"
Terima kasih, General! Saya akan segera ke perpustakaan!" Finder itu berterimakasih sembari melemparkan senyum lebar yang terlihat menyenangkan sebelum melesat menghilang ke koridor lain yang menuju ke perpustakaan.
Kaya sendiri hanya tersenyum sambil mengangkat cangkir kopi yang baru diseruputnya sedikit, entah apakah Finder tadi melihat
gesture tipis itu atau tidak, Kaya tidak begitu ambil pusing. Yang penting dia sudah memberikan sedikit solusi bagi masalah si Finder yang sekarang benar-benar tidak terlihat lagi; mungkin sudah berbelok ke koridor lain.
Menyeruput kopinya lagi, pikiran Kaya melayang-layang selagi kedua mata coklat mudanya mengawasi koridor tempat si Finder menghilang. '
Apakah Finder tadi bisa menemukan scarab
-nya di Perpustakaan?' Sebuah pertanyaan bergaung di dalam benaknya.
'
Mungkin tidak ada salahnya mencoba melihat-lihat, toh, hari ini aku belum menerima panggilan misi,' pikir Kaya sambil menyeruput kopi yang juga tanpa ampas itu.
Dan masih mengenakan piyama sambil membawa secangkir kopi yang sekarang masih terisi setengah, Jenderal kedua di Markas Cabang Afrika - Timur Tengah itu melangkahkan kakinya dengan ringan ke arah perpustakaan. Perlukah menambahkan senandung pelan? Rasanya tidak perlu karena seharusnya dia tidak bersenandung saat orang lain berada di dalam masalah.
[Lokasi: Koridor]Sembari melirik kopinya yang hampir habis, Kaya meneruskan perjalanannya menuju Perpustakaan. Seingatnya, tinggal menyusuri koridor yang tengah disusurinya ini dan berbelok ke koridor berikutnya di sebelah kanan dan dia akan sampai di Perpustakaan setelah membuka pintu pertama di sebelah kiri.
Akan tetapi kali ini sepertinya perjalanannya tidak begitu mulus.
"
Baru saja kuekstrak! Zat magis yang terkandung di dalam setiap serangga saat musim kawin!" Samar-samar Kaya mendengar suara pria dari balik pintu yang baru saja dilewatinya. Tentu saja wanita bermata coklat muda itu segera berhenti untuk mendengarkan lebih lanjut, apalagi sepertinya dia tahu apa yang sedang dibicarakan. "
Aku menyebutnya Love Essence ♥ !"
'
Wow, Love Essence
? Apa lagi itu?' tanya Kaya dalam hati. Dari kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh si pembicara di balik pintu, sepertinya si pembicara adalah seorang staf divisi Riset. Dan sepertinya staf itu sedang merencanakan sesuatu dengan entah berapa orang lainnya untuk menangkap Scarab yang tengah menjadi masalah utama hari ini.
"
Bagus, Lorelei!" Sebuah suara kembali berbicara, dan kali ini Kaya jelas mengenalnya; Rajeev Nambiar, Kepala Staf Divisi Riset, yang sepertinya sedang berbicara dengan seorang staf dari divisi yang sama yang bernama Lorelei, yang merupakan pembuat "
Love Essence" tadi. Setelah mengetahui identitas orang-orang itu, Kaya semakin tertarik dan menyandarkan punggungnya di dekat pintu sembari memasang pose kasual sehingga tidak akan terlihat mencurigakan.
"
Kau dapat serangganya, aku dapat pemiliknya, setuju?" Kepala Divisi Rajeev kembali berbicara, dan kali ini sepertinya Kaya bisa mendengar semangat negatif yang bersembunyi di balik klausa terakhir dari kalimat itu.
'
Uh, sepertinya aku harus cepat-cepat memberitahu Finder itu,' gumam Kaya sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Sayangnya, kaki Kaya sempat-sempatnya terpeleset lantai Markas yang sepertinya baru dibersihkan. Cangkirnya spontan lepas dari pegangannya yang merenggang dengan cepat dan pecah menghantam lantai Markas yang mengkilat seperti porselen.
PRAAANG!
'
Oh, hebat!' gerutu Kaya dalam hati ketika wanita itu melihat piyamanya yang sekarang sudah bernoda coklat di beberapa bagian. Apakah Black Order memiliki binatu instan dan
laundry? Mungkin punya, karena apabila boilersuit-nya kotor, maka keesokan harinya dia bisa menemukannya bersih dan kering, entah siapa yang berbaik hati mencuci dan menjemurnya.
Sekarang wanita itu bangkit berdiri, dan dengan beberapa tepisan menyingkirkan beberapa debu yang menempel pada pakaiannya. Tidak ada waktu untuk membereskan cangkirnya yang pecah, sekarang dia perlu memberitahu Finder berambut pirang tadi, yang bahkan namanya tidak Kaya ketahui.
'
Tidak apa-apa, seingatku hanya dia Finder yang berambut pirang di sini,' ujar Kaya di dalam benaknya sambil bergegas menuju perpustakaan.
_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated seductively.
Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress