An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] In World So Small

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: [CENTRAL] In World So Small   30th August 2009, 16:38

Note : Thread ini intinya berisi soal pertemuan Leonard dengan Lia. Yang mau ikut ngajakin ngobrol boleh aja ikut, asal ga bikin kekacauan, OK?

Time : Pagi menjelang siang, sekitar pukul 11.00 AM
Location : Kapel (boleh saya pake pertama 'kan, Chief? kalo ga boleh, nanti saya ganti)



Kalau aku menemukan orang itu, hal pertama yang akan kulakukan adalah merantainya ke meja kerjanya.

Leonard Chezza terus menggumamkan kalimat itu dalam hatinya selama ia berjalan menyusuri koridor-koridor Black Order, ataupun saat bertanya kepada orang-orang tentang Section Leader-nya yang mendadak menghilang seperti biasa. Senyumnya memang masih tersungging di wajahnya, tapi perasaannya tidak secerah senyumnya.

Kalau aku menemukan orang itu, hal pertama yang akan kulakukan adalah merantainya ke meja kerjanya. Kurantai dia biar tidak kabur lagi.

Tapi meski Leon terus berpikir untuk merantai Ariel Archer ke meja kerjanya karena sudah terlalu sering kabur, ia jelas tidak akan pernah melakukannya. Tentu tidak, karena ia tidak selancang itu pada pimpinannya sendiri. Tapi ia sempat berpikir, kalau ia bicara pada Supervisor Wright, mungkin ia diperbolehkan untuk merantai pria tukang bolos itu.

Leon berjalan semakin cepat dan semakin tidak sabar. Sekumpulan dokumen yang dibawanya perlu diperiksa segera, dan ia sama sekali tidak punya waktu untuk menjadi anjing pelacak. Tidak ada waktu, karena ia masih punya pekerjaan untuk menerjemahkan beberapa dokumen yang baru saja diterimanya.

Akhirnya, setelah berjam-jam mencari dari pagi, Leon menyerah. Dengan lemas ia berjalan ke arah taman, hendak mencari udara segar di sana. Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah kapel yang terletak di tengah taman tersebut. Entah mengapa, kakinya mendorongnya untuk masuk ke dalam kapel tersebut.

Apa aku disuruh tobat karena kelewat sering berpikir untuk menghajar atasanku? batinnya.

Leon mencoba membuka pintu kapel. Tidak terkunci. Ia pun membukanya sedikit, sekedar untuk mengintip. Sepertinya kapel tersebut kosong. Leon membuka pintu tersebut lebih lebar,berjalan masuk ke dalam kapel, lalu menutup pintu dengan hati-hati.

Tapi Leon hampir saja menjatuhkan dokumennya saat ia melihat sesosok manusia berdiri di depan altar. Ia sama sekali tidak menyadari kehadiran orang tersebtu sama sekali.

"Er..." kata Leon pelan, "Apa saya mengganggu Anda?"

Kalau ternyata orang itu terganggu, Leon dengan senang hati akan keluar. Ia tidak ingin membuat masalah. Ia sudah terlalu lelah untuk bertengkar.


Last edited by Leonard Chezza on 30th August 2009, 16:53; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   30th August 2009, 16:52

Seharusnya saat ini Lia sudah pergi ke Kafetaria untuk mengambilkan makan siang untuk Shrei. Seharusnya paling tidak jam 1 siang Shrei sudah bisa menikmati makan siang. Seharusnya.

Tapi yang terjadi adalah, saat ini Lia kembali tersesat. Ia tidak tahu apa yang tadi dipikirkannya selama berjalan tadi, yang pasti 'mendadak' saja ia sudah sampai di tempat yang tidak dikenalnya. Tapi kalau dilihat dari interiornya, sepertinya ia berada di dalam sebuah kapel.

"Tersesat lagi..." gumamnya pelan. Kalau ada award orang yang paling sering tersesat, yang berhasil mendapatkannya pasti Lia.

Kurasa aku harus berhenti memikirkan athair-ku yang sebenarnya. Aku harus lebih fokus.

Tapi biar sudah menetapkan diri untuk tetap fokus dan berhenti tersesat, Lia tahu bahwa ke depannya ia pasti masih akan sering tersesat.

Mendadak, ia mendengar suara pintu kapel dibuka. Ia menengok sedikit untuk melihat siapa yang masuk. Rupanya orang itu adalah orang yang tidak dikenal Lia... atau orang yang tidak diingatnya.

Quote:
"Er..." kata Leon pelan, "Apa saya mengganggu Anda?"


Lia menggeleng pelan, disusul dengan satu kata yang diucapkannya pelan, "Tidak..."

Ia lalu berjalan ke kursi yang terletak di barisan paling depan, lalu duduk di sana. Ia terdiam sambil berpikir, untuk apa orang itu ada di kapel siang-siang begini?

Bukan urusanku... batinnya pelan, berusaha untuk mengusir rasa ingin tahunya.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   30th August 2009, 17:03

Sebenarnya Leon merasa lega karena ia ternyata tidak mengganggu gadis itu. Tapi dari nada bicaranya yang begitu datar, mungkinkah sebenarnya gadis itu marah karena sudah diganggu oleh kedatangan Leon.

Dilihat dari seragam yang dikenakannya, Leon bisa langsung menyimpulkan bahwa gadis itu adalah seorang Exorcist... yang justru membuat Leon semakin tidak habis pikir kenapa ada seorang Exorcist sendirian di dalam kapel, sekaligus membuatnya makin malas membuat masalah dengannya.

Gadis itu lalu duduk di kursi barisan terdepan. Tetapi gadis itu tetap saja diam membisu. Apakah gadis itu benar marah padanya atau tidak, Leon tidak bisa menilainya begitu saja.

Tetapi, sekali lagi Leon diingatkan pada tujuannya datang ke kapel itu; untuk beristirahat. Kalau kakinya bisa bicara, pasti mereka akan berteriak-teriak minta duduk. Akhirnya Leon berjalan ke kursi yang terletak di baris keempat, lalu duduk sambil meluruskan kakinya.

Selama 5 detik pertama, Leon masih bisa tahan pada kebisuan yang terjadi di situ. Tetapi setelahnya, ia merasa bosan juga. Ia ingin mengajak gadis itu mengobrol, tapi ia tidak tahu apa yang harus dibicarakannya.

Akhirnya, Leon berhasil menemukan apa yang harus dibicarakannya. Perkenalan basa-basi. Biasanya setelah itu percakapan akan mengalir begitu saja.

"Namaku Leonard Chezza dari Diplomatic & Communication Department. Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Leon dengan nada seramah mungkin. Ia tidak tahu apakah ia bisa berhasil memancing obrolan, tetapi tidak ada salahnya mencoba, 'kan?
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   30th August 2009, 17:12

Orang yang tidak dikenalnya itu mendadak mengajak berkenalan setelah agak lama membisu. Sebenarnya Lia agak segan berbicara dengan orang asing, tapi kalau orang itu sudah memperkenalkan dirinya duluan, Lia malah jadi segan kalau ia tidak balas memperkenalkan diri.

"Namaku Líadan ó Súilleabháin, Exorcist. Panggil saja Lia," jawab Lia pelan.

Lia kembali menatap salib besar di belakang altar. Ia kembali berpikir bahwa ia harus segera ke kafetaria untuk membelikan makan siang untuk Shrei. Tapi kalau ia sendiri tidak tahu jalan ke kafetaria, bagaimana ia bisa beli makan siang?

Lia kembali melirik orang yang bernama Leonard Chezza itu. Sedikit banyak, ia ingin bertanya padanya. Tapi lagi, Lia agak malas bertanya pada orang yang belum begitu dikenalnya.

Habis aku mau minta denah markas, biar tidak tersesat lagi... Tapi boleh nggak, ya?
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   30th August 2009, 17:30

Quote:
"Namaku Líadan ó Súilleabháin, Exorcist. Panggil saja Lia," jawab Lia pelan.


Leon terdiam sejenak mendengar nama gadis itu. Líadan ó Súilleabháin. Tak salah lagi, itu pasti nama Irlandia, dalam penamaan Gaelic. Ia agak tidak menyangka bahwa masih ada orang yang menamai anaknya dalam penamaan Gaelic, padahal rata-rata orang Irlandia sudah memakai penamaan Anglican, kecuali...

Gadis itu tidak mungkin berusia lebih dari 30 tahun, 'kan? Kurasa ia masih remaja... sekitar 14-15 tahun, mungkin?

"Apakah kamu orang Irlandia?" tanya Leon langsung dalam bahasa Irlandia. Kalau ternyata tebakannya benar, gadis itu pasti menjawab dalam bahasa Irlandia juga. Tapi kalau tebakannya salah, gadis itu pasti bertanya apa maksudnya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   30th August 2009, 18:05

Kali ini, Lia yang terkejut. Rupanya orang yang bernama Leon itu bisa berbicara dengan bahasa ibunya, bahasa Irlandia. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan orang yang berbicara dalam bahasa yang sama dengannya, karena bagaimanapun, kebanyakan orang yang bekerja di Black Order adalah orang Inggris atau orang yang berbicara dalam bahasa Inggris.

"Kamu orang Irlandia?" balasnya dalam bahasa Irlandia sambil memutar posisi duduknya sehingga ia bisa melihat wajah lawan bicaranya dengan lebih jelas.

Rupanya pria itu memiliki rambut yang berwarna sama dengan Lia, yaitu warna pirang pucat. Tapi pria itu memiliki mata yang berkilau dengan warna yang aneh. Mata itu sepertinya berwarna biru seperti mata Shrei, tapi juga terlihat berwarna hijau seperti mata Lia.

"Ngomong-ngomong, matamu itu aneh, ya. Warnanya sebenarnya biru atau hijau, sih?" tanya Lia. Begitu ia bisa menggunakan kembali bahasa ibunya, sifat jarang bicaranya langsung lenyap. Yaah, bagaimanapun, sifat pendiamnya memang karena ia tidak bisa bicara bahasa Inggris dengan benar.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   31st August 2009, 14:30

Quote:
"Kamu orang Irlandia?"

"Bukan, bukan. Aku orang Inggris asli. Pamanku yang mengajariku bahasa Irlandia," jawab Leon sambil tersenyum lebar. Tuh 'kan, perkiraannya benar. Sebuah obrolan basa-basi bisa memicu obrolan yang lebih dalam.

Gadis itu lalu berbalik dan menatap matanya dalam. Sepertinya ia sedang memperhatikan sesuatu di wajahnya, atau bahkan di matanya. Tapi sebelum Leon sempat bertanya apakah ada yang aneh di wajahnya, gadis itu sudah berkomentar duluan.

Quote:
"Ngomong-ngomong, matamu itu aneh, ya. Warnanya sebenarnya biru atau hijau, sih?"

Tak kuasa menahan tawa, Leon langsung tertawa agak keras. Rupanya gadis itu menatapnya lekat-lekat hanya karena ia heran pada warna matanya... yang sebenarnya memang biru-hijau.

"Aku juga bingung. Pamanku sempat menjelaskan kalau sebenarnya warna mataku ini abu-abu, tapi juga berwarna biru dan hijau. Dia sendiri masih belum bisa menentukan, sebenarnya warna mataku ini apa. Jadi, yaa, terserah kau saja," kata Leon sambil tersenyum.

Sebenarnya ia ingin bertanya satu-dua hal pada gadis itu, tapi karena tampaknya gadis itu masih mau bertanya macam-macam, ia diam saja menunggu pertanyaan berikutnya.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   31st August 2009, 15:51

Quote:
"Bukan, bukan. Aku orang Inggris asli. Pamanku yang mengajariku bahasa Irlandia,"

"Jadi, apakah pamanmu itu yang orang Irlandia? Memang belum selancar orang Irlandia asli, tapi pengucapanmu sudah cukup bagus," kata Lia lagi. Sejak kapan ia jadi bawel begini? Jelas sejak ia bisa bebas berbicara dalam bahasa yang dimengertinya dengan baik. Jujur saja, terkadang Lia bahkan tidak mengerti apa yang diminta Shrei, sampai terkadang ia suka melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangi isi permintaan tersebut.

Quote:
"Aku juga bingung. Pamanku sempat menjelaskan kalau sebenarnya warna mataku ini abu-abu, tapi juga berwarna biru dan hijau. Dia sendiri masih belum bisa menentukan, sebenarnya warna mataku ini apa. Jadi, yaa, terserah kau saja,"

Lia memiringkan kepalanya dan mencoba memperhatikan sekali lagi warna mata pemuda itu. Kalau dilihat baik-baik, sepertinya warnanya lebih menjurus ke warna biru; entah karena pengaruh cahaya atau karena warnanya memang begitu.

