An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Triple Delight

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3
AuthorMessage
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   1st October 2009, 19:55

Lia terdiam menerima kue dari Victoria. Ia merasa agak tidak enak, karena saputangan yang ia berikan pada anak itu bukanlah saputangan yang benar-benar untuknya. Dalam hati, Lia berjanji untuk membuatkan satu lagi untuk gadis cilik itu.

Mendadak, teman-teman barunya dari dapur tadi datang berkumpul, dan mulai ribut-ribut lagi, sampai ditegur oleh sang Section Leader, Ariel Archer. Tapi, di luar dugaan, si Exorcist bermata merah berani langsung bertanya kepada Ariel apakah pria itu mengambil kue Antonio dan Victoria.

Kakak bermata merah ini berani sekali... batin Lia pelan. Yang ia tidak terlalu tahu adalah, bahwa Bianca cukup buta untuk tidak mengenali Ariel sebagai seorang Section Leader. Sang Section Leader tampak terhina karena dituduh sebagai pencuri kue, tapi anak lelaki yang ada bersamanya tampak gelisah.

Quote:
"Tadi Al makan kue kering yang entah punya siapa di dapur, kukira itu makanan gratis.."


Victoria langsung ngambek mendengar jawaban itu. Kemungkinan, anak lelaki itulah yang mencuri semua kue hari itu. Lia menatapnya dengan tatapan dingin dan berkata, "Pencuri..."
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   2nd October 2009, 12:53

Ariel tampak gelisah, oke, imejnya bisa hancur seketika itu juga. Mungkin sudah hancur malah? Cih, imej bisa dibelakangkan, tapi masalahnya, kali ini adiknya juga berada di dalam masalah. Al, acaramu di Black Order ini malah jadi kacau begini.

"Hmph, Ok. Aku tahu maksud kalian, tapi berhentilah menghujat adikku, ok? Dia baru pertama kali ini kemari dan mungkin belum terbiasa dengan segalanya," ucap Ariel tegas, dengan nada yang agak keras. Ariel menatap adiknya dalam-dalam, sebelum akhirnya memutuskan sesuatu. Kontak mata antara keduanya itu bagai telepati, dan Al sudah mengerti apa yang dimaksud kakaknya itu.

"Maafkan aku, tuan dan nona. Hukum saja aku. Tapi jangan salahkan kakak."

Mata Ariel sedikit membesar. Adiknya sudah minta maaf, itu cukup. Meminta hukuman dari mereka? Euh, Ariel tak bisa membayangkan apapun. Mata adiknya itu sudah basah oleh air mata. Sepertinya anak malang itu ketakutan. Ariel memeluk adiknya itu dan memberinya saputangan berwarna putih.

"Dengar, adikku sudah minta maaf, dan kalian jangan macam macam!" ucapnya khawatir. Oh, apapun akan dilakukan pria berkacamata ini untuk melindungi adik tercintanya itu.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda



Posts: 121
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   2nd October 2009, 15:32

Mendengar bagaimana seorang anak lelaki mengaku bahwa ia sudah memakan apa yang bukan miliknya, Bianca hanya bisa tersenyum tipis. Bagaimana tidak? Di gereja dulu, ia sering mendengar omelan Pietra dan Angela, tentang bagaimana anak-anak pada umumnya suka mengambil kue dari entah mana, dan sebagian bahkan memakannya di gereja, membuat kedua orang itu sering bermasalah dengan si pemilik kue yang sebenarnya.

Sekarang, gadis kecil yang tadi kehilangan kuenya mulai meneriaki anak lelaki tadi, dan anak perempuan yang ditemuinya di dapur tadi juga ikut mengatai anak lelaki itu sebagai pencuri. Bianca hanya bisa terdiam. Ia merasa, bukan salah anak itu juga. Bagaimanapun, ia masih anak-anak...... benar, 'kan? Setidaknya, telinganya berkata begitu.

Dan, orang yang ditanyainya sebelumnya, yang rupanya adalah kakak dari anak yang mengambil kue-kue itu, mulai membela adiknya, dan meminta (kalau bukan memaksa) orang-orang yang tadi mengatai adiknya sebagai 'pencuri' untuk memaafkan adiknya itu.

Sekali lagi, Bianca hanya tersenyum lebar. Ia berlutut, dan menghadap ke arah anak lelaki itu kira-kira berada. "Adik kecil, kakak rasa ini bukan sepenuhnya salahmu. Kamu tidak bisa benar-benar disalahkan, karena kamu tidak tahu apakah kue yang kamu makan itu milik seseorang atau bukan. Tapi ada baiknya kalau lain kali, kamu bertanya dulu, siapa pemilik kue itu? Lalu tanyakan juga, bolehkah kamu mengambilnya? Setelah kamu bertanya dengan sopan dan mendapatkan izin dari pemiliknya, barulah kamu mengambilnya," kata Bianca lembut. Ia tidak mau sampai melukai perasaan anak lelaki itu.

Ia lalu berdiri, dan menoleh ke arah Antonio dan Victoria (kira-kira) berada. "Tuan dan nona, anak ini sudah minta maaf sebagaimana mestinya. Saya rasa, maafkan saja dia. Dia masih kecil, masih belum mengerti apa yang diperbuatnya," kata Bianca dengan nada memohon kepada kedua pembuat kue itu. Sebisa mungkin, ia ingin menempuh jalan damai dalam menyelesaikan masalah ini.
Back to top Go down
View user profile
Antonio Borghesi



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 26

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   6th October 2009, 21:07

Antonio meringis, menemukan pelaku pencurian kue hari ini. Aldebaran, sama seperti Victoria, masih anak-anak, dan ia sangat menyukai anak-anak. Ia tidak akan tega memarahi adik dari Ariel Archer itu. Ia menengok ke Victoria, lalu Aldebaran, lalu Victoria lagi. Ia menggigit kukunya; sisi siapa yang sebaiknya ia bela?

"Pencuri..." Terdengar bisikan horor dari murid Shreizag Halverson, yang tentunya tidak memperbaiki suasana. Mata Aldebaran mulai mengucurkan air mata, dan dalam seketika, rasa geram yang dimiliki Antonio terhadap pencuri kuenya (yang, di benaknya, adalah sosok gahar yang tertawa jahat atas rakyat jelata yang dirampas haknya) sirna. Ia mengusap dengan lembut kepala anak lelaki itu, tersenyum dengan ramah.

Oh! Tiba-tiba, Ariel Archer memeluk adiknya dengan erat. Ternyata lelaki yang biasanya membentak bawahannya itu sangat lemah terhadap adiknya, yang juga lucu di mata Antonio. Lelaki berkaca mata itu meminta semuanya memaafkan adiknya, dan Bianca berbagi sentimen ini dengannya. Antonio menghela napas, memajang senyum kecil. Mengacak rambut merahnya, ia rasa ia juga tidak tega memarahi anak kecil yang masih polos. Ia berjongkok, dan kini pandangannya sejajar dengan anak lelaki itu.

"Adik kecil, kakak rasa ini bukan sepenuhnya salahmu. Kamu tidak bisa benar-benar disalahkan, karena kamu tidak tahu apakah kue yang kamu makan itu milik seseorang atau bukan. Tapi ada baiknya kalau lain kali, kamu bertanya dulu, siapa pemilik kue itu? Lalu tanyakan juga, bolehkah kamu mengambilnya? Setelah kamu bertanya dengan sopan dan mendapatkan izin dari pemiliknya, barulah kamu mengambilnya,"

Kata-kata yang indah dari Exorcist buta itu... Antonio pun mengusap air mata imajiner pada matanya, tersenyum mendengar ceramah dari Bianca. "Benar itu, nak. Kami tidak marah, tetapi kau harus memperhatikan yang telah dikatakannya." Ia pun menunjuk pada anak perempuan muda yang juga telah diambil kuenya. "Dan, kurasa sebaiknya kau meminta maaf pada dia secara khusus." Ia harap, dengan ini Victoria akan merelakan kepergian kuenya.

"Nah, gadis kecil, bagaimana jika kau mencicipi kue buatanku sebagai gantinya, hm? Nanti kita bisa membuat kue bersama." Ingat, Antonio, kau staf riset, bukan koki. Lelaki itu berdiri tegak, dengan wajah berbinar-binar. "... Dan, yang lainnya," ia berpaling ke semua yang telah terlibat dalam 'kasus' hari itu. "Kasus telah terpecahkan! Sesuai janjiku, kalian semua boleh mengambil sepotong dari Torte Tri Monti yang telah aku buat!" Ia kembali menatap Aldebaran. "Kau juga... jika kau masih lapar..." Ia tertawa kecil mendengar candaannya sendiri.

"Mari, ke dapur!"
Back to top Go down
View user profile
Victoria Addison



Posts: 23
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 14

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   7th October 2009, 00:25

Tadinya Victoria hendak mencubit-cubit pipi Aldebaran kuat-kuat bila anak itu tidak segera meminta maaf padanya. Namun niat itu tidak pernah terkabul, karena rasa panas di dalam hati Victoria sudah didinginkan oleh untaian kata yang indah dari Bianca. Sosoknya seperti malaikat, dan rambut putihnya mengingatkan pada seseorang... Oh, ia tidak perlu menjelaskan siapa orang itu kan?

Gadis kecil yang sudah melepaskan cengkramannya pada Aldebaran sejak anak itu dipeluk Ariel akhirnya tersenyum maklum, "Baiklah, Victoria maafkan," kuenya sudah terlanjur termakan, hadiah untuk Shreizag masih bisa menunggu. Membesar-besarkan masalah terus tidak ada gunanya kan? Kemudian, kakak dengan logat Italia yang kental berkata padanya lagi dengan lembut, "Nah, gadis kecil, bagaimana jika kau mencicipi kue buatanku sebagai gantinya, hm? Nanti kita bisa membuat kue bersama."

Victoria mengangguk cepat, "Iya, Victoria mau! Nanti ajarkan Victoria cara membuatnya juga ya, Kak!" ujarnya riang, kini senyum lebar telah menggantikan ekspresi cemberut yang baru beberapa menit lalu diperlihatkannya. Ah, anak-anak memang mudah terbawa perasaan.

"Kasus telah terpecahkan! Sesuai janjiku, kalian semua boleh mengambil sepotong dari Torte Tri Monti yang telah aku buat! Mari, ke dapur!"

"Wahh, Kakak baik sekali!" ia menatap Antonio dalam-dalam, seakan menemukan satu sosok lagi dalam diri pria San Marino tersebut, "Kalau begitu, Victoria juga mau membagi-bagikan kue yang baru Victoria panggang!" serunya bersemangat, melepaskan senyuman cerianya sambil mengikuti langkah Antonio yang menuju dapur.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   7th October 2009, 06:36

Sebenarnya, dari tadi Leon sudah mengamati dan menganalisa keadaan sekitarnya. Serius, ia benar-benar mengamati. Masalahnya, bukannya ia maju untuk membela kakak-adik Archer, ia malah tetap duduk tenang di kursinya sambil menonton semua kekacauan yang terjadi.

Lebih kacau lagi, ia malah berpikir untuk mengingat momen tersebut baik-baik. Siapa tahu, suatu hari nanti ada manfaatnya.

Pertama-tama, ia mengamati anak perempuan yang menangis gara-gara kuenya hilang. Ia tahu gadis itu, tapi ia membiarkannya. Lalu Lia datang dan menenangkan gadis itu, memberinya sapu tangan yang tadinya ia minta untuk dikembalikan, tapi pada akhirnya diberikan secara sukarela pada gadis itu setelah ia mendengar bahwa si gadis kecil--Victoria--adalah salah satu warga Black Order yang pro-Shreizag.

Ia juga mengamati, bagaimana staff research yang masih lupa bahwa ia adalah staff research--Antonio--ikut mengamuk tidak jelas tentang kuenya yang dicuri. Tidak perlu banyak tanya, Leon sudah tahu pencurinya. Siapa lagi kalau bukan Aldebaran? Tapi ia diam saja.

Ia juga mengamati, bagaimana Ariel, yang memang gampang naik darah, malah menghampiri rombongan yang sebenarnya dari tadi sudah siap menghajar adik sedarahnya. Lebih mantap lagi, karena seorang Exorcist albino--Bianca--langsung menanyainya tanpa ragu sedikitpun.

Sejujurnya, ia agak kaget juga melihat reaksi Lia yang langsung mengecap jelek Aldebaran setelah bocah itu mengaku bahwa ialah yang mengambil kue-kue yang hilang hari itu. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, si Exorcist albino bisa menyikapi semua itu dengan lemah lembut. Mungkin karena latar belakangnya sebagai anak angkat pastur? Entahlah.

Dan, oleh ucapan Bianca tadi, kedua 'koki' yang tadi sempat mengamuk langsung tenang, dan memaafkan Aldebaran. Leon tersenyum tipis mengamati hal tersebut. Bianca Corda, ya... Kalau dia sudah berhenti jadi Exorcist, biar kuseret dia bergabung dalam anggota Diplomasi.

Leon berdiri dari kursinya, bersamaan dengan Antonio yang mengumumkan bahwa ia hendak membagi-bagi kuenya bagi orang-orang yang ada di sana. Leon hanya tersenyum tipis dan membereskan berkas yang tadi dibawanya, lalu melangkah keluar dari kafetaria.

Sayang, aku tidak suka makanan manis...

[Leonard Chezza OUT]
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   8th October 2009, 19:50

Ariel Archer menghembuskan nafas lega begitu vonis terhadap adiknya dicabut. Section leader itu membetulkan kacamatanya yang agak kurang nyaman, dan kemudian langsung memeluk (lagi) adik kesayangannya erat erat. Hampir saja anak itu terkena amukan massa jika tidak ada exorcist albino, Bianca Corda. Hmm, lain kali ia harus berterima kasih secara khusus karena telah menyelamatkan Aldebaran.

Kemudian para staf yang kehilangan kue tadi malah mengajak Aldebaran makan kue. Ariel sebenarnya merasa tidak enak. Tapi adiknya lain, matanya berbinar binar hanya dengan mendengar kata "kue". Dasar anak-anak, dan itulah yang membuat Ariel sangat menyayangi Aldebaran, walaupun ujung ujungnya jadi agak berlebihan.

"Kak, bolehkah?"

Ariel mengusap kepala adiknya, mengangguk, dan tersenyum tulus.

"Kalian, terima kasih banyak," ucapnya sambil sedikit membungkukkan badan. Hmm, dengan adanya Al di samping Ariel, temperamen pria berkacamata itu memang berubah drastis.
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda



Posts: 121
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   9th October 2009, 13:59

Bianca menghela nafas lega. Sebenarnya ia sudah siap-siap akan memakai barrier dari Innocence-nya kalau-kalau kedua koki tadi masih mau mengamuk pada si anak itu, tapi rupanya hal tersebut tidak perlu. Baik Victoria maupun Antonio bisa langsung memaafkan kelakukan si anak lelaki itu.

Yang lebih murah hati lagi, Antonio lalu menawarkan untuk membagi-bagikan kue Torte Tri Monti yang tadi dibuatnya. Victoria juga, dengan semangat mengatakan bahwa ia mau membagi-bagikan kue buatannya. Bianca hanya bisa tersenyum simpul.

"Baik sekali kalian berdua, sudah mau memaafkan anak itu, dan juga mau membagi-bagikan apa yang telah kalian buat dengan sepenuh hati. Tuhan pasti berkenan kepada kalian," puji Bianca sambil tersenyum lembut. Ia lalu menelungkupkan kedua tangannya di depan dada, lalu menunduk sedikit.

"Matthew chapter 5, verse 44; 'But I say to you, love your enemies, bless those who curse you, do good to those who hate you, and pray for those who spitefully use you and persecute you.', Allah Bapa di surga pun mengajar kita untuk mencintai musuh kita. Diberkatilah kita yang mengikuti ajarannya, amin," kata Bianca dengan penuh khidmat. Ia lalu tersenyum ramah ke arah Victoria dan Antonio, kepada kedua orang yang telah bermurah hati pada Aldebaran, yang sudah mencuri kue mereka.
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov



Posts: 40
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

PostSubject: Re: [CENTRAL] Triple Delight   11th October 2009, 23:44

Tidak hanya mereka yang telah saling memaafkan mendapatkan hikmah hari ini, Roman juga merasa ikut tercerahkan. Menurutnya, dinamika kehidupan manusia memang sangat unik; termasuk yang satu ini, bahkan seorang anak-anak juga bisa berlapang dada dan dapat memaafkan yang telah berbuat salah. Rasa haru juga pecah, indah, sungguh indah.

Telinganya kemudian menangkap kalimat-kalimat suci yang digumamkan dengan khidmat, yang rupanya berasal dari pria yang sedang berdiri di sampingnya, sahabat baiknya. Roman mendengarkan setiap kata yang diucapkan dengan khidmat oleh pria berambut putih tersebut. Diakhiri dengan senyum dari yang bersangkutan, Roman juga ikut tersenyem lebar, "Kamu ini, benar-benar deh, Bianca..." ia berujar pelan, sambil menepuk pundak Exorcist pundak tersebut.

Ia menghembuskan napas, masih berniat melanjutkan kalimatnya sendiri, "... Kalau begini sih, tidak heran kenapa orang-orang menganggap sosokmu seperti malaikat." ujarnya ringan, memakai perumpamaan untuk memuji. Berlebihan? Tidak, pria Rusia ini hanya spontan mengatakan apa yang ada di benaknya. Impresi itulah yang ia dapatkan selama menjadi sahabat dari pria yang bersangkutan.

Sekarang, mereka berjalan mengikuti Antonio menuju dapur, di mana peristiwa hari ini layak untuk dirayakan. Pada akhirnya, semua akan berjalan dengan baik lagi, dan senyum akan kembali ke wajah semua orang. Spasiba, God...
Back to top Go down
View user profile
 

[CENTRAL] Triple Delight

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 3Goto page : Previous  1, 2, 3

 Similar topics

-
» 2011 Topps Triple Threads Baseball
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» [CENTRAL] Triple Delight
» Demographics of the Central African Republic

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forums | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums