An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Letter of Love

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Gabrielle van Rijn



Posts: 115
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: [CENTRAL] Letter of Love   4th August 2009, 15:44

Gabrielle van Rijn, si gadis androphobia itu berjalan keluar dari infirmari menuju kamarnya. Gabrielle mendesah pelan karena capek. Bagaimana tidak, banyak sekali hari ini finder maupun exorcist yang terluka ringan ataupun sekedar mengecek kesehatan datang ke infirmari. Tentu saja hal tersebut menguras tenaga Gabrielle, maupun usahanya untuk menekan phobianya saat bekerja.
Namun Gabrielle sebenarnya punya rencana tersendiri. Ia sangat ingin memberikan sekotak kado pada seorang pemuda yang bernama Ariel Archer, yang ia sukai semenjak usia belia. Kado itu berisi cokelat dan sepucuk surat. Cokelat buatan Gabrielle sudah terkenal enaknya, namun satu hal yang mengganggu adalah sepucuk surat tadi.
“Hari ini, aku harus berhasil memberikan hal ini! Ayo semangat Gabrielle!”, ucap Gabrielle pelan pada diri sendiri sambil tersenyum kecil.
Sebenarnya, usaha memberikan cokelat, syal, ataupun surat telah sering dicoba oleh Gabrielle. Namun masalah terbesarnya, Gabrielle tidak memiliki keberanian yang cukup, sehingga keputusannya untuk memberi kado digagalkan oleh dirinya sendiri. Lalu ke mana bingkisa-bingkisan imut tadi? Pada akhirnya cokelat-cokelat yang enak itu diberikan pada pengunjung infirmari dengan harga yang agak miris, gratis. Tapi hal itu sebenarnya tidak merugikan Gabrielle sepenuhnya, karena Gabrielle jadi cukup terkenal karena kebaikan hatinya menghibur orang sakit dengan memberi mereka cokelat.
---
Lokasi : Koridor dekat Kafetaria
Gabrielle berjalan kecil dengan penuh kehati-hatian. Namanya juga Kafetaria, tentu saja banyak orang keluar-masuk dari sana termasuk para pemuda yang dapat menyebabkan Gabrielle pingsan, sengaja maupun tidak.
“Uhh, hari ini Kafetaria ramai sekali. A..apa aku tidak usah memberikan cokelat ini saja ya?”, ucap Gabrielle gugup dengan suara bergemetar.
Tiba-tiba saja, sesuatu yang tidak diharapkan muncul. Seseorang menepuk punggungnya. Dan apa yang terjadi? Gabrielle jatuh pingsan karena menyadari siapa yang menyentuhnya, seorang lelaki entah siapa. Tentu saja Gabrielle tidak melihat mukanya karena pingsan duluan.
GUBRAK! Begitulah suara tubuh Gabrielle saat jatuh.
Apa yang terjadi pada cokelat yang disertai surat cinta milik Gabrielle selanjutnya??
---
OOT : kalau bisa sih cokelatnya diambil oleh cowok, kalau ngga ya gak apa-apa sih sebenarnya :3. . .dan suratnya ga dikasih “untuk : …”
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov



Posts: 183
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   5th August 2009, 16:21

"Tam tararam tam~"

Lagi-lagi anak ini. Si pembuat keributan yang selalu melantunkan nada riang di tiap langkahnya. Tahu siapa? Siapa lagi, jelasnya anak berambut abu berkebangsaan Rusia ini adalah disciple dari Shreizag Halverson yang tidak bisa diam, dan selalu mencari perhatian siapa saja yang bisa memerhatikannya.

Kakinya kini melenggang riang menuju kafetaria. Ia kelaparan dan ingin mencari makan, maksudnya tadi bersama 'ayah' dan 'kakak tirinya' adalah sesuatu yang luar biasa menyebalkan. Nikolai, nama aslinya, harus kabur sebelum kembali dilempari boneka oleh rekan disciplenya Lia. Ah... ia capek harus mengerjai nona muda itu sehingga kini perutnya yang terus berbunyi menyuruhnya untuk makan.

Sampai di koridor kafetaria, gerakan Nikolai terhenti. Ia merasa aneh dengan wanita yang berdiri diam seperti sedang ragu akan tujuannya. Iseng saja, anak ini lalu menepuk bahu wanita tersebut. "Heeey~! Sedang ap..."

GUBRAK!

Padahal kata-katanya belum selesai namun wanita itu sudah pingsan di tempat. Spontan Nikolai lalu berteriak, "KYAAA~!!! ADA ORANG MATI!!!"

Masih kaget anak ini lalu mendekati sang wanita yang sepertinya adalah section staff. Perhatiannya kemudian tertuju pada coklat dan er... apa itu surat? "He... apa ini? Bingkisan ulang tahun dan surat untuk..."

Anak itu malah mengurusi bungkusannya.
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   5th August 2009, 18:37

Lia berjalan perlahan menuju ke Kafetaria. Perutnya mulai berbunyi setelah tadi melempari Nikolai dengan boneka karena yang bersangkutan habis menari-nari sambil benyanyi aneh di hadapan Shrei sampai sang General tampak kesal (menurut Lia).

"Untung tadi aku tidak melemparmu, Babog... Kalau iya, mungkin si Nikolai itu akan membawamu pergi, seperti Athair Will pergi..." bisik Lia sambil memeluk boneka kelincinya semakin erat.

Di tengah perjalanan, ia mendengar suara teriakan.

"KYAAA~!!! ADA ORANG MATI!!!"

Lia langsung mempercepat langkahnya--meski tidak terlalu tampak juga perubahan kecepatannya--untuk melihat siapa yang berteriak dan apa yang diteriakinya. Begitu ia sampai, ia melihat Nikolai dan Gabrielle yang tersungkur pingsan di lantai.

"Nikolai..." panggilnya pelan. Ia lalu mengeraskan Babog Liath dan melemparnya sekuat tenaga ke arah Nikolai.

"...jangan ganggu sahabatku," tambah Lia dengan ekspresi datar.


Last edited by Líadan ó Súilleabháin on 6th August 2009, 18:37; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Glaucio Marino



Posts: 88
Pemilik: *nbla
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   5th August 2009, 18:46

"Tsssk."

Lelaki yang baru menghabiskan usia belasannya beberapa minggu lalu tersebut kembali menggumam tak jelas, lagi-lagi kebanyakan dari sisa paruh hiduonya ia habiskan untuk menggerutu. Oke, sifat yang kedengaran tidak sopan; namun toh keluarganya sendiri tidak mencantumkan itu sebagai salah satu dari hal yang dilarang dalam peraturan bersopan santun. Kebiasaan lumrahlah bagi manusia untuk mengeluh--bahkan meski hanya akibat kejadian sepele macam kehabisan roti plain mentega.

Dikunyahnya sepotong roti, kali ini terasa lebh manis--dan... eugh--dibanding biasanya akibat sejumput selai blueberry yang tersedia. Salahkan pihak kafetaria yang menyediakan jatah sedikit untuk roti berlapis selai mentega tok saja untuk itu. Kembali ia melangkahkan kaki keluar menuju kafetaria, menarik napas sembari menghembuskannya kembali. setengah mendengus. Dari tadi pagi ia tidak mendapat tugas yang padat, sementara generalnya yang mes--sorry, terhormat menyuruh untuk menghadapnya selepas jam makan siang. Kali ini apa? Masalah administrasi kelompok lagi? Oh oke, setidaknya seharusnya general menyuruh sosok orang lain yang lebih telaten untuk mengerjakannya; terlebih dengan adanya 2 orang wanita disamping dirinya yang cenderung cuek dan bekerja kasar karena lebih terbiasa untuk menusuk-nusuk akuma hingga darahnya keluar; ouch.

Didorongnya kepala bagian samping ke arah kiri selama beberapa saat, merasa agak pusing barangkali ia. Kafetaria semakin ramai dan sesak, sementara seorang Glau bukanlah tipe yang menikmati keramaian. Dilangkahkannya sepatu berat berwarna gelap itu sesaat menuju koridor, sembari melihat seorang wanita berdiri di tengahnya beberapa meter di hadapannya.

"Permisi miss, anda menghalangi jalan."

Terlambat, setelah muncul seseorang dari belakang si gadis yang kemudian menepuk bahunya dengan akrab; membuat sebuah permasalahan baru yang cukup... 'pelik'.

"KYAAA~!!! ADA ORANG MATI!!!"

Suara jeritan seorang anak. Heh, mati? Apa yang dilakukan si bocah, omong-omong? Menepuknya kelewat keras sampai jantung si perempuan terdesak ke depan, barangkali. Cck, serius. Sifat gentlemen sama sekali bukan kepribadiannya. Beramah tamah kepada perempuan termasuk salah satu hal yang dihindarinya, mereka lemah kau tahu [menghela napas]. Dan memotong waktu kedatangannya hanya untuk mengurusi seseorang yang tidak ia kenal dan tidak perlu diurusinya? Entahlah.

"Eh, kau--bangun, jangan pingsan seenaknya di sini," ujarnya, duduk setengah berjongkok tepat di depan kepala gadis tersebut. Kembali menatap nanar ke arah tubuh yang terkapar tak berdaya tersebut, sembari selanjutnya menolehkan kepalanya ke arah seorang disciple--Niikolai--yang tampak mulai mengalihkan perhatiannya ke arah bungkusan kotak coklat dan surat yang tertera di atasnya, selanjutnya menerima lemparan boneka kelinci dari seseorang; entah untuk apa maksudnya. Omong-omong, apa kotak coklat itu milik wanita tersebut?
Back to top Go down
View user profile
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   6th August 2009, 18:45

Muncul lagi pria tidak sopan... batin Lia sambil menatap ke arah Glaucio. Memang tidak terlihat perubahan ekspresi yang berarti di wajahnya, tapi kalau diperhatikan baik-baik, alisnya agak naik dari sebelumnya.

"Hei, rambut abu..." panggilnya pelan ke Glaucio, "...jangan sentuh coklat temanku."

Lia lalu berjongkok di sebelah Gabrielle dan menepuk-nepuk bahunya pelan. "Gabby, Gabby... Ayo bangun... Kalau tidak, coklatmu nanti kuserahkan ke 'orang itu' loh..." panggilnya pelan, masih dengan ekspresi datar yang sama.
Back to top Go down
View user profile
Gabrielle van Rijn



Posts: 115
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   7th August 2009, 13:32

Setelah pingsan selama beberapa menit, akhirnya Gabrielle terbangun juga karena dunia sekitarnya yang begitu ribut (padahal penyebabnya dia). Gabrielle hanya melihat ke sekelilingnya. Ada Nikolai, Glaucio, dan temannya Lia.

"Gabby, Gabby... Ayo bangun... Kalau tidak, coklatmu nanti kuserahkan ke 'orang itu' loh..."

"Auuh! Lia!", kata Gabrielle bingung. Hei, padahal itu memang tujuan utamanya membuat cokelat bukan? Tapi sepertinya dia sudah lupa akibat jtuh pingsan barusan. Setelah Lia berkata seperti tadi, barulah Gabrielle ingat tentang cokelat dan. . .surat cinta.

"Surat! Suratnya!", teriak Gabrielle panik. Bisa gawat kalau surat itu sampai terekspos, masalahnya di surat itu penuh kata-kata yang. . .gawat kalau ketahuan.


[OOT : Glau, ambil dong suratnya~]
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov



Posts: 40
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   7th August 2009, 16:26

OOT : Ini timelinenya kapan ya? ' 'a




Roman berjalan ke arah pintu keluar kafetaria, sambil mengelus perutnya yang telah penuh diisi makanan khas Rusia favoritnya. Untungnya, sang koki berbaik hati bersedia memenuhi permintaannya untuk memasak kuliner khas negaranya. Pria asal Novgorod ini tersenyum puas. 'Ah, Bianca ke mana ya, omong-omong? Rasanya aku jarang lihat dia akhir-akhir ini... Jangan-jangan trauma gara-gara kejadian waktu itu?' batinnya, kemudian ia melihat gerombolan orang di koridor kafetaria, berkumpul mengelilingi sesuatu.

'2 Disciple General Halvorsen... Disciple General Karlsen... Dan ah, siapa itu yang terkapar di tanah?' Penasaran, Roman mendekati gerombolan itu. "Eh, gadis itu kenapa?" ia bertanya, seraya memperhatikan gadis yang tengah pingsan itu sekali lagi, "Bukannya dia itu staff medis? Kenapa bisa pingsan?" tanyanya lagi, tanpa tahu kalau orang-orang yang berada di sekitarnya enggan menjawab. Roman mengenali Gabrielle karena ia pernah beberapa kali diobati olehnya, walau, hanya sekedar kenalan.

Ia berjongkok, mendapati sepucuk surat yang ada di dalam suatu bungkusan dengan coklat. Tanpa rasa bersalah, ia mengambil surat itu, kemudian mengeluarkan isinya, "Ah, ini kan..." ujarnya sambil membaca deretan kalimat yang ada di surat itu, pria Rusia inipun tersenyum geli. Ia jadi teringat pada dirinya sendiri, yang kerap bertukaran surat dengan kekasihnya, Ludmyla, apalagi gadis asal Yekaterinburg itu juga suka membuatkannya kue atau coklat, persis seperti yang telah dilakukan Gabrielle.

"Gabby, Gabby... Ayo bangun... Kalau tidak, coklatmu nanti kuserahkan ke 'orang itu' loh..."


Gadis yang dikenalinya sebagai Disciple dari General Halvorsen (Roman lupa namanya) menepuk-nepuk bahu Gabrielle untuk membangunkannya, dan yang berangkutan tersadar tak lama kemudian.

"Surat! Suratnya!"


Roman melirik surat yang sedang dipegangnya, 'Maksudnya surat cinta ini ya?', iapun tersenyum jahil, "Surat ini ya, nona muda?" ia mengibas-ngibaskan surat itu di depan kepalanya, mencoba mengalihkan perhatian Gabrielle padanya. Kemudian, muncul niat-niat iseng dalam pikiran Roman... Ah, sudah lama ia tidak mengusili orang.
Back to top Go down
View user profile
Gabrielle van Rijn



Posts: 115
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   9th August 2009, 09:04

[OOT : timelinenya. . .sekitar 1 hari sesudah tragedi koridor]

"Surat ini ya, nona muda?" ia mengibas-ngibaskan surat itu di depan kepalanya, mencoba mengalihkan perhatian Gabrielle padanya.

Deg! Suratnya diambil oleh. . .seorang Finder lelaki. Namanya siapa? Ah Gabrielle ingat namanya Roman. 'Bisa gawat. . .kalau aku menyentuhnya aku akan pingsan lagi dan suratnya. . .' Gabrielle menghentikan pikiran buruknya. Tapi memang itu resikonya. Wajah jahil Roman tampak dan sepertinya surat cinta Gabrielle tidak akan bisa diambil dengan mudah.

"Sa...saya mohon serahkan surat itu!", kata Gabrielle dengan suara bergetar.

Kalau menyentuh saja pingsan, bagaimana ia mengambilnya? 'Seseorang tolong aku!', batin Gabrielle cemas.
Back to top Go down
View user profile
Glaucio Marino



Posts: 88
Pemilik: *nbla
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 20

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   9th August 2009, 13:18

"Hei, rambut abu..."

Euh, apa?

"...jangan sentuh coklat temanku."

Kayak Glau saja berminat pada makanan super manis kelebihan gula dan susu yang bisa membuat sakit gigi, mabuk rhum, atau diabetes--ehem, itu. Oke, yang segitu berlebihan, hanya yah--"Aku tak suka cokelat miss--sambil sana untukmu dan.. temanmu itu" ujarnya datar, setengah menggerutu. Menatap ke arah gadis yang masih tergeletak tak berdaya tersebut, kembali disentuh oleh sosok anak perempuan-memegang-boneka-euh, kekanakan itu.

"Surat! Suratnya!"
Gadis tersebut--kemudian diketahuinya bernama Gaby, entah siapa nama belakangnya--tampak telah setengah sadar, berucap dengan lirih--setengah meronta, kedengarannya. Menunjuk-nunjuk sesaat pada surat yang tersegel dalam apmplop tersebut, sekarang berada di--tangan pemuda itu.

"Surat ini ya, nona muda?"

Mengacung-acungkan tanpa bermaksud menyerahkan--dasar kurang kerjaan.

"Sa...saya mohon serahkan surat itu!"

Brett--suara dari gerak sabetan. Dari tangannya, tangan seorang Glaucio Amadeus Marino--yang mengaku sebagai lelaki berharga diri tinggi, dan merasa tidak berguna untuk mengurus kepentingan orang lain yang tidak dikenalnya--termasuk wanita itu sekalipun. Euh, dasar--sekarang ia terlibat lebih jauh dengan urusan orang.

"Err, maaf sir--tapi kurasa tidak ada gunanya untuk mengusik privasi orang lain--" Dan sekarang laki-laki rambut kelabu itu bersikap sok jumawa dan pahlawan, wadehel--sebentar lagi ruangan ini akan terbagi dua. Diliriknya kembali selembar surat yang ada di jarinya, sebelah bagiannya masih terpegang oleh pemuda Rusia tersebut--surat dan cokelat... Err, properti milik wanita gila cinta.

[ooc: mencoba merebut surat dari Roman =))]
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov



Posts: 40
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   9th August 2009, 19:57

Niatan Roman untuk mengusili sebenarnya tidak bisa dibilang terlalu usil, ia baru saja akan mengutarakan maksudnya tepat ketika sang pemuda berambut abu-abu, yang diketahuinya sebagai Disciple dari General Karlsen, menyabet surat yang tengah dipegangnya dengan paksa.

"Err, maaf sir--tapi kurasa tidak ada gunanya untuk mengusik privasi orang lain--"

Roman melirik sisa sobekan surat di tangannya. Siapapun yang hendak menerima surat ini, tentu akan sulit untuk membacanya. "Ehm, awalnya aku hanya berniat memintanya mengajariku membuat coklat dengan surat ini sebagai 'sandera', tapi..." ia melirik Gabrielle, dengan tatapan cemas, yaa, sekali-sekali ia ingin juga mencoba memasak, kemudian memamerkan hasilnya pada Ludmyla di St. Petersburg sana, "... Sepertinya sudah tidak bisa, ya?" desahnya kemudian, memandangi bagian surat lain yang nasibnya naas itu.

Ia melirik Gabrielle sekali lagi, merasa bersalah. 'Aduh... Tadinya kalau coklat buatan anak ini enak, aku mau minta diajari... Tapi... Akh, gimana nih?' ia berjongkok, menyerahkan separuh surat cinta itu pada sang gadis androphobia, "Eng, maaf... Gabriella, ya?" katanya, tidak tahu telah mengucapkan nama yang salah.
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   10th August 2009, 06:21

Ariel Archer, section leader diplomatik berambut pirang itu keluar dari kantornya. Mukanya tampak lusuh dan capek. Ariel dan Arvid malam kemarin lembur untuk memeriksa proposal dari Ingressa Michelli, section leader bidang penelitian.

Ariel memutuskan untuk menghirup udara segar, tentunya dengan menyeruput teh atau kopi yang menyegarkan. Ariel berjalan dengan langkah cepat menuju kafetaria sambil menggerutu tentang hal-hal sepele.

Kemudian ia melihat kerumunan orang di sana, membuat keributan. Ada finder, staf medis, dan beberapa exorcist. Urat kemarahan Ariel kembali muncul.

"KALIAN! Kenapa menghalangi jalan dan ribut-ribut! Ini bukan taman bermain!!", teriaknya dengan suara menggelegar. Kemudian ia masuk ke kafetaria.

"Heran. Kenapa sih tidak ada tempat sepi di Black Order ini? Dasar anak-anak!", gerutunya.

[Ariel out]
Back to top Go down
View user profile
Gabrielle van Rijn



Posts: 115
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 18

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   10th August 2009, 06:29

Gabrielle sangat shock melihat suratnya robek. Mungkin niatan mereka tidak buruk, tapi kenyataannya, surat cinta buatannya robek menjadi 2 bagian. Matanya kemudian jadi berkaca-kaca.

"KALIAN! Kenapa menghalangi jalan dan ribut-ribut! Ini bukan taman bermain!"

Deg! Gabrielle sangat terkejut mendengar teriakan dari section leader berkacamata itu. Hey, surat dan cokelat ini untuknya! Dan kini hanya tinggal cokelatnya yang utuh.

"Li. . .lia, ayo kita pergi.", ajak Gabrielle dengan suara bergetar. Air matanya tidak keluar, tapi tetap saja menyakitkan untuk dilihat.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov



Posts: 183
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   11th August 2009, 12:38

Nikolai bahkan belum sempat berteriak lebih lama sebelum akhirnya boneka maut itu menimpanya lagi. Dan ditambah pula banyaknya orang di sana yang merebuti barang yang jatuh. Heeey! Itu jatah anak ini untuk mengeluarkan aksi jahilnya, tapi karena si kakak tiri datang dan memukulinya lagi, Nikolai jadi tidak bersemangat.

Ia lagi-lagi mengumpat dalam hati.

"Aaaa~!! Kenapa sih kau ini selalu memukuliku!!" protesnya cepat.

Dan owh, surat itu robek! Kali ini bukan salahnya... er, lebih baik Nikolai cepat pergi dan melapor lagi pada ayahandanya, maksudnya Shrei, bahwa ia telah menjadi korban KDRT dari kakak tirinya.

... sambil mengarahkan pandangan kesal pada Lia, kemudian anak ini berucap pelan, "Awas ya kau kulaporkan pada Shreirin supaya tidak lagi mendapat pelukan kasih sayang~" dan kemudian mengangkat kaki dari tempat itu.


Kabur... sebelum mendapat timpukkan selanjutnya.


[OUT ah~ ada Lia takut *dilempar*]
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Líadan Ní Súilleabháin



Posts: 145
Pemilik: Agito
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 19

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   11th August 2009, 16:02

Mungkin suara sobekan kertas biasa tidak akan membuat Lia bereaksi barang setitikpun, tapi kalau yang sobek itu adalah surat cinta temannya sendiri, Lia pasti bereaksi. Lia langsung berdiri dan menatap Roman dan Glaucio sekaligus.

"Li. . .lia, ayo kita pergi.",

"Mana bisa, Gabby... Surat kamu rusak... Aku juga mau rusak orang yang merusak surat itu..." balas Lia pelan, sambil terus menatap Roman dan Glaucio. Tapi Lia sempat melirik sedikit waktu Nikolai kabur diam-diam... tanpa membawa bonekanya. Dalam hati, Lia berkata 'bagus!' keras-keras.

"Babog..." perintahnya pelan, "Ionsaigh..." Boneka kelinci abu-abunya yang kecil dan empuk mendadak 'tumbuh' menjadi boneka setinggi 150 cm dengan tingkat kekerasan sekeras sasak tinju. Ia lalu menunjuk ke arah Roman dan Glaucio dan berkata, "Serang mereka..."


---
OOT : boleh dilawan, boleh dihentikan...
Back to top Go down
View user profile
Roman Sintsov



Posts: 40
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Eropa
Umur: 24

PostSubject: Re: [CENTRAL] Letter of Love   12th August 2009, 18:01

"Mana bisa, Gabby... Surat kamu rusak... Aku juga mau rusak orang yang merusak surat itu..."

Deg! Tatapan datar dan kata-kata yang punya maksud tertentu itu cukup untuk membuat Roman berkeringat dingin. Mungkin gadis di depannya ini terlihat seperti umur 15-an, tapi yang namanya Exorcist senjatanya pasti menyakitkan. Duh, kenapa dari kemarin dia kena sial terus sih?

"Babog... Ionsaigh... Serang mereka..."

Pria Rusia ini menelan ludah pahit. "T-tunggu-tunggu dulu! Aku kan sudah minta maaf, dan, secara teknis bukan aku yang merobeknya!" sanggahnya, sambil melemparkan pandangan pada Glaucio, seakan meminta pertanggungjawaban juga. Ia mundur satu langkah ke belakang; ia pikir Jendral Halvorsen dan Disciplenya baik-baik, setidaknya, bila dibandingan dengan Nona Giraile, tapi... jangan-jangan pikirannya salah?

Walau, tindakannya ini mungkin tidak akan berguna, ia sudah menyiapkan alternatif lain untuk lolos dari situasi ini; ambil langkah seribu.



[OOT : Saya pilih kabur!]
Back to top Go down
View user profile
 

[CENTRAL] Letter of Love

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Goto page : 1, 2  Next

 Similar topics

-
» A letter to God
» The One Letter Game.
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» Love slike....

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums