An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
Home­FAQ­Calendar­Search­Memberlist­Usergroups­Register­­Log in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Januari 1880

[CENTRAL] musim dingin, dingin moderat

[ASIA] musim dingin, kering, matahari terik

[AMERICA] musim dingin, sedikit salju

[AFRICA] musim dingin, curah hujan tinggi

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld Aria Academy

Don't be shy, affiliate with us!
Latest topics
» [CENTRAL] Gunslinger
by Izarra O. Maraschine Today at 14:30

» Theme Song Karakter
by Freja Vladislava 9th March 2010, 06:30

» Hiatus Notification
by Ravel Kohler 8th March 2010, 19:29

» [AFRICA]First Glance
by Abigail Kolovos 8th March 2010, 12:46

» Casthaniel Acoustic Ellsmer
by Casthaniel A. Ellsmer 4th March 2010, 20:26

Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 [AFRICA] Bug's Problem

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2
AuthorMessage
Sofia Kyprianos



Posts: 35
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 33

PostSubject: Re: [AFRICA] Bug's Problem   8th November 2009, 08:25

Tampaknya Rajeev sudah kembali bersemangat, dan Sofia tersenyum lega melihat ini. Namun, tidakkah kilatan bersemangat di mata pria India itu terlihat sedikit... menyeramkan? Tidak, Sofia bukan orang yang langsung berasumsi hal buruk.

"... Love Essence?" Sofia hanya dapat mengulang nama dari ekstrak asing nan ajaib yang dipromosikan Lorelei layaknya salesman yang baik, terutama karena ia merasa sedikit terintimidasi dengan Lorelei yang mencondongkan badannya ke arahnya. Faktor lain, kebingungan. Walau ia sempat bekerja di bagian Research, ia lebih banyak berurusan dengan arsip. Ia tidak begitu mengerti hal-hal ilmiah macam, erhh, esens apa yang dihasilkan serangga ketika mereka mencari pasangan, terutama karena hal itu tidak ada hubungannya dengan Black Order--

... Ya, minimal Lorelei bersemangat... kan?

Ia meletakkan tangannya di pundak Lorelei, sedikit mendorong lelaki itu dari dirinya untuk memberi ruang. Nah, itu lebih baik. Ia mendeham pelan, sebelum mengutarakan pendapatnya, "Ya, lebih baik kita mulai sekarang... Mungkin ada baiknya jika kita memulai di tempat yang memiliki probabilitas terbesar menyimpan scarab itu. Ehmm, tempat yang banyak kertasnya lagi..."



Matanya membelalak begitu ia mendapatkan revelasi. Oh, Tuhan, semoga bukan ruang arsip bagian logistik.

_________________
wisdom. intuition. serenity.
number03: the H I G H * P R I E S T E S S
Back to top Go down
View user profile
M. Kaya Berrin
Vatican Central


Posts: 65
Umur: 16
Pemilik: Woof

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [AFRICA] Bug's Problem   9th January 2010, 14:53

"Terima kasih, General! Saya akan segera ke perpustakaan!" Finder itu berterimakasih sembari melemparkan senyum lebar yang terlihat menyenangkan sebelum melesat menghilang ke koridor lain yang menuju ke perpustakaan.

Kaya sendiri hanya tersenyum sambil mengangkat cangkir kopi yang baru diseruputnya sedikit, entah apakah Finder tadi melihat gesture tipis itu atau tidak, Kaya tidak begitu ambil pusing. Yang penting dia sudah memberikan sedikit solusi bagi masalah si Finder yang sekarang benar-benar tidak terlihat lagi; mungkin sudah berbelok ke koridor lain.

Menyeruput kopinya lagi, pikiran Kaya melayang-layang selagi kedua mata coklat mudanya mengawasi koridor tempat si Finder menghilang. 'Apakah Finder tadi bisa menemukan scarab-nya di Perpustakaan?' Sebuah pertanyaan bergaung di dalam benaknya.

'Mungkin tidak ada salahnya mencoba melihat-lihat, toh, hari ini aku belum menerima panggilan misi,' pikir Kaya sambil menyeruput kopi yang juga tanpa ampas itu.

Dan masih mengenakan piyama sambil membawa secangkir kopi yang sekarang masih terisi setengah, Jenderal kedua di Markas Cabang Afrika - Timur Tengah itu melangkahkan kakinya dengan ringan ke arah perpustakaan. Perlukah menambahkan senandung pelan? Rasanya tidak perlu karena seharusnya dia tidak bersenandung saat orang lain berada di dalam masalah.


[Lokasi: Koridor]

Sembari melirik kopinya yang hampir habis, Kaya meneruskan perjalanannya menuju Perpustakaan. Seingatnya, tinggal menyusuri koridor yang tengah disusurinya ini dan berbelok ke koridor berikutnya di sebelah kanan dan dia akan sampai di Perpustakaan setelah membuka pintu pertama di sebelah kiri.

Akan tetapi kali ini sepertinya perjalanannya tidak begitu mulus.

"Baru saja kuekstrak! Zat magis yang terkandung di dalam setiap serangga saat musim kawin!" Samar-samar Kaya mendengar suara pria dari balik pintu yang baru saja dilewatinya. Tentu saja wanita bermata coklat muda itu segera berhenti untuk mendengarkan lebih lanjut, apalagi sepertinya dia tahu apa yang sedang dibicarakan. "Aku menyebutnya Love Essence ♥ !"

'Wow, Love Essence? Apa lagi itu?' tanya Kaya dalam hati. Dari kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh si pembicara di balik pintu, sepertinya si pembicara adalah seorang staf divisi Riset. Dan sepertinya staf itu sedang merencanakan sesuatu dengan entah berapa orang lainnya untuk menangkap Scarab yang tengah menjadi masalah utama hari ini.

"Bagus, Lorelei!" Sebuah suara kembali berbicara, dan kali ini Kaya jelas mengenalnya; Rajeev Nambiar, Kepala Staf Divisi Riset, yang sepertinya sedang berbicara dengan seorang staf dari divisi yang sama yang bernama Lorelei, yang merupakan pembuat "Love Essence" tadi. Setelah mengetahui identitas orang-orang itu, Kaya semakin tertarik dan menyandarkan punggungnya di dekat pintu sembari memasang pose kasual sehingga tidak akan terlihat mencurigakan.

"Kau dapat serangganya, aku dapat pemiliknya, setuju?" Kepala Divisi Rajeev kembali berbicara, dan kali ini sepertinya Kaya bisa mendengar semangat negatif yang bersembunyi di balik klausa terakhir dari kalimat itu.

'Uh, sepertinya aku harus cepat-cepat memberitahu Finder itu,' gumam Kaya sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Sayangnya, kaki Kaya sempat-sempatnya terpeleset lantai Markas yang sepertinya baru dibersihkan. Cangkirnya spontan lepas dari pegangannya yang merenggang dengan cepat dan pecah menghantam lantai Markas yang mengkilat seperti porselen.

PRAAANG!

'Oh, hebat!' gerutu Kaya dalam hati ketika wanita itu melihat piyamanya yang sekarang sudah bernoda coklat di beberapa bagian. Apakah Black Order memiliki binatu instan dan laundry? Mungkin punya, karena apabila boilersuit-nya kotor, maka keesokan harinya dia bisa menemukannya bersih dan kering, entah siapa yang berbaik hati mencuci dan menjemurnya.

Sekarang wanita itu bangkit berdiri, dan dengan beberapa tepisan menyingkirkan beberapa debu yang menempel pada pakaiannya. Tidak ada waktu untuk membereskan cangkirnya yang pecah, sekarang dia perlu memberitahu Finder berambut pirang tadi, yang bahkan namanya tidak Kaya ketahui.

'Tidak apa-apa, seingatku hanya dia Finder yang berambut pirang di sini,' ujar Kaya di dalam benaknya sambil bergegas menuju perpustakaan.

_________________
"My kiss worth a diamond, you know?!" Kaya stated seductively.



Benjie's 2nd Character - The Jewel Mistress
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
Lorelei D. Poisson



Posts: 34

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 26

PostSubject: Re: [AFRICA] Bug's Problem   22nd January 2010, 12:07

"Bagus, Lorelei! Tak sia-sia aku merekrutmu!"

Apa dia bilang?

"Enak saja, Rajeev! Mana mau aku direkrut orang yang tampak tak antusias pada riset. Bah!" Lorelei memutar badannya yang semula mencondong pada Sophia--masih dengan tube Love Essence di genggaman tangannya--pria Prancis itu mendengus keras sampai-sampai poninya yang kusut ikut melambung. Tampaknya juga ia tidak peduli akan perkataannya barusan yang jelas-jelas mendiskreditkan sang pria India. Tidak, di saat ada hal lain yang lebih penting seperti mahluk langka yang hanya berangka luar itu.

"Yah, tapi aku setuju terserah deh mau kau apakan orangnya, karena jelas-jelas aku sedang terlalu bosan dengan tubuh manusia... aku MAU scarab-nya."

"Ya, lebih baik kita mulai sekarang... Mungkin ada baiknya jika kita memulai di tempat yang memiliki probabilitas terbesar menyimpan scarab itu. Ehmm, tempat yang banyak kertasnya lagi..."

Kembali menoleh pada sang wanita--namanya Sophia kan?--yang tampaknya hendak turut membantu pencarian mereka. Jujur saja ide wanita berambut kuning tersebut tidak buruk kok. Senyum Lorelei pun kembali tertarik ke ujung-ujung wajahnya, sadis, begitu pula tatapannya yang seolah mendesis.

".. kau benar... kita harus segera bergerak," dan saat itu ia mendengar suara pecahan,entah apa, sungguh hari yang berisik ditambah Lorelei yang sekali lagi mengumpat. Namun, kali ini perasaannya tidak enak. Ia yakin yang mengincar scarab itu bukan ia saja. Cukup yakin.

"Sebaiknya kita mencari Scarab itu, cepat." Pria berusia 26 tahun itu berjalan dengan langkah lebar-lebar ke pintu keluar-masuk, jas laboratoriumnya yang tak lagi berwarna putih melambai cepat mengikuti pergerakan Lorelei... ke ruang arsip.

_________________


"Unlike humans. ... my experiments never betray me..."Lorelei Deimos Poisson
Back to top Go down
View user profile
Andrei V. Morozov



Posts: 25
Pemilik: Issei Akira

Biodata
Posisi: Finder
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 24

PostSubject: Re: [AFRICA] Bug's Problem   25th January 2010, 19:36

[Lokasi : Koridor dekat perpustakaan]

Kalau ada satu kata yang paling cocok untuk menggambarkan kondisi Andrei sekarang, itu adalah 'kelelahan'. Setelah lari-lari keliling markas hanya untuk mengejar seekor serangga langka yang gesit, akhirnya tubuhnya protes juga. Nafasnya mulai terputus-putus, dan langkahnya mulai gontai.

"Uhuhuhuu... Scaraaaab... kamu kemana, sayaaang?" keluhnya pelan. Ia pun akhirnya jatuh terduduk di pinggir salah satu koridor, masih belum terlalu jauh dari perpustakaan. Wajahnya jelas menunjukkan ekspresi putus asa.

"Tuan-tuan, nona-nona yang baik... Tolong bantu sayaaa..." keluhnya lagi tidak jelas pada setiap orang yang lewat. Sepertinya ia sudah mulai tidak waras.

"Huweeee, SCARAAAAAB!!" teriaknya lagi, semakin putus asa. Ia pun duduk bersandar di dinding, sambil memeluk kedua lututnya. Kandas sudah harapannya untuk mengejar kumbang langka tercintanya...

...kecuali kalau ada yang mau membantu mencarikannya.

_________________
"I do love Ancient Egypt so much, but I'm also a proud Russian man, you know?!"
-Andrei V. Morozov-


Issei Akira's 5th ID - The Ancient Egypt Freak
Back to top Go down
View user profile
Clearesta Cosmo



Posts: 20
Pemilik: LLJ

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Bug's Problem   9th February 2010, 23:03

[Lokasi: Perpustakaan]

Hari ini ke perpustakaan lagi. Ya, pekerjaan Clea sepertinya tak akan pernah bisa membebaskannya dari gudang buku ini, meski dirinya telah diberi ruangan khusus baginya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Bisa diperkirakan dengan mudah, buku-buku yang telah menumpuk dan berjajar rapi di dalam ruang kerjanya itu dirasanya masih kurang cukup untuk menyempurnakan pekerjaannya. Memangnya apa saja sih yang dia kerjakan? Disebut satu per satupun tak akan selesai dalam waktu satu jam.

Sebuah sandi yang dikirim dengan kode khas negeri piramid telah menghantui kepala sang Kepala Bagian ini. Bisa saja dia menyerahkannya pada anak buahnya dan dia sudah melakukannya. Hasilnya? Lengkung bibir Clea yang tidak menyiratkan senyuman ini adalah jawabannya.

Pria ini berkeras merasa ada yang terlewatkan.

Tangan kokoh pria berdarah Yunani ini menyibak buku demi buku tebal, mencari-cari sumber yang diharapkannya bisa melenyapkan kegelisahannya. Saat ini, dia membutuhkan segala sesuatu tentang Mesir.

Silakan katakan bahwa dia terlalu rajin, tapi memang begitulah Clearesta Cosmo.

Tiba-tiba, dia merasakan adanya gerakan di jemarinya. Menggelitik, tapi tajam juga sampai-sampai Clea mengira tangannya bisa terluka. Apa ini? Imajinasi Clea langsung melayangkan gambar benda paling menjijikkan baginya: kecoak. Dan nampaknya dugaannya keliru.

"Huweeee, SCARAAAAAB!!"

Entah dia harus lega karena bukan kecoak atau harus mulai panik lagi gara-gara ada yang tampaknya menjawab pertanyaannya dalam hati. Dengan satu sentakan kuat, dia menarik diri dari rak yang dia rayapi selama lima menit itu. Bersamaan dengan gerakan tiba-tibanya, dia menjatuhkan beberapa buku. Dan... wah, sempat tertangkap sesosok kumbang kecil di antara buku-buku yang terjatuh---sebelum kumbang itu tertimpa buku lain.

Ada tarian memori di dalam kepalanya yang mencoba mengingat segala sesuatu tentang scarab. Tapi situasi yang diketahuinya gawat, hanya memberinya satu petunjuk: kumbang pemakan kertas.

"TUTUP SEMUA PINTU DAN JENDELA!" teriak Kepala Bagian satu ini sambil melakukan satu hal yang dia bisa: menjatuhkan sebanyak mungkin buku untuk mengurung si scarab... atau malah memberinya makan?

Setidaknya dia tidak akan pergi selama ada buku, kan?

Otak Clea sedang merancang suatu rencana. Barangkali dia akan membunuh serangga ini?

_________________
Να θυμάστε ποιος είναι αυτός που αυξάνουν την επιχείρησή σας!
Remember who's the one who increases your business!
Είναι σειρά μου.
It's my order.


Li Lian Jie's 3rd Character -- The Lion of Athens
Back to top Go down
View user profile
 

[AFRICA] Bug's Problem

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 2Goto page : Previous  1, 2

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Branches :: African - Middle East Branch-
Post new topic   Reply to topic