| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 21:44 | |
| Lokasi: ruang santai cabang Afrika - Timur Tengah Hanya permainan untuk melalui waktu, mari kita lihat apa LCK benar-benar berpengaruh pada kehidupan nyata atau tidak...  Terbuka untuk semua, tetapi jelas yang ikut duluan bisa curi start
Bukan, bukan permainan penuh keserakahan. Tetapi, memang suatu permainan dengan nama Greed. Juga dikenal dengan nama lain: Zilch, Farkle-- Pada intinya, hanya suatu permainan untuk melalui waktu luangnya bersama Rajeev Nambiar, jika tidak dengan yang lain. Hakizi Mana meletakkan keenam dadu yang dikeluarkan dari laci di ruang pribadinya tadi di atas meja kecil dalam ruang santai itu. Walau perangkat yang dibutuhkan untuk permainan yang mengandalkan keberuntungan itu hanyalah dadu, ada satu hal penting lain yang harus disertakannya: daftar peraturan. Tujuan permainan Greed ini cukup terang: mencapai jumlah poin 10000 (atau lebih). Siapapun yang berhasil melaksanakannya pertama, menang. Jumlah poin yang didapatkan bervariasi sesuai dengan kombinasi dadu yang didapatkan pelempar. | Quote: | Satu x 1 = 100 pts Satu x 5 = 50 pts Tiga x 1 = 1000 pts Tiga x 2 = 200 pts Tiga x 3 = 300 pts Tiga x 4 = 400 pts Tiga x 5 = 500 pts Tiga x 6 = 600 pts Lima x _ = 2 x nilai tiga kali-nya Enam x _ = 4 x nilai tiga kali-nya Enam x 1 = 10000, menang otomatis Straight (1-2-3-4-5-6) = 1000 pts
[Bisa dikombinasikan. Contoh: Empat x 5 tidak bernilai apa-apa, namun harus dipisah menjadi tiga x 5 (500) + satu x 5 (50) menjadi 550. Seseorang yang mendapat kombinasi 3-3-4-4-4-1 berarti mendapatkan Tiga x 4 (400) + Satu x 1 (100) = 500 poin] |
Perjudian? Tidak juga, ia tidak menuntut biaya bagi siapapun yang ingin bergabung. Walau tidak mengutarakannya, ia memiliki rencana memberikan hadiah bagi pemenang permainan Greed ini. Ia memiliki firasat lebih banyak orang akan bergabung dengannya dan Rajeev.
Ia melihat sahabatnya menghampirinya, dan memberikan senyum kecil. Tampaknya permainan mereka bisa dimulai sekarang. Ia mengocok keenam dadu dalam gelas kayu kecil yang memang diperuntukkan sebagai alat bantu permainan ini, sebelum menumpahkan isinya ke atas meja.
| This dice is not existing. | |
Dalam permainan ini, seseorang akan melempar enam dadu tiap giliran. Untuk melakukan itu, silakan copy-paste kode ini:
| Code: | [roll="6-sided Die"==2,5,3,5,1,6]6[/roll] |
Rekapitulasi jumlah poin yang didapatkan karakter pada giliran terakhirnya, serta berapa total poin yang mereka miliki pada akhirnya, dilakukan pada awal post yang mengikuti post terakhir karakter (untuk contoh, lihat post Hakizi Mana berikutnya)
SEBISA MUNGKIN JANGAN EDIT POST KARENA AKAN MENGUBAH ANGKA DADU! _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 21:48 | |
| Maaf, entah mengapa kode pelemparan dadu yang saya sertakan jadi berbeda dengan yang saya masukkan. Gunakan ini: | Code: | [ roll="6-sided Die"]6[/roll]
(Tanpa spasi antara [ dan roll) |
Rekapitulasi skor akan dilakukan setelah pelemparan dadu oleh pemain lain  _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 22:21 | |
