| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Ariel Archer

Posts: 49 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Eropa Umur: 23
 | Subject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party 24th August 2009, 18:48 | |
| Wah, wah...benar-benar acara minum teh yang...kacau. Gadis pingsan dan amukan si gadis yang satunya. Dan ada apa dengan General Fomalhaut? Hmm, mungkin dia orang yang pemalu? Yah, Ariel hanya menonton 'pertunjukan' itu sambil menyeruput tehnya pelan dan memakan kue kue. Ia tidak berusaha menghentikan mereka, lebih tepatnya sih tidak mau terlibat. Toh akhirnya beberapa orang pergi, dan masalahnya selesai.
"Fuh...ada ada saja," ucapnya pelan sambil mendesah. Tidak ada mood untuk marah kali ini, jadi ia hanya menanggapinya dengan santai.
"Arcturus, bawa gadis itu. Kasihan dia," pintanya pada Abisak yang tampaknya sangat menyesal. Mungkin ia memang dirundung kesialan? Sayangnya Ariel tidak tahu hal-hal macam itu.
Kemudian Ariel menyeruput lagi tehnya sampai habis.
"Maaf sekali nona, tapi aku rasa aku harus pergi. Refreshingnya sudah cukup kurasa. Terima kasih banyak," katanya sambil tersenyum ramah. Kemudian ia pergi ke kantornya lagi.
[ Ariel out ] _________________ Someone's words don't hurt. But the truth in it does. |
|  | | Abisak Avedisian

Posts: 77 Pemilik: Chief Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Eropa Umur: 25
 | Subject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party 24th August 2009, 19:12 | |
| Abisak menunggu untuk sesaat. Ia mengintip ke atas... sepertinya, tidak ada hal yang mengancam nyawanya yang akan terjadi. Ia bersyukur Shreizag tidak langsung menyalahkannya untuk hal ini (seperti... ugh, Giraile). "Angkat kepalamu, Avedisian. Ini hanya sebuah... kesalahpahaman. Dan Lia..." katanya, sambil menoleh pada Liadan, "... Jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak perlu." ia mengelus kepala Lia sekali lagi, mencoba meyakinkan bahwa aksi Innocencenya tidak dibutuhkan.Poin plus untuk Shreizag Halverson lagi: bisa menenangkan Disciple-nya sebelum dirinya menjadi punching bag suatu boneka berisi kapuk secara ironis. Ia kembali pada Abisak, "Yang lebih penting, Avedisian, segera bawa gadis itu ke infirmari. Kau bertanggungjawab atasnya.""Ya, General," ujarnya tanpa terbata-bata, merasakan sebagian rasa percaya dirinya telah pulih. Walau begitu, dirinya tetap menggaruk punggung lehernya dengan grogi. Terlintas di kepalanya probabilitas terjadinya sesuatu yang benar-benar sial ketika ia melakukan ini, tetapi... harusnya Tuhan menjaga mereka yang berbuat baik, kan? "Arcturus, bawa gadis itu. Kasihan dia."Abisak menggulung kedua lengan kemejanya, bersiap-siap untuk mengangkut gadis Belanda itu. Sebenarnya ia meragukan kemampuannya sendiri, mengingat bahwa postur tubuhnya bisa dibilang kurus. Juga, ia bukan tipe orang yang gemar melatih fisiknya; justru bisa dibilang sebaliknya. Menggigit bibir bawahnya, ia menggunakan segenap tenaganya untuk mengangkat Gabrielle yang tak sadarkan diri. Gagal. Ia menghirup napas dalam-dalam, dan mencoba lagi. General Shreizag dengan Disciple-nya pun meninggalkan taman, demikian pula dengan Ariel. Ia mencoba lagi, dan lagi, dan... pada akhirnya, Tuhan memutuskan untuk memberikannya tambahan energi. Abisak merasa amat girang (walau hanya terbersit senyum kecil pada wajahnya) dan lega begitu menemukan ia berhasil menangkat Gabrielle... dengan tangan gemetaran sekalipun. Sepertinya banyak orang yang meninggalkan acara minum teh ini. Rasa bersalah muncul dalam batinnya; Abisak merasa bahwa tindakannya adalah katalis kepergian beberapa orang (minimal, Gabrielle). Ia memberikan senyum yang menampilkan rasa bersalahnya pada Ingressa. "Maafkan saya, Nona Michelli... akibat tindakan saya, acara Anda jadi begini."Perasaan bersalah masih membebani dirinya. 'Glek...' "Anu, Nona Michelli... Jika Anda tetap ingin meneruskan afternoon tea ini, saya bisa kembali ke taman... ng, jika Anda mau..." Ya, sebenarnya, ia juga perlu mengambil kembali sapunya. Tetapi, ia tulus ingin menebus kesalahannya juga. Dengan langkah yang tidak begitu stabil, Abisak mulai berjalan menuju infirmari, tempat yang sudah cukup akrab dengannya... [Abisak OUT, sementara atau tidak tergantung Michelli...  ] |
|  | | Ingressa Michelli

Posts: 77 Umur: 20 Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Eropa Umur: 23 tahun
 | Subject: Re: [CENTRAL] Mad Tea Party 27th August 2009, 19:57 | |
| Ressa mengamati keadaan sekeliling yang mulai tampak... tidak terkendali?
"Pria tak dikenal... Aku hitung sampai sepuluh... Minta maaf sama athair dan Gabby... Kalau tidak, aku juga mau buat kamu merah padam dan pingsan..." kata Lia pelan, dengan wajah datar, namun dengan nada mengancam yang jelas menyiratkan 'aku dendam padamu'.
Lia? pikir Ressa. Oh, tidak..
"Sudahlah... Lia."
"M-Maaf! B-Bukan maksud saya untuk membunu-- mem... membuatnya tak sadarkan diri pada pangkuan Anda! Maafkan saya juga, Nona Van Rijn!"
"Angkat kepalamu, Avedisian. Ini hanya sebuah... kesalahpahaman. Dan Lia, Jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak perlu."
"Yang lebih penting, Avedisian, segera bawa gadis itu ke infirmari. Kau bertanggungjawab atasnya."
Ok, jadi Shrei sudah berhasil mengendalikan keadaan. Ressa hanya diam mendengar dialog-dialog yang terdengar sungguh tidak masuk akal. Seandainya saja dia adalah seorang elf berusia ribuan tahun, mungkin hal seperti ini sudah jadi hal biasa untuknya. Namun sayangnya, Ressa belum berusia setua itu, yah, setidaknya tidak sekarang.
"Terima kasih untuk tehnya... Nona Michelli. Nanti malam saya akan berkunjung lagi."
Ah, Shrei sepertinya akan pergi. Wajar saja, setelah kejadian seheboh itu, siapa juga yang masih punya mood untuk minum teh? Tapi.. 'nanti malam saya akan berkunjung lagi'? Dasar Shrei! Makhluk besar dengan wajah yang dingin itu memang POLOS! Apa dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi seandainya seseorang berpikiran lain?
"Sama-sama Halverson. Nanti malam datanglah bersama Giraile," jawab Michelli. Yah, semoga saja kata 'bersama Giraile' cukup untuk memusnahkan pandangan yang 'tidak-tidak' dari orang-orang di sekeliling mereka.
"Miss Michelli, permisi dulu. Kapan-kapan aku minta kue. Aved, titip Gabby. Bye, semua..."
"Tentu saja, Lia. Kalau mau kue, datanglah ke kantorku."
"Maaf sekali nona, tapi aku rasa aku harus pergi. Refreshingnya sudah cukup kurasa. Terima kasih banyak,"
Ariel. Ressa hampir saja lupa bahwa ada dia di sini. Yah, bagaimanapun juga, syukurlah bahwa Ariel sedang dalam mood yang baik. Entah apa jadinya kalau ia marah-marah seperti waktu lalu. Mungkin teh yang diseduh Ressa cukup menenangkan sang Section Leader tersebut.
"Ah, iya. Sama-sama. Lain kali datanglah lagi. Dan jangan lupa, aku menungu laporan yang tadi paling lambat besok," kata Ressa sembari mengingatkan Ariel akan tugasnya.
"Maafkan saya, Nona Michelli... akibat tindakan saya, acara Anda jadi begini."
Ha, tentu saja karena kau pestaku jadi begini. Tapi mengatakan hal tersebut kepada orang yang sudah merasa sangat bersalah adalah perbuatan yang kejam. Yah, maka Ressa hanya menghela nafas sambil tersenyum. Entah mengapa tampaknya Abishak menyadari bahwa ia telah sedikit merusak mood Ressa sehingga ia menawarkan diri untuk kembali ke taman setelah mengantar Gaby. Tapi...
"Sudahlah.. Tenagamu pasti sudah terkuras hanya dengan membawa nona kecl itu pergi. Lebih baik setelah ini kau istirahat. Aku pun harus segera membereskan semua ini dan bersiap-siap untuk acara nanti malam," sahut Ressa sambil mulai merapikan barang-barangnya. "Semoga di kesempatan lain kau bisa bergabung lagi dengan kami di pesta semacam ini." Dan lain kali, jangan buat keributan.
[THE END] |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|