| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | | [AMERICA] A New Beginning | |
| |
| Author | Message |
|---|
Tek Dai Fong

Posts: 78 Pemilik: Agito Poin RP: 20
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 23
 | Subject: Re: [AMERICA] A New Beginning 3rd November 2009, 20:22 | |
| Dai Fong sama sekali tidak menyangka bahwa Estrella akan menyetopnya. Tidak, lebih tepatnya ia sudah menduga Estrella pasti akan menyetopnya, tapi ia tidak menduga bahwa gadis itu akan menarik lengannya, dengan keras pula. Sentakan yang keras itu membuat tangannya yang tadi ia masukkan ke dalam saku bajunya keluar... dan menunjukkan tato kupu-kupu yang ada di punggung tangannya.
Sekilas, tatapan pria itu berubah. Rasa takut, marah, dan panik bercampur aduk, terpancar dengan jelas di matanya yang hitam. Dan sekilas pula, ia sempat mengeluarkan aura membunuh yang pekat.
Dengan satu sentakan keras, ia menarik lagi lengannya dari pegangan gadis itu dan kembali memasukkan tangannya ke dalam saku seragamnya. Ia menjatuhkan pandangannya ke lantai, takut tindakannya tadi sudah melukai hati sang gadis. Sudah menjadi sumpahnya untuk tidak menyakiti wanita manapun, kecuali musuhnya.
"...maaf...." ucapnya pelan. Tanpa berusaha menengok lagi ke arah Gray ataupun Estrella, Dai Fong segera melangkah pergi dari kafetaria dengan langkah cepat.
[OUT] |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 56 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] A New Beginning 21st November 2009, 09:38 | |
| Auh, entah kenapa gadis Meksiko di depannya malah memarahinya. Baiklah, gray tahu bersifat masokis itu adalah salah, ia paham hal itu. Tapi ia tak ingin mengubahnya, ia tak ingin mengubah apapun tentang masa lalunya. Toh, sifat itu muncul hanya kadang-kadang saja, jika switchnya telah dinyalakan. Uh, berarti sebisa mungkin ia harus menghindari apa-apa yang bisa membuatnya masokis, hanya demi Estrellla. Eh, mengapa ia harus melakukannya demi Estrella? Euh, semburat kemerahan serta merta muncul di kedua pipi Gray. Degup jantungnya juga semakin lama semakin cepat…tak karuan. Perasaan yang tidak pernah muncul sebe…ah, sepertinya sudah terjadi pagi tadi. Gray yang kebingungan dengan dirinya sendiri itu amat sangat ingin membenturkan kepalanya itu lagi ke tembok, tapi lebih baik jangan sekarang. Tidak saat Estrella ada di sini. Tiba-tiba saja karena kejadian kecil (yang tidak diperhatikan Gray karena dirinya sibuk memikirkan ini itu), Dai Fong meninggalkan mereka yang sedang akan makan itu. Eh, apa dirinya telah membuat nafsu makan pria itu hilang? “E..Estrella, Dai Fong kenapa? Apa salahku? Ba-bagaimana ini?” tanyanya dengan muka agak merengut. Ugh, sekali lagi Gray harus menahan hasrat melukai dirinya. Alasannya masih sama, karena ada Estrella. Dalam hati Gray, ia sudah berjanji akan melakukan hal itu di kamarnya. Ya, harus itu. |
|  | | Estrella Rovers

Posts: 63 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] A New Beginning 29th December 2009, 00:09 | |
| Bohong bila Estrella tidak terkejut atas perlakuan tidak terduga yang diterimanya. Niat baiknya ditolak karena alasan yang tidak ia mengerti, ataukah ia terlalu memaksa? Sedikit rasa takut terbesit ketika Dai Fong memancarkan aura membunuh yang pekat, dan sentakan keras itu cukup membuat Estrella shock. Apa ia memang telah salah bersikap?
"...maaf...."
Satu kata.
Itu saja?
Seiring dengan kepergian pemuda Cina tersebut, ekspresi di wajah Estrella berubah drastis. Kaget, sedih... Dan satu pertanyaan yang membayangi benaknya: kenapa?
“E..Estrella, Dai Fong kenapa? Apa salahku? Ba-bagaimana ini?”
Gadis ini terdiam sebelum mampu menjawab pertanyaan Gray, matanya masih menatap lantai. "Tidak tahu... Ini... Bukan salah Gray, kok..." kepergian dan sarapan yang jadi mubazir kemungkinan besar karena kesalahannya sendiri, karena hal itu, ia jadi makin merasa bersalah. Perlahan, ia berbalik, menghadap Gray yang berdiri di belakangnya. "Gray... Aku... Harus bagaimana?" ujarnya lemas dengan mata berkaca-kaca, kedua tangannya menggenggam seragam Gray seperti meminta penjelasan, padahal ia sendiri tahu kalau Gray tidak ada hubungannya dengan masalah ini.
Maafkan Estrella, ya...? |
|  | | Gray L. Claude

Posts: 56 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] A New Beginning 3rd January 2010, 15:09 | |
| "Gray... Aku... Harus bagaimana?
Eh, gadis di depannya malah balik bertanya hal yang hampir sama. Sebenarnya ini kenapa? Estrella melakukan sesuatu pada Dai Fong, atau sebaliknya-kah? Ataukah Gray sendiri yang melakukan sesuatu itu?? Arhh, seharusnya Gray tidak terlalu banyak berpikir tadi!
"Ung, aku tidak tahu Estrella..." ucapnya dengan muka tertunduk.
Euh, suasana jadi benar-benar tidak enak saat ini. Nafsu makan lenyap begitu saja.
"Estrella, kita keluar saja yuk, cari udara segar. Nafsu makanku sudah hilang..." ajak pemuda berambut keabuan itu dengan senyuman lebar di mukanya. Ya, lebih baik keluar saja daripada menjadi pemurung begini. Kalau tidak bisa-bisa Gray jadi sakit kepala nantinya. |
|  | | Estrella Rovers

Posts: 63 Pemilik: S.E.H.
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Amerika Utara - Selatan Umur: 19
 | Subject: Re: [AMERICA] A New Beginning 2nd April 2010, 22:56 | |
| Nafasnya terasa sangat berat, begitu pula dengan perasaannya. Seperti inikah perasaan bersalah itu? Sungguh suatu perasaan yang tidak menyenangkan... Estrella betul-betul melenyapkan perasaan itu, tapi semua butuh proses, walaupun ia ingin perasaan itu lenyap begitu saja. Helaan nafas panjang lolos dari gadis yang ekspresinya sudah tidak karuan ini. Seperti bukan Estrella saja, menghela napas dan berekspresi seperti itu. "Estrella, kita keluar saja yuk, cari udara segar. Nafsu makanku sudah hilang..." Perlahan, Estrella mengangkat wajahnya, yang entah sudah seperti apa sekarang. Memang sudah tidak ada nafsu makan yang tertinggal, kalau sudah begini keadaannya... "... Iya." ia mengangguk lemah, seraya memaksakan senyuman tipis yang ditunjukkannya pada Gray. Sebenarnya ia ingin tersenyum ceria seperti biasa, tapi ia tidak bisa... Hatinya terlalu sakit untuk melakukan itu. Dengan langkah pelan, mereka meninggalkan kantin itu, dan melanjutkan tur--seharusnya begitu. Entah ke mana mereka akan pergi setelah ini, tapi ada satu hal pasti yang harus dilakukan Estrella setelah ini semua berakhir. Meminta maaf pada Tek Dai Fong. Apa... Apa ia akan memaafkannya?
T A M A T |
|  | | | | [AMERICA] A New Beginning | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|