| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Nai Ye Xia

Posts: 31
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Asia Umur: 18
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 11th November 2009, 17:54 | |
| Ye Xia ikut senang melihat senyuman bahagia tersembur di wajah manis Liliru. Liliru memang baik hati, dan nampak keibuan, membuat berbagai macam masakan yang terlihat sulit di mata Ye Xia saja dia bisa, dan semuanya tidak pernah gagal setahu Ye Xia mengingat nikmatnya rasa berbeda yang selalu dikecapnya ketika kue-kue mungil, imut tersebut meresap dalam lidahnya.
Cih.
Ye Xia mendecak pelan melihat sasaran jarum miliknya yang tidak mengenai salah wajah Eun Su yang menjadi incarannya tidak berhasil ia kenai. Dan ungkapan ekspresi beserta dengan nada yang dilontarkan Eun Su padanya membuat Ye Xia semakin bertambah penasaran untuk kembali menarik satu hingga dua jarum akupunturnya untuk kembali mengarahkannya pada sang exorcist muda kenalannya.
"..aku hanya mengincarmu.."
Dan hampir saja Ye Xia melancarkan serangan keduanya ketika mendengar lontaran kekhawatiran dari sahabat teman sekamarnya itu. Entah apa yang Liliru khawatirkan, keselamatan Eun Su-kah? Atau tindakan brutal Ye Xia atas antusiasnya terhadap wajah manis pemuda exorcist tersebut? Suatu hal yang baginya unik karena jarang menemui seorang pria yang memiliki wajah tidak kalah dengan yang bergender perempuan pada asalnya.
Melihat toples kaca kue buatan Liliru mengendur dan.. benar saja, perlahan-lahan toples tersebut tergelincir dari dekapan erat kedua tangan Liliru, lalu mulai mengalir ke bawah, tidak dapat melawan gaya gravitasi yang ada. Ah, kan sayang, kue buatan Liliru bisa jadi sia-sia jika nantinya tumpah ruah dan kotor karenanya.
Spontan Ye Xia langsung mengarahkan kaki kanannya ke arah dimana toples kaca tersebut hendak terjatuh, menangkapnya, lalu dengan timing yang tepat, Ye Xia melemparkan kembali toples yang sempat mendarat di kakinya tersebut ke arah tangan kanannya yang sudah siap, menengadah untuk menangkap gerakan selanjutnya. Layaknya gerakan sirkus saja...
Hup!
Fiuh, untunglah tidak jadi pecah. Ah pada saat begini Ye Xia sangat bersyukur pada mǔ qīn yang sudah mengajarinya dasar-dasar gerakan tubuh seni bela diri.
"Ini, Liliru"
Menyerahkannya kembali pada sang pemilik toples. _________________ .::What do you expect from a death? When the time comes, which one would you choose?::.ava (c) Io Sobillatore dear :"> |
|  | | Lilith Odilia van Ersteed

Posts: 25
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Asia Umur: 17
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 13th November 2009, 12:15 | |
| Woa untunglah Ye Xia cukup cekatan dan meraih kembali toples yang hampir saja tergelincir dengan cekatan. Tangannya yang mungil meraih toples itu kembali dan mendekapnya erat.
"Terimakasih Ye Xia," ucapnya dengan sebuah senyuman lega di para mungilnya yang manis. Lega sekali rasanya kue-kue coklat itu tidak jadi bertaburan di lantai yang kotor.
Lilith mendongak, manik biru gelapnya menatap wajah sang gadis Oriental. "Ye Xia, hati-hati dengan jarummu..." Nada khawatir terselip di kalimatnya. Ia tak mau Ye Xia ikut-ikutan mengalami banyak masalah dengan exorcist-exorcist seperti dirinya. Jangan tanya Lilith kenapa karena ia sendiri bingung, bahkan terakhir kali ia sempat berurusan dengan Jendral Xiao Ling yang ternyata sangat baik, sehingga Lilith menaruh respek pada Jendral wanita itu.
Tapi tetap saja ia tak mau menyebabkan keributan lagi. _________________ - "The top secret of cooking is love" ♥ Lilith Odilia van Ersteed ♥
6th char of Psychephilia™ : Expert Chef in Netherlands East Indies Cuisine |
|  | | Brian Selvatine

Posts: 27
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Asia Umur: 24 tahun
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 13th November 2009, 16:52 | |
| Jarum.
Mulut pria ini menganga melihat beberapa jarum berterbangan, hampir mengenai tuan Exorcist yang itu. Si pelempar jarum? Mata birunya segera beralih pada Ye Xia, matanya masih membelalak kaget bercampur heran. Hei, kalau jarum-jarum tersebut melukai pria berkebangsaan cina tersebut, yang akan sibuk itu bukannya mereka sebagai magian dari divisi medis?
Jujur saja, Brian Selvatine terlalu malas untuk bekerja di saat seperti ini.
"Duuh, Ye Xia... kalau sampai kena bisa-bisa kita yang repot karena tambahan pekerjaan!" Brian hanya berkomentar... histeris. Chocolate Truffle yang ada pada toples sempat sampai di tangannya beberapa--atau lebih tepatnya, ia sendiri yang tanpa malu mengambil beberapa. Saat ia menukas Nai, Brian tidak sadar bahwa beberapa tetesan coklat mengotori sudut bibirnya.
"Oh, dan nona... uum... Nona van Ersteed? Um, saya penggemar masakan anda lho! Kue-kue kecil anda enak... Karena itu..."
...Baiklah, setelah pengakuan singkat dari pria berambut pirang tersebut, Brian berhenti sebentar, sementara mata birunya berpaling ke arah Nai. Bianr dari mata birunya bertambah, bersamaan dengan polite bow ala Cina yang ia pelajari selama di markas. "Terima kasih, Ye Xia! Chocolate Truffle lezat tersebut tidak sampai jatuh tercecer!"
....
Sebenarnya, Brian memuji siapa sih? _________________ "It won't hurt much, seriously." -- The Selvatine Deathly Quote Ravel Kohler's 5th ID -- The Carelessly Lucky Man |
|  | | Gletsjers van Virchow

Posts: 215
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 20
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 18th November 2009, 18:43 | |
| "Ah... Ruang santai... Sesekali boleh juga beristirahat disana." kata Glace pada dirinya sendiri. Ia baru saja menuntaskan beberapa pekerjaannya dan sesaat ingin melepas lelah.
Ia pun segera berjalan dengan santainya menuju ke ruangan santai tersebut. Akan tetapi, telah terlihat beberapa orang yang tengah bersantai di sana. Sebagian ada yang berlalu lalang, sebagian tengah duduk berbincang-bincang di sana. Ia pun berniat bergabung dengan mereka.
Akan tetapi, baru saja Glace hendak mendekat, ia langsung dikagetkan oleh jarum-jarum yang dilempar oleh seorang gadis Tionghoa yang mengarah kepada disciple dari General Jeong Hu yang bernama Eun Su kalau tidak salah dan menancap tepat di meja belakangnya.
"Um... Kalau tidak salah dia Ye Xia, staff--- staff medis..." pikirnya.
Glace pun melangkahkan kakinya, mendekat pada mereka yang kelihatannya tengah asyik mengobrol.
"Permisi, bi--bisakah saya ikut bergabung?" tanya Glace kepada mereka. _________________ 'I'll find you, Vader...'.Glace's 1st character: The Loner Glacier |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 336 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 19th November 2009, 10:57 | |
| Uuugghh! MEREPOTKAN! Pergantian kamar baru membuat Lian Jie sibuk bukan kepalang. Lihat saja di kamar lamanya. Silakan hitung ada berapa staf kebersihan yang dibuat puyeng dengan membersihkan segala coret-coretan Lian Jie, sedangkan beberapa yang lainnya menyalin catatan penting Lian Jie ke dalam sebuah dokumen. Bagaimana mungkin catatan itu akan dibiarkan hilang sementara isinya adalah penelitiian penting dari Akuma, Innocence, hingga strategi dalam pertarungan. Lian Jie, Lian Jie, inilah akibatnya bila kau malas menulis di atas kertas. Bersantai; kata yang nyaris tak pernah dilirik Lian Jie di dalam kamus di kepalanya, kali ini menjadi kata yang paling diidamkannya. Namun apa daya, tak ada satu pun temannya yang mau membantunya. Coba diingat lagi, Lian Jie tak pernah benar-benar serius punya teman. Ini juga salahnya sendiri, tapi Lian Jie memang menikmati kesendiriannya tanpa teman. Baginya, teman itu sangat berisik. Tiga meter... dua meter... Pintu Common Room sudah di depan mata. Lian Jie melirik label namanya lewat tumpukan buku dalam pelukannya. Buku-buku tebal dengan berbagai tema itu sudah lama sekali dia curi diam-diam dari rak buku di ruang santai. Bukannya benar-benar mencuri sih, hanya dijadikan bacaan pengantar tidur. Huff... Kepalanya pusing sekali. Sudah tiga malam dia tidak tidur, dan kini tubuhnya sudah panas. Sebentar lagi mungkin flu yang akan mengunjungi tubuh kurusnya itu. | Quote: | | "Permisi, bi--bisakah saya ikut bergabung?" |
Hah? Ada orang? Tapi terlambat bagi Lian Jie untuk mendapatkan jawabannya.
BRUK! Seperti menabrak benda yang tak terlihat. Buku-buku di tangan Lian Jie jatuh bertebaran kecuali tiga biji yang masih bisa dipertahankannya.
Tanpa melihat siapa yang ditabraknya, Lian Jie menggumam, "Sori," lalu buru-buru berjongkok dan membereskannya kembali. Ooo, rasanya dunia berputar begitu kencangnya ketika Lian Jie mendadak jongkok. Tak salah lagi, demam sedang mempermainkannya._________________ .::The Fighting Boy::. set (c) me |
|  | | Nai Ye Xia

Posts: 31
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Asia Umur: 18
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 20th November 2009, 18:56 | |
| Ye Xia mengangguk pelan ketika teman sekamarnya tersebut mengucapkan sesuatu untuk berterimakasih atas apa yang dilakukan Ye Xia barusan. Sayang jika kue cokelat yang sudah dibuat dengan susah payah oleh Liliru jatuh tidak berguna. Dan ungkapan Serufhatine mengenai perasaan leganya bahwa toples kua tersebut tidak jadi jatuh tersebut membuat Ye Xia mendongakkan kepalanya, menatap sosok pria rekan kerjanya tersebut. Mendapati beberapa lumuran sisa cokelat di sudut bibirnya. Ternyata Serufhatine juga penggemar kue-kue Liliru eh?
"... Serufhatine, cokelat... di mulutmu.."
Menunjuk ke arah di bagian codet tersebut berada.
Tidak lama kemudian Liliru, tidak lupa dengan Serufhatine berujar agar Ye Xia hati-hati dalam menggunakan jarumnya. Kebanyakan perasaan khawatir, namun mau bagaimana lagi kalau sudah ketimbang penasaran. Dan Ye Xia juga masih bertanggung jawab untuk tidak membuat seseorang terluka kok, tenang saja, apalagi Eun Su termasuk salah satu sahabat baiknya, tidak mungkin ia sampai melukai dalam tingkat parah kan? Palingan hanya sedikittt... mengutak-atik bentuk wajahnya yang sangat menarik bagi Ye Xia.
Ye Xia tidak akan tertarik pada sesuatu yang tidak bisa menambah kepenasarannya. Dan sifat acuh itulah yang membuat dirinya yang berdarah dingin jadi semakin terlihat tidak ramah di hadapan yang lain, walaupun kenyataannya tidak seperti itu. Jangan lihat orang hanya dari penampilannya, benar?
Manik ambernya lalu menangkap sosok seorang pria yang datang ke arah mereka. Bertanya apakah dia boleh bergabung dengan kerumunan yang entah sedang melakukan kegiatan apa sekarang, termasuk kau juga kan? Menelengkan kepalanya bingung. Tentu saja kan? Ruangan ini milik bersama, dan Ye Xia tidak punya hak untuk melarang pemuda itu bergabung dengan suatu intetitas lainnya.
Dan siapa namanya? Virucovu kalau tidak salah ingat? Dan soal penglafalan mohon dimaklumkan karena namamu, nak exorcist, termasuk yang sulit untuk ditelaah Ye Xia.
".. Silakan saja.. Ini tempat umum.."
Kembali melenggangkan daya sudut pandangnya ke arah jarum-jarum yang masih menancap di sebelah Eun Su.
Pegal rasanya duduk melulu, lagipula Ye Xia belum mengambil kembali jarum-jarumnya. Jadi ia pun berdiri hanya untuk mengambil benda yang penting baginya untuk dibawa-bawa kemana-mana itu. Hei, jarum khusus seperti itu juga tidak murah harganya, kalau asal lempar dan tidak mengambilnya lagi, Ye Xia bisa mendapat uang makan darimana? Ah ya, untung saja ada Liliru yang bisa memproduksi makanan sehingga Ye Xia tidak perlu repot-repot mengeluarkan isi kantungnya.
Mengambilnya kembali dan menyimpannya seperti biasa, di balik pakaian bagian bawahnya, terutama di bagian paha yang menyimpan banyak jenis jarum akupuntur khusus kesayangannya. Model pakaiannya belah paha kau tahu, jadi mudah saja bagi Ye Xia untuk menyembunyikannya.
BRUK!
Tubuh Ye Xia sempat terlontar kembali ke arah kursi duduk ketika mengenai sesuatu yang menabraknya. Hampir saja ia menduduki Eun Su kalau tidak segera ia jaga keseimbangan tubuhnya. Kembali membenarkan posisi tubuhnya, Ye Xia mengamati siapa yang menabraknya tadi. Menangkap bahwa orang tersebut sedang menekuk kakinya untuk mengambil buku-buku atau dokumen yang terjatuh darinya. Ye Xia mendekatinya, bermaksud membantu.
"Lian Jie?"
Menyebutkan sebuah nama yang sangat dikenalnya. Exorcist dengan umur yang lebih muda darinya yang sudah dianggapnya layaknya adik kandung sendiri. Lian Jie terlalu penyendiri, karena itulah juga General Lim Jeong Hu memintanya untuk mengawasi anak didiknya tersebut. Sebenarnya Ye Xia tidak terlalu setuju untuk melakukan hal layaknya babysitter seperti itu, namun ia melakukannya karena keinginannya sendiri atas dasar khawatir. Bukan karena ingin menjaga seorang exorcist yang tentu saja mempunyai kekuatan lebih daripada sekedar staff sepertinya.
Menemukan gurat pucat di raut wajahnya. Tangan kanan putih Ye Xia pun ia gerakkan untuk menyentuh dahi pemuda itu. Panas. Apa dia terkena demam? Kebanyakan bekerjakah? Dasar anak kecil kayak Ye Xia uda tua aja *shoot*, jaga kesehatan kenapa?
"Kau demam..."
OOC:@Lian Jie: Menjadi orang yang ditabrak, tidak masalah kan?_________________ .::What do you expect from a death? When the time comes, which one would you choose?::.ava (c) Io Sobillatore dear :">
Last edited by Nai Ye Xia on 21st November 2009, 23:21; edited 1 time in total |
|  | | Gletsjers van Virchow

Posts: 215
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 20
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 20th November 2009, 20:13 | |
| Glace mendekat dan bertanya. Kemudian seorang gadis Tionghoa, Ye Xia namanya kalau tidak salah menatap dan kemudian menjawab pertannyaan Glace yang terkesan agak berbasa-basi.
".. Silakan saja.. Ini tempat umum.." ucapnya kemudian.
"Ah! Terima kasih..." balas Glace.
Akan tetapi, baru saja ia hendak duduk di dekat sana, terlihat seseorang yang tengah membawa banyak buku melintas. Ia terlihat sangat terburu-buru dengan setumpuk buku di tangannya.
"Ah... Maaf saya lupa memperkenalkan diri. Nama saya Gletsjers V. Virchow." ia berkata kepada mereka kalau-kalau ada yang belum terlalu mengenalnya sembari beringsut, membetulkan posisi duduknya.
BRUKK!!!
Tiba-tiba terdengar bunyi tubrukan yang lumayan keras. Rupanya Ye Xia yang tadi tiba-tiba berdiri untuk mengambil kembali jarum-jarum yang di lemparnya tadi secara tidak sengaja ditubruk oleh orang yang melintas sambil membawa buku tadi.
"Lian Jie!" ucapnya. Rupanya orang yang menabrak Ye Xia tadi adalah Lian Jie, Disciple dari General Jeong Hu, sama seperti Eun Su yang juga berada di situ.
Ye Xia menatap Lian Jie beberapa saat. Wajahnya terlihat sedikit cemas karena tubuh Lian Jie agak panas. Kelihatannya Ye Xia dan Lian Jie telah saling mengenal sejak lama. _________________ 'I'll find you, Vader...'.Glace's 1st character: The Loner Glacier |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 336 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA]Enjoy~ 20th November 2009, 21:14 | |
| Lian Jie sedang berjongkok, meraup sekian banyak buku ke dalam satu pelukan lengan kecilnya. Padahal rata-rata bukunya setebal batu bata dan beratnya lebih dari sekilo per bukunya. Menyerah dengan pening di kepalanya yang memaksanya meletakkan kembali semua tumpukan bukunya di lantai, Lian Jie berpura-pura tak terjadi apa-apa pada dirinya dengan menunpuk sisa bukunya di hadapannya.
"Lian Jie?" Didengarnya suara yang sangat akrab di telinganya. Gerakannya terhenti selama sekitar dua detik, tetap merunduk, ia merasa wajahnya terbakar. Lian Jie segera menguasai dirinya. Pasti karena panasnya.
Untuk ujaran Ye Xia di atas, Lian Jie kehilangan nafsu menjawab. Entahlah, dia hanya berpikir bahwa di Black Order Cabang Asia ini hanya dialah yang bernama Li Lian Jie. Sekalipun itu ungkapan kaget, Lian Jie juga tak mau mengulangi permohonan maafnya. Mulutnya kering, tenggorokannya sakit.
Buku yang terakhir tergelincir dari tangannya ketika dahinya mendadak merasakan sensasi dingin yang disalurkan oleh telapak tangan Ye Xia. Selama sejenak, Lian Jie bertanya-tanya, 'apakah tangan Ye Xia memang sedingin ini?' Buku yang tergelincir itu berdebam keras, namun suaranya diredam oleh gumaman Nai Ye Xia, "Kau demam..."
Lian Jie ingin sekali membenturkan kepalanya keras-keras ke lantai. Banyak orang ada di sana dan Ye Xia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya demam. Yaaaa tidak masalah sih, tapi harga diri pemuda berusia 14 tahun agak terluka. Dia tak mau dengar sebutan "anak kecil" maupun "anak ingusan"; yang kerap ditujukan pada orang yang gampang kena flu.
Lian Jie menepis tangan Ye Xia--gagal mengurangi sebagian besar tenaganya.
"Aku tidak apa-apa," ujar Lian Jie, ini juga gagal memberikan kehangatan pada nada bicaranya.
Lian Jie mengambil buku terakhir dan menumpuknya di tumpukan paling atas, lalu sempoyongan mengangkat semua buku itu ke dalam pelukannya. Tangan kurusnya menahan sakit luar biasa ketika pinggiran sampul buku itu menggesek kulitnya.
OOT: @Ye Xia, tak apa. Tapi saya "LIAN JIE" T^T _________________ .::The Fighting Boy::. set (c) me |
|  | | |
| Page 2 of 2 | Goto page : 1, 2 |
| | Permissions of this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|