| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: [AFRICA] Bug's Problem 14th September 2009, 21:23 | |
| Note : SAATNYA MENGACAU PAKE ANDREI!! *dibekep* Intinya sih, nanti kumbang yang dibawa Andrei ternyata adalah KUMBANG PEMAKAN KERTAS. So, ladies and gentlemen in Research Department... brace yourself!! *dihajar*
Time : Kira-kira 2 minggu setelah 'Library In Tune', setelah Andrei kembali dari misinya. Pukul 10 pagi. Setting : berubah-ubah sesuai kebutuhan.
Andrei tidak bisa berhenti tersenyum saat ia baru saja pulang dari misinya ke Mesir. Sebenarnya, bisa dibilang dari semua orang yang dikirim ke sana, hanya Andrei yang merasa senang. Tapi bagaimana bisa pria ini tetap senang padahal dia sudah kembali ke markas? Jawabannya mudah : karena ia baru saja 'menjarah' sesuatu dari salah satu Piramid yang dikunjunginya.
Andrei membuka tas pinggangnya dengan sangat hati-hati, mengeluarkan sebuah kantong kulit dari dalamnya. Ia pun membuka kantong itu dengan sangat lembut dan perlahan.
Akhirnya kudapatkan juga... Scarab!!
Pria Rusia itu merasa luar biasa senang, karena ia berhasil menangkap salah satu kumbang langka pemakan kertas yang terdapat di Piramid. Ia hendak memeliharanya, dan mungkin membiakkannya juga. Bagaimanapun, ia ingin 'menghidupkan kembali' Mesir kuno, dan salah satu caranya adalah dengan membiakkan apa yang sudah hampir punah.
Namun sepertinya keberuntungan tidak berpihak pada Andrei hari itu. Begitu ia membuka kantong kulit itu sepenuhnya, kumbang yang ia tangkap dengan susah payah itu langsung terbang dengan cepat, keluar dari kamar Andrei lewat jendelanya yang terbuka lebar.
"Scaraaaaaabbb!!!" jerit Andrei histeris sambil mengacak-acak rambutnya dengan kedua tangannya. Ia lalu segera berlari keluar dari kamarnya untuk menangkap kembali kumbang tersebut. Apakah ia khawatir kumbang tersebut akan menghancurkan arsip Black Order? Jelas tidak. Ia lebih takut ada yang menghajar mati kumbang itu daripada kerusakan besar arsip Black Order. |
|  | | Lorelei D. Poisson

Posts: 34
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 26
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 14th September 2009, 21:50 | |
| Lokasi : Kamar pribadi Lorelei Deimos Poisson.
Jam weker berbentuk pinguin milik Lorelei --ya miliknya, entah mau percaya atau tidak-- berdering dengan kencang dan tiba-tiba..
*Braakk!!*
"Berisik, siapa yang membunyikan alarm pagi-pagi begini ?!," Lorelei meraung dari sisi tempat tidurnya sambil memijat-mijat ujung matanya. Dirasakan tangannya yang sakit, tangan kanan yang barusan menghancurkan jam weker bentuk pinguin berwarna pink. Dan saat dia melihat ke arah jam itu poin-poin IQnya yang menghilang saat dia tidur kembali dan dengan cepat menyimpulkan.
Bah, aku butuh jam weker yang baru lagi !
Lorelei berdiri sambil setengah beringsut dari tempat tidurnya, saat ini dia hanya mengenakan kemeja kedodorannya dan rambutnya masih belum diikat. Tangannya menggaruk-garuk kepalanya sambil menguap lebar-lebar.
Pandangannya langsung tertuju pada lembaran kertas yang ditempelkan dengan tak beraturan di dinding kamarnya. Dia menyipitkan matanya dan membaca kertas-kertas itu sambil bergumam pelan.
"Hmm.. sepertinya Marie sudah selesai ditangani, dan Elize juga.. jadi aku tak memiliki pekerjaan hari ini..?," tampak raut wajah kecewa pada ilmuwan yang gila eksperimen itu.
" Ah, baiklah kalau begitu aku akan memanjakan mereka hari ini~ ♥", kata pria berkebangsaan prancis itu dengan riang, mereka yang dia maksud adalah koleksi serangga awetannya yang berjibun. Mulai dari mantis biasa sampai kupu-kupu bergaris dari Bhutan yang sangat-sangat langka. Namun ada satu hal yang belum dia miliki...
Scarab. _________________ "Unlike humans. ... my experiments never betray me..." • Lorelei Deimos Poisson • |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 64 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 15th September 2009, 23:48 | |
| "Huaahm~~~"
Dengan uapan yang lebar, Rajeev bangun dari tidur nyenyaknya. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas, meregangkan badannya yang sudah diistirahatkan selama kurang lebih 18 jam. Seminggu yang lalu ia tak dapat tidur nyenyak karena tuntutan tugas yang ditimpakan padanya, dan baru saja ia melewati masa-masa tenang di mana ia dapat menikmati tidur yang panjang. Walau sebenarnya, pekerjaan itu sudah dapat ia selesaikan berhari-hari yang lalu, namun ia baru menyelesaikannya ketika deadline sudah di depan mata; sore ini. Apalagi kalau bukan karena kebiasaannya yang suka menunda-nunda dan mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil.
Setelah mencuci muka dan menyikat gigi, ia berjalan keluar dari kamarnya. Ahh, perasaannya terasa sangat ringan karena ia sudah menyelesaikan pekerjaannya, sudah lama ia tidak merasa bebas dan tidak berada di bawah tekanan seperti ini. Ia memasuki laboratorium riset, di mana anak buahnya menyapanya, dan Rajeev yang sedang berada dalam mood baik segera menyapa balik diiringi dengan senyuman lebar. Ia menuju dapur laboratorium dan membuat segelas kopi favoritnya, niatnya ia akan me-review hasil pekerjaannya sebelum diserahkan pada bagian logistik pagi ini.
Sambil bersiul-siul, ia memasuki ruang kerja pribadinya dan menemukan meja kerjanya yang acak-acakan. Tunggu, acak-acakan? Seingatnya sebelum ia tidur ia sudah merapikan mejanya sedikit, jadi seharusnya tidak terlalu acak-acakkan seperti itu. Ia menyipitkan matanya, mencoba mencari apa yang salah dari kertas-kertas yang terhampar tidak beraturan di atas mejanya. Setelah berada cukup dekat dengan mejanya sendiri, ia menemukan jawabannya.
Matanya melebar karena tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya; laporan yang baru saja ia selesaikan kemarin berada dalam keadaan yang mengenaskan. Sebagian besar diantaranya sudah tidak dapat dibaca karena kertasnya digigiti sesuatu sampai habis setengahnya, malah ada di antara halaman dari laporan itu yang hilang dan hanya meninggalkan jejak potongan kecil saja. Bukan hanya laporan yang baru dikerjakannya, dokumen dan catatan lain tampak tidak luput dari bekas gigitan tersebut. Urat-urat kemarahan muncul di wajahnya, entah memang ia yang sial atau ada seseorang yang sengaja menyabotase hasil kerja kerasnya. Setelah menjatuhkan segelas penuh kopi ke lantai, kini kedua tangannya yang bergetar memegang sisa-sisa laporannya, "AAHHH! KE MANA PUTRIKUUU?!" teriaknya frustrasi, menganggap hasil kerjanya sebagai putrinya sendiri.
Dapat dipastikan, Rajeev tidak akan membiarkan siapapun atau apapun yang menyebabkan insiden ini lolos hidup-hidup... _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Sofia Kyprianos

Posts: 41 Pemilik: Chief Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 33
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 16th September 2009, 17:18 | |
| Sofia berjalan dengan santai menyusuri salah satu dari banyak koridor dalam markas Black Order cabang Afrika - Timur Tengah. Menggumamkan senandung lagu pelan, ia terhenti begitu mencapai suatu pintu yang kini sudah menjadi rutinitasnya untuk diketuk; pintu kantor pribadi Section Staff Research, Rajeev Nambiar.
Dengan pelan, kepalan tangannya mengetuk. "Kepala Bagian?" sapanya pelan. Ia sedikit mengerunyit; ia yakin ia mendengar suara Rajeev tadi (walau entah yang diucapkannya apa), sahutan tadi bukan imajinasinya, kan? "Anda di sana? Bagaimana laporan Anda?"
Jemari lentiknya mendekati gagang pintu, sebelum cengkeraman pelannya mulai memutarnya, hendak membuka pintu yang membatasi dirinya dari lelaki India itu. _________________ wisdom. intuition. serenity. number03: the H I G H * P R I E S T E S S |
|  | | Lorelei D. Poisson

Posts: 34
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 26
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 18th September 2009, 08:57 | |
| "AAHHH! KE MANA PUTRIKUUU?!"
Suara itu bergema sangat keras ke lorong-lorong terdekat, burung-burung di dekat jendela bahkan langsung meloncat kembali ke udara bebas karena terkejut mendengar suara sang section leader yang seolah-olah meraung seperti singa di padang Afrika yang mengamuk. Telinga Lorelei mendenging untuk beberapa saat, dia menyumpah pelan.
Baru saja dia hendak melangkahkan kakinya ke ruangan penelitiannya yang seperti biasa, mengambil beberapa benda yang dia simpan disana untuk kepentingan perawatan teman-teman kecilnya yang bersayap, berrangka luar, dan beberapa berbulu serta berantena. Oke, Lorelei mungkin orang yang egois dan tak perduli pada hal lain selain menyangkut pekerjaan atau hobinya --mungkin (?)-- namun sebagai seorang ilmuwan rasa ingin tahunya tergelitik pada hal-hal yang tidak biasa. rajeev bukanlah pria yang senang berteriak-teriak untuk menarik perhatian jadi pasti.. ada sesuatu yang terjadi, dan mungkin maksud suara itu bukanlah hal yang menyenangkan. Ah tapi bukankah hal yang menyenangkan itu relatif untuk semua orang? mungkin saja sesuatu yang menarik terjadi di ruangannya. Senyuman janggal terlihat di wajah pria Prancis itu. Kaki Lorelei berbalik arah, menuju ke ruangan Rajeev V Nambiar.
Dia sudah berada di depan pintu ruangan section leader, namun dia keduluan. Lorelei berdiri di belakang seorang wanita yang tampaknya tiak menyadari kehadirannya --yang dia tau adalah staff magement, tidak lebih dan tiak kurang-- dan sudah berdiri di depan ambang pintu sambil memutar kenopnya dengan ragu-ragu.
"Maaf Nona biar saya yang membukanya ya~ ♥", kata pria berusia 26 itu sambil tersenyum pada Sofia, senyuman yang sekilas terlihat ramah. Lorelei tidak memutar kenop pintu yang sudah setengah terbuka, dia mendorong daun pintu dari atas dengan tubuhnya yang cukup tinggi dan langsung menerobos ke dalam ruangan. Matanya yang berwarna coklat muda langsung dapat menemukan kejanggalan yang terdapat d meja Rajeev.
"Aku tak tahu kalau anda senang memakan kertas laporan anda sendiri , section leader Rajeev~"
Tanpa disadari oleh Rajeev sendiri Lorelei telah berada di sampingnya, berdecak sambil mengelus-elus dagunya yang tak berjambang. Dia tersenyum sambil memperhatikan kekacauan yang terjadi pada laporan tersebut, laporan yang rusak dengan bekas gigitan.
Otak Lorelei berpikir 2x lebih cepat daripada biasanya...
Ah, manusia pemakan kertas? mungkin hal itu bisa menjadi obyek penelitiannya yang baru? dan mungkin ada sesuatu yang lain di organ pencernaan Rajeev V nambiar yang membuatnya tak bisa mengkonsumsi apapun kecuali kertas ?. Senyum Lorelei semakin tertarik ke sudut-sudut bibirnya saat memikirkan semua itu. _________________ "Unlike humans. ... my experiments never betray me..." • Lorelei Deimos Poisson • |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 64 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 19th September 2009, 01:01 | |
| Frustrasi. Ya, Rajeev merasa benar-benar frustrasi sekarang. Apa yang akan dikatakan Hakizi, atau bahkan Sofia kalau mereka tahu kalau laporan hasil kerja kerasnya lenyap dimakan sesuatu yang entah-apalah-itu? Ugh, ia sudah dapat membayangkan tatapan tidak menyenangkan dari kedua orang itu yang ditujukan untuknya. Hakizi sih masih bisa memaklumi, tapi Sofia? Bisa hilang percaya diri Rajeev di depan wanita jelita itu!
Saking larut dalam frustrasinya, ia sampai tidak menyadari pintu ruangannya telah dibuka, dan seseorang telah berdiri di sampingnya. Perhatiannya terlalu tertuju pada kertas-kertas di hadapannya, yang bernasib naas entah karena ulah siapa.
"Aku tak tahu kalau anda senang memakan kertas laporan anda sendiri , section leader Rajeev~"
"Lorelei! Kau mengagetkanku!" serunya terkejut, kenapa pula pria eksentrik ini ada di dalam ruangannya? "Yang benar saja, bahkan rasa roti tawar seratus kali lebih baik daripada kertas-kertas ini! Dengar ya, aku tidak tahu ini ulah siapa, tapi aku yakin ada seseorang yang sengaja menyabotase pekerjaanku!" ujarnya menggebu-gebu, dipenuhi rasa dendam.
"Mungkin saja orang itu bermaksud merebut posisiku sebagai Section Leader, dan siapapun pelakunya, pasti akan bernasib sama dengan--- Wuahh, Sofia?!" ujarnya tak kalah kagetnya dengan yang tadi ketika menemukan sosok Sofia yang sedang berdiri di depan pintu ruangannya.
Rajeev menelan ludah pahit; ini skenario terburuk. Apa yang harus dikatakannya pada wanita Siprus itu untuk menjelaskan situasi kacau balau ini? Jujur saja, pria India ini merasa clueless. _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 19th September 2009, 10:24 | |
| Andrei berlari-lari sepanjang lorong Black Order, sambil bertanya kesana-kemari tentang kumbangnya yang berharga. Wajahnya kelihatan luar biasa panik, dan sesekali bahasa Rusia dan Mesir kuno bercampur dalam kata-katanya, membuat siapapun yang ditanyainya malah makin bingung.
"Oh, semoga saja serangga itu tidak apa-apa," keluh Andrei pelan. Ia terus berlari kesana-kemari, mencari kumbangnya itu.
"SCARAAAAAAAAAB??!! Di mana kaaaaauuu??!!" teriaknya sambil berlari melintasi lorong kamar-kamar di markas tersebut. Suaranya menggema, lumayan keras untuk didengar oleh siapapun yang berada di dekat lintasan larinya. _________________ "I do love Ancient Egypt so much, but I'm also a proud Russian man, you know?!" -Andrei V. Morozov-
Issei Akira's 5th ID - The Ancient Egypt Freak
|
|  | | Sofia Kyprianos

Posts: 41 Pemilik: Chief Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 33
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 28th September 2009, 16:40 | |
| Seorang lelaki membuka pintu masuk kantor Rajeev sebelum dirinya, setelah memberikannya senyum. Sofia membalasnya. Tepat ketika ia hendak memasuki ruangan, yang sesuai dugaannya, menampung Rajeev Nambiar, kedua staf riset itu bertukar kata, hingga akhirnya Rajeev berteriak histeris. "Mungkin saja orang itu bermaksud merebut posisiku sebagai Section Leader, dan siapapun pelakunya, pasti akan bernasib sama dengan--- Wuahh, Sofia?!"
"K-Kepala Bagian?" gumamnya pelan, melihat hasil pekerjaan Rajeev yang habis digerogoti sesuatu, entah apa. "A-Ah, pekerjaan Anda... Siapa orang tega yang akan melakukan ini?" Rajeev harus bersyukur wanita Siprus ini bukan orang yang mudah curiga. Sofia menghampiri meja lelaki India itu, sebelum mengamati laporan yang bernasib naas itu dengan matanya sendiri.
Ia menghela napas. "Malang sekali nasib Anda, Kepala Bagian. Tidak apa, saya yakin Supervisor akan memberikan--"
"SCARAAAAAAAAAB??!! Di mana kaaaaauuu??!!"
Suatu teriakan nyaring menggema di koridor. Sofia bergidik sesaat, sebelum kembali mendapatkan ketenangannya. "Eh? Scarab?" Ia mencoba mengingat apa makna dari kata itu; semacam serangga mitologi Mesir kuno, jika tidak salah. Tetapi, memangnya benar-benar ada? Dan, memangnya scarab bisa memakan kertas? Intuisinya... "Kepala Bagian, mungkin saja 'scarab' ini ada hubungannya dengan kerusakan laporan Anda," ujarnya, berharap ia bisa membantu lelaki India itu. Ia juga tidak tega menyuruhnya langsung menulis ulang; tampaknya Rajeev sudah bekerja keras. _________________ wisdom. intuition. serenity. number03: the H I G H * P R I E S T E S S |
|  | | Lorelei D. Poisson

Posts: 34
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 26
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 29th September 2009, 11:44 | |
| Kali ini sosok wanita yang tadi berada di depan pintu memasuki ruangan, sama-sama mengamati kerusakan di meja Section Leader Rajeev. Dan tentu saja Lorelei tidak begitu memperhatikannya karena di otaknya terlalu penuh dengan kemungkinan metode-metode penelitian yang mungkin bisa diterapkan ke pria India itu. Lorelei larut dalam pikirannya sampai... "SCARAAAAAAAAAB??!! Di mana kaaaaauuu??!!"Suara itu berdenging di kepalanya dengan cara yang tak menyenangkan, dia menyumpah pelan pada siapapun itu. "Bah! kenapa hari ini semua orang berteriak-teriak!" Lorelei menekan-nekan lubang telinganya sendiri yang masih berdenging. EH tunggu....| Quote: | | "Kepala Bagian, mungkin saja 'scarab' ini ada hubungannya dengan kerusakan laporan Anda," |
Scarab?
S.C.A.R.A.B
SCARAB !!
Lorelei bergetar, merinding kesenangan. Dia menoleh pada wanita itu, senyumannya melebar sampai ke ujung-ujung bibirnya. Staff Reseacrh yang brilian itu diinjek bertanya pada Sofia, mencoba membuat nada bicaranya ramah, walaupun terdengar sedikit janggal.
"Ah kau benar Nona~♥ ini semua pasti ulah serangga kuno itu. Bodohnya aku tidak menyadarinya dari pola robekan kertas ini." Lorelei menggelengkan kepalanya sambil berdecak pelan.
Dalam hatinya dia terkekeh, Scarab! Ya Scarab! Serangga kuno yang belum dia dapatkan di koleksinya, serangga yang benar-benar langka sampai dia sudah menyerah untuk mencarinya.
Ternyata pilihannya bergabung di Black Order tidak salah...
Dia tersenyum tipis, senyuman sinister yang akrab di wajahnya. Hasrat memiliki Scarab itu terlihat begitu jelas di wajahnya, dia tidak perlu mendapatkan kumbang Mesir itu dalam keadaan hidup, tidak dia hanya menginginkannya dalam keadaan utuh dan lengkap. Tidak cacat untuk dijadikan hiasan awetan serangga.
Lorelei menghela nafas, mencoba menenangkan dirinya.
"Ah Tuan Section Leader~ Keberadaan serangga satu itu sangat berbahaya di ruangan reseacrh yang begitu penuh dengan kertas. Ya, kertas-kertas yang sangat dia suka. Jadi, bagaimana kalau kita mencarinya bersama-sama ? ♥"
Jarang-jarang kan dia menawarkan bantuan untuk hal-hal yang di luar penelitiannya?_________________ "Unlike humans. ... my experiments never betray me..." • Lorelei Deimos Poisson • |
|  | | M. Kaya Berrin Vatican Central

Posts: 70 Umur: 17 Pemilik: Male
Biodata Posisi: General Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 29th September 2009, 20:26 | |
| Jika ada yang tidak disukai Kaya hari ini, itu adalah matahari yang menampakkan diri di horizon pagi ini. Rasanya bintang besar itu tidak memedulikan badan Kaya yang pegal-pegal dan membutuhkan istirahat lebih - entah apa penyebabnya, Kaya juga kurang jelas. Dengan sedikit menggerutu Kaya merenggangkan badannya yang masih ingin membujur di balik selimut, lalu beranjak dari ranjangnya.
Masih dibalut piyama, Kaya berjalan keluar dan mengambil secangkir kopi yang tidak terlalu pahit - bukan karena dia tidak ingin cepat-cepat terjaga sepenuhnya, tapi karena dia tidak suka kopi yang pahit - lalu berjalan mengelilingi Markas Cabang Afika-Timur Tengah untuk mencari udara segar.
[big]"SCARAAAAAAAAAB??!! Di mana kaaaauuu??!!"[/big]
Tiba-tiba terdengar teriakan yang membuat Kaya terlonjak dan benar-benar terjaga. Rasanya dia mengenal suara itu, meskipun dia tidak ingat nama orang dengan suara itu. Oke, jangan salahkan Kaya, dia memang punya masalah dengan hidupnya di Black Order. Kaya pun mencari asal suara dan menemukan seorang Finder - kelihatannya - yang terlihat panik. Sudah jelas orang inilah yang tadi berteriak.
Mengetahui kalau Finder itu tengah mencari seekor kumbang Mesir yang langka, Kaya pun mendekatinya.
"Hei, ada masalah, kawan?" Kaya melontarkan pertanyaan retoris. "Mungkin Scarab itu berada di perpustakaan," tambah Kaya mengingat Scarab adalah salah satu pemakan kertas. |
|  | | Andrei V. Morozov

Posts: 25 Pemilik: Issei Akira Poin RP: 20
Biodata Posisi: Finder Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 24
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 2nd October 2009, 21:07 | |
| | Quote: | | "Hei, ada masalah, kawan?" Kaya melontarkan pertanyaan retoris. "Mungkin Scarab itu berada di perpustakaan," tambah Kaya mengingat Scarab adalah salah satu pemakan kertas. |
Andrei langsung mengerem larinya saat mendengar kalimat ini. Ia menoleh, dan mendapati seorang General yang tampaknya baru saja bangun. Andrei memberinya sebuah senyum lebar, khas seorang Andrei.
"Terima kasih, General!! Saya akan segera ke perpustakaan!!" kata Andrei penuh semangat. Ia pun langsung berlari, melesat ke perpustakaan.
---
[Lokasi : Perpustakaan]
Andrei berlari sekuat tenaga ke ruangan yang disarankan oleh General tadi. Sepertinya perkiraannya benar, karena sebagian besar pegawai perpustakaan tampak heboh karena satu-dua buku yang 'agak' hancur akibat dimakan Scarab.
Tanpa banyak basa-basi, Andrei langsung masuk dan berteriak keras, "SCARAAAAAB!! Kamu di mana?!?!"
Tentu saja, teriakan Finder asal Rusia itu malah mengganggu para pegawai yang masih setengah mati berusaha menyelamatkan buku-buku di perpustakaan dari serangan serangga itu.
"Tuan Morozov, kalau mau teriak-teriak, jangan di perpustakaan!!" tegur salah satu petugas yang sudah agak stress. Andrei sendiri sepertinya tidak begitu memedulikan teguran tadi, dan masuk semakin dalam.
Mendadak, sekelebat bayangan keemasan terbang melintasi beberapa rak.
"SCARAAAAB!!" teriaknya lagi sambil berlari mengejar bayangan keemasan itu. _________________ "I do love Ancient Egypt so much, but I'm also a proud Russian man, you know?!" -Andrei V. Morozov-
Issei Akira's 5th ID - The Ancient Egypt Freak
|
|  | | Saif ad Din ar Rasyid

Posts: 29
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 27
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 8th October 2009, 14:24 | |
| Saif ad Din ar Rasyid, seorang exorist pria dengan kulit coklat yang terbakar matahari melintasi rak demi rak. Dia tidak mencari buku tertentu, dia hanya melewati rak-rak buku --yang sebagian berdebu-- untuk menemukan bahan bacaan yang menarik. Keffiyeh putih yang diikat di kepalanya bergoyang pelan setiap kali dia bergerak. Bola mata gelap miliknya menyipit saat dia melewati sebuah jendela. Aneh, padahal seharusnya siang di musim ini tidak memancarkan begitu banyak sinar matahari. Sinar matahari yang keemasan itu menimpa wajahnya. Pria berusia 26 tahun itu tidak menyingkir atau menghalanginya. Sinar matahari terik adalah teman perjalanan suku Bedouin; termasuk dirinya. Sekali lagi Saif menyipitkan matanya, bukan, bukan sinar matahari yang membuatnya tak nyaman. Medallion Scarab yang selalu disematkan di dadanya berkilat-kilat keemasan ditimpa sinar matahari menyebabkan ilusi optik yang membuat medallion itu seolah-olah bergerak dan memancarkan kilau keemasan sendiri. Saat itulah dia mendengar suara seseorang melengking di dalam perpustakaan yang seharusnya tenang....
silahkan d si Saif mau diapakan  ) |
|  | | Sofia Kyprianos

Posts: 41 Pemilik: Chief Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 33
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 8th October 2009, 15:00 | |
| 'Eehhh...' Ia sedikit tersentak melihat senyuman sinister yang menghiasi wajah Lorelei. Akan tetapi, Sofia berusaha untuk tidak menilai orang dari penampilan. Wanita berambut pirang-kecoklatan itu hanya mengangguk pelan mendengar staf riset itu mengiyakan hipotesanya. Baguslah, tampaknya lelaki itu lebih mengerti tentang perihal ini ketimbang dirinya...
Teriakan keras tadi mulai samar; tampaknya sang penyahut sudah berpindah ke lokasi yang lebih jauh. Wanita Siprus itu tersenyum kecil; situasi sudah tenang, saatnya membantu Rajeev! Ia memamerkan senyum yang lebih ramah pada lelaki India itu. "Tenang, Kepala Bagian... Ini bukan salah Anda juga, kan?"
"Ah Tuan Section Leader~ Keberadaan serangga satu itu sangat berbahaya di ruangan reseacrh yang begitu penuh dengan kertas. Ya, kertas-kertas yang sangat dia suka. Jadi, bagaimana kalau kita mencarinya bersama-sama ? ♥"
Wajah Sofia berbinar mendengar tawaran yang teramat 'murah hati' ini. Ternyata ada baiknya ia tidak langsung menilai, ternyata bawahan Rajeev yang tersenyum mengerikan ini baik hati juga! Sofia tidak sungkan untuk memberi bantuan lebih. "Ngg, mungkin kita bisa memancingnya keluar dengan umpan sesuatu... sesuatu yang disukainya lebih dari kertas." Ia memandang Lorelei. "Sepertinya Tuan lebih tahu?" _________________ wisdom. intuition. serenity. number03: the H I G H * P R I E S T E S S |
|  | | Lorelei D. Poisson

Posts: 34
Biodata Posisi: Section Staff Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 26
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 8th October 2009, 16:28 | |
| | Quote: | | "Sepertinya Tuan lebih tahu?" |
"Oh ho~ ♥" Lorelei menjentikkan jemarinya sembari membalikkan badannya ke Nona staff management itu, senyumnya kembali merekah lebar. "Ucapan Anda membuat saya mengingat sesuatu Nona.."
Pria Prancis itu merogoh-rogoh jas laboratoriumnya yang kedodoran dengan kasar. Telapak tangannya keluar dari saku-sakunya sambil menggenggam erat suatu botol kecil yang tertutup rapat. Botol itu bening dan menunjukkan apa yang ada di dalamnya. Sebuah tetesan cairan asing berwarna kehijauan, zat terbaru yang berhasil ditemukan ilmuwan yang sehari-harinya bergulat di dalam laboratoriumnya sendiri.
Lorelei mengangkatnya tinggi-tinggi, sinar matahari yang menembus jendela membuat cairan itu tampak sedikit berkilau dan membiaskan kelip kehijauan." Baru saja kuekstrak! Zat magis yang terkandung di dalam setiap serangga saat musim kawin!" Pria berrambut coklat itu menggoyang-goyangkan botol tersebut, "Aku menyebutnya Love Essence ♥ !"
Senyumannya sama sekali tidak terlepas dia mencondongkan tubuhnya pada Sophia --tanpa maksud apapun-- " Dengan ini kita akan memancing serangga purba itu...." desisnya pelan.
Love Essence : di era kita memiliki nama ilmiah ; Pheromone *digetok*_________________ "Unlike humans. ... my experiments never betray me..." • Lorelei Deimos Poisson • |
|  | | Rajeev V. Nambiar

Posts: 64 Pemilik: S.E.H. Poin RP: 20
Biodata Posisi: Section Leader Cabang: Afrika - Timur Tengah Umur: 36
 | Subject: Re: [AFRICA] Bug's Problem 9th October 2009, 11:54 | |
| "K-Kepala Bagian?" Glek. Rajeev menelan ludah begitu menyadari kalau Sofia tengah memerhatikan nasib laporannya yang na'as. "A-Ah, pekerjaan Anda... Siapa orang tega yang akan melakukan ini?"
Puji Tuhan. Semoga Tuhan memberkati sifat muliamu, Sofia sayang.
Rajeev memasang senyuman kaku, "Be-begitulah, Sofia..." Paling tidak, ia tidak kehilangan muka di depan wanita jelita ini. Sang wanita Siprus mendekat ke meja kerjanya, memegang laporan yang sudah tak jelas bentuknya dengan tangannya sendiri. "Malang sekali nasib Anda, Kepala Bagian. Tidak apa, saya yakin Supervisor akan memberikan--"
Perpanjangan deadline? Kalimat keramat itu terlintas dalam benak Rajeev, namun terpaksa teralihkan karena teriakan seseorang... "SCARAAAAAAAAAB??!! Di mana kaaaaauuu??!!"
Hah? Scarab? Dan rasa-rasanya, Rajeev mengenali suara itu...
"Kepala Bagian, mungkin saja 'scarab' ini ada hubungannya dengan kerusakan laporan Anda," "Ah kau benar Nona~♥ ini semua pasti ulah serangga kuno itu. Bodohnya aku tidak menyadarinya dari pola robekan kertas ini. Ah Tuan Section Leader~ Keberadaan serangga satu itu sangat berbahaya di ruangan reseacrh yang begitu penuh dengan kertas. Ya, kertas-kertas yang sangat dia suka. Jadi, bagaimana kalau kita mencarinya bersama-sama ? ♥"
Rajeev tidak peduli soal serangga langka atau apa, yang hanya ia inginkan saat ini adalah sang pemilik serangga yang dengan tololnya melepaskan hewan berbahaya itu. Awas saja kalau sudah ketemu nanti...
"Tenang, Kepala Bagian... Ini bukan salah Anda juga, kan?"
Ohh! Sungguh sebuah senyuman seorang Dewi! Senyuman magis yang dapat menentramkan hati yang telah ditelan amarah, bagaikan oase surga di padang pasir! Sungguh, Rajeev tidak menyesal telah jatuh cinta pada wanita ini, oh, siapa juga yang akan menyesal? Bila seorang pria memiliki teman hidup sesempurna itu, maka tak ada hal lain yang yang diperlukan dalam kehidupannya. Cukup membangun rumah tangga yang harmonis dengannya, rasanya ia sanggup menghadapi rintangan hidup seperti apa juga. Sebutlah itu Millenium Earl, Akuma, atau berbagai macam bencana alam yang mengguncang dunia, Rajeev tak akan gentar!
... Sementara Rajeev larut dalam imajinasinya, Sofia dan Lorelei telah mendiskusikan suatu cara untuk meringkus serangga dan pemiliknya. "Dengan ini kita akan memancing serangga purba itu...."
Dan akhirnya, sang pria India kembali dalam realita, "Bagus, Lorelei! Tak sia-sia aku merekrutmu!" ia menepuk pundak Lorelei, kemudian mendorongnya perlahan agar menjauh dari Sofia. Ah, yang merekrut Lorelei kan bukan dia? Yah, anggap saja itu pujian. "Kau dapat serangganya, aku dapat pemiliknya, setuju?" matanya berkilat-kilat, menunjukkan semangatnya. Nah, sekarang, apa yang sebaiknya bawa untuk investigasi kali ini... Pisau dapur, gada berduri, atau malah senapan berlaras panjang? Heh heh heh, yang jelas, Rajeev tak akan membiarkan sang pemilik Scarab melenggang sesuka hatinya... _________________ "Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar Second. The Blue Lotus |
|  | | |
| Page 1 of 2 | Goto page : 1, 2  |
| | Permissions of this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|