An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Clean, Clean Corridor

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Abisak Avedisian



Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   31st July 2009, 18:20

Lokasi: Koridor:

Tidak mungkin seburuk itu, kan?

Kalimat agung yang telah berhasil menenangkan hatinya yang resah di sepanjang perjalanan kembali ke koridor yang baru dibersihkannya runtuh dalam seketika. Ia melihat tanda-tanda yang ada di hadapannya. Lumpur, cek. Guci porselen pecah, cek. Dua hal itu, seharusnya bisa dia tangani, namun ada satu kendala utama.

Kerumunan orang yang tentu biasanya tidak berkepentingan dengan koridor untuk bisa berdiam di sana untuk jangka waktu yang lama, cek. Paling sedikit, orang penting yang ada adalah dua Section Leader dan satu General yang sebisa mungkin ingin dihindarinya. Abisak menelan ludahnya - bisa dibilang lorong yang lokasinya dekat dengan kantor Diplomatic & Communication adalah urusan section, itu juga, namun fakta itu hanya memperburuk keadaan saat ini, melihat kondisi naas Section Leadernya saat ini.

"B-Bukan saat yang tepat bagi saya untuk datang ke sini, ya..."

Siapa yang tadi membersihkan koridor ini? Bukan aku, pikir lelaki berdarah Armenia itu dengan penuh kecemasan. Sepertinya memang Tuhan memutuskan untuk 'memberkahi' nasib buruk pada dirinya dalam ukuran besar. Bukan aku. Dirinya mengeluarkan tawaan gugup, seraya kakinya yang menuruti perintah di bawah alam sadar berjalan mundur dengan perlahan. Teringat kutipan dari karya Shakespeare, Hamlet, yang baru dibacanya.

... When sorrows come, they come not in single spies but in batallions.
Back to top Go down
View user profile
Arvid V. V. Härkönen



Posts: 20
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 48

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   3rd August 2009, 18:04

"Usul itu bagus juga. Bagaimana kalau kue-kue itu juga disertakan?"

"Silakan saja, itu kan kuemu. Dan kurasa Tuan tidak harus mengkhawatirkan apapun, makanan kali ini lepas dari percobaan bagian riset."


Arvid tertawa kecil menanggapi ujaran kedua wanita di depannya, "Yang bagaimanapun, tidak masalah untuk saya. Nah, sekarang--" belum sempat ia menyelesaikan ajakannya, Section Leadernya tiba-tiba berteriak keras.

"AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!"

Pria Finlandia ini mengangkat sebelah alisnya, heran. Ulah apalagi yang diperbuat Section Leadernya itu? Tentu, ia tidak berpikir bahwa orang-orang akan percaya dengan teriakkannya bukan? Ah, daripada itu, hal yang lebih gawat lagi baru terjadi.

PRANG! Sebuah guci porselen terjatuh. Ariel yang berlari-larian itu terpeleset lumpur di lantai, dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci porselen itu.

Kini, Ariel Archer juga telah dinobatkan sebagai tersangka pengotoran koridor kantor diplomatik Black Order cabang utama.


Arvid menghelas nafas. Ia menaruh cangkir tehnya di atas meja, kemudian mendekati Ariel yang sedang kesulitan. Ia menatap Ariel dengan tatapan seperti seorang ayah yang hendak menasehati anaknya. "Nah, saya bilang juga apa." ia mengulurkan tangannya untuk membantu Ariel berdiri, "Gantilah baju Anda, setelah itu istirahatlah sebentar. Tidak baik melakukan banyak aktivitas dengan mood Anda yang buruk, Section Leader Ariel." ia menepuk punggung pemuda itu, menyuruhnya kembali ke kantor untuk berganti baju.

Kemudian Arvid mengedarkan pandangannya ke sudut lain koridor, ia menangkap satu sosok yang dikenalnya, Abisak Avedisian. "Ah, Abisak," panggilnya pada pria yang ia bawa ke Black Order itu, "Bisa tolong bereskan ini? Maaf jadi menambah pekerjaanmu." pintanya sambil tersenyum sopan. Yaa, ia harap kekacauan tidak akan terjadi lagi setelah ini...
Back to top Go down
View user profile
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   4th August 2009, 15:15

Ariel sangat marah, pada dirinya sendiri, pada si janitor, dan pada pembuat lumpur sial itu. Dirinya yang terpeleset hanya mendekam di lantai, tidak bisa berkata apa-apa saking marahnya. Mukanya kemudian memerah karena darah panas dalam dirinya berkumpul di mukanya.

Kemudian Giraile menertawakan dirinya, dan Michelli tampak cukup khawatir, walaupun ada sedikit kelegaan di mukanya. Arvid pun hanya mendesah melihat kelakuannya yang sangat kekanak-kanakan tadi.

"Nah, saya bilang juga apa." ia mengulurkan tangannya untuk membantu Ariel berdiri, "Gantilah baju Anda, setelah itu istirahatlah sebentar. Tidak baik melakukan banyak aktivitas dengan mood Anda yang buruk, Section Leader Ariel." ia menepuk punggung pemuda itu, menyuruhnya kembali ke kantor untuk berganti baju.

"Baiklah Capello. Sepertinya ini karma karena marah-marah." Sadar bahwa itu kesalahannya juga, akhirnya kemarahan Section Leader berambut pirang itu cukup mereda juga. Atau lebih tepatnya, Ariel tidak mau orang lain selain saksi mata tahu bahwa dia juga pelakunya, alias kabur dari masalah. "Oh, dan saya mohon anda diam, Regula. Juga saya berterimakasih atas perhatiannya, Michelli."

"B-Bukan saat yang tepat bagi saya untuk datang ke sini, ya..."

Ariel melihat ke arah si pembicara tadi. Nah, itulah yang dari ia cari-cari untuk ditembak. Tapi hasrat membunuhnya sudah hilang, ya lebih baik masalah ini dilupakan saja. Terutama bagian saat ia 'terbang' dan 'mendarat' di guci porselen tadi.

"Tidak juga, Arcturus. Tapi saya ingin anda membersihkan semua kekacauan di sini sampai bersih! Kalau tidak, siap-siap saja untuk menerima panah Betelgeuse.", ucapnya pelan sambil berdiri. Yah, walaupun ucapannya tadi cukup mengintimidasi dan Ariel tidak memberitahu pelaku pemecahan guci porselen pada Abisak.

"Capello, nanti bantu saya memeriksa proposal dari Michelli ini.", ucapnya lagi pada Arvid.

Kemudian Ariel kembali masuk ke kantor sambil berkata, "Ayo kita minum teh, dan bawa kue-kue itu ke kantorku sekalian. Setelah membereskan diri tentunya."

[Ariel out untuk sementara]
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   5th August 2009, 18:30

"Baiklah Capello. Sepertinya ini karma karena marah-marah." Sadar bahwa itu kesalahannya juga, akhirnya kemarahan Section Leader berambut pirang itu cukup mereda juga. Atau lebih tepatnya, Ariel tidak mau orang lain selain saksi mata tahu bahwa dia juga pelakunya, alias kabur dari masalah. "Oh, dan saya mohon anda diam, Regula. Juga saya berterimakasih atas perhatiannya, Michelli."

"Hmph!" dengus Giraile, namun ia tidak menunjukkan tanda-tanda akan melanggar permintaan Ariel. Tidak ada salahnya menjaga sedikit harga diri lelaki berkacamata itu, terutama setelah ia mendapatkan dua-puluh satu pound sterling ganti rugi darinya (tepatnya Arvid, tetapi siapa yang mengurus?).

Ia berbalik, menjauhi para staf yang hendak meminum teh bersama, dan mendatangi Abisak. Memegang pundaknya, ia membungkuk dan berbisik dengan sinister pada targetnya, "... Akan kutunggu di kamarku. Langsung datang ketika pekerjaanmu selesai, jangan berharap kau bisa lari dariku... Abirad~"

Memberikan senyum tipis pada sesama turunan Armenianya, ia menepuk pundak lelaki itu beberapa kali, sebelum memutuskan untuk meninggalkan koridor yang ramai itu. Sekedar menoleh sesaat dan menundukkan kepala sebagai ucapan selamat tinggal, akhirnya Giraile pun angkat kaki.

[Giraile out]

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Abisak Avedisian



Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   7th August 2009, 18:53

"Tidak juga, Arcturus. Tapi saya ingin anda membersihkan semua kekacauan di sini sampai bersih! Kalau tidak, siap-siap saja untuk menerima panah Betelgeuse.", ucapnya pelan sambil berdiri.

Arcturus? Apa ia maksud dirinya? Abisak hanya mengangguk pelan, merasa mendapat nasib sial harus membersihkan ulang koridor ini sudah cukup tanpa harus ditambah dirinya menjadi sasaran tembak busur Section Leader ini. Benar-benar hari yang sial (ia tidak mengetahui bahwa dirinya cukup beruntung untuk datang terlalu telat untuk menjadi sasaran amarah Ariel langsung).

"Ah, Abisak," panggilnya pada pria yang ia bawa ke Black Order itu, "Bisa tolong bereskan ini? Maaf jadi menambah pekerjaanmu." pintanya sambil tersenyum sopan. Yaa, ia harap kekacauan tidak akan terjadi lagi setelah ini...

Ucapan itu datang dari lelaki yang cukup direspeknya, Arvid Harkonen yang membawanya ke Black Order di mana nasibnya berangsur membaik. Senyum asimetris yang awalnya menghias wajahnya sedikit melembut menjadi lebih tulus. Mengangguk sekali lagi, ia mengabarkan kesediaannya, walau dengan lesu, "... Baiklah, biarkan saya ambil peralatan saya dulu..." '... lagi,' tambahnya dalam hati.

Kemudian, paragon dari segala hal yang buruk dan ganas mendekati dirinya. General Giraile... Abisak dapat merasakan keringat dingin mengucur dari sisi dahi dan punggung lehernya, seraya senyumnya kembali tertarik ke satu arah. Ia bergemetar begitu tangan Giraile mencekam pundaknya (minimal, itu sensasi yang dirasakannya dari sentuhan wanita barbar itu).

Memegang pundaknya, ia membungkuk dan berbisik dengan sinister pada targetnya, "... Akan kutunggu di kamarku. Langsung datang ketika pekerjaanmu selesai, jangan berharap kau bisa lari dariku... Abirad~

"I-Iya, Nona..." terlontar ucapan patuh itu secara spontan, dengan kegugupan Abisak terdengar jelas. Jangan bilang sesi pelajaran bahasa Armenia lagi? Walau ia terbukti sebagai murid yang buruk, mengapa Giraile tidak segera menyerah saja? Oh, Tuhan...

Abisak menghela napas lega begitu badai terbesar berlalu. Ia bisa mengurusi trauma itu nanti, sekarang saatnya ia mengerjakan tugasnya. Dengan langkah gontai, ia pun menuju gudang peralatan. 'Bersih... tanpa noda, huh?

... Tidak hari ini.'


END





[OOT: Tunggu tanggal main sekuelnya Very Happy Diharapkan partisipasi semua pihak (?)]
Back to top Go down
View user profile
 

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

 Similar topics

-
» Sad Tears, A Clean House.
» The Forbidden Corridor
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» funny and clean videos

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums