Dengar itu?
Indah.
Membungkam mulutnya sendiri, tidak sulit kalau hanya itu yang perlu ia lakukan, bukan? Meredam ego dan keinginannya untuk keluar dari ruang infarmari itu sesegera mungkin. Sebagai sosok yang paling mengenal dirinya sendiri, seharusnya Glau sudah tahu kalau untuk menghilangkan sakit kepala tidaklah sulit. Obat penghilang sakit dan tidur sejenak--di kamarnya. Aroma dominan alkoholik dan obat-obatan membuatnya semakin tertekan sejujurnya.
--meski harus melewatkan nyanyian pengantar tidur itu?
Pikirannya mengawang, setengah terjaga meski tak mampu untuk terlelap kembali ke peraduannya. Tak perlu memikirkan apa-apa lagi, eh? Kembali diam, tenang, rileks... Dan terlelap.
Susahkah?
Sepertinya--mengingat pikirannya belum sepenuhnya terpejam, bahkan setelah menyadari seorang Gabriella Van rijn telah terlelap di atas kursinya.
[...finished. Hyaaah~~*WB di penutupan terakhir orz*]