| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: [AFRICA] Lose Way 25th September 2009, 23:41 | |
| First Time :3 untuk yang mau berkenalan dengan Ciel
Lokasi: di koridor waktu: tengah hari
Diam sendiri, memerhatikan jalanan itu dengan kilapan mata abunya. Sejenak berpikir tidak tahu harus melangkah lagi atau berhenti saja di sana. Sambil menenteng beberapa buah buku, ia kembali terdiam. Menatap asing seluruh hal yang terlihat di sana, kawanan orang yang sedang berlalu-lalang masih terasa asing di wajahnya walau sebenarnya tidak sebentar juga ia ada di tempat itu.
... "Ah, tersesat."
Bergumam pelan, menampik ekspresi takut dan khawatir dari wajahnya. Wajah itu tetap terlihat datar walau ada cairan bening yang mengalir dari balik poni di kepalanya. Berkeringat dingin.
Kalau begini apa yang harus ia lakukan? Sedari tadi rupanya staff dengan jas lab satu ini hanya mondar-mandir di koridor tanpa tahu jalan yang benar menuju ke tempat asalnya di laboratorium. Menyesal sudah menawarkan diri menuju ruang arsip untuk mengambil beberapa bahan penelitian.
Sekarang ia harus apa?
Ingin bertanya pada orang yang ada namun hal tersebut terlalu riskan untuknya yang tidak terlalu suka berhadapan langsung dengan sosok 'manusia'. Ada juga mereka pasti memandang aneh dirinya yang memang aneh.
"Bagaimana ini, eh?"
Hanya bisa bertanya pada diri sendiri. Mencoba berpikir untuk mengambil keputusan. Dear Ciel, kau memang pintar tapi kecerobohanmu tetap yang nomor satu. |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 26th September 2009, 00:53 | |
| Rajeev mengelus-ngelus perutnya yang telah diisi kare ikan favoritnya siang itu ketika ia melangkahkan kakinya keluar dari kafetaria, dan berjalan di sepanjang koridor. Setidaknya, makan siang yang nikmat telah memperbaiki moodnya untuk kembali bekerja setelah istirahat siang selesai.
Ia menghembuskan nafas panjang, lega. Aihh, andaikan setiap hari bisa santai-santai seperti ini... Apa ia mengundurkan diri dari Black Order kemudian membangun rumah tangga yang damai saja ya? Dengan istri yang telaten dan baik hati, serta anak perempuan yang manis... Ah, manis? Rasanya matanya telah menangkap suatu sosok yang masuk dalam kualifikasi itu sekarang.
Ia mendekati sosok itu, dengan jas lab putih yang sama dengan miliknya. Dan ya, wajah sosok itu memang manis. "Hai, nona manis," sapanya, sambil tersenyum lebar, "Dari bagian riset? Sedang apa di sini?" ia bertanya, memperhatikan sosok di hadapannya dari atas ke bawah.
"Kalau sedang tidak ada kerjaan, bagaimana kalau menemaniku minum teh? Jarang lho dapat kesempatan seperti ini dengan kepala bagianmu~" godanya santai, tetap mempertahankan senyuman khasnya. Dasar Rajeev, wanita yang baru ditemuinya saja sudah ia goda, bagaimana yang sudah ia kenal sehari-hari? _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 26th September 2009, 01:14 | |
| "Hoh..." bersuara pelan begitu melihat seorang pria mendekatinya. Siapa eh... memori di dalam otaknya berlarian mencari-cari data mengenai orang ini, kemudian berlari lagi menuju sistem motorik untuk mengatakan apa yang ia lihat. ... Sebentar-sebentar, biarkan memori itu memberikan gambaran grafis mengenai kejadian sebelumnya. 'Yang di sana itu adalah Tuan Rajeev Vikramendra Nambiar, Section Leader yang menjadi atasanmu di Research Section itu. Ingat? Kepintarannya bekerja dengan cukup cepat dalam mencari data. Dengan suara kecilnya kemudian mengucap nama itu, "Ra... Rajeev eh! Tuan Rajeev kah?" sedikit melirik pria dengan paras gelap di kulitnya ini. Jujur saja ia... ragu. Ciel merapatkan buku-buku yang dibawanya, menutupi dadanya dengan tangan terlipat. Memberi sedikit tundukan di kepala lalu berpikir lagi, haruskah ia bilang bahwa ia tidak ingat jalan menuju laboratorium? "Saya dari bagian riset dan..." terdiam lalu memandangi Rajeev seakan meminta pertolongan, "Terse..." menunduk lagi benar-benar malu dengan kelakuan cerobohnya. Kalau bercerita pada Felo, wanita itu pasti sudah menertawakannya lagi. ... sepertinya untaian kata 'tersesat' itu tidak sampai ke telinga sang leader karena tiba-tiba saja ia menawarkan untuk menemaninya minum teh. "Eh?" berdecak seakan bertanya, mengangkat lagi wajahnya, memasang tampang bingung. Bukan bermaksud menolak, tapi masih ada tumpukan pekerjaan riset yang harus diselesaikannya. Hanya saja... tawaran ini mungkin bisa membuka peluang baginya untuk kembali tanpa mengatakan bahwa ia tersesat. "Tapi... saya masih ada pekerjaan," berkata lagi, membuka lebar kedua mata abunya. Memberikan wajah manis nan menipu... oke menipu, ia bukan Nona tuan-tuan walau terkadang terlihat seperti itu. |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 26th September 2009, 19:28 | |
| Ethan sedang berjalan sendirian di koridor markas Afrika - Timur Tengah di hari yang tenang itu. Ia sesekali berhenti, menikmati keindahan alam dan bermimpi mendengar suara angin yang bernyanyi memanggil namanya di udara. Ah, dasar melankolis, makinya pada dirinya sendiri. Sadarlah, kau ini seorang General. Tapi walau begitu, Ethan bukanlah general barbar yang hanya mengerti pertarungan. Tidak, malah jujur saja, ia lebih mengerti hukum negaranya daripada cara mengalahkan katakanlah, seorang general lain, walay Ethan yakin bahwa ia hanya memiliki 1/16 pengetahuan seorang pangeran tentang negaranya. Ethan tiba-tiba teringat kembali teman-temannya semasa dia berada di Central Branch. Rasanya dia punya teman bernama..Halverson. Ya, Halverson, orang yang sering berlatih bersamanya. Tapi dasar pria itu! Ethan ingat benar bahwa Shrei sering menyegelnya di latihan. Yah, apa boleh buat, itu memang kekuatan innocencenya, hanya saja... Seandainya Marquis Dietrich tahu bahwa anaknya dikalahkan oleh orang yang suka menyegel orang lain..
Tanpa sadar langkah kaki Ethan telah membawanya jauh, ya, jauh sekali, setidaknya kalau ditinjau dari jarak yang telah ditempuh oleh 'pikirannya' yang tidak bisa diam itu. Lamunannya telah mengantarkannya jauh ke Liechtenstein, ke rumah orang tuanya, kemudian ke Skotlandia, di mana ia sekali waktu mencoba bermain seruling berkantung dengan pakaian adat tradisional yang bentuknya sangat mirip dengan rok orang Romawi, kalau tidak mau disebut rok wanita. Tak lam kemudian ia telah melesat pergi ke Rusia di mana ia menyaksikan The Nutcracker karya komponis besar Tchaikovsky. Dan kini..
Pikirannya lelah. Ia terbangun dari lamunannya dan mendapati dirinya sedang berjalan di korodor entah di mana. Ingat, Ethan, lain kali jangan terbawa lamunan sendiri terlalu jauh, katanya pada diri sendiri. Ia mengambil harmonikanya dari dalam saku bajunya dan hendak bermain ketika matanya menangkap dua sosok tubuh yang tengah berdiri di kejauhan. Yang pertama tak lain tak bukan adalah Rajeev. Ethan bisa dengan mudah mengenali yang satu itu. Tapi yang satu lagi... Ethan berusaha mengingat-ingat apakah ia pernah bertemu dengan wanita ini. Hmm, tunggu sebentar. Kalau tidak salah namanya sejenis 'Himmel' atau mungkin.. Ah, iya! Namanya Ciel, Ciel Michaelis.
Ethan berjalan mendekati pasangan tersebut. Menyapa seseorang adalah hal yang baik, bukan begitu?
"Guten Morgen Fraulein Michaelis," sapanya pada Ciel sambil mengecup jemari gadis berusia 24 tahun tersebut, standar kesopanan seorang Lord. "Dan untukmu juga, Nambiar," lanjutnya sambil berbalik pada sang Section Leader. "Hari yang cerah di musim dingin, bukan begitu?"
Yah, anggap saja ini keisengannya. Daripada melamunkan yang tidak-tidak, bukankah lebih baik bercengkrama dengan 2 orang teman yang baik dan mungkin mau mendengarkan musikmu? Jangan lupa, di mana ada Ethan, di situ ada Muses yang menyertainya. _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 26th September 2009, 19:55 | |
| Terlihat gadis di depannya terdiam, seperti sedang mencoba mengingat sesuatu. Rajeev masih mempertahankan senyumnya, dan menunggu sebuah kalimat keluar dari Ciel.
"Ra... Rajeev eh! Tuan Rajeev kah?"
"Bingo!" senyum Rajeev bertambah lebar, "Duh, senangnya namaku diingat nona manis sepertimu..." pandangannya melembut, menandakan kalau ia lagi-lagi sedang merayu. Rajeev sudah cukup banyak merayu wanita, dan mereka bermacam-macam sifatnya. Tapi yang kelihatannya seperti yang di hadapannya ini, jarang. Rambut dan matanya berwarna abu-abu, wajah yang manis dan polos. Hmm, ya ya, boleh juga.
Kemudian Ciel mencoba mengatakan sesuatu, namun tidak terlalu terdengar oleh Rajeev. Ia menurunkan kepalanya sedikit untuk dapat mendengar lebih baik.
"Tapi... saya masih ada pekerjaan,"
"Ah, pekerjaan?" pria India ini tertawa, kemudian mengibaskan sebelah tangannya, "Tidak usah khawatirlah soal itu, ini kan masih jam istirahat. Lagipula, yang pada akhirnya akan menerima hasil pekerjaanmu itu aku, kan?" ujarnya, sambil mengedipkan sebelah mata.
Kemudian datanglah sosok pria yang lebih tinggi darinya, berpakaian rapi dan terlihat terhormat. Ethan Hartmann.
"Guten Morgen Fraulein Michaelis,"
'Ck, kau curi start, Ethan.' Rajeev tersenyum kecil melihat tata krama ala bangsawan itu.
"Dan untukmu juga, Nambiar, hari yang cerah di musim dingin, bukan begitu?"
"Begitulah, Lord Ethan." pria berusia 36 tahun ini tersenyum sopan, "Kebetulan sekali, barangkali Anda mau bergabung dengan kami untuk minum teh?" tawarnya sambil menunjuk kafetaria di belakangnya dengan jempolnya. Hei, ia bukan keturunan bangsawan jadi tak perlulah ia bersikap kelewat formal. _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 26th September 2009, 23:15 | |
| "Bingo!" Sebuah sahutan dari tuan Leader yang ternyata benar bernama Rajeev ini. Ciel menghembuskan nafas panjang, merasa lega tidak salah menyebut nama. Bagaimana kalau nanti ia dipecat karena salah menyebutkan nama? Usaha Felo untuk memasukannya ke organisasi ini jadi sia-sia kan.
Dan... sebuah kalimat janggal di telinganya, "Duh, senangnya namaku diingat nona manis sepertimu..."
Nona? Oh... panggilan itu lagi. Sejenak Ciel ingin memrotesnya namun keburu atasannya ini berbicara lagi. "Tidak usah khawatirlah soal itu, ini kan masih jam istirahat. Lagipula, yang pada akhirnya akan menerima hasil pekerjaanmu itu aku, kan?"
Niat memrotesnya hilang seketika ketika mendengar sebaris kalimat itu. Benar juga, tugas yang dikerjakannya nanti pasti akan diterima oleh tuan Rajeev juga jadi sebenarnya Ciel tidak perlu khawatir tidak menyelesaikan tugasnya.
Berpikir sejenak. Biarkan Ciel berpikir untuk mengambil keputusan. Ia melirik ke arah lain, mengerutkan dahinya dan terus bergulingan di dalam pikirannya, mencari keputusan yang paling benar. Dan akhirnya mengatakan sesuatu, "A... ah ya kalau itu ajakan dari Anda, saya tidak bisa menolak kan." Menyerah, setidaknya kalau bersama Rajeev nanti toh pada akhirnya ia akan kembali ke lab tanpa takut tersesat lagi.
Selesai dengan yang satu itu, lalu muncul yang lainnya... eh?
"Guten Morgen Fraulein Michaelis," Sebuah sapaan ringan dengan kecupan di jari tangannya. Serba formal dan hampir membuat Ciel terkaget jika ia tidak kehilangan ingatannya, mungkin.
"Heh..." hanya bergumam pelan memerhatikan sosok tinggi dan rapi berseragamkan exorcist di hadapannya itu. Yang menyapanya menggunakan embel-embel dari nama belakangnya.
"Begitulah, Lord Ethan."
Mencuri dengar nama yang Rajeev sebutkan, Ciel hanya menyapanya kembali dengan sebuah tundukan penuh hormat. Orang ini dipanggil dengan sebutan Lord berarti ia adalah sejenis bangsawan atau... sebagainya. Lalu pandangannya melintas, memerhatikan dua orang berkedudukan tinggi yang tengah menyapanya itu. He! Ada apa ini? Jarang-jarang Ciel bertemu dengan orang penting di sini, jangan-jangan ada sesuatu yang mereka inginkan darinya?
Keringat dingin mengucur pelan dari permukaan kulit pucatyna, menurunkan alis namun tetap tidak menurunkan hormat pada keduanya. Bahkan sampai Rajeev ikut menawarkan untuk minum teh bersama. Ah... lebih banyak orang mungkin lebih baik. |
|  | | Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 27th September 2009, 19:51 | |
| [OOT : numpang ngerusuh!!]
Sambil menyenandungkan sebuah lagu yang diciptakannya dengan asal, Andrei melangkah santai menyusuri koridor Black Order. Ia sedang bersantai karena sedang tidak ada pekerjaan... Ralat. Seharusnya ia masih ada pekerjaan ini-itu, tapi karena tidak berhubungan dengan Mesir kuno yang dicintainya, ia kabur dari pekerjaan itu.
Saat ia melintasi salah satu lorong, dilihatnya sosok yang dikenalnya di kejauhan. Ya, sosok calon mu--ehem... Section Leader yang sudah dengan murah hati memberikannya pekerjaan di Mesir kuno beberapa waktu yang lalu. Bersamanya juga tampak sosok yang dikenalnya, Lord Ethan. Tapi ada satu sosok yang tidak dikenalnya, jadi ia memutuskan untuk menyapa mereka.
"Hai, halo, Section Leader Rajeev! Dan Lord Ethan, Anda tetap hebat seperti biasa!" sapa Andrei cerah, dengan gayanya yang aneh dan SKSD. Ia lalu menatap sosok orang yang tidak dikenalnya itu, lalu tersenyum lebar--ramah tapi agak freak.
"Oh, halo, anak manis. Aku Andrei, siapa namamu?" sapanya ramah sambil meraih tangan orang itu dan menjabatnya penuh semangat. Semoga tangannya tidak copot karena tindakan Andrei yang agak berlebihan ini. |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 27th September 2009, 20:18 | |
| Silakan merusuh~ *didepak*
Uh ya... ruangan koridor itu jadi terasa lebih sempit dari sebelumnya, jika bisa dikatakan begitu. Bukan karena kuota pejalan kaki yang bertambah namun karena semakin banyak saja orang yang mendekatinya.
Keringat dingin itu muncul lagi, Ciel kembali merapatkan buku-buku yang dibawanya ke arah dadanya. Oke, hal yang dilakukannya selalu menutup kemungkinan bagi orang lain untuk tahu 'satu kenyataan' dari si pemilik wajah manis ini.
Tidak ada yang bisa dilakukannya selain menatap heran kedua orang pemilik jabatan tinggi ini... mungkin kata yang sesuai untuk mereka adalah, Great. Seperti yang dikatakan tuan berparas ceria di sana, "Hai, halo, Section Leader Rajeev! Dan Lord Ethan, Anda tetap hebat seperti biasa!"
... oke, memang terdengar hebat. Ciel setuju dengan kalimat tersebut. Tapi siapakah orang ini? Ia mengenakan seragam Finder, seorang Finder rupanya.
"Oh, halo, anak manis. Aku Andrei, siapa namamu?" ucapan perkenalan yang ramah dan langsung saja menarik tangan yang berpegangan erat pada buku-buku tersebut dengan penuh semangat.
'BRUK BRUK!'
"Aaah..."
Tidak sempat mengucapkan namanya kembali, buku-buku itu lalu jatuh bergantian, menimpa lantai koridor dengan indahnya. Ciel hanya terdiam, menanti respon dari syaraf motoriknya untuk lekas bekerja membereskan semua itu. Lihat, ada Tuan Leader di sana, bagaimana kalau kau dimarahi nanti karena menjatuhkan buku arsip yang terbilang penting itu!
--cemas
Segera saja menunduk dan mengambil buku-buku yang berantakan itu setelah melayangkan pandangannya pada Andrei, "Ah maaf tuan Andrei..." dan sibuk kembali dengan buku-bukunya. Benar-benar ceroboh rupanya. |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 27th September 2009, 21:43 | |
| [OOT : Bagus, semuanya jangan sadar kalau Ciel itu laki-laki sampai Hakizi datang ya!]
Ketika Rajeev membangun sedikit percakapan dengan Ethan, datanglah seorang lagi, si penggila Mesir Kuno, Andrei Morozov. Wah, rupanya nona berambut abu ini sungguh menarik perhatian ya?
Finder asal Rusia itu langsung menyapa mereka, dan menjabat tangan Ciel dengan antusias. Ah, rupanya Andrei tidak turut memperhitungkan jumlah buku yang sedang dibawa Ciel, sehingga buku-buku itu berjatuhan ke lantai.
'BRUK BRUK!'
Dengan sigap Rajeev langsung berjongkok dan membantu Ciel merapikan kembali buku-bukunya. Hei, terlihat bagus di depan wanita itu penting kan? "Andrei, kau harus lembut dong pada wanita... Nah, silakan, nona." ia menyerahkan satu buku pada Ciel, sisanya? "Sisanya biar aku yang bawakan, nona tidak perlu khawatir~" ujarnya sambil menepuk tumpukan buku di tangannya. Rajeev tidak mau kalah gentleman dari Ethan, rupanya.
"Baiklah, daripada semuanya berdiri di sini terus... Bagaimana kalau sekarang kita langsung berangkat minum teh saja? Nanti waktu istirahat keburu habis lho," ajaknya sekali lagi, dengan senyum ramah yang ditujukan kepada lawan bicaranya yang ada di situ._________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Ciel Michaelis

Posts: 54 Pemilik: Cairy
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24 tahun (tapi terlihat lebih muda)
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 27th September 2009, 22:08 | |
| [OOTe: JANGAN! Nanti aja kalau Arthem datang xD *kapaaan lagi* biarkan kesalahpahaman ini berlanjut ngahahaha~]
Sekilas Ciel melihat section leadernya ikut membungkuk untuk merapikan buku-bukunya, eh? Kenapa harus...?
"Andrei, kau harus lembut dong pada wanita... Nah, silakan, nona." Dan menyerahkan satu buku yang bentuknya paling kecil ke tangannya, "Eh?" sebuah ungkapan tanya terbentuk di benaknya, mata bulatnya kembali menghampiri sosok pria India itu, agak khawatir rupanya.
"Sisanya biar aku yang bawakan, nona tidak perlu khawatir~"
"Ah..." ia mengangguk pelan. Rupanya tuan leader yang baik hati ini mau membawakan buku tersebut untuknya. Kemudian si polos ini menundukkan kepalanya, dan berucap dengan suara pelan, "Terima kasih tuan, maaf jadi merepotkan Anda." Sungguh peranan yang gentle sekali. Jika ia memiliki insting sebagai wanita pasti sudah merasa tersanjung atas kelakuan tiga orang di tempat ini.
"Baiklah, daripada semuanya berdiri di sini terus... Bagaimana kalau sekarang kita langsung berangkat minum teh saja? Nanti waktu istirahat keburu habis lho,"
... setuju! entah mengapa kata itu yang ada di benak Ciel. Ia ingin cepat-cepat semua ini berakhir dan melanjutkan pekerjaannya, menyelesaikannya, kemudian menanti makan malam bersama Felo kembali. Setidaknya kembali kepada sosok ternyaman yang pernah ia temui kala itu. |
|  | | Ethan Hartmann

Posts: 55 Pemilik: Ressa Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 28
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 28th September 2009, 16:33 | |
| OOT: Ya Tuhan~ Ethan mencium tangan seorang PRIA?!!! --------------------------------------------------------------------------- "Begitulah, Lord Ethan. Kebetulan sekali, barangkali Anda mau bergabung dengan kami untuk minum teh?"
Yah, ide bagus. Minum teh adalah hal yang sangat tepat untuk menyingkirkan semua mood melamun Ethan. Rasanya tidak ada hal yang lebih baik daripada mengalihkan perhatiannya pada hal-hal yang lebih manusiawi seperti sosialisasi. Lagipula, siapa tahu ia bisa memainkan musik untuk mereka pada saat minum teh. Ethan memang belum berubah.
"Hai, halo, Section Leader Rajeev! Dan Lord Ethan, Anda tetap hebat seperti biasa!"
Sebuah nada suara yang familiar. Jangan salahkan Ethan kalau ia memiliki pendengaran yang lebih tajam daripada orang lain. Hobi bermusiknya sudah membentuk telinganya sedemikian rupa sehingga ia bisa dengan mudah membedakan berbagai warna suara, baik dari alat musik maupun dari manusia.
"Oh, selamat datang Morozov," sapanya pada Andrei. Namun rupanya Andrei hanya sekedar basa-basi, atau mungkin itu hanya perasaan Ethan saja. Yang jelas, Andrei segera mengulurkan tangannya dan menyapa, atau lebih tepatnya berkenalan, dengan Ciel, sang gadis yang kebetulan berada di antara para lelaki dalam situasi yang --- setidaknya menurut Ethan --- agak mengancam keselamatannya. Terlebih lagi ada Rajeev di sana. Ok, bukannya Ethan berpikiran buruk tentang sobat kentalnya itu, tapi ia tahu benar sifat Rajeev terhadap wanita. ISENG.
Dengan hal tersebut melekat di pikirannya, Ethan melalui sedikit insiden 'berkas jatuh' di sekitarnya. Tidak ada hal ia lakukan kecuali secara tidak sadar menolong Ciel membereskan benda apapun miliknya yang jatuh dan menyerahkannya kepada Rajeev yang sedang bersikap gentle pada nona ini.
"Baiklah, daripada semuanya berdiri di sini terus... Bagaimana kalau sekarang kita langsung berangkat minum teh saja? Nanti waktu istirahat keburu habis lho,"
Oh, ternyata yang tadi itu bukan hanya sekadar basa-basi Rajeev, pikir Ethan seketika. Mata Ethan berkilat dan merespon ajakan tersebut. Tidak perlu kata-kata untuk mendeklarasikan persetujuannya pada rencana Rajeev. Baiklah, mari kita minum teh. _________________ "Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang ...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein |
|  | | M. Kaya Berrin Vatican Central

Posts: 74 Umur: 18 Pemilik: Male
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 29th September 2009, 20:55 | |
| OoC: Ikut nimbrung, yo~
Sebenarnya apa saja, sih, kerjaan Kaya kalau sedang tidak ada kerjaan di markas? Tak lain dan tak bukan adalah berkeliling markas. Untuk apa? Untuk mencatat bagian mana saja yang ingin dipermaknya nanti kalau sudah punya uang - hei, merenovasi sebuah markas cabang itu juga berat!
Dan hari ini Kaya juga sedang melakukan ritualnya menyusuri lorong dan koridor markas ketika dia mendengar suara-suara di koridor yang cukup sepi ini.
'BRUK BRUK!'
He? Apakah itu suara barang jatuh? Kaya mempercepat langkahnya.
"Andrei, kau harus lembut dong pada wanita... Nah, silakan, Nona. Sisanya biar aku yang bawakan, nona tidak perlu khawatir~ Baiklah, daripada semuanya berdiri di sini terus... Bagaimana kalau sekarang kita langsung berangkat minum teh saja? Nanti waktu istirahat keburu habis lho."
Hei, sepertinya Kaya mengenal suara itu - ya, dia mengenal suara semua orang di cabang Afrika-Timur Tengah - yang memicu Kaya berjalan lebih cepat hingga dia menemukan sumber suara-suara itu ketika dia berbelok di sebuah koridor dan melihat sekelompok kecil orang berisi seorang Finder, dua orang berjas putih, dan seorang pria muda yang terlihat... menawan.
Kaya pun mendekati sekelompok orang itu. Matanya menatap Rajeev di balik tumpukan buku yang tengah dibawanya.
"Hei, Rajeev. Kau tidak berat membawa buku-buku itu ke kafetaria?" tanya Kaya yang kemudian berpaling dan mengedipkan mata kepada Finder penggila Mesir Kuno itu, "dan hai juga, Andrei." |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 7th October 2009, 17:52 | |
| Ada apa ini? Mata Hakizi melebar dengan sangat tidak signifikan melihat pemandangan di hadapannya. Tidak setiap hari terdapat kerumunan orang yang berjubel di... koridor, dari semua tempat. Apa seseorang telah jatuh pingsan atau semacamnya?
Tampaknya tidak; yang ada hanya tumpukan arsip bagian riset yang berserakan di lantai. Hampir saja ia menduga dengan salah bahwa staf berambut panjang yang menjatuhkannya adalah perempuan. Memang ada baiknya bagi seorang supervisor untuk membaca profil tiap staf yang baru direkrut dalam cabang.
Ia menonton Rajeev dan Ethan yang membantu Ciel dalam perihal ini. Bahkan, Rajeev sudi membawakan buku-buku itu untuk bawahannya. Ia tersenyum kecil; ternyata memang pekerja di cabang Afrika - Timur Tengah murah hati. Jika tidak, bagaimana mungkin ada kerumunan orang sebanyak ini hanya untuk perihal berkas yang jatuh ke lantai? Ciel bukan wanita yang bisa menjadi 'mangsa' baru Rajeev.
Hakizi memutuskan untuk menyapa tiap orang di sana, sekaligus menjadikan ini kesempatan menyapa bawahannya yang baru. "Selamat siang Rajeev, Ethan Pasha, Tuan Morozov... ah, Jendral Berrin--" Hei, ia adalah seorang supervisor baik yang menghapal nama semua bawahannya.
"--dan, selamat datang, Tuan Michaelis. Anda tidak apa-apa?" _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 7th October 2009, 18:08 | |
| | Quote: | | "Andrei, kau harus lembut dong pada wanita..." |
Bukannya menanggapi dengan serius, Andrei malah mengembangkan senyum penuh candanya, "Aih, Section Leader~ Anda tahu 'kan saya cuma bisa lembut pada ukiran-ukiran di piramid?" balasnya sambil tertawa renyah.
| Quote: | | "Baiklah, daripada semuanya berdiri di sini terus... Bagaimana kalau sekarang kita langsung berangkat minum teh saja? Nanti waktu istirahat keburu habis lho," |
"Yay! Teh!" sorak Andrei girang tanpa alasan. Ia memang menyukai teh, apalagi teh lemon dengan madu. Sejak kecil, hanya jenis teh itu saja yang bisa diminumnya. Tidak berhubungan dengan Mesir? Siapa bilang? Buktinya, madu yang dipakainya dalam teh yang diminumnya pasti adalah madu yang ia jarah dari salah satu piramid. Sekarang saja, ia sudah membawa sebotol kecil di dalam saku celananya.
| Quote: | | "dan hai juga, Andrei." |
"Oh, hai, Nona Kaya! Mau ikut minum teh? Section Leader yang mengajak~" ajak Andrei sambil tersenyum lebar, seperti biasa.
Tak lama, sang Supervisor datang dan mulai menyapa mereka satu per satu. Andrei baru saja mau membalas sapaan sang Supervisor, kalau saja otaknya tidak cukup cepat untuk mencerna ucapan terakhir Supervisor.
"Tuan... eh??" Andrei menatap orang-orang sekelilingnya, menghitung jumlah mereka, terutama berapa lelaki dan berapa perempuan. Rajeev, jelas maksudnya adalah Rajeev, dan jelas adalah lelaki. Ethan Pahsa, jelas maksudnya Lord Ethan, dan jelas adalah lelaki. Tuan Morozov, dirinya sendiri, jelas lelaki juga. General Berrin, jelas maksudnya Kaya, dan jelas adalah perempuan...
...dan yang tertinggal adalah si 'anak manis' tadi itu...
"DEMI JANGGUT FIRAUN!! Si manis ini pria?!" teriak Andrei kaget. |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Lose Way 7th October 2009, 18:12 | |
| "Hei, Rajeev. Kau tidak berat membawa buku-buku itu ke kafetaria?"
Tepat sebelum rombongan kecil itu meninggalkan lorong untuk memulai sesi minum teh, seorang lagi masuk dalam kerumunan ini. "Ohh, Nona Kaya, baru pulang dari misi?" sapanya berbasa-basi, "Tidak, saya tidak merasa berat sama sekali... Toh merupakan sebuah kewajiban bagi pria untuk selalu membantu wanita." katanya lancar, dengan senyum lebar terpampang di wajahnya. Oh, ia pasti ingin membuat kedua wanita di sana terkesan dengan sikap gentleman-nya.
Dan... datanglah seorang lagi, yang merupakan sahabat dekatnya. Apa di koridor cabang Afrika - Timur Tengah sudah dipasangi sesuatu sehingga banyak orang yang senang lalu-lalang bahkan membentuk kerumunan di sana?
"Selamat siang Rajeev, Ethan Pasha, Tuan Morozov... ah, Jendral Berrin--"
"Hei, Hakizi. Mau ikut minum teh juga?" sapanya ringan, sambil tersenyum kecil. Namun sapaannya belum terbalas karena rupanya yang bersangkutan belum selesai menyapa semua orang di sana.
"--dan, selamat datang, Tuan Michaelis. Anda tidak apa-apa?"
Apa? Baik, Rajeev juga baru tahu kalau nama gadis berambut abu di sebelahnya ini adalah Michaelis, tapi... Tuan? Hah?
Pria India ini tertawa geli, kemudian mengibaskan satu tangannya, mengarah pada Hakizi, "Kau ini aneh ya, Hakizi. Masa' Nona Michaelis kau panggil 'Tuan'? 'Nona', kali?" ujarnya, sambil menaruh satu tangannya yang bebas di depan mulutnya, menahan tawa keluar lagi dari sana. _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|