| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | | [CENTRAL] Offense, Defense | |
| |
| Author | Message |
|---|
Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: [CENTRAL] Offense, Defense 9th August 2009, 10:10 | |
| Terbatas untuk Giraile, lawan tanding Giraile *lirik*, dan siapapun yang mau menonton selama tidak ikut campur dalam pertarungannya... kecuali jika pertarungan memang menjadi di luar kendali  Lokasi: Arena Latihan[Setting waktu: terlepas dari RP lain] Satu-satunya General wanita dari cabang utama menghentakkan kakinya dengan keras ke permukaan lantai seiring jalannya. Itu, dan ekspresi wajahnya, cukup untuk menunjukkan kegeramannya. Sumber dari kegeramannya kali ini tidak berhubungan dengan makanan, brandi, atau uang seperti biasanya, melainkan Disciple-nya sendiri, bocah Islandia sialan itu. "Orion... kau... zzzt!!!" Dirinya sudah lelah mengecam Orion dengan segala macam istilah unik dari bahasa ibunya, dan memutuskan untuk mengistirahatkan kosa katanya sejenak. Kembali ke markas setelah misi solonya dengan niat melatih Disciple (yang merangkap menjadi semacam pesuruhnya; ya, itu nasib yang wajar bagi seseorang yang sudi mengabdi padanya), bagaimana tidak geram ketika ia diberi tahu Orionnya sedang menjalani misinya sendiri? "Sialan!" teriaknya tiba-tiba, seraya ia mendobrak pintu di hadapannya untuk terbuka. Ia paling benci ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Dengan langkah menggebu-gebunya, ia terus berjalan hingga melalui beberapa orang yang mulai menjauh dari dirinya di arena latihan... Tunggu. Arena latihan. Giraile langsung merasakan hasrat untuk menepuk jidat dirinya yang bodoh. Secara tidak sadar, kakinya membawanya ke tempat yang awalnya ingin dia tuju, seandainya Orion ada. Saking geramnya dirinya, ia bahkan tidak menyadari bahwa ia belum menentukan jalur alternatif untuk dirinya. Wanita Armenia itu menghela napas; minimal seharusnya ia melatih dirinya jika ia sudah capek-capek mendatangi tempat ini. Ia melirik opsi lawan tandingnya. Sebagian besar Section Staff yang pernah ia hadapi menggunakan Innocence-nya sepertinya cukup terintimidasi oleh penampilannya yang layak untuk menjadikan dirinya Gorgon generasi baru. Ia harus menemukan target lain... target yang lebih tangguh. Exorcist, barangkali? _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 9th August 2009, 10:48 | |
| [OOT: sudah didiskusikan bahwa latar waktu RP ini sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, terlepas dari RP lain]
Selama ini, Ravel Kohler selalu menjadikan meditasi sebagai kegiatan terbaik untuk mengisi pagi hari. Markas besar selalu ramai hampir setiap saat, kecuali pagi hari. Tentu saja, kalau memang ada kesempatan untuk mengisi keheningan tersebut dengan sebuah meditasi yang baik dan relaks... sebaiknya dimanfaatkan bukan?
Karena alasan tersebutlah, Ravel Kohler kini duduk bersila dengan kedua tangan di atas paha. Senjatanya--baik claymore maupun Wirksamme Wille--terletak rpai di sebelahnya. Matanya menutup, sementara jiwanya mencoba merasakan halusnya gerakan udara bagi yang bergerak mengelinginya, atau sinar matahari yang dengan lembut menyibak wajahnya... atau suara derap langkah kaki yang sangat ia kenal, menuju ke area latihan.
Ravel segera membuka matanya. Dahinya mengerut--ia tahu siapa yang hendak masuk ke dalam area latihan. Siapa pula yang tidak mengenal derap kaki yang keras--
"Sialan!"
--dan teriakan penuh makian tersebut.
Ravel hanya menggelengkan kepalanya ketika salah satu jendral markas besar masuk dengan sikap seperti itu. Hari itu masih pagi, dan Giraile sudah saja mengamuk seperti itu? Oh, tunggu. Itu sebenarnya normal.
"Selamat Pagi, Jendral Giraile. Apa yang membuatmu datang pagi begini, sampai-sampai harus mendobrak pintu area latihan?" Ravel bertanya ramah dengan senyum tipis terpampang di wajahnya. Kalau orang tidak seksama, mungkin jendral satu ini terlihat tengah menyindir lawan bicaranya. Tapi, hey! Jendral satu ini memang selalu tersenyum demikian, dan semuanya ia lakukan dengan niatan baik! _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 9th August 2009, 11:00 | |
| Giraile akhirnya menyadari bahwa seseorang telah menegurnya, dan seseorang itu adalah rekan sesama Generalnya, Ravel Kohler. Ah, Ravel memberikannya suatu pertanyaan yang sangat sangat tidak ingin dijawabnya, dengan niatan baik. Niatan baik?
Andaikan saja! Begitulah pikiran Giraile; apa memang orang akan menanyakan sesuatu seperti itu dengan niatan baik? Ya, terlepas dari maksud Ravel menanyakan itu, tidak ada gunanya menggunakan reason untuk menghadapi General wanita ini ketika dirinya sudah geram. Segala macam hal bisa dianggap makian terhadap dirinya.
"Pagi, General Kohler," balasnya, dengan senyuman yang terlihat lebih sinister ketimbang ramah. Giraile mengutuk dirinya yang tidak bisa membalas senyum Ravel dengan senyum yang identik dengan pria itu. Ya, sebenarnya bukan salahnya juga terlahir dengan penampilan layaknya preman (walau salahnya sendiri bertindak layaknya preman). Apa boleh buat.
Wanita Armenia itu memutuskan untuk memberitahukan penyebab kekesalannya apa adanya. "Tidak ada apa-apa, hanya saja, saya telah kehilangan kesempatan untuk melatih Disciple... dan diri saya sendiri."
Dan akan terus begitu, karena ia belum menemukan lawan Exorcist yang pantas untuknya, sementara ia merasa energi yang dimilikinya saat ini akan terbuang tanpa digunakan latihan. Tanpa adrenalin yang terpicu oleh kompetisi, prospek berlatih sendiri tidak begitu menarik baginya. Oh, di mana gerangan lawan Exorcist yang bisa berlatih dengannya? Demikianlah dilema General wanita yang sedang berhadapan dengan rekan sesama General para Exorcist. _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 14th August 2009, 22:20 | |
| Mari kita tinjau kembali. Salah satu dari jenderal paling tabah yang pernah ada dalam sejarah markas besar Black Order sejujurnya merasa terganggu oleh amukan jendral lain. Lantas, seharusnya pria ini marah-marah tidak karuan, atau setidaknya mengubah lengkung bibir tersebut menyerupai huruf 'n'.
Ravel Kohler tidak melakukan hal tersebut.
"Saya interpretasikan bahwa anda sedang kebosanan karena tidak bisa melatih anak buah anda sendiri... atau terlalu bosan karena tidak bisa mendapatkan lawan yang seimbang denganmu." Ravel berkomentar, masih mempertahankan sikap duduknya. Matanya sempat berkedip beberapa kali sebelum berdiri. Baju seragamnya yang lusuh sudah beberapa kali menjadi saksi kekuatan dari jenderal yang berdiri di hadapannya ini.
Ia ingin mencobanya lagi.
Maka, ia pun segera berjalan ke arah senjatanya (Wirksamme Wille dengan Claymore kesayangannya) dan mengangkat Claymore-nya dengan satu tangan. Mukanya berpaling, menatap lansung wanita yang tengah mencari lawan bertarung. Dalam hitungan detik, pedang besar tersebut kini terarah jelaws pada Giraile.
"Sekarang, anda tidak punya alasan untuk bosan lagi, bukan?" Ravel berkomentar datar. Senyumnya yang tipis kini mulai menebal menjadi senyum penuh keinginan. Ya, ia sendiri sudah lama tidak melawan musuh-musuh setingkat dengan kekuatan jendral. Karena itu, kesempatan seperti ini tidak bisa dilewatkan dengan begitu saja.
Oh, bila di antara kalian ada yang tidak tahu, Ravel memang tengah menantang seorang jendral yang lebih muda darinya, dengan amat berani (dan tanpa sungkan). _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 14th August 2009, 22:47 | |
| "Saya interpretasikan bahwa anda sedang kebosanan karena tidak bisa melatih anak buah anda sendiri... atau terlalu bosan karena tidak bisa mendapatkan lawan yang seimbang denganmu."
Giraile mendengus mendengar ini, menyilangkan lengannya. Bukankah hal itu jelas? Sebelum ia bisa menyampaikan frase itu dengan penyusunan kata yang lebih offensive, ia terdiam oleh tindakan Ravel. Mengamati General yang lebih tua darinya itu mengangkat pedang claymorenya, mata Giraile membelalak begitu menemukan pedang itu terhunus ke arahnya. Ia menatap Ravel Kohler, meminta penjelasan.
"Sekarang, anda tidak punya alasan untuk bosan lagi, bukan?"
Tampaknya, lelaki ini juga mengerti bahwa dirinya tidak mencari sembarang lawan. Mendadak, hasrat menepuk jidat (dan kalau bisa, membantingkannya pula pada dinding batu terdekat) muncul dalam batin Giraile. Ya, wajar saja, siapa yang tidak akan merasa bodoh tidak menyadari bahwa lawan bicara Generalnya adalah seorang Exorcist? Seharusnya bukan dia.
'Tak apa, selama ia tidak menyadari," ujarnya dalam hati, sebelum membalas senyuman Ravel yang melebar. Ia mengeluarkan belati yang biasa digunakannya dalam pertarungan dari sakunya; tidak untuk mengadu kekuatan dengan claymore besar itu, jelasnya. Dengan tangan lainnya, General wanita itu menarik ujung kain putih yang membalut rambut panjangnya, sebelum memasukkannya dalam saku jasnya (apa? Kau mengira kain itu dirobeknya tiap kali mengaktivasikan Innocence? Borosnya!)
Tanpa keinginan menunda, Giraile yang sudah mengaktivasikan Innocence-nya memasang ancang-ancang menyerang. Namun dirinya tidak langsung menyerang, melainkan menunggu tanda kesiapan dari Ravel terlebih dahulu. Agar pertarungan berlangsung dengan adil, tentunya; bukan hal yang akan dilakukannya bila melawan Akuma. Untuk menghadapi lawan lebih beradab, tentu dirinya juga akan bertarung dengan lebih beradab.
"Bilang saja kalau sudah siap, General." ... Lagipula, melihat wujud Innocence lawan tandingnya, Giraile tetap yakin dirinya dapat mengambil inisiatif serangan pertama dengan kecepatan superiornya; sesuatu yang tanpa sungkan dimanfaatkannya dalam pertarungan. Ladies first, bukankah demikian? _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 15th August 2009, 23:36 | |
| Ravel hanya menyungingkan sebuah senyum kecil (di sela-sela senyum semangatnya) ketika ia melihat Jendral Giraile memang berniat untuk melawannya tanpa belas kasihan. Ah, sepertinya wanita itu juga tahu sopan santun pertarungan satu lawan satu, beda jelas dengan perilaku bar-bar yang sepertinya sudah melekat dalam karakternya dan ia lampiaskan dalam kehidupan sehari-hari.
Setidaknya, Giraile tidak menyerang Ravel dengan segera--pria itu belum sempat mengambil perisai kebanggaannya. Sebelum Giraile menyelesaikan kata-katanya, tameng miliknya berbinar, menandakan aktifnya innocence yang ada pada senjata tersebut. Pada kenyataannya, Ravel sudah keburu mengambil tamengnya dan siap bertarung melawan jendral yang bersangkutan.
"Kapan saja, Fraulein. Mungkin kau ingin duluan?"
Tangan kanannya dengan kuat memegang claymore, lurus terarah pada wajah Giraile. Tangan kirinya memegang tameng miliknya, untuk mencegah serangan berbahaya yang datang ke arahnya langsung...
...atau untuk menyerang Giraile dari belakang. _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 16th August 2009, 17:34 | |
| Bagian tengah tameng milik Ravel, yang dikenal Giraile sebagai Innocence-nya, bersinar, dan ia mengambilnya sebagai tanda bahwa lawannya sendiri telah mengaktivasikan senjatanya. Baguslah, General ini tidak membutuhkan waktu lama untuk bersiap-siap (hal ini terutama bagus jika memperhatikan fakta bahwa Giraile adalah orang yang tidak bisa dibilang sabar).
"Kapan saja, Fraulein. Mungkin kau ingin duluan?"
Giraile menyengir, seraya rambut hitamnya mulai memanjang dengan perlahan. Bagian yang paling tidak disukainya dalam pertarungan adalah awalnya, karena memang sebenarnya ia membutuhkan 'sedikit' waktu untuk mempersiapkan 'amunisi' yang cukup. "Ya, diriku tidak mengharapkan kurang dari seorang gentleman. Baiklah, jika itu keinginan Anda."
Ia rasa itu sudah cukup menandakan niatnya untuk menginisiasi serangan (juga, fakta bahwa juluran rambutnya telah memadatkan diri dan membentuk beberapa ujung yang lancip; siapa yang tidak akan menyadari itu?). Tidak terlalu memikirkan penggunaan teknik-teknik khusus, ia langsung menyerang dari depan dengan gesit. _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 19th August 2009, 05:14 | |
| "Ya, diriku tidak mengharapkan kurang dari seorang gentleman. Baiklah, jika itu keinginan Anda."
Ravel hanya menyunggingkan senyum. Komentar akan dirinya sebagai seorang gentleman memang sudah sering ia dengar, di mana pun ia berada. Bagaimana pun juga, ia sendiri dibesarkan agar bisa menghormati norma-norma yang ada dan memperlakukan orang lain seperti bagaimana ia ingin diperlakukan oleh orang lain.
Kemudian, ia bisa melihat bagaimana Giraile Arevig mengambil kuda-kuda bertarung dan langsung menyerangnya--frontal. Tipikal--wanita itu seakan-akan tidak memiliki taktik lain kecuali menyerang dari depan. Hal ini tidak mengejutkan Ravel--sepanjang pengetahuannya, wanita ini memang mudah ditebak.
Ravel sempat menggelengkan kepalanya sesaat untuk fokus pada pertarungan. Bagaimanapun juga, salah satu hal berbahaya yang bisa terjadi adalah... tidak fokus dalam pertarungan. Maka, saat serangan Giraile datang dari depan, dengan sigap pemuda tersebut menarik tamengnya dan melindungi diri. Ketika serangan Giraile mengenai tamengnya, Innocence yang ada di tengah tameng berbinar dan memberikan kesan berbahaya, seakan-akan tameng tersebut akan retak. Tentunya, hal itu tidak mungkin terjadi bukan? Innocence milik Ravel tentunya membuat tamengnya menjadi benda paling keras di dunia--sebuah metafora dari tembok mentalnya yang ia ciptakan untuk melindungi diri.
Jauh di dalam sana, ia membentuk strategi.
Maka, setelah kekuatan tekanan pada tamengnya berkurang, Ravel segera melakukan gerakan berputar 360 derajat. Claymore-nya mengayun berbahaya di sekelilingnya, mengalihkan serangan-serangan rambut Giraile dari posisi sebelumnya.
Kemudian, ia menaikkan tamengnya lagi dan melakukan shield bash. Dari depan. Di saat terdesak, aksi putus asa tampaknya merupakan opsi terbaik bukan? _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 19th August 2009, 08:38 | |
| Serangan pertamanya dihadang oleh Wirksamme Wille, yang bisa saja dibilang tameng terkuat yang pernah ditemuinya. 'Cih.' Ya, kegagalan satu kali, dua kali, dan seterusnya tidak berarti, selama pada akhirnya serangan yang berhasil melukai lawan cukup jumlahnya untuk mencapai kemenangan. Bagian tengah tameng itu bersinar, mendistraksi dirinya sesaat.
Ah, ia telat menyadari Ravel sudah merespon, berputar bersama claymore-nya. Beberapa helaian rambut yang tidak cepat menyatu dengan kelompoknya terpotong, dan Giraile pun mengumpat dalam hati (jika tidak dalam pertarungan, mungkin dia sudah melontarkannya dari mulutnya, tetapi ia tidak butuh distraksi tambahan).
Tidak terduga olehnya bahwa rekan Generalnya akan menggunakan perangkat defensifnya sebagai senjata. Dihamtam oleh tameng seberat itu tampaknya akan meninggalkan bekas yang lebih dari memar yang akan sembuh dalam sehari, dan jelasnya itu bukan sesuatu yang diinginkan wanita itu. Ia dapat merasakan Wirksamme Wille mengenainya, namun minimal kecepatannya berhasil menyelamatkannya dari nasib yang lebih tragis. Giraile memegang lengannya, dan merasakan sedikit rasa nyeri - ia tersenyum kecut. Nampaknya, kecepatannya tidak sempat menyelamatkannya sepenuhnya.
Giraile menarik kembali untaian rambut ke sisinya. Pertarungan melawan seorang Exorcist tingkat General dengan menghadap Akuma Level 1 yang hanya menghandalkan insting memang jauh berbeda. Ia mengeluarkan belati kecilnya yang sejauh ini belum digunakan. Mungkin ia juga harus lebih kreatif.
Ia menggenggam rambutnya mendekati dasar kulit kepalanya, sebelum rambut yang telah ia kembalikan ke wujud semula dipangkasnya. Kumpulan rambut itu dikeraskannya kembali, menjadi sesuatu yang menyerupai tongkat yang lancip pada dua ujung, layaknya senjata orang primitif yang belum belajar menempa senjata dengan benar (hei, dirinya petarung, bukan pengrajin besi. Anything works).
"Ayo, Ravel Kohler!" Tantangnya, seraya ia berlari menuju lawannya dengan niat mengadu claymore besar itu dengan... rambutnya. Nekad? Tidak ada kata lain yang bisa mendeskripsikannya dengan lebih baik. Dengan persediaan amunisi yang tidak terbatas, Giraile hidup dengan prinsip 'selalu ada kesempatan lain', dan ia siap mengulangi serangannya ini jika ia tidak berhasil kali ini. If at first you don't succeed... _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 19th August 2009, 13:17 | |
| Ravel merasakan dari balik tamengnya bagaimana jenderal di hadapannya mundur beberapa langkah. Ia sendiri sebenarnya tidak merasakan serangan yang mengena pada wanita tersebut. Mungkin kalau akuma, serangan itu sudah telak dan menghancurkanakuma itu menjadi serbuk. Giraile sepertinya bisa kabur dari serangan dan meminimalisasikan luka yang didapat. Sigap, cepat bertindak, dan cekatan. Kalau ia pikir lagi, Giraile memang tergolong lebih cepat daripada dirinya.
...
Dan ketika ia keluar dari belakang tamengnya, ia bisa melihat bagaimana Giraile memotong rambutnya... kemudian menjadikannya sebagai semacam tombak runcing. Dahinya mengerut, bukan karena apa yang dikatakan wanita tersebut, namun karena keputusan yang telah wanita itu ambil. Kreatif... namun kurang terasah.
...Ah, siapa dirinya untuk menilai orang, eh? Dia sendiri saja belum bisa mendapatkan respek dari Innocence-nya sendiri. Baiklah, ia sering tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Wirksame Wille. Pemahamannya tentang Innocence belum bertambah... Mungkin setelah latihan ini, ia akan pergi menuju ruang penyimpanan Innocence.
Ravel menggelengkan kepalanya lagi. 'Fokus, atau serangan Giraile akan mengenaimu telak.'
Tameng yang melindunginya dari serangan Giraile yang sebelumnya kini merendah. Tangan kanan Ravel memegang kuat Claymore besar yang menjadi kebanggaannya. Dengan gerakan cepat, ia menggesekkan tamengnya dengan pedangnya 3 kali. Beberapa saat kemudian, dalam claymore miliknya mengendap sebuah cahaya familiar--cahaya yang biasa muncul ketika Ravel mengaktifkan Innocencenya. Transfer kekuatan, untuk 10 menit, berhasil dilakukan.
Ravel membuang tamengnya.
"Tidak masalah untukmu bukan, Fraulein?" Ravel berujar singkat. Kedua tangannya kini memegang Claymore miliknya, menggenggam batangnya dengan erat. Satu tebasan dari pedang tersebut, dan kau tidak akan pernah tahu apa yang menimpamu. _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 19th August 2009, 15:11 | |
| Giraile hendak menyerang, namun terhenti oleh tindakan Ravel yang dinilainya... aneh. Ravel menggesekkan Wirksamme Wille pada pedangnya tiga kali, dan hanya beberapa saat kemudian claymore tersebut bersinar seperti bagian tengah tamengnya tadi. Giraile menyipitkan matanya; tidak mungkin ini pertanda baik baginya.
Ia menggigit bibir bawahnya; yang ia tahu tentang Ravel Kohler hanya sebatas pertahanan dirinya kuat, dan tamengnya juga bisa dikatakan sama. Selain itu, ia tidak tahu apa kekuatan khusus yang dimiliki Innocence-nya. Yang jelas, pasti kekuatan khusus itu ada, melihat cahaya yang tadi dipancarkan pedangnya...
Terdengar suara logam bertabrakan dengan pijakannya; Ravel Kohler menurunkan tamengnya. Wanita itu tersadar dari renungannya, dan mengutuk dirinya; tidak biasanya ia perlu menganalisa gerakan musuh seperti ini (ia lebih sering menghadap Akuma, yang inferior dari segi kepintaran dan kekuatan darinya, dan ia tidak perlu berpikir banyak untuk mengalahkan itu). Distraksi, distraksi...
"Tidak masalah untukmu bukan, Fraulein?"
"Tidak sama sekali," jawabnya dengan senyum kecut. Ia menatap pedang yang ada di genggaman Ravel, dan instingnya memberitahunya bahwa ada sesuatu yang berbahaya di balik claymore itu. Berjaga-jaga, ia memanjangkan rambutnya agar siap dijadikan tameng dadakan, seandainya kecepatannya mengecewakannya nanti...
Ia memberi lebih banyak energinya untuk memadatkan tombak runcing buatannya, dan berusaha menghilangkan rasa waswas yang ada di dadanya. Tidak baik untuk memiliki keraguan saat menyerang. Dengan langkah gesit, sepatu botnya melejit dari permukaan tanah, dan ia pun berlari, mengayunkan senjatanya dengan lebih banyak force ketimbang ketepatan. Yang jelas, ia telah mengayunkannya ke arah Ravel.
Serang, serang, serang. Dengan membabi-buta, ia terus mengayunkan senjatanya, berusaha untuk tidak memberikan kesempatan menyerang kembali bagi lawannya. Bukankah presisi hanya untuk mereka yang bertahan? Ya, Giraile hanya berharap dengan ini Ravel tidak akan menyadari helaian-helaian rambut yang merayap ke kedua lengannya, persiapan untuk melilitnya bersama helaian lain yang menyusul. _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 24th August 2009, 20:37 | |
| 'Tipikal.'
Oh, tidak. Ravel Kohler tidak menjelek-jelekkan sikap dari jendral ini. Tidak sama sekali. Ia hanya menyatakan sebuah dugaan miliknya, bahwa Giraile akan menyerangnya kembali, dengan serangan frontal. Namun, tentu saja, tombak yang dibuat Giraile merupakan sebuah improvisasi. Dan melihatnya menyeranbg membabi-buta demikian... Ravel agak menyesal telah melepaskan Wirksame Wille tadi.
Cukup sulit memang, namun Ravel sendiri berhasil menghindari beberapa serangan menusuk dari tombak berbahan rambut tersebut. Beberapa serangan tebasan sempat mengenai tangannya, meskipun tidak terlalu dalam. Tangannya dengan luwes memblokir serangan-serangan menebas.
'...Seperti biasa, serangan yang penuh semangat. Tidak memberikan lawan kesempatan untuk lari. Seperti biasa.' Ravel hanya berbatin singkat, masih berusaha menghindari serangan lawannya. Kini, beberapa tebasan tersebut melukai tangannya, namun Ravel tidak menghiraukannya. Apa gunanya jadi bagian dari pasukan bertahan, kalau luka segitu saja sudah cukup membuatnya menjatuhkan senjata? Tidak pernah.
Namun...
"!!?"
Di antara serangan membabi-buta yang dilancarkan Giraile, pria ini tidak menyadari beberapa helai rambut yang mulai merayapi tangannya. Dan pada saat yang sama, dalam sepersekian detik, kecepatan tangannya menurun. Ravel barulah tersadar ketika tangannya mulai terasa kaku. Buruk.
Ketika ia menyadari kekakuan tangannya, semuanya mungkin dapat berakhir dalam satu tusukan singkat dari Giraile. _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | Shreizag E. Halverson Vatican Central

Posts: 580 Umur: 19 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 29
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 24th August 2009, 21:20 | |
| Pukul 10 pagi lewat. Jendral berambut putih ini baru saja bangun sekitar satu jam yang lalu ketika ia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar markas Black Order cabang utama, mengistirahatkan matanya yang semalaman terus menerus dipakai untuk membaca dan mempelajari hal-hal baru seputar budaya dan bahasa. Jalan-jalan memang bukan opsi utamanya; tapi pilihan utamanya untuk menghabiskan waktu luang, membaca dan meneliti sudah dilakukannya. Maka, iapun melangkahkan kakinya menuju salah satu arena yang kadang-kadang dikunjunginya untuk berlatih, atau melatih Disciplenya.
Tidak banyak yang berubah dari arena itu sejak terakhir kali Shrei memakainya, tetap luas dan lengang seperti sedia kala. Namun, penghuni arena latihan itu kali ini bukan orang biasa; melainkan dua orang Jendral yang cukup dikenalnya. Giraile dan Jendral Kohler. Shrei mengangkat sebelah alisnya, melihat dari intensnya latih tarung itu, nampaknya mereka sudah mulai dari beberapa menit yang lalu.
Pemandangan seperti ini tidak bisa dilihat setiap hari... Tertarik, iapun memutuskan untuk duduk di pinggir ruangan dan memerhatikan pertarungan mereka; barangkali saja ia juga bisa mendapatkan semacam pelajaran darinya. Tidak, ia tidak akan menginterupsi sedikitpun. Apalagi sang Jendral wanita mempunyai sifat kompetitif yang sangat tinggi, tentu ia akan marah bila ada seseorang yang berani mengusiknya.
Dengan itu, iapun mempersilakan dirinya sendiri untuk duduk, kemudian mengeluarkan buku kecil dari tas pinggangnya. Barangkali mereka berdua tidak menyadari kehadirannya, namun Shrei juga tidak mau repot-repot memikirkan hal itu karena memang ia hanya mau melihat saja.
Ia mengalihkan pandangan dari bukunya, menyadari absennya si golem perak dari pundaknya. "Jangan ke sana, Tim. Kau mau kena tusukkan rambut Giraile?" titahnya pada Timcanpi yang nampak lebih antusias darinya untuk menonton dari dekat. Diperingati seperti itu, golem perak itu menurut juga, ia kembali bertengger di pundak Shrei sementara tuannya kembali membaca bukunya. Kira-kira, pertarungan ini akan jadi semenarik apa ya? _________________ "l'll make you the most beautiful lady in the world..." -- Shreizag E. Halverson, on his make up kit, to Giraile A. Asdvadzadour First. The Silver Ice
Last edited by Shreizag E. Halverson on 25th August 2009, 20:28; edited 1 time in total |
|  | | Giraile Arevig A. Vatican Central

Posts: 258 Pemilik: Chief Poin RP: 100
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 28
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 25th August 2009, 19:34 | |
| Giraile mulai kehilangan kesabarannya. Ia yakin sudah mengenai General ini dengan serangannya beberapa kali, dan walau serangannya tidak bisa dibilang tipe yang menjatuhkan hanya dalam beberapa pukulan, tetap saja tidak bisa dianggap lemah. Yang jelas, Ravel Kohler tidak menunjukkan tanda-tanda akan tumbang.
Giraile tersenyum, mulai merasakan adrenalin pertarungan. Memang apa yang diharapkannya dari polar opposite-nya? Seorang General dengan kemampuan menyerang terbesar, melawan General dengan pertahanan tertangguh... An unstoppable force versus an immovable object...
Senyuman ini melebar begitu ia menyadari sesuatu; serangan tersembunyinya pun telah berhasil dijalankan. Uluran rambutnya yang sudah melingkari kedua lengan Ravel dipadatkannya, dan ia pun mulai mempertimbangkan cara memanfaatkan keberhasilan ini.
Ia tidak butuh lama. Memutuskan untuk memberikan sedikit variasi, ia menendang sekuat tenaga, permukaan sepatu botnya bertumbukan dengan torso bawah lawannya, seraya rambutnya melepaskan ikatan eratnya pada lengan Ravel. Diselingi napas terengah-engah, Giraile tertawa kecil.
"Teruskan saja, General" sahutnya, seraya ia memotong tiga 'ikatan' rambut tanpa belas kasihan pada kecantikannya (bila ada), dan memadatkannya. Dengan panjang rambut tak teratur; dari menyentuh lantai hingga hanya menutupi sebagian punggung leher, Giraile melemparkan empat benda-berujung-lancip yang kini dimilikinya ke arah Ravel. 'Mana Wirksamme Wille-mu, General?'
Giraile tidak mengerti mengapa sepanjang pertarungannya ia tersenyum lebar. Selama ini, ia bukan tipe yang mendapatkan kesenangan dari bertarung (ia mendapatkannya dari kemenangan)... apakah ini perbedaan taraf kesenangan antara bertarung melawan yang pasti dikalahkan dengan yang ingin dikalahkan?
Ya, apapun boleh. Ia tidak membuang waktu, dan menguras energinya untuk kembali menumbuhkan rambutnya. Merasa serangan terakhirnya seharusnya mengulur cukup waktu, ia membentuk sesuatu yang lebih refined kali ini. Ya, paling tidak, objek yang (sedikit) menyerupai gada ini memiliki gagang yang jelas... sepertinya.
'Argh...' Ia sudah bilang bahwa dirinya petarung, bukan pengrajin besi. Apa lagi yang diharapkan?
Wanita Armenia ini berharap Ravel sudah siap untuk menerima serangan berikutnya. Tidak membuang waktu, begitu siap ia berlari menuju Ravel lagi, mengayunkan senjata barunya dengan dua tangan; baiklah, tidak begitu efektif, tetapi efek intimidasinya bagus. _________________ "If at first you don't succeed... keep trying!"
passion, uncertainty-- her choice. number01: the L O V E R S - part 1 |
|  | | Ravel Kohler Vatican Central

Posts: 150 Umur: 20 Pemilik: masamune11 Poin RP: 20
Biodata Posisi: General Cabang: Eropa Umur: 36
 | Subject: Re: [CENTRAL] Offense, Defense 26th August 2009, 19:33 | |
| "!!?"
Dan tanpa ia sadari, Ravel sudah terpental begitu saja ke belakang. Yah, meskipun tidak terlalu ke belakang juga sih... Hey, sekacau-kacaunya ia diserang, Ravel Kohler seharusnya tidak terdorong sangat jauh bukan? ...tentu saja kalau musuhnya memang setinggi bangunan rumah kecil, itu mungkin.
Tangan kirinya terlepas dari Claymore miliknya, namun tangannya yang lain masih memegangnya erat. Kakinya bergesekan dengan lantai akibat dari doronagn yang diberikan oleh jendral wanita tersebut. Baiklah, serangan yang tadi... sakit? Tidak juga. Nyeri? sedikit, namun ia bisa hidup dengan itu.
"Kena juga akhirnya, Frau Giraile?" Ravel berujar kagum. Bolehlah, wanita ini memang menggunakan waktunya dengan tepat. Dan Ravel... yah, mungkin jendral pria ini menganggap enteng lawannya sendiri. Ah, dan ia mengaku seorang jendral! Sepertinya pria ini harus menyadari bahwa, meskipun perbedaan usia yang cukup jauh, jendral tetaplah jendral.
...Hal ini membuatnya merasa bodoh karena telah membuang Wirksamme Wille ke tanah.
Sekarang pria ini mengambil tamengnya kembali, matanya tidak melewatkan bagaimana wanita di depannya membentuk sebuah... gada dengan rambutnya. Oh, waktu yang bagus. Tak tahukah ia kalau gada memiliki kecepatan dan kekuatan menyerang yang hampir sama dengan pedang? Serangan dari tipe senjata tersebut seharusnya mudah-susah di-parry oleh Claymorenya.
Tangannya pun memegang Wirksamme Wille... dan melemparkannya layaknya bumerang tepat langsung ke arah Giraile. Tak ada kata-kata yang perlu dilontarkan ketika ia ingin menyerang bukan?
...Ah, ia lupa kalau menyerang dengan bumerang pasti balik arah. Di dalam lintasannya, ia bisa memprediksikan bahwa Wirksamme Wille akan mengenai Jendral Shrei--sejak kapan pula orang itu sudah muncul di sana? _________________ "Let the sourest apple ripens; you'll see its true colors." "Oh, Ravel... You and your words..." "You know it's true, even more than I do." "Perhaps."The Original ID of masamune11, The Contemplative General |
|  | | | | [CENTRAL] Offense, Defense | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|