"Tapi kelihatannya biru. Mungkin memang biru," komentar Lia.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   31st August 2009, 15:55

Quote:
"Jadi, apakah pamanmu itu yang orang Irlandia? Memang belum selancar orang Irlandia asli, tapi pengucapanmu sudah cukup bagus,"

Lagi-lagi, Leon tertawa. Entah kenapa, apapun yang dikatakan Lia selalu membuatnya ingin tertawa. Mungkin karena yang diajaknya bicara (sepertinya) adalah anak kecil? Entahlah, yang jelas Leon merasa gadis itu cukup menarik.

"Bukan juga. Pamanku orang Inggris asli, sama sepertiku. Hanya saja, beliau sempat tinggal setahun penuh di Irlandia dan sempat belajar bahasa setempat," jawab Leon dengan penuh senyum.

"Oh ya, kamu sendiri, kenapa memakai nama Gaelic? Kukira orang Irlandia sekarang banyak yang memakai nama Anglican," tanya Leon, karena sepertinya sudah tidak ada pertanyaan lanjutan dari Lia.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   31st August 2009, 17:44

Quote:
"Oh ya, kamu sendiri, kenapa memakai nama Gaelic? Kukira orang Irlandia sekarang banyak yang memakai nama Anglican,"

Wajah Lia tampak sedikit lebih murung, meski tetap sedatar biasanya. Ia menunduk, menatap Babog Liath yang ada di pangkuannya.

"Athair-ku orang Inggris. Ia pergi meninggalkan mathair saat aku masih dalam kandungan. Mathair sakit hati, dan menolak memberiku nama Inggris ataupun Anglican. Makanya... makanya aku diberi nama Gaelic..." jelas Lia pelan, sama seperti kalau ia berbicara dalam bahasa Inggris.

Lia samar-samar bisa membayangkan wajah ibunya. Ia jadi merasa sedih, dan langsung memeluk Babog Liath dengan erat. Ia selalu merasa jauh lebih nyaman setelah memeluk boneka itu erat-erat.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   31st August 2009, 17:49

Quote:
"Athair-ku orang Inggris. Ia pergi meninggalkan mathair saat aku masih dalam kandungan. Mathair sakit hati, dan menolak memberiku nama Inggris ataupun Anglican. Makanya... makanya aku diberi nama Gaelic..."

Glek.... Sepertinya Leon sudah menyinggung topik yang seharusnya tidak disinggungnya. Mau bagaimana lagi? Ia tidak begitu menyangka ada orang yang sebegitu teganya meninggalkan anaknya sendiri yang masih berada di kandungan. Tapi...

"Tapi kamu masih punya mathair-mu, 'kan? Kamu masih bisa bersyukur karena kamu masih punya paling tidak 1 orang tua, 'kan?" kata Leon sambil tersenyum tipis, berusaha memperbaiki keadaan... meski ia tidak mengerti bahwa yang baru saja dikatakannya justru malah akan memperburuk keadaan.
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   31st August 2009, 17:57

Quote:
"Tapi kamu masih punya mathair-mu, 'kan? Kamu masih bisa bersyukur karena kamu masih punya paling tidak 1 orang tua, 'kan?"

Mendengar hal itu, Lia hanya memeluk Babog Liath-nya semakin erat. Bukan salah orang itu, karena bagaimanapun juga, Leon tidak tahu bahwa ibunya Lia sudah meninggal. Tapi Lia tetap merasa sedih mendengarnya, meski air matanya masih bisa ditahan.

"Mathair meninggal 7 tahun lalu, saat aku masih berusia 12 tahun," kata Lia lagi, singkat dan padat.

Rasanya sekarang Lia ingin ditinggalkan sendirian saja, atau dipeluk erat-erat oleh seseorang... seperti Shrei atau Nikolai (yaah, meski ia tidak begitu mau juga dipeluk oleh biang usil itu).
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   1st September 2009, 20:29

Quote:
"Mathair meninggal 7 tahun lalu, saat aku masih berusia 12 tahun,"

Otak Leon rasanya berhenti. Bukan hanya karena kenyataan bahwa ia sudah memperburuk suasana, tapi juga setelah Lia mengatakan kira-kira berapa usianya. Leon sama sekali tidak menyangka bahwa gadis semungil itu hanya selisih 3 tahun dengannya.

Tapi tunggu, bukan waktunya berpikir seperti itu. Sekarang Leon harus berpikir bagaimana caranya untuk membuat keadaan jadi lebih baik. Langkah pertama, tentu saja, adalah pendekatan secara fisik. Jadi Leon langsung berdiri dari kursinya dan duduk di kursi tepat di belakang Lia.

"Tapi... er... Di sini, di Black Order, kita semua adalah saudara 'kan? Kamu punya kami semua, keluargamu di Black Order," kata Leon, berusaha untuk menenangkan gadis itu. Hei, apa gunanya ia bekerja di departemen diplomasi dan komunikasi kalau tidak bisa menenangkan orang?
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   2nd September 2009, 17:14

Quote:
"Tapi... er... Di sini, di Black Order, kita semua adalah saudara 'kan? Kamu punya kami semua, keluargamu di Black Order,"

Mendengar hal itu, Lia teringat pada Shrei dan Nikolai, 'keluarga baru'-nya di Black Order. Lia jadi merasa bodoh sendiri, meratapi apa yang tidak dimilikinya tapi lupa mensyukuri apa yang dimilikinya.

"Leon pintar ngomong, ya. Jangan-jangan kamu staff departemen Diplomatik?" tanya Lia sambil kembali menatap warna mata Leon yang seolah terus berubah antara biru dan hijau.

"Oh ya, pamanmu itu... Orangnya seperti apa sih? Bagaimana bisa kamu membicarakannya lebih banyak daripada kamu membicarakan orang tuamu sendiri?" tanya Lia lagi. Anak ini memang tidak bisa berhenti bertanya jika ada yang mengganggu pikirannya.
Back to top Go down
View user profile
Leonard Chezza



Posts: 78
Pemilik: Issei Akira
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 22

PostSubject: Re: [CENTRAL] In World So Small   3rd September 2009, 20:24

Quote:
"Leon pintar ngomong, ya. Jangan-jangan kamu staff departemen Diplomatik?"

Leon hanya bisa tertawa kecil mendengarnya. Sebegitu kelihatannya kah? Tapi Leon tidak menjawab lebih lanjut, karena ia tahu bahwa ia tidak perlu menjawab pertanyaan itu. Bagaimanapun, ia juga sudah dilatih untuk menyortir mana pertanyaan yang perlu dijawab dan tidak perlu dijawab.

Quote:
"Oh ya, pamanmu itu... Orangnya seperti apa sih? Bagaimana bisa kamu membicarakannya lebih banyak daripada kamu membicarakan orang tuamu sendiri?"

Lagi-lagi, Leon tersenyum lebar. Ia merasa gadis yang duduk di hadapannya ini cukup pintar, dan sepertinya intuisinya kuat. Intuisi perempuan? Sebenarnya Leon kurang menyetujui hal-hal yang tidak ilmiah semacam itu, tapi kalau memang begitulah adanya, apa lagi yang bisa dilakukannya selain percaya?

"Oke, Liadan... Pertama, kamu membuat kesalahan dengan langsung menyimpulkan bahwa aku lebih banyak membicarakan pamanku daripada kedua orang tuaku, karena aku memang belum sempat berbicara tentang orang tuaku," jelas Leon.

"Kedua, kamu tidak sepenuhnya salah, karena hubunganku dengan orang tuaku memang tidak baik. Keluargaku adalah keluarga dokter, tapi aku tidak mau menjadi dokter. Aku sempat bertengkar hebat dengan orang tuaku, tapi kemudian pamanku datang dan membawaku ikut bersamanya, mengajariku apa yang ingin kupelajari," tambah Leon sambil tersenyum tipis. Sedikit aura kesedihan terpancar di mata biru-hijaunya, mengingat bagaimana ia bisa bertengkar begitu hebat dengan kedua orang tuanya dulu.

"Tapi sekarang pamanku sudah meninggal. Mungkin memang karena sudah umurnya, hahahaha," kata Leon lagi sambil tersenyum lebar, meski seulas kesedihan masih terpancar di wajahnya.
Back to top Go down
View user profile
 

[CENTRAL] In World So Small

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Goto page : 1, 2  Next

 Similar topics

-
» It's a Small World --Nicky
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» Small Arms?
» Just a small suggestion.

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums