merupakan sebuah kewajiban bagi pria untuk selalu membantu wanita," Rajeev menjawab pertanyaan Kaya barusan. Kaya hanya tersenyum kecil melihat sikap gentleman yang berusaha ditonjolkan Rajeev.
"Hmm, kau baik sekali, Rajeev. Mungkin aku bisa meminta bantuan untuk membawakan barang-barangku lain kali?" canda Kaya sambil menyikut Rajeev.
"Oh, hai, Nona Kaya! Mau ikut minum teh? Section Leader yang mengajak," Andrei balas mengajak sambil tersenyum lebar.
"Wow, terima kasih, Andrei. Kebetulan aku juga belum makan siang," jawab Kaya sambil berpaling kepada Andrei. Ah, rasanya Kaya ingin mencubit kedua pipi Andrei karena gemas sehingga senyumnya semakin melar, tetapi tidak dilakukannya melihat Andrei memanggilnya dengan benar.
Dan sepertinya kelompok kecil itu tidak berhenti bertambah jumlahnya karena seorang Supervisor dengan rambut kehitaman ikut bergabung tak lama kemudian dan mulai menyapa bawahan-bawahannya. Rajeev, Ethan, Morozov, dan... Berrin. Jendral Berrin.
Kaya tersenyum kepada sang Supervisor yang sepertinya hafal dengan semua nama anggota Cabang Afrika-Timur Tengah, dan cara memanggil nama mereka dengan benar.
"Ya, saya sendiri, Supervisor," Kaya merespon di balik senyumnya.
"dan, selamat datang, Tuan Michaelis. Anda tidak apa-apa?" sang Supervisor menyelesaikan sapaannya.
"Tuan... eh?? DEMI JANGGUT FIRAUN!! Si manis ini pria?!" Andrei berteriak kaget.
"Iya," Hakizi sang Supervisor membalas singkat
"Kau ini aneh, ya, Hakizi. Masak Nona Michaelis kau panggil 'Tuan'? 'Nona', kali?" Rajeev mengekor cepat sambil mengibaskan satu tangannya seolah-olah Hakizi sedang becanda.
"Tidak. Kau tidak membaca biodata bawahan baru section pimpinanmu sendiri, Rajeev?" Hakizi menuding Rajeev dan Kaya pun jadi tertarik untuk memperhatikan Tuan Michaelis yang sedang dibicarakan ini.
Oke, wajahnya terlihat muda, berambut panjang, dan berbadan ramping. Sedikit lebih pendek dibandingkan denganku, dan memakai anting-anting. Jelas mirip perempuan tapi... Hakizi jelas tidak salah, Kaya menyimpulkan dengan cepat lalu berdeham untuk menyamarkan cekikikannya karena Andrei dan Rajeev sepertinya sudah salah duga.
"Err, mungkin ini pelajaran untukmu, Rajeev," gumam Kaya sambil berdeham sekali lagi, masih dengan alasan yang sama.
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Makanan sudah siap di kafetaria. Jangan lupa makan!" seorang staff lainnya - mungkin dari bagian dapur - ikut bergabung sekarang.
Hakizi merespon wanita berkulit gelap itu - yang bernama Berkant - yang mendekati Ciel - Tuan Michaelis - dan menanyakan apa yang terjadi.
"Tidak ada apa-apa, kok, Nyonya Berkant-" eh, begitu, kan, cara memanggil wanita ini? "-hanya... kesalahpahaman saja, mungkin," Kaya menjawab. Mungkin dia akan dicap lancang, tetapi dia sudah tidak tahan untuk tidak berbicara. Sepertinya akan lebih menarik apabila dia bergabung dari awal. |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 8th October 2009, 18:22 | |
| OOT: Ketinggalan jauh~
--------------------------------------------------------
"--dan, selamat datang, Tuan Michaelis. Anda tidak apa-apa?"
Wajah Ethan mendadak pucat pasi. Ya, ampun, yang barusan itu adalah..pria! Mein Gott! PRIA!! Tak peduli seberapa gagahnya ia dalam balutan jas bangsawannya, ia tetap seorang pria, dan pria tidak mencium tangan sesama pria, tidak di Liechtenstein pada zaman semodern abad ke-19 ini! Pengendalian diri Ethan, tentu saja, masih bagus, dan ia tetap berusaha menenangkan diri selama orang-orang meributkan kejanggalan itu.
"Tuan... eh?? DEMI JANGGUT FIRAUN!! Si manis ini pria?!"
"Iya,"
"Kau ini aneh, ya, Hakizi. Masak Nona Michaelis kau panggil 'Tuan'? 'Nona', kali?"
"Tidak. Kau tidak membaca biodata bawahan baru section pimpinanmu sendiri, Rajeev?"
"Err, mungkin ini pelajaran untukmu, Rajeev,"
Ya, terlepas dari kesalahan Rajeev yang tidak membaca profile bawahannya sendiri, sang Tuan Michaelis juga melakukan kesalahan fatal! Kenapa dia tidak bilang sebelumnya bahwa ia adalah seorang pria?
"Maaf, Tuan Michaelis, atas kesalahpahaman yang terjadi. Saya tidak berniat mempermainkan anda, dan saya harap anda pun tidak punya maksud yang serupa sewaktu anda menyembunyikan identitas anda yang sebenarnya dari kami semua," kata Ethan pedas.
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Makanan sudah siap di kafetaria. Jangan lupa makan!"
Ah, siapa juga yang akan bernafsu makan setelah mencium tangan seorang pria? Yang jelas bukan Ethan. Dengan wajah tetap tenang, namun jelas kesal ia membungkuk.
"Baiklah kalau begitu, tuan-tuan dan Fraulein Berrin, saya permisi," katanya sopan.
Ethan pun melangkah pergi dari koridor. Mungkin akan leih baik baginya jika ia sekarang juga mencari Marcos dan mengajaknya makan.
[ETHAN OUT] _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 9th October 2009, 10:51 | |
| "Tidak," jawab Hakizi dengan singkat, padat dan jelas. "Kau tidak membaca biodata bawahan baru section pimpinanmu sendiri, Rajeev?"
Apa? Tidak, bukannya Rajeev tidak pernah membaca biodata para anak buahnya, tapi atensi lebih memang ia berikan pada pekerja wanita, yang notabene jumlahnya lebih sedikit. Oh ayolah, ia sudah berumur 36 tahun dan belum mendapatkan calon istri. Tidak salah kan kalau dia memberikan perhatian lebih pada biodata para pekerja wanita?
Tunggu, apa karena itu ia melewatkan si mungil berambut abu ini?
Sang pria India menelan ludah pahit. "...K-kau, tidak sedang bercanda kan, Hakizi? Hari ini bukan tanggal 1 April lho?" ujarnya masih tidak percaya, menganggap Hakizi tengah melakukan selebrasi April Mop atau apa. Yah, walaupun hari ini April Mop sekalipun, ia rasa Hakizi tidak akan melakukan hal konyol seperti ini.
"Err, mungkin ini pelajaran untukmu, Rajeev,"
Ia melemparkan pandangan tidak percaya pada semua orang di hadapannya, "Jadi maksudmu, seorang Rajeev Vikramendra Nambiar telah merayu seorang... PRIA?!" pekiknya histeris, buku-buku di tangannya mulai berjatuhan. Kalau reaksi Rajeev berupa penyangkalan dan rasa tidak percaya yang agak berlebihan, maka reaksi Ethan jauh lebih tenang dari dirinya, padahal sang Jendral telah mencium tangan seorang... pria. "Maaf, Tuan Michaelis, atas kesalahpahaman yang terjadi. Saya tidak berniat mempermainkan anda, dan saya harap anda pun tidak punya maksud yang serupa sewaktu anda menyembunyikan identitas anda yang sebenarnya dari kami semua."
Dan sang Jendralpun mohon diri dari sana. Rajeev berani bertaruh, nafsu makannya pasti memburuk karena kejadian na'as itu. Ia menolehkan kepalanya pada Ciel, dan memberikan tatapan horror, "Kau..." ia mulai dengan geram, satu tangannya memegang bahu Ciel, "Katakan identitasmu yang sesungguhnya." katanya, dengan nada mengintimidasi yang lumayan untuk membuat anak kecil menangis. Oh, akan ke manakah harga dirinya sebagai pria setelah ini? Dan yang lebih buruk lagi, mungkin saja reputasinya akan berubah... benar? _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 9th October 2009, 20:32 | |
| Oke, Ciel masih di sana... berada di antara kerumunan orang yang bisa saja membuatnya berdiri mematung tanpa bisa berkata sepatah kata apapun selain kata maaf dan terima kasih. Bahkan sampai seorang general wanita (yang entah siapa ia tidak begitu ingat atau mengenalnya, mungkin) datang menghampiri kerumunan itu.
Berkali-kali hatinya mengeluh, oh... ya, mungkin parasnya atau tubuh mininya atau bahkan kelakuannya yang aneh mengundang perhatian para pemegang jabatan tinggi ini. Mereka saling menyapa namun Ciel hanya bisa menyapa balik dengan sebuah tundukkan kepala, menjaga pandangannya dari hal-hal yang bisa menjatuhkannya nanti.
"--dan, selamat datang, Tuan Michaelis. Anda tidak apa-apa?"
"He?"
Mendengar nama belakangnya itu disebut oleh seorang... seorang... SUPERVISOR! Kaget benar dia sekarang karena pemegang jabatan tertinggi di tempat itu dengan ramahnya datang bertandang mendekati kerumunan yang secara tidak sengaja dibuat olehnya.
Sekali lagi menyesalkan karena ia malah berada di situ, bukannya di dalam Lab bersama dengan penghuni ruang tertutup itu lainnya. "A... ah," ingin rasanya menyapa balik, namun takut perkataannya salah.
Dan... oke, sebenarnya yang membuat Ciel berhenti berbicara adalah karena sebuah seruan keras dari sang tuan Finder. "DEMI JANGGUT FIRAUN!! Si manis ini pria?!" Si manis yang dibicarakan segera mengangkat kepalanya dan menatap tuan Finder dengan spontanitas cukup tinggi.
"Kau ini aneh ya, Hakizi. Masa' Nona Michaelis kau panggil 'Tuan'? 'Nona', kali?" Sebuah tambahan kalimat yang jelas memang harus DIBENARKAN. Ciel tidak pernah mengakui dirinya sebagai wanita kan? Walau ia tidak keberatan dan tidak peduli dengan panggilan itu.
"A... ah," salah tingkah. Selalu ingin berbicara namun kalimatnya lagi-lagi terpotong. Kali ini siapa lagi?
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Makanan sudah siap di kafetaria. Jangan lupa makan!"
FELO!! Dalam hatinya segera mensyukuri kedatangan wanita berkulit hitam ini yang telah menyelamatkan hidupnya dari dulu... dan mungkin hari ini. Tanpa harus berkata kemudian Ciel melemparkan padangan penuh khawatir. Kesalahpahaman ya... seperti apa yang General Kaya bilang, mungkin ini semua hanyalah sebuah kesalahpamahan karena ketidakpedulian dirinya dalam mengumbar identitas.
Bahkan sampai membuat geram seorang General?!
"Maaf, Tuan Michaelis, atas kesalahpahaman yang terjadi. Saya tidak berniat mempermainkan anda, dan saya harap anda pun tidak punya maksud yang serupa sewaktu anda menyembunyikan identitas anda yang sebenarnya dari kami semua,"
Terlihat sekali rona kesal dari wajah general bergelar Lord ini, padahal tadi ia bersikap ramah lain sekali dengan kata-kata pedasnya kali ini.
"Ma... maaf, saya tidak ber..."
Merasakan sedikit, ah... tidak justru sangat banyak aura menjemukan yang begitu menekannya dari arah lain, sesaat setelah Ethan pergi dan tentu Ciel tidak menyelesaikan kalimat maafnya lagi.
"Kau... katakan identitasmu yang sesungguhnya."
'Hiiiy~!' tiba-tiba saja sang Section Leader yang tadi bersikap baik padanya, lemah lembut, membantunya membawakan buku, kini malah memalingkan wajah terseramnya pada pemuda manis ini, ditambah dengan cengkraman kuat di bahu.
... Katakan identitas? kalimat itu mengalir cepat di otaknya. Bagaimana caranya mengatakan identitasnya, bukankah sudah jelas? Apa lagi yang harus dijelaskannya? Maksudnya, bukankah yang salah adalah Rajeev sendiri yang salah karena tidak membaca biodata dari staffnya? Ciel sama sekali tidak pernah memalsukan data apapun, bahkan berpura-pura sebagai seorang wanita kan?
--kan?
Memberi lirikan lagi pada Felo, seakan bertanya... kali ini ia harus apa?
Tidak bisa menjawab, mungkin sebaiknya menutup mata saja sembari menunggu ledakan amarah itu. Semoga saja setelah ini ia tidak akan dipecat. Atau mungkin malah akan segera dipecat? |
|  | | Tsholofelo N. Berkant

Posts: 14 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 45
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 10th October 2009, 06:41 | |
| Hei, ada apa ini sebenarnya? Kenapa Lord Ethan dan Rajeev sampai bicara ketus begitu pada Ciel? Padahal Ciel sendiri hanya bengong di tempat, sepertinya ia kebingungan.
"Tuan Rajeev! Jangan aneh begitu, ah! Ciel Michaelis ini kan anak buah mu juga," ucapnya cemas pada Rajeev yang tampak begitu kesal.
Ah, jangan-jangan paras cantik pemuda itu menjadi pembawa masalah, sehingga orang orang ini menyangka Ciel adalah wanita...
...tapi kan, mereka orang terpelajar? Dan bahkan ada Supervisor di antara kerumunan ini. Masa tidak bisa mengidentifikasi Ciel?
"Ciel, anak keduaku, kau wajib, WAJIB menceritakan apa yang terjadi hari ini nanti dan minta maaflah pada mereka secara khusus," ucapnya tegas pada Ciel. Semoga saja masalah ini cepat lurus, Felo tak mau kalau markas tempatnya bekerja lebih dari 10 tahun itu menjadi keruh hanya karena masalah sepele.
"Begitu masalah ini selesai, kalian semua harus makan, ok? Aku memasak kebab kambing spesial. Penghuni Black Order tidak boleh ada yang kekurangan gizi selama aku bekerja di sini," pintanya lembut sambil tersenyum ramah pada semuanya. |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 10th October 2009, 09:13 | |
| Hakizi mengedipkan mata beberapa kali. Ia tidak menduga revelasi yang dibawanya, seberapapun mengejutkan, bisa menjadikan situasi... kacau. Kacau, kacau sekali. Dengan pengetahuan baru akan jenis kelamin sesungguhnya Ciel, tampaknya perilaku beberapa orang (Rajeev dan Ethan Pasha) berubah seratus-delapan-puluh derajat. Tidak, ia tidak senantiasa menilai keduanya sebagai orang yang tidak baik; itu respon yang wajar bagi mereka yang merasa 'tertipu'.
Yang lebih parah, Ciel Michaelis sendiri tampaknya tidak memiliki kemampuan membela dirinya sendiri. Ia hanya berhasil mengucapkan beberapa frase yang patah-patah; kemungkinan besar penampilan mengintimidasi Rajeev memainkan peran yang cukup signifikan. Lelaki berparas cantik itu menatap Tsholofelo, sosok ibunya. Hakizi mengangkat alis secara miniskul; tampaknya ia tidak harus turun tangan.
"Tuan Rajeev! Jangan aneh begitu, ah! Ciel Michaelis ini kan anak buah mu juga." Dan, tipikal bagi koki keibuan itu, wanita asal Afrika Selatan itu mengulang kembali ajakan makan siangnya. Kebab terdengar enak... walau sejujurnya, sejauh ini belum ada makanan yang dianggap tidak enak oleh Hakizi. Bukankah kita harus menikmati apapun yang kita miliki seadanya?
"Yang dikatakan Nyonya Berkant tidak ada salahnya," ujarnya datar, kedua lengan terlipat rapi di belakang punggungnya. Ia umumnya memilih untuk tidak ikut campur urusan pribadi bawahan, tetapi kesalahpahaman ini ternyata menuai lebih banyak respon bermasalah dari dugaan. "Saya yakin Tuan Michaelis tidak bermaksud untuk menipu siapapun; bagaimanapun juga, ia lahir dengan penampilan seperti itu."
Ia pun berjalan menghampiri Ciel, berjongkok agar bisa bertatapan muka-ke-muka langsung; atau, menjadikannya lebih pendek. Sol sepatunya yang terlampau tinggi memang membuatnya terlihat lebih tinggi dari sebenarnya, namun kali ini ia tidak membutuhkan efek intimidasi itu. Ia ingin menenangkan bawahan barunya.
Hakizi memberikan senyuman kecil pada staf riset baru itu. "Tidak perlu merasa takut, Tuan Michaelis. Jangan salah paham; kepala bagianmu hanya sedikit terkejut, itu saja. Sehari-hari ia adalah lelaki yang pengertian dan baik hati." Tak merasa canggungkah ia memuji orang yang berada dalam proksimitas dekat? Hal seperti itu tidak pernah terlintas di pikirannya. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 10th October 2009, 19:55 | |
| "Tuan Rajeev! Jangan aneh begitu, ah! Ciel Michaelis ini kan anak buah mu juga,"
Segera berpaling pada suara itu... ah, Felo kalau Ciel bilang dia adalah malaikatku itu benar, selain menjadi sosok ibu juga menjadi sosok penyelamat yang bisa saja ia tinggikan derajatnya dibandingkan semua orang berjabatan tinggi di tempat ini. Setidaknya dari banyak orang yang ada, hanya Felo yang bisa ia beri kepercayaan untuk membelanya.
"Felo..." memanggil lirih nama tersebut sembari memandanginya. Oh, untung saja Ciel tahu bahwa tempat itu adalah tempat umum, jika tidak bisa-bisa ia sudah mengambil tindakan kekanak-kanakan seperti halnya menangis ? Mungkin saja.
Namun harapan pertolongannya itu seperti sedikit sirna begitu Felo mengatakan hal tegas lainnya, "Ciel, anak keduaku, kau wajib, WAJIB menceritakan apa yang terjadi hari ini nanti dan minta maaflah pada mereka secara khusus,"
Oke? Jadi apa yang harus WAJIB ia ceritakan hari ini? Masalah perbedaan gender dan cara pandang orang lain adalah hal yang tidak begitu ia pedulikan, jadi Ciel sendiri bingung ia harus bercerita apa pada 'ibu'nya ini.
Setelah urat tegangnya mengendur kemudian dengan hati-hati si rambut abu ini melirik Rajeev, ehm... Andrew, dan... sayangnya Ethan sudah pergi. Ia memikirkan perkataan Felo tadi tentang meminta maaf secara khusus, dan dengan tundukkan kepala pada masing-masing orang kemudian berkata pelan, "Maaf... sa... saya tidak bermaksud untuk... untuk... mempermainkan Anda semua."
Cukupkah perkataannya untuk membuat kesalahpahaman ini selesai?
Kemudian sebaris kalimat lainnya yang membuat Ciel agak sedikit merasa lega, "Tidak perlu merasa takut, Tuan Michaelis. Jangan salah paham; kepala bagianmu hanya sedikit terkejut, itu saja. Sehari-hari ia adalah lelaki yang pengertian dan baik hati." Siapakah orang bijak yang berkata seperti itu selain Tuan Supervisor yang terhormat. Si manis ini bahkan sempat berkomentar dalam hatinya, pantas ia menjadi supervisornya.
Sebagai balasan dari kalimat panjang itu, Ciel hanya mengangguk, menurut dan percaya... setidaknya sampai ia tidak dibunuh karena hal tadi berarti orang-orang di sini masih memiliki hati yang baik. Sayangnya kebaikan seperti tadi mungkin tidak akan terjadi lagi untuk kedua kalinya. |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 10th October 2009, 20:09 | |
| "Tuan Rajeev! Jangan aneh begitu, ah! Ciel Michaelis ini kan anak buah mu juga," "Saya yakin Tuan Michaelis tidak bermaksud untuk menipu siapapun; bagaimanapun juga, ia lahir dengan penampilan seperti itu. Tidak perlu merasa takut, Tuan Michaelis. Jangan salah paham; kepala bagianmu hanya sedikit terkejut, itu saja. Sehari-hari ia adalah lelaki yang pengertian dan baik hati."
Bisa saja kau, Hakizi. Tapi Rajeev belum tenang sepenuhnya, lho? "Baiklah, baiklah... Aku hanya sedikit kesal karena anak ini tidak langsung membenarkan sapaanku, waktu aku bilang 'nona'." lebih kasihan lagi Ethan, sudah mencium tangan anak ini. Yah, lumayan untuk bahan ledekan, General satu itu tak akan mencambuknya kan kalau ia meledeknya 1-2 kali saja? Toh sebagai sesama 'korban', tentu Ethan akan mengerti perasaannya juga. Pria India ini membungkuk, mengambili beberapa buku yang tadi jatuh dari genggamannya. Tidak, dia tidak akan mengembalikannya lagi pada Ciel, kalau begitu, image bagusnya bisa runtuh kan?
"Maaf... sa... saya tidak bermaksud untuk... untuk... mempermainkan Anda semua."
Pria berkulit coklat ini menghela napas panjang, "Kalau kau lelaki, berarti aku juga tidak usah setengah-setengah ya," ujarnya, dengan senyuman jahil yang biasa ditampakkannya. Oh, moodnya sudah membaik sekarang? Yah, lumayan. "Bercanda, kerja yang benar ya." senyumnya melebar lagi, dan ia mengelus kepala anak itu sekilas. Kelihatannya ia masih muda... Berapa umurnya ya? 15, 17? Yah, pantas saja dia masih takut-takut begitu...
"Eng, ya sudah kalau begitu," ia melemparkan pandangan pada orang-orang di hadapannya, "Siapa yang mau minum teh? Sebagian dari kalian juga belum makan kan? Sekalian saja~" ajaknya sekali lagi, kembali pada tawaran yang ia ajukan di awal pertemuan yang unik hari ini. _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Tsholofelo N. Berkant

Posts: 14 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 45
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 10th October 2009, 20:47 | |
| Oke, Felo tahu Ciel akan bingung menceritakan apa yang terjadi barusan. Itu bukan sepenuhnya salah pria yang ia rawat sejak beberapa tahun lalu. Tapi hanya dengan mendengarnya dari bibir Ciel sendirilah, Felo akan mengerti apa yang terjadi dan memberinya solusi agar hal itu tak terulang lagi.
"Bukannya aku ingin menyulitkanmu Ciel, tapi aku perlu mendengarnya, oke?" tanyanya dengan senyum lembut keibuan. Ciel yang masih tampak bingung itu ditatapnya dalam dalam selama kurang lebih 5 detik, sebelum kemudian wanita asal Afrika Selatan itu tersenyum juga pada Supervisornya dan Rajeev.
"Terima kasih atas pengertiannya, tuan-tuan," ucapnya sambil sedikit membungkuk sopan.
"Aku tunggu kalian di kafetaria saja ya, jangan lupa ajak Tuan Lorelei, Ciel! Orang itu suka lupa makan. Permisi kalau begitu," ucapnya sambil tersenyum ramah. Kemudian wanita itu pergi kembali menuju kafetaria. Tujuan utamanya untuk mengingatkan Ciel makan sudah terlaksana bukan? Semoga tidak terjadi hal hal aneh lagi pada Ciel Michaelis, anak angkatnya yang berparas cantik itu.
[FELO OUT] |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 11th October 2009, 21:41 | |
| "Baiklah, baiklah... Aku hanya sedikit kesal karena anak ini tidak langsung membenarkan sapaanku, waktu aku bilang 'nona'."
Sedikit kesal? Baiklah perkataan ini setidaknya lebih baik daripada yang tadi. Ciel menghela nafasnya... merasa bahwa ia memang selalu membuat kesalahpahaman di mana-mana dan selebihnya adalah membuat kesal orang lain. Terpaksa lahir dengan paras yang membuat orang selalu bertanya dan ketidakpeduliannya yang tidak pernah mencela apapun yang dikatakan orang lain tentangnya.
Maaf saja, ia seperti baru terlahir 5 tahun yang lalu.
Dan kalimat selanjutnya dari sang atasan agaknya membuat dirinya mengangkat kepala, "Kalau kau lelaki, berarti aku juga tidak usah setengah-setengah ya,"
"Eh?!" bertanya cepat. Maksudnya tidak usah setengah-setengah adalah... seperti kelakuan fisik dan sebagainya? Hampir saja Ciel mengambil langkah mundur karena takut akan adanya kotak fisik di sana. Itu biasa terjadi kan, kalau sesama lelaki begitu?
"Bercanda, kerja yang benar ya."
Namun rupanya lain, oh untunglah Tuhan mengutus seorang pria bijak yang pemaaf sebagai kepala bagiannya. Jika tidak mungkin Ciel sudah habis di sini dan ia tidak hanya membahayakan dirinya sendiri tapi juga Felo.
"Haah~" menunduk kembali untuk sekali lagi menghela nafas panjang sementara Rajeev malah menepuk-nepuk kepalanya. Oh ya, diperlakukan seperti wanita dengan cara mencium tangan lalu berubah menjadi anak-anak dengan cara menepuk kepala. Tidak tahukah mereka bahwa ada kesalahan lagi mengenai umur di sini? Tapi sudahlah, bagian itu tidak separah yang tadi kan?
"Siapa yang mau minum teh? Sebagian dari kalian juga belum makan kan? Sekalian saja~"
Masih menawarkan minum teh, oh sungguh baik hati. Namun Ciel tidak ingin lagi bersama orang-orang yang bermasalah dengannya. Maksudnya karena ia pernah membuat masalah dengan mereka. Lebih baik sekarang ia kembali ke dalam lab dan mengerjakan sesuatu di sana.
Sejenak melirik Felo untuk meminta izin tidak akan makan (selalu begitu rupanya), namun ibu angkatnya itu malah menggumamkan hal lain. Masalah mereka belum selesai dear, coba dengarkan lagi.
"Bukannya aku ingin menyulitkanmu Ciel, tapi aku perlu mendengarnya, oke?"
Bercerita tidak sulit bagi orang lain, tapi bagi seorang yang tertutup seperti Ciel mungkin agak sulit. Yah... sulit, tapi apa boleh buat, nampaknya ia harus mulai terbuka akan masalahnya, masalah yang bahkan tidak disadarinya. Mengambil nafas lagi lalu menurut, "Baiklah..."
"Aku tunggu kalian di kafetaria saja ya, jangan lupa ajak Tuan Lorelei, Ciel! Orang itu suka lupa makan. Permisi kalau begitu,"
... "Lore?" mengucap nama itu sekali lagi. Oh iya! Ciel kan tadi pergi ke tempat penyimpanan arsip atas permintaan Lorelei, kenapa sekarang ia lupa. Bisa-bisa nanti rekan kerjanya itu bertindak aneh lagi padanya (?) mungkin. Dan mengajaknya makan juga merupakan sedikit hal yang sulit. Setidaknya jika tidak ada imbalan atau ditengah implementasi ini-itu mengenai percobaannya.
Akan tetapi, lagi. Ciel melirik buku-buku yang berada di tangan Rajeev, sementara Felo sudah pergi. "Eng..." ingin memintanya kembali untuk ia bawa kembali ke lab sembari mengajak Lorelei untuk makan. Tapi ya itu dia... bahkan terlalu sungkan atau takut untuk memintanya.
Memberikan lirikan ke tempat lain, beberapa kali dan akhirnya mencoba memberanikan diri. "Bo... boleh saya ambil kembali bukunya?" berkata dengan ragu sambil menunjuk buku-buku itu. Saat ini ada beberapa di tangannya dan beberapa lagi dibawa oleh Rajeev. Tuan kepala bagian yang terhormat ini tidak lagi berniat membantu yang bukan wanita kan? |
|  | | Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 14th December 2009, 19:18 | |
| Andrei masih sulit untuk percaya bahwa anak manis itu adalah lelaki, tapi ia tidak mau berkomentar lebih lanjut lagi. Ia mengamati penampilan Ciel dari ujung ke ujung, sambil membiarkan para petinggi yang tadi sempat merayu pemuda itu marah-marah dan menjerit-jerit histeris. Yaah, salah sendiri jadi tukang merayu perempuan? Lebih enak seperti Andrei, ramah pada siapapun, meski caranya sering agak salah.
Mata birunya menatap tajam sosok Ciel yang berdiri di depannya. Diamatinya baik-baik penampilan fisik anak itu. Tangan kanannya menumpu dagunya, sementara tangannya yang lain menumpu tangan kanannya. Alisnya berkerut-kerut, tanda bahwa ia sedang mengamati dengan serius. Di matanya, mau dilihat bagaimanapun juga, anak manis yang berdiri di depannya itu memang perempuan, tapi...
...enggak ada dadanya, yaa. Kok baru sadar sekarang sih?
Merasa sudah mendapatkan bukti yang cukup menguatkan pernyataan sang Supervisor, Andrei lantas tersenyum lebar. Iya, senyum yang kelewat lebar, khasnya si maniak Mesir kuno itu. Baginya, yang terpenting adalah fakta tentang yang mana yang benar, bukan apa jenis kelamin anak manis itu.
"Maaf... sa... saya tidak bermaksud untuk... untuk... mempermainkan Anda semua."
"Aaaah, tidak apa-apa kok, anak manis! Siapa namamu tadi? Ciel Michaelis ya? Kupanggil Ciel saja ya! Sebagai gantinya, kamu panggil aku Andrei saja!" balas Andrei sambil tersenyum lebar dan kembali menjabat tangan Ciel dengan penuh semangat.
"Oh ya, sebagai tanda perkenalan, terimalah ini," kata Andrei lagi sambil merogoh sakunya, lalu menyodorkan sebuah botol kaca berisi cairan bening keemasan. Apa lagi kalau bukan sebotol kecil madu jarahannya, yang ia rencanakan untuk dicampur dengan tehnya sore itu? Ya, tadinya... melihat Ciel yang dari tadi tampak seperti mau menangis, Andrei jadi ingin memberikan sesuatu yang manis pada anak itu. Katanya anak-anak akan menjadi gembira lagi kalau makan makanan manis, bukan?
"Daaan, Section Leader~" panggilnya riang pada Rajeev, "Tolong buku anak manis ini, yaaa! Dan anggap saja kejadian hari ini sebagai peringatan bagi Anda untuk tidak terlalu sering merayu wanita, ahahahay~"
Dengan satu ledekan itu, Andrei segera ambil langkah seribu sebelum dihajar oleh Rajeev. "Sampai jumpa, Supervisor, Nona Kaya!! Kapan-kapan kita minum teh bareng, yaa!!" teriaknya sambil berhenti dan berbalik sejenak untuk melambaikan tangannya pada orang-orang yang dimaksud. Setelahnya ia langsung berlari lagi sambil tertawa keras, yang menggema sepanjang lorong yang ia lewati.
[OUT] |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 19th January 2010, 22:26 | |
| 'Benar, dia marah...'
Berpikiran pendek begitu merasa ucapannya tidak digubris oleh Rajeev dalam jangka waktu yang cukup lama --untuknya--. Ion negatif lantas berterbangan mengelilingi benaknya, hatinya mendadak tidak enak, kepala berputar-putar akibat kebingungan. Beribu sesal dilontarkannya, seharusnya ia tidak ada di tempat itu, dan berulangkali kembali mengambil pendapat bahwa manusia adalah makhluk paling mengerikan di seluruh dunia.
Mengerutkan dahi, merasa tidak percaya diri. Setelah ini mungkil lebih baik Ciel kembali mengurung diri saja. Ia memang tidak pantas bergaul dengan manusia, apalagi yang berpikiran luas mengenai banyak hal.
"Aaaah, tidak apa-apa kok, anak manis! Siapa namamu tadi? Ciel Michaelis ya? Kupanggil Ciel saja ya! Sebagai gantinya, kamu panggil aku Andrei saja!"
Tiba-tiba saja secercah suara bernada ramah menggaungi telinganya. Buru-buru melirik sosok berambut pirang tersebut. Ah, tuan finder yang baik hati. Betapa beruntungnya Ciel karena di tempat itu masih ada orang yang bersikap ramah, tidak peduli apa maksud dan maunya.
"Ah... terima kasih, tu... tuan Andrei," mengucap ulang nama itu sebelum sang finder memberikannya sebotol madu? Madukah? Ciel tidak pernah atau belum pernah atau ia pernah namun lupa pernah melihat hal semacam itu. Hanya bisa menerima dan mengamatinya, sekilas melihat Andrei kemudian pergi setelah mengucap banyak hal pada orang di tempat itu.
Sedangkan kilapan pikiran Ciel terfokus pada hal lain. Mengangkat botolnya, "Ini... apa?" bergumam kemudian. Ia berpikir cukup lama untuk menganalisa benda tersebut. Lalu tersadar pada suasana yang tidak lagi hangat di tempat itu.
... Oh Tuhan, sebaiknya ia melakukan apa sekarang? Mencairkan suasana adalah hal mustahil yang mungkin ia lakukan. |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 19th January 2010, 23:52 | |
| Dirinya tengah disibukkan oleh perbincangan dengan Hakizi, mengenai identitas dan asal-usul anak bernama Ciel Michaelis ini. Dan jujur, dirinya tercengang mengetahui fakta bahwa Ciel telah bergabung cukup lama... 5 tahun? Cuma kurang satu tahun semenjak ia diangkat jadi Section Leader, dan itu sudah lumayan lama. Dan selama itulah Rajeev tidak menyadari kehadiran anak manis ini, ya Tuhan...
Itulah sebabnya ia tidak begitu memerhatikan kalimat Ciel yang ditujukan padanya, terdengar terlalu pelan di telinganya.
"Daaan, Section Leader~ Tolong buku anak manis ini, yaaa! Dan anggap saja kejadian hari ini sebagai peringatan bagi Anda untuk tidak terlalu sering merayu wanita, ahahahay~"
Kalimat ceria inilah yang mengembalikannya pada realita. 'Grr, dasar Finder sial satu itu!' gerutunya dalam hati. Ah, ya... anak itu. Tanggung jawabnya juga kan? "Kamu dapat apa dari Andrei?" tanyanya sambil ikut memerhatikan isi botol itu, "Yaa, hati-hati saja. Dia itu--kesukaannya agak tidak wajar." Rajeev tertawa kecil, tidak menceritakan kegilaan Andrei yang berlebihan pada Mesir Kuno. Lama-kelamaan Ciel juga akan tahu sendiri, mungkin.
"Nah, kamu," ia mulai lagi, berbicara pada Ciel, "Hakizi, dan Nona Kaya. Ayo temani aku minum teh! Tidak jadi terus nih dari tadi!" pintanya tak sabar, apa boleh buat, jadwal rekreasinya terganggu akibat beberapa insiden tidak terduga yang baru terjadi. Daripada terus menerus mendumel, dan memenuhi otak dengan hal yang rumit tak berujung, lebih baik segarkan hati serta pikiran dengan bersantai, ala Rajeev Vikramendra Nambiar, tentunya. "Istirahat siang masih ada beberapa menit lagi kan? Ayo pergi!"
[Kepala Bagian Malas: OUT]
[OOC: Tamatkan saja?]_________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|