| Rajeev tengah berjalan santai di sekitar lingkup ruang kerjanya ketika ia teringat akan sahabatnya, Hakizi Mana. Hmm, di sisa istirahat siang begini, seharusnya orang itu sedang santai kan? Dengan asumsi itu, pria India ini melangkahkan kakinya ruang di mana orang-orang biasa bersantai, mungkin saja sang Supervisor itu juga berada di sana. Kalau ia ingat-ingat lagi, siang ini ia memang ada janji bermain suatu permainan dengan Hakizi; err, apa nama permainannya? Greed? Nah, kalau begitu bisa dipastikan Hakizi berada di ruangan yang ditujunya sekarang. "Hoooi, Hakizi~" ujarnya santai sambil melambaikan tangan dan tersenyum pada pria Mesir itu ketika ia melihat sosoknya. Yang disapa membalas dengan senyum kecil. Rajeev duduk di hadapannya, dan permainanpun dimulai. Hasil kocokan pertama; cukup bagus. Nasib pria Mesir ini memang baik. Kini giliran Rajeev yang memulai. | This dice is not existing. | |
|
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 22:33 | |
| Skor Giliran: [Tiga x 6] 600 = 600 Skor Total: 600
"Rajeev," sapanya datar, sembari mempersilakan rekannya untuk mengambil tempat duduk yang berhadapan dengannya. Dengan senyuman, tentunya, walau tidak begitu lebar. Ternyata Rajeev cukup mujur juga untuk giliran pertamanya. "Kau sudah mendapatkan triple juga, Rajeev," ujarnya, mengutarakan yang obvious. Ia pun mengambil kembali pengocok dadu, memasukkan keenam kubus kecil itu ke dalamnya. Apakah ini benar-benar cara lelaki kepala tiga macam mereka melalui waktu? Trekkk. Mendarat pada meja, keenam dadunya berputar beberapa kali sebelum menetapkan posisi akhirnya. | This dice is not existing. | |
_________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 22:43 | |
| Skor Giliran : [Tiga x 2] 200 = 200 Skor Total : 200 "Kau sudah mendapatkan triple juga, Rajeev,"Rajeev tersenyum lebih lebar, "Ah, punyamu masih lebih bagus, Hakizi." katanya, mengibaskan sebelah tangannya di depan wajahnya. Dipikir-pikir, permainan ringan macam ini boleh juga untuk mengusir kepenatan dan kebosanan. Apalagi, saat pekerjaan menumpuk-- maksudnya, saat pekerjaannya begitu banyak dan waktu yang diluangkan untuk beristirahat tidak sepadan. Setidaknya, kegiatan ini akan me- refresh pikirannya. Hakizi mengocok dadu lagi, kali ini hasilnya tidak sebagus sebelumnya. Rajeev mengetukkan jarinya pelan pada dagunya, sebelum mengambil ke-enam buah dadu dan memasukkannya ke dalam gelas kayu kecil, sebelum akhirnya ia melemparkan semuanya ke atas meja. | This dice is not existing. | |
|
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 22:47 | |
| Skor Giliran : [Tiga x 4] 400 + [Satu x 5] 5-= 450 Skor Total : 600 + 450 = 1050 "Ah, punyamu masih lebih bagus, Hakizi." Lelaki Mesir itu mengamati hasil lemparan Rajeev yang terbaru. "Langsung dibalas dengan kemujuranmu lagi," ujarnya sebagai guyonan, walau wajahnya tidak menunjukkan itu. Dari bertahun-tahun bersama, harusnya lelaki India yang mendampinginya dalam permainan Greed sudah paham. "Giliran saya," ujarnya, seraya ia mengocok dadunya dengan cepat. Tampaknya kedua pemain sudah mulai paham dengan peraturan permainan baru itu; kecepatan permainan bisa ditingkatkan. Ia mengeluarkan dadu isi kocokan: | This dice is not existing. | |
Sepertinya sekarang mereka sudah bisa mulai berbasa-basi. "Jadi, Rajeev. Nasib laporanmu?" _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 7th September 2009, 23:04 | |
| Skor Giliran : [Tiga x 4] 400 = 400 Skor Total : 200 + 400 = 600 "Langsung dibalas dengan kemujuranmu lagi,"Sekilas ia tersenyum menanggapi pernyataan itu, toh, tetap saja Hakizi yang memegang poin lebih tinggi sekarang ini. Pria Mesir itu melempar dadu lagi, tempo permainan mulai dipercepat. Ya, buat apa berlama-lama hanya untuk bermain dadu saja? Hasil kocokan Hakizi kali ini; empat buah dua. Lumayan, lumayan. Permainan ini hanya mengandalkan keberuntungan semata sih. Apa memang ada strategi khusus yang diperlukan dalam permainan ini? Rajeev rasa tidak. "Jadi, Rajeev. Nasib laporanmu?"Hegh. Basa-basi yang kurang menyenangkan bagi Rajeev yang belum menyelesaikan laporannya. Bagaimana yaa, distraksinya terlalu banyak sih. Rajeev memberikan senyum kecil pada Hakizi, kemudian mengeluarkan dadu hasil kocokan. | This dice is not existing. | |
Sambil menunggu ke-enam dadu itu menampakkan hasil akhirnya, Rajeev menggaruk-garuk kepalanya dan berkata, "Yaa, masih dalam proses, Hakizi..." jawabnya tanpa ingin beralasn lebih lanjut. Toh, memang itu kenyataannya kan? |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 8th September 2009, 07:50 | |
| Skor Giliran: [Tiga x 2] 200 + [Satu x 1] 100 = 300 Skor Total: 1050 + 300 = 1350 "Sudah berapa lama laporan itu memiliki status dalam proses?" tanyanya, walau ia sudah tahu jawabannya. Ya, tentu saja, karena ia sendiri yang memberikan Rajeev perpanjangan waktu. "Saya sih tidak ada masalah, tetapi mungkin Sofia sedang merasa geram sekarang." Sesungguhnya, ia tidak bisa membayangkan wanita Siprus itu berekspresi geram layaknya yang sering dipampang Giraile dulu (mungkin sekarang juga). Namun, ia tahu Sofia Kyprianos tidak begitu menyukai laporan yang tidak dikumpulkan tepat waktu, karena sepertinya mengacak keteraturannya. "Membicarakan Sofia, apa kau telah bertemu dengannya akhir-akhir ini? Sepertinya ia menghindari saya sejak saya mengajaknya ke restoran beberapa hari yang lalu." Ia menghitung hasil kocokannya. | This dice is not existing. | |
"Giliranmu, Rajeev," ujarnya, setelah menghitung poin yang telah diakumulasinya. Masih jalan yang panjang menuju sepuluh ribu. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Nalbari J. Mrinalini

Posts: 33 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 22
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 8th September 2009, 15:05 | |
| Mrinalini berpikir, mungkin suatu hari nanti ia akan menjadi seperti ayahnya yang keras dan barbar. Kenapa? Jelas karena dari hari ke hari, rasanya Mrinalini tidak bisa lagi menahan keinginannya untuk menghajar Section Leader nya, yang hobinya kabur dari pekerjaan dan menggoda perempuan di sana-sini. Sekarang saja, ia sedang berjalan dengan langkah cepat ke ruang santai sambil membawa setumpuk dokumen. Entah sudah berapa kali ia dimintai tolong oleh rekan sesama Section Staff nya untuk mencari Rajeev yang sering menghilang entah ke mana. "Tolong ya, Mrinalini... Kamu dan Section Leader itu sesama orang India, 'kan? Mungkin rasa 'persaudaraan sesama India' bisa meluluhkannya untuk membereskan dokumen-dokumen ini..."Mrinalini berdecak pelan. Rasanya urat kemarahannya sudah berkedut sangking kesalnya. Sejak kapan seorang Rajeev peduli pada 'persaudaraan sesama India'? Mrinalini rasanya jadi ingin mengamuk sendiri. Saat ia sampai di ruang santai, ia bisa langsung melihat bahwa orang yang dicari-cari itu sedang bermain dengan sahabatnya, Supervisor Hakizi Mana. Mrinalini memperbaiki penampilannya dengan cepat agar tidak tampil memalukan di depan sang Supervisor, lalu segera menghampiri keduanya. "Selamat siang, Supervisor," sapa Mrinalini dengan penuh hormat. Tapi itu hanya basa-basi, karena segera setelah ia memberi salam itu, ia langsung menatap tajam ke arah Rajeev tanpa menunggu jawaban dari Hakizi. "Section Leader, saya bawakan dokumen yang harus Anda periksa. Saya tidak akan melarang Anda bermain, asal selama Anda bermain, Anda mengerjakan dokumen-dokumen ini. Dan tenang saja, saya akan menemani Anda bermain juga, Section Leader," kata Mrinalini pedas. Dan tanpa basa-basi, ia meletakkan dokumen-dokumen tersebut di pangkuan Rajeev. Ia sendiri mengambil tempat duduk di antara Hakizi dan Rajeev, lalu mengambil keenam dadu yang tergeletak di atas meja. Ia mengocoknya, lalu melemparnya ke meja itu lagi. | This dice is not existing. | |
"Ngomong-ngomong, permainan apa ini?" tanya Mrinalini. Hohoho, rupanya ia ikut bermain tanpa mengetahui permainan macam apa itu. |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 8th September 2009, 15:31 | |
| Skor Giliran: [Satu x 1] 100 = 100 Skor Total: 1350 + 100 = 1450 Tampaknya nasibnya kurang mujur pada giliran terakhirnya. Ia hanya mendapatkan satu mata dadu bernomor satu. "Nona Mrinalini," sapa Hakizi kembali, walau hanya sesaat setelah sang pengantin Ganesha mengutarakan salam, dirinya sudah menyampaikan tujuannya pada Rajeev. Baguslah, minimal laporan sahabatnya akan mengalami proses lebih cepat dengan ini. "Semoga kau bisa membagi konsentrasi, Rajeev," Hakizi pun menyampaikan doanya. Ia mengambil dadu-dadu dan alat pengocok yang digunakan Mrinalini sebelumnya, menjalani gilirannya: | This dice is not existing. | |
"Ngomong-ngomong, permainan apa ini?"
"Biasa dipanggil Farkle, namun Anda bisa memanggilnya Greed jika Anda mau." Ia menyodorkan daftar kombinasi dadu yang akan menghasilkan poin pada wanita India itu. "Tujuan utamanya adalah mencapai sepuluh ribu poin atau lebih, berdasarkan ini. Bisa juga dikombinasikan."
Ia menyodorkan kembali perangkat permainan pada Mrinalini. Sebenarnya setelahnya adalah giliran Rajeev, namun, "Saya telah melempar lima kali, Rajeev empat. Nona Mrinalini tertinggal permainan, jadi lebih baik Anda melempar dadu lagi untuk mengejarnya." Paling tidak sebagian, agar selisih poinnya tidak terlalu jauh dengan dua pemain sebelumnya. _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Nalbari J. Mrinalini

Posts: 33 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 22
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 8th September 2009, 16:09 | |
| Skor Giliran : [Tiga x 2] 200 + [Satu x 1] 100 = 300 Skor Total : 300 Mrinalini menerima secarik kertas yang berisi kombinasi dadu yang menghasilkan poin yang disodorkan oleh sang Supervisor. Ia membacanya dengan seksama, lalu dikembalikan kepada Hakizi sambil memberikan senyum terima kasih. "Sepuluh ribu, ya... sepertinya sulit. Sayangnya keberuntunganku tidak sebesar itu," kata Mrinalini basa-basi. Sang Supervisor lalu menyodorkan perangkat permainan kepada wanita India itu, mengizinkannya untuk mengocoknya lagi untuk mengejar ketinggalan. Ah, andaikan Rajeev adalah pria yang kompeten seperti Supervisor Hakizi... batinnya sambil mengambil perangkat permainan itu dan mengocok lagi dadunya. | This dice is not existing. | |
Ia lalu meletakkan perangkat permainan itu di hadapan Rajeev tanpa mengatakan apa-apa. Pria itu pasti sudah tahu bahwa itu gilirannya tanpa harus diberi tahu, 'kan?
"Tidak ada yang dipertaruhkan di permainan ini, 'kan?" tanya Mrinalini pada Hakizi, memastikan ia tidak harus mengorbankan apapun kalau-kalau ia kalah. |
|  | | Hakizi Mana Vatican Central

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: Supervisor Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 37
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 8th September 2009, 17:14 | |
| "Tidak ada yang dipertaruhkan di permainan ini, 'kan?"
"Tidak, Nona," jawab Hakizi, yang mengembalikan daftar kombinasi mata dadu pada tempatnya semula. "Yang ada hanyalah reward bagi pemenang." Apa hadiah ini? Ia tidak akan membeberkannya sekarang, kan? Yang ia pelajari dari Giraile adalah: kadang orang lebih suka mendapatkan kejutan (minimal, ini yang berlaku untuk wanita Armenia itu).
"Nona Mrinalini, lemparkan dadu saja lagi, agar Anda mengejar lebih jauh. Rajeev, kau tidak ada masalah dengan ini, kan?" Hakizi rasa tidak. Ia mengembalikan perangkat permainan pada Mrinalini; tidak sepatutnya jika dua orang lelaki mencuri start terhadap seorang wanita (er, atau lelaki lain. Sama saja baginya). _________________ "Three hours a night suffices. The rest can be taken bit by bit."-- Hakizi Mana, on sleep
values, temptation-- his choice. number02: the L O V E R S - part 2 |
|  | | Lorelei D. Poisson

Posts: 34
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 26
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 8th September 2009, 21:55 | |
| Lorelei melangkahkan kakinya dengan gontai, sudah beberapa hari ini dia dibiarkan melakukan penelitian atas beberapa bakteri sendirian. Bukannya dia tidak menyukai hal itu tetapi sudah seharian ini dia belum mendapatkan asupan makanan yang benar. Dia sungguh tak bisa mempercayai staff lain untuk merawat Edith, Molly, dan Claudia-nya --ketiganya adalah bakteri dengan jenis berbeda-- yang berharga. AH tidak! jika staff itu tidak sehandal dirinya atau benar-benar mencintai bakteri-bakteri manis itu. Dan hal itu membuat Lorelei menahan hasrat tubuhnya untuk makan. tampaknya catatan-catatan kecil yang dia tempel untuk pengingat sama sekali tak berguna. Mereka hanya mengingatkan, sedangkan yang dibutuhkan oleh pria Prancis ini adalah paksaan.
Dia mencoba menunggu sang section leader namun sampai saat ini pria India itu tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali. Akhirnya saat perutnya bersuara untuk ke-10 kalinya dengan suara yang mirip hewan buas yang lapar, dia menyerah. Butuh waktu kira-kira 10 menit untuk membuatnya benar-benar menapakkan kakinya keluar, pandangannya yang terlihat tak tega tertuju pada bakteri-bakteri yang ditempatkan di wadah kaca khusus.
Ah Molly, Edith, Claudia.. tunggulah aku akan kembali sebentar lagi... ♥ , Lorelei berpamitan pada bakteri-bakteri itu seperti orang sinting sebelum dia mengumpulkan sisa tenaganya untuk berjalan.
Kedua kaki Lorelei yang berjalan terseok dengan sangat lambat berhenti di depan ruang santai, bereaksi dengan suara yang dia dengar dari dalam. Dia masuk ke ruangan itu dan betapa kagetnya saat dia menemukan sang section leader sedang asyik bermain saat dia benar-benar merasa menderita. Seorang staff research lain yang dia kenal berpapasan dengannya sambil membawa kebab dan tanpa basa-basi Lorelei merebut kebab itu, Lorelei sempat mendengar suara protes namun dia langsung beraksi dengan memberikan senyuman terbaik yang dia miliki. Senyuman yang bisa membuat bulu kuduk berdiri, apalagi untuk mereka yang sudah mendengar tentang Lorelei.
"Mr Rajeev!", dia menghampiri Rajeev yang tampak sedang duduk-duduk santai dengan beberapa orang lainnya, termasuk Nalbari dan Supervisor cabang ini.
"Tubuhku tak kuat lagi ! tolong tangani Edith. Molly dan Claudia.. aku takut mereka tak mendapat perhatian yang cukup", ucapnya dengan wajah yang benar-benar memelas sambil tetap memakan kebabnya, ah untuk urusan beginian saja dia baru memiliki perasaan.
Saat itu Lorelei sadar, orang-orang disana sedang melakukan hal lain yang tidak dia ketahui, dan sebagai ilmuwan dia mudah penasaran pada hal-hal baru. Sikapnya berubah menjadi tenang dan sebuah senyuman tersungging di wajahnya. Tampak tertarik pada obyek baru di depannya. Dan tanpa sadar dia duduk di salah satu kursi dekat sana. Matanya mengikuti gerakan dadu sambil menganalisa setiap gerakan. |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 66 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 9th September 2009, 00:29 | |
| Skor Giliran : [Satu x 1] 100 + [Satu x 5] 50 = 150 Skor Total : 600 + 150 = 750
"Sudah berapa lama laporan itu memiliki status dalam proses? Saya sih tidak ada masalah, tetapi mungkin Sofia sedang merasa geram sekarang."
Rajeev sendiri juga sebenarnya tidak ingat sudah berapa lama ia meninggalkan tumpukan kertas laporan anak buahnya itu di meja kerjanya. Yang jelas, rasanya sudah lebih dari tiga hari. Ayolah, banyak sekali hal-hal yang bisa mendistraksinya dari menyelesaikan laporan yang sebenarnya mudah itu...
Omong-omong soal Sofia...
"Membicarakan Sofia, apa kau telah bertemu dengannya akhir-akhir ini? Sepertinya ia menghindari saya sejak saya mengajaknya ke restoran beberapa hari yang lalu."
Rajeev mengangkat kepalanya, menatap pria di depannya dengan pandangan setengah tidak percaya. Jangan bilang si Hakizi malah membicarakan topik yang justru Sofia tidak ingin dengar? Kalau iya sih, sudah jelas wanita jelita itu jadi menghindarinya.
"Giliranmu, Rajeev,"
Daripada langsung mengambil ke-enam buah dadu itu, Rajeev menghela nafas dan berujar pada sahabatnya ini, "Kau ini memang tidak pandai menghadapi wanita ya, Hakizi..." katanya sambil tersenyum pasrah mengetahui kenyataan di depannya.
Dan tepat saat ia hendak mengambil dadu untuk gilirannya, seseorang datang;
"Selamat siang, Supervisor,"
Ah, ya. Rajeev tahu jelas siapa pemilik suara ini.
"Section Leader, saya bawakan dokumen yang harus Anda periksa. Saya tidak akan melarang Anda bermain, asal selama Anda bermain, Anda mengerjakan dokumen-dokumen ini. Dan tenang saja, saya akan menemani Anda bermain juga, Section Leader."
'... Dhikkarana...' Rajeev menggerutu dalam hati. Bagaimana caranya ia bisa bermain sambil mengerjakan dokumen? Bukan istirahat kan namanya kalau masih disuguhi pekerjaan? "Aihh, kau ini bisa saja ya, Mrinalini~" ujarnya santai, memasang senyum khasnya. Mrinalinipun mengambil alih gilirannya, dan melempar ke-enam dadu tersebut keluar dari gelas kayunya.
"Ngomong-ngomong, permainan apa ini?"
Ugh, ternyata Mrina memang cuma mau 'menemani' Rajeev bermain saja ya. Padahal lebih baik kalau kau menunggu dengan sabar di kantor Rajeev saja, Mrina... Toh setelah permainan ini berakhir ia bisa kembali bekerja lagi. ...Kalau tidak ada hal lain yang mendistraksinya.
"Semoga kau bisa membagi konsentrasi, Rajeev,"
Rajeev hanya memberi senyum sarkastis sebelum akhirnya mulai membaca dokumen-dokumen yang ditumpukkan Mrinalini di atas pangkuannya. Cuma melempar dadu saja apa susahnya sih. Masalahnya, ia tidak terlalu ingin mengerjakan dokumen sekarang; di saat di mana dirinya seharusnya beristirahat. 'Dasar Mrina...' ia menggelengkan kepalanya dalam hati.
"Nona Mrinalini, lemparkan dadu saja lagi, agar Anda mengejar lebih jauh. Rajeev, kau tidak ada masalah dengan ini, kan?"
"Mm-hmm," Rajeev mengiyakan dengan gumaman dan anggukan, matanya masih tertuju pada dokumen-dokumen di tangannya. Oh, kalau Rajeev yang menang, rasanya ia ingin meminta cuti seminggu untuk kembali ke kampung halamannya.
"Mr Rajeev!"
Apalagi sekarang?
"Tubuhku tak kuat lagi ! tolong tangani Edith. Molly dan Claudia.. aku takut mereka tak mendapat perhatian yang cukup"
"Lorelei..." pria India ini memandang Lorelei dengan campuran rasa jengkel dan heran. Yang benar saja. Laporannya sendiri saja masih belum selesai dan sekarang ia diminta untuk menjaga bakteri-bakteri manisnya yang entah sampai kapan akan ia simpan itu. Daripada mengurusi bakteri, bagi Rajeev jauh lebih menarik membangun percakapan dengan para wanita yang ada.
"Itu kan gara-gara kau sendiri yang tidak bisa menjaga pola hidup," ia memulai, menunjuk Lorelei dengan pena yang sedang dipegangnya, "Makanya, sebelum kau memberi perhatian pada bakteri-bakterimu itu, setidaknya perhatikanlah dirimu sendiri dulu." katanya, berbicara sebagai Section Leader. Masalahnya, kalimat ini terdengar hipokrit karena Rajeev-lah yang mengatakannya. |
|  | | Lorelei D. Poisson

Posts: 34
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 26
 | Subject: Re: [AFRICA] Game of Greed 9th September 2009, 06:56 | |
| Ditunjuk seperti itu oleh Rajeev, Lorelei hanya menyipitkan matanya seolah-olah mengatakan 'Apa tidak salah?'. Suara dengusan yang cukup keras terdengar dari pria berumur 26 tahun ini.
"Andai saja ada seorang staff lagi yang seperti diriku maka hal tersebut akan menjadi lebih mudah, Mr. Nambiar",ucapnya datar. Gagasan memiliki seorang Lorelei lagi mgkn terdengar seperti bencana bagi orang lain. pandangan matanya tertuju pada dadu-dadu di meja sebelum dia melirik ke Mrinalini sambil dengan sekejap menarik premis dari ekspresi gadis india itu dan tumpukan dokumen yang berada di dekatnya "dan sepertinya Mrinalini juga memiliki keperluan dengan anda?".
Lorelei berdiri sambil berpikir mungkin saja yang dikatakan Rajeev memang benar, seharusnya dia lebih memperhatikan pola hidupnya, atau mungkin dia harus menciptakan alat yang dapat memaksanya? Pria prancis itu tak dapat menentukannya sekarang.
" Sepertinya sedikit istirahat mungkin ide yang bagus..",ujarnya pelan sebelum dia melanjutkan kalimat itu sambil tersenyum janggal " lagipula pasti mahluk-mahluk mungil itu juga tidak ingin aku kelelahan ♥ ~"
Ilmuwan ini melangkahkan kakinya, meraih gelas minuman yang tersedia di meja dekat sana. " Saya tak akan melarang anda bermain Mr. Nambiar...jangan biarkan pekerjaan menganggu waktu yang minim ini" ucapnya menyarankan hal yang mungkin dapat membuat Mrinalini geram.
Last edited by Lorelei D. Poisson on 9th September 2009, 15:23; edited 1 time in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|