An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [CENTRAL] Clean, Clean Corridor

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Abisak Avedisian



Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 13:08

Lokasi: Koridor (dekat kantor Diplomatic & Communication), Cabang Eropa

Lelaki itu menyeka tetesan keringat yang ada pada dahinya, menyingkirkan poninya yang sama berlinangan keringat. Abisak mengamati pergelangan kemejanya, yang basah akibat tindakannya ini yang berulang kali. Tetapi pengorbanan pakaiannya sama sekali tidak sebanding dengan hasil yang didapat dari jerih payahnya; koridor yang wangi, berkilauan, dan tentunya...

"... Bersih tanpa noda!"

Anehkah baginya untuk bangga atas hal yang dianggap orang lain sepele... bahkan mungkin tidak ada yang menyadarinya? Wajar saja, bukankah ini pekerjaannya? Namun tiap hari ia merasa jarang ada yang benar-benar mengapresiasi usaha keras staf Management dengan tugas seperti dirinya sendiri. Setiap hari mereka harus membersihkan lorong di mana bot berlumpur dan sepatu mereka terus mengembalikan markas ke kondisi kotornya semula, hanya untuk dibersihkan besoknya...

Ia meletakkan guci porselen, yang disingkirkannya sebelum mulai bekerja, kembali ke tempatnya. Ahhh, rutinitas. Bukan hal yang benar-benar membosankan... justru, merupakan hal yang sangat menenangkan dirinya. Tiap orang butuh suatu kepastian.

Ia melamun lagi. Menggelengkan kepalanya, Abisak memasukkan ujung yarn pelnya ke dalam ember yang airnya kini berwarna keruh, kemudian tangan kanannya menggenggam pegangan ember. Ia mengapit sapu dan peralatan bersih-bersih lainnya oleh lengan kirinya. Ia hanya perlu mencuci dan menguras pel dan lap, sebelum mengembalikan semua ini ke gudang sebelum ia bebas beristirahat beberapa menit.

Janitor itu berbalik, hendak meninggalkan koridor yang telah menjadi masterpiece-nya hari ini. Ia menoleh kembali untuk beberapa detik, menghela napas dengan senyuman kecil. Semoga saja begitu ia kembali, koridor ini masih dalam kondisi -- tidak, itu terlalu berharap -- kondisi mendekati semula. Dengan langkah gesit, ia bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa kembali memeriksa kondisi lokasi ini secepat mungkin.

Seharusnya tidak terlalu lama, tetapi... sudah terlalu lama juga sejak Abisak tertimpa kejadian sial yang benar-benar signifikan. Ia tersenyum miris. 'Jika ada suatu hari di mana Tuhan memutuskan untuk membebani kejadian sial padaku... mungkin hari ini.' Semoga saja Tuhan merasa murah hati padanya hari ini.




OOT: Tolong kotori/macam-macami koridor ini, selama tidak benar-benar hancur! Very Happy *disepak karena kejam pada karakter sendiri*


Last edited by Abisak Avedisian on 24th July 2009, 14:58; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Bianca Corda



Posts: 121
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 14:47

OOT : situ minta dihancurkan, akan saya hancurkan! *ketawa setan* timeline saya beberapa hari setelah lunch hour ya...



Bianca merasa bahwa ia benar-benar sial. Bukan hanya sial, tapi luar biasa sial. Sanking depresinya, ia sampai merasa bahwa jangan-jangan ia memang dilahirkan dengan tingkat keberuntungan yang luar biasa rendah. Bagaimana tidak? Saat masih bayi, ia dibuang orang tuanya sendiri. Saat masih kecil, ia mengalami kecelakaan sampai dirinya buta. Saat remaja, kekasihnya tewas. Baru beberapa hari sebelumnya, ia terlibat masalah dengan seorang General yang terkenal galaknya...

Hari itu? Karena kurang konsentrasi saat sedang berjalan pulang seusai pergi membeli senar biola baru karena ada satu senar yang putus, ia hampir diseruduk kereta kuda yang lewat. Lolos dari maut, ia malah terpeleset lumpur dan tercebur ke dalam danau. Dan lebih kacaunya lagi, orang-orang yang lewat malah tidak menolongnya, tapi menertawakannya. Alhasil ia harus berusaha sendiri untuk menepi dan kembali ke daratan.

Begitu sudah kembali ke daratan, ia sadar bahwa ia sudah kehilangan kantong uangnya dan senar biolanya sekaligus. Merasa percuma mencarinya, ia akhirnya melangkah pulang dengan langkah gontai. Jadi lengkaplah sudah penderitaannya. Basah kuyup, berlumur lumpur, senar yang dibelinya hilang, dan sebagian uang simpanannya juga.

Sesampainya di markas, ia langsung berjalan dengan cepat ke arah kamarnya dengan langkah cepat. Ia sudah benar-benar kesal.

Cprat, cprat, cprat, cprat...

Dari suaranya saja, Bianca sudah tahu bahwa setiap langkahnya pasti meninggalkan jejak lumpur dan air. Tetapi ia tidak begitu peduli. Yang dibutuhkannya sekarang adalah mandi dan baju yang kering, serta sup hangat kalau bisa.
Back to top Go down
View user profile
Nikolai Mikhailov



Posts: 183
Pemilik: Cairy

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Eropa
Umur: 15

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 14:50

.: Summon penghancur masal :.
timeline: setelah lunch hour



"Darirarindaram darirarindaram darirarindaram param param~
Darirarindaram darirarindaram param paran~"


Dari ujung koridor sebelah sana terdengar suara nyanyian riang, dan hentakan sepatu boots (setinggi 10 cm) yang bergerak lincah sesuai dengan irama lagu tersebut. Hm... ya hari ini Nikolai sedang asik bermain dengan dirinya sendiri karena ia tidak diperbolehkan menyentuh si golem perak oleh gurunya akibat niatannya memberi makan kucing dengan benda tersebut.

ah sayang sekali~

Jadinya, disciple yang terkenal bawel ini bermain sendiri ke luar ruangan. Cukup dengan sebuah bola sebesar kepalan tangan ia sudah bisa membuat permainan miliknya sendiri, dasar autis atau memang tidak ada yang bisa diajak bermain olehnya. Sang guru terlalu sibuk dengan bacaannya yang membosankan. Hingga membuat anak berambut abu ini bermain sendirian di luar.

Ia kemudian merasa lelah dengan permainannya lalu memutuskan untuk kembali ke kamarnya, istirahat siang atau kembali menganggu sang general. Ahahai~ otak anak ini kembali didera keisengan tak berujung. Nikolai terlalu masuk ke dalam alam imajinasinya sehingga ia tidak sadar kalau koridor tersebut baru dibersihkan.

Dan wah~
Jejak bermunculan seiring dengan langkah lincahnya. Oh ya, di luar tadi ia bermain permainan sepak lumpur alias kotor-kotoran makanya kini sebagian seragam serta sepatu boots-nya dipenuhi oleh lumpur basah.

"Ayayay~!"

Hampir saja terpeleset. Ternyata lantainya masih basah... "Uwaah kenapa licin begini sih?" protesnya kemudian tanpa memerhatikan sebagian kondisi koridor yang sudah kotor akibat ke-hiperaktifan-nya.

Merasa ada hawa tidak enak, kemudian anak ini berbalik ke belakang. Dan... "OMG!!" kaget? Yah... ia tidak menyangka akan banyak jejak kaki dan percikan lumpur lainnya di tempat itu.

"Waaah!! Kenapa koridor ini terlihat kotor sekali! Siapa sih yang bertanggung jawab untuk membersihkannya?!" bukannya merasa bersalah, Nikolai malah menghujat si pembersih tempat itu karena dirasa lalai mengerjakan tugasnya.

--kalau ada Shrei ia pasti dihukum kembali --a
Back to top Go down
View user profile http://tokyorevelations.wordpress.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 15:08

Abirad... Abirad... maksudnya, Abisak; dimana si lelaki sialan itu? Giraile mendengus kesal; seharusnya lelaki dengan rumpun Armenia yang sama dengannya itu sudah mulai beristirahat sekarang, dimanakah dia?

"Hei! Kau melihat Abisak Avedisian? Tinggi standar, rambut coklat tua... ya, kau tahu kan?!" tanyanya kepada seorang staf bersih-bersih seperti lelaki yang dicarinya itu. Staf malang yang harus berhadapan dengan seorang wanita barbar itu memberitahukannya (dengan suara gugup) bahwa Abisak pagi ini bertugas untuk membersihkan koridor dekat kantor Diplomatic & Communication. Memberikan terima kasih dengan nada yang lebih seperti intimidasi, General wanita itu mencari jalan menuju tempat yang ditujunya.





Giraile mencapai koridor di mana orang yang dicarinya sebelumnya bekerja, tidak menyadari bahwa ia telah sampai tujuan. Ia berdecak dengan rasa tidak terkesan. "Kotor!"

Apakah staf ini benar-benar melakukan pekerjaannya? General wanita itu tidak suka dengan orang yang menganggap pekerjaannya sepele (kecuali dirinya sendiri). Menghentak-hentakkan botnya pada lantai, ia bertanya kepada yang ada di koridor selain dirinya sendiri, secara tidak sengaja sama dengan Nikolai, "Kenapa koridor ini terlihat kotor sekali?! Siapa staf keparat yang bertanggung jawab untuk membersihkannya?!"

Akhirnya, dengan senyum yang tertarik pada satu sisi dan tangan kanan bersanding di pinggangnya, Giraile membuat kesimpulan sendiri. "Hah! Pasti orangnya sangat pemalas dan tidak tahu diri!" ujarnya, menaruh emfasis pada dua frase sifat tersebut.




OOT: Bagus, bagus, ayo tambah lagi...

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 31st July 2009, 18:35; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 15:34

Mood Ariel sedang buruk hari ini. Yaah, memang moodnya sehari-hari adalah buruk tapi kali ini moodnya lebih buruk dari biasanya. Penyebabnya? Dengar saja keluh kesah Ariel sambil bersandar di tembok dekat pintu keluar kantornya.

"Aldebaranku. . . Maafkan kakak karena tidak bisa mengunjungimu dalam waktu dekat. Bukannya tidak kangen atau apa. . ."

Daripada mendengar lebih lanjut omongan tidak penting itu, langsung kita analisa saja. Penyebabnya adalah kambuhnya Brother Complex saat adiknya tidak ada di dekatnya. Ya, akibatnya Ariel akan lebih sering menggerutu dan marah-marah.

Setelah beberapa menit merenung sendirian, akhirnya Ariel memutuskan untuk mencari udara segar atau membeli minuman dari Cafetaria.

Namun apa yang ia lihat di luar kantornya? Seorang janitor yang membersihkan koridor di kejauhan, tapi lebih banyak kotoran di lantai daripada yang bersihnya. Urat kemarahannya muncul kembali. Kombinasi perfeksionis + badmood membuatnya mengamuk.

"HEI KAMU!! Lantai ini bersih sekali dengan LUMPUR-LUMPUR ini! Apa ini jenis aromaterapi baru? TAPI AKU TIDAK SUKA!! CEPAT BERSIHKAN!!"

Kemudian Ariel membanting pintu kantornya (tidak jadi keluar dan masuk kembali ke kantor), dan merencanakan sesuatu untuk staf tidak becus itu.

[OOT : teriakannya maksudnya sih menyindir Abisak. Tunggu beberapa post untuk melihat reaksi selanjutnya. .]
Back to top Go down
View user profile
Abisak Avedisian



Posts: 77
Pemilik: Chief
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 25

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 20:02

Lokasi: di depan kamar mandi, dekat Gudang

"Bukan aku!"

Ember yang terlepas dari genggamannya terguling ke lantai, menumpahkan air kotor di dalamnya ke sekujur lantai depan kamar mandi, di mana ia hendak membuangnya. Abisak mengumpat kecil, sebelum jongkok dan mengelap tumpahan air keruh itu, dengan tetap menggerutu pelan. Hal ini memperlama kerjaannya saja.

Ia menyentuh punggung lehernya dengan tangannya yang bebas, memikirkan kembali sebab dari tindakan irasionalnya, membuka genggamannya, yang tiba-tiba itu. Ia merasa bergidik tiba-tiba, sehingga ia melakukannya karena refleks. 'Tadi... aku ada firasat buruk...' Firasat yang berhubungan dengan koridor tadi, tepatnya.

Ia menghela napas; kemungkinan besar, satu rombongan Finder dari misi yang becek telah melangkah melalui koridornya tanpa memikirkan usaha kerasnya. Ia mencoba mengingat apakah ada objek yang memiliki potensi pecah atau rusak di koridor itu; hanya satu yang signifikan, guci porselen itu. Ya, jika itu pecah juga tidak terlalu masalah. Ia menghirup napas dalam-dalam sebelum mengeluarkannya, berusaha menenangkan diri.

Ia menguras lapnya, mengembalikan air kotor ke dalam penampung sebelumnya. 'Tenang, Abisak... Seburuk apapun yang biasanya terjadi, tidak mungkin sebegitu buruknya hingga mengancam nyawa, kan?' Ia tersenyum atas upayanya mengembalikan ketenangan dirinya sendiri. 'Ya, tenang... tenang, Abisak, tidak mungkin seburuk itu...'

"Selesai," ujarnya dengan lega. Ia berdiri dan mengangkut embernya sebelum membuang isinya dan membersihkannya bersama dengan lap kainnya. Kemudian, ia melempar lapnya ke dalam alat penampung itu sebelum berjalan menuju gudang. Berkali-kali dalam kepalanya, ia mengulang mantera yang senantiasa digunakannya untuk menghibur diri: Tidak mungkin seburuk itu, kan?
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   24th July 2009, 21:01

"HEI KAMU!! Lantai ini bersih sekali dengan LUMPUR-LUMPUR ini! Apa ini jenis aromaterapi baru? TAPI AKU TIDAK SUKA!! CEPAT BERSIHKAN!!"

Giraile berbalik, mendengar teriakan yang volumenya melebihi miliknya tadi. Ah, ternyata dari si kacamata yang ditagih lebih--- diminta kompensasi, maksudnya, olehnya waktu itu. Ia tersenyum picik, mengingat bahwa Ariel adalah kepala bagian Diplomatic & Communication, wajar baginya untuk marah melihat koridor di depan kantornya sendiri kotor, walau agak berlebihan juga.

"Kau berteriak juga tidak ada gunanya, si petugas itu tidak ada di sini. Mungkin ia sedang melarikan diri karena mendengar teriakanmu dari jauh, hmn~?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1


Last edited by Giraile Arevig A. on 31st July 2009, 18:07; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ingressa Michelli



Posts: 77
Umur: 20
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   27th July 2009, 10:00

Ingressa tengah berbelok di ujung koridor. Di tangannya ia menenteng setumpuk kertas --- arsip yang perlu diserahkan kembali kepada Ariel selaku Section Leader Diplomatic. Isinya sih, tentu saja, konfidensial. Di tangan satunya...sekeranjang kue yang baru saja ia panggang. Ia tengah mencari orang yang mau memakan kue buatannya. Yah, kalau dia sendiri sih, tentu saja saudah kenyang setelah makan di kafetaria kan?

Ressa baru saja mau menjejakkan kakinya di koridor ketika ia mendengar suara Ariel.

"HEI KAMU!! Lantai ini bersih sekali dengan LUMPUR-LUMPUR ini! Apa ini jenis aromaterapi baru? TAPI AKU TIDAK SUKA!! CEPAT BERSIHKAN!!"

Hah, kasian sekali orang yang ia marahi, pikir Ressa. Mudah-mudahan orang tersebut ada di antah-berantah dan tidak mendengar teriakan Ariel.

Namun pikiran Ressa berubah ketika melihat konisi koridor. KOTOR! Tentu saja orang yang melakukan hal ini harus dihukum membersihkannya. Apa dia tidak punya rasa iba pada staff management yang sudah susah payah membersihkannya? Lagipula Ressa yakin, bukan staff Management yang menyebabkan koridor ini kotor begini.

"Kau berteriak juga tidak ada gunanya, si petugas itu tidak ada di sini. Mungkin ia sedang melarikan diri karena mendengar teriakanmu dari jauh, hmn~?"

Suara Giraile. Ia di sini rupanya? Syukurlah si tukang bersih-bersih sudah pergi jauh. Bagus, bagus, gumam Ressa. Bukan karena si tukang bersih-bersih tidak jadi kena marah, tapi karena ada Giraile dan Ariel di situ. Itu artinya, laporan dan makanan bisa sekaligus sampai kepada mereka yang mengharapkannya. Semoga Giraile masih lapar.

"Ariel, Giraile, aku bawa sesuatu untuk kalian berdua," katanya riang.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   28th July 2009, 16:10

BRAK! Pintu kantor diplomatik terbuka dengan cukup keras, lumayan untuk mengagetkan orang yang berada di sekitar situ.

Dari dalamnya Ariel Archer, leadernya kantor diplomatik keluar dengan napas terengah-engah, namun di matanya penuh amarah yang sepertinya kurang jelas sebabnya. Ariel menjadi seperti monster, yang membawa Betelgeuse aka crossbow miliknya di tangan kanannya dan beberapa anak panah.

"Kau berteriak juga tidak ada gunanya, si petugas itu tidak ada di sini. Mungkin ia sedang melarikan diri karena mendengar teriakanmu dari jauh, hmn~?"

"Aku tidak peduli, Regula! Cepat serahkan dia!", geram Ariel dengan buas, siap menembakkan panahnya itu pada siapa saja yang mengotori tempat sekitar kantornya yang indah (?) atau pada janitor yang tidak becus kerjanya itu.

Rasanya aura Ariel yang mengatakan awas-jangan-mendekat-atau-kutembak itu cukup membuat orang-orang bergidik.

"Ariel, Giraile, aku bawa sesuatu untuk kalian berdua,"

Ups, ada Nona Spica di situ. Ariel tentu tidak mau image liarnya itu terlihat olehnya, karena Ariel kan tidak perfek di hadapannya, dan ia tidak mau hal itu para perempuan melihat ketidak-perfekannya. Walaupun hal itu tidak diberikannya pada Giraile, entah kenapa. Syu~t, aura kemarahan masuk kembali ke dalam tubuhnya, berganti menjadi aura ada-apa-aku-baik-saja. Betelgeusenya disembunyikan di balik tubuhnya.

"Ada apa Michelli? Ada perlu denganku?", ucap Ariel sambil senyum.

Tapi di balik senyum yang diberikan pada Spica itu, Ariel akan langsung berubah menjadi buas lagi jika bertemu si Janitor atau pengotor ruangan.


OOT : entah kenapa rasanya ada yang aneh, tapi ya sudahlah >.<...Abisak, buatlah Ariel menunjukkan kebuasannya! *digampar*
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli



Posts: 77
Umur: 20
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   28th July 2009, 17:05

OOT: Nona Spica?? Kenapa Spica??
----------------------------------------------------------------------------------------

BRAK! Aku tidak peduli, Regula! Cepat serahkan dia!

Ressa merasa sedikit kaget mendengar bantingan pintu dan teriakan Ariel. OK, bukan teriakan Ariel yang membuatnya kaget, tapi bantingan pintunya. Teriakan Ariel yang ini tidak ada bedanya dengan awntu ia memarahi siapapun itu tadi yang menyebabkan lantai kotor. Ah, sudahlah, pikir Ressa.

Lalu entah kenapa, segala sesuatunya tampak baik-baik saja. Yah, itu dengan mengabaikan Betelgeuse yang samar-samar Ressa lihat terselip di balik tubuh Ariel.

Ada apa Michelli? Ada perlu denganku?

Hmm, senyum yang aneh.
Seseorang pernah memberi tahu Ressa agar hati-hati dengan orang yang bisa langsung tersenyum setelah marah. Ya, orang semacam itu berbahaya.

"Ah," jawab Ressa, "INI!" katanya sambil menyerahkan setumpuk laporan ke tangan Ariel. "Kau pasti akan sangat berminat dengan beberapa proposal yang ada si sana. Jangan lupa baca dan beri tahu pendapatmu. Aku akan ada di kantor sepanjang sore ini."

Lalu Ressa berpaling kepada Giraile. Dengan senyum manis di bibirnya ia menyodorkan sekeranjang makanan kecil yang dibawanya.

"Mau?" tanyanya singkat.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Arvid V. V. Härkönen



Posts: 20
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Eropa
Umur: 48

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   28th July 2009, 18:08

Siang hari setelah makan siang harusnya bisa menjadi suasana yang tenang. Arvid tengah menerjemahkan beberapa dokumen berbahasa Latin ke bahasa Inggris ketika aktivitas mengotori lorong sedang berlangsung. Tentu saja, ia tidak tahu menahu tentang kejadian itu sampai Section Leadernya (yang tampaknya sedang bad mood) berteriak murka tentang keadaan lorong di depan kantornya.

Arvid mengangkat sebelah alisnya. Ariel memang tidak menyenangkan bila sedang marah, tapi memangnya apa yang dapat membuat lorong bisa sekotor itu? Rasa-rasanya dari tadi ia tidak mendengar suara langkah kaki dari rombongan Finder yang baru kembali dari misi... Jadi seharusnya tidak mungkin sekotor itu.

Tak lama ia juga mendengar sahutan seseorang dari seberang pintu... Kalau ia tidak salah dengar, itu suara General Asdvadzadour. Wah, hal yang lebih buruk bisa terjadi...

Pria Finlandia inipun beranjak dari tempat duduknya, menuju dapur kecil kantor Diplomatic & Communication untuk membuat teh; dalam rangka menenangkan Ariel. Beberapa menit ketika ia kembali, ayah dua (atau empat?) anak ini sadar bahwa keputusannya tepat. Pasalnya, Section Leadernya kini sedang memegang crossbow kesayangannya. Apa dia bermaksud menghabisi pengotor lorong yang belum diketahui siapa pelakunya itu?

Cepat-cepat ia menghampiri Ariel, kemudian mengambil crossbow milik pria berambut pirang itu dan menaruhnya di balik pintu, "Section Leader Ariel," ia memulai, memberikan satu cangkir teh yang baru dibuatnya pada Ariel. "Saya lihat Anda sedang tidak dalam mood yang bagus hari ini... Tenanglah, dan minum teh bersama saya." ia tersenyum menenangkan, dengan tutur kata yang dihaluskan agar tidak merusak image Ariel di depan orang lain. Terutama, Section Leader Research Department juga sedang berada di sana, "Selamat siang, Nona Michelli." ia mengangguk dan tersenyum, "Barangkali Anda juga mau minum teh bersama kami?"
Back to top Go down
View user profile
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   29th July 2009, 11:34

"Aku tidak peduli, Regula! Cepat serahkan dia!", geram Ariel dengan buas, siap menembakkan panahnya itu pada siapa saja yang mengotori tempat sekitar kantornya yang indah (?) atau pada janitor yang tidak becus kerjanya itu.

Giraile mendengus. Regula? Apa maksudnya itu, nama panggilan untuk dirinya? Ah, sudahlah. "Kau bilang serahkan juga, aku tidak tahu siapa atau di mana orang yang kaumaksud, kacamata. Aku juga sedang mencari orang yang berbeda," tambahnya, tidak menyadari bahwa staf yang hendak ditembak Ariel dengan staf yang dicarinya, Abisak, adalah orang yang sama. Barulah ia mendengar suara yang familiar lainnya.

"Ariel, Giraile, aku bawa sesuatu untuk kalian berdua," katanya riang.

Ia mengangguk ke arah sang Section Leader itu, menyapanya. Sebelum ia sempat bertanya apa yang dibawa oleh Ingressa untuk dirinya, Ariel sudah terlebih dahulu menyapa wanita itu. Giraile menunda pertanyaannya hingga Ingressa selesai menyerahkan proposalnya pada rekan sesama Section Leadernya, namun sepertinya pertanyaannya sudah terjawab, begitu Ingressa menyodorkan keranjang yang berisi kudapan, sepertinya.

"Mau?" tanyanya singkat.

Giraile tersenyum; melihat tabiat Ingressa, bisa jadi makanan ini telah terkontaminasi bahan percobaannya yang berhubungan dengan misi seumur hidupnya mencari cara untuk tetap muda (yang belum berhasil juga)... namun biasanya ia akan diberi tahu sebelumnya jika itu kasusnya. Sepertinya tidak ada apa-apa di makanan yang ditawarkan Ingressa kali ini.

Lalu, muncullah lelaki tua yang waktu itu juga menyelamatkan Ariel dari nasib tragisnya bersamanya, Arvid Harkonen. Busur yang dipegang Ariel yang dalam kondisi geram diambilnya, dan Giraile tidak bisa menahan godaan untuk tersenyum picik melihat ini. Bisa jadi Arvid telah menyelamatkan satu nyawa, jika Ariel tidak mengambil kembali busurnya itu, tentunya... dan, kembali ke Ingressa.

"Baiklah, Michelli," ujarnya, seraya ia mengambil satu potong makanan kecil dari keranjang yang dibawa Ingressa, dan memegangnya di depan mulutnya. Sebelum memasukkannya ke dalam mulutnya, Giraile bergurau, "Ya, jika sesuatu yang aneh terjadi, kau tahu kan cara bertanggungjawabnya." Tentu, yang dimaksud General satu ini, yang mulai mengunyah makanan pemberian Ingressa, adalah: kembalikan seperti semula plus brandi.

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
Ariel Archer



Posts: 49
Umur: 19
Pemilik: Al2SiO5
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   31st July 2009, 12:05

"Section Leader Ariel,"

"Ada apa, Capello. Ada sesuatu yang penting?", ucap Ariel ketus pada ayah angkatnya itu.

Ariel pikir Arvid itu hanya ingin mengacaukan kepentingannya untuk berburu si pengotor dan janitor. Ariel hanya menggerutu sambil mengalihkan muka. Yah, walaupun Arvid sangat baik pada Ariel semenjak masuk ke Black Order, Ariel memang suka menggerutu padanya jadi hal itu sudah tidak aneh lagi.

"Saya lihat Anda sedang tidak dalam mood yang bagus hari ini... Tenanglah, dan minum teh bersama saya."

Arvid tahu bahwa Ariel sedang bad-mood, tentu saja. Semuanya yang melihat tahu bahwa Ariel sedang bad-mood, jadi hal ini juga tidak spesial. Karena tidak mau si perusak suasana [OOT: padahal dialah perusak suasana, bukan?], Ariel akhirnya memikirkan cara untuk kabur secara kilat.

"AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!", teriak Ariel untuk mengalihkan perhatian.

Setelah berteriak cuku keras barusan, Ariel berlari ke salah satu sudut koridor. Namun apa yang terjadi saudara-saudara?

PRANG! Sebuah guci porselen terjatuh. Ariel yang berlari-larian itu terpeleset lumpur di lantai, dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci porselen itu.

Kini, Ariel Archer juga telah dinobatkan sebagai tersangka pengotoran koridor kantor diplomatik Black Order cabang utama.


Last edited by Ariel Archer on 1st August 2009, 08:47; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Ingressa Michelli



Posts: 77
Umur: 20
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Eropa
Umur: 23 tahun

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   31st July 2009, 17:30

OOT:
Quote:
Giraile tersenyum; melihat tabiat Ingressa, bisa jadi makanan ini telah terkontaminasi bahan percobaannya yang berhubungan dengan misi seumur hidupnya mencari cara untuk tetap muda (yang belum berhasil juga)...
JAHAT!!! Sad(

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Section Leader Ariel

Ressa menoleh ke arah suara tersebut. Ah, Arvid. Ressa pun mengangkat bahu dan menoleh pada Giraile. Yah, kalau ada Arvid, berarti laporan tidak akan sampai di mejanya sore ini. Yah, sudahlah, toh bbukan hal mendesak.

Ya, jika sesuatu yang aneh terjadi, kau tahu kan cara bertanggungjawabnya.

Ressa cuma bisa tersenyum. Dasar Giraile! Orang ini sepertinya tidak takut pada ramuan-ramuan anehnya. Tapi tetap saja, kompensasinya cukup mahal. BRANDY.

"Tenang, tidak kucampur macam-macam kok. Percobaan terbaruku belum selesai. Sampai saat itu tiba, kau bisa tenang memakan kue buatanku."

"
Selamat siang, Nona Michelli. Barangkali Anda juga mau minum teh bersama kami?

Ah, tawaran minum teh.
Kalau boleh jujur, sebenarnya Ressa lebih suka kopi daripada teh. Lagipula, bukankah kopi lebih Italia? Menurutnya, teh terlalu Inggris. Tapi tawaran minum teh tidak begitu buruk. Dan lagi, sekeranjang kudapan yang tadi diberikannya kepada Giraile tidak mungkin dihabiskan Giraile sendiri kan?

Ressa menoleh pada Giraile. "Usul itu bagus juga. Bagaimana kalau kue-kue itu juga disertakan?" tanya Ressa sambil menunjuk kue di keranjang.

AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!

Teriakan itu seketika membuat Ressa menoleh. Tentu saja bukan karena dia percaya ada teko yang terbang, tapi karena refleks. Teko terbang bukan hal yang cukup nyata buat Ressa, sekalipun ia percaya bahwa manusia bisa hidup selamanya.


PRANG!

Bunyi berikut segera kembali membuat Ressa menoleh ke arah sumber suara. Di hadapannya ada Ariel yang tersungkur akibat terpeleset lumpur.

"Ya, Tuhan, Tuan Archer,"
kata Ressa sambil berlari ke arah Ariel. "Anda tidak apa-apa?"

Ressa melihat sekelilingnya. Ya, koridor kini makin kotor. Tapi berita baiknya, setidaknya Ariel tidak akan bisa memarahi siapapun kali ini, karena dia sendiri memegang peranan dalam mengotori lantai yang dicintainya tersebut.
Back to top Go down
View user profile http://sereisa.multiply.com
Giraile Arevig A.
Vatican Central


Posts: 258
Pemilik: Chief
Poin RP: 100

Biodata
Posisi: General
Cabang: Eropa
Umur: 28

PostSubject: Re: [CENTRAL] Clean, Clean Corridor   31st July 2009, 18:06

Untuk Ariel: Mohon hilangkan kalimat "Semuanya menoleh ke arah yang ditunjukkan Ariel" dari post terakhir karena ini bisa dianggap sebagai godmoding (mengendalikan tindakan karakter orang lain). Karena belum tentu semua karakter lain akan turut melihat, bisa saja ada yang tidak acuh terhadap teriakannya, jadi jangan langsung menentukan respon orang lain... itu saja, trims ya.

[OOT: Ah, tidak jahat kok...]




Ternyata memang benar, tampaknya makanan yang diberikan Ingressa padanya bersih dari pengaruh bahan eksperimen yang aneh-aneh. Paling tidak, belum ada efek samping dari kue yang baru ditelannya tadi. Kemudian, ia menyadari tatapan Ingressa, yang baru ditawarkan Arvid untuk minum teh bersama, pada dirinya.

Ressa menoleh pada Giraile. "Usul itu bagus juga. Bagaimana kalau kue-kue itu juga disertakan?" tanya Ressa sambil menunjuk kue di keranjang.

Giraile mendengus, merasa dirinya bukan orang yang tepat untuk ditanyai ini. Ia menjawab, "Silakan saja, itu kan kuemu. Dan kurasa Tuan tidak harus mengkhawatirkan apapun, makanan kali ini lepas dari percobaan bagian riset." Ia mengucapkan kalimat terakhir dengan menatap lelaki tua yang disapa dengan nama Capello (atau apapun itu) oleh si kacamata. Tampaknya itu bukan nama aslinya, sehingga Giraile memutuskan untuk meninggalkan namanya dulu.

Merasa ia sudah menjalankan bagiannya, Giraile mengambil satu potong kue lagi dari keranjang milik Ingressa, dan mulai mengunyahnya, kali ini dengan gigitan kecil di ujungnya. Sudah lama ia tidak mengemil, dengan alasan utama bahwa camilan macam ini terlalu trivial dan 'mahal' untuk hitungannya.

"AAH! Lihat ada teko teh raksasa yang terbang!!", teriak Ariel mengalihkan perhatian semuanya.

"Hah?"" Giraile tidak langsung menoleh, berusaha menelan makanannya terlebih dahulu. Apa maksud si Section Leader itu, apakah dia benar-benar berpikir orang akan percaya dengan sahutan macam itu? Paling tidak, seharusnya ia menggunakan objek yang nyata untuk mengalihkan perhatian. Namun, Giraile merasa volume suaranya sudah cukup untuk mengalihkan perhatian semua orang... terhadap dirinya sendiri.

PRANG! Sebuah guci porselen terjatuh. Ariel yang berlari-larian itu terpeleset lumpur di lantai, dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci porselen itu.

Kini, Ariel Archer juga telah dinobatkan sebagai tersangka pengotoran koridor kantor diplomatik Black Order cabang utama.


Giraile tertawa tanpa rasa simpatik terhadap Ariel. Walaupun dendamnya terhadap Ariel sudah terbayar (walau oleh Arvid), bukan berarti ia akan serta merta menjadi teman akrabnya lelaki berkacamata ini - lagipula, mungkin Arvid siap membantunya lagi seperti waktu itu. Wanita tinggi itu berdecak, sebelum tersenyum lebar, siap menertawakan ironi yang ada di hadapannya.

Dengan nada manis yang dibuat-buat, Giraile yang menyilangkan lengannya bertanya, "Sayang sekali, daripada teko, tepatnya yang bisa dibilang 'terbang' adalah kau sendiri. Dengan mengambil bagian pada perusakan koridor di depan kantormu sendiri, pula. Bagaimana perasaanmu?"

_________________
"If at first you don't succeed... keep trying!"

passion, uncertainty-- her choice.
number01: the L O V E R S - part 1
Back to top Go down
View user profile http://infinite.inficio.info
 

[CENTRAL] Clean, Clean Corridor

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Goto page : 1, 2  Next

 Similar topics

-
» Sad Tears, A Clean House.
» The Forbidden Corridor
» Ichiru's OC Central
» Redsill, engineering central
» funny and clean videos

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Forum create | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums